Kenali Pentingnya Vaksin MMR untuk Mencegah Gondongan No ratings yet.

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) merupakan salah satu vaksin yang sangat penting untuk melindungi tubuh dari tiga penyakit menular serius: campak, rubella, dan gondongan. Gondongan, yang dikenal juga dengan istilah mumps, adalah infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar ludah. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti radang testis (orchitis), gangguan pendengaran, hingga masalah kesuburan.

Dengan vaksin MMR, tidak hanya diri sendiri yang terlindungi, tetapi juga orang-orang di sekitar Anda, terutama mereka yang rentan seperti bayi, anak-anak, dan orang dewasa dengan risiko tinggi.

 

Manfaat Vaksin MMR untuk Gondongan

Untuk Anak-anak

  1. Mencegah pembengkakan kelenjar ludah
    Gejala gondongan yang mengganggu, seperti pembengkakan pada wajah, dapat dicegah sehingga anak tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
  2. Mengurangi risiko komplikasi serius
    Gondongan dapat menyebabkan komplikasi seperti radang testis (orchitis) pada anak laki-laki, yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.
  3. Melindungi sejak dini
    Anak yang divaksinasi memiliki perlindungan optimal dari penyakit menular ini.

Untuk Dewasa

  1. Mencegah komplikasi kesuburan
    Gondongan pada pria dewasa dapat menyebabkan radang testis, yang berpotensi memengaruhi kesuburan.
  2. Mengurangi risiko gangguan pendengaran
    Infeksi gondongan yang parah dapat memengaruhi fungsi pendengaran.
  3. Mencegah penyebaran penyakit
    Orang dewasa yang tervaksinasi membantu melindungi lingkungan, terutama anak-anak dan orang dengan imunitas rendah.

Jadwal Vaksinasi MMR

Anak-anak

  • Dosis pertama: Usia 15–18 bulan
  • Dosis kedua: Usia 5–7 tahun
    (Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia – IDAI)

Dewasa

  • Vaksinasi MMR dianjurkan untuk orang dewasa yang belum mendapatkan dua dosis vaksin lengkap atau belum pernah menderita gondongan sebelumnya.

Siapa yang Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin MMR?

  1. Orang dengan reaksi alergi serius terhadap salah satu komponen vaksin.
  2. Wanita hamil (vaksinasi dapat dilakukan setelah melahirkan).

Lindungi kesehatan Anda dan keluarga dengan vaksinasi MMR. Cegah gondongan dan komplikasi serius lainnya sejak dini.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

 

Informasi Pendaftaran dan Klinik Vaksinasi

Klinik Vaksin Dewasa Non-Covid

Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

  • WhatsApp: +62 811-2945-893
  • Telepon: (0274) 514004, 514006, 521409 ext 1125

Klinik Tumbuh Kembang

Lantai 3, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

  • WhatsApp: +62 811-2848-446
  • Telepon: (0274) 563333 ext 1205

Pendaftaran 24 Jam

  • Telepon: (0274) 514004 / 514006
  • Aplikasi: PantiRapihKU (tersedia di Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD): Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya No ratings yet.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue, yang terdiri dari empat serotipe: Virus Dengue tipe 1, 2, 3, dan 4. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak di genangan air jernih (clear) bukan air bersih (clean) seperti yang terdapat di sekitar lingkungan rumah. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara pencegahan agar dapat menghindari penyebaran penyakit ini.

Penyebaran Virus Dengue dan Peran Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes Aegypti cenderung bertelur di tempat-tempat yang memiliki genangan air jernih dan tidak terkelola dengan baik. Musim penghujan menjadi periode yang ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak, karena hujan membawa suhu yang hangat dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan larva nyamuk.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari adanya genangan air yang tidak terjaga di sekitar rumah. Pastikan tidak ada wadah-wadah yang dapat menampung air hujan yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu digalakkan untuk mengurangi tempat-tempat berkembang biak nyamuk.

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Manusia

Setelah terinfeksi virus Dengue melalui gigitan nyamuk, seseorang dapat mengalami berbagai gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat terjadi:

  1. Tidak sakit
  2. Demam ringanyang berlangsung sekitar 5 hari.
  3. Demam Dengue yaitupenurunan jumlah trombosit darah.
  4. Demam Berdarah Dengue (DBD)yaitu penurunan trombosit dan peningkatan kekentalan darah.
  5. Dengue Shock Syndrome (DSS)yaitu kondisi DBD yang menyebabkan syok dan dapat berisiko fatal.

Tanda Peringatan DBD:

Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan DBD agar segera mendapatkan perawatan medis. Beberapa gejala peringatan yang harus diwaspadai antara lain:

  • Nyeri pada ulu hati.
  • Mual dan muntah yang hebat dan berulang-ulang.
  • Kesulitan untuk minum atau makan.

Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda peringatan tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan klinis dan laboratorium yang diperlukan.

Pencegahan dan Pengendalian DBD

Morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) akibat penyakit Demam Berdarah Dengue masih cukup tinggi, sehingga pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus Dengue:

  • Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Rutin membersihkan dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk seperti ember, bak mandi, dan botol bekas yang dapat menampung air.
  • Vaksinasi: Saat ini sudah tersedia vaksinasi untuk pencegahan DBD yang dapat membantu melindungi individu dari infeksi virus Dengue. Vaksin ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang lebih luas yang perlu didukung dengan PSN secara rutin.

Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga

Selain menjaga kebersihan lingkungan, penting untuk melakukan vaksinasi sebagai bagian dari langkah pencegahan. Vaksinasi DBD dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko infeksi virus Dengue. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan keluarga, serta mendukung program vaksinasi untuk melindungi diri dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Dengan memahami cara penyebaran dan pencegahan Demam Berdarah Dengue, kita dapat mengambil langkah yang lebih bijak untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

 

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

DIABETES MELITUS 5/5 (1)

Apa yang dimaksud dengan Diabetes Melitus?

Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2020), sedangkan menurut Perkeni 2021 diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkeni, 2021)

Faktor risiko diabetes melitus

Faktor risiko diabetes mellitus menurut Kemenkes (2019) dibagi menjadi dua yaitu

1) Faktor risiko yang tidak bisa diubah

  1. Usia ≥ 40 tahun.
  2. Mempunyai riwayat keluarga penderita DM.
  3. Kehamilan dengan gula darah tinggi.
  4. Ibu dengan riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir > 4 kg.
  5. Bayi yang memiliki berat badan lahir < 2,5 kg

2) Faktor risiko yang bisa diubah

  1. Kegemukan (IMT > 23 kg/m2 ) dan lingkar perut laki-laki > 90 cm dan perempuan > 80 cm.
  2. Kurang aktivitas fisik.
  3. Hipertensi (> 140/90 mmHg).
  4. Dislipidemia (kolesterol HDL laki-laki ≤ 35 mg/dl dan perempuan ≤ 45 mg/dl, trigliserida ≥ 250 mg/dl).
  5. Riwayat penyakit jantung.
  6. Diet tidak seimbang.
  7. Merokok atau terpapar asap rokok

(Perkeni 2019)

Gejala pada Daibetes Mellitus

Gejala khas yang sering terjadi yaitu :

  • Sering haus dari biasanya
  • Sering kencing
  • Cepat lapar
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Selain itu bisa juga didapatkan gejala lainnya yaitu :

  • Mudah mengantuk dan lelah
  • Pandangan kabur
  • Luka susah sembuh
  • Kesemutan
  • Bisul yang hilang timbul
  • Impotensi
  • Gatal pada area kewanitaan

Kriteria Diagnosis Diabetes Mellitus (Perkeni 2019)

  • Pemeriksaan glukosa plasma puasa>126 mg/dl, puasa adalah kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam

Atau

  • Pemeriksaan glukosa plasma>200 mg/dl 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram

Atau

  • Pemeriksaan glukosa plasma sewaktu>200 mg/dl dengan keluhan klasik atau krisis hiperglikemia

Atau

  • Pemeriksaan Hb A1c > 6,5% dengan menggunakan metode yang terstandarisasi oleh National Glycohaemoglobin Standarization Program (NGSP) dan Diabetes Control and Complications Trial assay (DCCT)

 

(Perkeni 2019)

Hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi kriteria normal atau kriteria DM digolongkan kedalam kelompok prediabetes yang mreliputi toleransi glukosa terganggu (TGT) dan glukosa darah puasa terganggu (GDPT)

  • Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT): Hasil pemeriksaan glukosa plasma puasa antara 100 – 125 mg/dl dan pemeriksaan TTGO glukosa plasma 2-jam < 140 mg/dl
  • Toleransi Glukosa Terganggu (TGT): Hasil pemeriksaan glukosa plasma 2-jam setelah TTGO antara 140 – 199 mg/dl dan glukosa plasma puasa < 100 mg/dl
  • Bersama-sama didapatkan GDPT dan TGT
  • Diabetes prediabetes dapat juga ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan Hb A1c yang menunjukkan angka 5,7 – 6,4%

 

Cara Pelaksanaan TTGO (WHO, 1994)

  • Tiga hari sebelum pemeriksaan, pasien tetap makan (dengan karbohidrat yang cukup) dan melakukan kegiatan jasmani seperti kebiasaan sehari-hari
  • Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan, minum air putih tanpa glukosa tetap diperbolehkan
  • Dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa
  • Diberikan glukosa 75 gram (orang dewasa) atau 1,75 g/kg BB (anak-anak), dilarutkan dalam air 250 ml dan diminum dalam waktu 5 menit
  • Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam setelah minum larutan glukosa selesai
  • Dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa
  • Selama proses pemeriksaan, subjek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Tri Djoko Endro Susilo, Sp.PK

(Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA USIA MUDA 5/5 (1)

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Dari data Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2003, terdapat sekitar 29,1 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 20 tahun menderita DM, dan pada tahun 2030 diperkirakan jumlah penderita DM sebesar 41,9 juta orang.

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMTipe 2) adalah bentuk diabetes yang paling sering ditemui, terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif (resistensi insulin) atau tidak memproduksi cukup insulin untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal.Insulin adalah hormon yang diperlukan untuk membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah. DM tipe 2 biasanya berkembang pada usia yang lebih tua, namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan signifikan prevalensi DM tipe 2 pada individu usia muda, termasuk anak-anak dan remaja. Peningkatan kasus DM tipe 2 di kalangan usia muda sangat berkaitan dengan perubahan gaya hidup, pola makan yang buruk, serta kurangnya aktivitas fisik. Hal ini menjadi perhatian besar karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jangka panjang jika tidak terkontrol dengan baik.

 

Faktor RisikoDM Tipe 2 pada usia muda antara lain:

  1. Obesitas

Salah satu faktor risiko utama untuk DM Tipe 2 adalah obesitas. Lemak tubuh yang berlebih, terutama obesitas sentral, dapat menyebabkan resistensi insulin, dimana sel-sel tubuh tidak dapat merespon insulin dengan baik.

  1. Pola Makan yang Tidak Sehat

Diet tinggi gula, makanan cepat saji, dan karbohidrat olahan yang banyak dikonsumsi oleh anak muda dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dan gangguan metabolisme glukosa.

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup yang kurang aktif, termasuk banyak duduk dan kurangnya olahraga, dapat menyebabkan obesitas dan penurunan sensitivitas insulin.

  1. Faktor Genetik

Riwayat keluarga yang mengidap DM Tipe 2 juga meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap penyakit ini. Jika orangtua atau saudara dekat memiliki diabetes tipe 2, kemungkinan terkena diabetes pada usia muda meningkat.

Beberapa kelompok etnis, seperti orang Asia, Hispanik, dan Afrika-Amerika cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita DM Tipe 2.

  1. Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi medis yang terjadi bersamaan, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung,stroke danDM. Yang termasuk sindrom metabolik adalah Obesitas sentral, kenaikan trigliserida, kolesterol HDL rendah, hipertensi, dan kadar gula darah puasa terganggu. Meskipun sering terkait dengan usia lanjut, sindrom ini kini mulai ditemukan pada remaja dan anak-anak.

  1. Stres dan Faktor Psikologis

Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhihormon yang berperan dalam pengaturan gula darah, seperti kortisol. Selain itu, masalah psikologis seperti depresi dapat berhubungan dengan kebiasaan makan yang buruk dan pola hidup yang tidak sehat.

 

Gejala Diabetes Tipe 2 pada Usia Muda

DM Tipe 2 sering kali berkembang secara perlahan, dan banyak individu yang mungkin tidak merasakan gejala-gejala yang jelas. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sering merasa haus dan lapar
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Penglihatan kabur
  • Mudah lelah
  • Luka atau infeksi yang sulit sembuh
  • Kaki atau tangan yang terasa kesemutan atau mati rasa

 

Pencegahan dan pengelolaan DM Tipe 2 pada Usia Muda

Diabetes tipe 2 pada usia muda dapat dicegah atau dikelola dengan menerapkan perubahan gaya hidup sehat. Berikut beberapa langkah penting untuk mencegah atau mengelola DM Tipe 2:

  1. Penurunan Berat Badan

Pada individu yang obesitas, penurunan berat badan yang sehat dengan kombinasi diet sehat dan olahraga dapat memperbaiki sensitivitas insulin dan membantu menjaga gula darah stabil.

  1. Perbaikan Pola Makan

Menerapkan pola makan sehat dengan lebih banyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian serta batasi konsumsi gula, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan olahan. Mengatur porsi makan dan memilih makanan dengan indeks glikemik rendah juga bermanfaat.

  1. Aktivitas Fisik

Melakukan olahraga teratur, seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau berenang, setidaknya 30 menit per hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh memanfaatkan glukosa lebih efisien.

  1. Pengelolaan Stres

Mengelola stres dengan cara yang sehat, seperti meditasi, yoga, pernapasan dalam  atau berkegiatan yang menyenangkan, dapat membantu mencegah gangguan metabolisme.

  1. Pemeriksaan Rutin

Pada individu yang berisiko tinggi, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi DM Tipe 2 pada tahap awal.

  1. Pendidikan Kesehatan

Pemberian pendidikan tentang pentingnya gaya hidup sehat kepada remaja dan orangtua sangat penting untuk pencegahan dan pengelolaan DM tipe 2 di usia muda.

7, Terapi medikamentosa (obat antidiabetik dan insulin)

 

Dampak Jangka Panjang DM Tipe 2 pada Usia Muda

DM Tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  1. Masalah Kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke)
  2. Kerusakan pada ginjal (nefropati)
  3. Kerusakan Saraf (Neuropati)
  4. Gangguan penglihatan (retinopati)
  5. Masalah Kulit dan Penyembuhan Luka

 

Karena DM Tipe 2 cenderung berkembang perlahan dan bisa tidak terdeteksi pada tahap awal, sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan dengan gaya hidup sehat sejak dini.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Maheswara Wisnubhuana, Sp. PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Info Selanjutnya :

Klinik Penyakit Dalam

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran 24 jam :

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mengatasi Trauma dan Stres Tersembunyi dengan Hipnoterapi: Kembali ke Kehidupan yang Sehat No ratings yet.

Kejadian traumatis seperti bencana alam, kecelakaan lalu lintas, serta kekerasan fisik, emosional, dan seksual dapat dialami oleh siapa saja, tetapi tidak semua orang mengalami trauma. Pemaknaan terhadap suatu kejadian sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup individu dan ada lima syarat terjadinya trauma:

  1. Emosi intens yang dihasilkan oleh kejadian
  2. Makna yang dirasakan individu
  3. Kondisi kimiawi otak yang mendukung
  4. Rasa terperangkap
  5. Perasaan tidak berdaya.

Semakin tinggi intensitas emosinya, semakin besar potensi trauma yang dialami.

Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap cedera emosional dan fisik akibat kekerasan karena mereka belum mampu membela diri dengan baik. Ironisnya, kekerasan seringkali dilakukan oleh orang dewasa atau teman dekat. Trauma yang tidak disembuhkan pada masa kanak-kanak dapat menghambat kehidupan seseorang di masa dewasa, mengakibatkan kehilangan hidup di momen saat ini, gangguan kemampuan kontrol seseorang terhadap tubuh dan pikirannya, sampai gangguan untuk berelasi sehat dengan orang lain. Trauma, intinya, memiliki dampak psikologis dan fisiologis yang dapat melumpuhkan kehidupan seseorang.

Trauma yang tidak diatasi dapat menyebabkan hidden stress, di mana pikiran bawah sadar menyimpan memori traumatis untuk melindungi individu. Namun, emosi negatif yang terjebak dalam tubuh dapat memicu sinyal aktif yang menyebabkan sakit fisik yang tidak terlihat, namun sangat mengganggu. Stres berkepanjangan akibat trauma dapat berkontribusi pada masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Secara psikologis, dampak trauma bisa meliputi perilaku kecanduan, kekerasan, bunuh diri, kepribadian ganda, depresi, bipolar, PTSD, dan keluhan psikosomatis, sampai risiko menjadi seorang pelaku kekerasan.

Penyembuhan trauma sangat penting untuk mengembalikan keseimbangan tubuh dan mendukung proses penyembuhan serta regenerasi sel, sehingga individu menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit kronis. Rekonsiliasi trauma berarti mengembalikan kepemilikan seseorang atas tubuh dan pikirannya, meningkatkan daya tahan terhadap stres, dan membuka potensi di masa depan.

Mengatasi trauma dan hidden stress memerlukan pendekatan holistik dan hati-hati, mengingat efeknya yang mendalam. Hipnoterapi menawarkan cara efektif untuk menyelesaikan trauma dengan aman, membantu pasien mengendalikan kehidupan mereka dan menemukan kembali kesejahteraan.

Apa itu Hipnoterapi?

Hipnoterapi terdiri dari dua kata: hipnosis dan terapi. Menurut Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, hipnosis adalah kondisi kesadaran yang ditandai oleh relaksasi pikiran sadar, penurunan fungsi kritis analitis, serta peningkatan fokus, membuat individu sangat responsif terhadap sugesti yang diberikan kepada pikiran bawah sadar.

Bagaimana Hipnoterapi Bekerja?

  1. Relaksasi Mendalam: Terapis membawa pasien ke kondisi relaksasi mendalam, di mana pikiran sadar menjadi kurang aktif dan pikiran bawah sadar lebih terbuka untuk sugesti.
  2. Mengakses Memori Bawah Sadar: Hipnoterapi memungkinkan pasien mengakses memori bawah sadar yang mungkin menyimpan trauma tersembunyi, membantu mereka memahami dan mengurangi stres terkait.
  3. Rekonstruksi Kognitif: Dengan bantuan terapis, pasien dapat mengubah cara pandang dan reaksi terhadap pengalaman traumatis, mengganti respons negatif dengan yang lebih positif.
  4. Meningkatkan Ketenangan dan Pengendalian Diri: Hipnoterapi juga membantu mengembangkan kemampuan pengendalian diri yang lebih baik dalam menghadapi stres di masa depan melalui sugesti positif.

 

Artikel ditulis oleh :

dr FR Herin Anggreni, M. BIOMED (AAM)

(Dokter Hipnoterapi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Katarina

Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

RS Panti Rapih

Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223

Telp : (0274) 514014, 514845, 563333 ext 1512

Whatsapp: +62 811-2847-276

 

Pendaftaran 24 jam :

Telepon 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Playstore atau App store)

 

 

 

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Penyakit Kulit & Kelamin dan Estetika Kulit: Kenali Perbedaannya untuk Perawatan yang Tepat 5/5 (1)

Klinik Penyakit Kulit & Kelamin dan Klinik Kulit Estetika Lucia merupakan layanan klinik yang ditangani oleh dokter SpDVE (Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi dan Estetika) yang memiliki kompetensi untuk menangani penyakit pada kulit, kuku, rambut, kelamin dan estetika.

Klinik Penyakit Kulit dan Kelamin

Menangani berbagai masalah, seperti:

  1. Kulit
  2. Penyakit Kelamin
  3. Rambut dan Kuku

yang disebabkan oleh infeksi (jamur, bakteri, virus, parasit), alergi (kontak, makanan dll), eksim & biduran, penyakit autoimun (psoriasis, penyakit bulosa, dll), keloid, peny menular seksual (kencing nanah, sifilis, kutil kelamin, dll), jerawat, kutil kulit, kerontokan/kebotakan dan tanda lahir, serta keganasan pada kulit.

 

Klinik Estetika Lucia

Menangani berbagai masalah yang berhubungan dengan penampilan kulit, seperti:

  1. Jerawat dan bekasnya
  2. Flek
  3. Aging (kerut halus, kulit kering dan kusam dll)
  4. Kulit kasar, kusam dan pori besar
  5. Stretchmark
  6. Menghilangkan tatto dan tanda lahir
  7. Rambut rontok dan kebotakan
  8. Menghilangkan kutil
  9. Jaringan parut/keloid

Tersedia prosedur estetika dengan berbagai metode dan tindakan dengan/tanpa PRP.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Radijanti Anggraheni, Sp. D.V.E

(Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi & Estetika RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING No ratings yet.

Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa terpenting dalam kehidupan anak. Periode emas yang dikenal sebagai HPK (seribu hari pertama kehidupan) ini dimulai saat konsepsi atau pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan asupan gizi pada periode ini menyebabkan stunting.

Stunting, menurut WHO (2015), adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, yaitu panjang/ tinggi badan menurut usia kurang dari -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO. Tidak semua balita (bawah lima tahun) pendek itu stunting, namun anak stunting itu pasti pendek, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak. Stunting memiliki dampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktivitasnya, serta terhadap daya saing bangsa. Dampak stunting jangka pendek antara lain terganggunya perkembangan otak, kecerdasarn berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Dampak stunting jangka panjang antara lain menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan penyakit jantung pada usia tua.

Cara mencegah stunting pada baduta antara lain: (1) memantau dan deteksi dini adanya gangguan tumbuh kembang; (2) memastikan baduta mendapat asupan nutrisi yang adekuat dan optimal; (3) mengenali tanda bahaya penyakit “red flag” sebagai penyebab stunting. Pemantauan pertumbuhan baduta dilakukan dengan: (1) menimbang berat badan setiap bulan; (2) mengukur panjang badan setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 3 bulan pada usia 1-2 tahun; (3) mengukur lingkar kepala setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 2 bulan pada usia 1-2 tahun. Pemantauan perkembangan baduta dilakukan setiap 3 bulan pada usia 0-12 bulan dan setiap 6 bulan pada usia 1-2 tahun.

Pertumbuhan dikatakan normal apabila arah garis pertumbuhan sesuai atau mengikuti arah garis baku. Deteksi dini gangguan pertumbuhan adalah dengan mengenali arah garis pertumbuhan yang menjauhi median. Apabila tren pertumbuhan menjauhi garis median, maka intervensi gizi dan mengenali “red flag” perlu dilakukan. Perkembangan dinilai dalam 4 aspek, yaitu: personal sosial dan kemandirian, motorik kasar, motorik halus, serta bahasa. Deteksi dini penyimpangan perkembangan meliputi penilaian milestone (tahap perkembangan) dan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Pada bayi yang lahir prematur, penilaian pertumbuhan dan perkembangan dilakukan berdasarkan usia koreksi hingga 2 tahun. Berikut adalah “red flag” perkembangan secara umum:

  • Usia 2 bulan : belum mengikuti objek di depannya
  • Usia 3 bulan : belum mengoceh
  • Usia 9-10 bulan : belum duduk sendiri tanpa bantuan
  • Usia 16 bulan : belum berdiri sendiri tanpa bantuan
  • Usia 18 bulan : belum jalan sendiri tanpa bantuan
  • Usia 18 bulan : belum ada 1 kata bermakna
  • Usia 3 tahun : belum bisa bermain peran/ role play

Pemenuhan asupan nutrisi baduta dimulai saat lahir yaitu dengan menerapkan IMD (inisiasi menyusu dini), dilanjutkan dengan pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif hingga anak berusia 6 bulan, lalu diteruskan dengan MPASI yang sehat dan bergizi. ASI dapat diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih. Imunisasi rutin perlu diberikan supaya anak terlindungi dari berbagai macam penyakit infeksi.

Stunting selalu diawali dengan kenaikan berat badan yang kurang (weight faltering). Kondisi weight faltering ini dapat disebabkan oleh: (1) asupan kalori yang tidak adekuat, seperti pada pemberian ASI yang kurang atau perlekatan tidak efektif, kebiasaan makan yang buruk, gangguan oromotor, dll; (2) masalah penyerapan nutrisi seperti anemia karena kekurangan zat besi, alergi susu sapi, dll; (3) metabolisme yang meningkat seperti pada infeksi tuberkulosis, infeksi saluran kencing, kelainan jantung bawaan, dll. Penyebab potensial perlambatan pertumbuhan tersebut yang harus segera diidentifikasi oleh dokter anak supaya tidak berlanjut menjadi stunting (malnutrisi kronik).

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Matasari, M.Sc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi:

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Stunting. Jakarta. 2022.

WHO. 2014. Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/149019/WHO_NMH_NHD_14.3_eng.pdf?sequence=1 (diakses pada 23 Juni 2024)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Pentingnya Medical Check Up No ratings yet.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, Memiliki tubuh dan jiwa yang sehat merupakan dambaan setiap orang, Medical check-up berkala bisa jadi tindakan preventif yang membantu kita mengantisipasi risiko kesehatan di masa depan. Sayangnya banyak orang yang yang belum menyadari pentingnya memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala. Anggapan bahwa medical check-up hanya diperuntukkan bagi lansia atau orang yang memiliki penyakit kronis merupakan hal yang kurang tepat, medical check-up dapat dilakukan oleh siapa pun, anak-anak, remaja, atau pun orang dewasa. Sebab risiko kesehatan bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia.

 

Apa sih Medical Check up?

Medical Check Up merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui status kesehatan seseorang. .

Tujuan Medical Check Up

Selain mengetahui kondisi kesehatan, medical check up dapat digunakan untuk mengevaluasi kesehatan agar bisa dilakukan pencegahan sedari dini sebelum bertambah parah. Selain itu. MCU juga bisa digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya melamar kerja di perusahaan atau melanjutkan studi.

Manfaat Medical Check Up

manfaat dari medical check up antara lain :

  • mengetahui masalah kesehatan atau penyakit yang mungkin kamu miliki saat ini, sehingga bias melakukan pengobatan sejak dini
  • mengidentifikasi gangguan kesehatan apapun yang mungkin bisa menjadi masalah medis di masa mendatang
  • mendeteksi lebih awal penyakit tanpa gejala
  • mencegah penurunan penyakit pada anak
  • memotivasi untuk memiliki gaya hidup yang lebih baik
  • memperbaharui imunisasi bila diperlukan

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum Medical Check Up

  • Sebelum menjalani tes MCU, beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain:
  • Tidur yang cukup, minimal 6 jam sebelum permeriksaan, sebab kurang tidur bisa mempengaruhi tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh
  • puasa kurang lebih 8- 10 jam sebelum pemeriksaan meski begitu, minum air putih masih diperbolehkan untuk mencegah dehidrasi
  • Hindari minum alkohol 24 jam sebelum jadwal tes
  • Beritau dokter terkait semua obat-obatan yang sedang kamu konsumsi sebelum pemeriksaan
  • Untuk Wanita, beritahu tim medis jika sedang menstruasi, sebab pasien tidak bisa melakukan tes urine, faeces dan papsemear. darah akan memberikan hasil yang tidak akuta
  • jika hamil, harap beritahu dokter atau petugas medis untuk membatalkan pemerksaan X-Ray
  • Mengisi kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang mengacu pada kesehatan pasien secara menyeluruh

 

Secara umum, Pemeriksaan yang dilakukan di Medical Check up antara lain ;

  • Anamnesa,

yaitu mengetahui informasi lebih lanjut tentang pasien seperti usia, riwayat penyakit (sekarang, dahulu dan keluarga), kebiasaan beresiko dan keluhan kesehatan yang biasa dirasakan.

  •  Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan

Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan diperlukan untuk mengetahui indeks masa tubuh seseorang (BMI)apakah normal, kegemukan, kurus,atau obesitas.  Kegemukan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoartritis, hipertensi, dan kanker. Sedangkan kondisi fisik yang terlalu kurus berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan osteoporosis, dan anemia

  • Gula Darah

Pemeriksaan Gula darah untuk screening apakah gula darah seseorang normal, prediabetes atau diabetes. Sebelum melakukan tes, anda disarankan berpuasa selama 8 jam untuk mengetahui kadar gula darah puasa

  • Pemeriksaan tanda-tanda vital

Seperti tekanan darah, frekuensi nadi, suhu, frekuensi nafas.

  • Kolesterol

Kolesterol pada dasarnya adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke.

  • Kesehatan Jantung

Pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan tes elektrokardiogram (EKG) atau dikenal dengan rekam jantung. Tes dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Jika diperlukan dapat dilakukan tes echocardiography atau pemeriksaan treadmill test

  • Mata

Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi seperti retinopati, glaukoma, katarak, ketajaman penglihatan

  • Telinga

Lakukan tes pendengaran (audiometri) jika Anda mengalami gangguan pendengaran. Audiometri digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan tuli, menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran. Pemeriksaan pada bayi dan anak-anak diperlukan untuk mendeteksi masalah pendengaran yang dapat mengganggu kemampuan belajar, berbicara, dan memahami bahasa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat respons Anda pada suara.

  • Gigi dan Mulut

Untuk mendeteksi apakah ada kondisi-kondisi seperti abses, infeksi,kerusakan diantara gigi, gigi impaksi akibat gigi bungsu tumbuh tidak normal, kista atu tumor, karang gigi, selain itu jika ditemukan masalah pada gigi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan X-ray untuk menentukan tindakan medis yang diperlukan.

  • Pemeriksaan payudara pada wanita dengan prosedur mammografi

Bertujuan untuk melihat benjolan atau sel kanker yang tumbuh.

  • Pemeriksaan saluran prostat pada pria

Untuk meninjau kesehatan saluran kemih, dan apakah sudah memasuki tahap kanker jika gejala yang dirasakan lebih parah.

  •  Skrining kesehatan serviks dengan prosedur pap smear.

Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan suntik HPV dengan 3 kali dosis.

  • Pemeriksaan lainnya.

Di samping pemeriksaan di atas, beberapa tes atau pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan seperti pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan hepatitis B dan HIVbagi orang yang aktif secara seksual dan memiliki pasangan seks lebih dari satu, serta pemeriksaan penyakit paru-paru bagi perokok berat seperti tes fungsi paru (spirometri) dan X-ray pada bagian dada jika dperlukan B. Pemeriksaan laboratorium screening lainnya antara lain, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan fungsi ginjal dan urine rutin

Medical Check Up RS. Panti Rapih memiliki berbagai macam kebutuhan medical check up yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, antara lain

  • layanan Skrining kesehatan Jantung (paket A dan B )
  • layanan Skrinning Kesehatan Calon Pasutri (Pranikah) (Silver, Gold, platinum)
  • layanan Skrinning MCU umum (terdiri dari paket basic, silver, gold platinum)
  • layanan Skrinning Untuk kebutuhan Studi lebih lanjut
  • layanan Skrinning Untuk kelayakan dalam Bekerja
  • layanan Nutrigenomik
  • layanan Klinik Vaksinasi (Vaksinasi Dewasa Non Covid)
  • layanan Injeksi Vitamin C

Frekuensi Medical Check UP

Medical Check Up,  dianjurkan untuk dilakukan setidaknya satu tahun sekali. Frekuensi pemeriksaan rutin didasarkan pada usia, faktor risiko, dan status kesehatan pasien

Untuk informasi layanan Medical Check Up, sahabat sehat panti rapih bisa menghubungi bagian pendaftaran RS. Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Tan Liana Santosa

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Medical Check Up

Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Telepon : 0274 – 563333 ext 1125

Waktu Pelayanan : pk 07.00 – 17.00 WIB (Senin – Sabtu, Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

WA MCU : 081129458943

 

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam : 0274 – 514004, 514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Flu Singapura ( Hand, Foot, and Mouth Disease / HFMD) 5/5 (2)

Flu Singapura adalah penyakit yang sering mengenai anak anak,  terutama di usia 1-5 th  yang disebabkan oleh virus, atau dalam medis disebut  Hand, foot, and mouth disease (HFMD), penyakit tangan kaki mulut. Virus ini dari golongan  Enterovirus dan  paling sering adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).

Gejala HFMD

  • HFMD umumnya diawali dengan demam dalam 24-48 jam , tetapi beberapa kasus tidak disertai dengan demam.
  • nyeri tenggorokan/ menelan dan sering kali pada anak yang lebih kecil ditandai dengan adanya air liur yang berlebihan dan sulit makan.
  • Bintik bintik merah di rongga mulut atau langit langit mulut bagian belakang
  • Kemerahan ditelapak tangan dan telapak kaki, dan bisa juga ditemui hingga tungkai, lengan, pantat dan di sekitar kemaluan, yang pada umumnya muncul di hari ke 3- 6.
  • Orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh baik mungkin saja terinfeksi virus HFMD namun tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimtomatik), atau menunjukkan gejala ringan. Keluhan yang seringkali muncul dari HFMD setelah beberapa minggu fase akut adalah lepasnya kuku jari tangan dan kaki atau dapat  berupa kulit yang mengelupas pada ujung jari tangan dan kaki, kelainan  ini bersifat sementara dan akan membaik kembali

 

Penularan HFMD

Penyakit ini mudah sekali menular. Penderita HFMD dapat menyebarkan virus melalui sekret/cairan hidung (ingus), tenggorokan (ludah, dahak), lesi kulit yang pecah, dan dari kotorannya. Penyebaran ini mudah terjadi bila terdapat kontak erat dengan penderita (berbicara, memeluk, mencium), melalui udara (bersin, batuk), kontak dengan kotoran pasien, dan kontak dengan objek atau permukaan yang tercemar oleh virus HFMD (memegang gagang pintu, permukaan meja, mainan, perabotan yang tercemar virus tersebut, dll). Penderita HFMD umumnya sangat menularkan virus pada minggu pertama sakit, beberapa kasus masih bisa menularkan virus beberapa hari atau minggu setelah gejala atau tanda infeksi menghilang.

Pengobatan dan Pencegahan

Tidak ada pengobatan khusus untuk HFMD, pengobatan bersifat simptomatik untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkannya. Obat yang dengan kandungan Parasetamol dapat diberikan untuk mengatasi demam dan nyeri. Kompres hangat dan pemberian minum yang lebih sering juga membantu menurunkan demam anak. Pada anak yang lebih besar, diberikan obat kumur untuk mengurangi nyeri akibat luka di mulut dan dapat diberikan multivitamin, saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah HFMD, sehingga  perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dipraktekkan untuk mencegah penularan.

HFMD umumnya dapat sembuh dalam 7-10 hari. Dengan perawatan yang tepat, anak akan segera pulih dan kembali beraktivitas. Bila kondisi anak tampak sakit berat atau kondisi yang meragukan, segeralah untuk dibawa  periksa.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Maria Rulina Yudi Artanti, MSc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

REFERENSI
IDAI. Hand, foot, and mouth disease (HFMD). 2016.

 

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

WASPADA DEMAM BERDARAH PADA ANAK   5/5 (1)

Dengue masih menjadi tantangan masalah kesehatan publik. Pada musim hujan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami kenaikan yang sangat bermakna. Curah hujan tinggi menimbulkan potensi genangan air dan meningkatkan populasi nyamuk, selain itu kelembaban tinggi memudahkan nyamuk berkembang biak. Proporsi penderita DBD menurut golongan umur paling besar adalah golongan usia 0 – 14 tahun pada tahun 2022, begitu pula dengan kematian terbanyak pada golongan usia tersebut.

Penyakit DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Terminologi DBD sebenarnya tidak tepat karena bila seseorang terinfeksi virus dengue tidak selamanya akan menjadi DBD. Payung besarnya dinamakan infeksi dengue. Msanifestasi infeksi dengue luas, mulai dari infeksi tanpa gejala (asimtomatik), demam tidak khas, demam dengue (dengue fever) dengan atau tanpa tanda bahaya (warning signs) dan severe dengue dengan kebocoran plasma yang berat, perdarahan hebat atau adanya keterlibatan organ.

Gejala DBD terbagi dalam tiga fase, yaitu:

  1. Fase demam (3-4 hari pertama demam), yang ditandai dengan
  • demam mendadak tinggi terus menerus,
  • nyeri kepala,
  • nyeri otot seluruh tubuh,
  • nyeri sendi, dan
  • wajah kemerahan.
  1. Fase kritis (hari ke-4 hingga 6 sejak mulai demam).

Pada fase ini suhu penderita mulai turun. Kebanyakan penderita mengira sudah sembuh, padahal kebocoran plasma terjadi di sini. Bila tidak mendapat terapi cairan yang memadai, dapat terjadi syok sampai kematian. Tanda bahaya (warning signs) yang perlu diwaspadai antara lain: muntah, nyeri perut, perdarahan kulit, hidung, gusi, muntah darah hingga buang air besar berdarah.

  1. Fase penyembuhan atau konvalesen (mulai hari ke-7), yang ditandai dengan
  • Perbaikan keadaan umum,
  • Nafsu makan anak pulih, dan
  • Anak lebih ceria.

Penegakan infeksi dengue adalah dengan pemeriksaan antigen NS1 dengue pada hari demam ke-1 dan 2, atau antibodi IgM Dengue pada hari demam ke-5 dan seterusnya.

Belum ada obat antivirus yang spesifik untuk DBD. Pengobatan yang utama adalah pemberian cairan. Pada fase demam, penderita dapat berobat rawat jalan bila tidak ada muntah dan mau minum. Cairan yang dianjurkan adalah cairan yang mengandung mineral seperti cairan isotonic kaleng, air putih dengan garam dan gula, atau oralit. Obat penurun demam, seperti Paracetamol, dapat diberikan bila suhu si kecil 38oC ke atas. Pemberian jus jambu, angkak, atau kurma pada penderita DBD belum terbukti bermanfaat secara ilmiah dan belum bisa dijadikan pedoman.

Pencegahan DBD adalah dengan 3M yaitu:

  1. menguras tempat penampungan air minimal 7 hari sekali;
  2. menutup rapat tempat penampungan air;
  3. mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Pencegahan lainnya antara lain menggunakan kelambu saat tidur, menghindari kebiasaan menggantung baju, mengoleskan lotion anti nyamuk, dan imunisasi dengue. Saat ini, vaksin dengue dapat diberikan mulai anak berumur 6 tahun hingga 45 tahun.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Maytasari, M.Sc., Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating