Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Usia Muda No ratings yet.

Jantung merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh kita dengan tugas utama memompa darah untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Kondisi di mana terjadi gangguan pada komponen-komponen jantung yang memengaruhi fungsi normalnya disebut sebagai penyakit jantung. Jenis-jenis penyakit jantung dapat meliputi penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, dan kelainan jantung bawaan. Adanya penyakit jantung dapat menyebabkan gangguan kemampuan jantung dalam memompa darah secara efisien dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan individu.

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dan jumlah kasusnya menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Semakin banyak kasus penyakit jantung juga muncul sejak usia muda. Selaras dengan tema Hari Jantung Sedunia tahun 2023 ini yaitu “Use Heart, Know Heart”, penting bagi kita untuk memahami berbagai faktor risiko yang dapat membahayakan kesehatan jantung antara lain tekanan darah tinggi, kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan gula darah puasa tinggi, kelebihan berat badan atau obesitas, rendahnya aktivitas fisik, merokok, dan polusi udara. Berita baiknya, banyak dari faktor risiko penyakit jantung dapat dikendalikan atau dicegah dengan langkah-langkah yang tepat. Gaya hidup sehat, terutama jika dimulai sejak usia muda, dapat berperan penting dalam mencegah penyakit jantung.

  1. Menjaga Berat Badan Ideal

Salah satu faktor risiko utama penyakit jantung adalah berat badan berlebih. Kondisi kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi dari kondisi normal, yaitu >25–27,0 kg/m2 untuk kelebihan berat badan atau gemuk dan >27,0 kg/m2 untuk obesitas. Untuk mencapai berat badan yang dianggap normal, penting untuk menjaga IMT dalam kisaran 18,5 hingga 25 kg/m2. IMT dapat diukur dengan rumus berikut:

Selain IMT, lingkar perut juga dapat menandakan adanya obesitas yang dapat memicu berbagai masalah untuk jantung. Untuk laki-laki, batas aman lingkar perut adalah 90 cm. Sedangkan batas aman lingkar perut untuk perempuan adalah 80 cm. Berat badan yang sehat dan ideal dapat dicapai dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur.

  1. Pola Makan Sehat

Makanan adalah salah satu faktor kunci dalam menjaga kesehatan jantung. Makan makanan dengan gizi seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan sumber protein yang rendah lemak dapat membantu mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Hindarilah makanan olahan yang tinggi garam, gula, dan lemak jenuh hingga makanan cepat saji yang tidak sehat.

Penting juga untuk memahami berapa banyak asupan kalori yang seharusnya Anda konsumsi untuk menjaga berat badan Anda. Biasanya, informasi tentang gizi dan kalori pada label makanan didasarkan pada kebutuhan energi harian sekitar 2.150 kalori. Namun, kebutuhan kalori Anda dapat berbeda, tergantung pada berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik Anda.

  1. Aktivitas Fisik Teratur

Aktivitas fisik adalah kunci lainnya dalam menjaga kesehatan jantung. Untuk mencapai manfaat aktivitas fisik yang optimal, penting untuk menerapkan prinsip BBTT yaitu Baik, Benar, Terukur, dan Teratur. Ini mencakup pemilihan aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang-berat yang dilakukan dengan durasi minimal 150–300menit/minggu atau idealnya minimal 30 menit/hari dalam 5 hari/minggu. Jenis aktivitas fisik aerobik seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau latihan kardiovaskular lainnya dapat dilakukan. Aktivitas fisik yang dilakukan secara benar dan rutin dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan sirkulasi darah, mengontrol tekanan darah, memperkuat jantung, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

  1. Hindari Merokok dan Minuman Beralkohol Berlebihan

Merokok adalah salah satu kebiasaan yang paling berbahaya bagi kesehatan jantung Anda. Rokok—baik rokok konvensional, vape, maupun produk tembakau atau nikotin lainnya—mengandung berbagai zat kimia beracun yang dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko pembentukan plak aterosklerosis yang dapat menyumbat arteri jantung. Merokok juga mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah dengan efisien dan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat memperbesar risiko terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, langkah terbaik yang dapat Anda ambil untuk menjaga kesehatan jantung Anda adalah dengan menghindari merokok sepenuhnya atau berhenti merokok jika Anda seorang perokok serta untuk mengonsumsi alkohol secara bijak.

  1. Kelola Stres dengan Baik

Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan peradangan dalam tubuh, dan memicu perilaku yang tidak sehat seperti merokok atau konsumsi makanan tidak sehat sehingga berdampak negatif pada kesehatan jantung Anda. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik melalui teknik-teknik seperti meditasi, yoga, olahraga, atau bahkan hanya menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga dan teman-teman. Stres yang terkontrol akan membantu menjaga tekanan darah Anda tetap stabil, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

  1. Periksakan Kesehatan Secara Rutin

Terakhir, penting untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin oleh tenaga medis profesional. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi faktor risiko jantung seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak seimbang, atau diabetes secara dini. Dengan pemantauan yang tepat, Anda dapat mengidentifikasi masalah kesehatan jantung lebih awal dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan jantung dan penilaian risiko kardiovaskular Anda, serta untuk mendiskusikan gaya hidup dan kebiasaan makan sehat yang sesuai.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Vita Yanti, M.SC., PH.D., Sp.PD.,Sp.JP

(Dokter Spesialis Jantung RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Gagal Jantung Kongestif 5/5 (1)

Gagal jantung kongestif adalah suatu keadaan berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak dapat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

Penyebab

  • Gagal jantung seringkali berkembang akibat adanya kondisi tertentu yang merusak atau melemahkan jantung, seperti:
  • Penyakit penyempitan pembuluh darah jantung (koroner)
  • Tekanan darah tinggi
  • Kerusakan katup jantung
  • Kerusakan otot jantung
  • Radang otot jantung
  • Irama jantung yang tidak normal
  • Kelainan jantung bawaan
  • Penyakit kronis lainnya seperti diabetes, anemia berat, kekurangan dan kelebihan dari hormon tiroid

Gejala dan Tanda

  • Sesak
  • Mudah lelah
  • Berkeringat banyak walaupun tidak beraktivitas berat
  • Terbangun di malam hari karena sesak
  • Nyeri dada
  • Bengkak daerah kaki
  • Ketidaknyamanan di perut kanan atas

Klasifikasi

Derajat 1: Tidak ada keterbatasan dari aktivitas fisik, aktivitas biasa tidak menimbulkan gejala
Derajat 2: Ada sedikit keterbatasan dari aktivitas fisik, lebih nyaman saat istirahat, aktivitas fisik sehari-hari dan menaiki tangga agak banyak menyebabkan lelah, berdebar-debar dan sesak
Derajat 3: Adanya keterbatasan dari aktivitas fisik secara signfikan, lebih nyaman saat beristirahat, aktivitas fisik yang ringan dapat menyebabkan lelah, berdebar dan sesak
Derajat 4: Tidak bisa melakukan aktivitas fisik dengan nyaman, timbul gejala gangguan jantung pada saat istirahat, bila beraktivitas keluhan akan semakin berat

Penatalaksanaan

1. Prinsip umum diet:
– Memberikan makanan yang rendah garam
– Mencapai dan mempertahankan berat badan normal
– Mencegah peningkatan kadar garam dalam darah dan asupan cairan

2. Latihan fisik
– Memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
– Menganjurkan melakukan aktivitas sesuai kemampuan
– Menurunkan berat badan
– Mengkonsumsi obat-obatan secara teratur dari dokter

Pencegahan

Perubahan gaya hidup dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan gagal jantung meliputi:
– Hindari mengkonsumsi alkohol dan merokok
– Mengontrol tekanan darah, kadar lemak dan gula darah
– Rutin olahraga
– Pola makan sehat
– Hindari stres
– Menjaga berat badan

Lokasi Pelayanan :
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kateterisasi Jantung 5/5 (1)

Penyakit jantung merupakan penyakit peringkat pertama penyebab kematian di dunia. Satu dari lima kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit jantung, Jantung Koroner.

Penyebab Jantung Koroner
Pada awalnya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) dan hal ini lama-kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah dan lain sebagainya yang semuanya itu akan menyumbat pembuluh darah. Akibatnya otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung (serangan jantung) yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Faktor Risiko yang dapat menimbulkan penyakit jantung koroner sebagai berikut:
– Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi
– Kadar Kolesterol HDL rendah
– Kebiasaan merokok
– Diabetes Mellitus
– Obesitas (Kegemukan)
– Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga
– Kurang olah raga
– Stress

Bila Anda menyandang salah satu faktor diatas, dianjurkan untuk melakukan screening dan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala kepada Dokter Spesialis Jantung. Deteksi Penyakit Jantung Koroner Penyakit Jantung Koroner dapat diketahui melalui pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter spesialis jantung. Dan dengan bantuan pemeriksaan Calcium Scoring Jantung (CAT Scanning) yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ECG, Treadmill Test dan Arteriografi Koroner (Kateterisasi). Hasil dari Calcium Scoring Jantung akan diikuti dengan pemeriksaan lebih lanjut apabila didapatkan hasil yang positif.

Apa itu Kateterisasi Jantung?
Merupakan prosedur diagnose untuk memeriksa fungsi jantung dan pembuluh darah, khususnya pembuluh darah koroner. Pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pembuluh darah koroner yang disebut sebagai Angiografi koroner, berguna untuk mendeteksi adanya lokasi penyumbatan dan seberapa berat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah koroner. Pemeriksaan kateterisasi jantung bersifat invasif. Sebuah selang yang panjang, tipis dan fleksibel, disebut juga kateter, dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah besar pada pangkal paha / selangkangan, lengan atau pergelangan tangan. Secara perlahan kateter dimasukkan sampai aorta (pembuluh darah utama yang keluar dari jantung) tempat muara pembuluh darah koroner.

Bagaimana dengan hasil Kateterisasi Jantung?
Dokter akan menjelaskan hasil film yang direkam selama tindakan dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya, apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan metode ditiup / balonisasi. Atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat disebut Coronary Artery Bypass Surgery (CABG).

Efek Kateterisasi Jantung
Pada umumnya tindakan kateterisasi jantung memiliki risiko sangat kecil. Biasanya pemeriksaan kateterisasi berlangsung tanpa masalah. Dan data statistic menunjukkan angka keberhasilan sangat tinggi. Akan tetapi, kemungkinan timbulnya komplikasi juga tidak boleh diabaikan.
Komplikasi yang timbul seperti :
â—Ź Pendarahan, infeksi dan rasa sakit di daerah tempat kateter
dimasukkan
â—Ź Reaksi alergi
â—Ź Aritmia jantung
â—Ź Infark myocardial
â—Ź Turunnya tekanan darah
â—Ź Gangguan fungsi ginjal
Risiko tinggi terjadinya komplikasi pada penderita diabetes dan gangguan ginjal

Apa yang dimaksud dengan tindakan PTCA – PCI (peniupan) itu?
Tindakan peniupan atau balonisasi atau angioplasty bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat di tempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka. Untuk mempertahankan pembuluh darah yang telah dilebarkan, akan dilakukan pemasangan ring (stent). Cara ini sangat aman dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi.

Rumah Sakit Panti Rapih telah memiliki fasilitas serta teknologi medis khusus untuk melakukan tindakan kateterisasi jantung (Cathlab). Dan dokter spesialis jantung yang sangat berpengalaman serta tenaga medis yang handal semakin menjamin ketepatan diagnosa dan terapi. Anda tidak perlu berobat ke luar negeri, karena sarana yang serupa dengan yang terdapat di luar negeri / negara tetangga sekarang sudah ada di Yogyakarta tepatnya di RS Panti Rapih.

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Petunjuk Diet Jantung No ratings yet.

Apakah Tujuan Diet Jantung?
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung
2. Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk
3. Mencegah/ menghilangkan penimbunan garam / air

Bagaimana Syarat-Syarat Diet Jantung?
1. Kalori rendah, terutama bagi penderita yang terlalu gemuk
2. Protein dan lemak sedang
3. Cukup vitamin dan mineral
4. Mudah dicerna

Bahan Makanan Apa Yang Boleh Diberikan?
1. Sumber Hidratarang
Beras, bulgur, singkong, tales, kentang, makaroni, mie, bihun, roti, biskuit, tepung-tepungan
2. Sumber Protein Hewani
Daging ayam, daging sapi kurus, bebek, ikan, putih telur, susu skim
3. Sumber Protein Nabati
Kacang-kacangan kering maksimum 25 gram sehari, tahu, tempe, oncom
4. Sumber lemak
Minyak, margarine, mentega, sedapat mungkin tidak digunakan untuk menggoreng: kelapa, santan encer dalam jumlah terbatas
5. Sayuran
Sayuran yang tidak mengandung gas: baya, kangkung, buncis, kacang panjang, tauge, labu siam, oyong, tomat, wortel, dsbnya

Bahan Makanan Apa Yang Tidak Boleh Diberikan?
1. Sumber Hidratarang
Kue-kue yang terlalu manis dan gurih seperti: cake, tarcis, dodol, dsbnya
2. Sumber Protein Hewani
Semua daging berlemak, jerohan, sosis, ham
3. Sumber Lemak
Goreng-gorengan, santan kental
4. Sayuran
Sayuran yang menimbulkan gas seperti: kol, sawi, lobak
5. Bumbu
Cabe dan bumbu lain yang merangsang
6. Minuman
Kopi, teh kental, minuman yang mengandung soda dan alkohol

Bagaimana Cara Memasak Yang Terbaik?
1. Cara memasak yang baik adalah : menumis, memanggang, membakar, mengungkep, merebus dan mengukus
2. Minyak digunakan dalam jumlah terbatas dan pilihlah dari jenis lemak tak jenuh, seperti: minyak jagung, minyak kedelai, minyak zaitun dll
3. Hindarkan menggoreng

Hal-hal Lain Apakah Yang Perlu Diperhatikan?
1. Untuk mengimbangi diet yang anda jalani, dianjurkan melakukan olahraga ringan jenis aerobik menurut petunjuk dokter
2. Batasi pekerjaan yang terlalu banyak membutuhkan tenaga dan melelahkan
3. Cukup istirahat
4. Hindari kebiasaan merokok
5. Usahakan untuk melakukan medical check up secara rutin, untuk mengetahui perkembangan Anda

Klinik Gizi RS Panti Rapih
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating