Sirkumsisi (Khitan) Nyaman di RS Panti Rapih 5/5 (1)

Libur telah tiba, libur telah tiba.
Hore, hore, hore….

Ayah dan Bunda, musim libur sekolah sudah saatnya menyiapkan langkah terbaik untuk kesehatan dan masa depan untuk sang jagoan tercinta. Salah satu momen penting dalam perjalanan anak laki-laki adalah proses sirkumsisi atau sunat. Memilih tempat dan metode yang tepat adalah kunci agar proses ini berjalan lancar, minim trauma, dan pemulihan cepat.

Kabar baik untuk Sahabat Sehat Panti Rapih. Rumah Sakit Panti Rapih menghadirkan PAKET SIRKUMSISI spesial yang dirancang untuk memberikan pengalaman sunat yang nyaman, aman, dan tanpa rasa cemas.

Mengapa Memilih Paket Sirkumsisi RS Panti Rapih?

RS Panti Rapih berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Inilah keunggulan yang akan Ayah Bunda dapatkan dalam paket ini:

  1. Metode ElectroCautery – Teknik modern ini dikenal memberikan hasil minim nyeri dan proses cepat pulih. Anak bisa segera beraktivitas kembali setelah tindakan.
  2. Tanpa Rawat Inap – Proses dapat dilakukan secara one-day care (sehari selesai), sehingga anak tidak perlu menginap dan bisa langsung beristirahat di rumah.
  3. Ditangani Dokter Spesialis Bedah & Bedah Anak Berpengalaman –Ā Tindakan dilakukan oleh dokter spesialis yang kompeten dan berpengalaman di bidang bedah dna bedha anak, menjamin keamanan dan hasil yang optimal.
  4. Layanan & Fasilitas yang Lengkap

Paket sudah mencakup pemeriksaan & konsultasi dokter awal, kontrol & ganti verban 1x, dan biaya jasa dokter/tenaga medis.
(Belum termasuk obat).

 

Harga Paket Sirkumsisi : Rp 1.500.000,-

Periode Paket : 22 Juni 2026 – 31 Agustus 2026

 

šŸŽ‰ Dapatkan Bonus Spesial!

Sebagai bentuk apresiasi, setiap pengambilan Paket Sirkumsisi akan mendapatkan
Free Voucher Cafe Nutri Eatery RS Panti Rapih senilai Rp 100.000,-

*) Syarat dan ketentuan berlaku. Pastikan untuk menanyakan detailnya saat pendaftaran

 

Informasi & Pendaftaran

Jangan tunda lagi, Ayah Bunda! Ambil keputusan terbaik untuk buah hati Anda.

Lokasi: Lantai 4, Klinik Bedah Umum, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta

Telepon Pendaftaran: (0274) 514004, 514006

Sunat lancar, hati tenang, bonus mainan menanti.

Segera daftarkan putra Anda dan berikan hadiah kesehatan terbaik di RS Panti Rapih.

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Tumor Otak No ratings yet.

ApaĀ ituĀ tumorĀ otak

Tumor otak adalah pertumbuhan sel yang abnormalĀ diĀ dalamĀ otak.Ā TumorĀ bisaĀ jinakĀ (bukan kanker) maupun ganas (kanker).

Insiden pada laki–laki sebesar 38,6% dan pada wanitaĀ sebesarĀ 61,4Ā %.Ā InsidensiĀ tumorĀ otakĀ jinak adalah sebesar 71% dan tumor otak jinak ini berkembang dua kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada laki-laki.

 

JenisĀ tumorĀ otak

Tumor otak umumnya terdiri dari tumor otak primer dan sekunder.

  1. Tumor otak dengan kelompok primer yaitu penyakit tumor yang pertama kali tumbuh dan berkembang pada otak.
  2. Tumor otak dengan kelompok sekunder/metastasis yaitu penyakit dari tumor yang bermula tumbuh pada bagian dari tubuh selain otak. Kemudian meluas melalui aliran darah menuju otak. Kanker yang kemungkinan menyebar ke otak yaitu kanker : melanoma, paru-paru, payudara, ginjal, dan usus.

GejalaĀ tumorĀ otak

GejalaĀ yangĀ timbulĀ bergantungĀ dariĀ lokasiĀ dan pertumbuhan tumor, antara lain :

  1. Peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala hebat disertai muntah proyektil),
  2. Kejang,
  3. Penurunan fungsi kognitif,
  4. Defisit neurologis (gangguan penciuman, gangguan penglihatan, pandangan ganda, baal-baal atau nyeri di wajah, kelemahan otot wajah, gangguan pendengaran, menelan, dan lain-lain) yang bersifat progresif dan bergantung lokasi tumor,
  5. Penurunan kognitif,
  6. Gangguan keseimbangan
  7. Gangguan kepribadian

PenyebabĀ tumorĀ otak

PenyebabĀ utamaĀ tumorĀ otakĀ tidakĀ diketahui.Ā Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa orang yang paling berisiko terkena tumor otak antara lain:

  1. Memiliki kankerdiĀ bagianĀ tubuhĀ lain,
  2. Paparan berkepanjangan terhadap pestisida, pelarut industri, dan radiasi ionisasi lainnya,
  3. Penyakit turunan seperti neuro fibromatosis,
  4. Faktor lingkungan

DiagnosaĀ tumorĀ otak

  1. Pemeriksaan fisik
  2. Pemeriksaan fungsi luhur
  3. Pemeriksaan radiologis (CT scan/MRI)
  4. Pemeriksaan analisa cairan otak (cairan serebrospinal)

 

Pengobatan tumorĀ otak

Pilihan pengobatan bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor.Ā Selain itu juga harus melihat apakah tumor telah menyebar, usia pasien dan kondisi kesehatan medis orang tersebut. Pilihan pengobatan dapat bersifat menyembuhkan atau fokus pada meredakan gejala. Beberapa jenis pengobatan tumor otak antara lain:

  1. Pemberianobat-obatan
    • Kortikosteroid berfungsi menurunkan Tekanan Intra kranial
    • Furosemide/Manitol berfungsi untuk mengkontrol edema/bengkak otak
    • Antikonvulsant/antikejang berfungsi untuk mencegah kejang
    • Antinyeri
  2. Pembedahan tumor otak

Pembedahan merupakan pilihan untuk terapi tumor otak. Pembedahan bertujuan untuk menghilangkan sebagian/total tumor di otak, mengurangi tekanan didalam otak

  1. Radioterapi

Radiasi bekerja dengan merusak DNA sel kanker sehingga menyebabkan sel tidak mampu bereproduksi. Manfaat terapi radiasi tidak muncul segera tetapi berdampakĀ denganĀ berjalannyaĀ waktu.Ā Jenis tumor yang agresif biasannya berespon lebih cepat dengan radioterapi.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi bekerja dengan merusak sel tumor, tidak hanya mempengaruhi sel tumor tetapi sel normal juga, sehingga menyebabkan efek samping (rambutĀ rontok, mual,dsb). Obat- obat kemoterapi apat berupa pil atau cairan intravena.

 

Artikel ditulis oleh :
dr. Yoka Mahendra Prana, Sp. BS
(Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi : Greenberg, Mark S. (2023). Greenberg’s Handbook of Neurosurgery. Tenth Edition.New York: Thieme.

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Hemorroid: Penyebab dan Penanganannya No ratings yet.

Ambeien atau juga disebut wasir, seringkali membawa pasien untuk memeriksakan diri di poli bedah. Keluhan yang dirasakan pasien berupa perdarahan atau benjolan yang muncul saat BAB, sampai dengan sensasi gatal atau nyeri yang dirasakan terus-menerus sehingga menggangu aktifitas sehari-hari. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah keluhan tersebut memerlukan tindakan pembedahan atau dapat diobati?

Secara medis ambeien atau wasir merupakan pembengkakan dari bantalan dubur yang berisi pembuluh darah hemorroidal (hemoroid). Ā Terdapat tiga bantalan (arah jam 3-5-11) yang membantu menahan feses di dalam dubur sampai saat pasien ingin BAB. Ketika pasien sudah merasa ingin BAB, darah yang berada di dalam bantalan akan kempes dan memungkinkan pengosongan dubur. Ketika terjadi peradangan atau kelemahan pembuluh darah tersebut, proses pengempesan bantalan terhambat. Penghambatan tersebut kemudian memunculkan sensasi nyeri, gatal, munculnya benjolan sampai dengan perdarahan atau keluhan yang disebut ambeien, wasir atau hemorroid.

Faktor resiko utama terjadinya perlebaran pembuluh darah pada bantalan dubur berupa menigkatnya tekanan pada area rektum (bagian terakhir usus) atau dubur itu sendiri. Berikut hal-hal yang dapat mendukung peningkatan tekanan:

  • Konstipasi: BAB yang memerlukan usaha mengedan lebih dari 15menit
  • Duduk lebih dari 2jam : meningkatkan tekanan pada area dubur
  • Kehamilan: meningkatnya tekanan dalam perut yang disebabkan oleh janin, dapat mendukung pembengkakan hemoroid
  • Kelebihan berat badan: peningkatan tekanan pada panggul yang menyebabkan perbesaran hemoroid
  • Pekerja keras atau kuli angkut: mengangkat beban berat meningkatkan tekanan pada area rektum
  • Bakat genetik : pada orang dengan bakat kelemahan dinding vena, dapat terjadi pembengkakan pembuluh darah hemoroid
  • Usia tua : berkurangnya jaringan penyokong rektum melemah bahkan sampai dengan hilang, menyebabkan kelonggaran area rektum
  • Batuk kronik : meningkatkan tekanan dalam perut
  • Penyakit lemah jantung atau penyakit sirosis hati : melemahkan aliran darah balik, sehingga darah terkumpul di vena, khususnya vena pada bantalan dubur

Kembali pada pertanyaan awal, apakah semua kasus pembengkakan hemoroid harus dioperasi? Menurut pedoman hemoroid yang disusun 2021, terapi pada penyakit hemoroid sangat tergantung pada tingkat keparahannya. Berdasarkan klasifikasi Goligher terdapat empat kelas terjadinya penyakit hemorroid.

Derajat 1:

Hemoroid membesar, namun masih beradadi dalam dubur dan tidak tampak dari luar

Gejala: hanya gejala ringan seperti terkadang muncul sensasi gatal, atau perdarahan ringan saat BAB

 

 

 

 

Derajat 2:

Hemoroid keluar dubur saat BAB (prolaps), namun masuk kembali dengan sendiri

Gejala: Perdarahan, sensasi gatal dan kesulitan pada saat BAB. Bisa muncul nyeri

 

 

 

 

Derajat 3:

Hemoroid keluar dubur saat BAB dan hanya dapat dikembalikan dengan dorongan jari

Gejala: perdarahan yang lebih berat dan sering, nyeri, gatal dan keluarnya lendir dari dubur. Ā Prolaps sering kambuh dan menyebabkan keluhan.

 

 

 

Derajat 4:

Hemoroid menetap di luar dubur dan tidak dapat didorong masuk ke dalam dubur.

Gejala: nyeri berat, perdarahan terus menerus, gatal, lendir pada dubur dan peradangan. Resiko terjadinya trombosis dan infeksi

 

 

 

berapapun tingkat keparahan penyakit, pasien sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika sudah mulai terasa gejala tertera di atas untuk menentukan penatalaksanaan selanjutnya. Perlu diingat, tidak semua keluhan memerlukan tindakan operasi dan keluhan tidak hanya disebabkan oleh pembengkakan hemoroid. Sensasi gatal juga dapat disebabkan oleh robekan pada pinggir dubur ( fissura ani), alergi, ekzem kulit atau bahkan jamur. Terkadang perdarahan juga merupakan tanda adanya keganasan usus, dimana pasien terselamatkan oleh pengakan diagnosis yang sedini mungkin.

Penegakkan diagnosis hemorroid dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang pertama tentu dari pemeriksaan fisik dengan perabaan area dubur, kemudian dapat didukung pemeriksaan dengan alat canggih perupa teropong. Alat tersebut dapat dimasukkan melalui dubur hingga 15cm pada proktoskopi atau hingga 30cm pada rektoskopi. Jika pada pemeriksaan teropong tidak terdapat temuan penyakit maka disarankan dilakukan koloskopi.

Jika ditemukan pelebaran hemoroid derajat 1 dan 2 dapat dilakukan pengubahan pola hidup sehat yang disertai observasi dengan terapi obat. Pada keluhan yang memberat dapat dilanjutkan pengikatan dengan karet, suntik obat sklerotik, pembakaran dengan teknik laser, atau pengikatan arteri. Pada pembengkakan derajat 3 dan 4 sudah wajib dilakukan operasi pemotongan hemorroid secara stapler ataupun konvensional (terbuka) karena sudah terjadi penyesuaian jaringan lunak disekitar pembuluh darah yang membengkak, sehingga harus dikurangi jaringan yang sudah mulai mengalami perubahan struktur.

 

Disclaimer: artikel ini hanya menyampaikan informasi umum, yang tidak dapat digunakan untuk penegakan diagnosis sendiri. Kami anjurkan tetap mengunjungi dokter jika terdapat keluhan, artikel ini tidak dapat mengganti pemeriksaan dokter ahli.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Ariane Yudhianti, Sp.B

(Dokter Spesialis Bedah Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi:

Joos, A.K., Jongen, J. S3-Leitlinie HƤmorrhoidalleiden.Ā coloproctologyĀ 43, 381–404 (2021). https://doi.org/10.1007/s00053-021-00555-zĀ (akses pada 24.03.25)

Pschyrembel: HƤmorrhoiden . Online:Ā https://www.pschyrembel.de/…Ā (Abkses pada 24.03.2025)

Song, S.-G., & Kim, S.-H. (2011). Optimal treatment of symptomatic hemorrhoids. Journal of the Korean Society of Coloproctology, 27(6), 277. https://doi.org/10.3393/jksc.2011.27.6.277

Website: https://www.surgeonthings.com/treatment/piles-or-haemorrhoids/Ā (akses pada 24.03.2025)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Bedah

Lantai 4, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mitos dan Fakta Tentang Rabies: Memahami Penyakit yang Berbahaya ini 5/5 (1)

Rabies atau yang lebih kita kenal dengan penyakit ā€œanjing gilaā€ merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies (Lyssavirus), dan seringkali dianggap sebagai salah satu penyakit mematikan bagi manusia dan hewan. Virus ini dapat menginfeksi otak dan sistem saraf, sehingga harus ditangani dengan cepat agar tidak berakibat fatal. Dalam artikel ini, kamiĀ akan menjelaskan lebih lanjut tentang penyakit rabies, gejala, penyebaran, pencegahan, dan pengobatannya.

Penyebab dan Penyebaran

Rabies disebabkan oleh virus rabies yang termasuk dalam genus Lyssavirus. Virus ini biasanya ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, dengan anjing dan kelelawar sering menjadi penyebab utama penularan rabies pada manusia. Virus juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir. Begitu masuk ke dalam tubuh, virus menyebar melalui saraf tepi menuju sistem saraf pusat, yang pada akhirnya menyebabkan gejala neurologis yang parah.

Gejala

Setelah terinfeksi virus rabies, gejala awalnya mirip dengan flu atau infeksi virus lainnya. Namun, setelah beberapa hari hingga berminggu-minggu, gejalanya berkembang menjadi lebih serius. Gejala rabies bisa dibagi menjadi 4 fase yaitu:

  1. Stadium Permulaan (Prodormal) ditandai dengan keluhan lemah, lesu, nafsu makan berkurang, sulit tidur, demam, muntah, sakit kepala yang berat, nyeri di tenggorokan dan mual.
  2. Stadium Rangsangan (Sensoris) ditandai dengan rasa nyeri dan panas disertai kesemutan pada luka gigitan, cemas,danĀ reaksi berlebih terhadap rangsang sensorik.
  3. Stadium Gila (ekstasi) ditandai dengan berteriak-teriak, menjambak-jambak rambut, berlari-lari dan melompat-lompat, takut air, takut cahaya, takut suara, berlebihan air liur, dan berlebihan air mata
  4. Stadium Lumpuh (paralisis) ditandai dengan mulut menganga, lumpuh mulai dari kaki, dan kelumpuhan otot-otot pernafasan (susah bernafas)

Pencegahan dan Perawatan Luka Rabies

Pencegahan merupakan Langkah paling efektif, sebab tidak ada pengobatan yang efektif untuk rabies setelah gejala muncul. Beberapa langkah pencegahan termasukĀ vaksinasi memegang peranan penting.

  • Profilaksis pra pajanan (PrEP) dengan vaksin rabies direkomendasikan untuk individu yang berisiko tinggi terpapar, seperti dokter hewan, petugas hewan, dan wisatawan yang tinggal di wilayah dimana rabies sering terjadi.
  • Profilaksis Paska Pajanan (PEP): Jika digigit atau terkena hewan yang diduga mengidap rabies, perhatian medis segera diperlukan. PEP melibatkan serangkaian vaksinasi rabies dan, dalam beberapa kasus diperlukan immunoglobulin rabies untuk menetralisir virus.

Perawatan luka gigitan rabies harus sangat serius dan segera. Langkah-langkah perawatan termasuk:

  1. Bersihkan luka: Segera cuci luka dengan air bersih dan sabun selama setidaknya 15 menit. Gunakan air mengalir jika mungkin. Ini membantu menghilangkan kotoran, bakteri, dan potensi virus rabies.
  2. Desinfeksi luka: Setelah dicuci, gunakan antiseptik seperti betadine atau nacl untuk membersihkan luka. Ini membantu mengurangi risiko infeksi.
  3. Berhentikanluka berdarahĀ (jika ada): Jika luka mengeluarkan darah, gunakan kain bersih atau kasa steril untuk menekan perdarahan. Hindari menggunakan perban yang terlalu ketat.
  4. Tutup luka: Tutup luka dengan perban steril atau kasa bersih setelah membersihkan dan mendesinfeksi luka. Ini membantu mencegah infeksi sekunder.
  5. Konsultasi medis segera: Segera cari bantuan medis profesional. Dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut, memberikan vaksinasi rabies, dan mungkin imunoglobulin rabies. Pengobatan harus dimulai sesegera mungkin untuk mencegah penularan rabies yang mematikan.

Kesimpulan

Rabies tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang tidak memiliki akses yang memadai ke vaksinasi hewan peliharaan dan perawatan medis. Pengetahuan akan penyakit ini, vaksinasi hewan peliharaan yang rutin, dan tindakan cepat setelah paparan dapat membantu mengurangi risiko rabies pada manusia.

Memahami penyebab, gejala, dan tindakan pencegahan sangatlah penting dalam menjaga kesehatan manusia dan hewan. Melalui pendidikan, vaksinasi, dan pengendalian hewan yang bertanggung jawab, kita dapat berupaya mengurangi kejadian rabies dan pada akhirnya menghilangkan virus mematikan ini.

 

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Andreas Avellini Krishnaputra Tandelilin, Ph.D., Sp. B

(Dokters Spesialis Bedah Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

IGD RS Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 552118

 

 

Mohon dapat memberikan rating