Mengatasi Anak Susah Makan

Salah satu masalah yang kerap dialami orangtua adalah anak susah makan. Hal ini akan memunculkan rasa khawatir berlebihan karena asupan nutrisi seimbang sangat dibutuhkan pada masa perkembangan si kecil. Banyak sekali masalah yang sering terjadi misalnya anak menolak makan, gerakan tutup mulut, hanya ingin mengkonsumsi makanan tertentu atau picky eater.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Berikan makanan keluarga dengan tekstur lunak
2. Kenalkan aneka ragam bahan makanan sesuai umur. Variasikan jenis bahan makanan yang diberikan
3. Porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak, porsi kecil tapi sering dan makanan bervariasi supaya anak tidak cepat bosan
4. Jadwal makan harus teratur, tapi luwes
5. Berikan makanan pada saat anak tidak lelah
6. Bila mencoba makanan yang baru, tunggu hingga anak lapar dan berikan bersama dengan makanan kesukaannya
7. Berikan susu secukupnya tidak berlebihan. Jangan memberikan susu sebelum jam makan, agar anak tidak kenyang oleh susu
8. Makanan selingan tidak berlebihan, tidak terlalu manis dan asin. Ganti dengan makanan lain atau buah yang bergizi lengkap

 

Bagaimana caranya meningkatkan nafsu makan pada anak?

1. Suasana menyenangkan, penuh kasih sayang dan jangan ada paksaan
2. Tambahkan hal-hal yang disukai anak seperi mainan, musik, TV atau dongeng
3. Ada teman seumuran yang menemani makan
4. Makan bersama di meja makan
5. Biarkan anak belajar makan sendiri dan tetap lakukan pengawasan
6. Jika ada penyakit tertentu segera konsultasi ke dokter
7.  Berikan pujian atau reward jika anak menghabiskan makanan
8. Tempatkan makanan di wadah menarik, kombinasikan warna dan bentuk anak supaya anak tertarik

Selalu perhatikan gizi anak anda terpenuhi ya moms supaya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

 

🏥 Kunjungi Klinik Klinik Tumbuh Kembang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

 

 

 

Mencegah Stunting pada Anak

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Berikut tips untuk mencegah anak stunting:

  1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
  2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
  3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat
  4. Terus memantau tumbuh kembang anak
  5. Selalu jaga kebersihan lingkungan
  6. Konsultasikan kesehatan anak anda ke dokter spesialis anak

Semoga bermanfaat yaa Ayah dan Bunda. Selalu perhatikan tumbuh kembang anak bersama RS Panti Rapih.

 

🏥 Kunjungi Klinik Klinik Tumbuh Kembang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Panduan Memberikan ASI Kepada Bayi Bagi Ibu dengan Positif COVID-19

Ibu menyusui yang positif terinfeksi COVID-19 masih tetap boleh memberikan ASI untuk buah hatinya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah saat memberikan ASI, ibu harus tetap melakukan protokol kesehatan ketat dan tidak mengalami gejala yang berat, jadi ibu masih bisa menyusui langsung.

Yang perlu ibu lakukan agar dapat menyusui langsung secara aman yaitu:

  • Selalu memakai masker saat menyusui dan merawat bayi
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh Ibu dan bayi
  • Menyusui dengan aman. IMD dan menyusui eksklusif membantu tumbuh kembang bayi secara optimal
  • Melakukan IMD. Kontak kulit dengan kulit saat Ibu dan bayi dalam keadaan stabil
  • Rawat gabung bersama bayi pasca melahirkan
  • Jika Ibu tidak kuat menyusui langsung, berikan ASI perah (ASIP) pada bayi
  • Pastikan kebersihan saat memerah ASI
  • Gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASIP pada bayi
  • Gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASI perah

Ibu juga harus memperhatikan kualitas ASI perah dengan penyimpanan yang baik dan benar supaya tetap aman dan tidak rusak.

Lalu bagaimana cara menyimpan ASI perah yang tepat?

  1. Jika ASI Perah disimpan dalam lemari pendingin bawah dengan suhu 4 derajat hingga 5 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 3-4 hari
  2. Bila menggunakan Ice Pack dengan suhu 15 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 24 jam
  3. Dalam suhu kamar/ruang ASI bertahan selama 3-4 jam
  4. Jika di dalam Freezer dengan suhu -18 derajat Celsius dan -20 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 4 bulan

Semoga tips diatas dapat membantu ibu dalam memberikan yang terbaik bagi buah hati. Tetap semangat mengASIhi yaa moms.

Ketahui Cara COVID-19 Dapat Menularkan

Cara COVID-19 dapat menularkan dapat melalui: 

  1. Ruangan tertutup
  2. Interaksi jarak dekat
  3. Keramaian
  4. Pertemuan panjang (lebih dari 15 menit)
  5. Tidak memakai masker
  6. Aktivitas dengan bernafas kuat (misalnya: bernyanyi, berbicara, tertawa)

Kegiatan tersebut dapat berpotensi menyebabkan kita tertular COVID-19. Jika ingin terhindar dari COVID-19 sebaiknya kita menerapkan protokol kesehatan 5M.

Apa saja itu 5M?

  1. Memakai masker dengan benar
  2. Mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer
  3. Menjaga jarak aman
  4. Menghindari kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Agar kita dapat terhindar dari COVID-19 lebih baik melakukan kegiatan di rumah saja. Meski kita membutuhkan kegiatan yang mengharuskan kita keluar rumah, tetap patuhi dan terapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Lindungi diri Anda dan keluarga yaa.

Ketentuan Isolasi Mandiri

Jangan abaikan ketentuan yang harus dilakukan selama Isolasi Mandiri untuk menjaga diri anda, keluarga, dan orang di sekitar anda.

Yuk simak #TipsPantiRapih selama menghadapi Isolasi Mandiri:

  1. Ventilasi dan pencahayaan yang baik
  2. Kamar mandi terpisah, tetapi jika tidak tersedia lakukan disinfeksi rutin permukaan yang sering disentuh
  3. Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)
  4. Kamar tidur terpisah
  5. Pemantauan harian gejala
  6. Berkoordinasi dengan Puskesmas
  7. Jika muncul gejala atau semakin parah segera lapor ke petugas
  8. Orang yang merawat harus memperhatikan protokol kesehatan 3M
  9. Hindari kontak dengan orang lain serta tidak berpergian dan tidak menerima tamu
  10. Gunakan masker dengan benar
  11. Cuci tangan dengan sabun
  12. Jaga jarak
  13. Disinfektan/bersihkan permukaan dengan disinfektan berkala
  14. Tangani sampah dengan hati-hati

Selalu perhatikan protokol kesehatan dimanapun Anda berada dan cegah penyebaran COVID-19.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda di Telemedicine RS Panti Rapih Yogyakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi 0813 9304 5068.

 

Artikel terkait:

https://pantirapih.or.id/rspr/konsultasi-online-isolasi-mandiri/

https://pantirapih.or.id/rspr/tips-kelola-limbah-masker-habis-pakai/

Cara Pakai Masker 2 Lapis

Ditengah situasi pandemi saat ini, mari kita bersama cegah penularan COVID-19 salah satunya dengan menggunakan masker.

Cara penggunaan masker yang benar:

  1. Gunakan masker medis terlebih dahulu (pemakaian di dalam)
  2. Kemudian gunakan masker kain (pemakaian di luar)
  3. Pastikan penggunaan masker tidak mengganggu pandangan dan tetap bisa mudah bernapas

Cara penggunaan masker yang salah:

  1. Menggunakan masker medis ganda
  2. Menggunakan masker kain ganda
  3. Menggunakan masker N95 + masker lainnya

Yuk mulai sekarang gunakan masker 2 lapis (masker medis + medis kain) dengan cara yang tepat.

Apa Itu Mikrodermasi?

Mikrodermabrasi/micropeel adalah prosedur mengangkat lapisan sel kulit mati/kering pada wajah dengan cara menggosokkan butiran kristal mikro pada permukaan kulit wajah.

Manfaat mikrodermabrasi :

  • Mencerahkan kulit
  • Menyamarkan pori-pori & bercak bekas jerawat
  • Menghaluskan kulit
  • Mengatasi komedo
  • Peremajaan kulit

Klinik ini menyediakan layanan konsultasi dokter, berbagai tindakan medis seperti chemical peeling, mikrodermabrasi, laser, microneedling, yang akan direkomendasikan oleh dokter Sp.KK sesuai dengan kebutuhan tiap pasien.

Penanganan dilakukan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dibantu oleh tenaga tenaga perawat yang terlatih.

Yuk konsultasikan masalah kesehatan kulit anda ke RS Panti Rapih Yogyakarta.

Link terkait: https://pantirapih.or.id/klinikestetika/

 

🏥 Kunjungi Klinik Estetika Lucia
Berlokasi di lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521409 ext 1409

Tips Diet Sehat dengan Terapi Functional Food

Apa itu Functional Food?

Bahan makanan yang telah diolah menjadi bahan makanan tertentu sehingga memberikan kandungan gizi

Kelebihan Terapi Functional Food:

  1. Memiliki kandungan gizi yang ada alami dari bahan makanan
  2. Kandungan gizinya telah terbukti secara ilmiah mampu mencegah atau mengobati suatu penyakit
  3. Functional food bisa diperoleh dari semua bahan makanan

Kunjungi Klinik Katarina Pusat Anti Obesitas dan Kesehatan Holistik untuk mengetahui kondisi kebugaran yang didukung oleh Tim Medis yang profesional.

Artikel terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-anti-obesitas/

 

🏥 Kunjungi Klinik Katarina Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Mengenal Radiologi Intervensi

Radiologi Intervensi adalah sub-spesialisasi radiologi yang memanfaatkan prosedur minimal invasif untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit pada hampir semua organ tubuh dengan menggunakan panduan gambar/foto yang dihasilkan dari alat-alat radiologi (USG, CT Scan, MRI, Fluoroskopi).

Secara garis besar, radiologi intervensi dapat dibagi menjadi Radiologi Intervensi Vaskuler dan Non vaskuler. Radiologi intervensi vaskuler: berhubungan atau melalui pembuluh darah, sedangkan radiologi intervensi non vaskuler: tidak melalui atau berhubungan dengan pembuluh darah.

Keuntungan yang diperoleh pada prosedur radiologi intervensi adalah dengan meminimalkan trauma fisik kepada pasien (ukuran luka operasi), tidak membutuhkan anestesi umum, mengurangi resiko infeksi, mempercepat waktu pemulihan, serta memperpendek waktu tinggal di rumah sakit.

Prosedur yang dilakukan radiologi intervensi sebagian besar menggunakan kateter melalui sayatan sepanjang kurang dari 0.5 cm, dengan tindakan pembiusan lokal, jadi selama dikerjakan pasien dalam keadaan sadar.

Jenis-jenis tindakan yang dapat dilakukan intervensi radiologi vascular dapat dibedakan menjadi 2 kelompok tindakan, tindakan diagnostik (mencari penyebab penyakit) dan tindakan terapi (pengobatan). Tindakan diagnostik yang dilakukan adalah tindakan angiografi (angio : pembuluh darah, graph : gambar) yaitu prosedur membuat gambar dari pembuluh darah suatu organ. Sedangkan untuk tindakan terapi, prosedur terapi yang dilakukan prinsipnya adalah yang melancarkan pembuluh darah yang tidak lancar/tersumbat dan menambal pembuluh darah yang bocor/perlu disumbat.

Prosedur yang dapat dilakukan oleh Radiologi Intervensi Vascular

Angiografi dan Angioplasti
Prosedur ini sama dengan prosedur yang sering dilakukan oleh ahli pembuluh darah dan jantung yaitu PTCA (Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty) dalam mengintervensi penyakit jantung koroner. Namun perbedaannya, radiologi intervensi bisa dilakukan di pembuluh darah yang lain untuk mengatasi sumbatan pada arteri tersebut. Angioplasty merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk memperlebar diameter pembuluh darah secara mekanik dengan menggunakan balon dan dapat dilanjutkan dengan pemasangan stent untuk mempertahankan diameter yang telah diperbaiki. Pasien yang memerlukan angioplasty biasanya adalah pasien dengan penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh diabetes, aterosklerosis atau hal lain.

Embolisasi
Prosedur embolisasi dapat digunakan untuk mengatasi dan menghentikan pendarahan, biasanya pada saluran cerna. Tindakan yang dilakukan adalah menyumbat pembuluh darah yang mengalami kebocoran (embolisasi) baik menggunakan coil ataupun embolan lainnya. Embolisasi juga dilakukan pada kasus CCF (Carotid Cavernous Fistula), AVM (Arteri Venous Malformation) dan Aneurysma.

Prosedur ini juga dapat digunakan untuk terapi kanker dengan metoda TACE (Transarterial Chemoembolisasi),
prosedur yang dilakukan dengan pemberian obat kemoterapi melalui kateter ke pembuluh darah yang memberi makan tumor, setelah itu dapat dilanjutkan dengan menutup (embolisasi) pembuluh darah tersebut, sehingga diharapkan tumor akan mati / mengecil. Prosedur ini juga sering dilakukan pada pasien dengan Mioma uteri dan pembesaran prostat (PAE: Prostate Arterial Embolization).

Intraarterial Trombolisis (Injeksi Clot-Lysing Agent) / Intra Arterial Flushing
Metode ini dilakukan dengan menginjeksikan suatu bahan yang dapat melarutkan gumpalan bekuan darah yang berisiko menyumbat pembuluh darah. Trombolisis biasanya ampuh untuk mengatasi kasus CHD (Coronary Heart Disease) akibat bekuan darah maupun stroke. Masih banyak tindakan atau prosedur lain yang dapat dilakukan oleh radiologi intervensi vaskuler. Sedangkan radiologi intervensi non vaskuler banyak dipakai untuk melakukan biopsi dengan panduan USG, CT Scan ataupun modalitas lainnya. Selain itu dengan panduan USG CT Scan juga, dapat melakukan terapi kanker dengan metode Radio Frequency, ethanolisasi dan lain-lain.

Radiologi intervensi non vascular juga dapat membantu melakukan punctie pleura, punctie ascites, drainase bilier. Perkembangan terakhir ektraksi batu ductus choledochus sudah dapat dilakukan dengan metoda radiologi intervensi.

Di Indonesia khususnya RSCM, Radiologi Intervensi mulai berkembang tahun 1992. Transfer teknologi/ilmu dari Jepang, Norwegia, Australia, Singapura, Italia, Belanda, Inggris, USA. Prosedur IVR pada awalnya ada di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya dan Makasar. Saat ini sudah lebih meluas lagi seiring dengan pembangunan Rumah Sakit yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana Cathlab.

RS Panti Rapih yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang sangat modern & canggih, diantaranya Cathlab, MRI 1.5 Tesla, CT Scan 64 Slice, USG 4D, dan computed radiografi, RS Panti Rapih berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk para sejawat yang membutuhkan tindakan radiologi intervensi.

Artikel terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/instalasi-radiologi/

 

Artikel ditulis oleh: Unit Radiologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

🏥 Kunjungi Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333, 514014, 514845 (hunting)

Serba-Serbi Vaksinasi COVID-19

Apa itu Vaksin?

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu, sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut makan tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Siapa sasaran penerima Vaksinasi COVID-19?

Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun dan dilaksanakan di puskesmas, puskesmas pembantu, klinik rumah sakit dan /atau unit pelayanan kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan (KKP ), Calon penerima Vaksin COVID-19 akan mendapatkan SMS-Blast untuk melakukan registrasi ulang dan memilih tempat dan waktu pelayanan vaksinasi COVID-19, pemberian vaksinasi dilakukan oleh dokter, perawat, atau bidan yang memiliki kompetensi.

Siapa yang melakukan Vaksinasi Covid-19? Pemberian vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi.

Siapa saja yang boleh dan tidak boleh divaksinasi COVID-19?

Vaksin diberikan hanya untuk mereka yang sehat.

Ada beberapa kriteria inidvidu atau kelompok yang tidak boleh di imunisasi Covid-19 :

  • Orang yang sedang sakit, tidak boleh menjalani vaksinasi
  • Jika sedang sakit, peserta harus sembuh terlebih dahulu sebelum divaksin. Memiliki penyakit penyerta. Orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes atau hipertensi disarankan tidak menerima vaksin. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan vaksinasi, semua orang akan dicek kondisi tubuhnya terlebih dahulu. Mereka yang memiliki penyakit komorbid harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat.
  • Tidak sesuai usia Sesuai anjuran pemerintah, orang yang mendapat vaksin COVID-19 adalah kelompok usia 18+ tahun. Artinya, mereka yang diluar kelompok tersebut seperti anak-anak, belum boleh menerima vaksin.
  • Memiliki riwayat autoimun
  • Penyintas COVID-19
  • Wanita hamil

Apakah vaksinasi COVID-19 ini wajib?

Masyarakat yang mendapatkan pemberitahuan melalui Short Message Service (SMS) Blast wajib mengikuti pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

Apakah manfaat dari Vaksin COVID-19?

Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, Vaksin COVID-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.

Apakah setelah divaksin kita pasti kebal terhadap COVID-19?

Vaksin tidak 100% membuat kita kebal dari COVID-19. Namun, akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular COVID-19. Untuk itu, meskipun sudah divaksin,  masyarakat harus tetap menerapkan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas).

Apa itu KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi)?

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan semua kejadian medik yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian dan diduga berhubungan dengan imunisasi. Misalnya demam atau nyeri pada area suntikan.

Reaksi apa yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19?

Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin yang lain.

Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.
  • Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala.
  • Reaksi lain, seperti alergi misalnya gatal-gatal, bengkak, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan)

Efek samping dari vaksinasi bersifat segera dan sementara, dan pada umumnya ringan. Untuk antisipasi, di tiap sesi vaksinasi, penerima vaksinasi akan dipantau sesuai dengan vaksin yang digunakan, sebelum bisa meninggalkan lokasi vaksinasi. Selain itu, ada pencatatan barcode per vial untuk tiap penerima vaksin, sehingga penelusuran risiko dapat dilakukan.

 

Link terkait:

https://www.instagram.com/rspantirapihyogyakarta/

https://pantirapih.or.id/rspr/cara-dan-alur-pelayanan-vaksin-di-rs-panti-rapih/

Mulai 6 Juni 2021 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta melayani Vaksin Covid-19 untuk kelompok Pra Lansia, Lansia dan Kelompok Pelayan Publik Kota Yogyakarta. Bagi Sahabat Sehat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta yang memenuhi ketentuan tersebut dapat melakukan Pendaftaran minimal H-1, dengan menghubungi nomor RS Panti Rapih 0274-514004, 514006 atau datang langsung ke Bagian Pendaftaran Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333 ext 1116 (pada hari kerja)

 

 

Materi sejenis ini pernah ditayangkan di Webinar RS Panti Rapih, Hari Rabu, 20 Januari 2021, Sosialisasi Vaksinasi COVID 19,  Alur Pemberian Vaksinasi COVID-19, narasumber dr. Levina Prima R., Sp. PD

Untuk materi edukasi vaksin covid19 dapat dibuka di channel youtube RS Panti Rapih, atau pada video berikut.