Kenali Faktor Risiko dan Cara Mengatasi Perlemakan Hati (Fatty Liver) 5/5 (1)

Perlemakan hati atau fatty liver adalah kondisi ketika lemak menumpuk berlebihan di dalam sel-sel hati. Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai fatty liver disease atau steatotic liver disease. Hati sebenarnya memang mengandung sedikit lemak, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak maka fungsi hati dapat terganggu. Perlemakan hati cukup sering ditemukan pada orang dengan berat badan berlebih, diabetes, kolesterol tinggi, atau kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Namun, orang dengan berat badan normal pun tetap bisa mengalami kondisi ini.

 

Pada tahap awal, perlemakan hati sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Sebagian penderita hanya merasa cepat lelah, perut kanan atas terasa tidak nyaman, atau tubuh terasa kurang bugar. Karena gejalanya samar, kondisi ini sering baru diketahui saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau USG abdomen. Meski tampak ringan, perlemakan hati tidak boleh dianggap sepele karena pada sebagian orang dapat berkembang menjadi peradangan hati, kerusakan jaringan hati, bahkan sirosis atau gagal hati dalam jangka panjang.

Selain merusak hati, perlemakan hati juga berkaitan erat dengan gangguan metabolik lainnya. Orang dengan fatty liver memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Oleh karena itu, perlemakan hati bukan hanya masalah pada hati saja, tetapi juga menjadi tanda bahwa metabolisme tubuh sedang tidak sehat. Semakin dini kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih berat.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan jika seseorang memiliki faktor risiko seperti obesitas, lingkar perut besar, diabetes, kolesterol atau trigliserida tinggi, serta kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan. Pemeriksaan juga dianjurkan bila hasil tes fungsi hati meningkat tanpa penyebab yang jelas. Dokter biasanya akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes darah, dan USG hati. Pada kondisi tertentu, mungkin diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menilai apakah sudah terjadi peradangan atau kerusakan hati yang lebih lanjut.

Kabar baiknya, perlemakan hati sering kali dapat membaik dengan perubahan gaya hidup. Penanganan utama bukanlah obat khusus, melainkan memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Penurunan berat badan secara bertahap terbukti dapat mengurangi kadar lemak di hati. Mengurangi konsumsi minuman manis, makanan cepat saji, gorengan, dan karbohidrat berlebihan juga sangat membantu. Selain itu, olahraga rutin minimal 30 menit sebanyak 3–5 kali seminggu dapat memperbaiki kesehatan hati dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Bagi orang yang sudah mengalami perlemakan hati, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari. Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein sehat, dan air putih. Hindari kebiasaan begadang karena kualitas tidur juga berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Batasi konsumsi alkohol dan hindari penggunaan obat atau suplemen tanpa anjuran dokter karena beberapa zat dapat memperberat kerja hati. Jika memiliki diabetes atau kolesterol tinggi, usahakan penyakit tersebut terkontrol dengan baik karena sangat memengaruhi kondisi hati.

Pencegahan perlemakan hati sebenarnya dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga berat badan ideal, aktif bergerak, makan dengan pola seimbang, dan membatasi gula berlebih merupakan langkah sederhana namun sangat penting. Pemeriksaan kesehatan rutin juga membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum muncul kerusakan yang serius. Dengan gaya hidup yang lebih sehat, hati dapat tetap bekerja optimal dan risiko berbagai penyakit metabolik pun ikut menurun.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rendhy Wisnugroho Santoso, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Sirkumsisi (Khitan) Nyaman di RS Panti Rapih 5/5 (1)

Libur telah tiba, libur telah tiba.
Hore, hore, hore….

Ayah dan Bunda, musim libur sekolah sudah saatnya menyiapkan langkah terbaik untuk kesehatan dan masa depan untuk sang jagoan tercinta. Salah satu momen penting dalam perjalanan anak laki-laki adalah proses sirkumsisi atau sunat. Memilih tempat dan metode yang tepat adalah kunci agar proses ini berjalan lancar, minim trauma, dan pemulihan cepat.

Kabar baik untuk Sahabat Sehat Panti Rapih. Rumah Sakit Panti Rapih menghadirkan PAKET SIRKUMSISI spesial yang dirancang untuk memberikan pengalaman sunat yang nyaman, aman, dan tanpa rasa cemas.

Mengapa Memilih Paket Sirkumsisi RS Panti Rapih?

RS Panti Rapih berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Inilah keunggulan yang akan Ayah Bunda dapatkan dalam paket ini:

  1. Metode ElectroCautery – Teknik modern ini dikenal memberikan hasil minim nyeri dan proses cepat pulih. Anak bisa segera beraktivitas kembali setelah tindakan.
  2. Tanpa Rawat Inap – Proses dapat dilakukan secara one-day care (sehari selesai), sehingga anak tidak perlu menginap dan bisa langsung beristirahat di rumah.
  3. Ditangani Dokter Spesialis Bedah & Bedah Anak Berpengalaman – Tindakan dilakukan oleh dokter spesialis yang kompeten dan berpengalaman di bidang bedah dna bedha anak, menjamin keamanan dan hasil yang optimal.
  4. Layanan & Fasilitas yang Lengkap

Paket sudah mencakup pemeriksaan & konsultasi dokter awal, kontrol & ganti verban 1x, dan biaya jasa dokter/tenaga medis.
(Belum termasuk obat).

 

Harga Paket Sirkumsisi : Rp 1.500.000,-

Periode Paket : 22 Juni 2026 – 31 Agustus 2026

 

🎉 Dapatkan Bonus Spesial!

Sebagai bentuk apresiasi, setiap pengambilan Paket Sirkumsisi akan mendapatkan
Free Voucher Cafe Nutri Eatery RS Panti Rapih senilai Rp 100.000,-

*) Syarat dan ketentuan berlaku. Pastikan untuk menanyakan detailnya saat pendaftaran

 

Informasi & Pendaftaran

Jangan tunda lagi, Ayah Bunda! Ambil keputusan terbaik untuk buah hati Anda.

Lokasi: Lantai 4, Klinik Bedah Umum, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta

Telepon Pendaftaran: (0274) 514004, 514006

Sunat lancar, hati tenang, bonus mainan menanti.

Segera daftarkan putra Anda dan berikan hadiah kesehatan terbaik di RS Panti Rapih.

Mohon dapat memberikan rating

Tips Hilangkan Bau Mulut 5/5 (3)

Halitosis adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan bau tidak sedap yang berasal dari rongga mulut. Bau mulut dapat disebabkan oleh faktor intraoral (dalam rongga mulut) dan faktor ekstraoral (luar rongga mulut). Walaupun penyebab bau mulut sangat beragam, namun penyebab bau mulut paling  banyak  berasal  dari  rongga  mulut. Bau mulut dapat  dapat menjadi suatu masalah yang dapat memengaruhi kualitas hidup karena menurunkan kepercayaan diri dan terganggunya hubungan sosial penderita.

Bau mulut yang tidak sedap dapat disebabkan karena adanya Volatile Sulfur Compounds (VSCs). VSCs adalah senyawa sulfur hasil produksi bakteri anaerob di rongga mulut yang bersifat mudah menguap dan berbau tidak sedap.

Bau mulut atau halitosis dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu delusional halitosis  dan genuine halitosis.

Delusional Halitosis

  • Pseudohalitosis: Bau mulut semu, dimana pasien mengeluhkan adanya bau mulut namun tidak dirasakan oleh orang lain, dan secara klinis tidak ditemukan adanya bau mulut.
  • Halitophobia: Tingkatan yang lebih berat dari pseudohalitosis. Ini adalah rasa takut berlebihan atau fobia bahwa pasien memiliki bau mulut, meskipun sudah dinyatakan sehat oleh dokter.

Genuine Halitosis

  • Halitosis Fisiologis
    Halitosis fisiologis adalah bau mulut  yang bersifat sementara misalnya terjadi pada saat bangun tidur atau karena mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki aroma yang tajam misalnya bawang, durian, alkohol, dan kebiasaan  merokok.
  • Halitosis Patologis
    Penyebab halitosis patologis dibagi menjadi dua kategori yaitu disebabkan oleh faktor  intraoral dan faktor ekstraoral.

Penyebab Intraoral (Dalam rongga mulut)

Karang gigi (kalkulus) adalah plak bakteri yang mengalami mineralisasi dan mengeras, dapat menempel pada gigi, gusi dan gigi tiruan. Jika dibiarkan, kalkulus yang menumpuk dapat menyebabkan bau mulut karena hal- hal berikut:

Struktur Berpori sebagai “Rumah” Bakteri

Kalkulus memiliki struktur yang kasar dan berpori-pori sehingga bakteri dan sisa makanan mudah terperangkap dan sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi biasa. Bakteri tersebut akan melakukan proses pembusukan terhadap sisa makanan dan menghasilkan gas VSCs sehingga mengeluarkan aroma khas bau mulut yang tidak sedap.

Peradangan Jaringan Pendukung Gigi (Gingivitis & Periodontitis)

Kalkulus yang menumpuk mengiritasi jaringan pendukung gigi seperti gusi dan tulang sehingga menyebabkan peradangan.

Saku Gusi (Pocket)

Peradangan tersebut menyebabkan gusi lepas sedikit demi sedikit dari perlekatannya dengan gigi dan tulang, menciptakan saku dalam.

Nanah dan Darah

Saku gusi ini menjadi tempat bagi bakteri untuk berkembang biak, terjadi infeksi, menghasilkan nanah, dan menyebabkan gusi mudah berdarah. Hal ini juga berkontribusi besar pada bau mulut.

Faktor-faktor lain yang menyebabkan bau mulut adalah kebersihan rongga mulut yang  buruk, sariawan, Sindrom Sjorgen, gigi berlubang yang belum dirawat, area celah gigi yang besar sehingga terjadi penumpukan sisa makanan, gigi yang tidak sejajar, kematian saraf gigi, sisa akar gigi, tambalan gigi yang kurang baik, gigi palsu dan alat ortodontik yang tidak pas, serta infeksi jamur.

Penurunan produksi air liur akibat penyakit tertentu maupun efek samping obat-obatan dapat memicu kondisi mulut kering. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab munculnya bau mulut.

Penyebab Ekstraoral (Luar rongga mulut)

Bau mulut dapat dipicu oleh penyakit seperti diabetes mellitus, gangguan pencernaan, penyakit ginjal, infeksi saluran pernapasan, infeksi amandel, sinusitis, atau penyakit sistemik lainnya.

 

Pengobatan / Penanganan

Pemeriksaan dan Perawatan Rongga Mulut secara Menyeluruh

Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan dan perawatan pada gigi dan rongga mulut secara keseluruhan, antara lain:

  • Pembersihan Karang Gigi(Scaling root planing): Kalkulus tidak dapat di hilangkan hanya dengan sikat gigi dan obat kumur. Satu- satunya cara aman untuk membersihkannya adalah melalui prosedur scaling yang dilakukan secara profesional oleh dokter gigi. Dokter gigi akan membersihkan karang gigi baik yang menempel pada permukaan gigi, gusi, di bawah garis gusi, dan gigi tiruan dengan bantuan alat ultrasonik. Setelah itu dilanjutkan dengan prosedur penghalusan permukaan akar gigi.
  • Lapisan Lidah (Tongue Biofilm):Membersihkan tumpukan bakteri dan sisa makanan pada permukaan lidah.
  • Lubang Gigi:Melakukan restorasi pada gigi yang berlubang.
  • Retensi Makanan:Pembersihan sisa makanan yang terjebak di sela gigi yang luas atau gigi tidak rata.
  • Kematian saraf gigi (Nekrosis):Melakukan perawatan saluran akar atau pencabutan pada gigi yang telah mengalami kematian saraf.
  • Masalah pada Gigi Tiruan:Memperbaiki posisi kawat gigi atau gigi tiruan yang tidak pas sehingga mudah terselip kotoran dan sisa makanan.

 

Pembersihan Rongga Mulut

Penyebab halitosis yang paling umum adalah kebersihan rongga mulut yang buruk. Penting untuk menyikat gigi dan lidah secara teratur minimal 2 kali sehari pagi setelah sarapandan malam sebelum tidur. Pembersihan lidah dapat dilakukan dengan pengerok lidah (tongue scraper). Setelah itu dilanjutkan dengan penggunaan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan area sela- sela gigi agar bebas dari plak dan sisa makanan.

Obat Kumur

Konsultasi ke dokter gigi mengenai obat kumur yang secara klinis telah terbukti efektivitasnya melawan bakteri yang menyebabkan bau mulut.

Hindari Konsumsi Makanan dan Minuman Penyebab Bau Mulut

Beberapa makanan yang beraroma tajam, seperti bawang- bawangan dan rempah-rempah bisa meninggalkan bau tidak sedap di mulut, begitu juga dengan kopi dan minuman beralkohol. Oleh karena itu, hindarilah mengonsumsi makanan atau minuman tersebut. Bila ingin mengonsumsi makan dan minuman tersebut, segera berkumur atau sikat gigi setelahnya.

Konsumsi Makanan Berserat

Makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayuran dapat membantu menyegarkan mulut dan mengurangi bau tidak sedap. Selain merangsang produksi air liur, buah-buahan dan sayuran ini juga mengandung antioksidan yang dapat mengurangi bakteri di dalam mulut.

Berhenti Merokok

Selain karena bau dari asap rokok, bau mulut pada perokok juga disebabkan oleh bahan kimia di dalam rokok yang memudahkan terjadinya peradangan dan infeksi pada gigi dan gusi. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan mulut kering.

Tingkatkan Asupan Cairan

Bau mulut dapat disebabkan oleh kondisi mulut yang kering. Minumlah air putih sebanyak 8-10 gelas sehari, tujuannya untuk menjaga rongga mulut selalu basah dan metabolisme tubuh tetap stabil. Selain itu mengunyah permen karet bebas gula setelah makan dapat memicu air liur dalam proses self cleansing rongga mulut.

Bau mulut dapat diatasi dengan menghilangkan faktor penyebabnya serta meningkatkan kebersihan rongga mulut secara menyeluruh. Perlu diingat bahwa bau mulut juga dapat menjadi tanda adanya penyakit sistemik di dalam tubuh. Oleh karena itu, pemeriksaan yang komprehensif dan diagnosis yang akurat penting untuk menentukan penanganan bau mulut dengan tepat.

 

Artikel ditulis oleh :

drg. Lidya Restu Utami

(Dokter Gigi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Referensi:

Alzoman H. (2021). The association between periodontal diseases and halitosis among Saudi patients. Saudi Dent J. 33(1):34-38

Hounganian R. M., Alasmari O. N., Aldosari M.M,. Alghanemi N.M. (2023). Causes and Management of Halitosis: A Narrative Review. Cureus Journal of Medical Science. 15(8): e43742.

Kapoor, U., Sharma, G., Juneja, M., Nagpal, A. (2016). Halitosis: Current concepts on etiology, Diagnosis and Management. European Journal of Dentistry. 10(2):292-300.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Cara Mencegah dan Menghilangkan Bau Mulut., Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Halitosis (Bau Mulut). Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Newman, M., Elangovan, S., Dragan, I., Karan, A. K. (2022). Newman and Carranza’s Eseentials of Clinical Periodontology: An Integrated Study Compantion. Elsevier., Missouri. 67

Tungare, S., Zafar, N., Paranjpe, A. G. (2023). Halitosis. StatPearls Publishing LLC., Florida.

 

Informasi Pelayanan :
Klinik Gigi
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 514004, 514006, 521409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Suntik Botox Untuk Penyakit Saraf. Memang Bisa? 5/5 (3)

Sahabat Sehat, apakah pernah mendengar tentang botox? Saat ini, suntikan botox banyak digunakan untuk kecantikan. Tetapi, tahukah Sahabat Sehat bahwa awal mulanya botox lebih banyak digunakan untuk menangani berbagai penyakit daripada untuk kecantikan? Yuk, kita bahas!

Mengenal Botox

Botox, atau botulinum toxin, merupakan zat yang diekstrak dari bakteri Clostridium botulinum.  Bakteri ini pertama kali dikenal pada tahun 1700-an saat terjadi keracunan massal di Eropa dan Amerika Serikat, setelah banyak orang mengonsumsi makanan kaleng. Bakteri ini menyerang sistem saraf sehingga terjadi kelumpuhan otot di seluruh tubuh.

Namun, seiring perjalanan waktu, para peneliti menemukan bahwa zat racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum tersebut dapat diekstrak dan digunakan untuk menangani beberapa penyakit. Banyak penelitian dilakukan pada hewan uji coba hingga akhirnya botox dapat digunakan pada manusia.

Manfaat Botox pada Penyakit Saraf

Botox bekerja dengan cara mencegah kontraksi otot. Setelah disuntikkan, botox memerlukan durasi sekitar 1  minggu untuk dapat menunjukkan hasilnya. Suntikan botox bersifat lokal dan sementara, yang berarti botox hanya bekerja di area yang disuntik dan hanya bertahan selama beberapa bulan. Umumnya efek dari pemberian botox dapat bertahan selama 3 – 6 bulan. Apabila efek botox telah berkurang atau menghilang, pasien dapat menjalani proses penyuntikan botox ulang,

Pasien pascastroke yang menderita kekakuan (spastisitas) pada tangan dan kaki sering mengalami nyeri yang membuat pasien semakin sulit bergerak. Pemberian suntikan botox dapat dilakukan untuk mengurangi kekakuan tersebut, sehingga nyeri berkurang, otot menjadi lebih lentur, dan sekaligus dapat mempermudah proses fisioterapi.

 

Botox juga bermanfaat untuk berbagai penyakit gangguan gerak. Pernahkah Sahabat Sehat melihat seseorang yang mengalami “kedutan” atau kontraksi di satu sisi wajah? Kedutan tersebut muncul terus-menerus dan tidak bisa dihentikan. Kondisi ini disebut spasme hemifasial atau hemifacial spasm. Spasme hemifasial ini dapat dikurangi dengan menyuntikkan botox pada beberapa otot wajah. Selain itu, gangguan gerak lain seperti distonia dan tremor juga dapat berkurang setelah pemberian botox.

Pemberian suntikan botox harus dilakukan oleh dokter spesialis saraf. Setiap pasien memerlukan dosis yang berbeda dan lokasi penyuntikan yang berbeda pula. Dokter juga harus memantau efek samping dan respon pasca penyuntikkan.

Efek Samping Botox

Pemberian suntikan botox relatif aman dengan efek samping minimal. Efek samping yang paling sering muncul adalah rasa nyeri dan lebam di area penyuntikan. Suntikan botox yang dilakukan pada satu sisi wajah dapat memicu bentuk wajah yang tidak simetris. Kelemahan otot juga dapat muncul. Efek samping lain seperti infeksi dan reaksi alergi jarang terjadi.

Efek dari botox tidak permanen. Oleh karena itu, setiap efek samping yang muncul setelah penyuntikan juga tidak permanen. Apabila muncul wajah yang tidak simetris atau kelemahan otot pascasuntikan, setelah 3 – 6 bulan akan kembali seperti semula.

Botox tidak hanya digunakan untuk mempercantik wajah, tetapi juga dapat mengatasi berbagai penyakit, termasuk penyakit saraf. Jika Sahabat Sehat mengalami kekakuan otot, kontraksi atau gerakan otot yang tidak normal, berkonsultasilah dengan dokter spesialis saraf terlebih dahulu. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat yang memerlukan tindakan botox.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N, RPSGT

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

SERANGAN TIDUR MENDADAK? WASPADA NARKOLEPSI 5/5 (14)

Sahabat Sehat, pernahkah merasa sangat ngantuk sampai mendadak tertidur, padahal sedang ngobrol atau kerja? Atau, pernahkah merasa “lumpuh” beberapa detik, padahal sadar penuh? Kalau iya, itu bukan cuma capek biasa. Bisa jadi itu tanda narkolepsi loh!

Mengenal Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan neurologis kronis yang membuat otak tidak bisa mengatur siklus tidur-bangun dengan normal. Penderita narkolepsi bisa “masuk mode tidur” kapan saja dan dimana saja, bahkan saat mereka sedang beraktivitas. Kondisi ini bukan disebabkan oleh rasa malas atau kurang tidur, tetapi karena adanya gangguan pada sistem saraf yang disebut orexin. Kondisi ini cenderung lebih sering dialami oleh perempuan pada usia remaja atau dewasa muda.

 

Gejala Narkolepsi

Penderita narkolepsi memiliki beberapa gejala utama, yaitu :

  1. Excessive Daytime Sleepiness, rasa ngantuk yang sangat berat dan sulit untuk dilawan hingga dapat menimbulkan “serangan tidur mendadak”.
  2. Katapleksi, hilangnya kekuatan otot di seluruh tubuh secara mendadak hingga membuat penderitanya jatuh. Kondisi ini dapat muncul selama beberapa detik – menit. Biasanya katapleksi dipicu oleh peningkatan emosi, seperti tertawa terbahak-bahak, marah, atau sedih.
  3. Halusinasi hipnagogik, halusinasi yang muncul saat masa transisi antara tidur dan bangun. Orang Indonesia sering menyebut kondisi ini sebagai “tindihan”.

Oleh karena keluhan tersebut muncul sewaktu-waktu, kualitas hidup dan aktivitas dari penderitanya sangat terganggu. Sering kali penderita narkolepsi sulit bekerja, sulit berinteraksi sosial, dan bahkan mengalami kecelakaan. Stigma dari masyarakat juga semakin membuat penderita narkolepsi kesulitan dalam menjalani hidup sehari-hari.

 

 

Pemeriksaan dan Penanganan Narkolepsi

Pemeriksaan baku untuk mendeteksi narkolepsi secara pasti adalah PSG + MSLT, yaitu pemeriksaan polisomnografi yang dilanjutkan dengan pemeriksaan Multiple Sleep Latency Test. Pasien tidur selama satu malam di rumah sakit untuk diamati gelombang tidurnya. Kemudian, keesokan harinya, pasien akan diberikan serangkaian instruksi dan pemeriksaan untuk mendeteksi serangan tidur mendadak yang sesuai dengan kriteria narkolepsi.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter spesialis saraf baru dapat menegakkan diagnosis dengan pasti apakah pasien benar-benar mengalami narkolepsi atau tidak. Jika pasien memang mengalami narkolepsi, pasien harus menjalani pengobatan rutin dengan dokter spesialis saraf.

 

 

Narkolepsi yang tidak ditangani dapat membahayakan penderitanya. Jika Sahabat Sehat merasa memiliki gejala narkolepsi atau mengenal seseorang yang mengalami hal tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis saraf. Rumah Sakit Panti Rapih selalu siap mendampingi penderita narkolepsi.

 

 

Ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N, RPSGT

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

DERMATITIS ATOPIK No ratings yet.

Dermatitis atopik adalah suatu peradangan kulit kronik kambuhan, ditandai dengan rasa gatal, ruam merah dan kulit kering bersisik, seringkali muncul pada kulit lipatan tubuh. Kondisi ini berhubungan dengan kondisi atopik lainnya, seperti asma dan rhinitis alergi (bersin-bersin/pilek di pagi hari), baik pada diri sendiri maupun riwayat keluarga.

Penyebabnya adalah interaksi kompleks antara terganggunya sawar kulit yang disebabkan oleh kelainan genetis, gangguan pada sistem imun bawaan dan respon imunologik yang meningkat terhadap alergen. Hal ini menyebabkan gatal hebat, garukan, dan peradangan, dan dikenal sebagai siklus gatal-garuk. Bentuk paling ringan yang sering terjadi pada anak-anak adalah pityriasis alba (buras), yang ditandai dengan bercak putih, berbatas tidak jelas dengan sisik halus.

Foto : Atlas Dermatology, Fitzpatrick.

 

Dermatitis atopik memiliki banyak variasi penampilan dan sering terjadi di area permukaan lipatan tubuh, leher bagian depan dan samping, kelopak mata, dahi, wajah, pergelangan tangan, punggung kaki, dan tangan

Komplikasi yang dapat terjadi pada dermatitis atopik, adalah :

  1. Infeksi kulit (bakteri & virus) sekunder
  2. Neurodermatitis (kulit tebal bersisik) dan perubahan warna kulit
  3. Dermatitis kontak alergi/iritasi
  4. Gangguan tidur
  5. Kecemasan dan depresi

Perawatan kulit sehari-hari pada Dermatitis Atopik :

  1. Mandi 1-2X/hari dengan air hangat suam-suam kuku selama 5-10 mnt.
  2. Gunakan sabun bersifat hipoalergenik, non-iritan, mengandung pelembab, pH 5,5-6, jenis non-soap cleanser(syndet), serta tidak mengandung pewangi dan pewarna.
  3. Tidak disarankan menggunakan produk yang mengandung antiseptik saat mandi.
  4. Gunakan pelembab khusus kulit kering dan sensitif, 3 menit sehabis mandi.
  5. Gunakan tabir surya yang mengandung pelembab.
  6. Pakaian yang ringan, lembut, halus, tidak berbulu, menyerap keringat dan tidak ketat. Disarankan pakaian berbahan katun.
  7. Mencuci baju dengan deterjen cair, dibilas lebih lama dan hindari penambahan pelembut dan pewangi

Mengenali dan menghindari faktor pencetus, seperti :

  1. Mengenali dan menghindari bahan-bahanbersifat iritan dan alergen.
  2. Mengurangi pajanan terhadap tungau debu rumah, dengan rutin mengganti sprei dan membersihkan perabot rumah.
  3. Hindari mainan berbulu dan bulu hewan peliharaan.
  4. Hindari penggunaan desinfektan berlebihan.
  5. Mengelola dan mengantisipasi dengan baik bila sedang berkeringat banyak atau menghadapi perubahan suhu yang ekstrim (panas & dingin) dan perubahan musim/iklim.
  6. Polusi udara, berbagai alergen hirup dan asap rokok.
  7. Stres psikologik, gangguan tidur dan kebiasaan gatal-garuk.

Cara Memperbaiki dan Mempertahankan Sawar Kulit / Skin Barrier :

Penggunaan pelembap yang teratur untuk mengurangi peradangan, dan pemeliharaan saat kondisi baik sehingga mengurangi kekambuhan.

  1. Pelembab konvensional memiliki sifat oklusif, humektan, dan emolien.
  • Oklusif membentuk lapisan hidrofobik yang bisa mempertahankan kelembaban.
  • Humektan meningkatkan jumlah air yang dipertahankan membuat kulit lebih kenyal.
  • Emolien bersifat melubrikasi dan melembutkan kulit.
  1. Pelembab generasi baru memiliki bahan aktif tambahan untuk meringankan gejala Dermatitis Atopikringan dan sedang. Formula generasi baru ini, selain meningkatkan hidrasi juga memperbaiki dan menjaga fungsi sawar kulit serta mempunyai efek antiinflamasi dan antioksidan.
  2. Menghilangkan peradangan pada kulit dengan pemberian obat-obatan oleh dokter (topikal, fototerapi &/ sistemik).
  3. Mengendalikan dan meniadakan siklus gatal-garuk dengan obat antihistamin

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Radijanti Anggraheni, Sp.DVE, FINSDV

(Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, Estetika RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan :
Klinik Penyakit Kulit & Kelamin
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Penyakit Parkinson dalam Rangka World Parkinson Day 2026 5/5 (8)

Tubuh yang kaku, tangan yang tremor, dan gerakan yang melambat. Itulah kondisi yang sering kita jumpai pada pasien dengan Penyakit Parkinson. Tetapi, apa itu Penyakit Parkinson?

Apa itu Penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson, atau lebih dikenal dengan “buyutan”, adalah salah satu jenis penyakit yang terjadi pada sistem saraf. Kerusakan terjadi pada pusat koordinasi gerakan otot yang disebut ganglia basalis. Penyakit ini bersifat progresif, yang artinya semakin lama akan semakin memburuk.

Penyakit Parkinson tidak menular, namun cenderung lebih sering dijumpai pada usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, memiliki riwayat penyakit saraf lain seperti stroke dan benturan kepala berulang. Pada umumnya Penyakit Parkinson muncul pada usia 40-70 tahun, rata-rata di atas usia 55 tahun. Di Indonesia, diperkirakan 10 orang dari setiap tahunnya mengalami Penyakit Parkinson. Penderita Parkinson sampai saat ini sekitar 200.000-400.000 dan diperkirakan akan menyerang 876.665 orang di Indonesia dari total jumlah penduduk sebesar 238.452.952 (Sumber : Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Parkinson Indonesia, 2024).

 

 

Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson

Awal mula seseorang menderita Penyakit Parkinson sering kali tidak diketahui dengan tepat. Rata-rata penyakit Parkinson terdiagnosis pada usia 60 tahun. Namun, gejala Penyakit Parkinson mungkin sudah dimulai jauh sebelum seseorang terdiagnosis Penyakit Parkinson. Tahapan tersebut disebut dengan tahap pre-diagnosis, dimana pasien mengalami gejala-gejala tertentu yang tidak disadari hal itu merupakan bagian dari Penyakit Parkinson, antara lain: gangguan buang air, hipotensi dengan perubahan posisi tubuh dari duduk menjadi berdiri (hipotensi ortostatik), gangguan mata, gangguan penciuman, gangguan tidur, depresi dan gangguan fungsi luhur/kognitif.

Lama kelamaan, tanda dan gejala khas Penyakit Parkinson akan muncul yang disebut sebagai gejala motorik. Gejala motorik dari Penyakit Parkinson meliputi gerakan yang semakin melambat, gangguan keseimbangan, kekakuan pada tangan dan kaki, tremor, postur/posisi badan yang semakin membungkuk, gangguan menelan, dan ekspresi wajah yang semakin datar. Seluruh tanda dan gejala ini akan semakin memberat seiring waktu. Sering kali, pasien berobat ke dokter pada saat gejala motorik ini sudah dirasakan.

Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson

 

Penanganan Penyakit Parkinson

Hingga saat ini, belum ada obat atau alat yang bisa menyembuhkan Penyakit Parkinson sepenuhnya. Obat yang diberikan pada pasien dengan Penyakit Parkinson bertujuan untuk meringankan gejala dan memperlambat perburukan kondisi. Beberapa tindakan operasi dapat dilakukan pada pasien yang memenuhi kriteria. Oleh karena itu, pasien yang diduga mengalami Penyakit Parkinson harus memeriksakan diri ke dokter spesialis neurologi agar dapat memeroleh penanganan yang tepat.

Pasien dengan Penyakit Parkinson yang juga mengalami berbagai penyakit lain, seperti stroke, hipertensi, atau diabetes melitus, juga harus menjalani pengobatan untuk penyakit-penyakit tersebut. Apabila penyakit penyerta tidak ditangani dengan baik, maka Penyakit Parkinson akan lebih cepat memburuk.

Menghadapi Penyakit Parkinson bukanlah suatu hal yang mudah. Pasien dan keluarga pasien sering mengalami frustasi dan lelah menjalani pengobatan. Oleh karena itu, dukungan sosial dan kondisi mental yang stabil juga sangat dibutuhkan. Makan makanan dengan gizi seimbang serta olahraga rutin terbukti dapat membantu memperlambat perburukan Penyakit Parkinson. Fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi juga perlu dilakukan secara rutin. Kombinasi dari seluruh tindakan tersebut akan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan Penyakit Parkinson.

 

Menderita Penyakit Parkinson bukanlah akhir dari segalanya. Penderita penyakit ini tetap dapat bekerja, berkarya, dan beraktivitas dengan baik. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani para pasien dengan Penyakit Parkinson.

 

 

Artikel ditulis oleh


dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc, Sp.N, FAAN, DFIDN, MHPM

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurologi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Tips Nutrisi Sehat selama Bulan Puasa 5/5 (1)

Selama memasuki bulan puasa, tidak berarti tubuh menjadi tidak produktif. Dengan strategi yang tapat, bulan puasa justru menjadi momen untuk tetap menjadi bugar dengan pengaturan pola makan dan pemilihan nutrisi yang tepat.

Bagaimana pola makan yang tepat selama berpuasa?

Saat berpuasa, kita perlu memperhatikan asupan nutrisi yang tepat dengan gizi seimbang, yakni :

  • Nutrisi yang dimaksud adalah pemenuhan zat gizi seimbang berupa karbohidrat, serat, protein, dan lemak secukupnya, diutamakan dari lemak tidak jenuh. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi bagi tubuh, pilih karbohidrat kompleks  seperti nasi merah, gandum utuh, maupun oat, sehingga lebih lama dicerna oleh tubuh dan dapat menjaga kadar gula darah tidak melonjak secara drastis. Selain karbohidrat, cukupi kebutuhan protein hewani dan nabati secara seimbang. Yang termasuk dalam protein hewani adalah daging, ayam, telur, dan ikan, sedangkan yang termasuk protein nabati adalahtahu, tempe, dan kacang-kacangan. Serat diperoleh dari sayuran yang dikonsumsi, konsumsi serat dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Selain sayur, jangan lupa juga untuk konsumsi buah-buahan selama sahur dan berbuka. Buah-buahan mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah sakit selama menjalankan ibadah puasa. Buah-buahan seperti semangka, melon, jeruk, pir juga memiliki kadar air yang dapat membantu menyumbang hidrasi cairan dalam tubuh.
  • Pada saat sahur dan berbuka puasa, dapat diberikan makanan ringan yang bervariasi. Misalkan diawali dengan minum air putih serta berbuka dengan buah dengan manis alami, seperti kurma, apel, maupun pir.
  • Hindari mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang berlebihan, seperti goreng-gorengan yang mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh pada gorengan akan menyebabkan gangguan pada saluran cerna apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, terlebih dalam kondisi perut kosong seharian. Sedangkan lemaktak jenuh masih diperlukan oleh tubuh, lemak tak jenuh dapat diperoleh melalui minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, maupun dari protein hewani yang dikonsumsi (misalkan ikan salmon yang berlemak)
  • Hindari minum minuman tinggi kafein seperti kopi, teh, maupun coklat, karena akan menimbulkan efek diuretik yang memicu tubuh sering buang air kencing sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

 

Jika anda sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter Sahabat Sehat untuk pengaturan jadwal minum obat selama berpuasa.

Tetap jaga kesehatan dan selamat menunaikan ibadah puasa.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Yolenta Marganingsih

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Virus Nipah: Gejala, Cara Penularan, dan Langkah Pencegahannya 5/5 (1)

Belakangan ini, kewaspadaan terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular kembali meningkat di berbagai wilayah. Salah satu yang menjadi sorotan dunia kesehatan adalah Virus Nipah. Meski kasusnya jarang ditemukan, virus ini memiliki tingkat keparahan yang tinggi dan dapat menyebar melalui kontak erat. Edukasi yang tepat sangat penting agar kita tetap waspada tanpa harus panik berlebihan.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus zoonosis, artinya virus ini berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia. Pertama kali ditemukan di Asia Tenggara, virus ini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat hingga saat ini. Inang alami dari virus ini adalah kelelawar pemakan buah.

Bagaimana Virus Ini Menular?

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur utama:

Dari Kelelawar ke Manusia: Melalui konsumsi buah atau minuman (seperti air nira) yang telah terkontaminasi air liur, urin, atau kotoran kelelawar.

Melalui Inang Perantara (Babi): Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan babi yang sakit, mengolah daging mentah, atau mengonsumsi daging yang tidak dimasak hingga matang.

Antar Manusia: Penularan terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

Mengenali Gejala: Dari Flu hingga Gejala Berat

Gejala virus Nipah sering kali tidak khas pada tahap awal, sehingga terkadang sulit disadari.

1. Gejala Awal (Mirip Flu)

Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, nyeri tenggorokan, dan tubuh terasa lemas.

2. Gejala Berat

Jika infeksi memburuk, virus dapat menyerang organ vital seperti otak dan paru-paru:

  • Terjadi radang otak (meningoensefalitis).
  • Penurunan kesadaran, kejang, hingga sesak napas.
  • Kondisi ini memerlukan perawatan intensif di rumah sakit karena dapat menyebabkan kematian.

Diagnosis dan Pengobatan

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah. Penanganan yang dilakukan dokter bersifat perawatan suportif dan intensif untuk meredakan gejala yang muncul.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, melihat riwayat paparan, dan melakukan tes laboratorium khusus seperti PCR atau serologi. Sampel laboratorium tersebut nantinya dikirimkan ke Puslitbang BTDK di Jakarta untuk hasil yang akurat.

Langkah Pencegahan Mandiri

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Kebersihan Makanan: Selalu cuci dan kupas buah sebelum dimakan. Hindari buah yang tampak ada bekas gigitan hewan atau jatuh di tanah.
  • Masak Hingga Matang: Pastikan daging diolah sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Hindari Risiko: Jangan mengonsumsi minuman mentah yang berisiko terkontaminasi, seperti air nira.
  • Proteksi Diri: Rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan hindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Wujudkan Persalinan Minim Trauma, RS Panti Rapih Sukses Gelar Kelas Ibu “Hypnobirthing” 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 13 Februari 2026 – Dalam upaya memberikan edukasi kesehatan bagi ibu hamil di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, Rumah Sakit Panti Rapih sukses menyelenggarakan kegiatan Kelas Ibu Edisi 038. Acara yang bertajuk “Bersalin Aman dan Nyaman dengan Hypnobirthing” ini berlangsung pada Jumat pagi di Ruang Senam Hamil, Gedung Rawat Jalan Borromeus.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta ibu hamil yang didampingi oleh 8 orang pendamping (suami/keluarga). Kehadiran pendamping ini diharapkan dapat memberikan dukungan emosional yang optimal bagi ibu saat menghadapi proses persalinan nanti.

Kelas ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya untuk memberikan pemahaman menyeluruh baik dari sisi medis maupun teknik relaksasi:

  1. dr. Lusiana Irine, Sp.OG (Dokter Spesialis Obsgin RS Panti Rapih), yang memaparkan materi mengenai indikator persalinan yang aman dan nyaman dari sudut pandang medis.
  2. Maria Nita Anggraeni, A.Md.Keb (Bidan & Praktisi Hypnobirthing RS Panti Rapih), yang memandu sesi praktik hypnobirthing untuk membantu ibu mengelola rasa sakit dan kecemasan melalui teknik relaksasi dan afirmasi positif.

 

Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, para peserta juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas seperti:

  • Materi edukasi lengkap.
  • Konsumsi (snack dan minum).
  • Doorprize menarik bagi peserta yang aktif.
  • Voucher khusus dari Pigeon sebagai bentuk apresiasi bagi para ibu.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi tim Kebidanan dna Kandungan yang diusung oleh RS Panti Rapih melalui program RSSIB (Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi). Dengan adanya kelas ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus mendampingi para calon orang tua dalam mempersiapkan kelahiran buah hati dengan cara yang lebih tenang, minim trauma, dan penuh kebahagiaan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating