Sirkumsisi (Khitan) Nyaman di RS Panti Rapih 5/5 (1)

Libur telah tiba, libur telah tiba.
Hore, hore, hore….

Ayah dan Bunda, musim libur sekolah sudah saatnya menyiapkan langkah terbaik untuk kesehatan dan masa depan untuk sang jagoan tercinta. Salah satu momen penting dalam perjalanan anak laki-laki adalah proses sirkumsisi atau sunat. Memilih tempat dan metode yang tepat adalah kunci agar proses ini berjalan lancar, minim trauma, dan pemulihan cepat.

Kabar baik untuk Sahabat Sehat Panti Rapih. Rumah Sakit Panti Rapih menghadirkan PAKET SIRKUMSISI spesial yang dirancang untuk memberikan pengalaman sunat yang nyaman, aman, dan tanpa rasa cemas.

Mengapa Memilih Paket Sirkumsisi RS Panti Rapih?

RS Panti Rapih berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Inilah keunggulan yang akan Ayah Bunda dapatkan dalam paket ini:

  1. Metode ElectroCautery – Teknik modern ini dikenal memberikan hasil minim nyeri dan proses cepat pulih. Anak bisa segera beraktivitas kembali setelah tindakan.
  2. Tanpa Rawat Inap – Proses dapat dilakukan secara one-day care (sehari selesai), sehingga anak tidak perlu menginap dan bisa langsung beristirahat di rumah.
  3. Ditangani Dokter Spesialis Bedah & Bedah Anak Berpengalaman – Tindakan dilakukan oleh dokter spesialis yang kompeten dan berpengalaman di bidang bedah dna bedha anak, menjamin keamanan dan hasil yang optimal.
  4. Layanan & Fasilitas yang Lengkap

Paket sudah mencakup pemeriksaan & konsultasi dokter awal, kontrol & ganti verban 1x, dan biaya jasa dokter/tenaga medis.
(Belum termasuk obat).

 

Harga Paket Sirkumsisi : Rp 1.500.000,-

Periode Paket : 22 Juni 2026 – 31 Agustus 2026

 

🎉 Dapatkan Bonus Spesial!

Sebagai bentuk apresiasi, setiap pengambilan Paket Sirkumsisi akan mendapatkan
Free Voucher Cafe Nutri Eatery RS Panti Rapih senilai Rp 100.000,-

*) Syarat dan ketentuan berlaku. Pastikan untuk menanyakan detailnya saat pendaftaran

 

Informasi & Pendaftaran

Jangan tunda lagi, Ayah Bunda! Ambil keputusan terbaik untuk buah hati Anda.

Lokasi: Lantai 4, Klinik Bedah Umum, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta

Telepon Pendaftaran: (0274) 514004, 514006

Sunat lancar, hati tenang, bonus mainan menanti.

Segera daftarkan putra Anda dan berikan hadiah kesehatan terbaik di RS Panti Rapih.

Mohon dapat memberikan rating

Mengenali Tanda Keganasan pada Anak Sejak Dini 5/5 (3)

Kanker pada anak merupakan masalah kesehatan serius yang sering kali terlambat dikenali. Meskipun jumlah kasusnya lebih kecil dibandingkan kanker pada orang dewasa, kanker termasuk salah satu penyebab kematian utama pada anak usia sekolah dan remaja. Permasalahan terbesar di Indonesia adalah sebagian besar anak dengan kanker datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan dan kualitas hidup menjadi jauh lebih rendah. Padahal, banyak jenis kanker pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi apabila ditemukan dan ditangani sejak dini.

Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker pada anak tidak berkaitan dengan gaya hidup atau faktor perilaku. Penyebabnya sering kali tidak jelas dan gejalanya cenderung tidak khas. Anak, terutama usia kecil, juga belum mampu mengungkapkan keluhan secara baik. Oleh karena itu, peran orang tua, keluarga, guru, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan di lini depan menjadi sangat penting dalam mengenali tanda-tanda awal keganasan pada anak.

Secara umum, keganasan pada anak dapat diawali oleh keluhan yang tampak ringan dan sering disalahartikan sebagai penyakit infeksi biasa. Anak dapat mengalami demam berulang atau berkepanjangan (> 2 minggu) tanpa sebab yang jelas, tampak pucat, lemah, mudah lelah, dan kurang aktif dibandingkan biasanya. Penurunan nafsu makan dan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, keringat malam, serta nyeri tulang atau sendi yang menetap dan semakin memberat, khususnya bila mengganggu aktivitas berjalan, juga merupakan tanda yang perlu diwaspadai. Selain itu, perdarahan spontan seperti mimisan berulang, gusi berdarah, atau munculnya bintik merah pada kulit, serta pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri dan terus membesar (tidak mengecil setelah 4-6 minggu, ukuran >2.5 cm , keras tidak nyeri, terletak di daerah supraklavikula, dapat menjadi petunjuk adanya keganasan.

Beberapa jenis kanker anak memiliki tanda khas yang relatif mudah dikenali.

  • Leukemia, sebagai kanker tersering pada anak, sering ditandai dengan pucat, demam tanpa sebab jelas, perdarahan kulit atau mukosa, nyeri tulang hebat, serta pembesaran hati, limpa, atau testis.
  • Retinoblastoma, kanker mata pada anak, memiliki tanda khas berupa leukokoria, yaitu tampakan putih pada bagian hitam mata seperti mata kucing saat terkena cahaya, yang sering disadari pertama kali oleh orang tua. Retinablastoma juga berkaitan dengan faktor genetik.
  • Kanker tulang, terutama osteosarkoma, biasanya ditandai dengan nyeri tulang yang semakin berat pada malam hari, disertai pembengkakan lokal yang terasa hangat, bahkan dapat menyebabkan patah tulang setelah trauma ringan.
  • Neuroblastoma dapat muncul sebagai benjolan di perut, mata menonjol, atau lebam di sekitar mata tanpa riwayat cedera. Limfoma maligna sering menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau lipat paha yang tidak nyeri, disertai demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.
  • Karsinoma nasofaring pada anak dapat diawali dengan hidung tersumbat lama, mimisan berulang, gangguan pendengaran satu sisi, atau benjolan di leher.

Keganasan pada sistem saraf pusat dapat berupa tanda sakit kepala yang baru muncul terutama pada pagi hari atau hingga membangunkan anak dari tidur, disertai muntah, gangguan penglihatan, kelemahan anggota gerak, penurunan prestasi sekolah, dan perubahan perilaku yang progresif. Dari tanda tanda tersebut kewaspadaan terhadap gejala yang menetap, progresif, tidak sesuai usia, atau tidak respons terhadap pengobatan perlu segera dievaluasi untuk adaya keganasan oleh tenaga medis.

Deteksi dini kanker pada anak sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Data menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis merupakan penyebab utama tingginya angka kematian kanker anak di Indonesia. Bila kanker dikenali pada stadium dini dan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memadai, peluang hidup anak meningkat secara signifikan dan komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan

Sebagai penutup, penting untuk ditekankan bahwa kanker pada anak bukanlah penyakit yang selalu berakhir fatal. Kewaspadaan terhadap perubahan kondisi anak, terutama bila keluhan tidak membaik dengan pengobatan biasa, merupakan langkah awal yang sederhana namun sangat menentukan. Deteksi dini, rujukan tepat waktu, dan penanganan yang sesuai dapat menyelamatkan nyawa serta masa depan anak.

 

Sumber :

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pedoman Penemuan Dini Kanker pada Anak.2015

WHO. Childhood cancer. 2025. Diunduh dari : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children

Frias VL, Lopez MH, Garcia IC, Navas PI. How to suspect cancer in Primary Care.Pediatr Integral 2021; XXV (6): 283 – 295

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Christo Darius Junendytya, Sp. A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Ancaman “Superflu” pada Anak: Lebih dari Sekadar Flu Biasa! 4.2/5 (5)

Pernah mendengar istilah Superflu? Belakangan ini, istilah “superflu” menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua. Istilah ini merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh varian baru virus Influenza A subtipe H3N2, yaitu subclade K. Meskipun ada perubahan genetik dari virus H3N2 sebelumnya, data saat ini menunjukkan bahwa varian subclade K tidak lebih mematikan dari gejala sebelumnya. Namun, penyebarannya yang cepat tetap perlu kita waspadai. Pola penyebaran flu tahun ini di daerah tropis (termasuk Indonesia) menunjukkan bahwa aktivitas flu terjadi sepanjang tahun. Sejak September 2025, virus H3N2 mulai mendominasi dan menggeser jenis flu lainnya (H1N1).

Mengapa Anak Begitu Rentan?

Anak-anak menjadi sasaran empuk karena sistem kekebalan tubuh mereka belum memiliki “memori” kuat terhadap virus ini. Selain itu, lingkungan sekolah dan tempat bermain yang padat mempermudah virus ini berpindah inang.

Bagaimana Cara Penularannya?

Penularan H3N2 sama seperti flu pada umumnya, yaitu melalui:

  • Percikan (droplet): cairan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
  • Kontak fisik: bersamalam atau menyentuh tangan yang tekontaminasi virus.
  • Benda mati: memegang mainan, gagang pintu, atau peralatan makan yang terpapar virus, lalu anak menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Gejala yang Harus Orang Tua Kenali

Superflu H3N2 biasanya datang dengan “serangan mendadak”:

  • Demam tinggi: suhu tubuh bisa melonjak drastis hingga 39oC atau lebih dalam waktu singkat.
  • Nyeri tubuh hebat: anak akan mengeluh otot, sendi-sendi sakit atau badannya pegal (anak kecil biasanya menangis rewel).
  • Batuk kering, nyeri tenggorokan dan sesak: tenggorokan terasa nyeri serta gatal hingga susah menelan, batuk yang terdengar “dalam” dan mengganggu pernapasan.
  • Kelelahan ekstrem: anak tampak sangat lemas, lunglai, dan tidak mau makan atau bermain.
  • Gangguan perut: anak juga bisa mengeluh mual, muntah, atau diare.

Langkah Pencegahan

  • Vaksinasi: lakukan vaksinasi influenza tahunan. Ini adalah cara yang paling efektif.
  • Kebersihan tangan: ajarkan anak mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik.
  • Etika batuk: ajarkan anak menutup mulut dengan siku bagian dalam saat bersin/ batuk.
  • Gunakan masker: ajarkan anak (terutama usia > 5 tahun) menggunakan masker saat berada di tempat umum atau transportasi publik.
  • Jaga jarak: hindari kontak dengan orang yang sakit flu.
  • Nutrisi seimbang: perkuat daya tahan tubuh anak dengan makanan bergizi, minum dan istirahat yang cukup.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Sakit?

Jika anak menunjukkan gejala superflu, jangan panik. Lakukan langkah-langkah penanganan awal berikut:

  • Istirahat total: pastikan anak tidur cukup agar sistem imun bekerja maksimal
  • Cukupi cairan: berikan banyak minum ASI/susu, air putih, sup hangat, oralit atau jus buah (anak usia > 1 tahun) untuk mencegah dehidrasi akibat demam.
  • Obat penurun panas: berikan paracetamolsesuai dosis berat badan untuk meredakan demam dan nyeri.
  • Isolasi mandiri: batasi kontakanak yang sedang sakit dari saudara kandung atau teman agar tidak menular lebih luas.
  • Pantau gejala bahaya: segera bawa ke Rumah Sakit atau periksakan ke dokter bila anak mengalami dehidrasi (urin sedikit, malas minum dan tampak sangat lemas) serta sesak napas.

Superflu ini disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bermanfaat. Antibiotik hanya diberikan oleh dokter bila ada infeksi bakteri tambahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika demam tidak turun dalam 3 hari, bila ada tanda bahaya seperti di atas, atau jika anak memiliki riwayat asma atau penyakit kronis lainnya.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Menjaga Kesehatan Gigi Anak 5/5 (2)

Kesehatan gigi pada anak sangatlah penting dijaga sejak dini. Terkadang kita lengah dan menganggap gigi anak masih gigi susu, dan belum memerlukan perawatan. Apabila gigi anak tidak terawat dan menjadi rusak, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan gigi dan mulut serta dapat mempengaruhi kualitas hidup anak-anak diantaranya pengalaman akan nyeri, rasa tidak nyaman saat makan, gangguan tidur, juga risiko yang lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit. Selain itu juga dapat mempengaruhi nutrisi, pertumbuhan dan pertambahan berat badan anak.

Gigi pertama pada bayi biasanya muncul pada usia 6-8 bulan , gigi anak akan  terus tumbuh sampai ia berusia 3 tahun dan berjumlah 20 buah. Pada usia 6-7 tahun gigi permanen mulai tumbuh bergantian sesuai waktunya sampai usia sekitar 13-14 tahun. Oleh karena itu penting sekali untuk menjaga agar gigi susu tetap dalam kondisi sehat sampai waktunya tanggal. Fungsi gigi susu antara lain :

  1. Membantu pertumbuhan gigi permanen.

Gigi susu sebaiknya dipertahankan  selama mugkin sampai tiba waktunya untuk tanggal sendiri. Gigi susu akan memberikan ruang dan pedoman bagi gigi permanen yang akan tumbuh dibawahnya.

  1. Membantu proses pengunyahan pada anak.

Gigi yang sehat akan membantu anak dalam proses pengunyahaan yang baik sehingga kebutuhan akan nutrisi pada anak dapat terpenuhi dalam masa tumbuh kembangnya.

  1. Mempengaruhi perkembangan wajah dan otot rahang serta membantu anak untuk dapat berbicara dengan jelas.

Beberapa gangguan gigi dan mulut anak yang umum terjadi, diantaranya :

  1. Gigi berlubang/karies
  2. Radang gusi karena plak dan karang gigi
  3. Infeksi gigi karena gigi berlubang yang tidak segera rawat dapat menyebabkan infeksi
  4. Sariawan
  5. Gigi patah

Untuk menghindari hal tersebut, maka perlu kita jaga dengan baik kesehatan gigi anak-anak kita dengan beberapa cara,

  1. Pada usia bayi dan belum tumbuh gigi, gusi dan lidah bayi dapat dibersihkan menggunakan kassa diseluruh permukaan agar sisa ASI tidak menempel lama pada rongga mulut.
  2. Pada usia mulai tumbuh gigi susu bayi usia 6-8 bulan, dapat menggunakan kassa basah atau sikat gigi yang berbulu lembut.
  3. Mengenalkan kebiasaan menyikat gigi sedini mungkin agar anak tidak takut saat dibersihkan giginya.
  4. Menyikat gigi dapat dilakukan dua kali sehari yakni pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  5. Orangtua wajib mendapingi dan membantu anak dalam menyikat gigi sampai usia 7 tahun karena kemampuan motorik anak dibawah usai 7 tahun masih belum optimal sehingga apabila anak menyikat gigi sendiri akan kurang bersih.
  6. Kurangi pemberian makanan dan minuman manis pada anak karena dapat menyebabkan karies pada gigi anak
  7. Periksalah secara rutin dan berkala ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Menurut Stanford Children Health, kunjungan dokter gigi pertama direkomendasikan pada usia 12 bulan atau dalam 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh. Hal ini bertujuan untuk pemeriksaan gigi, rahang, gusi, dan jaringan lain yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi anak.

 

Peranan orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sangatlah penting. Kepedulian orang tua terhadap kesehatan gigi dan mulut anak dapat dilihat dari sikap dan perhatiannya terhadap kesehatan gigi anak. Kesehatan gigi anak merupakan salah satu tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan. Kerusakan gigi yang terjadi pada anak dapat menjadi salah satu peyebab terganggunya pertumbuhan gigi anak pada usia selanjutnya.

 

Artikel ditulis oleh :

drg. Agnes Tri Puspitasari 

(Dokter Gigi RS Panti Rapih Yogyakarta)

Referensi :

Malawat, R.,& Rosmalia, D. (2025). Perawatan Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang

Savitrie, E. (2022). Jaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini. Diakses pada tanggal 26 Agustus 2025, https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/765/jaga-kesehatan-gigi-anak-sejak-dini

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Tegaskan Komitmen Pendampingan Keluarga Melalui Kelas Ibu: Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak 5/5 (1)

Dalam rangka memperkuat peran serta rumah sakit dalam edukasi kesehatan keluarga, RS Panti Rapih kembali menyelenggarakan kegiatan “Kelas Ibu: Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak”, sebagai bagian dari program promotif dan preventif rumah sakit terhadap kesehatan anak sejak dini.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Departemen Ilmu Penyakit Anak dan Instalasi Pelayanan Gizi RS Panti Rapih, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, khususnya para ibu, dalam memahami serta mendeteksi potensi gangguan tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai narasumber utama, dr. Titin, dokter spesialis anak RS Panti Rapih, menyampaikan pentingnya pemahaman orang tua terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan.

“Tidak semua anak tumbuh dengan kecepatan yang sama. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting agar intervensi dapat dilakukan tepat waktu dan mencegah dampak jangka panjang dalam aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, serta perilaku anak,” ujar dr. Titin.

Dalam kegiatan ini, peserta juga memperoleh materi edukatif bertajuk “Gizi Optimal untuk Tumbuh Kembang Anak”, yang disampaikan oleh Maria Dora dan Bangkit Enggartyono, ahli gizi RS Panti Rapih. Materi ini menekankan pentingnya asupan nutrisi yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak, termasuk informasi tentang penyusunan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan seimbang.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih menegaskan komitmennya dalam mendampingi keluarga secara holistik, tidak hanya pada aspek kuratif, tetapi juga melalui penguatan pengetahuan masyarakat demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Sumber berita lain ;

Koran Kedaulatan Rakyat, 20 Juni 2025

 

Informasi lebih lanjut terkait layanan kesehatan anak dan edukasi keluarga, silakan menghubungi:

Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit

(0274) 563333 ext 341 (Senin – Jumat, pk 08.00 -15.00 WIB)

Mohon dapat memberikan rating

Orang Tua wajib Tahu : Pemicu Asma pada Anak 5/5 (1)

Asma merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang sering  dijumpai pada anak. Jika tidak ditangani dengan baik asma dapat menurunkan kualitas hidup anak, membatasi aktivitas sehari hari , mengganggu tidur, meningkatkan absensi sekolah dan menyebabkan prestasi akademik di sekolah menurun.

Penyakit asma adalah penyakit saluran respiratori (saluran pernapasan ) yang menyebabkan inflamasi / peradangan kronis yang mengakibatkan  terjadinya obstruksi/penyumbatan dan hiperreaktivitas saluran respiratori dengan derajat yang bervariasi ( bisa ringan, sedang dan sampai dengan berat ).

Gejala klinis asma dapat berupa batuk, wheezing / mengi, sesak napas, dada tertekan yang timbul secara kronis (gejala menetap dalam jangka waktu yang lama ) atau berulang, dapat membaik dengan sendirinya atau segera membaik dengan obat pereda, dan cenderung memberat pada malam atau dini hari, yang biasanya timbul jika ada pencetus.

Karakteristik  yang mengarah ke asma dapat diingat dengan mudah yaitu ENTAR (Episodik, Nokturnal, Triger, Atopi, Reversibel)

  • Gejala timbul secara Episodikatau berulang  ( seperti batuk berulang/ hilang timbul)
  • Variabilitas yaitu intensitas gejala bervariasi dari waktu ke waktu, bahkan dapat terjadi perubahan gejala dalam 24 jam. Biasanya gejala lebih berat dan paling mengganggu pada malam hari ( Nokturnal)
  • Timbul bila ada faktor pencetus (Triger)
  • Faktor Iritan : asap rokok, asap bakaran sampah, asap obat nyamuk,suhu dingin, udara kering, makanan minuman dingin, penyedap rasa, pengawet makanan, pewarna makanan.
  • Alegen : debu, tungau debu rumah, rontokan bulu hewan, serbuk sari bunga.
  • Infeksi saluran pernapasan akut karena virus, salesma, common cold, flu,  rhinofaringitis akut
  • Aktivitas fisik : berlarian, berteriak, menangis, atau tertawa berlebihan.
  • Adanya Riwayat alergi pada pasien atau keluarganya  (Riwayat Atopi)
  • Reversibel yaitu gejala dapat membaik secara spontan atau dengan pemberian  obat pereda asma

 

Langkah Langkah yang perlu diperhatikan untuk mencegah serangan asma

  • Perhatikan dan amati pemicu serangan asma pada anak
  • Alergen :

kenali dan hindari alergen seperti debu, tunga debu dengan tidak menggunakan atau menyimpan barang berbulu di kamar anak, seperti boneka, karpet, selimut berbulu, serta mencuci sprei, selimut secara rutin dan membersihkan ruangan dari debu sercara rutin.

Hindari bulu hewan dengan tidak memelihara hewan berbulu di dalam rumah

Hindari makanan yang menyebabkan alergi makanan pada anak

  • Iritan

Hindari paparan dari polusi udara seperti asap rokok, baik secara langsung  maupun tidak langsung, asap bakaran sampah atau bahan kimia lain, dan  biasakan anak untuk menggunakan masker saat ada paparan.

  • Udara dingin

Saat udara dingin, lindungi hidung dan mulut anak dengan masker atau kain, dan berikan baju hangat, saat tidur malam jaga kehangatan suhu kamar.

  • Vaksinasi :

Lakukan vaksinasi influenza dan pneumonia sesuai rekomedasi untuk mengurangi risiko terjadi infeksi pernapasan yang dapat memicu asma pada anak.

 

  • Mengelola Gejala :
  • Gunakan obat asma sesuai dengan petunjuk dokter untuk mengontrol gejala dan mencegah serangan asma
  • Gunakan inhaler/ nebulizer untuk memberikan obat pada anak sesuai anjuran dokter, pada saat serangan atau sebagai pengendali serangan asma pada anak, serta konsultasikan ke dokter secara rutin supaya asma dapat terkendali dengan baik

 

Dengan mengenali gejala,  melakukan  beberapa langkah pencegahan dan mengelola gejala dengan benar, diharapkan gejala klinis asma dapat berkurang dan mencegah timbulnya episode gejala di masa mendatang.

Salam hidup sehat.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Maria Rulina, Sp. A, M.Sc

(Dokters Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi : Pedoman Nasional ASMA ANAK edisi ke 3 2022. UKK Respirologi IDAI

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kenali Pentingnya Vaksin MMR untuk Mencegah Gondongan No ratings yet.

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) merupakan salah satu vaksin yang sangat penting untuk melindungi tubuh dari tiga penyakit menular serius: campak, rubella, dan gondongan. Gondongan, yang dikenal juga dengan istilah mumps, adalah infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar ludah. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti radang testis (orchitis), gangguan pendengaran, hingga masalah kesuburan.

Dengan vaksin MMR, tidak hanya diri sendiri yang terlindungi, tetapi juga orang-orang di sekitar Anda, terutama mereka yang rentan seperti bayi, anak-anak, dan orang dewasa dengan risiko tinggi.

 

Manfaat Vaksin MMR untuk Gondongan

Untuk Anak-anak

  1. Mencegah pembengkakan kelenjar ludah
    Gejala gondongan yang mengganggu, seperti pembengkakan pada wajah, dapat dicegah sehingga anak tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
  2. Mengurangi risiko komplikasi serius
    Gondongan dapat menyebabkan komplikasi seperti radang testis (orchitis) pada anak laki-laki, yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.
  3. Melindungi sejak dini
    Anak yang divaksinasi memiliki perlindungan optimal dari penyakit menular ini.

Untuk Dewasa

  1. Mencegah komplikasi kesuburan
    Gondongan pada pria dewasa dapat menyebabkan radang testis, yang berpotensi memengaruhi kesuburan.
  2. Mengurangi risiko gangguan pendengaran
    Infeksi gondongan yang parah dapat memengaruhi fungsi pendengaran.
  3. Mencegah penyebaran penyakit
    Orang dewasa yang tervaksinasi membantu melindungi lingkungan, terutama anak-anak dan orang dengan imunitas rendah.

Jadwal Vaksinasi MMR

Anak-anak

  • Dosis pertama: Usia 15–18 bulan
  • Dosis kedua: Usia 5–7 tahun
    (Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia – IDAI)

Dewasa

  • Vaksinasi MMR dianjurkan untuk orang dewasa yang belum mendapatkan dua dosis vaksin lengkap atau belum pernah menderita gondongan sebelumnya.

Siapa yang Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin MMR?

  1. Orang dengan reaksi alergi serius terhadap salah satu komponen vaksin.
  2. Wanita hamil (vaksinasi dapat dilakukan setelah melahirkan).

Lindungi kesehatan Anda dan keluarga dengan vaksinasi MMR. Cegah gondongan dan komplikasi serius lainnya sejak dini.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

 

Informasi Pendaftaran dan Klinik Vaksinasi

Klinik Vaksin Dewasa Non-Covid

Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

  • WhatsApp: +62 811-2945-893
  • Telepon: (0274) 514004, 514006, 521409 ext 1125

Klinik Tumbuh Kembang

Lantai 3, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

  • WhatsApp: +62 811-2848-446
  • Telepon: (0274) 563333 ext 1205

Pendaftaran 24 Jam

  • Telepon: (0274) 514004 / 514006
  • Aplikasi: PantiRapihKU (tersedia di Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD): Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya No ratings yet.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue, yang terdiri dari empat serotipe: Virus Dengue tipe 1, 2, 3, dan 4. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak di genangan air jernih (clear) bukan air bersih (clean) seperti yang terdapat di sekitar lingkungan rumah. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara pencegahan agar dapat menghindari penyebaran penyakit ini.

Penyebaran Virus Dengue dan Peran Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes Aegypti cenderung bertelur di tempat-tempat yang memiliki genangan air jernih dan tidak terkelola dengan baik. Musim penghujan menjadi periode yang ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak, karena hujan membawa suhu yang hangat dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan larva nyamuk.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari adanya genangan air yang tidak terjaga di sekitar rumah. Pastikan tidak ada wadah-wadah yang dapat menampung air hujan yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu digalakkan untuk mengurangi tempat-tempat berkembang biak nyamuk.

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Manusia

Setelah terinfeksi virus Dengue melalui gigitan nyamuk, seseorang dapat mengalami berbagai gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat terjadi:

  1. Tidak sakit
  2. Demam ringanyang berlangsung sekitar 5 hari.
  3. Demam Dengue yaitupenurunan jumlah trombosit darah.
  4. Demam Berdarah Dengue (DBD)yaitu penurunan trombosit dan peningkatan kekentalan darah.
  5. Dengue Shock Syndrome (DSS)yaitu kondisi DBD yang menyebabkan syok dan dapat berisiko fatal.

Tanda Peringatan DBD:

Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan DBD agar segera mendapatkan perawatan medis. Beberapa gejala peringatan yang harus diwaspadai antara lain:

  • Nyeri pada ulu hati.
  • Mual dan muntah yang hebat dan berulang-ulang.
  • Kesulitan untuk minum atau makan.

Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda peringatan tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan klinis dan laboratorium yang diperlukan.

Pencegahan dan Pengendalian DBD

Morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) akibat penyakit Demam Berdarah Dengue masih cukup tinggi, sehingga pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus Dengue:

  • Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Rutin membersihkan dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk seperti ember, bak mandi, dan botol bekas yang dapat menampung air.
  • Vaksinasi: Saat ini sudah tersedia vaksinasi untuk pencegahan DBD yang dapat membantu melindungi individu dari infeksi virus Dengue. Vaksin ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang lebih luas yang perlu didukung dengan PSN secara rutin.

Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga

Selain menjaga kebersihan lingkungan, penting untuk melakukan vaksinasi sebagai bagian dari langkah pencegahan. Vaksinasi DBD dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko infeksi virus Dengue. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan keluarga, serta mendukung program vaksinasi untuk melindungi diri dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Dengan memahami cara penyebaran dan pencegahan Demam Berdarah Dengue, kita dapat mengambil langkah yang lebih bijak untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

 

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING No ratings yet.

Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa terpenting dalam kehidupan anak. Periode emas yang dikenal sebagai HPK (seribu hari pertama kehidupan) ini dimulai saat konsepsi atau pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan asupan gizi pada periode ini menyebabkan stunting.

Stunting, menurut WHO (2015), adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, yaitu panjang/ tinggi badan menurut usia kurang dari -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO. Tidak semua balita (bawah lima tahun) pendek itu stunting, namun anak stunting itu pasti pendek, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak. Stunting memiliki dampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktivitasnya, serta terhadap daya saing bangsa. Dampak stunting jangka pendek antara lain terganggunya perkembangan otak, kecerdasarn berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Dampak stunting jangka panjang antara lain menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan penyakit jantung pada usia tua.

Cara mencegah stunting pada baduta antara lain: (1) memantau dan deteksi dini adanya gangguan tumbuh kembang; (2) memastikan baduta mendapat asupan nutrisi yang adekuat dan optimal; (3) mengenali tanda bahaya penyakit “red flag” sebagai penyebab stunting. Pemantauan pertumbuhan baduta dilakukan dengan: (1) menimbang berat badan setiap bulan; (2) mengukur panjang badan setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 3 bulan pada usia 1-2 tahun; (3) mengukur lingkar kepala setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 2 bulan pada usia 1-2 tahun. Pemantauan perkembangan baduta dilakukan setiap 3 bulan pada usia 0-12 bulan dan setiap 6 bulan pada usia 1-2 tahun.

Pertumbuhan dikatakan normal apabila arah garis pertumbuhan sesuai atau mengikuti arah garis baku. Deteksi dini gangguan pertumbuhan adalah dengan mengenali arah garis pertumbuhan yang menjauhi median. Apabila tren pertumbuhan menjauhi garis median, maka intervensi gizi dan mengenali “red flag” perlu dilakukan. Perkembangan dinilai dalam 4 aspek, yaitu: personal sosial dan kemandirian, motorik kasar, motorik halus, serta bahasa. Deteksi dini penyimpangan perkembangan meliputi penilaian milestone (tahap perkembangan) dan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Pada bayi yang lahir prematur, penilaian pertumbuhan dan perkembangan dilakukan berdasarkan usia koreksi hingga 2 tahun. Berikut adalah “red flag” perkembangan secara umum:

  • Usia 2 bulan : belum mengikuti objek di depannya
  • Usia 3 bulan : belum mengoceh
  • Usia 9-10 bulan : belum duduk sendiri tanpa bantuan
  • Usia 16 bulan : belum berdiri sendiri tanpa bantuan
  • Usia 18 bulan : belum jalan sendiri tanpa bantuan
  • Usia 18 bulan : belum ada 1 kata bermakna
  • Usia 3 tahun : belum bisa bermain peran/ role play

Pemenuhan asupan nutrisi baduta dimulai saat lahir yaitu dengan menerapkan IMD (inisiasi menyusu dini), dilanjutkan dengan pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif hingga anak berusia 6 bulan, lalu diteruskan dengan MPASI yang sehat dan bergizi. ASI dapat diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih. Imunisasi rutin perlu diberikan supaya anak terlindungi dari berbagai macam penyakit infeksi.

Stunting selalu diawali dengan kenaikan berat badan yang kurang (weight faltering). Kondisi weight faltering ini dapat disebabkan oleh: (1) asupan kalori yang tidak adekuat, seperti pada pemberian ASI yang kurang atau perlekatan tidak efektif, kebiasaan makan yang buruk, gangguan oromotor, dll; (2) masalah penyerapan nutrisi seperti anemia karena kekurangan zat besi, alergi susu sapi, dll; (3) metabolisme yang meningkat seperti pada infeksi tuberkulosis, infeksi saluran kencing, kelainan jantung bawaan, dll. Penyebab potensial perlambatan pertumbuhan tersebut yang harus segera diidentifikasi oleh dokter anak supaya tidak berlanjut menjadi stunting (malnutrisi kronik).

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Matasari, M.Sc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi:

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Stunting. Jakarta. 2022.

WHO. 2014. Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/149019/WHO_NMH_NHD_14.3_eng.pdf?sequence=1 (diakses pada 23 Juni 2024)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Flu Singapura ( Hand, Foot, and Mouth Disease / HFMD) 5/5 (2)

Flu Singapura adalah penyakit yang sering mengenai anak anak,  terutama di usia 1-5 th  yang disebabkan oleh virus, atau dalam medis disebut  Hand, foot, and mouth disease (HFMD), penyakit tangan kaki mulut. Virus ini dari golongan  Enterovirus dan  paling sering adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).

Gejala HFMD

  • HFMD umumnya diawali dengan demam dalam 24-48 jam , tetapi beberapa kasus tidak disertai dengan demam.
  • nyeri tenggorokan/ menelan dan sering kali pada anak yang lebih kecil ditandai dengan adanya air liur yang berlebihan dan sulit makan.
  • Bintik bintik merah di rongga mulut atau langit langit mulut bagian belakang
  • Kemerahan ditelapak tangan dan telapak kaki, dan bisa juga ditemui hingga tungkai, lengan, pantat dan di sekitar kemaluan, yang pada umumnya muncul di hari ke 3- 6.
  • Orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh baik mungkin saja terinfeksi virus HFMD namun tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimtomatik), atau menunjukkan gejala ringan. Keluhan yang seringkali muncul dari HFMD setelah beberapa minggu fase akut adalah lepasnya kuku jari tangan dan kaki atau dapat  berupa kulit yang mengelupas pada ujung jari tangan dan kaki, kelainan  ini bersifat sementara dan akan membaik kembali

 

Penularan HFMD

Penyakit ini mudah sekali menular. Penderita HFMD dapat menyebarkan virus melalui sekret/cairan hidung (ingus), tenggorokan (ludah, dahak), lesi kulit yang pecah, dan dari kotorannya. Penyebaran ini mudah terjadi bila terdapat kontak erat dengan penderita (berbicara, memeluk, mencium), melalui udara (bersin, batuk), kontak dengan kotoran pasien, dan kontak dengan objek atau permukaan yang tercemar oleh virus HFMD (memegang gagang pintu, permukaan meja, mainan, perabotan yang tercemar virus tersebut, dll). Penderita HFMD umumnya sangat menularkan virus pada minggu pertama sakit, beberapa kasus masih bisa menularkan virus beberapa hari atau minggu setelah gejala atau tanda infeksi menghilang.

Pengobatan dan Pencegahan

Tidak ada pengobatan khusus untuk HFMD, pengobatan bersifat simptomatik untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkannya. Obat yang dengan kandungan Parasetamol dapat diberikan untuk mengatasi demam dan nyeri. Kompres hangat dan pemberian minum yang lebih sering juga membantu menurunkan demam anak. Pada anak yang lebih besar, diberikan obat kumur untuk mengurangi nyeri akibat luka di mulut dan dapat diberikan multivitamin, saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah HFMD, sehingga  perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dipraktekkan untuk mencegah penularan.

HFMD umumnya dapat sembuh dalam 7-10 hari. Dengan perawatan yang tepat, anak akan segera pulih dan kembali beraktivitas. Bila kondisi anak tampak sakit berat atau kondisi yang meragukan, segeralah untuk dibawa  periksa.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Maria Rulina Yudi Artanti, MSc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

REFERENSI
IDAI. Hand, foot, and mouth disease (HFMD). 2016.

 

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating