DERMATITIS ATOPIK No ratings yet.

Dermatitis atopik adalah suatu peradangan kulit kronik kambuhan, ditandai dengan rasa gatal, ruam merah dan kulit kering bersisik, seringkali muncul pada kulit lipatan tubuh. Kondisi ini berhubungan dengan kondisi atopik lainnya, seperti asma dan rhinitis alergi (bersin-bersin/pilek di pagi hari), baik pada diri sendiri maupun riwayat keluarga.

Penyebabnya adalah interaksi kompleks antara terganggunya sawar kulit yang disebabkan oleh kelainan genetis, gangguan pada sistem imun bawaan dan respon imunologik yang meningkat terhadap alergen. Hal ini menyebabkan gatal hebat, garukan, dan peradangan, dan dikenal sebagai siklus gatal-garuk. Bentuk paling ringan yang sering terjadi pada anak-anak adalah pityriasis alba (buras), yang ditandai dengan bercak putih, berbatas tidak jelas dengan sisik halus.

Foto : Atlas Dermatology, Fitzpatrick.

 

Dermatitis atopik memiliki banyak variasi penampilan dan sering terjadi di area permukaan lipatan tubuh, leher bagian depan dan samping, kelopak mata, dahi, wajah, pergelangan tangan, punggung kaki, dan tangan

Komplikasi yang dapat terjadi pada dermatitis atopik, adalah :

  1. Infeksi kulit (bakteri & virus) sekunder
  2. Neurodermatitis (kulit tebal bersisik) dan perubahan warna kulit
  3. Dermatitis kontak alergi/iritasi
  4. Gangguan tidur
  5. Kecemasan dan depresi

Perawatan kulit sehari-hari pada Dermatitis Atopik :

  1. Mandi 1-2X/hari dengan air hangat suam-suam kuku selama 5-10 mnt.
  2. Gunakan sabun bersifat hipoalergenik, non-iritan, mengandung pelembab, pH 5,5-6, jenis non-soap cleanser(syndet), serta tidak mengandung pewangi dan pewarna.
  3. Tidak disarankan menggunakan produk yang mengandung antiseptik saat mandi.
  4. Gunakan pelembab khusus kulit kering dan sensitif, 3 menit sehabis mandi.
  5. Gunakan tabir surya yang mengandung pelembab.
  6. Pakaian yang ringan, lembut, halus, tidak berbulu, menyerap keringat dan tidak ketat. Disarankan pakaian berbahan katun.
  7. Mencuci baju dengan deterjen cair, dibilas lebih lama dan hindari penambahan pelembut dan pewangi

Mengenali dan menghindari faktor pencetus, seperti :

  1. Mengenali dan menghindari bahan-bahanbersifat iritan dan alergen.
  2. Mengurangi pajanan terhadap tungau debu rumah, dengan rutin mengganti sprei dan membersihkan perabot rumah.
  3. Hindari mainan berbulu dan bulu hewan peliharaan.
  4. Hindari penggunaan desinfektan berlebihan.
  5. Mengelola dan mengantisipasi dengan baik bila sedang berkeringat banyak atau menghadapi perubahan suhu yang ekstrim (panas & dingin) dan perubahan musim/iklim.
  6. Polusi udara, berbagai alergen hirup dan asap rokok.
  7. Stres psikologik, gangguan tidur dan kebiasaan gatal-garuk.

Cara Memperbaiki dan Mempertahankan Sawar Kulit / Skin Barrier :

Penggunaan pelembap yang teratur untuk mengurangi peradangan, dan pemeliharaan saat kondisi baik sehingga mengurangi kekambuhan.

  1. Pelembab konvensional memiliki sifat oklusif, humektan, dan emolien.
  • Oklusif membentuk lapisan hidrofobik yang bisa mempertahankan kelembaban.
  • Humektan meningkatkan jumlah air yang dipertahankan membuat kulit lebih kenyal.
  • Emolien bersifat melubrikasi dan melembutkan kulit.
  1. Pelembab generasi baru memiliki bahan aktif tambahan untuk meringankan gejala Dermatitis Atopikringan dan sedang. Formula generasi baru ini, selain meningkatkan hidrasi juga memperbaiki dan menjaga fungsi sawar kulit serta mempunyai efek antiinflamasi dan antioksidan.
  2. Menghilangkan peradangan pada kulit dengan pemberian obat-obatan oleh dokter (topikal, fototerapi &/ sistemik).
  3. Mengendalikan dan meniadakan siklus gatal-garuk dengan obat antihistamin

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Radijanti Anggraheni, Sp.DVE, FINSDV

(Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, Estetika RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan :
Klinik Penyakit Kulit & Kelamin
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Kusta: Penyakit yang Bisa Disembuhkan, Bukan Kutukan 5/5 (1)

Kusta, juga dikenal sebagai lepra, adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyerang kulit, selaput lendir dan syaraf tepi, serta menyebabkan kerusakan permanen/kecacatan jika tidak ditangani. Lebih lanjut dapat menyebabkan masalah kompleks, baik medis, psikologis, sosial dan budaya.

Gejala

  1. Bercak kulit yang tidak biasa (pucat atau gelap)
  2. Mati rasa atau kehilangan sensasi pada kulit
  3. Pembesaran dan kerusakan saraf, menyebabkan rasa nyeri dan kelemahan otot
  4. Benjolan-benjolan nyeri di bawah kulit
  5. Kesulitan berjalan atau menggunakan tangan
  6. Penglihatan kabur atau kebutaan (jika tidak ditangani)

Penularan

Penularan dapat terjadi dengan adanya kontak erat/interaksi yang sangat lama dan sering, dengan penderita yang tidak diobati, dengan cara :

  1. Penularan melalui kontak langsung kulit ke kulit luka penderita yang belum mendapatkan pengobatan.
  2. Penularan melalui udara (droplet) saat berbicara, batuk atau bersin.
  3. Faktor resiko yang berperan adalah cara penularan, varian genetik dalam hal kerentanan, kelemahan sistem imun, keganasan kuman, dan kondisi sosial ekonomi.

Pengobatan

  1. Antibiotik Multi Drug Therapy (rifampisin, dapsone, dan clofazimine).
  2. Pengobatan awal dapat mencegah kerusakan permanen
  3. Perawatan di rumah sakit bila terjadi reaksi kusta yang berat.

Pencegahan

  1. Menghindari kontak langsung dengan penderita yang belum mendapatkan pengobatan
  2. Mencuci tangan secara teratur
  3. Menggunakan masker saat berinteraksi dengan penderita
  4. Deteksi dini dan pengobatan cepat

Fakta Penting

  1. Kusta tidak menular melalui sentuhan biasa.
  2. Pengobatan tepat waktu sesuai aturan minum obat dapat menyembuhkan penyakit.
  3. Kusta bukanlah penyakit kutukan atau hukuman.

Jadi, mari hapus stigma dan hilangkan diskriminasi pada penderita kusta.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Radijanti Anggraheni, Sp. D.V.E

(Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Sumber:

– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

– Centers for Disease Control and Prev9ention (CDC)

– Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

 

Informasi lebih lanjut :
Klinik Penyakit Kulit & Kelamin
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

Pendaftaran 24 jam :
Telepon : 0274 – 514004/514006
Aplikasi PnatiRapihKu (download di Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Penyakit Kulit & Kelamin dan Estetika Kulit: Kenali Perbedaannya untuk Perawatan yang Tepat 5/5 (1)

Klinik Penyakit Kulit & Kelamin dan Klinik Kulit Estetika Lucia merupakan layanan klinik yang ditangani oleh dokter SpDVE (Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi dan Estetika) yang memiliki kompetensi untuk menangani penyakit pada kulit, kuku, rambut, kelamin dan estetika.

Klinik Penyakit Kulit dan Kelamin

Menangani berbagai masalah, seperti:

  1. Kulit
  2. Penyakit Kelamin
  3. Rambut dan Kuku

yang disebabkan oleh infeksi (jamur, bakteri, virus, parasit), alergi (kontak, makanan dll), eksim & biduran, penyakit autoimun (psoriasis, penyakit bulosa, dll), keloid, peny menular seksual (kencing nanah, sifilis, kutil kelamin, dll), jerawat, kutil kulit, kerontokan/kebotakan dan tanda lahir, serta keganasan pada kulit.

 

Klinik Estetika Lucia

Menangani berbagai masalah yang berhubungan dengan penampilan kulit, seperti:

  1. Jerawat dan bekasnya
  2. Flek
  3. Aging (kerut halus, kulit kering dan kusam dll)
  4. Kulit kasar, kusam dan pori besar
  5. Stretchmark
  6. Menghilangkan tatto dan tanda lahir
  7. Rambut rontok dan kebotakan
  8. Menghilangkan kutil
  9. Jaringan parut/keloid

Tersedia prosedur estetika dengan berbagai metode dan tindakan dengan/tanpa PRP.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Radijanti Anggraheni, Sp. D.V.E

(Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi & Estetika RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kenali dan Atasi Alergi No ratings yet.

Alergi adalah suatu reaksi tubuh terhadap sesuatu yang normalnya tidak berbahaya seperti pollen, debu atau bulu binatang. Gejalanya bisa ringan, namun untuk sebagian orang dapat menjadi sangat serius.

 

Berbagai penyebab alergi

Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi, disebut sebagai alergen.

Berbagai alergen yang sering adalah :

  • Serbuk sari pohon dan rumput (hay fever)
  • Tungau debu rumah
  • Makanan, seperti kacang-kacangan, susu dan telur ( alergi makanan)
  • Bulu binatang, terutama binatang piaraan seperti anjing dan kucing
  • Sengatan serangga, seperti gigitan lebah dan tawon
  • Obat-obat tertentu
  • Lateks atau bahan yang sebelumnya kontak dengan kulit

Gejala Alergi

Gejala dari reaksi alergi meliputi :

  • Hidung mèlèr atau bersin-bersin
  • Rasa sakit atau nyeri di sekitar pipi, mata, atau dahi
  • Batuk, mengi atau sesak napas
  • Kulit gatal atau timbul ruam (bentol-bentol)
  • Diare
  • Merasa sakit/tidak enak badan
  • Bengkak di kelopak mata, bibir, mulut atau tenggorokan

 

Segera ke RS bila :

  • Mengalami ruam kulit yang meliputi kulit gatal, merah, bengkak, melepuh atau mengelupas
  • Mengi
  • Merasa sesak di dada atau tenggorokan
  • Kesulitan bernapas atau berbicara
  • Mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan mulai membengkak

 

Anda mungkin mengalami reaksi alergi yang serius (anafilaksis) dan mungkin memerlukan perawatan segera di rumah sakit.

 

Cara mendeteksi penyebab alergi

Tes yang bisa dilakukan meliputi :

  • Skin prick test (uji tes tusuk) atau skin patch test (uji tes tempel) – di mana sejumlah kecil alergen diletakkan di kulit untuk melihat apakah terjadi reaksi.
  • Pemeriksaan darah – untuk mengetahui alergen yang mungkin menjadi penyebab munculnya gejala
  • Menghindari jenis makanan tertentu atau makan lebih sedikit makanan yang mungkin membuat Anda alergi, untuk melihat apakah gejala Anda membaik

 

Cara mengatasi alergi

Penanganan untuk alergi meliputi :

  • Sedapat mungkin menghindari hal-hal yang menyebabkan alergi, yang sudah dikenali.
  • Obat untuk reaksi alergi ringan seperti antihistamin, tablet steroid dan krim steroid
  • Obat-obatan darurat yang disebut injektor otomatis adrenalin, seperti EpiPen, untuk reaksi alergi yang parah. Biasanya untuk orang – orang yang beresiko mengalami reaksi alergi berat (anafilaktik)
  • Desensitisasi (imunoterapi) untuk reaksi alergi yang parah – dengan hati-hati dilakukan pemaparan terhadap alergen yang secara spesifik menimbulkan alergi dari waktu ke waktu, sehingga tubuh secara bertahap terbiasa dengannya dan tidak bereaksi terlalu buruk (ini hanya boleh dilakukan oleh profesional medis)
  • Dokter akan memberi Anda rencana penanganan alergi yang akan menjelaskan cara mengelola alergi.

 

Pencegahan

Mencegah reaksi alergi tergantung pada jenis alergi yang dimiliki. Langkah-langkah umum termasuk yang berikut:

  • Hindari pemicu yang diketahui. Bahkan jika Anda sedang mengobati gejala alergi Anda, cobalah untuk menghindari pemicunya. Jika, misalnya, Anda alergi serbuk sari, tetaplah di dalam dengan jendela dan pintu tertutup saat serbuk sari tinggi. Jika Anda alergi terhadap tungau debu, sering-seringlah menyedot debu dan menyedot debu.
  • Menyimpan buku harian. Saat mencoba mengidentifikasi apa yang menyebabkan atau memperburuk gejala alergi Anda, lacak aktivitas Anda dan apa yang Anda makan, kapan gejala muncul dan apa yang tampaknya membantu. Ini dapat membantu Anda dan penyedia Anda mengidentifikasi pemicu.
  • Kenakan gelang peringatan medis. Jika Anda mengalami reaksi alergi yang parah, gelang (atau kalung) peringatan medis memberi tahu orang lain bahwa Anda memiliki alergi serius jika Anda memiliki reaksi dan Anda tidak dapat berkomunikasi.

 

di tulis oleh :
dr. Radijanti Anggraheni, Sp. KK
Dokter Spesialis Kulit RS Panti Rapih Yogyakarta

Sumber :
NHS & MayoClinic

Informasi Pelayanan : 
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Nutrisi dan Kesehatan Kulit No ratings yet.

Memiliki kulit yang sehat, bersih, tidak keriput, kencang adalah keinginan banyak orang. Salah satu permasalahan kulit yang sering dijumpai adalah penuaan pada kulit atau skin aging. Penuaan pada kulit adalah suatu proses alami dan kompleks yang disebabkan oleh dua hal yaitu faktor intrinsik (chronological aging) dan faktor ekstrinsik (photoaging). Chronological aging muncul seiring bertambahnya usia, sedangkan photoaging dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti radiasi sinar UV (ultraviolet), polusi, dan asap rokok. Radiasi sinar UV yang berlebihan dapat memicu terbentuknya stres oksidatif yang menyebabkan terjadinya photoaging. Nutrisi adalah salah satu faktor yang diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit. Nutrisi yang tidak optimal dapat merusak skin barrier.

Pola makan tinggi lemak berkaitan dengan berbagai macam penyakit seperti obesitas, diabetes, fatty liver dan penuaan pada kulit. Diet tinggi lemak memicu stres oksidatif dan peradangan di kulit yang dapat menyebabkan penuaan pada kulit. Selain diet tinggi lemak, diet tinggi gula dan makanan yang dibakar dapat mempercepat penuaan kulit. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan nutrisi dan pola makan yang buruk termasuk penyebab utama penuaan pada kulit. Sehingga diet atau pola makan yang seimbang penting untuk memperlambat penuaan pada kulit.

Cara yang paling efektif untuk memperbaiki kondisi kulit dan mencegah atau memperlambat penuaan pada kulit adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi esensial kulit secara eksternal maupun internal (melalui konsumsi makanan yang bervariasi). Berikut adalah beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan kulit:

  1. Cairan

Kulit yang sehat membutuhkan hidrasi yang baik. Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi, penuaan, dan peradangan pada kulit. Studi penelitian menganjurkan konsumsi cairan lebih dari 2 liter atau 8 gelas per hari untuk memberikan hidrasi yang baik pada kulit. Namun kita perlu membatasi konsumsi cairan yang mengandung terlalu banyak gula, lebih dianjurkan minuman tanpa atau minim gula.

  1. Makronutrien(karbohidrat, protein dan lemak)

Konsumsi protein, karbohidrat dan lemak yang cukup diperlukan untuk pembentukan sel kulit. Asupan protein yang memadai diperlukan untuk menjaga pembaharuan dan perbaikan jaringan kulit.

  1. Vitamin

Beberapa vitamin yang dibutuhkan untuk kesehatan kulit adalah vitamin A, C dan E. Vitamin-vitamin ini berperan sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari oksidasi dan menjaga keseimbangan kulit. Contoh makanan sumber vitamin A adalah ubi jalar, wortel, bayam, telur, pepaya. Vitamin C dapat ditemukan di aneka macam jeruk, jambu biji brokoli, stroberi, tomat, cabai dan yang lainnya. Vitamin E dapat diperoleh dari kacang-kacangan, biji bunga matahari dan minyak sayur (minyak biji bunga matahari, minyak jagung, minyak kacang, minyak kelapa sawit, minyak zaitun, minyak canola).

  1. Zink

Zink merupakan mineral esensial yang diperlukan dalam perkembangan sel kulit, sebagai antioksidan, dan dapat menstabilkan membran sel kulit. Contoh makanan sumber zink adalah ikan, ayam, daging merah, seafood, kacang-kacangan, produk susu, biji bunga matahari, biji labu kuning.

  1. Tembaga

Tembaga sebagai mineral yang mampu meningkatkan elastisitas kulit, mengurangi garis halus di wajah dan membantu penyembuhan luka. Contoh makanan sumber mineral tembaga adalah seafood, kacang-kacangan, biji-bijian, cokelat hitam/dark chocolate.

  1. Selenium

Selenium juga berperan sebagai antioksidan. Kekurangan selenium dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap radiasi sinar ultraviolet. Contoh makanan sumber selenium adalah seafood, telur, produk susu, brokoli, bawang putih, bawang bombay, kacang-kacangan, jamur.

Antioksidan diperlukan untuk mengeliminasi radikal bebas dan mengurangi kerusakan pada kulit, selain itu juga berperan dalam pencegahan penuaan dan perawatan pada kulit.

Kunci nutrisi untuk kesehatan kulit adalah dengan konsumsi makanan yang seimbang, kaya antioksidan, vitamin dan mineral serta cukup cairan. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan makan makanan yang beraneka ragam (ada sumber karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah, dengan jenis yang bervariasi). Untuk mendapatkan asupan antioksidan yang memadai, maka disarankan paling tidak mengkonsumsi 3 porsi sayuran (1 porsi = 100 gram atau setara 1 mangkok/gelas) dan 2 porsi buah setiap harinya. Pola makan yang sehat dan bergizi seimbang dapat bermanfaat bagi penampilan kulit, memperlambat proses penuaan dan menurunkan resiko kanker kulit.

 

(Catatan: gambar di atas bisa disertakan untuk contoh gizi seimbang)

Daftar Pustaka:

  • British Dietetic Association. Skin Health: Food Fact Sheet. [Diakses 14 Januari 2023]. Diakses dari bda.uk.com/resource/skin-health.html
  • Cao, C., dkk. 2020. Diet and Skin Aging – From The Perspective of Food and Nutrition. Nutrients 2020, 12, 870.
  • Michalak, M., dkk. 2021. Bioactive Compounds for Skin Health: A Review. Nutrients 2021, 13, 203.
  • Park, K. 2015. Role of Micronutrients in Skin Health and Function. Biomol Ther 23(3), 207-217 (2015).

 

Artikel ini ditulis oleh :

Dessy Natalia C., S.Gz.

(Ahli Gizi RS Panti Rapih)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Gizi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Ahli Gizi untuk Dewasa – Senin s/d Sabtu, pk 10.00 – 13.00 WIB
dr. Noviani, Sp. GK – Senin s/d Rabu, pk 09.00 – 13.00 WIB

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Kusta Bukan Penyakit Kutukan 5/5 (5)

Hari Kusta Sedunia diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit kusta, dan sebagai ajang untuk menyerukan diakhirinya stigma dan diskriminasi terkait orang yang menderita kusta. Pada saat mendengar kusta biasanya akan langsung terbayang dengan hal – hal yang mengerikan.

Mengenal Penyakit Kusta

Kusta adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang tidak hanya mempengaruhi kulit namun juga sistem saraf, mata dan hidung. Seorang yang menderita kusta akan mengalami mati rasa di kulit, termasuk kehilangan kemampuan merasakan suhu, sentuhan, tekanan, atau rasa sakit, lalu terjadi perubahan warna pada kulit yaitu seperti warna pucat dan penebalan kulit. Penyakit kusta terbagi menjadi 2 jenis yaitu kusta kering (PB:Pausi Basiler/kuman sedikit) dan kusta basah (MB: MultiBasiler/kuman banyak).

Apakah penyakit kusta atau lepra bisa disembuhkan?

Namun tidak perlu khawatir, dikutip dari perdoski.id, walaupun penyakit ini dianggap menakutkan, nyatanya penyakit ini diapat disembuhkan secara tuntas, yaitu dengan pemberian obat-obatan kombinasi antibiotik ( beberapa jenis antibiotik) atau biasa disebut dengan multi drug treatment.

Kemasan MDT ini sudah tersandar dan diatur sedemikian rupa jenis dan cara minumnya, disetiap blister bulanannya. Tdpt 2 jenis kemasan MDT, yang pertama adalah lepra basah (Multi basiler) dan kedua lepra kering (Pausibasiler)

Dikutip dari kemkes.go.id, dijelaskan bahwa setelah WHO merekomendasikan pengobatan kusta dengan regimen Multi Drug Therapy (MDT), negara-negara di dunia yang melaksanakan program pemberantasan dengan pengobatan MDT mencapai hasil yang memuaskan. Lebih dari 10 juta penderita telah disembuhkan dan lebih 1 juta penderita  diselamatkan dari kecacatan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengobatan kusta ini adalah : 

  1. Terdapat beberapa jenis kusta/ lepra, dan perbedaan jenis kusta atau lepra ini juga turt mempengaruhi lamanya pengobatan. Kuncinya adalah disiplin minum obat, karena obat kusta harus diminum rutin, umumnya dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun hingga 2 tahun.
  2. Obat kusta ini gratis, yang artinya obat yang terdiri dari kombinasi antibiotik ini diberikan secara gratis di puskesmas dan RS Pemerintah tertentu.
  3. Jika penderita kusta tidak disiplin minum obat, maka akan membuat bakteri penyebab penyakit kusta menjadi lebih kuat dan kebal terhadap pengobatan antibiotik yang sekarang dan selanjutnya. Maka hal tersebut akan membuat gejala kusta yang dirasakan akan makin parah dan berat karena bakteri yang terus berkembang biak dalam tubuh.

Maka, jangan ragu untuk periksa apabila ada penderita yang mengalami gejala seperti yang disebutkan tadi, karena keterlambatan deteksi kusta ini bisa menyebabkan kecacatan pada penderita, baik yang sementara, maupun selamanya.

 

Artikel ini ditulis oleh:
dr. I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra

(Dokter Umum  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Penyakit Kulit
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu (sesuai dengan jadwal praktek dokter)

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (5)

Mohon dapat memberikan rating

Acne (Jerawat) No ratings yet.

Jerawat adalah suatu peradangan kronis dari kantung kelenjar minyak dengan penyebab multifaktor. Beberapa hal yang diduga turut berperan, terdiri atas faktor intrinsik (genetik, ras, hormonal) dan faktor ekstrinsik (stres, iklim/suhu/kelembaban, kosmetik, diet dan obat-obatan).

Beberapa mekanisme yang paling berpengaruh pada timbulnya jerawat adalah:
– Peningkatan produksi minyak
– Sumbatan di muara saluran kelenjar oleh penumpukan kulit ari
– Kolonisasi mikroflora P. Acnes
– Proses peradangan

Wujud jerawat yang muncul banyak dapat bermacam-macam dan terjadi di area kulit yang mengandung banyak kelenjar minyak seperti wajah, leher, dada, punggung, bahu dan lengan atas.

Secara sederhana, masalah jerawat dibagi menjadi dua kondisi utama, yaitu:
– Tanpa peradangan, ditandai dengan bentuk komedo tertutup dan terbuka
– Dengan peradangan, dapat muncul dalam bentuk papul, pustul, nodul & kista

Selanjutnya bila jerawat sudah reda, maka masalah yang muncul adalah hiperpigmentasi dan parut jerawat (dapat berupa lubang atau penebalan). Terapi yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan dapat berupa obat oles, obat telan atau keduanya.

Beberapa terapi penyerta yang disarankan, adalah:
1. Acne peeling, bertujuan untuk mengeringkan jerawat dan menghilangkan bekas jerawat, dengan melakukan pengolesan suatu bahan aktif yaitu, asam salisilat
2. Light therapy, bertujuan untuk mengendalikan koloni P. Acnes, memperbaiki gangguan fungsi kelenjar minyak dan mengatasi peradangan
3. Perawatan kulit yang tepat, yaitu:
– Membersihkan wajah dengan lembut
– Menggunakan pelembab yang sesuai
– Memilih produk perawatan dan kosmetik yang non komedogenik
– Tidak melakukan perawatan facial selama kondisi jerawat masih meradang
4. Suplemen antioksidan

Terapi pada parut jerawat:
1. Obat oles /topikal, dikombinasi dengan salah satu di bawah ini
2. Microneedling
3. Chemical peeling / Mikrodermabrasi
4. Laser Fractional CO2
5. Subsisi

Terapi pada hiperpigmentasi:
1. Chemical / Acne Peeling
2. Laser Fractional NdYAG3
3. Mikrodermabrasi

Jika Anda mengalami masalah Jerawat silakan konsultasi ke Klinik Estetika Lucia. Klinik ini menyediakan layanan konsultasi dokter, berbagai tindakan medis seperti chemical peeling, mikrodermabrasi, laser, microneedling, yang akan direkomendasikan oleh dokter Sp.KK sesuai dengan kebutuhan tiap pasien.

Link terkait: https://pantirapih.or.id/klinikestetika/

Informasi Pelayanan : 
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Solusi Alergi 5/5 (1)

Gejala urtikaria biasanya terlihat bentol, kemerahan dan rasa gatal. Bila penyebabnya diketahui, misalnya dari makanan (susu, telur, ikan laut, kacang-kacangan) berarti harus menghindari makanan tersebut.

Salah satu pengobatan yang dianjurkan adalah pemberian obat antihistamin. Alergi sering dianggap sepele karena tidak menimbulkan kematian seperti penyakit infeksi. Padahal jika terus dibiarkan, alergi bisa bertambah parah. Alergi yang terus menerus dibiarkan akan menjadi kronik dan dapat menurunkan kualitas hidup sehingga mengganggu produktivitas kerja.

Faktor genetik alergi diturunkan dari riwayat orang tua. Jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka tingkat risiko anak menderita alergi adalah 60-70%. Bila hanya salah satu orang tua yang menderita alergi, risiko alergi pada anak menjadi 30-40%. Jika kedua orang tua tidak menderita alergi, tetap ada kemungkinan seseorang menderita alergi, yang bisa muncul ketika ia masih anak-anak atau setelah dewasa.

Jenis alergi yang satu ini biasanya muncul akibat faktor lingkungan. Misalnya akibat reaksi hipersensitif terhadap tungau debu rumah, atau bulu binatang. Salah satu pemicu alergi yang paling sulit dihindari adalah tungau debu rumah. Di dalam rumah banyak terdapat alergen tungau, jamur, maupun serpihan kulit binatang. Alergen inilah yang merangsang tubuh memproduksi Imunoglobulin E (IgE). Sejenis protein spesifik yang bersifat memerangi alergen. Timbulnya gejala alergi bukan hanya dipengaruhi alergen atau pemicu alergi, melainkan juga oleh faktor pencetus lain yang bersifat fisik maupun psikis, misalnya stres. Keadaan tertekan dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga memicu timbulnya beragam penyakit yang sebelumnya sudah ada dalam tubuh, termasuk penyakit alergi.

Selama ini, tes alergi yang umum dilakukan adalah tes tusuk kulit (skin prick test), tes kulit di lakukan bagian lengan bawah dengan cara Solusi Alergi memasukkan alergen melalui jarum khusus. Cara lain tes alergi adalah tes tempel (patch test), tes di bagian kulit punggung dengan cara menempelkan plester khusus. Hasil tes biasanya sudah bisa terbaca setelah 48 jam, dan bisa diketahui apa saja yang menjadi penyebab alergi. Selama menjalani tes tempel ini, pasien dianjurkan untuk sementara waktu tidak membasuh tubuh dengan air dan menghindari aktivitas yang mengundang produksi keringat, agar bahan-bahan tes tidak menghilang dari plester.

 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telp 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)
Atau dapat juga menggunakan Telemedicine (Konsultasi Dokter Online)

Mohon dapat memberikan rating

Tiada Kusta di Antara Kita 5/5 (2)

Penyakit Kusta ( Lepra / Morbus Hansen ) adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh basil Mycobacterium leprae.  Awalnya menyerang di kulit, saraf tepi,  selaput lendir mulut, hidung, mata kemudian menyebar ke organ lain. Penyakit ini mirip dengan penyakit TBC karena adanya nodul inflamasi (granuloma) di kulit dan saraf tepi.  Penyebaran ke orang lain memerlukan waktu yang lama dan timbulnya gejala pada tahap awal kadang juga seperti penyakit kulit yang lain, menganggap seperti panu atau hipopigmentasi  kulit biasa, sehingga kadang kita abai dan menyepelekan gejala awal yang timbul dan tidak menyadari bahwa ada kusta di antara kita.  Jika segera dikenali dan diobati, penyakit kusta bisa segera sembuh dan baik dan resiko kecacatan bisa dihindari.

Penyebaran kusta melalui droplet /percikan cairan liur-lendir dari batuk dan bersin serta bersentuhan dengan kulit yang luka pada pasien yang terinfeksi kusta dalam jangka waktu yang lama, Kusta akan lebih menular jika ada gangguan di sistem kekebalan kita. Faktanya kusta tidak mudah menular jika tubuh dan kulit kita selalu terjaga kesehatannya, tidak hanya dengan sekali berjabat tangan, memeluk, memakai bekas alat yang dipakainya dll. Karena perlu waktu lama itu, maka mari kita kenali, cegah dan berobat secara dini.

 

Kenali Gejala Kusta

Pada awalnya gejala Kusta tak menunjukkan keluhan apa-apa dan tidak terlihat jelas ujud kelainan kulitnya. Biasanya menyadari gejala setelah berjalan bertahun-tahun.

Adapun gejala yang timbul :

  • Mati rasa di area kulit ditandai hilangnya merasakan suhu panas dan dingin, sentuhan, tekanan sampai rasa sakit / luka pada area tersebut
  • Timbul bercak-bercak lesi kulit pucat / berwarna lebih terang biasanya lebih dari 1 area dan menebal, tidak gatal, tidak bersisik dan terjadi dalam jangka waktu yang lama, kadang dikaburkan dengan penyakit kulit panu/ tinea versicolor yang timbul putih di satu tempat, gatal dan bersisik atau kelainan kulit
  • Kulit tidak berkeringat di area tersebut (anhidrosis)
  • Adanya kelemahan otot kaki dan tangan
  • Hilangnya bulu pada alis dan bulu mata
  • Mata terasa kering sehingga jarang berkedip
  • JIka terjadi gangguan di selaput lendir yang lama di hidung (sering hidung tersumbat, mimisan) dan rasa sakit yang hilang, lama-kelamaan tulang hidung akan rapuh dan hilang.
  • JIka terjadi gangguan saraf tepi (rasa sakit yang hilang) dan melemahnya otot terutama di tangan dan kaki, luka yang perlahan-lahan menjadi serius bisa menyebabkan kehilangan ruas jari pada tangan dan kakinya.

Gejala kusta berdasarkan tingkat keparahannya:

  1. Intermediate leprosy
  2. Tuberculoid leprosy
  3. Boderline tuberculois leprosy
  4. Mid-boderline leprosy
  5. Boderline lepromatous leprosy
  6. Lepromateus leprosy

 

Pencegahan Penyakit Kusta 

  1. Kenali dan pahami, dengan sering membaca literasi tentang menjaga agar tubuh tetap sehat sekarang dan selamanya seperti topik bulan ini, penyakit Kusta
  2. Perilaku hidup bersih dan sehat, baik kebersihan pribadi dan lingkungan, patuhi Protokol Kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, ditempat yang ventilasi terbuka dan menghindari kerumunan
  3. Stamina tubuh yang prima, makan minum sehat bergizi seimbang, aktivitas olahraga rutin dan istirahat yang cukup
  4. Deteksi dini dan medical check up rutin untuk memastikan tidak adanya penyakit kusta
  5. Minum obat rutin sesuai petunjuk dokter agar cepat sembuh, tidak cacat dan tidak menularkan kepada orang lain
  6. Bersatu untuk martabat, bersama terlibat mencegah stigma dan diskrimasi terhadap pasien dan keluarga penderita kusta, bersahabat membantu pencegahan dan pengobatan agar pasien semakin cepat sembuh dan penularannya semakin sedikit dan kita semakin bebas dari penyakit kusta

 

Kapan Harus Pergi ke dokter?

  • Jika ditemukan gejala-gejala yang sudah dipaparkan di atas
  • Melakukan deteksi dini dengan MCU / Medical Check Up secara umum atau dengan dokter spesialis kulit jika memiliki faktor resiko, seperti kontak lama dengan pasien kusta atau TBC, adanya gangguan kekebalan tubuh / autoimun, tinggal atau bekerja di area yang kumuh dan sanitasi tak baik
  • Dokter akan memeriksa dari anamnesa, pemeriksaan fisik berdasarkan banyaknya lesi kulit dan gangguan saraf tepi yang terganggu serta pemeriksaan penunjang bakteriologis mycobacterium. Memberikan pengobatan dini berdasarkan jenis dan lamanya sakit agar cepat sembuh dan tidak menimbulkan kecacatan

Lakukan Medical Check Up untuk memeriksa adanya penyakit Kusta setiap tahun sekali bersamaan dengan hari Kusta, minggu terakhir setiap bulan Januari agar Tiada Kusta diantara kita.

 

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

Informasi Pelayanan :
Klinik Kulit
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Mohon dapat memberikan rating

PRP (Platelet-Rich Plasma) di Klinik Estetika Lucia RS Panti Rapih No ratings yet.

PRP (Platelet-Rich Plasma) merupakan plasma darah yang kaya akan platelet, yang selanjutnya menghasilkan faktor pertumbuhan secara aktif selama proses regenerasi jaringan. Manfaat yang didapatkan adalah pembentukan kolagen baru dan pembuluh darah, memperbaiki dan meregenerasi kulit yang rusak, serta memperlambat dan mengurangi tanda-tanda penuaan kulit.
PRP merupakan prosedur yang aman & sederhana, karena diproses dari darah pasien sendiri, tidak ada resiko penularan penyakit dan reaksi alergi.
PRP digunakan sebagai pelengkap pada tindakan Fractional Laser dan Microneedling untuk penanganan berbagai masalah kulit seperti bekas-bekas jerawat, kerutan-kerutan halus di kulit, mengencangkan kulit, pori-pori besar dan stretchmark. PRP digunakan juga pada penanganan kebotakan.

Untuk Sahabat Sehat Panti Rapih yang membutuhkan penanganan PRP (Platelet-Rich Plasma) atau tindakan yang lain dapat mengunjungi Klinik Estetika Lucia RS Panti Rapih.

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating