Kusta Bukan Penyakit Kutukan

Hari Kusta Sedunia diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit kusta, dan sebagai ajang untuk menyerukan diakhirinya stigma dan diskriminasi terkait orang yang menderita kusta. Pada saat mendengar kusta biasanya akan langsung terbayang dengan hal – hal yang mengerikan.

Mengenal Penyakit Kusta

Kusta adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang tidak hanya mempengaruhi kulit namun juga sistem saraf, mata dan hidung. Seorang yang menderita kusta akan mengalami mati rasa di kulit, termasuk kehilangan kemampuan merasakan suhu, sentuhan, tekanan, atau rasa sakit, lalu terjadi perubahan warna pada kulit yaitu seperti warna pucat dan penebalan kulit. Penyakit kusta terbagi menjadi 2 jenis yaitu kusta kering (PB:Pausi Basiler/kuman sedikit) dan kusta basah (MB: MultiBasiler/kuman banyak).

Apakah penyakit kusta atau lepra bisa disembuhkan?

Namun tidak perlu khawatir, dikutip dari perdoski.id, walaupun penyakit ini dianggap menakutkan, nyatanya penyakit ini diapat disembuhkan secara tuntas, yaitu dengan pemberian obat-obatan kombinasi antibiotik ( beberapa jenis antibiotik) atau biasa disebut dengan multi drug treatment.

Kemasan MDT ini sudah tersandar dan diatur sedemikian rupa jenis dan cara minumnya, disetiap blister bulanannya. Tdpt 2 jenis kemasan MDT, yang pertama adalah lepra basah (Multi basiler) dan kedua lepra kering (Pausibasiler)

Dikutip dari kemkes.go.id, dijelaskan bahwa setelah WHO merekomendasikan pengobatan kusta dengan regimen Multi Drug Therapy (MDT), negara-negara di dunia yang melaksanakan program pemberantasan dengan pengobatan MDT mencapai hasil yang memuaskan. Lebih dari 10 juta penderita telah disembuhkan dan lebih 1 juta penderita  diselamatkan dari kecacatan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengobatan kusta ini adalah : 

  1. Terdapat beberapa jenis kusta/ lepra, dan perbedaan jenis kusta atau lepra ini juga turt mempengaruhi lamanya pengobatan. Kuncinya adalah disiplin minum obat, karena obat kusta harus diminum rutin, umumnya dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun hingga 2 tahun.
  2. Obat kusta ini gratis, yang artinya obat yang terdiri dari kombinasi antibiotik ini diberikan secara gratis di puskesmas dan RS Pemerintah tertentu.
  3. Jika penderita kusta tidak disiplin minum obat, maka akan membuat bakteri penyebab penyakit kusta menjadi lebih kuat dan kebal terhadap pengobatan antibiotik yang sekarang dan selanjutnya. Maka hal tersebut akan membuat gejala kusta yang dirasakan akan makin parah dan berat karena bakteri yang terus berkembang biak dalam tubuh.

Maka, jangan ragu untuk periksa apabila ada penderita yang mengalami gejala seperti yang disebutkan tadi, karena keterlambatan deteksi kusta ini bisa menyebabkan kecacatan pada penderita, baik yang sementara, maupun selamanya.

 

Artikel ini ditulis oleh: dr. I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra
(Dokter Umum  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Kunjungi Klinik Penyakit Kulit & Kelamin Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

Senin – Sabtu (sesuai dengan jadwal praktek dokter)

Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223

Telepon : 0274 -514004, 514006, 521009 (24 jam)

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (4)

Mohon dapat memberikan rating

Posted in Artikel Kesehatan and tagged , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *