Tips Menjaga Kesehatan Sendi dan Tulang 5/5 (1)

Tulang dan Sendi

Tulang dan sendi merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Selain untuk bergerak, tulang dan sendi yang membentuk kerangka tubuh merupakan pelindung organ dalam, memberi bentuk tubuh, tempat untuk memproduksi sel sel darah merah dan juga tempat untuk menyimpan kalsium tubuh. Pada orang dewasa muda yang sehat jumlah tulang yang dibuang dan diganti  kurang lebih sama. Hal ini disebut remodeling tulang yang seimbang. Seiring bertambahnya usia, proses remodeling dapat bergeser ke arah yang tidak seimbang, mengakibatkan penurunan kualitas dan kekuatan tulang. Selain  faktor usia , riwayat cedera , berat badan berlebihan atau pekerjaan berat sebelumnya juga dapat menimbulkan gangguan pada persendian.

Nutrisi Tulang dan Sendi

Nutrisi yang baik sangat penting untuk memastikan tubuh mendapatkan protein, mineral, dan vitamin yang dibutuhkan untuk membentuk dan meregenerasi tulang dan sendi. Kalsium dan vitamin D berperan penting dalam membangun tulang yang kuat. Kerangka tubuh merupakan tempat penyimpanan kalsium utama dalam tubuh kita, dan vitamin D membantu tubuh kita menyerap kalsium secara efektif dari makanan. Vitamin D juga dibutuhkan untuk membantu sel-sel pembentuk tulang memineralisasi protein tulang menjadi jaringan keras. Produk susu seperti yogurt dan keju, serta sereal, produk kedelai, dan sayuran berdaun hijau merupakan sumber kalsium yang baik. Suplemen kalsium juga dapat membantu jika pasien tidak bisa mengkonsumsi susu. Sumber kalsium dari makanan secara umum lebih aman daripada suplemen, sehingga mengurangi kemungkinan batu ginjal. Kebutuhan harian kalsium orang dewasa 1000-1500 mg. Sedangkan vitamin D sekitar 1000 IU per hari.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi

Aktivitas fisik dan olahraga teratur juga penting untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.  Gerakan di persendian yang teratur dapat menstimulasi produksi cairan sendi  untuk nutrisi tulang rawan , lubrikasi sendi, menstimulasi sirkulasi darah sendi serta mencegah kekakuan sendi. Latihan weight bearing  atau “beban” sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis. Istilah “beban” menggambarkan aktivitas apa pun yang dilakukan dengan berdiri dan melatih tulang serta otot melawan gravitasi. Latihan “beban” secara teratur seperti jalan cepat, menari, naik tangga, atau jogging dapat mengaktifkan sel-sel pembentuk tulang tubuh dan membantu tulang menjadi lebih kuat. Aktivitas fisik dengan “beban” dapat memperlambat pengeroposan tulang pada lansia. Selain  dapat mempertahankan massa otot juga menjaga keseimbangan tubuh sehingga mengurangi risiko jatuh.

Selain hal yang disebutkan diatas hindari  rokok dan konsumsi alkohol karena dapat mengurangi ketebalan tulang, memengaruhi penyerapan kalsium, menghambat pemulihan cedera, dan meningkatkan risiko patah tulang.  Menjaga berat badan tidak berlebihan , penguatan otot sekitar sendi dengan olahraga , menjaga postur tubuh yang baik , dan  rutin melakukan peregangan berkala pada saat beraktivitas baik untuk menjaga  kesehatan sendi kita.

 

Artikel ditulis oleh :

dr.Adhinanda Gema Wahyudiputra, Sp.OT

(Dokter Spesialis Bedah Tulang RS Panti Rapih Yogyakarta)

Source :  Orthoinfo by American Academy of Orthopaedic Surgeon (AAOS)

 

Mohon dapat memberikan rating

Osteoporosis 5/5 (3)

Sebuah pepatah mengatakan bahwa kesehatan jauh lebih berharga daripada emas dan permata. Sering kali kita mendengar lansia menderita patah tulang walaupun hanya jatuh terduduk, terpeleset, menyangga dengan tangan ketika hendak jatuh atau terjatuh, dan berbagai kondisi lain dimana benturannya terjadi tidak terlalu keras. Salah satu hal yang mengakibatkan hal tersebut adalah osteoporosis.

Osteoporosis atau orang sering menyebutnya tulang keropos, adalah kondisi dimana tulang kehilangan kekuatannya dan ketebalannya, akibat kehilangan mineral, seperti kalsium, pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang dapat digantikan oleh tubuh. Tulang, khususnya di bagian panggul, tulang belakang dan pergelangan tangan menjadi kurang padat, lebih rapuh dan lebih mudah patah.

Saat ini di seluruh dunia, kurang lebih 200 juta orang menderita osteoporosis, dan jika tidak dilakukan pencegahan maka pada tahun 2050 perkiraan kasus patah tulang panggul akibat osteoporosis dapat meningkat hingga 310% pada pria dan 240% pada wanita. Patah tulang akibat osteoporosis tidak hanya akan menyebabkan rasa sakit pada individu, seperti kelainan bentuk dan rasa sakit, yang mengakibatkan kerusakan fisik namun juga gangguan psikologis yang serius seperti depresi, kecemasan dan ketakutan, kecacatan jangka panjang, kematian dini dan juga menyebabkan tekanan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat.

Pada usia muda, lebih banyak tulang yang dibuat daripada yang patah, oleh karena itu setiap keropos tulang secara cepat diganti. Pertumbuhan tulang selesai pada usia sekitar 30 tahunan, dan karena itu, semakin kita tua, semakin banyak tulang yang keropos daripada yang dapat digantikan oleh tubuh. Penyebab osteoporosis secara umum terbagi menjadi dua yaitu yang tidak bisa dimodifikasi, misalnya faktor genetik atau riwayat keluarga, lanjut usia, jenis kelamin dimana wanita menjadi lebih rentan menderita osteoporosis karena menopause dan berkurangnya hormon estrogen, suku bangsa (Kakukasia dan Asia), dan factor yang bisa dimodifikasi misalnya gizi, berat badan, mengubah gaya hidup, cedera tulang yang pernah dialami sebelumnya, imobilitas dalam jangka waktu lama, penyakit lainnya seperti kanker, gangguan tiroid, penyakit ginjal dan hati.

Osteoporosis mungkin tidak menyebabkan gejala tertentu dan sering tidak terdeteksi sampai mencapai stadium lanjut. Gejala stadium lanjut ini yang sering dialami, seperti nyeri punggung, tinggi tubuh lambat laun menyusut, keretakan panggul, tulang belakang dan pergelangan tangan.

Osteoporosis dapat dicegah dengan melakukan perubahan diet dan gaya hidup. Pencegahan melalui perbaikan diet dimulai sejak usia dini dan dewasa dengan mengkonsumsi sumber makanan yang kaya dengan kalsium, Vitamin D dan protein misalnya susu, dairy products, ikan, telur, buah-buahan seperti anggur, pir, apel, pisang, papaya, semangka, manga, blewah, jambu mete, biji labu (pumpkin seed), biji gandum, jawawut (millet), beras merah, gandum utuh (whole wheat), kacang almond, ubi jalar, wijen, flax seed, kacang segar, sayuran berdaun hijau, bayam, bit, jahe, bawang putih, lobak, wortel.

Jangan melupakan asupan vitamin K, karena vitamin ini berperan penting dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang, serta menurunkan risiko osteoporosis. Vitamin K banyak terdapat pada berbagai bahan makanan, misalnya bayam, brokoli, kacang kedelai, telur, daging, stroberi, sereal, dan minyak sayur.

Meningkatkan asupan vitamin D yang diaktifkan oleh sinar matahari yang akan diproses oleh tubuh, dengan berjemur dan berolahraga di pagi hari. Selain itu, sumber vitamin D juga terdapat pada berbagai makanan, seperti ikan tuna dan salmon, susu, jus jeruk, susu kedelai, sereal, hati sapi, keju, dan kuning telur.

Olahraga untuk mencegah osteoporosis dibagi dalam dua bagian, yaitu olahraga yang bersifat weight-bearing dan melatih kekuatan otot. Termasuk dalam weight-bearing adalah tenis, naik tangga, jogging diselingi jalan kaki, dan olahraga yang mencakup gerakan melompat (voli, basket, loncat tali). Untuk anak-anak dan remaja, latihan atau olahraga intensitas tinggi dalam durasi pendek menghasilkan peningkatan kepadatan tulang terbesar pada kerangka yang sedang tumbuh. Anak-anak dianjurkan melakukan aktivitas fisik minimal 40 menit sehari. Latihan ini harus mencakup olahraga dengan elemen weight-bearing (bersepeda dan berenang tidak termasuk) atau aktivitas seperti menari, melompat, berlari atau berjalan. Untuk orang dewasa secara umum harus berolahraga selama 30 hingga 40 menit tiga hingga empat kali setiap minggu dengan ada latihan weight-bearing. Sedangkan untuk lansia, dapat melakukan latihan ringan seperti senam taichi dan jalan santai. Latihan ini diperlukan oleh lansia untuk menjaga kekuatan otot, berat badan tetap stabil dan keseimbangan tubuh tetap terjaga sehingga tidak mudah jatuh dan menyebabkan patah tulang.

Kurangi minuman beralkohol, karena mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebih terbukti meningkatkan risiko osteoporosis karena mengganggu sistim pencernaan dalam menyerap kalsium. Alkohol dapat mempengaruhi kerja pankreas dan hati sehingga berdampak pada penyerapan dan metabolisme kadar kalsium dan vitamin D di dalam tubuh dan pada akhirnya mempengaruhi kepadatan tulang. Selain itu,  kebiasaan merokok menghasilkan radikal bebas yang merupakan senyawa berbahaya yang menyebabkan berbagai penyakit. Radikal bebas ini dapat membunuh komponen sel yang seharusnya membentuk tulang yang sehat. Merokok juga dapat meningkatkan hormon kortisol yang dapat melemahkan kerja tulang.

Yuk mulai dari sekarang, perbaiki konsumsi makanan kita dengan memenuhi berbagai macam sayuran, buah-buahan, sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, sekarang saatnya bagi kita untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan lama kita sehingga tetap bisa hidup sehat sampai lansia tanpa harus khawatir menderita osteoporosis.

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Stephanus Hardyanto
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Lokasi Pelayanan :
Klinik Bedah Tulang
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (3)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal dan Memahami Patah Tulang Pada Anak 5/5 (1)

Pada saat ini animo masyarakat untuk menjaga kesehatan cukup tinggi, sehingga anak-anak pun ikut tertarik untuk melakukan aktifitas olahraga. Tapi sayang animo yang cukup besar tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup bagaimana melakukan olahraga yang benar, sehingga menyebabkan sering terjadi cedera, dan salah satu yang paling sering terjadi adalah patah tulang (fraktur). Patah tulang bisa mengenai semua umur, termasuk pada anak-anak. Patah tulang pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Hal ini sangat penting diketahui karena keberhasilan diagnostik dan terapi penyakit ortopedik pada kelompok usia ini berbeda. Bentuk patah tulang yang unik pada anak-anak adalah hasil dari perbedaan anatomis, biomekanis dan fisiologi antara anak-anak dengan dewasa.

KARAKTERISTIK TULANG ANAK

Salah satu perbedaan tulang anak-anak dengan orang dewasa ialah adanya Lempeng Pertumbuhan (growth plate/lempeng epifisis) pada tulang anak-anak. Lempeng pertumbuhan berbentuk tulang rawan dan melekat erat pada metafisis (bagian tulang yang sudah dewasa yang baru dibentuk oleh lempeng epifisis. Keduanya dibungkus oleh selubung (periosteum) yang sangat tebal dan kuat, serta mampu menghasilkan tulang baru dalam proses penyembuhan tulang yang patah. Lempeng tulang membuat tulang menjadi lebih besar dan lebih panjang seiring dengan kepadatan tulang yang juga meningkat. Struktur anatomis tulang pada anak mempunyai fleksibilitas yang tinggi sehingga ia mempunyai kemampuan seperti “biological plasticity”. Hal ini menyebabkan tulang anak-anak dapat membengkok tanpa patah atau hancur, sehingga dapat terjadi gambaran fraktur yang unik pada anak yang tidak dijumpai pada dewasa. Pada anak-anak, pertumbuhan merupakan dasar terjadinya remodeling (kembali ke bentuk anatomi normal). Pertumbuhan diafisis (bagian tulang yang sudah dewasa) tulang panjang akan menghasilkan pertambahan panjang tulang. Secara spesifik, keberadaan lempeng pertumbuhan, periosteum yang tebal, serta kemampuan tulang anak-anak yang elastik seperti karet, dan kemampuan mengalami remodeling adalah dasar dari gambaran fraktur yang khas pada anak-anak.

FRAKTUR

Terdapat beberapa fraktur yang sering terjadi pada anak, antara lain fraktur garis rambut, fraktur green stick (seperti ranting patah) dimana tulang tampak membengkok tanpa adanya garis fraktur, dan fraktur buckle atau torus (kompresi). Fraktur-fraktur ini termasuk fraktur yang tidak berat dan stabil, dan sembuh dalam 2-3 minggu dengan immobilisasi. Sedangkan, fraktur intra-artikuler (di dalam sendi) atau fraktur melibatkan fisis (fisis, epfisis, metafisis) berpotensi lebih berbahaya dan dapat berakibat jelek di kemudian hari. Penyembuhan fraktur pada anak-anak mulai saat lahir sangat cepat dan berangsur-angsur berkurang setelah anak bertambah usianya. Sebagai contoh, fraktur femur (tulang paha) pada bayi baru lahir akan sembuh dalam waktu tiga minggu, pada anak usia 8 tahun akan sembuh dalam waktu 8 minggu, anak usia 12 tahun akan sembuh dalam 12 minggu, dan seterusnya.

GEJALA
Apabila anak mengalami cedera, orang tua bisa saja curiga ia mengalami patah tulang bila menemukan gejala-gejala seperti :
1. Adanya riwayat cedera/trauma
2. Timbul rasa sakit/nyeri dan terjadi pembengkakan, kemerahan/kebiruan serta terasa panas di daerah yang patah
3. Terjadinya perubahan bentuk/deformitas
4. Menurunnya fungsi hingga tidak dapat digerakkan daerah anggota gerak yang mengalami patah
5. Keterbatasan lingkup gerak sendi

PENATALAKSANAAN
Prinsip utama penanganan patah tulang pada anak adalah secara konservatif (tanpa operasi), baik dengan cara manipulasi tertutup atau pun traksi berkesinambungan. Sebagian besar fraktur pada anak-anak dan remaja akan ditangani dengan reduksi tertutup dan pembalutan dengan gips atau traksi. Satu-satunya cara untuk menahan reduksi adalah dengan menggunakan gips.
Fungsi utama gips adalah mencegah supaya tidak terjadi pergeseran pada tulang yang patah atau retak, mempertahankan kedudukan tulang yang patah dengan baik sehingga tidak terjadi angulasi (perubahan bentuk), dan menghilangkan rasa nyeri dengan menghambat pergerakan kedudukan tulang yang patah. Rata-rata gips dipasang selama 2-8 minggu, bergantung dari jenis patahnya dan timbulnya tulang baru yang disebut callus (lem tulang). Callus ini mulai timbul pada anak-anak dalam waktu 10 hari-2 minggu, adanya callus sebagai tanda bahwa penyembuhan sudah mulai terjadi. Untuk memastikannya, perlu dilakukan foto rontgen terlebih dahulu. Dalam kurun waktu 5-6 minggu patah tulang bisa sembuh total. Perlu dilakukan observasi klinis yang regular dan kompeten oleh dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi pada kasus patah tulang pada usia anak, karena anak-anak belum dapat mendeskripsikan rasa nyeri, gangguan sensori, dan sirkulasi atau tanda-tanda komplikasi lainnya.

 

 

Artikel ini ditulis oleh :
dr. Alexander Mateus, Sp.OT.
(Dokter Spesialis Ortopedi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Bedah Tulang
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Nutrisi Yang Baik Paska Bedah Tulang 4.75/5 (16)

Penyembuhan bagi penderita fraktur/patah tulang pasca pembedahan itu membutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam kegiatan yang sifatnya ringan monoton membosankan, terlebih jika tingkat mobilisasi menjadi terbatas, susah bergerak. Dan kenapa harus teliti? karena salah gerak dan posisi sedikit saja hasilnya bisa berakibat fatal.

Penyembuhannya bukan dalam hitungan hari, minggu atau bulan, tapi tahunan, walaupun bergantung pada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tulang tersebut, antara lain utamanya ialah usia dan zat makanan / nutrisi yang dikonsumsi. Bagaimanakah nutrisi yang baik agar proses penyembuhan tulang segera membaik?

Nutrisi yang baik Untuk Pasien Pasca Bedah Tulang adalah:
1. Protein
Salah satu nutrisi (zat gizi) penting yang harus ada segera dipenuhi untuk penyembuhan patah tulang / retak tulang adalah Protein. Protein adalah material utama untuk membentuk jaringan tubuh yang baru dan memperbaiki jaringan otot. Sumber protein bisa berasal dari produk hewani (susu, ikan, telur) maupun dari produk nabati (kacang-kacangan kering seperti kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan hasil olahannya yaitu tempe dan tahu).

2. Kalsium/Calsum (Ca)
Kalsium/Calcium (Ca) adalah mineral yang paling banyak terkandung dalam tubuh kita, dan unsur ke-5 terbanyak dalam tubuh manusia. Sebagai unsur utama pembentuk tulang, 99% terkandung dalam tulang dan gigi dan 1% dalam darah dan jaringan tubuh lainnya. Kalsium dibantu magnesium juga berfungsi sebagai elektrolit yang bertugas menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Sepanjang hidup Anda, kalsium “disimpan” di tulang atau “ditarik” dari tulang, tergantung kebutuhan. Bila asupan kalsium anda terlalu rendah, maka tubuh “menarik” kalsium yang dibutuhkan dari tulang Anda. Seiring berjalannya waktu, jika jumlah kalsium yang ditarik lebih banyak dari yang disimpan, maka hasilnya adalah tulang yang lemah dengan kandungan kalsium yang tipis sehingga mudah patah.
Diketahui konsumsi zat/unsur tertentu menyebabkan tubuh membuang lebih banyak kalsium dibanding jumlah normal, antara lain kafein (terkandung dalam kopi, teh, soft drinks), Natrium/ Sodium dan Chloride yang terkandung dalam garam, serta fosfor dan alkohol. Jumlah asupan kalsium yang dianjurkan adalah 1000 – 1300 gram / hari. Panduan porsinya : 1 gelas (250 ml) susu sapi : 250 – 300 mg Ca, 1 mangkuk (200 g) yoghurt : 300 mg Ca, 100 gr keju cheddar = 750 mg (tinggi lemak jenuh).

Sumber kalsium alami:
• Susu dan produk susu seperti keju dan yogurt, dan lain-lain.
• Kacang-kacangan seperti kacang mede, kedelai/soya dan produk jadi seperti susu kacang kedelai, tahu, tempe.
• Sayur-sayuran seperti brokoli, kubis/kol, bunga kol, bayam, lobak, rumput laut.
• Jus buah seperti jeruk. Anda dianjurkan tidak mengkonsumsi lebih dari 2.500 mg kalsium per hari. Dampak merugikan dari asupan kalsium yang berlebihan mencakup: tingkat kalsium darah tinggi, pembentukan batu ginjal dan komplikasi ginjal.

3. Magnesium
Magnesium (Mg) adalah mineral yang paling berlimpah dalam tubuh, diurutan ke-4, dan sangat penting untuk kesehatan yang baik. Sekitar 50% dari total magnesium tubuh ditemukan dalam tulang. Sisanya terutama ditemukan di dalam sel jaringan tubuh dan organ. Hanya 1% dari magnesium ditemukan dalam darah, tetapi tubuh bekerja sangat keras untuk menjaga agar kadar magnesium tetap konstan. Magnesium diperlukan untuk lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh. Ia membantu menjaga otot dan fungsi saraf, menjaga irama jantung agar stabil, mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan menjaga tulang yang kuat. Magnesium juga membantu mengatur tingkat gula darah, menjaga tekanan darah agar tetap normal dan diketahui terlibat dalam metabolisme energi dan sintesis protein. Magnesium makanan diserap di usus kecil. Magnesium diekskresikan melalui ginjal. Kebutuhan Magnesium untuk laki- laki: 280 ng/hr dan wanita 250 ng/hr. Sayuran hijau seperti bayam merupakan sumber magnesium yang baik karena pusat dari molekul klorofil (yang memberikan sayuran hijau warna daun) mengandung magnesium. Beberapa polong-polongan (buncis dan kacang polong), kacang-kacangan dan biji-bijian, dan biji-bijian utuh yang tidak dimurnikan juga merupakan sumber magnesium yang baik. Selain itu juga ada di produk daging dan susu.

4. Vitamin D
Vitamin D ini menyerupai hormon atau disebut Prohormon. Fungsi utama vit D ini adalah membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang (bersama vit A, C, hormon Paratiroid/PTH dan kalsitonin, protein kolagen, mineral Calsium, Pospor, Magnesium, Flour). Sedangkan fungsi khususnya adalah membantu pengerasan tulang dengan menjaga Ca serum dan Posphor. Vitamin D juga diperlukan untuk penyerapan kembali kalsium oleh ginjal. Kalsium juga diserap melalui usus besar jika dosis kalsium yang diterima oleh tubuh cukup tinggi, juga tergantung pada asupan vitamin D yang cukup.
Sumber vitamin D : Makanan hewani merupakan sumber utama vit D: kuning telur, hati, mentega, minyak hati-ikan, udang, ikan lele, salmon, mackerel, sarden, tuna, belut. Rekomendasi asupan vit D sebanyak 5 – 15 microgram (ug) atau 200 – 600 IU (international unit)/hari. Panduan porsinya : 85 g ikan lele (425 IU), 100 g salmon yang dimasak (360 IU), 1 telur ayam sekitar 60 g (20 IU), 100 g hati sapi yang dimasak (15 IU). Sebaiknya konsumsi vitamin D tidak boleh melebihi 4000 IU/hari karena dapat menyebabkan keracunan.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah makanan dan minuman yang dapat menghambat penyerapan kalsium dan vitamin D seperti: minuman berkola, kafeine, merokok dan alkohol Selain dari makanan, paparan sinar matahari juga merupakan sumber penting dari vitamin D. Hal ini diyakini bahwa lisin meningkatkan kemampuan tulang untuk menyerap kalsium. Dengan demikian, membuat asupan lisin juga penting untuk tulang.
Makanan yang kaya lisin termasuk unggas, ikan, telur, produk susu, kacang merah, kacang tanah, biji wijen, apel dan bayam. Karena tubuh membutuhkan sejumlah besar kalsium untuk menyembuhkan patah tulang, asupan boron juga diperlukan sebagai nutrisi ini mengurangi pengeluaran kalsium dan magnesium melalui urin. Makanan seperti kismis, alpukat, walnut, lentil, anggur merah dan seledri yang dikenal untuk menyediakan boron untuk tubuh. Nutrisi lain yang penting untuk menyembuhkan patah tulang adalah vitamin C dan K, seng, magnesium dan silika.

5. Vitamin Antioksidan (Vit A, C, dan E)
Vitamin A, C, dan E berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah inflamasi maupun reaksi lain akibat adanya radikal bebas. Sebuah studi menyebutkan bahwa vitamin A berpotensi dalam pencegahan rheumatoid arthritis. Sementara itu vitamin C diketahui baik untuk kesehatan sendi. Saat dikombinasikan dengan vitamin A dan E, vitamin C terbukti lebih efektif dalam aktivitasnya sebagai antioksidan. Berbagai vitamin ini dapat diperoleh dari sumber-sumber alami dari alam seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

6. Omega- 3
Omega-3 juga telah terbukti sangat baik untuk sendi yang sehat. Asam lemak Omega-3 dapat membentuk senyawa prostaglandin yang diketahui memiliki sifat anti peradangan sehingga risiko nyeri sendi dapat dikurangi. Selain itu omega-3 juga diketahui dapat mempercepat penyembuhan ligament (jaringan ikat antara tulang dengan tulang). Makanan yang banyak mengandung omega-3, contohnya: salmon, sarden, tuna, herring, kacang-kacangan dan kedelai.

7. Glucosamine & Chondroitin: Kombinasi bagi Tulang dan Sendi
Kombinasi suplemen glucosamine dan chondroitin dapat membantu mengurangi nyeri sendi serta mencegah kerusakan persendian, terutama pada penderita osteoarthritis. Glucosamine merupakan salah satu komponen penyusun tulang rawan dan minyak synovial (cairan sendi). Konsumsi glucosamine dapat meningkatkan volume minyak synovial sehingga dapat mencegah peradangan sendi. Sementara itu, chondroitin merupakan komponen utama penyusun tulang rawan yang melapisi tulang dan sendi. Karena itulah, konsumsi chondroitin sangat baik untuk melapisi sendi sehingga mencegah osteoarthritis. Kombinasi glucosamine dan chondroitin lebih efektif dalam mengurangi nyeri sendi dan memperbaiki fungsi sendi dibandingkan suplementasi hanya dengan glucosamine atau hanya dengan chondroitin. Karena itu, lebih disarankan menggunakan kombinasi keduanya dalam mencegah osteoarthritis.

8. Cairan (Air)
Secara umum, air memang sangat diperlukan untuk kebutuhan fungsional tubuh dan menyusun lebih dari 60% keseluruhan berat tubuh orang dewasa. Pelumas sendi atau yang dikenal sebagai cairan synovial sebagian besar terdiri dari air. Konsumsi air yang cukup sangat baik untuk membantu sistem bantalan sendi dan melumasi jarak antar sendi sehingga gesekan atau nyeri sendi dapat dihindari. 20% kebutuhan air dapat dipenuhi dari makanan, akan tetapi 80% tetap diperoleh dari minuman. Untuk itulah perlu konsumsi 8 gelas air setiap hari untuk sendi yang sehat.

Artikel ini ditulis oleh:
Maria Dora Tri Yogyantini, S.Gz
(Ahli Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Klinik Gizi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating