Tulang dan Sendi
Tulang dan sendi merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Selain untuk bergerak, tulang dan sendi yang membentuk kerangka tubuh merupakan pelindung organ dalam, memberi bentuk tubuh, tempat untuk memproduksi sel sel darah merah dan juga tempat untuk menyimpan kalsium tubuh. Pada orang dewasa muda yang sehat jumlah tulang yang dibuang dan diganti  kurang lebih sama. Hal ini disebut remodeling tulang yang seimbang. Seiring bertambahnya usia, proses remodeling dapat bergeser ke arah yang tidak seimbang, mengakibatkan penurunan kualitas dan kekuatan tulang. Selain  faktor usia , riwayat cedera , berat badan berlebihan atau pekerjaan berat sebelumnya juga dapat menimbulkan gangguan pada persendian.
Nutrisi Tulang dan Sendi
Nutrisi yang baik sangat penting untuk memastikan tubuh mendapatkan protein, mineral, dan vitamin yang dibutuhkan untuk membentuk dan meregenerasi tulang dan sendi. Kalsium dan vitamin D berperan penting dalam membangun tulang yang kuat. Kerangka tubuh merupakan tempat penyimpanan kalsium utama dalam tubuh kita, dan vitamin D membantu tubuh kita menyerap kalsium secara efektif dari makanan. Vitamin D juga dibutuhkan untuk membantu sel-sel pembentuk tulang memineralisasi protein tulang menjadi jaringan keras. Produk susu seperti yogurt dan keju, serta sereal, produk kedelai, dan sayuran berdaun hijau merupakan sumber kalsium yang baik. Suplemen kalsium juga dapat membantu jika pasien tidak bisa mengkonsumsi susu. Sumber kalsium dari makanan secara umum lebih aman daripada suplemen, sehingga mengurangi kemungkinan batu ginjal. Kebutuhan harian kalsium orang dewasa 1000-1500 mg. Sedangkan vitamin D sekitar 1000 IU per hari.
Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi
Aktivitas fisik dan olahraga teratur juga penting untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.  Gerakan di persendian yang teratur dapat menstimulasi produksi cairan sendi  untuk nutrisi tulang rawan , lubrikasi sendi, menstimulasi sirkulasi darah sendi serta mencegah kekakuan sendi. Latihan weight bearing  atau “beban” sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis. Istilah “beban” menggambarkan aktivitas apa pun yang dilakukan dengan berdiri dan melatih tulang serta otot melawan gravitasi. Latihan “beban” secara teratur seperti jalan cepat, menari, naik tangga, atau jogging dapat mengaktifkan sel-sel pembentuk tulang tubuh dan membantu tulang menjadi lebih kuat. Aktivitas fisik dengan “beban” dapat memperlambat pengeroposan tulang pada lansia. Selain  dapat mempertahankan massa otot juga menjaga keseimbangan tubuh sehingga mengurangi risiko jatuh.
Selain hal yang disebutkan diatas hindari  rokok dan konsumsi alkohol karena dapat mengurangi ketebalan tulang, memengaruhi penyerapan kalsium, menghambat pemulihan cedera, dan meningkatkan risiko patah tulang.  Menjaga berat badan tidak berlebihan , penguatan otot sekitar sendi dengan olahraga , menjaga postur tubuh yang baik , dan  rutin melakukan peregangan berkala pada saat beraktivitas baik untuk menjaga  kesehatan sendi kita.
Artikel ditulis oleh :
dr.Adhinanda Gema Wahyudiputra, Sp.OT
(Dokter Spesialis Bedah Tulang RS Panti Rapih Yogyakarta)
Source : Â Orthoinfo by American Academy of Orthopaedic Surgeon (AAOS)









