Halitosis adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan bau tidak sedap yang berasal dari rongga mulut. Bau mulut dapat disebabkan oleh faktor intraoral (dalam rongga mulut) dan faktor ekstraoral (luar rongga mulut). Walaupun penyebab bau mulut sangat beragam, namun penyebab bau mulut paling  banyak  berasal  dari  rongga  mulut. Bau mulut dapat  dapat menjadi suatu masalah yang dapat memengaruhi kualitas hidup karena menurunkan kepercayaan diri dan terganggunya hubungan sosial penderita.
Bau mulut yang tidak sedap dapat disebabkan karena adanya Volatile Sulfur Compounds (VSCs). VSCs adalah senyawa sulfur hasil produksi bakteri anaerob di rongga mulut yang bersifat mudah menguap dan berbau tidak sedap.
Bau mulut atau halitosis dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu delusional halitosis  dan genuine halitosis.
Delusional Halitosis
- Pseudohalitosis:Â Bau mulut semu, dimana pasien mengeluhkan adanya bau mulut namun tidak dirasakan oleh orang lain, dan secara klinis tidak ditemukan adanya bau mulut.
- Halitophobia:Â Tingkatan yang lebih berat dari pseudohalitosis. Ini adalah rasa takut berlebihan atau fobia bahwa pasien memiliki bau mulut, meskipun sudah dinyatakan sehat oleh dokter.
Genuine Halitosis
- Halitosis Fisiologis
Halitosis fisiologis adalah bau mulut  yang bersifat sementara misalnya terjadi pada saat bangun tidur atau karena mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki aroma yang tajam misalnya bawang, durian, alkohol, dan kebiasaan  merokok.
- Halitosis Patologis
Penyebab halitosis patologis dibagi menjadi dua kategori yaitu disebabkan oleh faktor  intraoral dan faktor ekstraoral.
Penyebab Intraoral (Dalam rongga mulut)
Karang gigi (kalkulus)Â adalah plak bakteri yang mengalami mineralisasi dan mengeras, dapat menempel pada gigi, gusi dan gigi tiruan. Jika dibiarkan, kalkulus yang menumpuk dapat menyebabkan bau mulut karena hal- hal berikut:
Struktur Berpori sebagai “Rumah” Bakteri
Kalkulus memiliki struktur yang kasar dan berpori-pori sehingga bakteri dan sisa makanan mudah terperangkap dan sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi biasa. Bakteri tersebut akan melakukan proses pembusukan terhadap sisa makanan dan menghasilkan gas VSCs sehingga mengeluarkan aroma khas bau mulut yang tidak sedap.
Peradangan Jaringan Pendukung Gigi (Gingivitis & Periodontitis)
Kalkulus yang menumpuk mengiritasi jaringan pendukung gigi seperti gusi dan tulang sehingga menyebabkan peradangan.
Saku Gusi (Pocket)
Peradangan tersebut menyebabkan gusi lepas sedikit demi sedikit dari perlekatannya dengan gigi dan tulang, menciptakan saku dalam.
Nanah dan Darah
Saku gusi ini menjadi tempat bagi bakteri untuk berkembang biak, terjadi infeksi, menghasilkan nanah, dan menyebabkan gusi mudah berdarah. Hal ini juga berkontribusi besar pada bau mulut.
Faktor-faktor lain yang menyebabkan bau mulut adalah kebersihan rongga mulut yang  buruk, sariawan, Sindrom Sjorgen, gigi berlubang yang belum dirawat, area celah gigi yang besar sehingga terjadi penumpukan sisa makanan, gigi yang tidak sejajar, kematian saraf gigi, sisa akar gigi, tambalan gigi yang kurang baik, gigi palsu dan alat ortodontik yang tidak pas, serta infeksi jamur.
Penurunan produksi air liur akibat penyakit tertentu maupun efek samping obat-obatan dapat memicu kondisi mulut kering. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab munculnya bau mulut.
Penyebab Ekstraoral (Luar rongga mulut)
Bau mulut dapat dipicu oleh penyakit seperti diabetes mellitus, gangguan pencernaan, penyakit ginjal, infeksi saluran pernapasan, infeksi amandel, sinusitis, atau penyakit sistemik lainnya.
Pengobatan / Penanganan
Pemeriksaan dan Perawatan Rongga Mulut secara Menyeluruh
Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan dan perawatan pada gigi dan rongga mulut secara keseluruhan, antara lain:
- Pembersihan Karang Gigi(Scaling root planing): Kalkulus tidak dapat di hilangkan hanya dengan sikat gigi dan obat kumur. Satu- satunya cara aman untuk membersihkannya adalah melalui prosedur scaling yang dilakukan secara profesional oleh dokter gigi. Dokter gigi akan membersihkan karang gigi baik yang menempel pada permukaan gigi, gusi, di bawah garis gusi, dan gigi tiruan dengan bantuan alat ultrasonik. Setelah itu dilanjutkan dengan prosedur penghalusan permukaan akar gigi.
- Lapisan Lidah (Tongue Biofilm):Membersihkan tumpukan bakteri dan sisa makanan pada permukaan lidah.
- Lubang Gigi:Melakukan restorasi pada gigi yang berlubang.
- Retensi Makanan:Pembersihan sisa makanan yang terjebak di sela gigi yang luas atau gigi tidak rata.
- Kematian saraf gigi (Nekrosis):Melakukan perawatan saluran akar atau pencabutan pada gigi yang telah mengalami kematian saraf.
- Masalah pada Gigi Tiruan:Memperbaiki posisi kawat gigi atau gigi tiruan yang tidak pas sehingga mudah terselip kotoran dan sisa makanan.
Pembersihan Rongga Mulut
Penyebab halitosis yang paling umum adalah kebersihan rongga mulut yang buruk. Penting untuk menyikat gigi dan lidah secara teratur minimal 2 kali sehari pagi setelah sarapandan malam sebelum tidur. Pembersihan lidah dapat dilakukan dengan pengerok lidah (tongue scraper). Setelah itu dilanjutkan dengan penggunaan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan area sela- sela gigi agar bebas dari plak dan sisa makanan.
Obat Kumur
Konsultasi ke dokter gigi mengenai obat kumur yang secara klinis telah terbukti efektivitasnya melawan bakteri yang menyebabkan bau mulut.
Hindari Konsumsi Makanan dan Minuman Penyebab Bau Mulut
Beberapa makanan yang beraroma tajam, seperti bawang- bawangan dan rempah-rempah bisa meninggalkan bau tidak sedap di mulut, begitu juga dengan kopi dan minuman beralkohol. Oleh karena itu, hindarilah mengonsumsi makanan atau minuman tersebut. Bila ingin mengonsumsi makan dan minuman tersebut, segera berkumur atau sikat gigi setelahnya.
Konsumsi Makanan Berserat
Makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayuran dapat membantu menyegarkan mulut dan mengurangi bau tidak sedap. Selain merangsang produksi air liur, buah-buahan dan sayuran ini juga mengandung antioksidan yang dapat mengurangi bakteri di dalam mulut.
Berhenti Merokok
Selain karena bau dari asap rokok, bau mulut pada perokok juga disebabkan oleh bahan kimia di dalam rokok yang memudahkan terjadinya peradangan dan infeksi pada gigi dan gusi. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan mulut kering.
Tingkatkan Asupan Cairan
Bau mulut dapat disebabkan oleh kondisi mulut yang kering. Minumlah air putih sebanyak 8-10 gelas sehari, tujuannya untuk menjaga rongga mulut selalu basah dan metabolisme tubuh tetap stabil. Selain itu mengunyah permen karet bebas gula setelah makan dapat memicu air liur dalam proses self cleansing rongga mulut.
Bau mulut dapat diatasi dengan menghilangkan faktor penyebabnya serta meningkatkan kebersihan rongga mulut secara menyeluruh. Perlu diingat bahwa bau mulut juga dapat menjadi tanda adanya penyakit sistemik di dalam tubuh. Oleh karena itu, pemeriksaan yang komprehensif dan diagnosis yang akurat penting untuk menentukan penanganan bau mulut dengan tepat.
Artikel ditulis oleh :
drg. Lidya Restu Utami
(Dokter Gigi RS Panti Rapih Yogyakarta)
Referensi:
Alzoman H. (2021). The association between periodontal diseases and halitosis among Saudi patients. Saudi Dent J. 33(1):34-38
Hounganian R. M., Alasmari O. N., Aldosari M.M,. Alghanemi N.M. (2023). Causes and Management of Halitosis: A Narrative Review. Cureus Journal of Medical Science. 15(8): e43742.
Kapoor, U., Sharma, G., Juneja, M., Nagpal, A. (2016). Halitosis: Current concepts on etiology, Diagnosis and Management. European Journal of Dentistry. 10(2):292-300.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Cara Mencegah dan Menghilangkan Bau Mulut., Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Halitosis (Bau Mulut). Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Newman, M., Elangovan, S., Dragan, I., Karan, A. K. (2022). Newman and Carranza’s Eseentials of Clinical Periodontology: An Integrated Study Compantion. Elsevier., Missouri. 67
Tungare, S., Zafar, N., Paranjpe, A. G. (2023). Halitosis. StatPearls Publishing LLC., Florida.
Informasi Pelayanan :
Klinik Gigi
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 514004, 514006, 521409
Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)
![]() |
![]() |











