Pulih dengan Cinta: Lustrum I Klinik Katarina RS Panti Rapih, Rayakan Kesehatan Holistik Fisik dan Mental 5/5 (1)

Yogyakarta, 27 September 2025 — Klinik Katarina RS Panti Rapih merayakan usia ke-5 atau Lustrum I dengan mengangkat tema yang mendalam dan menginspirasi: Pulih dengan Cinta: “Bukan Soal Kurus Tapi Soal Pulih dan Bahagia.” Perayaan ini menegaskan komitmen RS Panti Rapih dalam penanganan obesitas yang tidak hanya berfokus pada berat badan, tetapi juga pada kesehatan mental dan kebahagiaan pasien secara keseluruhan.

Acara puncak Lustrum I diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 September 2025, mulai pukul 06.30 hingga 13.30 WIB di Wisdom Park UGM dan Lounge Lantai 2 RS Panti Rapih. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan. Sebagai simbol rasa syukur, dilakukan pula prosesi potong tumpeng oleh Direktur Utama RS Panti Rapih yang diserahkan kepada Kepala Instalasi Rawat Jalan, dr. Radijanti Anggraheni Sp.DVE, didampingi oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni P, M.Biomed (AAM).

Mengapa Fokus pada “Pulih dan Bahagia”?

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang kian mengkhawatirkan. Data Riskesdas menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas dewasa di Indonesia dari 14,8% (2013) menjadi 21,8% (2018). Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko penyakit fisik serius seperti jantung, diabetes tipe 2, dan hipertensi, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan mental.

Penelitian membuktikan bahwa obesitas dapat merusak kepercayaan diri dan harga diri, bahkan memicu gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Sebaliknya, masalah mental juga dapat memperburuk pola makan dan motivasi gaya hidup sehat, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Klinik Katarina, yang didirikan pada 29 September 2019, hadir sebagai klinik holistik untuk penurunan berat badan yang memahami pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikologis.

Lustrum I ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh pendekatan holistik Klinik Katarina kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi wadah edukasi dan motivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat—mulai dari edukasi olahraga, pengelolaan pola makan seimbang, hingga pentingnya kesehatan mental.

Acara Lustrum I Klinik Katarina dikemas menarik dan ditujukan untuk masyarakat umum, khususnya pasien overweight dan obesitas, pasien Klinik Katarina, serta seluruh petugas. Rangkaian kegiatannya meliputi:

  • Stretching dan Jalan Sehat: Mendorong aktivitas fisik yang menyenangkan.
  • Meditasi: Melatih ketenangan pikiran dan pengelolaan stres.
  • Cooking Class: Memberikan edukasi praktis tentang pola makan sehat.
  • Talkshow Kesehatan “Happy Lifestyle”
    Narasumber pertama : dr. Luh Putuh Swastiyani Purnami, Sp. PD, AIFO-K dengan topik Happy Healthy Lifestyle.
    Narasumber kedua : Saudari Bukhi Prima Putri dengan topik Mindful Eating.

Melalui perayaan Lustrum I ini, ada harapan besar yang diusung oleh RS Panti Rapih:

Untuk Para Peserta: Diharapkan setiap individu yang hadir dapat membawa pulang inspirasi dan motivasi untuk memulai atau melanjutkan perjalanan kesehatan mereka. Semoga mereka menyadari bahwa nilai diri dan kebahagiaan jauh lebih penting daripada angka timbangan, dan bahwa pemulihan adalah proses yang harus dijalani dengan cinta dan dukungan. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang seimbang, bahagia, dan berkelanjutan.

Untuk RS Panti Rapih dan Klinik Katarina: RS Panti Rapih berharap Klinik Katarina dapat terus bertumbuh dan menjadi pusat rujukan unggulan dalam penanganan obesitas di Indonesia, dengan pendekatan yang holistik, penuh kasih, dan fokus pada kebahagiaan pasien. Diharapkan terjadi peningkatan kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat antara seluruh petugas (dokter umum, ahli gizi, admin, terapis) dan pasien, menciptakan sebuah komunitas suportif yang mendorong setiap pasien untuk mencapai versi terbaik dari diri mereka, yaitu pulih dan bahagia.

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Info lebih lanjut :
Klinik Katarina Pusat Anti Obesitas & Kesehatan Holistik
WA : 08112847276

Mohon dapat memberikan rating

Exercise Untuk Meningkatkan Kebugaran Pada Obesitas No ratings yet.

Obesitas adalah suatu kejadian di mana adanya penumpukan lemak secara berlebihan yang lebih dari batas normal, penumpukan lemak yang secara berlebihan pada seseorang akan menyebabkan terjadinya penyakit. (WHO)

Obesitas kelas I : Indeks Massa Tubuh (IMT)  25 – 29,9

Obesitas kelas II :  Indeks Massa Tubuh (IMT) > 30 (kelas II)

(Skala Asia – Pacific)

Untuk mencapai penurunan berat badan dan memperoleh kebugaran fisik yang optimal, maka individu dengan obesitas wajib melakukan :

  • Pembatasan jumlah serta pengaturan jenis dan pola makan
  • Menambah pengeluaran kalori dengan melakukan aktivitas fisik dan exercise
  • Manajemen stress yang baik
  • Cukup istirahat

Aktivitas Fisik & Exercise

Exercise (olahraga) : suatu bentuk aktivitas fisik yang terdiri dari gerakan tubuh yang terencana, terstruktur dan berulang yang dilakukan untuk meningkatkan dan atau memelihara kebugaran fisik

METs (Metabolic Equivalent) perkiraan kebutuhan energi yang diperlukan dalam melakukan aktivitas fisik dan exercise,

Semakin tinggi METs semakin banyak energi yang diperlukan sehingga memerlukan kebugaran fisik yang semakin tinggi pula.

Individu dengan obesitas seringkali memiliki kebugaran fisik yang rendah, sehingga diperlukan penilaian awal untuk menentukan exercise yang aman dan efektif.

Six Minute Walking Test

Uji latih enam menit (six minute walking test/6MWT) digunakan untuk menilai kapasitas fungsional dan kardiovaskular seseorang dengan cara mengukur jarak tempuh dalam waktu enam menit. Uji latih ini mudah dilakukan tanpa peralatan khusus dan dapat memberikan informasi mengenai status kesehatan dan kemampuan sehari-hari seseorang.

Uji latih ini dilakukan di dalam ruangan dengan permukaan lantai datar dan keras, serta membutuhkan lintasan sepanjang 30 meter (atau 15 meter dengan modifikasi) yang lurus dan bebas hambatan.

Sebelum dan setelah tes dilakukan dilakukan pengukuran tekanan darah, denyut nadi, saturasi oksigen dan keluhan yang dirasakan partisipan. Dan selama tes akan dilakukan pemantauan kondisi dan keluhan partisipan.

Hasil akhir tes ini berupa angka VO2 max dan METS yang dapat digunakan sebagai perkiraan intensitas exercise yang aman.

 

Exercise pada Obesitas

Sebaiknya exercise dipandu oleh trainer akan menentukan jumlah (volume Latihan) berdasarkan hasil uji latih dan kemampuan masing – masing individu.

 

Prinsip dalam Exercise :

(American College of Sports Medicine – ACSM)

 

Frekuensi :

  • Latihan aerobicintensitas sedang : 5 hari per minggu, intensitas berat : 3 hari per minggu
  • Latihan beban / resistensi : 2-3 kali per minggu
  • Latihan fleksibilitas : 2-3 kali per minggu
  • Latihan keseimbangan / neuromotor : 2-3 kali per minggu

 

Intensitas :

  • Intensitas Ringan :denyut jantung < 60 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Sedang : denyut jantung mencapai 60 – 80 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Berat : denyut jantung mencapai 80-90 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Sangat Berat :denyut jantung mencapai 90-100% dari denyut jantung maksimal sesuai usia

Intensitas exercise harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Hasil uji latih, misal nya six minute walking test atau treadmill dapat dijadikan patokan untuk menentukan intensitas exercise yang aman namun tetap efektif dalam penurunan berat badan.

Exercise work zones (Fox and Haskell formula between 20 and 70-year-old):

red zone (VO2Max), anaerobic, aerobic, weight control and warming up.

 

Durasi / waktu :

  • Latihan aerobic

intensitas sedang : 30-60 menit per hari  ( ≥ 150 menit/minggu),

intensitas berat : 20-60 menit (≥ 75 menit/minggu)

  • Latihan beban / resistensi : sesuai dengan repetisi dan set yang ditentukan
  • Latihan fleksibilitas : 10-20 menit
  • Latihan keseimbangan/neuromotor : 10-20 menit

Jenis exercise :

  • Latihan aerobic / cardio: jalan cepat, lari, sepeda statis, berenang
  • Latihan beban / kekuatan otot/ resistensi : calisthenics exercise, angkat beban, resistance band
  • Latihan flexibilitas : stretching, yoga, Pilates
  • Latihan neuromotor : keseimbangan, koordinasi, agility, prorioseptif

Kombinasi jenis exercise yang dilakukan akan lebih efektif dalam mencapai kebugaran fisik yang optimal.

 

Contoh Peresepan Exercise untuk Individu dengan Obesitas, usia 30 tahun, dengan Hasil Six Minutes Walking Test 6 METs

HariJenis Latihan
SeninSepeda statis / lari / berenang dengan intensitas sedang (60-80% denyut jantung maksimal yaitu 114 s.d 152 detak per menit) selama 30-60 menit
Calisthenic exercise
SelasaSepeda statis dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Pilates / yoga
RabuLatihan dengan barbell dan gym equipment
Latihan flexibilitas dan neuromotor
KamisLari dengan treadmill dengan intensitas sedang (kecepatan 7 s.d 10 km /jam meningkat bertahap, tanpa inklinasi) selama 30-60 menit
JumatBerenang dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Latihan dengan dumbbell dan resistance band
SabtuSepeda statis / lari / berenang dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Pilates / yoga
MingguIstirahat

 

Yang harus diperhatikan dalam melakukan exercise :

  • Peralatan olahraga yang sesuai
  • Awali dengan pemanasan (warming up)& akhiri dengan pendinginan (cooling down)
  • Pemantauan kondisi dan keluhan selama exercise
  • Kebutuhan cairan tubuh

 

Faktor kunci untuk mencapai keberhasilan exercise dalam penurunan berat badan :

(The U.S. Office of Disease Prevention and Health Promotion)

  • Enjoyment
  • Self-efficacy
  • Social Support
  • Accountability
  • Integration into Daily Life

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Amelia Kartika, Sp.KFR

(Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Katarina
WhatsApp: 0811-2847-276
Telepon: (0274) 563333 ext. 1512
Lokasi: Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih

Pendaftaran 24 jam :

Telepon 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Playstore atau App store)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Mengatasi Trauma dan Stres Tersembunyi dengan Hipnoterapi: Kembali ke Kehidupan yang Sehat No ratings yet.

Kejadian traumatis seperti bencana alam, kecelakaan lalu lintas, serta kekerasan fisik, emosional, dan seksual dapat dialami oleh siapa saja, tetapi tidak semua orang mengalami trauma. Pemaknaan terhadap suatu kejadian sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup individu dan ada lima syarat terjadinya trauma:

  1. Emosi intens yang dihasilkan oleh kejadian
  2. Makna yang dirasakan individu
  3. Kondisi kimiawi otak yang mendukung
  4. Rasa terperangkap
  5. Perasaan tidak berdaya.

Semakin tinggi intensitas emosinya, semakin besar potensi trauma yang dialami.

Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap cedera emosional dan fisik akibat kekerasan karena mereka belum mampu membela diri dengan baik. Ironisnya, kekerasan seringkali dilakukan oleh orang dewasa atau teman dekat. Trauma yang tidak disembuhkan pada masa kanak-kanak dapat menghambat kehidupan seseorang di masa dewasa, mengakibatkan kehilangan hidup di momen saat ini, gangguan kemampuan kontrol seseorang terhadap tubuh dan pikirannya, sampai gangguan untuk berelasi sehat dengan orang lain. Trauma, intinya, memiliki dampak psikologis dan fisiologis yang dapat melumpuhkan kehidupan seseorang.

Trauma yang tidak diatasi dapat menyebabkan hidden stress, di mana pikiran bawah sadar menyimpan memori traumatis untuk melindungi individu. Namun, emosi negatif yang terjebak dalam tubuh dapat memicu sinyal aktif yang menyebabkan sakit fisik yang tidak terlihat, namun sangat mengganggu. Stres berkepanjangan akibat trauma dapat berkontribusi pada masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Secara psikologis, dampak trauma bisa meliputi perilaku kecanduan, kekerasan, bunuh diri, kepribadian ganda, depresi, bipolar, PTSD, dan keluhan psikosomatis, sampai risiko menjadi seorang pelaku kekerasan.

Penyembuhan trauma sangat penting untuk mengembalikan keseimbangan tubuh dan mendukung proses penyembuhan serta regenerasi sel, sehingga individu menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit kronis. Rekonsiliasi trauma berarti mengembalikan kepemilikan seseorang atas tubuh dan pikirannya, meningkatkan daya tahan terhadap stres, dan membuka potensi di masa depan.

Mengatasi trauma dan hidden stress memerlukan pendekatan holistik dan hati-hati, mengingat efeknya yang mendalam. Hipnoterapi menawarkan cara efektif untuk menyelesaikan trauma dengan aman, membantu pasien mengendalikan kehidupan mereka dan menemukan kembali kesejahteraan.

Apa itu Hipnoterapi?

Hipnoterapi terdiri dari dua kata: hipnosis dan terapi. Menurut Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, hipnosis adalah kondisi kesadaran yang ditandai oleh relaksasi pikiran sadar, penurunan fungsi kritis analitis, serta peningkatan fokus, membuat individu sangat responsif terhadap sugesti yang diberikan kepada pikiran bawah sadar.

Bagaimana Hipnoterapi Bekerja?

  1. Relaksasi Mendalam: Terapis membawa pasien ke kondisi relaksasi mendalam, di mana pikiran sadar menjadi kurang aktif dan pikiran bawah sadar lebih terbuka untuk sugesti.
  2. Mengakses Memori Bawah Sadar: Hipnoterapi memungkinkan pasien mengakses memori bawah sadar yang mungkin menyimpan trauma tersembunyi, membantu mereka memahami dan mengurangi stres terkait.
  3. Rekonstruksi Kognitif: Dengan bantuan terapis, pasien dapat mengubah cara pandang dan reaksi terhadap pengalaman traumatis, mengganti respons negatif dengan yang lebih positif.
  4. Meningkatkan Ketenangan dan Pengendalian Diri: Hipnoterapi juga membantu mengembangkan kemampuan pengendalian diri yang lebih baik dalam menghadapi stres di masa depan melalui sugesti positif.

 

Artikel ditulis oleh :

dr FR Herin Anggreni, M. BIOMED (AAM)

(Dokter Hipnoterapi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Katarina

Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

RS Panti Rapih

Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223

Telp : (0274) 514014, 514845, 563333 ext 1512

Whatsapp: +62 811-2847-276

 

Pendaftaran 24 jam :

Telepon 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Playstore atau App store)

 

 

 

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Self – Love untuk Self – Healing dengan Meditasi Kasih Sayang 5/5 (1)

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang sangat unik dan istimewa. Memiliki karakteristik unik dalam menghadapi kondisi dunia luarnya. Manusia memiliki dua dunia sepanjang hidupnya, yaitu dunia internal dalam dirinya dan dunia eksternal. Dunia internal adalah pengalaman-pengalaman, memori, dan perasaan manusia, yang mempengaruhi persepsinya terhadap dunia disekitarnya. Seseorang menilai dunia sebagai tempat yang ramah, menyenangkan, dan penuh kedamaian, dimulai dari penilaian dunia internalnya. Demikian pula sebaliknya, bila dunia internal manusia tidak sehat karena terluka oleh pengalaman-pengalaman pahit hidupnya dan identitas yang dilekatkan kepadanya oleh orang-tua, pengasuh, sosial, dan budaya, maka manusia pun akan memandang dunia sekitarnya menjadi tempat yang tidak nyaman, tidak aman, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan fisik dan mentalnya.

Kesehatan fisik dan mental manusia adalah satu. Gangguan kesehatan fisik akan mempengaruhi kesehatan mental, misalnya pasien obesitas cenderung mengalami gangguan depresi, cemas, dan gangguan makan. Pasien dengan penyakit kanker, bisa menjadi depresi, sehingga menolak berbagai pengobatan. Gangguan kesehatan mental akan menyebabkan suatu penyakit kronis, misalnya seseorang yang mengalami kecemasan kronis akan menyebabkan gangguan lambung kronis yang mengganggu produktivitas kerja, hipertensi, dan penyakit jantung. Seseorang yang mengalami trauma berat bisa menderita suatu penyakit kanker atau autoimun.

Keseimbangan kesehatan fisik dan mental akan meningkatkan imunitas tubuh, keseimbangan energi, dan kemampuan tubuh dalam menyembuhkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu, pengobatan kedokteran modern sangat penting dikolaborasikan dengan kesehatan holistik, untuk penyembuhan dari dalam diri manusia. Harapannya, agar manusia dapat mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya, dan menjalani kehidupan dengan lebih damai dan bahagia. Dalam segi pengobatan penyakit, sangat penting, tidak hanya fokus dengan pengobatan dari luar tubuh, tetapi juga dari kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Akhirnya dapat meringankan penderitaan pasien, mempercepat penyembuhan penyakit, menurunkan ketergantungan pasien terhadap obat-obatan, meningkatkan penerimaan terhadap penyakit, dan juga meningkatkan keberhasilan dalam pencegahan penyakit kronis, seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung koroner.

Beberapa pendekatan kesehatan holistik untuk mencapai kesembuhan dari dalam (self-healing) adalah meditasi secara rutin, hipnosis klinis, terapi mindfulness, dan akupunktur.

 

Rumah Sakit Panti Rapih dalam rangka Hari Valentine pun (14/02/2023) menyelenggarakan acara meditasi kasih sayang (loving-kindness) sebagai bentuk kepedulian kepada Self-love. Kami sadar, dengan manusia bisa mencintai dirinya, dengan menjaga kesehatan fisik dan mentalnya, maka di sekitarnya pun menjadi lebih baik.

 

 

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. FR. Herin Anggreni P, M. Biomed (AAM)

(Dokter Umum – Klinik Katarina RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Katarina (Klinik Anti Obesitas & Pelayanan Holistik)
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 1512

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Obesitas No ratings yet.

Obesitas atau kegemukan merupakan keadaan bertambahnya lemak tubuh yang ditandai oleh kenaikan berat badan dan peningkatan penumpukan lemak pada bagian tertentu khususnya di daerah perut. Obesitas atau kegemukan terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar, sehingga terjadi peningkatan rasio lemak dan lean body tissue yang terlokalisir atau merata di seluruh tubuh.

Bagaimana Cara Menentukan Obesitas?

  1. Menghitung Indeks Massa Tubuh

Perhitungan umum yang sering digunakan tanpa mempetimbangkan berat otot adalah IMT  (Indeks Massa Tubuh) atau  BMI ( Body Mass Index ).

Rumus IMT = Berat badan (kg) / Tinggi badan x tinggi badan (m)

Bila berat badan seseorang adalah  68 kg dengan tinggi badan 155 cm, maka IMT -nya adalah  28, 3 kg/m2, artinya berdasarkan IMT termasuk obesitas.

2. Menghitung Rasio Lingkar Pinggang dan Panggul (RLPP)

Rasio lingkar pinggang dan panggul merupakan salah satu cara pengukuran antropometri yang dapat menilai obesitas sentral dan juga menilai risiko terkena penyakit kardiovaskuler. Cara mengukur lingkar pinggang yang paling mudah adalah dengan meletakkan satu jari di atas pusar Anda, setelah itu lingkari meteran pada daerah tersebut. Untuk mengukur lingkar panggul dapat dilakukan dengan cara menentukan daerah panggul yang paling menonjol dan gunakan metlin untuk mengukur.

Rumus RLPP = lingkar pinggang (cm) / lingkar panggul (cm)

Contoh: bila seorang laki-laki mempunyai lingkar pinggang 100 cm dengan lingkar pinggul 90 cm, maka RLPP-nya adalah 100 : 90 = 1,1. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa laki-laki ini mengalami obesitas sentral dan berisiko untuk menderita penyakit kardiovaskuler, sesuai dengan hasil penelitian prospektif yang menunjukkan bahwa rasio lingkar pinggang dan panggul berhubungan erat dengan penyakit kardiovaskuler (Supariasa, 2002).

Tipe-tipe Obesitas

  1. Tipe Android (Tipe buah Apel)

Tipe android menunjukkan distribusi dan akumulasi dominan jaringan lemak yang terdapat pada bagian visceral dan bagian atas tubuh, seperti yang terlihat pada buah apel. Tipe ini banyak terjadi pada pria dan wanita yang telah mengalami menopause karena hormon estrogen tidak lagi diproduksi.

Jenis timbunan lemak pada bagian atas tubuh adalah asam  lemak jenuh. Seseorang dengan timbunan lemak jenuh tinggi dalam tubuh beresiko terkena penyakit yang berhubungan dengan metabolisme glukosa dan lemak seperti penyakit diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, stroke dan tekanan darah tinggi. Orang dengan tipe kegemukan seperti ini mempunyai kemungkinan terkena kanker payudara enam kali lebih besar dibandingkan orang yang memiliki berat tubuh normal. Lemak jenuh  merupakan lemak yang lebih  mudah dibakar. Bila seseorang memiliki timbunan lemak lebih banyak pada bagian atas ( lengan atas, belakang bra, pinggang dan perut) dianjurkan untuk segera melakukan diet dan olahraga secara teratur.

  1. Tipe Ginoid (Tipe buah Pir)

Tipe ginoid menunjukkan distribusi dan akumulasi dominan jaringan lemak pada bagian bawah tubuh yaitu, di daerah panggul dan paha. Tipe ini banyak terdapat pada wanita.

Jenis lemak yang tertimbun pada daerah panggul dan paha jenisnya adalah lemak tidak jenuh yang lebih sulit untuk dibakar. Kegemukan tipe ini lebih aman terhadap risiko penyakit kardiovaskuler. Pada kegemukan tipe ini, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah lemak tubuh bagian atas sudah normal atau belum. Jika normal, untuk penurunan berat badan tidak dianjurkan untuk diet ketat karena akan semakin menghabiskan lemak bagian atas tubuh, yang kemungkinan akan menyebabkan antara lain pipi menjadi kempot dan payudara mengecil. Yang penting untuk dilakukan adalah, melatih otot-otot di sekitar panggul dan paha. Jika massa otot lebih besar dari lemak, penampilan panggul dan paha akan terkesan lebih langsing.

  1. Tipe Hiperplastik

Tipe ini biasanya terjadi pada anak-anak. Tipe hiperplastik menunjukkan sel lemak berlebih, tetapi ukurannya sesuai dengan ukuran sel lemak normal. Jumlah sel lemak yang banyak pada anak-anak akan sulit untuk diturunkan ketika masa pertumbuhan telah berakhir. Anak-anak yang gemuk harus ditingkatkan aktifitas fisiknya secara teratur untuk menyeimbangkan dengan sel lemak yang banyak tadi dengan pertambahan tinggi badan.

  1. Tipe Hipertropik

Obesitas tipe ini biasanya terjadi pada orang dewasa, terutama pada wanita setelah hamil dan melahirkan atau pada pria yang mulai mapan dengan makan tidak terkontrol. Tipe hipertropik menunjukkan ukuran sel lemak tidak normal (berukuran besar), tetapi dengan jumlah sel lemak normal.

Ukuran sel lemak yang membesar dapat dikecilkan dengan meningkatkan penggunaan sel lemak sebagai energi, yaitu dengan mengurangi asupan energi total dan meningkatkan aktifitas fisik dan latihan fisik secara teratur.

Pengaturan Makan pada Obesitas

Pengaturan makan  dengan tujuan penurunan berat  badan, sebaiknya dapat menurunkan berat badan secara bertahap tanpa mengganggu keseimbangan metabolisme atau sampai menyiksa diri sendiri. Bahkan, diharapkan pengaturan  makan ini bisa menjadi suatu gaya hidup yang baik. Pengaturan makan yang bisa diterapkan untuk penurunan berat badan  adalah dengan diet rendah energi, seimbang dan teratur (REST). Diet REST ini dikembangkan oleh Rita Ramayulis DCN.,M.Kes.

Pada prinsipnya diet ini adalah menurunkan asupan energi total dengan tetap mengenyangkan. Seseorang dengan kegemukan, tetap dapat mengonsumsi makanan dengan volume yang sesuai, mengandung zat gizi lengkap dan seimbang, serta frekuensi makan minimal 3 kali sehari. Diet ini mengutamakan pemilihan bahan makanan dengan densitas energi rendah (DER). Densitas energi rendah adalah jumlah energi pada suatu hidangan makanan dalam berat atau volume tertentu. Suatu hidangan makanan dengan densitas energi rendah akan menyediakan energi relatif lebih rendah dibandingkan dengan yang berdensitas energi lebih tinggi dalam berat yang sama. Konsumsi makanan dengan DER, telah dimasukkan dalam Dietary Guidelines for Americans 2005, sebagai strategi untuk mengurangi konsumsi energi. Konsumsi makanan denagn DER dapat menurunkan berat badan secara bermakna. Penelitian dari Dewi, dkk (2013), menjelaskan bahwa kelompok yang mengonsumsi lebih  banyak makanan berdensitas energi rendah memiliki kualitas bahan makanan yang lebih baik dan indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi makanan berdensitas energi tinggi.

Pengelompokkan bahan makanan berdasarkan nilai densitas energi adalah sebagai berikut:

  1. Bahan makanan dengan densitas energi sangat rendah. (0-60 kkal/100 gr)

Contoh: sari kedelai, telur ayam bagian putih, lobak, oyong, pare, terong, tomat, semangka, pepaya

  1. Bahan makanan dengan densitas energi rendah ( > 60 -150 kkal/100 gr)

Contoh: kentang, tahu, tempe, ikan bawal, ikan kakap, daun pepaya, pisang ambon, sirsak

  1. Bahan makanan dengan densitas energi sedang ( > 150 – 400 kcal/100 gr)

Contoh: havermut,jagung, belut, daging sapi, ikan pindang, keju, selai, kopi, madu

  1. Bahan makanan dengan densitas energi tinggi ( > 400 – 900 kcal/100 gr)

Contoh: kacang tanah,ayam dengan kulit, kuning telur ayam, mentega, margarin, minyak kelapa

Sumber: Ramayulis R, 2014 Analisis Densitas Energi berdasarkan DKBM, Kemenkes 1996

 

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam menurunkan berat badan adalah sebagai berikut:

  1. Gizi Seimbang

Dalam diet gizi seimbang tidak ada larangan untuk mengonsumsi makanan tertentu. Dianjurkan  untuk mengonsumsi aneka ragam makanan sesuai kebutuhan dan bervariasi baik untuk kelompok makanan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah.

  1. Cukup Minum

Dalam sehari kebutuhan air putih untuk tubuh minimal 2 liter (8 gelas), tetapi saat menjalankan diet penurunan berat badan, kebutuhan air meningkat 50 cc untuk setiap kilogram berat badan.

  1. Aktifitas Fisik dan Lakukan Olahraga secara Teratur

Pada tahun 2002, WHO mencanangkan gerakan Move for Health, yang berisi rekomendasi utama untuk melakukan minimal 30 menit aktifitas fisik secara reguler dalam 5 hari seminggu. Jika seseorang melatih otot, setiap saat otot juga akan mempunyai kemampuan lebih untuk membakar lemak.

  1. Kelola Emotional Eating

Emotional Eating  yaitu. suatu kebiasaan makan berlebihan dalamjumlah  besar hanya karena nafsu dan perasaan yang disebabkan oleh emosi, bukan karena lapar. Seseorang yang mengalami emotional eating cenderung untuk makan dalam jumlah berlebihan dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula, garam dan minyak.

 

Referensi

Ramayulis  R. 2014.   Slim is Easy.  Jakarta : Penebar Plus +

Sudargo, Toto, dkk. 2014.  Pola Makan dan Obesitas. Yogyakarta : Gajah Mada University Press

Kementerian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta

Wahyuningsih, Retno. 2013. Penatalaksanaan Diet pada Pasien. Yogyakarta : Graha Ilmu

 

Artikel ini ditulis oleh:

Bernadeth Dwi Wahyunani, AMG, RD

(Kepala Instalasi Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 Instalasi Gizi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Jumat, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu & tanggal merah tutup
Telepon : 0274 – 563333 ext 238

Mohon dapat memberikan rating

Cegah Kegemukan No ratings yet.

Lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami obesitas. Jumlah ini masih terus bertambah, bahkan WHO memperkirakan pada tahun 2025, sekitar 167 juta orang, baik dewasa dan anak, akan jadi sakit karena kelebihan berat badan atau obesitas. 

Obesitas adalah penyakit yang mempengaruhi sebagian besar sistem dan organ tubuh, dari jantung, hati, ginjal, sendi, sampai sistem reproduksi. Dampaknya berupa penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, hipertensi dan stroke, kanker, serta masalah kesehatan mental. Orang dengan obesitas juga tiga kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Kunci untuk mencegah obesitas adalah bertindak sejak dini, idealnya bahkan sebelum bayi lahir. Nutrisi yang baik selama kehamilan, diikuti dengan pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan dan terus menyusui sampai usia 2 tahun, adalah langkah yang terbaik untuk semua bayi dan anak.

Kegemukan dan obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Indeks massa tubuh (BMI) adalah indeks sederhana dari berat badan-untuk-tinggi yang umum digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas. Untuk anak balita kelebihan berat badan adalah berat badan untuk tinggi badan lebih besar dari 2 standar deviasi di atas median Standar Pertumbuhan Anak WHO, dan obesitas lebih besar dari 3. Pada anak dan remaja berusia antara 5-19 tahun kelebihan berat badan adalah BMI lebih besar dari 1 standar deviasi di atas median Pertumbuhan WHO dan obesitas lebih besar dari 2.

Penyebab mendasar dari obesitas dan kelebihan berat badan adalah ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan. Secara global, hal tersebut telah terjadi karena pertama, adanya peningkatan asupan makanan padat energi yang tinggi lemak dan gula. Kedua, penurunan aktivitas fisik karena semakin banyak bentuk pekerjaan yang menetap, perubahan moda transportasi, dan peningkatan urbanisasi. Keduanya, yaitu perubahan pola makan dan aktivitas fisik seringkali merupakan hasil dari perubahan lingkungan dan sosial yang terkait dengan pembangunan dan kurangnya kebijakan yang mendukung pada sektor kesehatan, pertanian, transportasi, perencanaan kota, lingkungan, pengolahan makanan, distribusi, pemasaran, dan pendidikan.

Obesitas pada anak dikaitkan dengan kemungkinan obesitas, kematian dini, dan kecacatan yang lebih tinggi di masa dewasa. Namun selain peningkatan risiko di masa depan, anak obesitas mengalami kesulitan bernapas, peningkatan risiko patah tulang, hipertensi, penanda awal penyakit kardiovaskular, resistensi insulin dan efek psikologis. Kegemukan dan obesitas, serta penyakit tidak menular yang terkait, sebagian besar dapat dicegah. Lingkungan dan masyarakat yang mendukung sangat penting dalam membentuk pilihan masyarakat, dengan menjadikan pilihan makanan yang lebih sehat dan aktivitas fisik yang teratur sebagai pilihan yang paling mudah diakses, tersedia dan terjangkau.

Pada tingkat keluarga, orang tua dapat dapat melakukan pembatasan asupan energi dari total lemak dan gula pada anak. Juga meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, serta kacang-kacangan, biji-bijian. Dan jangan lupa untuk mendorong anak melakukan aktivitas fisik secara teratur (60 menit sehari untuk anak-anak dan 150 menit dalam seminggu untuk remaja dan orang dewasa).

Di tingkat masyarakat, penting untuk mendukung individu dalam mengikuti rekomendasi di atas, melalui implementasi berkelanjutan dari kebijakan berbasis bukti dan berbasis populasi yang membuat aktivitas fisik teratur dan pilihan makanan yang lebih sehat tersedia, terjangkau dan mudah diakses oleh semua orang, terutama bagi yang termiskin. individu. Contoh dari kebijakan tersebut adalah pajak atas minuman manis dengan gula.

Industri makanan dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan diet sehat dengan mengurangi kandungan lemak, gula, dan garam makanan olahan. Juga memastikan bahwa pilihan yang sehat dan bergizi tersedia dan terjangkau bagi semua konsumen. Regulasi negara harus mencakup pembatasan pemasaran makanan tinggi gula, garam dan lemak, terutama makanan yang ditujukan untuk anak dan remaja. Selain itu, juga memastikan ketersediaan pilihan makanan sehat dan mendukung praktik aktivitas fisik secara teratur di tempat kerja.

Pada kesempatan Hari Obesitas Sedunia 4 Maret 2022, semua negara harus berbuat lebih banyak untuk membalikkan krisis kesehatan yang dapat diprediksi dan dicegah ini. Langkah efektif harus segera diambil, termasuk membatasi pemasaran makanan dan minuman tinggi lemak, gula dan garam kepada anak, mengenakan pajak pada minuman manis, dan menyediakan akses yang lebih baik ke makanan sehat yang terjangkau. Setiap kota perlu menyediakan ruang bagi semua warganya, termasuk anak untuk berjalan kaki ke sekolah, bersepeda, dan rekreasi yang aman, dan guru di sekolah perlu mengajarkan kebiasaan sehat kepada anak sejak dini.

Sumber: https://dokterwikan.com/

Artikel ini ditulis oleh:
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Klinik Klinik Tumbuh Kembang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating