Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) 5/5 (1)

Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK adalah sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru untuk jangka panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari dalam paru-paru sehingga pengidap akan mengalami kesulitan dalam bernapas. PPOK umumnya merupakan kombinasi dari dua penyakit pernapasan, yaitu bronkitis kronis dan emfisima. Bronkitis, infeksi pada saluran udara menuju paru-paru yang menyebabkan pembengkakan dinding bronkus dan produksi cairan di saluran udara berlebihan. Emfisema, kondisi rusaknya kantung-kantung udara pada paru-paru yang terjadi secara bertahap.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

  • Batuk kronik dengan/tanpa dahak yang tidak kunjung sembuh
  • Makin sering tersengal-sengal, bahkan saat melakukan aktivitas fisik yang ringan seperti memasak atau mengenakan pakaian
  • Mengi atau sesak napas disertai bunyi mengi
  • Lemas (kehilangan kemampuan/produktivitas)
  • Rasa berat di dada
  • Penurunan berat badan

*Jika anda mengalami keluhan diatas maka perlu dilakukan tes fungsi paru/spirometri setelah memeriksakan diri ke Poli Paru

Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

  • Pajanan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan faktor utama penyebab PPOK
  • PPOK akan berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala penyakit umumnya muncul pada pengidap yang berusia diatas 35 tahun
  • Misalnya: Asap kendaraan bermotor, debu jalanan, gas buangan industri, briket batu bara, debu vulkanik gunung meletus, asap kebakaran hutan, asap obat nyamuk bakar, asap kayu bakar, asap kompor, polusi di tempat kerja (bahan kimia, debu/zat iritasi, dan gas beracun)
  • Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap PPOK, Anda juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang sama

    Alat Tes Fungsi Paru/Spirometer Rumah Sakit Panti Rapih YogyakartaLink terkait: https://www.instagram.com/p/ClQEMnHSbqy/https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-rawat-jalan-rs-panti-rapih/klinik-paru/ Lokasi Pelayanan :
    Klinik Endokrin
    Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih
    Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223Pendaftaran :
    Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
    Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Ada Apa dengan Cinta Tuberkulosis (TBC)? No ratings yet.

Memperingati  Hari Tuberkulosis Sedunia setiap tanggal 24 Maret, saat dr Robert Koch mengumumkan Mycobacterium tuberculosis sebagai bakteri penyebab Tuberculosis

 

KENali dan penCegahANnya,

Semakin mengenali, memahami suatu penyakit dan bertindak mencegah suatu penyakit. Kita akan semakin mencintai tubuh kita dan disiplin merawat agar tetap sehat fisik dan bugar dalam beraktivitas dipekerjaan atau didalam keluarga.

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, terutama di saluran pernafasan paru-paru (TB Paru), tapi juga dapat di organ lain  (TB ekstra paru) seperti usus, tulang, otak, sumsum tulang belakang atau di kelenjar. Penularannya melalui udara atau droplet (percikan cairan air ludah, bersin, batuk, berteriak yang mengandung bakteri) dan juga kontak benda disekitar pasien aktif yang terpercik droplet.

Gejala awal : (jika timbul gejala di bawah ini, segera konsultasi dengan dokter)

  1. Batuk terus menerus lebih dari 2 minggu
  2. Berkeringat terutama malam hari
  3. Demam hilang timbul lebih dari 3 minggu
  4. Nafsu makan berkurang dan berat badan semakin menurun drastis
  5. Gangguan pernafasan (nyeri dada dan sesak) dan pembesaran kelenjar getah bening
  6. Spesifik, jika batuk disertai darah
  7. Biasanya dengan pemberian obat batuk dan antibiotika lain oleh dokter tidak berkurang

Pencegahannya
Edukasi pendidikan (literasi) dan penyuluhan kesehatan untuk tetap hidup sehat dan bersih, deteksi dini dan vaksinasi  serta pengobatan dini sebelum terlambat

Deteksi dini
Lakukan pemeriksaan Medical Check Up rutin pada saat sehat dan awal timbul gejala sakit

Pemeriksaan Medical Check Up untuk penyakit Tuberculosis :

– Pemeriksaan screening oleh dokter  terutama Berat Badan, Tinggi badan
– Pemeriksaan tes kulit Mantoux atau tuberculin skin test
– Pemeriksaan darah rutin dan LED
– Pemeriksaan darah sero / imunologi Anti TB
– Pemeriksaan dahak BTA sputum atau kultur sputum TB
– Pemeriksaan dahak Gene Expert
– Pemeriksaan foto Rontgen Dada atau CT scan
– Pemeriksaan PCR TB dengan bahan Liquor Cerebro Spinal
– Pemeriksaan Citologi  TB – Patologi Anatomi

Disamping anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain (laboratorium, radiologi, mikrobiologi, patologi anatomi) untuk menyingkirkan gejala yang mirip dengan Tuberkulosis, sehingga dapat diberikan pengobatan awal yang optimal.

Lakukan Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) segera pada saat masih bayi sampai usia 1 bulan.

Pencegahannya
Edukasi pendidikan dan penyuluhan kesehatan untuk tetap hidup sehat dan bersih, deteksi dini dan vaksinasi serta pengobatan dini sebelum terlambat.

Pencegahan secara umum,
–  Tetap hidup sehat dengan gizi seimbang, aktivitas olah raga dan istirahat cukup
–  Kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya (sirkulasi udara dan sinar matahari)
–  Tetap laksanakan Protokol Kesehatan COVID-19 secara disiplin (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak)
–  Etika batuk / bersin yang benar serta buang tisu penutup di tempatnya
–  Tidak membuang dahak atau meludah di sembarang tempat
–  Batasi kontak dengan pasien TB terutama kelompok rentan (anak, ibu hamil, lansia, dll)

Kisah selanjutnya dengan cinta dan menjaga serta merawat tubuh kita,  kita akan semakin tetap sehat dan bugar serta mampu memutus rantai penularan Tuberkulosis di masyarakat.

Link terkait :
https://pantirapih.or.id/rspr/tbc-kebal-obat-mdr/

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

 

Medical Check Up RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pukul 07.00-14.00. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup
Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274-563333 ext 1125
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

TBC Kebal Obat (MDR) 5/5 (2)

TB dan TB Kebal Obat (MDR)

1. TB (Tuberkulosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberkulosis). Kuman ini bisa menyerang tubuh manusia terutama paru-paru. TB bukanlah penyakit turunan
2. TB MDR (Tuberkulosis Multidrug resistant) adalah TB yang disebabkan oleh kuman TB yang terlah berevolusi dan kebal terhadap obat-obatan

Gejala TB MDR

Gejala TB MDR sama dengan gejala TB biasa, namun kuman penyebabnya sudah kebal obat.
Batuk berdahak lebih dari 2 minggu, gejala lainnya:
1. Demam
2. Batuk darah
3. Nyeri di dada
4. Berkeringat di malam hari tanpa beraktivitas
5. Nafsu makan menurun
6. Berat badan menurun

“TB MDR bisa disembuhkan jika minum obat teratur sampai Tuntas”

Apa yang terjadi jika berhenti minum obat anti TB sebelum waktunya?

Kuman dalam tubuh menjadi kebal terhadap obat sehingga pengobatan akan lebih lama dan lebih mahal karena jenis obatnya berbeda. Kuman yang kebal obat dapat ditularkan kepada orang lain di sekitar penderita.

Bagaimana orang bisa sakit TB MDR?
1. Pengobatan TB biasa yang tidak tuntas
2. Tertular dari pasien TB MDR

Bagaimana mencegah TB?
1. Minumlah obat teratur, setelah 2 minggu minum obat, maka kuman tidak akan menularkan ke orang lain
2. Pasien TB harus menutup mulutnya sewaktu batuk dan bersin
3. Tidak membuang dahak disembarang tempat, tapi dibuang pada tempat khusus dan tertutup
4. Rumah tinggal harus mempunyai ventilasi udara yang baik agar sirkulasi udara lancar

Pencegahan Penularan TB MDR
1. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau sapu tangan ketika batuk atau bersin, kemudian buanglah tisu di tempat sampah tertutup
2. Jangan membuang ludah dan dahak disembarang tempat
3. Gunakan air dan sabun untuk mencuci tangan Anda kemudian keringkan
4. Ketika kontak dengan orang lain, gunakan masker

Pengobatan TB MDR
1. Pengobatan diberikan pada orang yang terbukti TB MDR
2. Pengobatan diberikan di Sarana Pelayanan Kesehatan yang ditunjuk selama 18 – 24

Menelan Obat Harus Diawasi Petugas Kesehatan Setiap Hari
Efek samping dari Obat, meliputi:
1. Mual dan muntah
2. Pusing / sakit kepala
3. Diare
4. Nyeri otot dan tulang
5. Hilang napsu makan
6. Kesemutan sampai rasa terbakar di kaki
7. Warna kemerahan pada air seni

Bila Anda pasien TB, berobatlah sampai tuntas sesuai dengan anjuran dari Petugas Kesehatan. Bila Anda di diagnosis TB MDR, mulailah pengobatan dengan segera di Sarana Pelayanan khusus yang ditunjuk. Pengobatan TB MDR sampai tuntas adalah upaya yang paling baik bagi pasien untuk sembuh.

Klinik Paru Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating