Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat, 61 Peserta Ikuti Pelatihan Keselamatan Hasil Kolaborasi Poltekkes Kemenkes dan RS Panti Rapih No ratings yet.

Guna meningkatkan kompetensi serta kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat dan keselamatan di lingkungan pelayanan kesehatan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta bekerja sama dengan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menggelar kegiatan pelatihan keselamatan komprehensif pada Kamis dan Jumat, 10–11 September 2026.

Pelatihan bertajuk Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Hospital Disaster, dan Penanggulangan Kebakaran ini diikuti oleh sebanyak 61 peserta. Kegiatan diselenggarakan secara kombinasi (hybrid), menggabungkan sesi pembekalan teori secara daring (online) serta simulasi dan praktik lapangan secara luring (offline).

Rangkaian acara dimulai pada Kamis, 10 September 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., serta Ketua Program Studi D3 RMIK Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Arif Nugroho Triutomo, S.KM., MPH. Memasuki sesi materi utama, peserta menerima pemaparan mendalam dari empat narasumber yang pakar di bidangnya, antara lain Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh dr. Petrus Gandi P, M.Sc; Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) oleh Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Ns, CBIPCN; Hospital Disaster Plan oleh Veronica Elianingsih, SKM; serta Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran oleh Kristanto Sugeng Wahjudi, S.Kom.

Memasuki hari kedua, Jumat, 11 September 2026, seluruh peserta mengikuti kegiatan praktis secara luring di Auditorium Lt. 6 dan area RS Panti Rapih. Agenda diawali dengan Simulasi Penanggulangan Kebakaran di area Parkir Timur Karyawan untuk melatih respons cepat dan prosedur evakuasi saat terjadi bahaya api.

 

 

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti Skill Station secara bergiliran guna menguji dan mengasah keterampilan klinis, yaitu:

Stase 1 (PPI): Dipandu oleh Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Ns; Enny Puspita Jatiningsih, A.Md.Kep; dan Irene Hilda, A.Md.Kep.

Stase 2 (Resusitasi Jantung Paru / RJP): Dampingi langsung oleh Tim IGD RS Panti Rapih.

Stase 3 (Balut Bidai): Dampingi oleh Tim IGD RS Panti Rapih.

Stase 4 (Transportasi Pasien): Dampingi oleh Tim IGD RS Panti Rapih.

Adapun Tim IGD RS Panti Rapih yang bertindak sebagai instruktur dalam pelatihan lapangan ini terdiri dari Samsuhadi, S.Kep., Ns; Harul Harisman, S.Kep., Ns; dan Antonius Suryanta, S.Kep., Ns.

Melalui rangkaian teori dan praktik ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman konseptual, tetapi juga mempraktikkan langsung respons tanggap darurat, penanganan medis awal, dan penerapan standar keselamatan guna mewujudkan lingkungan rumah sakit yang aman dan sigap bencana.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Universitas Dian Nuswantoro Kunjungi RS Panti Rapih, Pelajari Penerapan Rekam Medis Elektronik No ratings yet.

RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) pada Senin (31/8/2026). Kunjungan yang berlangsung di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6 RS Panti Rapih tersebut menjadi momentum untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan rekam medis elektronik serta manajemen data dan informasi kesehatan di rumah sakit.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Universitas Dian Nuswantoro dan jajaran RS Panti Rapih. Melalui kunjungan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami secara lebih dekat implementasi sistem rekam medis dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQua. Dalam kesempatan tersebut, RS Panti Rapih menyampaikan apresiasi atas kunjungan Universitas Dian Nuswantoro serta menyambut baik kegiatan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman antara institusi pendidikan dan rumah sakit.

Sementara itu, sambutan dari pihak Universitas Dian Nuswantoro disampaikan oleh Kaprodi, Kriswiharsi Kun Saptorini, SKM, M.Kes. Kehadiran UDINUS di RS Panti Rapih diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai praktik pengelolaan informasi kesehatan yang diterapkan secara langsung di lingkungan rumah sakit.

Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas kunjungan tersebut, RS Panti Rapih turut memberikan cenderamata kepada perwakilan Universitas Dian Nuswantoro. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Agenda berikutnya adalah pemaparan Company Profile RS Panti Rapih yang disampaikan oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama.

Dalam sesi ini, peserta memperoleh informasi mengenai RS Panti Rapih, mulai dari profil rumah sakit hingga berbagai layanan dan pengembangan yang dilakukan dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pemaparan company profile menjadi pengantar sebelum peserta memasuki pembahasan utama mengenai pengelolaan rekam medis dan teknologi informasi kesehatan.

Salah satu agenda utama kunjungan adalah pemaparan mengenai Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) yang disampaikan oleh Elizabet Erni Kurniawati, S.Tr.RMIK, Kepala Instalasi Rekam Medik RS Panti Rapih.

Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai penerapan rekam medis elektronik dalam mendukung proses pelayanan pasien dan pengelolaan informasi kesehatan.

Transformasi dari pengelolaan rekam medis konvensional menuju sistem elektronik merupakan bagian penting dalam perkembangan pelayanan kesehatan. Pengelolaan rekam medis secara digital membutuhkan proses yang terintegrasi, dukungan sumber daya manusia yang kompeten, serta pemanfaatan teknologi yang mampu menunjang kebutuhan pelayanan.

Pembahasan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan rekam medis dalam konteks pelayanan rumah sakit.

Selain rekam medis elektronik, peserta Universitas Dian Nuswantoro juga mendapatkan materi mengenai Manajemen Data dan Informasi Kesehatan yang disampaikan oleh Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom., Kepala Instalasi Teknologi Informasi RS Panti Rapih.

Materi ini membahas pentingnya pengelolaan data dan informasi kesehatan dalam mendukung operasional rumah sakit. Teknologi informasi memiliki peran strategis dalam memastikan data dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan, sekaligus mendukung kebutuhan informasi di lingkungan rumah sakit.

Penerapan teknologi informasi kesehatan yang terintegrasi juga menjadi salah satu bagian dari transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Dengan pengelolaan data yang baik, informasi dapat menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung efektivitas pelayanan dan pengambilan keputusan.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi interaktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih jauh mengenai penerapan rekam medis elektronik, manajemen data, serta peran teknologi informasi dalam mendukung pelayanan kesehatan di RS Panti Rapih.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pembahasan yang berlangsung selama sesi diskusi. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pertukaran pengetahuan antara pihak rumah sakit dan institusi pendidikan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Hospital Tour. Dalam kegiatan ini, peserta Universitas Dian Nuswantoro berkesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas dan lingkungan pelayanan di RS Panti Rapih.

Kunjungan Universitas Dian Nuswantoro ke RS Panti Rapih tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai rekam medis elektronik, manajemen data, serta teknologi informasi kesehatan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Bagi dunia pendidikan, pengalaman praktik di lingkungan rumah sakit dapat menjadi tambahan wawasan bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan tenaga profesional kesehatan di masa mendatang.

Sementara bagi rumah sakit, interaksi dengan institusi pendidikan menjadi bagian dari upaya untuk terus membangun jejaring, berbagi pengalaman, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama berbagai institusi pendidikan dan mitra strategis, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gelar Penyuluhan & Pendampingan Zona Integritas WBK/WBBM Bersama PAKSIJI DIY No ratings yet.

Dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas unggul, RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Pengembangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Sebanyak 109 peserta yang mencakup jajaran pimpinan, tim kerja ZI, hingga staf profesional rumah sakit hadir mengikuti agenda pelatihan ini secara intensif dari pukul 07.30 hingga 13.35 WIB.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang diisi dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Panti Rapih, serta sambutan dari dr Stephani Maria Nainggolan, M.Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih)  dan perwakilan PAKSIJI DIY (Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja), Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc.

Pada sesi pemula, Ketua Tim Kerja Zona Integritas RS Panti Rapih, apt. Asri Wulandadari, M.K.M (MARS), memperkenalkan jajaran Tim Kerja Pengembangan Zona Integritas serta memaparkan Laporan Kerja Zona Integritas rumah sakit sebagai landasan langkah penguatan integritas di lingkungan kerja.

Selama satu hari penuh, para peserta menerima berbagai materi strategis dari para pakar PAKSIJI DIY, di antaranya:

  1. Kebijakan Nasional Pembangunan Zona Integritas: Dipaparkan oleh Endro Tyatmoko, S.Sos., M.Ec.Dev.

  2. Konsep Dasar WBK dan WBBM: Pembahasan mendalam mengenai tolok ukur dan nilai-nilai utama pembangunan zona integritas.

  3. Penguatan Budaya Antikorupsi di Rumah Sakit: Materi edukatif yang disampaikan oleh Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc.

  4. Pengendalian Gratifikasi & Benturan Kepentingan: Diskusi pencegahan potensi penyalahgunaan wewenang bersama Anandita Rizki Septiani, S.E.

  5. Whistleblowing System (WBS): Penguatan jalur pengaduan dan mekanisme pelaporan pelanggaran yang aman dan akuntabel oleh Anandita Rizki Septiani, S.E.

  6. Eviden dan Strategi Penilaian ZI: Bimbingan teknis penyusunan instrumen dan bukti fisik penunjang penilaian ZI oleh Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc.

Melalui pendampingan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, serta terbebas dari praktek korupsi dan gratifikasi demi menjaga kepercayaan masyarakat luas.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Kawal Periode Emas, RS Panti Rapih Gelar Pelatihan Internal Sinergi Cegah Stunting di 1000 HPK No ratings yet.

Dalam rangka mendukung penuh Program Nasional Penurunan Angka Prevalensi Stunting dan Wasting di Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih sukses menyelenggarakan Pelatihan Internal bertajuk “Mengawal Periode Emas: Sinergi Bersama Cegah Stunting di 1000 HPK”. Kegiatan yang dilaksanakan secara bauran (hybrid) ini berpusat di Auditorium Besar GRJT Borromeus Lantai 6 RS Panti Rapih pada Selasa, 30 Juni 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Stunting dan wasting hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi derajat kesehatan masyarakat Indonesia karena dampaknya yang meluas terhadap kualitas sumber daya manusia masa depan. Masalah ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, melainkan juga mengancam perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas di masa produktif, serta melipatgandakan risiko penyakit tidak menular saat dewasa. Melalui kesadaran kritis tersebut, RS Panti Rapih mengambil langkah promotif dan preventif strategis demi membekali seluruh elemen tenaga medis dan karyawannya agar memiliki pemahaman yang solid mengenai intervensi gizi pada periode krusial anak.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam pidatonya, dr. Stephani menegaskan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam menekan angka prevalensi stunting merupakan salah satu prioritas nasional yang mutlak harus didukung penuh.

“Stunting dan wasting bukan hanya persoalan tinggi badan atau berat badan anak. Di balik angka-angka tersebut terdapat masa depan bangsa yang sedang dipertaruhkan. Kunci keberhasilan pencegahan stunting terletak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah golden period atau periode emas yang tidak dapat diulang kembali. Apa yang terjadi pada masa ini akan sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan seorang anak,” tegas dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Lebih lanjut, dr. Stephani juga mengajak seluruh insan rumah sakit untuk membangun sinergi lintas profesi yang dinamis. Menurut beliau, pencegahan stunting bukanlah tugas satu profesi klinis saja, melainkan tanggung jawab bersama. Mulai dari dokter, bidan, perawat, ahli gizi, apoteker, hingga tenaga penunjang harus bergerak dalam satu visi pelayanan yang berkesinambungan agar setiap edukasi dan perhatian yang diberikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pasien dan keluarganya.

Pelatihan yang dimoderatori oleh Ibu Sisila Kusuma A ini menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A, yang mengupas tuntas mengenai ‘Kebijakan dan Strategi Pencegahan Stunting di Indonesia’ serta ‘Pentingnya 1000 HPK dalam Mencegah Stunting’. Pemaparan ini membuka wawasan peserta mengenai peta jalan regulasi pemerintah dan alasan biologis mengapa periode 1000 HPK menjadi penentu utama tumbuh kembang anak.

Sesi kedua dilanjutkan oleh dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A., M.Sc, yang membahas aspek implementasi klinis melalui topik ‘Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita’. Tidak hanya teori gizi, dr. Galuh juga memaparkan ‘Penggunaan Aplikasi SisFoGizi’, sebuah inovasi sistem informasi gizi yang menjadi instrumen digital esensial bagi rumah sakit dalam memantau, mendeteksi, dan menekan angka prevalensi stunting serta wasting secara presisi dan terintegrasi.

Antusiasme civitas hospitalia RS Panti Rapih dan Yayasan Panti Rapih terlihat sangat tinggi dalam pelatihan ini. Tercatat sebanyak 91 peserta hadir secara luring di ruang auditorium, sementara 500 peserta lainnya berpartisipasi secara daring melalui platform virtual. Sasaran utama dari pelatihan ini meliputi seluruh dokter spesialis anak (Sp.A), Tim Stunting Wasting, Ahli Gizi, serta perwakilan tenaga kesehatan maupun medis dari tiap unit kerja di RS Panti Rapih dan unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih.

Melalui penyelenggaraan pelatihan internal ini, Humas RS Panti Rapih berharap kapasitas edukasi dan kualitas pelayanan klinis karyawan dapat terus meningkat. Sesuai dengan pesan penutup dari Direktur Utama, mengawal periode emas kehidupan anak-anak hari ini adalah bentuk nyata dari upaya menyiapkan masa depan bangsa yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing di hari esok.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni 5/5 (3)

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 8 hingga 18 Juni 2026, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan strategis sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 15 hingga 27 Juni 2025.

Kegiatan pendampingan ini difokuskan pada upaya konkret penurunan angka kematian ibu dan bayi di total empat Puskesmas dan dua Rumah Sakit Umum Daerah yang tersebar di wilayah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni. Melalui kerja sama lintas sektor, program ini menyasar penguatan kompetensi klinis serta sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Tim Pendamping RS Panti Rapih Yogyakarta:

  • Suryo Nugroho, MPH– Kepala Instalasi Diklit & Asesor Internal (Ketua Tim Sufas)
  • Lusiana Irene W, Sp. OG– Ketua KSM Obsgyn RS Panti Rapih
  • Christo Darius Junendytya, Sp.A– KSM Anak RS Panti Rapih
  • Theresia Heni Lestari, S.Tr.Keb., Bdn– Kepala Ruang Bersalin RS Panti Rapih Yogyakarta

Cakupan Wilayah Pendampingan

Intervensi supervisi fasilitatif kali ini mencakup beberapa fasilitas kesehatan rujukan dan dasar berikut:

Kabupaten Fakfak:

  • Puskesmas Bomberay
  • Puskesmas Kokas
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak

Kabupaten Teluk Bintuni:

  • Puskesmas Babo
  • Puskesmas Aranday
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni

Rangkaian Kegiatan dan Persiapan Daring

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2026 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui email untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan.

Dilanjutkan pada 4 Juni 2026, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak. Dalam sesi ini, masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment serta mengevaluasi tindak lanjut dari rekomendasi program tahun sebelumnya. Keesokan harinya, 5 Juni 2026, agenda serupa digelar bersama Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni guna memastikan kesiapan teknis sebelum tim turun ke lapangan.

Implementasi Lapangan di Kabupaten Fakfak

Kegiatan lapangan resmi dimulai pada 8 hingga 18 Juni 2026, di mana tim pendamping bertolak menuju Fakfak, Papua Barat. Pendampingan teknis intensif dimulai pada 9 Juni 2026 di Puskesmas Bomberay. Selanjutnya, pada 10 Juni 2026, kegiatan bergeser ke Puskesmas Kokas, yang juga mencakup pelaksanaan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif untuk peningkatan mutu layanan yang berkesinambungan.

Pada 11 Juni, tim melanjutkan kunjungan ke RSUD Fakfak untuk meninjau kesiapan integrasi rujukan, serta mengadakan forum evaluasi komprehensif sekaligus perumusan langkah lanjutan strategis bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak.

 

[FOTO] Dokumentasi 1: Sesi foto bersama tim pendamping, manajemen, dan staf medis dalam rangkaian Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 2: Diskusi panel dan pemaparan materi orientasi pada pelaksanaan Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 3: Kunjungan lapangan dan koordinasi tim klinis dalam Kegiatan di Puskesmas Kokas.

[FOTO] Dokumentasi 4: Forum koordinasi lintas program dan Kegiatan evaluasi bersama jajaran di Dinkes Kabupaten Fakfak.

Aksi Nyata di Kabupaten Teluk Bintuni

Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Teluk Bintuni pada 13 hingga 14 Juni 2026. Pendampingan teknis di wilayah ini dimulai di Puskesmas Babo pada 15 Juni dan dilanjutkan di Puskesmas Aranday pada 16 Juni. Metode pendampingan meliputi simulasi penanganan kedaruratan (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil pencapaian Alat Pantau Kinerja Klinis (APKK).

Kegiatan berlanjut pada 17 Juni dengan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni untuk meninjau secara langsung alur penerimaan rujukan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yang masuk dari berbagai Puskesmas wilayah sekitarnya. Seluruh rangkaian kegiatan di Teluk Bintuni ditutup secara resmi pada siang hari tanggal 17 Juni 2026 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Tim pendamping akhirnya melakukan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 18 Juni 2026.

[FOTO] Dokumentasi 5: Foto bersama seluruh staf dan tenaga kesehatan dalam rangkaian Foto Kegiatan di Puskesmas BABO.

[FOTO] Dokumentasi 6: Perjalanan tim melewati jembatan kayu ikonik menuju lokasi kegiatan di Puskesmas Aranday (Distrik Tomu, Papua Barat).

[FOTO] Dokumentasi 7: Sesi foto bersama dengan latar belakang hutan mangrove dalam rangkaian kegiatan luar ruang di Puskesmas Aranday.

[FOTO] Dokumentasi 8: Sesi koordinasi dan foto bersama jajaran Manajemen RSUD Teluk Bintuni.

[FOTO] Dokumentasi 9: Suasana pemaparan dan diskusi interaktif dalam acara Penyampaian hasil Sufas di Dinas Kesehatan Teluk Bintuni.

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan tahun lalu, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu menggunakan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

“Pendampingan ini mengedepankan strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan menambahkan pelatihan teknis terkait penanganan kgawatdaruratan maternal dan Neonatal.”— Suryo Nugroho, MPH (Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih)

Dukungan penuh dari Dinas Kesehatan beserta pemerintah daerah setempat turut menguatkan komitmen keberlanjutan dampak kegiatan ini. Dalam pertemuan evaluasi akhir, disepakati pembentukan program tindak lanjut berupa pemantapan Supervisi Fasilitatif Daerah secara mandiri melalui peran strategis Dinas Kesehatan setempat.

Dengan hasil yang dicapai, RS Panti Rapih Yogyakarta berharap kegiatan pendampingan ini dapat menjadi praktik baik (best practice) yang konsisten dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia demi menekan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Memperkuat Tata Kelola Rumah Sakit, RSUD Teluk Bintuni Laksanakan Magang SPI di RS Panti Rapih 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 2 Maret 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan internal dan mutu pelayanan kesehatan, RS Panti Rapih menerima kunjungan magang dari Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) BLUD RSUD Teluk Bintuni. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi praktik terbaik (best practice) antar rumah sakit untuk menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim SPI BLUD RSUD Teluk Bintuni, drg. Weny H. Imawatie, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan magang ini. Beliau berharap delegasi dari Teluk Bintuni dapat menyerap ilmu tata kelola yang telah diimplementasikan dengan baik oleh RS Panti Rapih.

Sebagai simbol dimulainya kerjasama ini, kedua belah pihak melakukan pertukaran cinderamata yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Agenda hari pertama diawali dengan paparan Company Profile yang disampaikan oleh Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama. Peserta kemudian menerima materi inti yang terbagi dalam dua sesi utama:

  • Komite Mutu Rumah Sakit (KMRS): Disampaikan oleh Ibu Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM, Ketua Komite Mutu Rumah Sakit, yang membahas mengenai standarisasi dan pemeliharaan mutu layanan.
  • Satuan Pemeriksaan Internal (SPI): Dipaparkan oleh Ibu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., Kepala Satuan Pemeriksaan Internal, yang berfokus pada mekanisme audit internal dan pengawasan operasional rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif. Kegiatan hari pertama ditutup dengan hospital tour, di mana delegasi RSUD Teluk Bintuni melihat langsung fasilitas dan alur pelayanan di RS Panti Rapih.

Melalui kegiatan magang ini, diharapkan terjalin komunikasi berkelanjutan yang saling menguntungkan bagi kedua instansi.

Bagi RSUD Teluk Bintuni, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam memperkuat sistem pengawasan internal dan mutu layanan, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di wilayah Papua Barat.

Bagi RS Panti Rapih, kunjungan ini merupakan wujud komitmen rumah sakit untuk terus berbagi pengetahuan dan berkontribusi secara luas dalam kemajuan ekosistem kesehatan di Indonesia. Semoga sinergi ini menjadi langkah awal dari berbagai kerjasama strategis di masa yang akan datang.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Keselamatan Pasien, RS Panti Rapih Gelar Pelatihan Pemeriksaan Activated Clotting Time (ACT) No ratings yet.

YOGYAKARTA, 12 Februari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan teknis pemeriksaan Activated Clotting Time (ACT) bagi tenaga kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus ini bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan pasien melalui penguatan kompetensi teknis perawat.

Acara ini diikuti oleh 18 perawat dari berbagai unit rawat inap dan terselenggara atas kerja sama strategis antara RS Panti Rapih dengan PT Pelita Santosa Jaya.

Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kecanggihan teknologi medis harus dibarengi dengan kemahiran sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

“Pelatihan ini sangat diperlukan bagi para peserta. Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh keandalan alat saja, tetapi juga dari keterampilan yang tepat dalam penggunaannya demi menjaga keselamatan pasien,” ujar dr. Stephani.

Sesi pelatihan dibagi menjadi dua pilar utama untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh:

Sesi Teori: Disampaikan oleh dr. Roy Kristian P., M.Med.Sc., Sp.MK. Materi fokus pada aspek pre-analitik, kegunaan, mekanisme kerja ACT, serta cara interpretasi hasil yang akurat.

 

Sesi Praktik: Dipandu oleh Bapak Nanang Koswara dan Saudara Happy (Trainer dari PT Pelita Santosa Jaya). Pada sesi ini, peserta melakukan praktik langsung penggunaan alat guna mengasah ketajaman teknis di lapangan.

Melalui pelatihan intensif ini, RS Panti Rapih berharap seluruh peserta memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengoperasikan alat pemeriksaan ACT. Dengan penguasaan alat yang baik, diharapkan proses pemantauan koagulasi pasien dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan akurat, sehingga meminimalisir risiko klinis.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara manajemen rumah sakit, mitra penyedia teknologi kesehatan, dan tenaga medis.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Wawasan Mahasiswa di Bidang Rekam Medis Digital, Universitas Duta Bangsa Surakarta Kunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta No ratings yet.

YOGYAKARTA, 4 FEBRUARI 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi dari Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta pada Rabu (4/2). Sebanyak 110 peserta yang terdiri dari 90 mahasiswa dan 20 dosen pendamping hadir untuk mendalami implementasi manajemen rekam medis dan teknologi informasi kesehatan di dunia industri rumah sakit.

Acara yang berlangsung di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6 ini dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi kesehatan untuk menghadapi tantangan digitalisasi layanan kesehatan.

Warsi Maryati, S.KM., MPH, selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih. “Kunjungan ini merupakan langkah krusial bagi mahasiswa kami untuk melihat langsung bagaimana teori di bangku kuliah, khususnya mengenai Rekam Medis Elektronik, diimplementasikan secara nyata di institusi kesehatan yang memiliki standar pelayanan tinggi,” ujarnya.

Setelah sesi tukar menukar kenang-kenangan dan foto bersama, agenda dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif dari jajaran manajemen RS Panti Rapih:

  • Profil Rumah Sakit: Disampaikan oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama), yang memperkenalkan visi misi serta nilai-nilai pelayanan RS Panti Rapih.
  • Layanan Rekam Medis: Elizabet Erni Kurniawati, S.Tr.RMIK (Kepala Instalasi Rekam Medik) memaparkan alur dan tata kelola manajemen data pasien yang efektif.
  • Layanan JKN & Coding: Francisco Ximenes, A.Md. RMIK (Kepala Sub Instalasi Coding dan Verifikasi Klaim) menjelaskan teknis pengkodean medis dan proses klaim Jaminan Kesehatan Nasional.
  • Rekam Medis Elektronik (RME): Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom (Kepala Instalasi Teknologi Informasi) membedah sistem IT yang mendukung transformasi digital rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang dinamis, sebelum akhirnya rangkaian acara ditutup dengan hospital tour untuk melihat langsung fasilitas dan operasional layanan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, kedua belah pihak berharap dapat menjalin kemitraan yang berkelanjutan:

  • Bagi Universitas Duta Bangsa Surakarta: Diharapkan mahasiswa mendapatkan wawasan praktis dan pengalaman lapangan yang relevan, sehingga lulusan UDB memiliki kompetensi tinggi yang siap pakai di industri kesehatan, terutama dalam penguasaan Rekam Medis Elektronik.
  • Bagi RS Panti Rapih Yogyakarta: Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran RS Panti Rapih sebagai pusat pembelajaran (learning hospital) yang berkontribusi pada kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia, serta menjaring potensi SDM berkualitas di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Layanan Geriatri, RS Condong Catur Lakukan Kunjungan Studi ke RS Panti Rapih No ratings yet.

YOGYAKARTA, 28 Januari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih menerima kunjungan resmi dari jajaran manajemen Rumah Sakit Condong Catur pada Rabu (28/1). Bertempat di Auditorium Gedung Borromeus, pertemuan ini menjadi ajang strategis bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengetahuan, khususnya dalam pengembangan layanan kesehatan bagi pasien lanjut usia (geriatri).

Rombongan RS Condong Catur yang berjumlah 10 orang disambut langsung oleh Manajemen RS Panti Rapih. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari dr. Esdras Ardi Pramudita, DFIDN, MHPM, M.Sc, Sp.N, FAAN. selaku Direktur Medis RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar-fasilitas kesehatan demi meningkatkan kualitas hidup pasien di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Ir. Noviantara Rollin, M.Th. M. BA., selaku Advisor PT KMP yang mewakili RS Condong Catur, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam berbagi best practice pelayanan medis. Sebagai simbol jalinan kerja sama, acara dilanjutkan dengan serah terima cendera mata dan sesi foto bersama.

Memasuki sesi inti, Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama) memaparkan profil RS Panti Rapih yang terus bertransformasi mengikuti kebutuhan zaman. Diskusi kemudian menjadi lebih mendalam dengan pemaparan tiga materi utama:

  1. Pendekatan Klinik Pasien Usia Lanjut: Disampaikan oleh Dr. dr. Ida I Dewa Putu Pramantara Setiabudi, Sp.PD., K.Ger, yang membedah perspektif gerontologi medik dalam menangani pasien lansia secara komprehensif.

  2. Layanan Golden Care: Ibu Natalia Padmawati Handayani, A.Md.Kep menjelaskan inovasi Klinik Golden Care dan layanan Home Care yang menjadi solusi bagi pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan di rumah.

  3. Rehabilitasi Medis Geriatri: Bapak Yoga Nugraha Adi, A.Md.TW memaparkan peran penting tim rehabilitasi medis dalam menjaga kemandirian fisik pasien lansia.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan hospital tour, di mana para peserta meninjau langsung fasilitas unggulan di RS Panti Rapih guna melihat implementasi layanan yang telah dipaparkan.

Melalui kegiatan ini, kedua instansi berharap dapat membangun sinergi yang lebih erat dalam ekosistem kesehatan. Bagi RS Condong Catur, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan layanan geriatri yang lebih terstruktur. Sementara bagi RS Panti Rapih, momen ini merupakan wujud komitmen sebagai institusi yang berperan aktif dalam edukasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan di Indonesia.

Semoga pertukaran ilmu ini mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih empati, profesional, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Pererat Sinergi Pelayanan Kesehatan, RS Panti Rapih Yogyakarta Sambut Kunjungan Studi RS Siti Hajar 5/5 (5)

YOGYAKARTA, 15 Januari 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi dari jajaran manajemen RS SITI HAJAR dalam rangka berbagi wawasan terkait pengembangan layanan medik dan tata kelola rumah sakit. Pertemuan ini berlangsung khidmat di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) Lantai 6, RS Panti Rapih.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar-institusi kesehatan untuk menghadapi tantangan dunia medis yang semakin dinamis.

Gayung bersambut, Ketua Pengawas YARSI selaku perwakilan RS SITI HAJAR, Dr. dr. H. Ahmad Taufik, Sp.OT, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam berbagi ilmu. Beliau berharap kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi RS SITI HAJAR dalam meningkatkan standar layanan bagi masyarakat.

Sesi Berbagi Pengetahuan dan Hospital Tour Sebagai bentuk simbolis dimulainya kerja sama yang erat, kedua belah pihak melakukan pertukaran kenang-kenangan yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Agenda utama kemudian diisi dengan pemaparan materi mendalam:

Presentasi Company Profile: Disampaikan oleh Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama), yang memaparkan strategi pertumbuhan dan nilai-nilai pelayanan di RS Panti Rapih.

Materi Penunjang Medik: Disampaikan oleh dr. Tan Liana Santosa (Kepala Bidang Penunjang Medik dan Diagnostik), yang berfokus pada integrasi layanan penunjang untuk mempercepat proses diagnosis pasien.

Kegiatan ditutup dengan hospital tour, di mana delegasi RS Siti Hajar meninjau langsung fasilitas unggulan di Gedung Borromeus guna melihat implementasi operasional di lapangan.

Harapan Kedepan Melalui kegiatan ini, kedua instansi berharap dapat membangun jejaring komunikasi yang berkelanjutan. Bagi RS Panti Rapih, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat perannya sebagai institusi rujukan yang edukatif. Sementara bagi RS Siti Hajar, informasi yang didapat diharapkan mampu diadaptasi untuk optimalisasi layanan penunjang medik dan pengembangan usaha di instansi mereka.

Harapan besarnya, sinergi ini berujung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih prima, humanis, dan inovatif bagi seluruh pasien di wilayah masing-masing.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating