Menggugah Jejak Historis Pelayanan Kesehatan 5/5 (1)

Yogyakarta, 27 Juni 2025 – RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan kehormatan dari 45 peserta tour de hospital Konferensi HOMSEA (History of Medicine in Southeast Asia) ke-10 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2025. HOMSEA dikenal sebagai forum akademik internasional yang menjembatani ilmu sejarah, antropologi, dan kedokteran dalam eksplorasi kritis lintas budaya dan masa. Kali ini peserta dibawa menyusuri jejak panjang sejarah rumah sakit yang telah mendekati usia 96 tahun ini.

Dr. Jodi Visnu, sebagai hospital representative RS Panti Rapih, memandu langsung para peserta dalam tur historis yang menyentuh cagar budaya di lingkungan rumah sakit. Bangunan lama yang dulunya dikenal dengan nama Onder de Bogen Ziekenhuis menjadi titik sentral dalam narasi perjalanan waktu pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan penjelasan yang mendalam dan penuh empati, Dr. Jodi memperlihatkan bagaimana warisan misioner dan nilai kemanusiaan menjadi pondasi kuat rumah sakit ini sejak awal berdirinya.

 

Direktur Utama RS Panti Rapih, Dr. Stephani Nainggolan, turut menyampaikan bahwa rumah sakit ini lahir dari semangat pelayanan untuk masyarakat yang dahulu tidak memiliki akses kesehatan memadai. “RS Panti Rapih berawal dari semangat misioner karena dahulu banyak orang asli Indonesia yang kurang mendapatkan pelayanan kesehatan layak,” ungkapnya. Nilai ini tetap dijaga hingga kini, selaras dengan prinsip rumah sakit sebagai lembaga non-profit yang mengedepankan kualitas dan sentuhan kemanusiaan.

Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta HOMSEA yang berasal dari berbagai negara dan latar belakang akademik. Melalui narasi yang dibawakan oleh Dr. Jodi Visnu dan tim, peserta tidak hanya menyaksikan artefak sejarah, tetapi juga merasakan semangat pelayanan yang hidup dalam keseharian rumah sakit. Warisan spiritual dan sosial yang terkandung dalam setiap sudut RS Panti Rapih menjadi refleksi konkret bagaimana kesehatan dan sejarah saling terkait secara mendalam.

Diharapkan, pengalaman ini membuka wawasan baru bagi peserta tentang praktik kesehatan yang tidak hanya berbasis medis, tetapi juga berakar pada nilai historis dan kemanusiaan. RS Panti Rapih terus berkomitmen menjadi Sahabat untuk Hidup Sehat, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan masa kini, tetapi juga dalam merawat ingatan kolektif atas perjuangan dan pengabdian panjang di bidang kesehatan.

 

Artikel ditulis oleh :

Dr. dr. Jodi Visnu, MPH

(Hospital Representative RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Standar Frontliner Klinik Eksekutif & Medical Check Up : Menuju Layanan Prima dan Profesional 5/5 (4)

Bertempat di Auditorium lantai 6 Gedung Borromeus, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan Pelatihan Standar Frontliner Klinik Eksekutif dan Medical Check Up (MCU). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 14.30 WIB dan diikuti oleh 65 petugas frontliner yang terdiri dari sekuriti, petugas pendaftaran pasien, petugas keuangan/kasir, petugas farmasi, perawat, dan cleaning service.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RS Panti Rapih untuk meningkatkan kualitas layanan di Klinik Eksekutif dan MCU, yang dikenal sebagai layanan premium dengan standar pelayanan tinggi. Klinik eksekutif tidak hanya menekankan pada kecepatan dan efisiensi, tetapi juga pada kenyamanan, komunikasi yang empatik, serta profesionalisme tinggi dalam menangani pasien dari kalangan eksekutif, pejabat, maupun masyarakat yang menginginkan layanan eksklusif.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran frontliner sebagai garda terdepan dan wajah rumah sakit yang secara langsung mempengaruhi pengalaman pasien.

Para peserta mendapatkan berbagai materi pelatihan yang mencakup dimensi teknis, etika, hingga personal branding, di antaranya:

  1. Pengenalan Klinik Eksekutif dan Nilai Layanan Prima oleh Ibu Nita Dwi Yuliani, S.Kep., Ns.
  2. Prosedur Pendaftaran dan Alur Layanan Pasien oleh Ibu Anastasia Novita Dewi Pujiastuti, S.Kep., Ns.
  3. Manajemen Emosi dan Empati oleh Ibu Yustina Tripriyanti, S.Kep., Ns.
  4. Etika dan Penampilan Front Liner oleh Saudara Matheus Arief Yudanto, SE.
  5. Kerahasiaan Data dan Etika Informasi Medis serta Komunikasi Efektif dengan Pasien oleh dr. Maria Silvia Merry, MSc, SpMK
  6. Penanganan Komplain dan Kepuasan Pelanggan oleh Anjar Pintosasi, A.Md.
  7. Beauty Class meliputi make-up oleh dr. Putri Risqy Septy Amelia dan tata rambut oleh Saudari Klara Santi Adiraharjo, MM.

Selain sesi ceramah, pelatihan ini juga dilengkapi dengan metode simulasi, role play, dan diskusi interaktif. Para peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung standar pelayanan front liner dalam berbagai skenario, sekaligus merumuskan rencana tindak lanjut untuk perbaikan pelayanan ke depan.

 

Dengan terlaksananya pelatihan ini, RS Panti Rapih berharap seluruh petugas frontliner Klinik Eksekutif dan MCU dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh—mulai dari sikap, keterampilan komunikasi, hingga etika profesional. Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan layanan prima yang sejalan dengan visi dan misi rumah sakit, serta menciptakan pengalaman pasien yang profesional, manusiawi, dan berkesan.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Dukung Peningkatan Mutu Layanan PONED di Papua Barat No ratings yet.

RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni

Papua Barat, 27 Juni 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 15 hingga 27 Juni 2025, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 30 November – 13 Desember 2024.

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2025 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Pada 10 Juni 2025, tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui Zoom untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan. Dilanjutkan pada 12 Juni 2025, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak, di mana masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment dan tindak lanjut dari rekomendasi sebelumnya. Keesokan harinya, 13 Juni 2025, agenda serupa digelar dengan Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan lapangan dimulai pada 15 hingga 16 Juni 2025, saat tim pendamping melakukan perjalanan menuju Fakfak, Papua Barat. Di sana, pada 17 Juni, dilangsungkan initial meeting bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak untuk menyelaraskan visi, rencana kunjungan, serta menegaskan komitmen kolaboratif. Pendampingan teknis dimulai keesokan harinya, 18 Juni 2025, di Puskesmas Bomberay, dilanjutkan pada 19 Juni di Puskesmas Kokas, yang juga mencakup kegiatan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif peningkatan mutu. Kemudian pada 20 Juni, tim melakukan kunjungan ke RSUD Fakfak serta mengadakan forum evaluasi dan perumusan langkah lanjutan di Kantor Wakil Bupati Fakfak bersama para pemangku kepentingan daerah.

Kegiatan bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Fak-Fak

 

Pendampingan Sufas puskesmas PONED di Puskesmas Bomberay

Pendampingan Sufas Puskesmas PONED di Puskesmas Kokas

 

Setelah menyelesaikan agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Teluk Bintuni pada 21 hingga 22 Juni 2025. Kegiatan di wilayah ini diawali dengan initial meeting dan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni pada 23 Juni untuk meninjau kesiapan sistem layanan darurat maternal-neonatal.

 

Pendampingan teknis berlanjut di Puskesmas Babo pada 24 Juni dan di Puskesmas Aranday pada 25 Juni, termasuk simulasi (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil self-assessment dan capaian APKK.

 

Kegiatan ditutup pada 26 Juni 2025 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Seluruh rangkaian ditutup dengan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 27 Juni 2025.

 

Penyampaian Hasil Pendampingan dan Perumusan Sufas
di aula pertemuan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan sebelumnya, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu dengan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

Hasilnya, sejumlah indikator menunjukkan peningkatan signifikan. Misalnya, Puskesmas Kokas mengalami lonjakan capaian standar penanganan kegawatdaruratan bayi baru lahir dari hanya 14% di Desember 2024 menjadi 86% di Juni 2025. Di Puskesmas Aranday, skor proses penanganan kegawatdaruratan neonatal juga meningkat tajam dari 7% menjadi 64%.

“Pendampingan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T,” tegas Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM, Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih.

Dukungan dari Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah pun turut menguatkan dampak kegiatan. Dalam pertemuan evaluasi, disepakati pembentukan Tim Supervisi Fasilitatif Daerah melalui SK resmi serta penganggaran tahunan untuk pelaksanaan supervisi rutin, minimal dua kali dalam setahun.

Dengan hasil ini, RS Panti Rapih berharap kegiatan serupa dapat menjadi praktik baik (best practice) yang direplikasi di wilayah lain dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877
Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB,
Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Budidaya dan Perawatan Tanaman Anggrek di RS Panti Rapih 5/5 (1)

Menuju Kemandirian Pengelolaan Tanaman dan Rumah Sakit yang Asri

Yogyakarta, 18 Juni 2025 — Dalam rangka mewujudkan visi sebagai rumah sakit swasta terbaik di Yogyakarta dan mendukung kebijakan mutu yang telah ditetapkan, Rumah Sakit Panti Rapih senantiasa berupaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan asri bagi pasien serta pengunjung. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengelolaan taman indoor dan outdoor, termasuk tanaman anggrek yang menjadi daya tarik estetika dan kesejukan di area rumah sakit.

Untuk mendukung pertumbuhan dan perawatan anggrek secara optimal, RS Panti Rapih menyelenggarakan Pelatihan Budidaya dan Perawatan Tanaman Anggrek pada hari Rabu, 18 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang pertemuan Antonius Lt. 2 dan kebun budidaya anggrek. Peserta pelatihan sebanyak 25 orang terdiri dari tim Seksi Pemeliharaan Lingkungan dan Laundry, outsourcing cleaning service, serta peminat tanaman anggrek di lingkungan rumah sakit.

Pelatihan ini dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Materi utama disampaikan oleh narasumber dari KAGAMA Orchid, yaitu Bapak Rikcy Setiaji Nugraha, S.P., M.Sc., dengan topik “Teknik Budidaya dan Perawatan Tanaman Anggrek Secara Tepat”. Selain sesi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung berupa kegiatan repotting dan penanaman anggrek di area kebun budidaya anggrek RS Panti Rapih.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan khusus untuk:

  1. Meningkatkan pengetahuan teknis petugas pengelola tanaman mengenai teknik budidaya anggrek yang baik dan benar.
  2. Meningkatkan keterampilan perawatan tanaman anggrek, baik untuk area indoor maupun outdoor.
  3. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek agar tampil optimal di lingkungan rumah sakit.
  4. Mewujudkan kemandirian pengelolaan anggrek secara swakelola, sehingga tidak bergantung pada pihak eksternal.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat membangun kemandirian dan profesionalisme dalam pengelolaan taman, khususnya tanaman anggrek. Selain sebagai sarana keindahan, tanaman anggrek yang tumbuh baik juga menjadi bagian dari healing environment yang mendukung proses penyembuhan pasien. Ke depan, diharapkan pula budidaya anggrek yang dilakukan secara swakelola ini menjadi model efisiensi rumah sakit dalam tata kelola hijau yang berkelanjutan.

Dengan semangat pelayanan menyeluruh dan penuh kasih, RS Panti Rapih terus melangkah dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh tamu ilahi, tak hanya dari aspek medis tetapi juga melalui lingkungan yang menyejukkan jiwa.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mempererat Jejaring Internasional: Kunjungan Guido Valadares National Hospital ke RS Panti Rapih Yogyakarta No ratings yet.

Yogyakarta, 12 Juni 2025 — RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan kehormatan dari Guido Valadares National Hospital (GVNH), Timor-Leste, yang berlangsung di Ruang Auditorium Kecil Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang peserta dari GVNH dan menjadi momentum strategis dalam membangun kemitraan lintas negara di bidang pelayanan kesehatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA, yang menyampaikan sambutan hangat kepada para tamu. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar institusi kesehatan lintas negara dalam memperkuat mutu layanan serta membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk timbal balik, perwakilan dari Guido Valadares National Hospital, Bapak David Amaral Lopes selaku Xefe Dep. Medicina Intenciva Xefe Ekipa, juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari RS Panti Rapih dan menyampaikan ketertarikan untuk memperdalam kerja sama di bidang layanan intensif dan instalasi rawat jalan.

Dilakukan penyerahan cenderamata dari RS Panti Rapih kepada delegasi GVNH sebagai simbol persahabatan dan komitmen kerja sama dan sebaliknya, serta foto bersama dengan seluruh peserta dan nara sumber.

Kegiatan dilanjutkan dengan:

Pemutaran Company Profile RS Panti Rapih yang dipresentasikan oleh Dr. dr. Jodi Christian Indra Visnu, M.P.H., memberikan gambaran komprehensif mengenai sejarah, visi-misi, serta keunggulan layanan rumah sakit.

Pemaparan sistem pelayanan Instalasi Rawat Jalan oleh dr. Radijanti Anggraheni, Sp.D.V.E., FINSDV, yang menjelaskan alur layanan, sistem informasi rumah sakit, dan inovasi dalam manajemen pasien.

Diskusi interaktif yang dipandu hangat, menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara kedua institusi.

Sebagai penutup dengan Hospital tour, memberikan kesempatan kepada tamu untuk melihat langsung fasilitas unggulan RS Panti Rapih dan praktik pelayanan pasien yang humanis dan profesional. Peserta juga mengunjungi patung Jenderal Sudirman.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi terbangunnya jejaring kolaboratif antar rumah sakit dalam bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran ilmu pengetahuan, serta benchmarking sistem pelayanan rumah sakit. Baik RS Panti Rapih maupun Guido Valadares National Hospital berharap ke depannya dapat menjalin program pertukaran tenaga kesehatan, pelatihan bersama, dan riset kolaboratif sebagai bentuk nyata dari diplomasi kesehatan internasional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Pendampingan Berduka, Komunikasi Terapeutik, dan Refreshing Perawatan Jenazah di RS Panti Rapih 5/5 (2)

Kematian merupakan bagian tak terpisahkan dari siklus kehidupan. Dalam pelayanan rumah sakit, momen duka tersebut menuntut kehadiran staf yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga sensitif secara emosional. Menyadari pentingnya hal tersebut, RS Panti Rapih menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Berduka, Komunikasi Terapeutik, dan Refreshing Perawatan Jenazah bagi staf internal rumah sakit.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 3 Juni 2025 pukul 07.00–13.30 WIB di Ruang Antonius Lt.2 RS Panti Rapih ini diikuti oleh 36 peserta, terdiri dari seluruh staf Pastoral, staf kamar jenazah, serta perwakilan perawat dari setiap unit keperawatan.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pendekatan empatik dan profesional dalam mendampingi keluarga pasien yang sedang berduka, serta dalam menjalankan prosedur perawatan jenazah secara bermartabat.

Pelatihan mencakup empat materi utama yang disampaikan oleh narasumber profesional di bidangnya:

  1. Komunikasi Terapeutik dan Pendampingan pada Kondisi Berduka
    Dr. dr. Jodi Christian Indra Visnu, MPH memaparkan pentingnya komunikasi empatik dalam menghadapi keluarga yang kehilangan anggota tercinta, serta bagaimana membangun kepercayaan melalui pendekatan yang penuh pengertian.
  2. Etik dan Hukum dalam Perawatan Jenazah
    Anna Prabandari, S.Kep.,Ns menjelaskan prinsip-prinsip etika dan aspek hukum yang harus diperhatikan dalam setiap tindakan perawatan jenazah, agar tetap menghormati hak jenazah dan keluarga.
  3. Pengelolaan PPI pada Perawatan Jenazah
    Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep.,Ns menyampaikan protokol pengendalian infeksi (PPI) dalam proses perawatan jenazah, guna menjamin keselamatan petugas dan lingkungan sekitar.
  4. Teknik Perawatan Jenazah
    Ezra Mareta Sari, A.Md memberikan penyegaran teknis mengenai prosedur perawatan jenazah, mulai dari pembersihan hingga penataan akhir, yang sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kompetensi staf dalam memberikan pendampingan berduka dan komunikasi terapeutik yang efektif.
  • Menyegarkan kembali pemahaman dan keterampilan teknis perawatan jenazah sesuai dengan standar etik dan PPI.
  • Membangun sinergi lintas unit dalam penanganan jenazah secara profesional dan bermartabat.

Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu menerapkan pendekatan yang lebih manusiawi, profesional, dan empatik dalam tugasnya, khususnya dalam situasi berduka. Bagi RS Panti Rapih, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat pelayanan holistik dan spiritual yang menjadi ciri khas rumah sakit, sekaligus meningkatkan standar mutu pelayanan di seluruh lini.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Sumber berita lain :
https://bernasnews.com/2025/06/25/rs-panti-rapih-yogyakarta-gelar-pelatihan-perawatan-jenazah/

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mempererat Kerjasama Internasional, RS Panti Rapih Terima Kunjungan Delegasi Guido Valadares National Hospital 5/5 (1)

Rumah Sakit Panti Rapih menerima kunjungan istimewa dari Guido Valadares National Hospital (GVNH), Timor-Leste, pada Jumat, 23 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus Lantai 6 Instalasi Rawat Jalan Terpadu ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang layanan kesehatan antara kedua institusi.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kunjungan GVNH ke RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, dr. Stephani menegaskan komitmen RS Panti Rapih untuk terus membangun jaringan kerjasama internasional yang berfokus pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pertukaran pengetahuan profesional.

Sambutan balasan disampaikan oleh Direktur Keperawatan dan Kebidanan GVNH, Sra. Maximiana Libania S. FerrĂŁo, L.Enf, yang turut menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat serta kesempatan untuk berbagi pengalaman dan belajar dari sistem layanan RS Panti Rapih.

Sebagai bagian dari acara, kedua institusi saling bertukar cinderamata sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi yang erat. Suasana keakraban turut terasa dalam sesi foto bersama, yang menjadi dokumentasi dari semangat kolaboratif kedua rumah sakit.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Company Profile RS Panti Rapih oleh dr. Rita Kusuma Damayanti, M.P.H., Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama. Paparan ini menggambarkan perjalanan, visi-misi, serta transformasi pelayanan yang telah dilakukan RS Panti Rapih dalam menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

Selanjutnya, dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc., Sp.N, DFIDN, FAAN, Kepala Bidang Pelayanan dan Pengembangan Medis, menyampaikan materi terkait ragam layanan medis unggulan RS Panti Rapih yang mengedepankan pendekatan holistik, berorientasi pasien, dan berbasis bukti (evidence-based).

Dari sisi penunjang medis, dr. Tan Liana Santosa, Kepala Bidang Penunjang Medik dan Diagnostik, memaparkan strategi promosi layanan yang dilakukan oleh RS Panti Rapih untuk menjangkau dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan preventif dan diagnostik.

Acara ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang dipandu secara interaktif, serta dilanjutkan dengan hospital tour untuk mengenal lebih dekat berbagai fasilitas dan layanan yang dimiliki RS Panti Rapih.

Melalui kunjungan ini, RS Panti Rapih dan Guido Valadares National Hospital berharap dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut dalam bidang peningkatan mutu pelayanan, pelatihan tenaga medis, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan riset bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan strategis yang saling memperkuat dalam menghadapi tantangan global di sektor kesehatan, sekaligus memperluas dampak pelayanan berbasis nilai kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan Melalui Seminar “Update Airborne Diseases” 5/5 (1)

Rumah Sakit Panti Rapih kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan berkualitas dan aman melalui penyelenggaraan seminar bertajuk “Update Airborne Diseases”. Kegiatan ini merupakan respons proaktif terhadap perkembangan terbaru mengenai penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara, sebagaimana diungkapkan dalam laporan global dari World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada bulan Maret 2025.

Seminar yang berlangsung pada Rabu, 21 Mei 2025 pukul 08.00–12.30 WIB ini diselenggarakan secara hybrid dengan total peserta mencapai lebih dari 560 orang. Secara luring, sebanyak 60 tenaga kesehatan dari RS Panti Rapih hadir, terdiri dari IPCN dan IPCLN (26 orang), serta dokter dan perawat (34 orang). Sementara itu, sebanyak 500 peserta mengikuti secara daring, terdiri dari 250 tenaga medis internal RS Panti Rapih dan 250 peserta dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Maria Stephani Nainggolan, M.Kes., yang menyampaikan pentingnya peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan terhadap penyakit menular melalui udara guna mendukung pelayanan yang tanggap dan berbasis mutu.

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan dari para narasumber ahli di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi:

  1. Bapak Al. Dadi Rahmadi, S.Kep., Ns., CBIPCN, menyampaikan paparan mengenai “Penyakit Infeksi Terkini yang Menular Melalui Udara dan Berisiko Wabah”, memberikan pemahaman mendalam tentang klasifikasi terkini patogen airborne seperti COVID-19, Influenza, MERS, SARS, dan Tuberkulosis.
  2. Levina Prima R., Sp.PD, membahas “Epidemiologi Healthcare Associated Infection (HAIs)”, dengan penekanan pada risiko penularan di fasilitas layanan kesehatan.
  3. Ibu Enny Puspita Jatiningsih, A.Md.Kep, CBIPCN, menjelaskan secara teknis tentang “Penempatan Pasien Pada Kasus Airborne Disease dan Tata Kelola Saat Outbreak”, termasuk strategi isolasi dan pengendalian penyebaran di lingkungan rumah sakit.

Sesi diskusi interaktif dipandu oleh moderator Ibu Irene Hilda, A.Md.Kep, yang turut memperkaya pemahaman peserta dengan studi kasus dan tanya jawab aktif.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap seluruh tenaga medis dan kesehatan:

Memiliki pemahaman yang terkini mengenai klasifikasi dan penanganan penyakit airborne yang berisiko menimbulkan wabah.

Meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi outbreak, khususnya terkait tata kelola penempatan pasien dan pencegahan transmisi di fasilitas layanan kesehatan.

Mengimplementasikan standar pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) secara konsisten di setiap unit layanan, sesuai dengan visi dan misi RS Panti Rapih dalam memberikan pelayanan yang holistik, bermutu, dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.

Bagi peserta dari luar institusi, kegiatan ini menjadi ajang berbagi ilmu dan kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat jaringan penanganan infeksi menular melalui udara di Indonesia.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Workshop Kolaborasi Asuhan Gigi dan Mulut: Fokus pada Penanganan Perdarahan dalam Dental Emergency 5/5 (2)

RS Panti Rapih kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penyelenggaraan Workshop Kolaborasi Asuhan Gigi dan Mulut – Perdarahan pada Dental Emergency. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 1 Mei 2025, pukul 08.00–15.00 WIB di Ruang Auditorium lantai 6 Gedung Borromeus RS Panti Rapih.

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem kesehatan yang menyeluruh. Salah satu tantangan yang kerap dihadapi oleh para terapis gigi dan mulut dalam praktik klinis sehari-hari adalah menangani kondisi kegawatdaruratan, khususnya perdarahan. Perdarahan dapat terjadi akibat pencabutan gigi, trauma, atau gangguan koagulasi, dan apabila tidak ditangani secara tepat, dapat berisiko menimbulkan komplikasi yang serius.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, RS Panti Rapih menginisiasi workshop ini guna meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengenali, menangani, dan mencegah komplikasi perdarahan dalam konteks dental emergency. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis bagi peserta agar dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan aman kepada pasien.

Acara resmi dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Maria Stephani Nainggolan, M.Kes, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas tenaga medis di era pelayanan kesehatan yang semakin dinamis.

Workshop menghadirkan narasumber ahli di bidangnya:

  1. drg. M. Bakhrul Lutfianto, Sp.BMM. (RS Panti Rapih) menyampaikan materi tentang Mekanisme, Penyebab, dan Jenis-Jenis Perdarahan pada Dental Emergency.
  2. drg. Agus Sri Gunarto, Sp.BM. (RS Panti Rapih) memberikan materi mengenai Penatalaksanaan Perdarahan dan Pencegahan Komplikasinya.
  3. Sri Rahayu Sumarsih, S.S.T. (DPD PTGMI / RSUD Wates) menyampaikan perspektif tentang Pelayanan dan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Kasus Perdarahan Dental Emergency.

 

Diskusi interaktif dipandu oleh moderator Veronika Retno, AMKG, yang turut menggali pengalaman lapangan dari para narasumber dan peserta.

Sesi Praktik Klinis

Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti sesi praktik langsung berupa studi kasus dan implementasi klinis penanganan perdarahan dalam dental emergency, yang dipandu oleh ketiga narasumber. Sesi ini menjadi momen penting bagi peserta untuk menerjemahkan ilmu yang didapat ke dalam keterampilan yang aplikatif di tempat kerja masing-masing.

Peserta dan Antusiasme

Workshop ini diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari:

  • Terapis Gigi dan Mulut dari puskesmas, rumah sakit, klinik, dan praktik mandiri.
  • Dokter Gigi dan Spesialis yang aktif dalam layanan kegawatdaruratan gigi.
  • Mahasiswa dan lulusan baru dari program studi Terapis Gigi dan Mulut yang ingin memperdalam kompetensi klinis mereka.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, keterlibatan dalam sesi praktik, serta harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala.

Dari kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus menjadi pusat rujukan dan pelatihan tenaga kesehatan yang unggul, tidak hanya dalam pelayanan kuratif, tetapi juga dalam penguatan kapasitas profesional. Workshop ini menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat pelayanan yang mengedepankan keunggulan kompetensi dan keselamatan pasien.

Bagi para peserta, diharapkan kegiatan ini mampu:

  • Meningkatkan confidence dan kesiapsiagaan dalam menangani perdarahan pada kondisi gawat darurat gigi.
  • Menumbuhkan jejaring profesional antar fasilitas kesehatan dalam pengembangan asuhan gigi dan mulut.
  • Mendorong terjadinya pembelajaran berkelanjutan (continuous professional development) demi mutu layanan yang semakin baik.

 

RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang bermakna demi pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya ke RS Panti Rapih: Belajar Langsung Sistem Rekam Medis Elektronik dan Teknologi Informasi Rumah Sakit 5/5 (3)

Yogyakarta, 16 Mei 2025 – RS Panti Rapih Yogyakarta kembali menerima kunjungan institusi pendidikan dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan layanan kesehatan. Sebanyak 86 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, khususnya dari Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, melakukan kunjungan pembelajaran di Ruang Auditorium Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam menjadikan RS Panti Rapih sebagai tempat pembelajaran nyata mengenai implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS).

Sambutan balasan disampaikan oleh Ketua Jurusan Rekam Medis Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Bapak Andi Suhenda, SKM., MPH, yang menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai bagian dari bridging antara teori di bangku kuliah dan praktik profesional di rumah sakit.

Sebagai bentuk penghargaan, RS Panti Rapih memberikan kenang-kenangan simbolis kepada perwakilan peserta kunjungan. Momen tersebut dilanjutkan dengan foto bersama untuk mengabadikan kebersamaan yang penuh makna.

Peserta kemudian mendapatkan pemaparan Company Profile RS Panti Rapih yang disampaikan oleh Dr. dr. Jodi Christian Indra Visnu, M.P.H.. Materi ini membuka wawasan mahasiswa tentang sejarah, visi-misi, serta pencapaian rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang unggul dan humanis.

Selanjutnya, sesi materi utama dimulai:

Materi 1: Rekam Medis Elektronik
Disampaikan oleh Bapak Robertus Yogi Saputro, Ahli Madya Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sekaligus Kepala Instalasi Rekam Medik RS Panti Rapih. Materi ini membahas transformasi pencatatan medis berbasis digital dan tantangan implementasinya di rumah sakit.

 

Materi 2: Sistem Informasi Rumah Sakit
Dipaparkan oleh Bapak Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom., Kepala Instalasi Teknologi Informasi. Beliau menjelaskan infrastruktur digital rumah sakit, integrasi antar unit, serta peran teknologi dalam efisiensi pelayanan.

Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, di mana mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar aplikasi sistem informasi dan pengelolaan data rekam medis.

Setelah sesi materi, peserta diajak untuk melakukan hospital tour ke beberapa unit pelayanan untuk melihat secara langsung bagaimana sistem rekam medis elektronik diterapkan dan bagaimana informasi pasien dikelola secara digital dari hulu ke hilir.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara RS Panti Rapih dan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang rekam medis dan teknologi informasi kesehatan.

RS Panti Rapih berharap agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh hari ini dalam studi maupun karier profesionalnya di masa depan. Sementara itu, pihak kampus berharap rumah sakit terus membuka ruang kolaborasi dan menjadi rumah belajar yang inspiratif bagi generasi tenaga kesehatan masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating