Mengenali Tanda Keganasan pada Anak Sejak Dini 5/5 (3)

Kanker pada anak merupakan masalah kesehatan serius yang sering kali terlambat dikenali. Meskipun jumlah kasusnya lebih kecil dibandingkan kanker pada orang dewasa, kanker termasuk salah satu penyebab kematian utama pada anak usia sekolah dan remaja. Permasalahan terbesar di Indonesia adalah sebagian besar anak dengan kanker datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan dan kualitas hidup menjadi jauh lebih rendah. Padahal, banyak jenis kanker pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi apabila ditemukan dan ditangani sejak dini.

Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker pada anak tidak berkaitan dengan gaya hidup atau faktor perilaku. Penyebabnya sering kali tidak jelas dan gejalanya cenderung tidak khas. Anak, terutama usia kecil, juga belum mampu mengungkapkan keluhan secara baik. Oleh karena itu, peran orang tua, keluarga, guru, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan di lini depan menjadi sangat penting dalam mengenali tanda-tanda awal keganasan pada anak.

Secara umum, keganasan pada anak dapat diawali oleh keluhan yang tampak ringan dan sering disalahartikan sebagai penyakit infeksi biasa. Anak dapat mengalami demam berulang atau berkepanjangan (> 2 minggu) tanpa sebab yang jelas, tampak pucat, lemah, mudah lelah, dan kurang aktif dibandingkan biasanya. Penurunan nafsu makan dan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, keringat malam, serta nyeri tulang atau sendi yang menetap dan semakin memberat, khususnya bila mengganggu aktivitas berjalan, juga merupakan tanda yang perlu diwaspadai. Selain itu, perdarahan spontan seperti mimisan berulang, gusi berdarah, atau munculnya bintik merah pada kulit, serta pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri dan terus membesar (tidak mengecil setelah 4-6 minggu, ukuran >2.5 cm , keras tidak nyeri, terletak di daerah supraklavikula, dapat menjadi petunjuk adanya keganasan.

Beberapa jenis kanker anak memiliki tanda khas yang relatif mudah dikenali.

  • Leukemia, sebagai kanker tersering pada anak, sering ditandai dengan pucat, demam tanpa sebab jelas, perdarahan kulit atau mukosa, nyeri tulang hebat, serta pembesaran hati, limpa, atau testis.
  • Retinoblastoma, kanker mata pada anak, memiliki tanda khas berupa leukokoria, yaitu tampakan putih pada bagian hitam mata seperti mata kucing saat terkena cahaya, yang sering disadari pertama kali oleh orang tua. Retinablastoma juga berkaitan dengan faktor genetik.
  • Kanker tulang, terutama osteosarkoma, biasanya ditandai dengan nyeri tulang yang semakin berat pada malam hari, disertai pembengkakan lokal yang terasa hangat, bahkan dapat menyebabkan patah tulang setelah trauma ringan.
  • Neuroblastoma dapat muncul sebagai benjolan di perut, mata menonjol, atau lebam di sekitar mata tanpa riwayat cedera. Limfoma maligna sering menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau lipat paha yang tidak nyeri, disertai demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.
  • Karsinoma nasofaring pada anak dapat diawali dengan hidung tersumbat lama, mimisan berulang, gangguan pendengaran satu sisi, atau benjolan di leher.

Keganasan pada sistem saraf pusat dapat berupa tanda sakit kepala yang baru muncul terutama pada pagi hari atau hingga membangunkan anak dari tidur, disertai muntah, gangguan penglihatan, kelemahan anggota gerak, penurunan prestasi sekolah, dan perubahan perilaku yang progresif. Dari tanda tanda tersebut kewaspadaan terhadap gejala yang menetap, progresif, tidak sesuai usia, atau tidak respons terhadap pengobatan perlu segera dievaluasi untuk adaya keganasan oleh tenaga medis.

Deteksi dini kanker pada anak sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Data menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis merupakan penyebab utama tingginya angka kematian kanker anak di Indonesia. Bila kanker dikenali pada stadium dini dan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memadai, peluang hidup anak meningkat secara signifikan dan komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan

Sebagai penutup, penting untuk ditekankan bahwa kanker pada anak bukanlah penyakit yang selalu berakhir fatal. Kewaspadaan terhadap perubahan kondisi anak, terutama bila keluhan tidak membaik dengan pengobatan biasa, merupakan langkah awal yang sederhana namun sangat menentukan. Deteksi dini, rujukan tepat waktu, dan penanganan yang sesuai dapat menyelamatkan nyawa serta masa depan anak.

 

Sumber :

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pedoman Penemuan Dini Kanker pada Anak.2015

WHO. Childhood cancer. 2025. Diunduh dari : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children

Frias VL, Lopez MH, Garcia IC, Navas PI. How to suspect cancer in Primary Care.Pediatr Integral 2021; XXV (6): 283 – 295

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Christo Darius Junendytya, Sp. A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Skrining Kanker Menyelamatkan Banyak Kehidupan 5/5 (2)

PENCEGAHAN KANKER DAN DETEKSI DINI KANKER

SKRINING KANKER MENYELAMATKAN BANYAK KEHIDUPAN

 

Dian Pratiwi, dr, M.Sc., SpPD K-HOM FINASIM

 

Ada dua tindakan utama untuk mengurangi risiko terkena dan meninggal akibat  kanker paling:

  • Melakukan upaya untuk mengurangi kebiasaan sehari-hari yang berbahaya yang meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Ikuti pedoman pemeriksaan kanker yang direkomendasikan.

 

Beberapa upaya untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk menurunkan risiko kanker:

  • Stop merokok
  • Hindari paparan asap rokok  (secondhand smoke exposure)
  • Kurangi kelebihan berat badan
  • Hindari alkohol
  • Hindari makan yang tidak sehat
  • Aktivitas fisik dilakukan secara rutin dan terarah
  • Hindara paparn ultraviolet yang lama
  • Kenali cancer-associated infections, seperti virus HPV sebagai penyebab kanker leher Rahim.

Petunjuk Umum Kecurigaan Kanker

Pengobatan kanker akan efektif bila kanker ditemukan pada tahap yang sangat awal. Kenali tanda-tanda pada tubuh yang mengarah pada perubahan yang khusus atau tidak  biasa, seperti:

  • benjolan atau area yang menebal pada payudara, perubahan bentuk atau warna payudara, keluarnya cairan dari puting yang tidak biasa, puting yang masuk ke dalam (jika tidak selalu seperti itu) atau nyeri yang tidak biasa
  • Benjolan di leher, ketiak, atau bagian tubuh lainnya
  • Luka, bisul atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.
  • Batuk dan perubahan suara menjadi parau yang tidak bisa hilang dengan pengobatan , atau terjadi batuk darah
  • Perubahan pola buang air besar lebih dari 2 minggu, dan muncul darah di feses atau menetes pada saat buang air besar terutama bila disertai penurunan berat badan yang banyak dalam kurun waktu singkat.
  • Penurunan berat badan tanpa pengaturan diet khusus
  • keputihan atau pendarahan yang tidak biasa/ diluar siklus menstruasi

 

Kriteria Efektif Untuk Deteksi Dini

The World Health Organization Organisasi Kesehatan Dunia telah menyebutkan kondisi deteksi dini sebagai pendekatan pengendalian penyakit yang tepat.

  1. Pertama, penyakit tersebut harus bersifat umum dan berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang serius.
  2. Kedua, tes skrining harus mampu mendeteksi penyakit tahap awal secara akurat.
  3. Ketiga, pengobatan setelah deteksi melalui skrining harus terbukti meningkatkan prognosis dibandingkan diagnosis biasa.
  4. Yang terakhir, harus ada bukti bahwa potensi manfaatnya lebih besar daripada potensi kerugian dan biaya penyaringan.

Skrining Kanker

Vaksin HPV untuk pencegahan kanker mulut Rahim

Rekomendasi :

  • Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak usia 11 – 12, vaksin bisa diberikan pada usia 9 tahun.
  • Vaksin bisa diberikan sampai usia 26 tahun yang belum mendapatkan vaksin secara adekuat.
  • Tidak direkomendasikan pada usia diatas 26 tahun.
  • Tidak disarankan diberikan pada usia diatas 45 tahun.

 

Panduan Skrining Kanker Payudara

  • Wanita usia 45 – 54  tahun dengan test mamography, rekomendasi usia 45 tahun harus menjalani mammography, usia 45 – 54 harus dilakukan setiap tahun.
  • Wanita diatas 54 tahun dengan test mammography, rekomendasi biennical screening atau lanjutan skrining rutin setiap tahun. Lanjutan skrining selama sehat dan harapan hidup diatas 10 tahun.

 

 

Mamografi merupakan alat skrining yang direkomendasikan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Setiap kali menjalani mammogram, payudara terkena radiasi dalam jumlah yang sangat kecil. Mesin mamografi menggunakan radiasi sesedikit mungkin namun tetap mendapatkan gambar berkualitas tinggi. Radiasi dari skrining hampir sama dengan 18 minggu paparan radiasi alami di lingkungan.

 

Skrining Kanker Mulut Rahim

  • Wanita usia 25 -65 tahun, jenis test dengan Tes HPV (lebih disarankan) Primer, Pap smear saja, atau kombinasi dengan teht HPV.  Rekomendasi lebih disarankan test HPV primer setiap 5 tahun dengan tool yang standart FDA. Bisa disarankan: Co testing (HPV dan Pap test) setiap 5 tahun atau Pap saja setiap 3 tahun
  • Wanita diatas 65 tahun, jenis test mammography. Stop skrining bila dalam 10 tahun hasil negative, dengan hasil etst terkahir min 5 tahun.
  • Wanita yang pernah mendapat vaksin HPV, rekomendadi untuk tindak lanjut sesuai dengan usia rekomendasi (sama dengan pasien yang tidak divaksin).
  • Wanita yang menjalani histerektomi (Pengangkatan Rahim) rekomendasi hentikan skrining.

Skrining Kanker Kolorektal (usus besar)

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker usus antara lain:

  • Usia
  • Riwayat keluarga
  • Penyakit Inflammatory bowel disease
  • Diet yang tidak sehat kurang serat
  • Kurang olah raga
  • Konsumsi alkohol
  • Obesitas
  • Merokok

Deteksi Dini Kanker Usus

Tidak semua kanker usus menunjukkan gejala. Mengalami gejala belum tentu berarti menderita kanker usus. Namun, harus menemui dokter jika:

  • Perdarahan saat buang air besar, atau darah menetes setelah BAB
  • perubahan pola buang air besar, seperti sembelit atau diare
  • Nyeri perut atau perut terasa penuh/ kembung
  • penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, atau kehilangan nafsu makan
  • Gejala anemia, keluhan lelah yang sulit dijelaskan, lemah, atau “ngos-ngosan”

Siapa yang berisiko?

Semua orang memiliki risiko timbulnya kanker usus besar, dan risiko ini meningkat seiring usia. Beberpa kondi yang meningkatkan risiko adalah:

  • Riwayat polip usus
  • Ruwayat kanker usus
  • Chronic inflammatory bowel disease (e.g. Crohn’s disease)
  • Riwayat keluarga dengan kanker usus besar
  • Peningkatan kadar insulin pada DM tipe 2

 

Apakah yang dimaksud dengan faecal occult blood test (FOBT)?

Faecal occult blood test (FOBT) dapat mendeteksi sejumlah kecil darah pada proses defekasi (buang air besar).

Tes ini mengambil sampel dari dua atau tiga buang air besar  dengan menggunakan alat tes, dan jika darah terdeteksi, tes lebih lanjut mungkin diperlukan seperti Colonoscopy.

Meskipun FOBT bukan tes diagnostik yang paling akurat untuk kanker usus, saat ini FOBT merupakan tes skrining yang paling banyak diteliti, selain termurah dan paling dapat diterima.

 

 

Populasi Jenis Test Rekomendasi
wanita dan laki-laki  usia 45 th keatas Guaiac-based Feacl Occult Bloos Test (gFOBT)

 

Setiap tahun

 

Multi target stool DNA test Setiap 3 tahun
Flexible Sigmoidoscopy Setiap 5 tahun
Colonoscopy Setiap 10 tahun
CT Colonography Setiap 5 tahun

Mohon dapat memberikan rating

Menggali Lebih Dalam tentang Leukimia pada Anak-Anak 5/5 (1)

Pada Tanggal 15 Februari, diberikan sebagai hari Kanker Anak Sedunia. Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Diperkirakan, setiap tahunnya 400.000 anak dan remaja berusia 0-19 tahun menderita kanker. Data dari Global Cancer Statistic (GLOBOCAN) pada tahun 2020, diestimasikan terdapat 11.156 kasus baru kanker anak pada usia 0-19 tahun di Indonesia. Leukemia merupakan keganasan terbanyak pada anak, yakni sekitar 30% sampai dengan 40 % dari seluruh pasien kanker anak, dimana kanker ini memiliki puncak kejadian pada anak dengan usia 2- 5 tahun.

Leukemia sendiri merupakan kanker darah yang berasal dari sumsum tulang belakang, yang ditandai dengan proliferasi (proses pembentukan sel yang disebabkan oleh pembelahan sel) secara berlebihan dari sel darah yang abnormal, sehingga terjadi gangguan produksi sel darah normal. Pendeteksian dini pada kasus kanker anak serta menghindari keterlambatan dalam perawatan menjadi salah satu kunci penting dalam penanggulangan kanker pada anak .

Leukemia sendiri dibagi menjadi dua yaitu Leukemia akut ( AML dan ALL) dan leukemia kronis (CML). Gejala dan tanda awal yang dapat dikenali oleh orang tua adalah sebagai berikut : anak pucat, lemah, rewel, terjadi penurunan nafsu makan, demam berulang atau demam lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas, adanya perdarahan, nyeri tulang, pembesaran kelenjar getah bening dan bagian perut, serta nyeri tulang. Apabila orang tua menemukan tanda-tanda tersebut, makan anak dianjurkan untuk dibawa ke dokter spesialis anak, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada pemeriksaan fisik pasien anak dapat ditemukan tanda-tanda seperti anemia, pembengkakan kelenjar getah bening, tanda perdarahan (seperti bintik-bintik perdarahan pada kulit, perdarahan gusi, mimisan, bab berdarah, maupun bak berdarah), pembesaran organ hati dan limpa, serta pembesaran testis. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah, pencitraan, dan pemeriksaan sumsum tulang guna menegakkan diagnosis. Setelah terdiagnosis, makan pasien akan diberikan tatalaksana berupa kemoterapi dan penanganan suportif yang berupa pemberian transfusi komponen darah yang diperlukan, pemberian nutrisi yang baik dan memadai, pemberian antibiotik, anti jamur, dan anti virus bila diperlukan, serta pendekatan psikososial serta dukungan keluarga.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Natasha

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kanker Anak Dapat Disembuhkan 5/5 (5)

Pada tanggal 15 Februari 2023 diperingati sebagai hari Kanker Anak Sedunia. Kanker bisa menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia maupun jenis kelamin. Batasan yang disebut anak adalah sejak lahir sampai umur 18 tahun. Kanker anak dapat terjadi sejak janin dalam kandungan sampai dengan usia 18 tahun. Orang tua memiliki peran penting dalam memperhatikan kesehatan anak, menyadari tanda dan gejala awal pada anak, serta memberikan dukungan kepada anak penderita kanker.

Dalam istilah kedokteran sendiri arti umum tumor merupakan suatu benjolan. Dimana benjolan atau tumor sendiri dibagi menjadi dua macam. Pertama, tumor jinak atau tidak ganas; dan kedua tumor ganas atau yang biasa disebut kanker. Contoh tumor jinak seperti tahi lalat di kulit dan jaringan lunak yang tumbuh dalam hidung (polip hidung). Contoh tumor ganas seperti kanker darah (leukemia).

Menurut perkiraan International Agency for Research on Cancer (IARC) Global Cancer Observatory, pada tahun 2020 sekitar 280.000 anak dan remaja di seluruh dunia terdiagnosis kanker. Dimana, jenis kanker yang paling umum adalah kanker darah atau biasa disebut leukemia, kanker pada sel saraf yang belum matang (neuroblastoma), kanker kelenjar getah bening (limfoma), kanker ginjal, dan kanker mata.

Dengan adanya kemajuan dalam ilmu pengobatan kanker kala ini, maka tingkat kesembuhan pada kanker anak pun meningkat.  WHO dan Organisasi yang peduli dengan kanker anak mencanangkan : ”Kanker anak dapat disembuhkan”. Seperti kanker darah, kanker kelenjar getah bening, kanker mata, kanker ginjal angka kesembuhan sudah mencapi lebih dari 80%, dengan kata lain delapan  dari sepuluh kanker anak tersebut dapat disembuhkan.

Dalam penanganan kanker, dibutuhkan diagnosa yang cepat dan benar, diikuti dengan terapi berbasis bukti yang efektif dan sesuai, serta perawatan suportif bagi anak. Ketika diidentifikasi lebih awal, kanker cenderung dapat memiliki memiliki angka kesembuhan yang lebih tinggi, karena belum menjalar keman-mana, respon terhadap pengobatan yang lebih efektif, kemungkinan bertahan hidup yang lebih tinggi, penderitaan yang lebih sedikit, serta perawatan yang kurang intensif.

 

Diagnosis dini diperlukan  kesadaran akan gejala oleh keluarga dan orang disekitar pasien (disini penting sekali peran pos pelayanan terpadu), pemeriksaan klinis oleh tenaga kesehatan di sekitar dan penyedia layanan primer (misalnya di Puskesmas), pemeriksaa pasien sampai dengan pemeriksaan laboratorium yang komplit di rumah sakit rujukan.

 

Tanda dan gejala awal tergantung asal mula kanker.

Seperti contohnya:

  • Kanker darah anak terlihat pucat, kelenjar getah bening membesar, sering demam, anak lemah.
  • Kanker kelenjar getah bening di awali dengan kelenjar etah bening yang membesar semakin lama semakin bertambah besar.
  • Kanker otak gejala yang dialami pusing, mata kabur, mual, muntah menyemprot, anak rewel atau terjadi perubahan perilaku.
  • Kanker mata dimulai di mata ada tanda seperti  mata kucing (terlihatnya manik putih), juling, hilangnya penglihatan, pembengkakan warna biru gelap tiba-tiba di sekitar mata
  • Kanker ginjal biasanya ditemukan benjolan sesuai letaknya pada saat orang tua memandikan anak.
  • Kanker hati ada benjolan di perut sebelah kanan waktu anak dimandikan.
  • Kanker tulang dimulai dengan benjolan di ujung tulang atau dibagian tengahnya.
  • Kanker anak yang paling sering diderita anak yang jumlahnya sekitar 30-an. Tanda dan gejala awal tergantung dari asal organ yang terkena.

Setelah menemukan gejala-gejala awal tersebut, orang tua diharapkan untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan pertama untuk dilakukan pemeriksaan segera. Dokter pada fasilitas kesehatan pertama akan segera merujuk ke fasilitas kesehatan kedua, dan kalau perlu ke fasilitas kesehatan ketiga. Setelah anak terdiagnosis kanker, maka dokter akan menentukan tatalaksana menggunakan protokol kanker sesuai dengan jenis kanker yang diderita anak. Kecepatan diagnosis dan terapi sangat membantu kecepatan kesembuhan. Untuk pemeriksaan laboratorium dan terapi peran BPJS sangat penting karena semua itu memerluan biaya mahal. Karena itu harus ikut BPJS.

Peran keluarga terutama bapak – ibu, ibu-ibu dasawisma dan posyandu, bidan desa, kalau sudah sekolah peran guru dan UKS, sangat penting. Puskesmas dan layanan kesehatan primer sangat penting dalam meningkatan angka kesembuhan dan pemahaman terhadap kanker anak. Pemahaman kanker anak harus di kerjakan oleh tiga pusat pendidikan secara bersama-sama  yaitu di keluarga, di masyarakat, dan di sekolahan.   Momentum Hari Kanker Anak Sedunia pada 15 Februari 2023 ini mengingatkan kita untuk lebih peduli kepada anak dengan kanker. Mari kita bersama-sama sebarkan semangat kepada anak penderita kanker. Kanker anak dapat disembuhkan.

 

Artikel ini ditulis oleh :

Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K) (Dokter Spesialis Anak – Konsultan Hematologi Anak)

&

dr Natasha Sutedja (Dokter Umum) RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Info Pelayanan :
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Rabu pk 12.00 – 14.00 WIB

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Apa itu Leukemia? 5/5 (3)

Kanker darah atau Leukemia merupakan suatu keadaan dimana sel darah putih diproduksi tidak normal dalam sumsum tulang. Keadaan ini dapat dialami oleh orang dewasa, maupun anak-anak. Leukemia ini merupakan suatu bentuk keganasan yang ditemukan dalam darah dan sumsum tulang.

Dalam prosesnya manusia akan terdapat 3 jenis sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih ( leukosit) dan trombosit. Yang mana setiap sel darah tersebut mempunyai fungsinya masing-masing. Sumsum tulang akan memproduksi sel darah, dimana komposisinya sudah di atur sedemikian rupa pada nilai normalnya. Mekanisme ini pun sangat dikontrol dan diawasi, sehingga produksi sel darah dapat dengan baik berjalan sesuai dengan nilai normalnya. Namun ada kalanya proses ini pun terganggu, dimana adanya ketidakseimbangan pembuatan sel darah. Keadaan yang dimaksud adalah Sel darah putih diproduksi jauh lebih banyak, melebihi yang diperlukan tubuh, dan leukosit ini pun tidak dapat bekerja dengan baik,  yang mana kerja dari sel leukosit ini untuk melawan infeksi.

Leukemia ini juga mempunyai beberapa jenis yang berbeda. Perbedaan jenis leukemia ini pun dapat dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu berdasarkan kecepatan perkembangannya dan berdasarkan jenis sel darah putih tersebut yang mengalami masalah.

Berdasarkan kecepatan perkembangannya, leukemia ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu leukemia akut dan leukemia kronis. Yang dimaksud dalam leukemia akut disini adalah perjalanan penyakit dari leukemia ini berlangsung cepat, sehingga diperlukan suatu penanganan yang cepat pula. Kebalikan dari keadaan leukemia akut, leukemia kronis merupakan kondisi yang perjalanan penyakit ini tidak secepat leukemia akut. Dalam kategori kedua adalah berdasarkan jenis sel darah putihnya, yaitu leukemia myelogenus dan leukemia limfositik.

Leukemia myelogenus, dapat menimbulkan gangguan yang erat kaitannya dengan trombosit, sel darah merah dan sel darah putih. Sedangkan leukemia limfositik akan berdampak, dimana sel-sel limfosit akan mengalami gangguan sehingga imun manusia dapat terganggu.

Dari penjelasan diatas, kita dapat mengetahui ada 4 jenis besar leukemia yaitu;

  • Acute lymphocytic leukemia (ALL)
  • Acute myelogenous leukemia (AML)
  • Chronic myelogenous leukemia (CML)
  • Chronic lymphocytic leukemia (CLL)

Pada prinsipnya leukemia dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Jenis Acute lymphocytic leukemia atau ALL adalah leukemia yang umunya ditemukam pada anak-anak dan Acute myelogenous leukemia (AML)  adalah yang paling umum kedua. Dua leukemia yang umum ditemukan pada orang dewasa adalah Acute myelogenous leukemia (AML) dan Chronic lymphocytic leukemia (CLL).

Gejala Pada Leukemia 

Gejala pada leukemia merupakan gejala umum yang tidak khas dan sangat bervariasi, tergantung pada jenis dan sejauh mana staging dari leukemia itu sendiri, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan diagnosa yang tepat.

Gejala yang umumnya dialami adalah :

  • Demam, keringat pada malam hari dan gejala yang menyerupai flu
  • Penurunan berat badan tidak normal
  • Terlihat pucat
  • Nyeri kepala dan nyeri tulang
  • Kelelahan dan kelemahan berkepanjangan
  • Muncul tanda perdarahan atau mudah berdarah, seperti juga munculnya bintik metah pada kulit, gusi yang mudah bengkak dan berdarah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Rasa tidak nyaman di perut yang berkepanjangan dikarenakan adanya pembesaran organ
  • Mudah terserang infeksi

Faktor resiko penyebab Leukemia adalah

  • Herediter atau keturunan dari keluarga yang pernah menderita keganasan sebelumnya
  • Paparan radiasi atau zat kimia tertentu seperti benzene
  • Orang yang menerima kemoterapi
  • Down syndrome

Diagnosa Leukemia dapat dilakukan dengan :

  • Pengkajian mendalam dan Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan laboraturium seperti darah lengkap
  • Pemeriksaan penunjang radiologi
  • Biopsi sumsum tulang

Tatalaksana dalam kasus Leukemia secara garis besar dapat dilakukan dengan :

  • Kemoterapi
  • Terapi Radiasi
  • Terapi Stem Cell
  • Terapi Target
  • Pengobatan supportif seperti mengobati Infeksi, Transfusi dan pemberian obat lainnya

Bagi sahabat Panti Rapih yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dan berkonsultasi langsung, maka dapat menghubungi RS Panti Rapih Yogyakarta.

 

Sumber : American Society of Hematology

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Dian Pratiwi, M. Sc., Sp. PD – KHOM

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi – Onkologi Medik)

 

Info Pelayanan :
Klinik Penyakit Darah & Kanker
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Senin dan Rabu pk 15.00 – 17.00 WIB
Jumat pk 12.00 – 14.00 WIB

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating