PENCEGAHAN KANKER DAN DETEKSI DINI KANKER
SKRINING KANKER MENYELAMATKAN BANYAK KEHIDUPAN
Dian Pratiwi, dr, M.Sc., SpPD K-HOM FINASIM
Ada dua tindakan utama untuk mengurangi risiko terkena dan meninggal akibat kanker paling:
- Melakukan upaya untuk mengurangi kebiasaan sehari-hari yang berbahaya yang meningkatkan risiko terkena kanker.
- Ikuti pedoman pemeriksaan kanker yang direkomendasikan.
Beberapa upaya untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk menurunkan risiko kanker:
- Stop merokok
- Hindari paparan asap rokok (secondhand smoke exposure)
- Kurangi kelebihan berat badan
- Hindari alkohol
- Hindari makan yang tidak sehat
- Aktivitas fisik dilakukan secara rutin dan terarah
- Hindara paparn ultraviolet yang lama
- Kenali cancer-associated infections, seperti virus HPV sebagai penyebab kanker leher Rahim.
Petunjuk Umum Kecurigaan Kanker
Pengobatan kanker akan efektif bila kanker ditemukan pada tahap yang sangat awal. Kenali tanda-tanda pada tubuh yang mengarah pada perubahan yang khusus atau tidak biasa, seperti:
- benjolan atau area yang menebal pada payudara, perubahan bentuk atau warna payudara, keluarnya cairan dari puting yang tidak biasa, puting yang masuk ke dalam (jika tidak selalu seperti itu) atau nyeri yang tidak biasa
- Benjolan di leher, ketiak, atau bagian tubuh lainnya
- Luka, bisul atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.
- Batuk dan perubahan suara menjadi parau yang tidak bisa hilang dengan pengobatan , atau terjadi batuk darah
- Perubahan pola buang air besar lebih dari 2 minggu, dan muncul darah di feses atau menetes pada saat buang air besar terutama bila disertai penurunan berat badan yang banyak dalam kurun waktu singkat.
- Penurunan berat badan tanpa pengaturan diet khusus
- keputihan atau pendarahan yang tidak biasa/ diluar siklus menstruasi
Kriteria Efektif Untuk Deteksi Dini
The World Health Organization Organisasi Kesehatan Dunia telah menyebutkan kondisi deteksi dini sebagai pendekatan pengendalian penyakit yang tepat.
- Pertama, penyakit tersebut harus bersifat umum dan berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang serius.
- Kedua, tes skrining harus mampu mendeteksi penyakit tahap awal secara akurat.
- Ketiga, pengobatan setelah deteksi melalui skrining harus terbukti meningkatkan prognosis dibandingkan diagnosis biasa.
- Yang terakhir, harus ada bukti bahwa potensi manfaatnya lebih besar daripada potensi kerugian dan biaya penyaringan.
Skrining Kanker
Vaksin HPV untuk pencegahan kanker mulut Rahim
Rekomendasi :
- Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak usia 11 – 12, vaksin bisa diberikan pada usia 9 tahun.
- Vaksin bisa diberikan sampai usia 26 tahun yang belum mendapatkan vaksin secara adekuat.
- Tidak direkomendasikan pada usia diatas 26 tahun.
- Tidak disarankan diberikan pada usia diatas 45 tahun.
Panduan Skrining Kanker Payudara
- Wanita usia 45 – 54 tahun dengan test mamography, rekomendasi usia 45 tahun harus menjalani mammography, usia 45 – 54 harus dilakukan setiap tahun.
- Wanita diatas 54 tahun dengan test mammography, rekomendasi biennical screening atau lanjutan skrining rutin setiap tahun. Lanjutan skrining selama sehat dan harapan hidup diatas 10 tahun.
Mamografi merupakan alat skrining yang direkomendasikan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Setiap kali menjalani mammogram, payudara terkena radiasi dalam jumlah yang sangat kecil. Mesin mamografi menggunakan radiasi sesedikit mungkin namun tetap mendapatkan gambar berkualitas tinggi. Radiasi dari skrining hampir sama dengan 18 minggu paparan radiasi alami di lingkungan.
Skrining Kanker Mulut Rahim
- Wanita usia 25 -65 tahun, jenis test dengan Tes HPV (lebih disarankan) Primer, Pap smear saja, atau kombinasi dengan teht HPV. Rekomendasi lebih disarankan test HPV primer setiap 5 tahun dengan tool yang standart FDA. Bisa disarankan: Co testing (HPV dan Pap test) setiap 5 tahun atau Pap saja setiap 3 tahun
- Wanita diatas 65 tahun, jenis test mammography. Stop skrining bila dalam 10 tahun hasil negative, dengan hasil etst terkahir min 5 tahun.
- Wanita yang pernah mendapat vaksin HPV, rekomendadi untuk tindak lanjut sesuai dengan usia rekomendasi (sama dengan pasien yang tidak divaksin).
- Wanita yang menjalani histerektomi (Pengangkatan Rahim) rekomendasi hentikan skrining.
Skrining Kanker Kolorektal (usus besar)
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker usus antara lain:
- Usia
- Riwayat keluarga
- Penyakit Inflammatory bowel disease
- Diet yang tidak sehat kurang serat
- Kurang olah raga
- Konsumsi alkohol
- Obesitas
- Merokok
Deteksi Dini Kanker Usus
Tidak semua kanker usus menunjukkan gejala. Mengalami gejala belum tentu berarti menderita kanker usus. Namun, harus menemui dokter jika:
- Perdarahan saat buang air besar, atau darah menetes setelah BAB
- perubahan pola buang air besar, seperti sembelit atau diare
- Nyeri perut atau perut terasa penuh/ kembung
- penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, atau kehilangan nafsu makan
- Gejala anemia, keluhan lelah yang sulit dijelaskan, lemah, atau “ngos-ngosan”
Siapa yang berisiko?
Semua orang memiliki risiko timbulnya kanker usus besar, dan risiko ini meningkat seiring usia. Beberpa kondi yang meningkatkan risiko adalah:
- Riwayat polip usus
- Ruwayat kanker usus
- Chronic inflammatory bowel disease (e.g. Crohn’s disease)
- Riwayat keluarga dengan kanker usus besar
- Peningkatan kadar insulin pada DM tipe 2
Apakah yang dimaksud dengan faecal occult blood test (FOBT)?
Faecal occult blood test (FOBT) dapat mendeteksi sejumlah kecil darah pada proses defekasi (buang air besar).
Tes ini mengambil sampel dari dua atau tiga buang air besar dengan menggunakan alat tes, dan jika darah terdeteksi, tes lebih lanjut mungkin diperlukan seperti Colonoscopy.
Meskipun FOBT bukan tes diagnostik yang paling akurat untuk kanker usus, saat ini FOBT merupakan tes skrining yang paling banyak diteliti, selain termurah dan paling dapat diterima.
| Populasi | Jenis Test | Rekomendasi |
| wanita dan laki-laki usia 45 th keatas | Guaiac-based Feacl Occult Bloos Test (gFOBT)
|
Setiap tahun
|
| Multi target stool DNA test | Setiap 3 tahun | |
| Flexible Sigmoidoscopy | Setiap 5 tahun | |
| Colonoscopy | Setiap 10 tahun | |
| CT Colonography | Setiap 5 tahun |