Rayakan Hari Kanker Sedunia 2026, RS Panti Rapih Usung “The Science of Pink” untuk Edukasi Personalisasi Terapi Kanker Payudara No ratings yet.

YOGYAKARTA, 6 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2026, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan suportif bertajuk “The Science of Pink: Memahami Jenis Kanker Payudara”. Acara yang berlangsung di Lounge Lobby Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus ini dihadiri oleh 44 orang peserta yang terdiri dari pasien kanker payudara, keluarga, tenaga kesehatan, serta perwakilan komunitas kanker.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Medis RS Panti Rapih Yogyakarta,dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan holistik—medis, psikologis, dan sosial—dalam mendampingi setiap langkah perjalanan pasien.

Tema “The Science of Pink” diangkat untuk mengedukasi masyarakat bahwa setiap kasus kanker payudara bersifat unik dan membutuhkan penanganan yang spesifik. Sebagai simbol visual, ke-44 peserta mengawali kegiatan dengan melakukan cap ibu jari pada kanvas “Pohon Kehidupan”. Aktivitas ini melambangkan keberagaman karakteristik individu dan stadium penyakit yang tetap bersatu dalam satu ekosistem dukungan yang kuat.

Seminar edukasi ini menghadirkan para ahli untuk membedah kanker payudara dari berbagai sudut pandang teknis maupun praktis:

  1. dr. Johan Kurnianda, Sp. PD. KHOM memaparkan materi mengenai subtipe kanker payudara dan keunikan tiap tahap pengobatan. Beliau memperkenalkan konsep Targeted Therapy, yakni pengobatan yang bekerja secara spesifik pada target tertentu di sel kanker agar terapi lebih tepat sasaran.
  2. Aganetha Naura Permata, A.Md.Kes memberikan edukasi dari sisi fisioterapi, khususnya mengenai terapi pasca-mastektomi dan pencegahan lymphedema.
  3. Ibu Neni Puspitas Guningsih, S.Kep., Ners dan Ibu MM. Diyah Pujiastuti, S.Kep., Ners memandu demo praktis SADARI (Periksa Payudara Sendiri) menggunakan alat peraga guna meningkatkan kemampuan deteksi dini mandiri.

Kegiatan ditutup dengan seremoni “Ribbon of Hope”, di mana seluruh peserta menyatukan berbagai gradasi pita pink. Perbedaan warna pita tersebut melambangkan keragaman stadium dan pengalaman penyintas, namun penyatuannya melambangkan kekuatan, harapan, dan persatuan dalam melawan kanker.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menjadi pusat layanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga hadir sebagai pendamping yang suportif bagi para pejuang kanker.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Skrining Kanker Menyelamatkan Banyak Kehidupan 5/5 (2)

PENCEGAHAN KANKER DAN DETEKSI DINI KANKER

SKRINING KANKER MENYELAMATKAN BANYAK KEHIDUPAN

 

Dian Pratiwi, dr, M.Sc., SpPD K-HOM FINASIM

 

Ada dua tindakan utama untuk mengurangi risiko terkena dan meninggal akibat  kanker paling:

  • Melakukan upaya untuk mengurangi kebiasaan sehari-hari yang berbahaya yang meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Ikuti pedoman pemeriksaan kanker yang direkomendasikan.

 

Beberapa upaya untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk menurunkan risiko kanker:

  • Stop merokok
  • Hindari paparan asap rokok  (secondhand smoke exposure)
  • Kurangi kelebihan berat badan
  • Hindari alkohol
  • Hindari makan yang tidak sehat
  • Aktivitas fisik dilakukan secara rutin dan terarah
  • Hindara paparn ultraviolet yang lama
  • Kenali cancer-associated infections, seperti virus HPV sebagai penyebab kanker leher Rahim.

Petunjuk Umum Kecurigaan Kanker

Pengobatan kanker akan efektif bila kanker ditemukan pada tahap yang sangat awal. Kenali tanda-tanda pada tubuh yang mengarah pada perubahan yang khusus atau tidak  biasa, seperti:

  • benjolan atau area yang menebal pada payudara, perubahan bentuk atau warna payudara, keluarnya cairan dari puting yang tidak biasa, puting yang masuk ke dalam (jika tidak selalu seperti itu) atau nyeri yang tidak biasa
  • Benjolan di leher, ketiak, atau bagian tubuh lainnya
  • Luka, bisul atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.
  • Batuk dan perubahan suara menjadi parau yang tidak bisa hilang dengan pengobatan , atau terjadi batuk darah
  • Perubahan pola buang air besar lebih dari 2 minggu, dan muncul darah di feses atau menetes pada saat buang air besar terutama bila disertai penurunan berat badan yang banyak dalam kurun waktu singkat.
  • Penurunan berat badan tanpa pengaturan diet khusus
  • keputihan atau pendarahan yang tidak biasa/ diluar siklus menstruasi

 

Kriteria Efektif Untuk Deteksi Dini

The World Health Organization Organisasi Kesehatan Dunia telah menyebutkan kondisi deteksi dini sebagai pendekatan pengendalian penyakit yang tepat.

  1. Pertama, penyakit tersebut harus bersifat umum dan berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang serius.
  2. Kedua, tes skrining harus mampu mendeteksi penyakit tahap awal secara akurat.
  3. Ketiga, pengobatan setelah deteksi melalui skrining harus terbukti meningkatkan prognosis dibandingkan diagnosis biasa.
  4. Yang terakhir, harus ada bukti bahwa potensi manfaatnya lebih besar daripada potensi kerugian dan biaya penyaringan.

Skrining Kanker

Vaksin HPV untuk pencegahan kanker mulut Rahim

Rekomendasi :

  • Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak usia 11 – 12, vaksin bisa diberikan pada usia 9 tahun.
  • Vaksin bisa diberikan sampai usia 26 tahun yang belum mendapatkan vaksin secara adekuat.
  • Tidak direkomendasikan pada usia diatas 26 tahun.
  • Tidak disarankan diberikan pada usia diatas 45 tahun.

 

Panduan Skrining Kanker Payudara

  • Wanita usia 45 – 54  tahun dengan test mamography, rekomendasi usia 45 tahun harus menjalani mammography, usia 45 – 54 harus dilakukan setiap tahun.
  • Wanita diatas 54 tahun dengan test mammography, rekomendasi biennical screening atau lanjutan skrining rutin setiap tahun. Lanjutan skrining selama sehat dan harapan hidup diatas 10 tahun.

 

 

Mamografi merupakan alat skrining yang direkomendasikan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Setiap kali menjalani mammogram, payudara terkena radiasi dalam jumlah yang sangat kecil. Mesin mamografi menggunakan radiasi sesedikit mungkin namun tetap mendapatkan gambar berkualitas tinggi. Radiasi dari skrining hampir sama dengan 18 minggu paparan radiasi alami di lingkungan.

 

Skrining Kanker Mulut Rahim

  • Wanita usia 25 -65 tahun, jenis test dengan Tes HPV (lebih disarankan) Primer, Pap smear saja, atau kombinasi dengan teht HPV.  Rekomendasi lebih disarankan test HPV primer setiap 5 tahun dengan tool yang standart FDA. Bisa disarankan: Co testing (HPV dan Pap test) setiap 5 tahun atau Pap saja setiap 3 tahun
  • Wanita diatas 65 tahun, jenis test mammography. Stop skrining bila dalam 10 tahun hasil negative, dengan hasil etst terkahir min 5 tahun.
  • Wanita yang pernah mendapat vaksin HPV, rekomendadi untuk tindak lanjut sesuai dengan usia rekomendasi (sama dengan pasien yang tidak divaksin).
  • Wanita yang menjalani histerektomi (Pengangkatan Rahim) rekomendasi hentikan skrining.

Skrining Kanker Kolorektal (usus besar)

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker usus antara lain:

  • Usia
  • Riwayat keluarga
  • Penyakit Inflammatory bowel disease
  • Diet yang tidak sehat kurang serat
  • Kurang olah raga
  • Konsumsi alkohol
  • Obesitas
  • Merokok

Deteksi Dini Kanker Usus

Tidak semua kanker usus menunjukkan gejala. Mengalami gejala belum tentu berarti menderita kanker usus. Namun, harus menemui dokter jika:

  • Perdarahan saat buang air besar, atau darah menetes setelah BAB
  • perubahan pola buang air besar, seperti sembelit atau diare
  • Nyeri perut atau perut terasa penuh/ kembung
  • penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, atau kehilangan nafsu makan
  • Gejala anemia, keluhan lelah yang sulit dijelaskan, lemah, atau “ngos-ngosan”

Siapa yang berisiko?

Semua orang memiliki risiko timbulnya kanker usus besar, dan risiko ini meningkat seiring usia. Beberpa kondi yang meningkatkan risiko adalah:

  • Riwayat polip usus
  • Ruwayat kanker usus
  • Chronic inflammatory bowel disease (e.g. Crohn’s disease)
  • Riwayat keluarga dengan kanker usus besar
  • Peningkatan kadar insulin pada DM tipe 2

 

Apakah yang dimaksud dengan faecal occult blood test (FOBT)?

Faecal occult blood test (FOBT) dapat mendeteksi sejumlah kecil darah pada proses defekasi (buang air besar).

Tes ini mengambil sampel dari dua atau tiga buang air besar  dengan menggunakan alat tes, dan jika darah terdeteksi, tes lebih lanjut mungkin diperlukan seperti Colonoscopy.

Meskipun FOBT bukan tes diagnostik yang paling akurat untuk kanker usus, saat ini FOBT merupakan tes skrining yang paling banyak diteliti, selain termurah dan paling dapat diterima.

 

 

Populasi Jenis Test Rekomendasi
wanita dan laki-laki  usia 45 th keatas Guaiac-based Feacl Occult Bloos Test (gFOBT)

 

Setiap tahun

 

Multi target stool DNA test Setiap 3 tahun
Flexible Sigmoidoscopy Setiap 5 tahun
Colonoscopy Setiap 10 tahun
CT Colonography Setiap 5 tahun

Mohon dapat memberikan rating

Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari 5/5 (1)

World Breast Cancer Day, merupakan suatu peringatan yang dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dunia untuk mendukung pasien dan survivor kanker payudara. Peringatan ini jatuh pada Oktober.

Masyarakat begitu memberikan perhatian pada World Breast Cancer Day lantaran kanker payudara merupakan kanker paling umum terjadi baik di negara berkembang maupun negara maju.

Survei WHO pada 2013 menyatakan sekitar 8%-9% wanita mengalami kanker payudara. Bahkan, di Eropa tercatat setiap tahunnya ada lebih dari 250.000 kasus atau 28 kasus baru ditemukan setiap jam dan di Amerika tercatat 175.000 kasus atau 19 kasus ditemukan setiap jam. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut catatan Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2010, diperkirakan terdapat 100 penderita baru setiap 100.000 penduduk. Begitu pedulinya masyarakat menggalakkan visi Indonesia Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut pada 2030.

Guna mengantisipasi hal ini, masyarakat dapat mulai memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan tanda dan gejala kelainan pada payudara, baik itu bersifat lokal maupun yang sudah sistemik. Banyak cara untuk melakukan deteksi dini agar masyarakat dapat mencegah dan memberikan perhatian lebih pada kasus ini, salah satunya adalah pemeriksaan payudara  sendiri atau lebih dikenal dengan Sadari.

Sadari merupakan salah satu pemeriksaan yang lahir sebagai bentuk kepedulian kaum wanita terhadap payudara sendiri. Pemeriksaan ini tergolong sangat murah dan tidak memerlukan biaya yang mahal dan dapat dilakukan sendiri. Sadari dilakukan antara waktu tujuh hingga 10 hari pertama setelah hari pertama selesai menstruasi. Perlu diingat jika Sadari tidak menggantikan peran medis terlatih untuk pemeriksaan fisik secara klinis. Pada pemeriksaan ini, beberapa hal yang harus dicermati antara lain perubahan  bentuk dan ukuran payudara; nyeri; penebalan kulit; benjolan yang teraba; cekungan kulit seperti lesung pipit; pengerutan kulit payudara; cairan yang keluar dari puting susu; penarikan puting susu ke dalam hingga muncul luka pada payudara yang tidak kunjung sembuh.

Pemeriksaan Sadari ini dapat dilakukan pada saat mandi, pada saat berdiri di hadapan cermin maupun saat berbaring dengan langkah-langkah. Caranya, pada saat beridir di depan cermin besar, Anda dapat membuka pakaian dari pinggang ke atas kemudian lakukan inspeksi atau melihat payudara. Perhatikanlah, apakah bentuk payudara simetris? Apakah payudara membesar atau mengeras? Apakah arah puting berubah arah, tertarik ke dalam atau ada luka? Apakah ada perubahan warna kulit payudara? Apakah nampak kulit payudara menebal dengan pori-pori melebar menyerupai kulit jeruk? Adakah kerutan atau cekungan yang tidak normal?

Setelah Anda menginspeksi, ulangi pengamatan tersebut dengan kedua tangan lurus ke atas, kemudian kedua tangan memegang pinggang dengan dada dibusungkan dan siku ditarik ke belakang. Setelah itu Anda dapat menjilat payudara anda dari tepi menuju arah puting.  Pada tahap ini perhatikanlah! Apakah ada cairan atau darah yang keluar dari puting susu? Kemudian berlanjut ke tahap akhir yakni meraba payudara satu persatu dengan posisi berbaring. Saat berbaring, anda dapat melakukan langkah-langkah seperti meletakkan bantal atau handuk yang dilipat dibawah salah satu bahu, lengan dari sisi payudara yang akan diperiksa, direntangkan di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala.

Kemudian rabalah dengan gerakan memutar, naik dan turun dari tepi payudara hingga puting susu, dan pada perabaan ini dilakukan dengan tiga tingkatan tekanan, yakni ringan untuk meraba adanya benjolan di tengah jaringan payudara dan tekanan kuat/dalam untuk meraba benjolan di dasar payudara.

Apabila ditemukan sesuatu pada saat pemeriksaan tersebut, sebaiknya dikonsultasikan dengan memeriksakan diri anda ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini merupakan langkah awal kepedulian kaum wanita terhadap kesehatan payudara, sehingga ada baiknya dilakukan paling tidak setiap satu bulan sekali untuk menjaga kesehatan payudara anda. Mari cegah kanker dengan Sadari.

 

disusun oleh:
dr. Stefanus Venanda Rian Chrismasto
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih)

Mohon dapat memberikan rating