Pelayanan Geriatrik di RS Panti Rapih No ratings yet.

Geriatri adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan pada usia lanjut. Menurut UU RI no 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia menyebutkan bahwa individu usia lanjut adalah seseorang yang berumur  ≥ 60 tahun.

Pada usia lanjut disamping mempunyai berbagai penyakit degeneratif juga dampak proses menua semakin nyata pada tingkat organ, sistem, dan status fungsional. Pelayanan geriatrik meliputi 2 hal yaitu, pelayanan kesehatan (medical services) dan pelayanan aspek sosial (social services). Tujuan pelayanan geriatrik meliputi memperpanjang kehidupan (quantity of life) mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidup (quality of life), dan mengantar pasien pada akhir kehidupan yang bermartabat (death in dignity).

Karakteristik Pasien Geriatrik
Pasien usia lanjut tidak sama dengan pasien geriatrik. Multipatologik (penyakit kronik multipel) yang kadang tumpang tindih dengan kondisi akut, polifarmasi yang berakibat kondisi medik kompleks, gejala penyakit tidak spesifik, hubungan perbaikan parameter klinik dengan perbaikan status fungsional yang tidak linier, mutlak perlu rehabilitasi mental dan fisik, terkadang ada masalah etiko–legal seperti kondisi setting limit, edukasi berita buruk (bad news), edukasi prognosis pasien. Kesemua ciri diatas adalah karakteristik pasien geriatrik.

Paradigma Pelayanan Geriatrik
Ada beberapa aspek penting yang disebut sebagai paradigma pelayanan geriatrik yaitu:
● Multidisiplin dengan pendekatan interdisiplin
● Setting priority artinya prioritas masalah dari kondisi klinik kompleks yang mengancam jiwa (life treatning), mengancam status fungsional (potential morbidity), dan pilihan pasien
● Lebih memperhatikan kualitas hidup dari pada kuantitas hidup
● Perawatan lanjutan dan berkesinambungan
● Elaborasi masalah etiko–legal

Aplikasi Klinik Praktis
Dalam pelayanan geriatrik di Rumah Sakit, aplikasi klinik dari aspek praktisnya adalah:
● Perlu kerjasama dengan disiplin lain dalam mengatasi problem klinik atau geriatrician melakukan pendekatan multidimensi sehingga tujuan (goals) perawatan geriatrik yang rasional
● Perlu dikembangkan jenis pelayanan lain seperti day car, homecare, chronic care, disamping jenis pelayanan konvensional yang sudah ada seperti poli klinik, rawat inap, dan intensive care
● Dalam beberapa kesempatan perlu adanya diskusi medika – etiko – legal untuk menyelesaikan problem yang kompleks misalnya: informasi penyakit kanker
dan lain-lain, kondisi setting limit, pemahaman dan penguatan keluarga dalam perawatan di rumah
● Perlu perkumpulan pasien lansia yang rutin tiap bulan di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dalam rangka edukasi dan mengisi waktu luang

Baca juga link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-geriatri/
https://pantirapih.or.id/rspr/telemedicine/

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Ida I Dewa Putu Pramantara Setiabudi, Sp.PD.,K.Ger

 

Klinik Golden Care RS Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Lukas
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274-563333 ext 292
WA : 08112869710
Senin – Sabtu pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu & Tanggal Merah Tutup

 

Mohon dapat memberikan rating

Menjadi Lansia Sehat & Mandiri di Klinik Golden Care No ratings yet.

Keberadaan lanjut usia (lansia) memegang peranan penting bagi pembangunan Indonesia. Hal ini mengingat bahwa salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup maka menyebabkan jumlah penduduk lansia semakin besar. Penduduk lansia sebagai modal pemerintah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menuntaskan target dan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia mengemukakan bahwa lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah penduduk lansia tahun 2013 sebesar 13,56% dari keseluruhan penduduk (BPS, 2013). Pemerintah mencatat Yogyakarta merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk lanjut usia (lansia) tertinggi di Indonesia. Dari total penduduk di kota pelajar tersebut, diperkirakan, lansia mencapai 13,4 persen pada 2015, meningkat 14,7 persen (2020), dan 19,5 persen (2030). Besarnya jumlah penduduk lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta perlu menjadi perhatian tersendiri, mengingat di satu sisi semakin meningkatnya penduduk lansia berarti kualitas hidup semakin baik seiring semakin baiknya akses untuk mendapatkan fasilitas kesehatan sehingga usia harapan hidup meningkat.

Berbagai upaya harus dipersiapkan oleh lansia sendiri maupun keluarganya agar ke depan lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. Kesiapan lansia untuk tetap peduli pada masa depan dapat dilihat dari 5 (lima) dimensi yaitu, dimensi fisik, psikologis, mental spiritual, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan potensi. Keluarga memiliki peranan penting dalam membina kesiapan lansia untuk tetap peduli masa depan, harapannya agar terwujud kualitas keluarga yang sejahtera lahir dan batin. Rumah Sakit Panti Rapih sebagai rumah sakit yang terus berinovasi juga merasa perlu adanya pelayanan kesehatan terpadu yang secara khusus berorientasi kepada pasien-pasien lanjut usia. Menurut survey di RS 7,9% pasien RS Panti Rapih adalah pasien lansia.

Peningkatan populasi lansia ini juga berimbas pada pembentukan kebijakan Permenkes nomor 79 tahun 2014 untuk menyelenggarakan pelayanan geriatri terpadu di Rumah Sakit yang diberi nama Klinik Golden Care. Klinik ini didesain dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin yang bertujuan :

  1. Meningkatkan kualitas hidup, kualitas pelayanan dan keselamatan pasien lanjut usia di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
  2. Rumah Sakit memiliki regulasi pelayanan untuk lanjut usia secara terpadu sesuai dengan tingkat pelayanan lanjut usia tingkat sempurna
  3. Rumah Sakit Panti Rapih mampu menyediakan layanan lanjut usia terpadu dengan pendekatan multi disiplin yang bekerja sama secara interdisiplin
  4. Rumah Sakit Panti Rapih memberikan pelayanan secara bersahabat dengan lanjut usia di rawat jalan, rawat inap dan dimasyarakat
  5. Melaksanakan sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kepada lanjut usia secara terpadu

Golden Care diperuntukkan bagi sahabat sehat lansia. Golden Care menawarkan rangkaian pelayanan yang terpadu sebagai solusi bagi setiap gaya hidup lansia baik bagi lansia yang memiliki gaya hidup aktif dan dinamis, hingga yang memerlukan dukungan lebih. Golden Care didukung dengan ragam fasilitas yang lengkap untuk lansia.

Layanan Golden Care:

  • Pelayanan Spesialis Geriatri
  • Pelayanan Spesialis Rehabilitasi Medik
  • Pelayanan Spesialis Saraf
  • Pelayanan Psikiater
  • Pelayanan Ahli Gizi
  • Pelayanan Farmasi
  • Perawat
  • Pendampingan Sosial Spiritual
  • Laboratorium
  • Berkebun
  • Tempat istirahat
  • Rekreasi Bersama (Karaoke)
  • Perpustakaan
  • Makan & snack

Dari layanan tersebut di atas, dikemas menjadi dua layanan pokok yaitu, Day Care Lansia & Medical Check Up Lansia.

Link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-geriatri/

Informasi Pelayanan :
Klinik Golden Care & Home Care
Lantai 1 Gedung Lukas RS Panti Rapih Yogyakarta
0274-563333 ext 292
WA : 08112869710

Mohon dapat memberikan rating

Risiko Jatuh Pada Pasien Lanjut Usia 5/5 (1)

Keseimbangan Postur

Tubuh memiliki mekanisme untuk mempertahankan postur tetap tegak saat anda duduk, berdiri, maupun beraktivitas. Mekanisme ini merupakan kerja sama antara organ mata, vestibuler dan proploseptif yang diatur oleh pusat keseimbangan di otak kita. Apabila terjadi kerusakan atau kelainan pada salah satu organ tersebut maka akan terjadi gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan mengakibatkan anda berisiko mudah jatuh. Kondisi lingkungan, seperti permukaan tanah tidak rata, lantai basah, atau banyak undakan, juga akan mempengaruhi sistem keseimbangan anda.

Apakah Anda Berisiko Mudah Jatuh?

Apabila anda memiliki satu atau lebih tanda-tanda di bawah ini, maka anda memiliki risiko gangguan keseimbangan dan mudah jatuh.

  • Gangguan pola berjalan: berjalan dengan diseret, menghentak, berayun
  • Gangguan pendengaran dan/atau penglihatan
  • Vertigo, mudah pusing, atau pingsan pada posisi tegak
  • Kelemahan otot sebagian atau seluruh tubuh, dengan/tanpa menggunakan alat bantu jalan
  • Buang air kecil atau besar yang tidak terkontrol
  • Sakit sedang atau berat
  • Delirium atau kebingungan terhadap kondisi sekitar
  • Konsumsi obat-obat berisiko tinggi (misal: obat penenang, obat hipertensi, obat diabetes, obat pencahar, obat deuretik)
  • Riwayat jatuh dalam waktu 12 bulan terakhir
  • Usia 70 tahun ke atas

 

Apa yang Harus Anda Lakukan untuk Mencegah Jatuh?

Saat di Rumah

  • Gunakan alas kaki yang tidak licin
  • Jaga lantai agar tidak licin atau basah
  • Gunakan alas pijakan karet di kamar mandi
  • Pasang hand rail di toilet atau kamar mandi
  • Pastikan pencahayaan di rumah cukup terang
  • Bila anda sedang sakit atau vertigo, jangan mengunci pintu di kamar mandi

Saat di Luar Rumah

  • Gunakan alas kaki yang tidak licin
  • Gunakan selalu alat bantu berjalan (tongkat, tripod/quadripod, walker, kursi roda, dll) sesuai yang telah direkomendasikan oleh dokter anda
  • Gunakan selalu alat bantu penglihatan dan/atau pendengaran sesuai yang telah direkomendasikan oleh dokter anda
  • Hindari jalan yang licin, basah, atau gelap
  • Minta keluarga atau teman anda mendampingi saat keluar rumah apabila gangguan keseimbangan anda cukup berat dan sangat mengganggu

Saat di Rumah Sakit

  • Perawat akan melakukan asesmen risiko jatuh setiap anda datang ke pelayanan geriatri
  • Apabila anda termasuk berisiko jatuh tinggi, perawat akan memasang stiker pada lengan bagian luar anda sebagai penanda anda berisiko jatuh tinggi
  • Stiker tanda risiko jatuh harus dipakai selama anda berada di lingkungan rumah sakit
  • Beritahukan dokter jenis obat-obatan yang rutin anda minum

 

 

Klinik Golden Care
Pelayanan Geriatri – Lantai 1 Gedung Lukas RS Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 292
Senin – Sabtu pk 07.00 – 14.00 WIB
Wa : 08112869710

Mohon dapat memberikan rating