Ucapan Selamat 5 Tahun Tahbisan Episkopal Mgr. Robertus Rubiyatmoko

Yayasan Panti Rapih beserta Unit Karya (@rspantirapihyogyakarta @rspantirini @rspantirahayu @rspantinugroho @rssantaelisabeth @stikespantirapih ) mengucapkan Selamat atas 5 Tahun Tahbisan Episkopal untuk Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang). Tanggal 19 Mei 2017 – 19 Mei 2022.
Dengan motto beliau yaitu “Quaerere et Salvum Facere” artinya adalah Mencari dan Menyelamatkan.
Profil singkat Mgr Rubiyatmoko

Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko (lahir 10 Oktober 1963) adalah Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang. Ia ditahbiskan menjadi Imam pada tanggal 12 Agustus 1992 dengan penahbis Mgr. Julius Darmaatmadja, S.J. dan terpilih menjadi Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang pada tanggal 18 Maret 2017 oleh Paus Fransiskus.

Romo Ruby, panggilan dari Robertus Rubiyatmoko, mengawali pendidikan imamatnya di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang. Usai menyelesaikan pendidikan tahun rohani sebagai calon frater diosesan KAS di Seminari Tahun Rohani Keuskupan Agung Semarang di Wisma Jangli Semarang tahun 1984-1985, ia melanjutkan pendidikan belajar filsafat dan teologi di Fakultas Wedabhakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan tinggal di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta. Ia ditahbiskan menjadi imam tanggal 12 Agustus 1992.

Semasa menjadi Imam, Romo Ruby sempat bertugas di Paroki Santa Maria Assumta Pakem pada tahun 1992 hingga 1993. Ia lalu ditugaskan oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang waktu itu yakni Mgr. Julius Darmaatmadja, SJ untuk belajar Hukum Gereja di Roma, Italia. Romo Ruby memperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum Gereja dari Universitas Gregoriana, Roma. Selama menjalani studi di Roma dia tinggal di Asrama Kepausan Belanda dari tahun 1993 hingga 1997. Sebelum ditunjuk menjadi Uskup Agung Semarang, dia bertugas sebagai staf Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta dan dosen Hukum Gereja Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada tahun 2011, ia diangkat menjadi Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Semarang.

 

Dengan terpilihnya Romo Ruby menjadi Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, sekaligus mengisi kekosongan posisi Uskup, setelah Mgr Johannes Pujasumarta meninggal dunia pada 10 November 2015.

Penahbisan
Uskup Agung Jakarta, Mgr. Prof .Dr. Ignatius Suharyo bertindak sebagai Penahbis Utama Mgr. Ruby, dengan didampingi oleh Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. dan Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. sebagai Uskup Ko-konsekrator. Penahbisan berlangsung pada 19 Mei 2017 di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian RI (Akpol) di Semarang.

Motto Tahbisan Uskup Ruby, yaitu Quaerere et Salvum Facere yang artinya Mencari dan Menyelamatkan. Motto penggembalaan tersebut diambil dari Injil Lukas bab 19 ayat 10 (Luk 19:10) yang berkisah tentang Zakheus si pemungut cukai.

Pelatihan Pelatih Tenaga Keperawatan

Pelatihan Pelatih Tenaga Keperawatan bertujuan untuk peningkatan keterampilan para perawat di RS Panti Rapih. Wujud nyata kepedulian kami terhadap pasien sebagai "Tamu Ilahi". Pelatihan dipimpin oleh Sr. Yosefine Kusuma Hastuti, CB, MSN selaku Direktur Keperawatan. Sesuai dengan slogan RS Panti Rapih yaitu Sahabat Untuk Hidup Sehat, kami selalu update ilmu demi kesehatan masyarakat.

Kunjungan Kementerian Kesehatan Dalam Rangka Kesiapan RS Panti Rapih pada Kegiatan Presidensi G20 di Provinsi DIY

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Bpk Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E, M.A, Ph.D bersama jajarannya berkunjung ke RS Panti Rapih dalam rangka monitoring kesiapan RS Panti Rapih untuk mendukung Kegiatan Presidensi G20 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kunjungan lapangan (hospital tour) tersebut bertujuan untuk melihat kondisi RS Panti Rapih secara langsung. Area yang dikunjungi meliputi Ruang Isolasi dan Ruang Perawatan Intensif, Ruang Rawat Inap VIP dan VVIP, serta Instalasi Gawat Darurat.

G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang memiliki anggota negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa. Tahun ini, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan KTT tahunan G20 tersebut. Selain Bali dan DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu Provinsi yang dikunjungi oleh para Menteri Keuangan negara-negara peserta serta Gubernur Bank Central pada forum G20.

RS Panti Rapih ditunjuk oleh Kemenkes RI sebagai salah satu dari beberapa RS di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai penyedia layanan kesehatan dalam acara Presidensi G20. Direktur Utama RS Panti Rapih, drg. V. Triputro Nugroho, M.Kes dalam kesempatannya menyatakan kesiapan RS Panti Rapih untuk mendukung acara G20 tersebut.

Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia 2022

Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) mulai dirayakan pada tahun 1993. Ketiga subtema yang terus-menerus didengungkan pada setiap Hari Orang Sakit Sedunia setiap tanggal 11 Februari adalah pertama, mengingatkan semua orang beriman, untuk berdoa secara khusuk bagi mereka yang sedang sakit.

Kedua, mengundang semua orang beriman untuk merefleksikan sakit dan penderitaan manusia, dan ketiga, penghargaan bagi semua tenaga kesehatan. Apa yang menarik?

Bagi kita semua yang sehat, memberikan pendampingan, penghiburan dan perhatian untuk mereka yang sakit, sangatlah berarti. Selain itu, kita disadarkan akan pergerakan roda kehidupan. Pada saat sehat, kita seharusnya meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dana untuk membantu mereka yang sakit. Pada saat yang lain, sangat mungkin kita sendiri justru menjadi orang yang sakit dan memerlukan hal yang sama dari semua orang di sekitar kita, sebagaimana pergerakan dan putaran roda kehidupan.

Dampak ekonomi dan sosial pandemi COVID-19 sebenarnya jauh lebih menghancurkan, melemahkan dan memberatkan bagi masyarakat luas, tidak hanya dampak sakit oleh para penyintas saja. Namun demikian, kita semua yang terdampak secara ekonomi dan sosial tetap diingatkan untuk tetap membantu semua saudara kita, yang terdampak pandemi COVID-19 secara medis dan menjadi pasien, dengan terapi yang lengkap. Jika terapi ingin efektif, Paus Fransiscus berpesan agar terapi harus mempunyai aspek relasional, karena aspek ini memampukan pendekatan holistik kepada pasien.

Aspek relasional dapat membantu dokter, perawat, tenaga profesional dan relawan untuk merasa bertanggung jawab mendampingi pasien, di jalan penyembuhan yang didasarkan pada hubungan antarpribadi yang saling percaya. Aspek relasional ini menciptakan perjanjian antara mereka yang membutuhkan layanan medis dan mereka yang menyediakan layanan itu, dalam sebuah perjanjian yang didasarkan pada rasa saling percaya, hormat, keterbukaan dan kesiapsediaan diri. Hal ini akan membantu mengatasi sikap defensif, menghormati martabat orang sakit, menjaga profesionalisme dokter dan petugas kesehatan lainnya, bahkan mampu berperan dalam membina hubungan yang baik dengan keluarga pasien.

Dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia yang jatuh pada hari ini Jumat, 11 Februari 2022. RS Panti Rapih mengadakan doa bersama memperingati HOSS 2022 dan pembagian souvenir rohani bagi pasien RS Panti Rapih. Kiranya dalam suasana memperingati Hari Orang Sakit Sedunia tahun ini, kita dapat saling memberikan dukungan doa kesembuhan dan berbagi kebaikan dengan sesama. Seperti ada tertulis “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6:36)

 

Link terkait: https://dokterwikan.com/2022/01/28/2022-hari-orang-sakit-sedunia/

Grand Opening Nutri Eatery RS Panti Rapih Yogyakarta

Yogyakarta, 22 Januari 2022 – Makanan merupakan kebutuhan agar tubuh tetap sehat. Dengan mengkonsumsi makanan sehat, maka organ tubuh tetap terjaga dengan baik dan tubuh dapat berfungsi secara normal. Oleh karena itu, Instalasi Pelayanan Gizi RS Panti Rapih dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan sehat, praktis, dan harga yang terjangkau melakukan pengembangan diri dengan  membuka Cafe Gizi “Nutri Eatery”.

Peresmian Nutri Eatery dilakukan pada hari Sabtu, 22 Januari 2022. Acara diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yg dilakukan oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih), didampingi oleh Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM, Ph. D (Pengurus Yayasan Panti Rapih), selanjutnya tumpeng diserahkan kepada Ibu B. Dwi Wahyunani, S. Tr., Gz., RD (Kepala Instalasi Pelayanan Gizi).

Terdapat beberapa agenda kegiatan yang menyertai peresmian Cafe Nutri Eatery tersebut yaitu, talkshow kesehatan dengan menghadirkan Didik Nini Thowok sebagai bintang tamu, para pelanggan katering gizi dan pengunjung lainnya.

Dalam testimoni yang disampaikan saat talkshow, Eyang Didik demikian sering disapa, telah mengenal RS Panti Rapih sejak belum dikenal sebagai artis. Beliau menyampaikan dalam talkshow bahwa pada tahun 1976  mengantar ibundanya berobat dengan naik sepeda motor. Bahkan pada 1980 dimana sanggar tarinya bermula,  dua dari tujuh pendiri sanggar memiliki keterkaitan dengan RS Panti Rapih. Belum lama ini, Eyang Didik juga menjalani rawat inap di RS Panti Rapih.

Rangkaian kegiatan masih berlangsung pada tanggal 24, 25 dan 28 Januari 2022 dengan beberapa topik talkshow yang berbeda. Pada 24 Januari 2022, talkshow yang disampaikan berkaitan dengan Gizi pada Lansia dengan narasumber dr. Noviani, Sp.GK. Pada 25 Januari 2022 talkshow mengenai Gizi Seimbang: Cegah Obesitas, Tingkatkan Produktivitas. Dan pada 28 Januari 2022 talkshow dan demo pembuatan MPASI.

Selain talkshow kesehatan, pengunjung dapat melakukan pemeriksaan komposisi tubuh dan konsultasi gizi. Pemeriksaan komposisi tubuh  diperlukan untuk mendeteksi kebutuhan tubuh akan asupan makanan dan memperoleh informasi yang relevan dengan upaya pencegahan dan pengobatan penyakit.

Cafe Nutri Eastery berada di Lounge lantai 2 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih. Buka setiap hari kecuali hari Minggu dan Libur Nasional pukul 07.00 – 16.00 WIB.

Ingin mengetahui informasi ini lebih lanjut dapat mengunjungi:
Bagian Humas
Telepon : (0274) 563333
Pendaftaran : (0274) 514004, 514006, 521409 (24 jam) ext 1163/1116

Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Kerjasama FKRTL Tahun 2022 antara BPJS Kesehatan dengan RS Panti Rapih Yogyakarta

Pada tanggal 27 Desember 2021 diadakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) Tahun 2022 antara BPJS Kesehatan dengan RS Panti Rapih Yogyakarta yang diwakili oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M.Kes selaku Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta. Semoga dengan kerja sama ini, pelayanan menjadi lebih baik sehingga pasien semakin mendapatkan layanan kesehatan yang prima, lebih cepat dan baik di RS Panti Rapih.

Shelter Syantikara Sehat Untuk Indonesia – CB Peduli COVID-19

Yogyakarta, 20 Juli 2021 – Shelter Syantikara lahir atas keprihatinan Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS), Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang resah dengan merebaknya pasien yang terjangkit. Rumah Sakit serta pelayanan kesehatan kewalahan menampung pasien. Banyak pasien kesulitan mendapatkan akses dalam pelayanan kesehatan karena sedemikian cepat menjalarnya virus Covid 19 ini di masyarakat. Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengajak para pimpinan Kongregasi dan Tarekat di KAS untuk menanggapi keprihatinan ini.

Sr. Yustiana, CB sebagai Provinsial Kongregasi CB segera bertindak dan memutuskan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara dijadikan shelter untuk menampung pasien-pasien yang kesulitan mendapatkan tempat untuk isolasi mandiri maupun mereka yang seharusnya dirawat di rumah sakit. Sr. Yustiana, CB kemudian menggandeng Pimpinan Yayasan Panti Rapih (YPR), Bp. Ir. Ambrosius Koesmargono, dan Pimpinan Yayasan Syantikara (YS) Bp. Drs. P. Didit Krisnadewara dan Sr. Krispiani Sukarwati, CB untuk mewujudkan harapan ini.
Bersama para Pimpinan Unit Karya RS di bawah naungan Yayasan Panti Rapih dibentuklah Panitia dengan Drg. Triputro Nugroho, M.Kes (Dirut RS Panti Rapih) dan dr Y. Agus Wijanarko, M.Kes (Dir. RS Panti Rini) sebagai ketua I dan II. Para suster CB dan para pimpinan unit karya YPR dan YS segera bertindak dan menyiapkan RPCB Syantikara sebagai shelter untuk isolasi mandiri.

Tanggal 1 Agustus 2021, ditetapkan sebagai awal penerimaan pasien yang akan isolasi mandiri di Shelter Syantikara. Persiapan shelter tersebut diawali dengan ibadat singkat pada tanggal 20 Juli 2021 yang dipimpin oleh Romo Vikep. Yogyakarta Timur, Romo Adrianus Maradiyo, Pr serta tamu undangan terbatas. Tujuan dari Shelter Syantikara adalah untuk memisahkan warga yang sehat dan yang sakit, mengurangi beban rumah sakit dan anggaran negara, diutamakan tenaga kesehatan yang memerlukan tempat isolasi mandiri dalam lingkung jejaring Rumah Sakit CB di DIY dan masyarakat sekitar yang memiliki keterbatasan fasilitas/sarana/prasarana untuk isolasi mandiri di rumah, keterbatasan sosial ekonomi dan yang berkesesakan hidup.

Shelter Syantikara yang berlokasi di Jalan Kolombo CT VII/001 Kecamatan Depok Kabupaten Sleman DIY, berkapasitas 82 kamar. Bp. Drs. P. Didit Krisnadewara, selaku penanggung jawab shelter, mengatur penggunaan kamar tidur bisa digunakan untuk 2 orang. Sirkulasi udara masing-masing paviliun cukup baik, dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, area mencuci dan menjemur pakaian, alat pemantau kesehatan mandiri berupa pengukur tekanan darah digital, termometer dan oksimeter termasuk pemenuhan asupan dan gizi. Peserta/Pasien isolasi mandiri tidak dipungut biaya. Pasien bisa berkonsultasi pada penanggung jawab layanan melalui WhatsApp.

Ketua Gugus Tugas Shelter Syantikara, drg V. Triputro Nugroho, M.Kes berharap agar keberadaan Shelter Syantikara tersebut dapat menjawab kebutuhan tempat isolasi mandiri yang aman, penanganan yang lebih baik bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala dan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan yang masih bisa beraktivitas secara normal. Sejak dibentuk pada awal Juli 2021, Tim Gugus Tugas Shelter Syantikara telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait antara lain Padukuhan Sagan, Padukuhan Samirono, Puskesmas Depok, Koramil Depok, Kapolsek Bulaksumur, Kecamatan Depok dan Kelurahan Caturtunggal.

Shelter ini sudah mendapatkan ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Pasien yang akan menghuni Shelter Syantikara diharapkan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Depok 1, Puskesmas Depok 2 atau Puskesmas Depok 3 karena Shelter berada di wilayah kecamatan Depok. Jika hasil pemeriksaan menyatakan bahwa pasien termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) atau bergejala ringan dan masih beraktivitas normal, mengalami kendala dan keterbatasan isolasi mandiri di rumah, maka pihak puskesmas akan menghubungi Shelter Syantikara. Jika terjadi penurunan kondisi selama menjalani isolasi mandiri, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan COVID-19 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Minimal waktu menjalani isolasi mandiri selama sepuluh hari dan atau sudah dinyatakan oleh dokter berupa penerbitan Surat Keterangan Selesai Isolasi.

Untuk menunjang pelayanan yang baik dan aman, Shelter Syantikara juga mengundang para relawan untuk bergabung dan menjalankan misi belarasa ini dengan melibatkan jejaring CB yang ada. Para relawan yang secara pribadi bergabung ini berasal dari berbagai institusi jejaring CB yaitu Srikandi Lintas Iman, Gusdurian, Solidaritas Perempuan, UIN, UNY, UAJY, USD, dan Para Alumni. Pada tahap pertama terdapat 108 orang relawan. Mereka disatukan dalam keprihatinan yang sama untuk berbelarasa dan ambil bagian untuk Indonesia Sehat. Supaya dapat memberikan pelayanan dengan baik dan aman, Tim Gugus Tugas dan relawan menerima pembekalan serta bimbingan teknis secara luring dan daring yang dilakukan secara maraton selama empat hari sejak 15 Juli 2021. Pembekalan dilakukan oleh RS Panti Rapih Yogyakarta dan SONJO.

 

Link terkait: http://cb.berbagiberkat.org/newsite/

 

Ditulis oleh : Sr. Birgitta Diah Juliati, CB.
Bidang Kesekretariatan Shelter Syantikara

 

 

Area depan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus Syantikara yang akan digunakan sebagai Shelter Isolasi Mandiri

 

Lingkungan di dalam Shelter Syantikara

 

Paviliun Fransiskus

 

Fasilitas Tempat Setrika di Paviliun Fransiskus

 

Paviliun Yohanes

 

Kamar di Paviliun Yohanes

 

 

 

Menjelang Idul Fitri, RS Panti Rapih Membagikan Tali Kasih untuk Warga Sekitar

Yogyakarta, 11 Mei 2021 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta berada di lingkungan masyarakat yang majemuk dengan berbagai keyakinan dan keragaman kemampuan, serta berbatasan langsung di wilayah  Kelurahan Caturtunggal dan Kelurahan Terban. Warga yang tinggal disekitar rumah sakit turut andil menjaga keberlangsungan pelayanan.

Meskipun pandemi Covid-19 telah berlangsung selama lebih dari satu tahun, tidak sedikit masyarakat yang mencari nafkah dan tinggal di sekitar Rumah Sakit Panti Rapih mengalami kesulitan.

Sebagai bentuk belarasa dan tali kasih, Rumah Sakit Panti Rapih kembali membagikan paket sembako kepada warga sekitar yang membutuhkan. Pengumpulan data dilakukan bekerjasama dengan Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Bantuan tersebut diberikan sebagai salah satu wujud nyata kepedulian terhadap warga sekitar yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, pemberian bantuan paket sembako tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban perekonomian di bulan Ramadhan ini. Pembagian Tali Kasih berupa paket sembako tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (11/05) berlokasi di Rumah Sakit Panti Rapih.

Pembagian Tali Kasih secara simbolis diserahkan langsung oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M.Kes selaku Direktur Utama dengan didampingi oleh jajaran Direksi lainnya. Dalam kegiatan pembagian Tali Kasih tersebut, Rumah Sakit Panti Rapih menyalurkan sebanyak 123 (seratus dua puluh tiga) paket sembako.

Sebagai bentuk pencegahan dan penyebaran Covid-19, kegiatan pembagian Tali Kasih  dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti kewajiban penggunaan masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, dan tidak bersentuhan secara langsung, serta dilaksanakan dalam 3 (tiga) sesi waktu.

 

 

 

Artikel ini ditulis oleh: Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Informasi: 0274 563333, 514014, 514845 ext 1116 / 1163 ; Email: humas@pantirapih.or.id

Peringatan Hari Kartini di RS Panti Rapih

Yogyakarta, 21 April 2021 – Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi Indonesia karena pada tanggal ini telah lahir seorang perempuan hebat. Sosoknya dikenal melalui pemikirannya terhadap perjuangan hak perempuan. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini, sang inspirator yang tak pernah mati bagi seluruh perempuan Indonesia. Keberanian, ide, dan gagasannya akan selalu hidup dan berkembang sepanjang zaman.

Bertepatan dengan peringatan hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, Rumah Sakit Panti Rapih menggelar sebuah acara sederhana berupa pembukaan Panti Rapih Lounge and Coffee Shop. Ruangan tersebut berlokasi di Gedung Borromeus Lantai 2. Dilengkapi dengan sebuah piano serta beberapa kursi yang diatur sesuai standar protokol kesehatan. Beberapa dokter dan karyawan turut menyumbangkan lagu untuk menghibur para pasien dan pengunjung yang hadir saat itu.

Pelayanan di Rumah Sakit Panti Rapih juga tidak seperti hari biasanya. Pasalnya, frontliner yang bertugas saat itu terlihat unik dengan menggunakan busana tradisional. Meskipun demikian, pelayanan tidak terganggu dan berjalan seperti biasanya.

Direktur Utama Rumah Sakit panti Rapih, drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes berharap, Panti Rapih Lounge & Coffee Shop tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi para pasien dan pengunjung. Selain menjawab kebutuhan para pengguna jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit, lounge tersebut dapat digunakan juga bagi pasien, pengunjung ataupun karyawan untuk mengaktualisasikan kemampuan bermusik yang dapat dinikmati dan memberikan energi positif. Musik adalah salah satu sarana yang dinilai dapat membantu kesehatan otak bahkan tubuh secara keseluruhan. Musik dinilai dapat membantu meredakan stres, menambah semangat, bahkan dapat membantu meredakan nyeri.

 

               

 

Artikel ini ditulis oleh : Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Informasi: 0274 563333, 514014, 514845 ext 1116 / 1163 ; Email: humas@pantirapih.or.id

RS Panti Rapih Siap Mendukung Instansi Pendidikan Dalam Menghadapi Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Dalam rangka menyambut baik wacana pembelajaran tatap muka oleh Pemerintah maka Rumah Sakit Panti Rapih siap mendukung Instansi Pendidikan dalam hal pelayanan kesehatan.

Pada tanggal 1 April 2021 RS Panti Rapih telah resmi bekerjasama dengan Yayasan Pangudi Luhur (SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan). Dari RS Panti Rapih diwakili oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha Henry Prasista Kurniawan, S.Si, Kepala Bidang Hukum dan Kesehatan B. Agung Sulistyo, SH dan dari Yayasan Pangudi Luhur (SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan) diwakili oleh Seksi Humas Elisabeth Emiliani Setyaningrum, S.Psi. RS Panti Rapih dapat memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan siswa (UKS) yang dilakukan dua kali dalam satu tahun yang ditangani oleh dokter umum, perawat, ahli gizi dan administrasi.  Selain itu, edukasi kesehatan yang dilakukan satu kali dalam satu tahun. Edukasi kesehatan dapat diperuntukkan bagi guru, siswa dan orang tua dengan tema edukasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk dukungan Rumah Sakit Panti Rapih terhadap instansi-instansi pendidikan terutama di Yogyakarta dan sekitarnya. Sangat mungkin juga RS Panti Rapih dapat menjalin kerjasama bersama mitra dari berbagai sektor. Hal ini dapat menjadi peluang untuk saling menjalin jejaring yang lebih luas.