Shelter Syantikara Sehat Untuk Indonesia – CB Peduli COVID-19

Yogyakarta, 20 Juli 2021 – Shelter Syantikara lahir atas keprihatinan Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS), Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang resah dengan merebaknya pasien yang terjangkit. Rumah Sakit serta pelayanan kesehatan kewalahan menampung pasien. Banyak pasien kesulitan mendapatkan akses dalam pelayanan kesehatan karena sedemikian cepat menjalarnya virus Covid 19 ini di masyarakat. Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengajak para pimpinan Kongregasi dan Tarekat di KAS untuk menanggapi keprihatinan ini.

Sr. Yustiana, CB sebagai Provinsial Kongregasi CB segera bertindak dan memutuskan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara dijadikan shelter untuk menampung pasien-pasien yang kesulitan mendapatkan tempat untuk isolasi mandiri maupun mereka yang seharusnya dirawat di rumah sakit. Sr. Yustiana, CB kemudian menggandeng Pimpinan Yayasan Panti Rapih (YPR), Bp. Ir. Ambrosius Koesmargono, dan Pimpinan Yayasan Syantikara (YS) Bp. Drs. P. Didit Krisnadewara dan Sr. Krispiani Sukarwati, CB untuk mewujudkan harapan ini.
Bersama para Pimpinan Unit Karya RS di bawah naungan Yayasan Panti Rapih dibentuklah Panitia dengan Drg. Triputro Nugroho, M.Kes (Dirut RS Panti Rapih) dan dr Y. Agus Wijanarko, M.Kes (Dir. RS Panti Rini) sebagai ketua I dan II. Para suster CB dan para pimpinan unit karya YPR dan YS segera bertindak dan menyiapkan RPCB Syantikara sebagai shelter untuk isolasi mandiri.

Tanggal 1 Agustus 2021, ditetapkan sebagai awal penerimaan pasien yang akan isolasi mandiri di Shelter Syantikara. Persiapan shelter tersebut diawali dengan ibadat singkat pada tanggal 20 Juli 2021 yang dipimpin oleh Romo Vikep. Yogyakarta Timur, Romo Adrianus Maradiyo, Pr serta tamu undangan terbatas. Tujuan dari Shelter Syantikara adalah untuk memisahkan warga yang sehat dan yang sakit, mengurangi beban rumah sakit dan anggaran negara, diutamakan tenaga kesehatan yang memerlukan tempat isolasi mandiri dalam lingkung jejaring Rumah Sakit CB di DIY dan masyarakat sekitar yang memiliki keterbatasan fasilitas/sarana/prasarana untuk isolasi mandiri di rumah, keterbatasan sosial ekonomi dan yang berkesesakan hidup.

Shelter Syantikara yang berlokasi di Jalan Kolombo CT VII/001 Kecamatan Depok Kabupaten Sleman DIY, berkapasitas 82 kamar. Bp. Drs. P. Didit Krisnadewara, selaku penanggung jawab shelter, mengatur penggunaan kamar tidur bisa digunakan untuk 2 orang. Sirkulasi udara masing-masing paviliun cukup baik, dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, area mencuci dan menjemur pakaian, alat pemantau kesehatan mandiri berupa pengukur tekanan darah digital, termometer dan oksimeter termasuk pemenuhan asupan dan gizi. Peserta/Pasien isolasi mandiri tidak dipungut biaya. Pasien bisa berkonsultasi pada penanggung jawab layanan melalui WhatsApp.

Ketua Gugus Tugas Shelter Syantikara, drg V. Triputro Nugroho, M.Kes berharap agar keberadaan Shelter Syantikara tersebut dapat menjawab kebutuhan tempat isolasi mandiri yang aman, penanganan yang lebih baik bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala dan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan yang masih bisa beraktivitas secara normal. Sejak dibentuk pada awal Juli 2021, Tim Gugus Tugas Shelter Syantikara telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait antara lain Padukuhan Sagan, Padukuhan Samirono, Puskesmas Depok, Koramil Depok, Kapolsek Bulaksumur, Kecamatan Depok dan Kelurahan Caturtunggal.

Shelter ini sudah mendapatkan ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Pasien yang akan menghuni Shelter Syantikara diharapkan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Depok 1, Puskesmas Depok 2 atau Puskesmas Depok 3 karena Shelter berada di wilayah kecamatan Depok. Jika hasil pemeriksaan menyatakan bahwa pasien termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) atau bergejala ringan dan masih beraktivitas normal, mengalami kendala dan keterbatasan isolasi mandiri di rumah, maka pihak puskesmas akan menghubungi Shelter Syantikara. Jika terjadi penurunan kondisi selama menjalani isolasi mandiri, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan COVID-19 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Minimal waktu menjalani isolasi mandiri selama sepuluh hari dan atau sudah dinyatakan oleh dokter berupa penerbitan Surat Keterangan Selesai Isolasi.

Untuk menunjang pelayanan yang baik dan aman, Shelter Syantikara juga mengundang para relawan untuk bergabung dan menjalankan misi belarasa ini dengan melibatkan jejaring CB yang ada. Para relawan yang secara pribadi bergabung ini berasal dari berbagai institusi jejaring CB yaitu Srikandi Lintas Iman, Gusdurian, Solidaritas Perempuan, UIN, UNY, UAJY, USD, dan Para Alumni. Pada tahap pertama terdapat 108 orang relawan. Mereka disatukan dalam keprihatinan yang sama untuk berbelarasa dan ambil bagian untuk Indonesia Sehat. Supaya dapat memberikan pelayanan dengan baik dan aman, Tim Gugus Tugas dan relawan menerima pembekalan serta bimbingan teknis secara luring dan daring yang dilakukan secara maraton selama empat hari sejak 15 Juli 2021. Pembekalan dilakukan oleh RS Panti Rapih Yogyakarta dan SONJO.

 

Link terkait: http://cb.berbagiberkat.org/newsite/

 

Ditulis oleh : Sr. Birgitta Diah Juliati, CB.
Bidang Kesekretariatan Shelter Syantikara

 

 

Area depan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus Syantikara yang akan digunakan sebagai Shelter Isolasi Mandiri

 

Lingkungan di dalam Shelter Syantikara

 

Paviliun Fransiskus

 

Fasilitas Tempat Setrika di Paviliun Fransiskus

 

Paviliun Yohanes

 

Kamar di Paviliun Yohanes

 

 

 

Menjelang Idul Fitri, RS Panti Rapih Membagikan Tali Kasih untuk Warga Sekitar

Yogyakarta, 11 Mei 2021 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta berada di lingkungan masyarakat yang majemuk dengan berbagai keyakinan dan keragaman kemampuan, serta berbatasan langsung di wilayah  Kelurahan Caturtunggal dan Kelurahan Terban. Warga yang tinggal disekitar rumah sakit turut andil menjaga keberlangsungan pelayanan.

Meskipun pandemi Covid-19 telah berlangsung selama lebih dari satu tahun, tidak sedikit masyarakat yang mencari nafkah dan tinggal di sekitar Rumah Sakit Panti Rapih mengalami kesulitan.

Sebagai bentuk belarasa dan tali kasih, Rumah Sakit Panti Rapih kembali membagikan paket sembako kepada warga sekitar yang membutuhkan. Pengumpulan data dilakukan bekerjasama dengan Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Bantuan tersebut diberikan sebagai salah satu wujud nyata kepedulian terhadap warga sekitar yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, pemberian bantuan paket sembako tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban perekonomian di bulan Ramadhan ini. Pembagian Tali Kasih berupa paket sembako tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (11/05) berlokasi di Rumah Sakit Panti Rapih.

Pembagian Tali Kasih secara simbolis diserahkan langsung oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M.Kes selaku Direktur Utama dengan didampingi oleh jajaran Direksi lainnya. Dalam kegiatan pembagian Tali Kasih tersebut, Rumah Sakit Panti Rapih menyalurkan sebanyak 123 (seratus dua puluh tiga) paket sembako.

Sebagai bentuk pencegahan dan penyebaran Covid-19, kegiatan pembagian Tali Kasih  dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti kewajiban penggunaan masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, dan tidak bersentuhan secara langsung, serta dilaksanakan dalam 3 (tiga) sesi waktu.

 

 

 

Artikel ini ditulis oleh: Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Informasi: 0274 563333, 514014, 514845 ext 1116 / 1163 ; Email: humas@pantirapih.or.id

Peringatan Hari Kartini di RS Panti Rapih

Yogyakarta, 21 April 2021 – Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi Indonesia karena pada tanggal ini telah lahir seorang perempuan hebat. Sosoknya dikenal melalui pemikirannya terhadap perjuangan hak perempuan. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini, sang inspirator yang tak pernah mati bagi seluruh perempuan Indonesia. Keberanian, ide, dan gagasannya akan selalu hidup dan berkembang sepanjang zaman.

Bertepatan dengan peringatan hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, Rumah Sakit Panti Rapih menggelar sebuah acara sederhana berupa pembukaan Panti Rapih Lounge and Coffee Shop. Ruangan tersebut berlokasi di Gedung Borromeus Lantai 2. Dilengkapi dengan sebuah piano serta beberapa kursi yang diatur sesuai standar protokol kesehatan. Beberapa dokter dan karyawan turut menyumbangkan lagu untuk menghibur para pasien dan pengunjung yang hadir saat itu.

Pelayanan di Rumah Sakit Panti Rapih juga tidak seperti hari biasanya. Pasalnya, frontliner yang bertugas saat itu terlihat unik dengan menggunakan busana tradisional. Meskipun demikian, pelayanan tidak terganggu dan berjalan seperti biasanya.

Direktur Utama Rumah Sakit panti Rapih, drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes berharap, Panti Rapih Lounge & Coffee Shop tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi para pasien dan pengunjung. Selain menjawab kebutuhan para pengguna jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit, lounge tersebut dapat digunakan juga bagi pasien, pengunjung ataupun karyawan untuk mengaktualisasikan kemampuan bermusik yang dapat dinikmati dan memberikan energi positif. Musik adalah salah satu sarana yang dinilai dapat membantu kesehatan otak bahkan tubuh secara keseluruhan. Musik dinilai dapat membantu meredakan stres, menambah semangat, bahkan dapat membantu meredakan nyeri.

 

               

 

Artikel ini ditulis oleh : Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Informasi: 0274 563333, 514014, 514845 ext 1116 / 1163 ; Email: humas@pantirapih.or.id

RS Panti Rapih Siap Mendukung Instansi Pendidikan Dalam Menghadapi Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Dalam rangka menyambut baik wacana pembelajaran tatap muka oleh Pemerintah maka Rumah Sakit Panti Rapih siap mendukung Instansi Pendidikan dalam hal pelayanan kesehatan.

Pada tanggal 1 April 2021 RS Panti Rapih telah resmi bekerjasama dengan Yayasan Pangudi Luhur (SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan). Dari RS Panti Rapih diwakili oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha Henry Prasista Kurniawan, S.Si, Kepala Bidang Hukum dan Kesehatan B. Agung Sulistyo, SH dan dari Yayasan Pangudi Luhur (SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan) diwakili oleh Seksi Humas Elisabeth Emiliani Setyaningrum, S.Psi. RS Panti Rapih dapat memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan siswa (UKS) yang dilakukan dua kali dalam satu tahun yang ditangani oleh dokter umum, perawat, ahli gizi dan administrasi.  Selain itu, edukasi kesehatan yang dilakukan satu kali dalam satu tahun. Edukasi kesehatan dapat diperuntukkan bagi guru, siswa dan orang tua dengan tema edukasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk dukungan Rumah Sakit Panti Rapih terhadap instansi-instansi pendidikan terutama di Yogyakarta dan sekitarnya. Sangat mungkin juga RS Panti Rapih dapat menjalin kerjasama bersama mitra dari berbagai sektor. Hal ini dapat menjadi peluang untuk saling menjalin jejaring yang lebih luas.

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menuju Rumah Sakit Sehat Berwawasan Lingkungan

Yogyakarta, 20 Maret 2021 – Salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia adalah kesehatan. Rumah sakit memiliki peranan yang cukup penting dalam penyelenggaraan  pelayanan kesehatan. Salah satu rumah sakit yang tetap mempertahankan ruang terbuka hijau dalam bentuk taman adalah Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.  Ruang terbuka hijau tersebut berfungsi untuk menyembuhkan atau mengandung nilai-nilai pengobatan (terapeutik) secara holistik.

Sebelum pandemi, Rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta telah secara rutin menggelar acara Healing Garden supaya para pasien dapat menikmati suasana di luar kamar perawatan. Fungsi ruang terbuka hijau tidak hanya memberikan manfaat bagi para pasien saja, namun keluarga, staf, dan pengunjung pun dapat menikmatinya.

Sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta berusaha untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya pelayanan kesehatan. Maka, bersinergi dengan Kagama Orchids (Salah satu komunitas dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada yang memiliki perhatian kepada anggrek spesies Indonesia), Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta pada Sabtu 20 Maret 2021 menyelenggarakan sebuah mini workshop.

Workshop yang digelar tersebut berupa pemeliharaan tanaman anggrek dengan pemanfaatan limbah dapur sebagai nutrisi. Kagama Orchids sebagai narasumber ahli yang memberikan materi mengenai cara rehabilitasi dan rekonstruksi tanaman anggrek yang sudah ada di area rumah sakit, cara tanam, ikat dan peletakkan tanaman anggrek yang tepat. Serta pembuatan eco enzym dan pupuk organik cair dengan memanfaatkan air cucian beras, kulit bawang merah dan bawang putih, air kelapa, potongan buah dan sayur.

Eco Enzyme adalah hasil fermentasi antara limbah dapur seperti kulit buah atau sayuran, dengan air dan molase yang memiliki aroma asam segar. Saat proses fermentasi, Eco Enzyme menghasilkan gas O3 yang mampu menyelamatkan kerusakan bumi. Hasil akhirnya adalah cairan yang mempunyai manfaat yang berlipat ganda  seperti sebagai pembersih alami, penjernih udara dan air, pestisida alami, antiseptik alami, mencegah saluran air tersumbat, untuk membersihkan diri, membersihkan buah dan sayuran, pupuk yang ramah lingkungan, serta banyak lagi manfaat lainnya.

Workshop dibuka oleh Ibu Ir. Valentina Dwi Yuli Siswianti, M.Kes (Direktur Pelayan Kesehatan dan Infrastruktur) dan dihadiri juga oleh Sr. Yosefine Kusuma Hastuti, CB (Direktur Keperawatan). Diikuti oleh 22 orang dari dalam rumah sakit serta 15 orang dari Kagama Orchids sebagai narasumber ahli dan pendamping workshop yang dipimpin oleh Ibu Ir. Wahju Wulandari, MBA., IAI. AA.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, workshop dibagi dalam dua lokasi. Lokasi pertama yakni lokasi penanaman anggrek sendiri berpusat di Taman Healing Garden (Utara Gedung Lukas) serta halaman depan dan area drop off lobby lantai 2 Gedung Borromeus. Sedangkan lokasi pembuatan eco enzym dan pupuk organik cair berada di area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

 

Informasi lebih lanjut, hubungi:
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta
ext 1116 / 1163
Email: humas@pantirapih.or.id

Selamat Hari Perawat Nasional 2021

Terimakasih perawat yang tanpa kenal lelah sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara tulus, iklhas dan profesional. Mari kita bersama-sama melawan pandemi COVID-19. Tetap jaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia perutusan ini.


Selamat Hari Perawat Nasional 2021.
Perawat Tangguh. Indonesia Bebas COVID-19. Masyarakat Sehat

Klinik Anna (Layanan Obgin Terpadu) Layanan Baru RS Panti Rapih

Kesehatan Ibu hamil perlu dijaga dengan baik karena akan berpengaruh pada janin yang ada didalam kandungannya. Oleh karena itu, setiap ibu hamil membutuhkan program pelayanan kesehatan yang dikenal dengan antenatal care (ANC).

Antenatal care (ANC) adalah sebuah istilah kesehatan yang mengacu pada program pelayanan kesehatan ibu hamil, sehingga bisa ditangani oleh tenga medis secara lebih profesional. Tujuan dari ANC ini adalah sebagai layanan pemeriksanaan selama kehamilan dengan bantuan dokter atau bidan untuk mengoptimalkan kesehatan mental serta fisik ibu hamil. Dalam rangkaian perawatan kesehatan reproduksi, antenatal care (ANC) memberikan peranan terhadap perawatan kesehatan yang penting, termasuk promosi kesehatan, skrining dan diagnosis, serta pencegahan penyakit.

Terbukti bahwa dengan menerapkan praktik berbasis bukti (evidence based medicine) yang tepat waktu dan sesuai, ANC dapat menyelamatkan nyawa. ANC juga memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dan mendukung wanita, keluarga dan masyarakat pada saat kritis dalam menjalani kehidupan seorang wanita.

Untuk Rumah Sakit Panti Rapih sendiri, layanan ANC dapat ditemukan di Klinik Anna. Klinik tersebut dibuka pada 22 Februari 2021, diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang dihadiri oleh jajaran Direksi Rumah Sakit Panti Rapih. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih) selanjutnya diserahkan kepada dr. Vincentia Merry, Sp. OG (Ketua Tim Pengembangan Klinik Anna), dr. Radijanti Anggraheni, Sp. KK (Kepala Instalasi Rawat Jalan RS Panti Rapih) dan dr. YB. Suharjo Brata Cahyono, Sp.PD-KGEH (Ketua Tim Pengembangan Rumah Sakit).

Santa Anna, menurut tradisi Katolik, adalah ibu dari Bunda Maria yang merupakan ibu dari Yesus. Di dalam buku-buku yang digunakan pada abad ke-2, Santa Anna dalam perkawinannya dengan Santo Yoakhim awalnya tidak memiliki anak, hingga akhirnya Tuhan menjawab keinginan Santa Anna dan suaminya, sehingga mendapatkan anak yang diberi nama Maria. Di gereja Katolik, Santa Anna menjadi pelindung kaum ibu. Pemilihan nama tersebut diharapkan supaya pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Panti Rapih melalui Klinik Anna dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi banyak keluarga khususnya para Ibu.

Keamanan dan  kenyamanan menjadi prioritas dalam  memberikan pelayanan, artinya intervensi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Klinik Anna berada di Gedung Borromeus Lantai 3 Instalasi Rawat Jalan Terpadu. Gedung Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih merupakan zona hijau (area bebas batuk dan panas), seluruh pasien dan pengunjung wajib menjalani skrining awal oleh perawat skrining dan mengisi Lembar Skrining Covid-19. Demikian juga dengan seluruh staf medis dan karyawan yang bertugas, wajib melakukan pengukuran suhu sebelum dinas, dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) disesuaikan dengan jenis layanan dan pekerjaan yang dilakukan. .

Klinik Anna merupakan layanan obgin terpadu untuk kesehatan ibu dan bayi. Fasilitas ruang tunggu yang nyaman serta mengedepankan protokol kesehatan dimasa pandemi. Tersedia TV media dan musik, hidangan (snack dan minuman). Ditangani oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Panti Rapih, serta tenaga kebidanan yang handal dan profesional. Layanan di Klinik Anna meliputi : TADALIN (tabungan dana persalinan), Paket ANC (Ante Natal Care) terpadu untuk trimester I, II dan III, serta paket persalinan normal dan sc(Operasi caesar) yang terbagi atas 2 paket yaitu paket Gold (fasilitas dan layanan kelas satu) dan Paket Platinum (fasilitas dan layanan kelas VIP).

 

Klinik Anna RS Panti Rapih
Telepon : 0274 563333, 514845, 514014 ext 1217

Informasi lebih lanjut, hubungi:
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta
ext 1116 / 1163
Email: humas@pantirapih.or.id

Wakil Walikota Kota Jogja Heroe Poerwadi Memantau Proses Vaksin Covid19 di RS Panti Rapih

Wakil Walikota Kota Jogja Heroe Poerwadi berkunjung ke Rumah Sakit Panti Rapih pada Selasa, 9 Februari 2021 dalam rangka memantau Proses Vaksin Covid19 bagi tenaga kesehatan di Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, Bapak Heroe menyampaikan bahwa proses vaksin berjalan dengan baik dan lancar. Disampaikan pula harapan beliau supaya pandemi virus covid19 bisa segera berlalu dan menghimbau bahwa masyarakat khususnya Kota Yogyakarta untuk selalu patuh dalam protokol kesehatan dimanapun berada. Hal ini sejalan dengan Direktur Utama RS Panti Rapih drg. Vincentius Triputro Nugroho, MKes yang menyampaikan bahwa proses vaksin lancar dan tidak terjadi kendala, serta vaksin ini aman untuk usia diatas 60 tahun. Disebutkan pula bahwa untuk tenaga kesehatan yang berusia diatas 60 tahun untuk melakukan 2 kali vaksin dengan rentang waktu 28 hari dari hari pertama vaksin, dan bagi masyarakat untuk selalu patuh protokol kesehatan dan menegakkan 5M. Secara umum vaksin di RS Panti Rapih berjalan dengan lancar dan aman terkendali.

Wakil Walikota Jogja Berkunjung ke RS Panti Rapih

Rumah Sakit Panti Rapih Aman Dikunjungi

Demi kenyamanan dan keamanan pengunjung, RS Panti Rapih selalu melakukan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum masuk RS Panti Rapih akan dilakukan skrining suhu dan assesment oleh petugas. Selain itu area-area Rumah Sakit selalu dibersihkan secara berkala, dilakukan pula desinfektan menyeluruh di semua area.
Dari sisi petugas bagaimana ?
RS Panti Rapih selalu mengecek kondisi kesehatan semua petugas tanpa terkecuali, sehingga petugas yang melayani pasien pasti dan selalu dalam keadaan fit serta prima.
Selain itu, semua petugas juga selalu menerapkan protokol kesehatan yang baik.
Bagaimana dengan pasien-pasien yang batuk, demam dan terindikasi covid19 ?
RS Panti Rapih telah menyediakan tempat pemeriksaan khusus untuk pasien dengan kondisi demikian, area infeksius terletak di gedung lama RS Panti Rapih (Gedung barat), bernama Klinik Gabriel. Dan berlokasi jauh di area Rawat Jalan, sehingga area Rawat Jalan selalu dalam keadaan aman.
Kami ciptakan Gedung Rawat Jalan Borromeus yang aman untuk sahabat RS Panti Rapih yang akan berobat. Skrining ketat untuk seluruh pengunjung menjauhkan Anda dari COVID-19. Sehingga layak disebut RS Panti Rapih adalah Zona Hijau.
Jadi, tidak perlu ragu lagi jika ingin berkunjung ke RS Panti Rapih.
Rumah Sakit Panti Rapih aman dikunjungi. RS Panti Rapih sahabat untuk hidup sehat.

Dimulainya Vaksin Covid19 untuk Tenaga Kesehatan di Jogja

Rumah Sakit Panti Rapih Siap Melayani Vaksinasi Untuk Masyarakat (untuk saat ini masih melayani tenaga kesehatan)

Kamis, 14 Januari 2021 RS Panti Rapih sudah melaksanakan vaksinasi. Dimulai dari tenaga kesehatan rumah sakit baik dokter, perawat, bidan, atau tenaga kesehatan lainnya. Bukan hanya tenaga kesehatan RS Panti Rapih saja yang dilayani, tetapi semua tenaga kesehatan di sekitar Yogyakarta yang memilih RS Panti Rapih sebagai tempat untuk dilakukan vaksinasi COVID 19 terhadap dirinya.

Berharap gelombang-gelombang berikutnya, seluruh masyarakat di sekitar Yogyakarta dapat memilih dan mempercayakan RS Panti Rapih sebagai tempat pilihan untuk memvaksinasi COVID terhadap dirinya, keluarga dan handai taulannya.

RS Panti Rapih akan tetap menjalankan protocol kesehatan agar semua yang berkunjung di RS Panti Rapih merasa aman dan nyaman.  Kami akan melakukan pemeriksaan suhu, screening Riwayat COVID, memberikan ruang yang aman, akses dan alur yang nyaman, serta tenaga yang telah terlatih untuk vaksinasi. RS Panti Rapih juga mengingatkan agar semua yang hadir berada di area RS untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir atau hand sanitizer yang disediakan di tempat-tempat tertentu, dan saling menjaga jarak satu dengan yang lain.

Beberapa kondisi di mana vaksinasi TIDAK DAPAT DIBERIKAN :

  • Tekanan darah lebih tinggi atau sama dengan 140/90
  • Pernah menderita sakit COVID 19
  • Sedang Hamil / Menyusui
  • Gejala ISPA dalam 7 hari terakhir
  • Ada Anggota keluarga serumah yang menderita COVID 19
  • Riwayat Alergi berat setelah vaksinasi COVID 19
  • Sedang dalam terapi aktif jangka Panjang terhadap penyakit kelainan darah
  • Penyakit Jantung
  • Penyakit Autoimun sistemik
  • Penyakit Ginjal
  • Penyakit Autoimn
  • Penyakit Saluran pencernaan kronis
  • Penyakit Hipo/hipertiroid
  • Penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais dan penerima transfusi

Beberapa kondisi di mana vaksinasi DITUNDA :

  • Suhu tubuh sedang demam > 37,5 ditunda sampai sembuh dan terbukti  menderita COVID 19.
  • Penderita penyakit Paru 9 Asma, PPOK, TB) ditunda sampai kondisi terkontrol  dengan baik.

Kami, RS Panti Rapih menyediakan dokter umum dan dokter spesialis yang bisa memberikan advis dan konsultasi atas kondisi bapak-ibu-saudara di atas ataupun kondisi yang bapak-ibu merasa ragu untuk melakukan vaksinasi. Diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan kondisi fisik yang lebih segar dan bugar untuk bisa mendapatkan vaksinasi yang optimal.

Sampai jumpa untuk vaksinasi COVID di RS Panti Rapih

Materi sejenis ini pernah ditayangkan di Webinar RS Panti Rapih, Hari Rabu, 20 Januari 2021, Sosialisasi Vaksinasi COVID 19, Vaksinasi Covid-19 : Harapan untuk Kembali Hidup Normal, narasumber dr. Iswanto Sp.P. FCCP.

Untuk materi edukasi vaksin covid19 dapat dibuka di channel youtube RS Panti Rapih, atau pada video berikut