Kawal Periode Emas, RS Panti Rapih Gelar Pelatihan Internal Sinergi Cegah Stunting di 1000 HPK No ratings yet.

Dalam rangka mendukung penuh Program Nasional Penurunan Angka Prevalensi Stunting dan Wasting di Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih sukses menyelenggarakan Pelatihan Internal bertajuk “Mengawal Periode Emas: Sinergi Bersama Cegah Stunting di 1000 HPK”. Kegiatan yang dilaksanakan secara bauran (hybrid) ini berpusat di Auditorium Besar GRJT Borromeus Lantai 6 RS Panti Rapih pada Selasa, 30 Juni 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Stunting dan wasting hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi derajat kesehatan masyarakat Indonesia karena dampaknya yang meluas terhadap kualitas sumber daya manusia masa depan. Masalah ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, melainkan juga mengancam perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas di masa produktif, serta melipatgandakan risiko penyakit tidak menular saat dewasa. Melalui kesadaran kritis tersebut, RS Panti Rapih mengambil langkah promotif dan preventif strategis demi membekali seluruh elemen tenaga medis dan karyawannya agar memiliki pemahaman yang solid mengenai intervensi gizi pada periode krusial anak.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam pidatonya, dr. Stephani menegaskan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam menekan angka prevalensi stunting merupakan salah satu prioritas nasional yang mutlak harus didukung penuh.

“Stunting dan wasting bukan hanya persoalan tinggi badan atau berat badan anak. Di balik angka-angka tersebut terdapat masa depan bangsa yang sedang dipertaruhkan. Kunci keberhasilan pencegahan stunting terletak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah golden period atau periode emas yang tidak dapat diulang kembali. Apa yang terjadi pada masa ini akan sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan seorang anak,” tegas dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Lebih lanjut, dr. Stephani juga mengajak seluruh insan rumah sakit untuk membangun sinergi lintas profesi yang dinamis. Menurut beliau, pencegahan stunting bukanlah tugas satu profesi klinis saja, melainkan tanggung jawab bersama. Mulai dari dokter, bidan, perawat, ahli gizi, apoteker, hingga tenaga penunjang harus bergerak dalam satu visi pelayanan yang berkesinambungan agar setiap edukasi dan perhatian yang diberikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pasien dan keluarganya.

Pelatihan yang dimoderatori oleh Ibu Sisila Kusuma A ini menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A, yang mengupas tuntas mengenai ‘Kebijakan dan Strategi Pencegahan Stunting di Indonesia’ serta ‘Pentingnya 1000 HPK dalam Mencegah Stunting’. Pemaparan ini membuka wawasan peserta mengenai peta jalan regulasi pemerintah dan alasan biologis mengapa periode 1000 HPK menjadi penentu utama tumbuh kembang anak.

Sesi kedua dilanjutkan oleh dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A., M.Sc, yang membahas aspek implementasi klinis melalui topik ‘Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita’. Tidak hanya teori gizi, dr. Galuh juga memaparkan ‘Penggunaan Aplikasi SisFoGizi’, sebuah inovasi sistem informasi gizi yang menjadi instrumen digital esensial bagi rumah sakit dalam memantau, mendeteksi, dan menekan angka prevalensi stunting serta wasting secara presisi dan terintegrasi.

Antusiasme civitas hospitalia RS Panti Rapih dan Yayasan Panti Rapih terlihat sangat tinggi dalam pelatihan ini. Tercatat sebanyak 91 peserta hadir secara luring di ruang auditorium, sementara 500 peserta lainnya berpartisipasi secara daring melalui platform virtual. Sasaran utama dari pelatihan ini meliputi seluruh dokter spesialis anak (Sp.A), Tim Stunting Wasting, Ahli Gizi, serta perwakilan tenaga kesehatan maupun medis dari tiap unit kerja di RS Panti Rapih dan unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih.

Melalui penyelenggaraan pelatihan internal ini, Humas RS Panti Rapih berharap kapasitas edukasi dan kualitas pelayanan klinis karyawan dapat terus meningkat. Sesuai dengan pesan penutup dari Direktur Utama, mengawal periode emas kehidupan anak-anak hari ini adalah bentuk nyata dari upaya menyiapkan masa depan bangsa yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing di hari esok.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni 5/5 (2)

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 8 hingga 18 Juni 2026, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan strategis sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 15 hingga 27 Juni 2025.

Kegiatan pendampingan ini difokuskan pada upaya konkret penurunan angka kematian ibu dan bayi di total empat Puskesmas dan dua Rumah Sakit Umum Daerah yang tersebar di wilayah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni. Melalui kerja sama lintas sektor, program ini menyasar penguatan kompetensi klinis serta sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Tim Pendamping RS Panti Rapih Yogyakarta:

  • Suryo Nugroho, MPH– Kepala Instalasi Diklit & Asesor Internal (Ketua Tim Sufas)
  • Lusiana Irene W, Sp. OG– Ketua KSM Obsgyn RS Panti Rapih
  • Christo Darius Junendytya, Sp.A– KSM Anak RS Panti Rapih
  • Theresia Heni Lestari, S.Tr.Keb., Bdn– Kepala Ruang Bersalin RS Panti Rapih Yogyakarta

Cakupan Wilayah Pendampingan

Intervensi supervisi fasilitatif kali ini mencakup beberapa fasilitas kesehatan rujukan dan dasar berikut:

Kabupaten Fakfak:

  • Puskesmas Bomberay
  • Puskesmas Kokas
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak

Kabupaten Teluk Bintuni:

  • Puskesmas Babo
  • Puskesmas Aranday
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni

Rangkaian Kegiatan dan Persiapan Daring

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2026 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui email untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan.

Dilanjutkan pada 4 Juni 2026, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak. Dalam sesi ini, masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment serta mengevaluasi tindak lanjut dari rekomendasi program tahun sebelumnya. Keesokan harinya, 5 Juni 2026, agenda serupa digelar bersama Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni guna memastikan kesiapan teknis sebelum tim turun ke lapangan.

Implementasi Lapangan di Kabupaten Fakfak

Kegiatan lapangan resmi dimulai pada 8 hingga 18 Juni 2026, di mana tim pendamping bertolak menuju Fakfak, Papua Barat. Pendampingan teknis intensif dimulai pada 9 Juni 2026 di Puskesmas Bomberay. Selanjutnya, pada 10 Juni 2026, kegiatan bergeser ke Puskesmas Kokas, yang juga mencakup pelaksanaan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif untuk peningkatan mutu layanan yang berkesinambungan.

Pada 11 Juni, tim melanjutkan kunjungan ke RSUD Fakfak untuk meninjau kesiapan integrasi rujukan, serta mengadakan forum evaluasi komprehensif sekaligus perumusan langkah lanjutan strategis bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak.

 

[FOTO] Dokumentasi 1: Sesi foto bersama tim pendamping, manajemen, dan staf medis dalam rangkaian Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 2: Diskusi panel dan pemaparan materi orientasi pada pelaksanaan Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 3: Kunjungan lapangan dan koordinasi tim klinis dalam Kegiatan di Puskesmas Kokas.

[FOTO] Dokumentasi 4: Forum koordinasi lintas program dan Kegiatan evaluasi bersama jajaran di Dinkes Kabupaten Fakfak.

Aksi Nyata di Kabupaten Teluk Bintuni

Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Teluk Bintuni pada 13 hingga 14 Juni 2026. Pendampingan teknis di wilayah ini dimulai di Puskesmas Babo pada 15 Juni dan dilanjutkan di Puskesmas Aranday pada 16 Juni. Metode pendampingan meliputi simulasi penanganan kedaruratan (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil pencapaian Alat Pantau Kinerja Klinis (APKK).

Kegiatan berlanjut pada 17 Juni dengan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni untuk meninjau secara langsung alur penerimaan rujukan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yang masuk dari berbagai Puskesmas wilayah sekitarnya. Seluruh rangkaian kegiatan di Teluk Bintuni ditutup secara resmi pada siang hari tanggal 17 Juni 2026 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Tim pendamping akhirnya melakukan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 18 Juni 2026.

[FOTO] Dokumentasi 5: Foto bersama seluruh staf dan tenaga kesehatan dalam rangkaian Foto Kegiatan di Puskesmas BABO.

[FOTO] Dokumentasi 6: Perjalanan tim melewati jembatan kayu ikonik menuju lokasi kegiatan di Puskesmas Aranday (Distrik Tomu, Papua Barat).

[FOTO] Dokumentasi 7: Sesi foto bersama dengan latar belakang hutan mangrove dalam rangkaian kegiatan luar ruang di Puskesmas Aranday.

[FOTO] Dokumentasi 8: Sesi koordinasi dan foto bersama jajaran Manajemen RSUD Teluk Bintuni.

[FOTO] Dokumentasi 9: Suasana pemaparan dan diskusi interaktif dalam acara Penyampaian hasil Sufas di Dinas Kesehatan Teluk Bintuni.

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan tahun lalu, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu menggunakan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

“Pendampingan ini mengedepankan strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan menambahkan pelatihan teknis terkait penanganan kgawatdaruratan maternal dan Neonatal.”— Suryo Nugroho, MPH (Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih)

Dukungan penuh dari Dinas Kesehatan beserta pemerintah daerah setempat turut menguatkan komitmen keberlanjutan dampak kegiatan ini. Dalam pertemuan evaluasi akhir, disepakati pembentukan program tindak lanjut berupa pemantapan Supervisi Fasilitatif Daerah secara mandiri melalui peran strategis Dinas Kesehatan setempat.

Dengan hasil yang dicapai, RS Panti Rapih Yogyakarta berharap kegiatan pendampingan ini dapat menjadi praktik baik (best practice) yang konsisten dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia demi menekan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Melayani Sepenuh Hati: Pelantikan Organ Yayasan Panti Rapih Periode 2026-2031 No ratings yet.

YOGYAKARTA, 20 Februari 2026 – Yayasan Panti Rapih (YPR) resmi memulai babak baru kepemimpinan melalui Perayaan Ekaristi Perutusan dan Pelantikan Organ Yayasan untuk masa bakti 2026-2031. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Auditorium Lantai 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Keuskupan Agung Semarang), didampingi oleh Rm. Fransiskus Xaverius Sugiyana PR (Vikaris Jenderal KAS), dan Rm. Modestus Supriyanto PR (Pastoral Care RS Panti Rapih).


Dalam homilinya, Mgr. Rubi menekankan bahwa jabatan dalam Yayasan Panti Rapih bukanlah sekadar tugas manajerial, melainkan sebuah panggilan suci.

“Organ Yayasan yang terpilih bukan hanya untuk mengelola dan bekerja, tetapi untuk melayani sepenuh hati. Kita dipilih karena dipercaya untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Jadikan semangat Bunda Elisabeth—yakni iman, harapan, dan kasih—sebagai landasan melangkah. Jika suatu saat merasa lelah, ingatlah bahwa ini adalah sebuah panggilan,” pesan Mgr. Rubi.

Prosesi Pelantikan dan Serah Terima

Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan prosesi formal yang meliputi:

  • Pengucapan Janji Jabatan: Seluruh Pengurus dan Pengawas periode 2026-2031 mengucapkan janji di hadapan Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai pejabat pengambil janji, didampingi Rm. Modestus Supriyanto PR sebagai rohaniwan pendamping.
  • Penandatanganan Berita Acara: Penandatanganan dokumen resmi sebagai simbol komitmen hukum dan spiritual dalam menjalankan amanah lima tahun ke depan.
  • Apresiasi Masa Bakti: Yayasan memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi luar biasa kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya, yaitu: Bapak Al. Haryono Yusup,MBA, Akt,  Sr. Surani CB, Bapak KMT Tumenggung Tirtodiprojo, dan Bapak dr. RM. Silvester Maria Haripurnomo K., Dr.PH

Peristiwa penting ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari berbagai unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih, di antaranya Direksi RS Panti Rapih, Direktur RS Panti Nugroho, Direktur RS Panti Rini, Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran, Direktur RS Panti Rahayu, serta jajaran struktural lainnya.

Kehadiran para pimpinan rumah sakit ini mempertegas komitmen yayasan dalam menjaga sinergi pelayanan kesehatan yang mengutamakan nilai kemanusiaan di seluruh jaringan RS Panti Rapih. Acara ditutup dengan doa perutusan oleh Rm. Fransiskus Xaverius Sugiyana PR dan sesi foto bersama sebagai simbol kesatuan visi.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Menuju 100 Tahun, RS Panti Rapih Perkuat Budaya Layanan Prima Melalui Launching Program “RAMAH” 5/5 (2)

YOGYAKARTA, 10 Februari 2025 – RS Panti Rapih Yogyakarta secara resmi meluncurkan program RAMAH (Raih Apresiasi Melalui Atensi dan Hospitalitas) sekaligus menggelar Sosialisasi Standar Frontliner di Auditorium Lantai 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya re-branding layanan rumah sakit untuk menjawab tantangan persaingan layanan kesehatan yang semakin dinamis dan ekspektasi pasien yang terus meningkat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Direksi RS Panti Rapih dan diikuti oleh total 423 peserta internal, yang terdiri dari 82 peserta secara offline dan 341 peserta melalui platform Zoom.

Transformasi Layanan Berbasis Atensi dan Hospitalitas

Dalam sambutannya, Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., menegaskan bahwa Program RAMAH bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang harus meresap dalam setiap tindakan karyawan.

“Pasien mungkin lupa obat apa yang diberikan, tetapi mereka tidak akan lupa bagaimana kita memperlakukan mereka. Program RAMAH hadir untuk memastikan setiap insan RS Panti Rapih melayani dengan penampilan profesional, gestur menenangkan, serta komunikasi yang empati,” ujar dr. Stephani.

Beliau menambahkan bahwa menjelang usia satu abad RS Panti Rapih pada tahun 2029, penguatan budaya pelayanan prima menjadi warisan mutu yang harus dijaga keberlanjutannya.

Standar Baru Frontliner: Dari Penampilan Hingga Komunikasi

Acara sosialisasi ini terbagi dalam tiga sesi utama yang membekali karyawan dengan standar service excellence:

Sesi 1: Communication & Content – Disampaikan oleh dr. Maria Silvia Utomo, MSc, SpMK (Ketua Tim Frontliner), yang menekankan pentingnya konten komunikasi yang akurat dan cara penyampaian yang efektif kepada pasien.

 

Sesi 2: Grooming & Gesture – Disampaikan oleh Matheus Arief Yudanto, S.E. (Tim Frontliner), yang memaparkan standar penampilan serta sikap tubuh yang seragam sebagai cerminan profesionalisme rumah sakit.

Sesi 3: Implementasi Program RAMAH – Disampaikan oleh Wahyu Widjajanti Rahaju, S.K.M. (Kepala Bidang SDM), yang mengupas tuntas latar belakang hingga rangkaian evaluasi dan apresiasi yang akan dijalankan dalam program ini.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta menitipkan harapan besar kepada seluruh karyawan untuk:

  • Menjadi Wajah Rumah Sakit: Menyadari bahwa setiap individu, terutama frontliner, adalah representasi langsung dari nilai-nilai rumah sakit.
  • Meningkatkan Sensitivitas Pelayanan: Mengutamakan atensi (kehadiran sepenuh hati) dalam setiap interaksi guna menekan angka komplain dan meningkatkan kepuasan pasien.
  • Konsistensi Standar: Menerapkan standar Grooming, Gesture,dan Communication secara konsisten tanpa membeda-bedakan pasien.
  • Membangun Sinergi: Menjadikan Program RAMAH sebagai jiwa dalam bekerja, sehingga tercipta lingkungan penyembuhan yang hangat dan suportif bagi pasien dan keluarganya.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Rayakan Hari Kanker Sedunia 2026, RS Panti Rapih Usung “The Science of Pink” untuk Edukasi Personalisasi Terapi Kanker Payudara No ratings yet.

YOGYAKARTA, 6 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2026, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan suportif bertajuk “The Science of Pink: Memahami Jenis Kanker Payudara”. Acara yang berlangsung di Lounge Lobby Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus ini dihadiri oleh 44 orang peserta yang terdiri dari pasien kanker payudara, keluarga, tenaga kesehatan, serta perwakilan komunitas kanker.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Medis RS Panti Rapih Yogyakarta,dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan holistik—medis, psikologis, dan sosial—dalam mendampingi setiap langkah perjalanan pasien.

Tema “The Science of Pink” diangkat untuk mengedukasi masyarakat bahwa setiap kasus kanker payudara bersifat unik dan membutuhkan penanganan yang spesifik. Sebagai simbol visual, ke-44 peserta mengawali kegiatan dengan melakukan cap ibu jari pada kanvas “Pohon Kehidupan”. Aktivitas ini melambangkan keberagaman karakteristik individu dan stadium penyakit yang tetap bersatu dalam satu ekosistem dukungan yang kuat.

Seminar edukasi ini menghadirkan para ahli untuk membedah kanker payudara dari berbagai sudut pandang teknis maupun praktis:

  1. dr. Johan Kurnianda, Sp. PD. KHOM memaparkan materi mengenai subtipe kanker payudara dan keunikan tiap tahap pengobatan. Beliau memperkenalkan konsep Targeted Therapy, yakni pengobatan yang bekerja secara spesifik pada target tertentu di sel kanker agar terapi lebih tepat sasaran.
  2. Aganetha Naura Permata, A.Md.Kes memberikan edukasi dari sisi fisioterapi, khususnya mengenai terapi pasca-mastektomi dan pencegahan lymphedema.
  3. Ibu Neni Puspitas Guningsih, S.Kep., Ners dan Ibu MM. Diyah Pujiastuti, S.Kep., Ners memandu demo praktis SADARI (Periksa Payudara Sendiri) menggunakan alat peraga guna meningkatkan kemampuan deteksi dini mandiri.

Kegiatan ditutup dengan seremoni “Ribbon of Hope”, di mana seluruh peserta menyatukan berbagai gradasi pita pink. Perbedaan warna pita tersebut melambangkan keragaman stadium dan pengalaman penyintas, namun penyatuannya melambangkan kekuatan, harapan, dan persatuan dalam melawan kanker.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menjadi pusat layanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga hadir sebagai pendamping yang suportif bagi para pejuang kanker.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

United by Unique: RS Panti Rapih Tebarkan Semangat dan Setangkai Mawar di Hari Kanker Sedunia 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 4 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada hari ini, RS Panti Rapih menyelenggarakan aksi simpatik bertajuk “United by Unique”. Sebagai bentuk dukungan nyata bagi para pejuang kanker, jajaran Direksi RS Panti Rapih turun langsung menemui pasien untuk membagikan setangkai bunga mawar dan pesan penguatan.

Kegiatan ini menyasar para pasien yang tengah berjuang, baik mereka yang sedang menjalani prosedur kemoterapi di unit rawat jalan maupun pasien yang sedang dalam masa pemulihan di ruang rawat inap.

Bunga mawar yang dibagikan bukan sekadar pemberian simbolis, melainkan representasi dari kasih, perhatian, dan dukungan tulus dari seluruh keluarga besar RS Panti Rapih. Melalui gestur sederhana ini, pihak rumah sakit ingin menyampaikan pesan bahwa setiap langkah perjuangan pasien dihargai dan didampingi sepenuhnya.

Melalui semangat Hari Kanker Sedunia, RS Panti Rapih kembali meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan layanan onkologi yang komprehensif. Selain fasilitas medis yang mumpuni, aspek psikologis dan dukungan emosional bagi pasien menjadi prioritas utama guna membantu proses penyembuhan secara menyeluruh.

Aksi ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi para pasien dan penyintas kanker untuk terus optimis. Mari kita terus saling menguatkan dan menebar harapan demi masa depan yang lebih sehat.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Standar Pelayanan, RS Panti Rapih Raih Sertifikasi Halal untuk 537 Produk Olahan Makanan dan Minuman 5/5 (16)

Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta kembali mempertegas komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan aman. Melalui dedikasi tinggi pada aspek kualitas konsumsi pasien, RS Panti Rapih secara resmi mengumumkan keberhasilannya meraih Sertifikasi Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI untuk seluruh lini penyediaan makanan dan minuman dengan pengolahan.

Sertifikat dengan Nomor ID34410039278780126 ini secara resmi diterbitkan di Jakarta pada tanggal 11 Januari 2026, berdasarkan ketetapan halal dari LPPOM MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa. Pencapaian ini mencakup total 537 jenis olahan makanan dan minuman yang diproduksi oleh Instalasi Gizi RS Panti Rapih.

Lebih dari Sekadar Label: Wujud Perlindungan Konsumen

Bagi RS Panti Rapih, sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan label keagamaan, melainkan sebuah standar mutu yang mencakup aspek kebersihan (thayyib), keamanan, dan profesionalitas. Langkah strategis ini didasari oleh beberapa urgensi penting, yaitu :

  1. Kepatuhan Hukum & Kepastian Syariat:

Sesuai dengan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, RS Panti Rapih memastikan seluruh proses operasionalnya patuh terhadap regulasi negara sekaligus memberikan jaminan bagi umat Islam dalam menjalankan perintah agama;

  1. Perlindungan & Keamanan Pasien:

Sertifikasi ini menjamin bahwa seluruh bahan, proses pengolahan, hingga penyajian bebas dari kontaminasi unsur haram dan dikelola dengan standar sanitasi dapur yang ketat;

  1. Standar Kualitas Internasional:

Proses sertifikasi halal menuntut manajemen risiko yang baik, mulai dari alur produksi hingga distribusi. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas gizi dan keamanan pangan bagi pasien.

Melangkah Lebih Sehat di Tahun 2026

RS Panti Rapih meyakini bahwa proses penyembuhan yang optimal dimulai dari apa yang dikonsumsi oleh pasien. Dengan adanya sertifikasi ini, pengunjung maupun pasien kini dapat merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya terhadap kualitas gizi yang disajikan.

“Sertifikasi ini adalah bentuk transparansi dan tanggung jawab kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap hidangan yang keluar dari Instalasi Gizi kami tidak hanya bernutrisi, tetapi juga membawa keberkahan dan rasa aman bagi yang mengonsumsinya,” ujar Gregoria Siska Widyawati, S.Gz (Kepala Instalasi Gizi RS Panti Rapih).

Melalui pencapaian ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus meningkatkan reputasi sebagai institusi kesehatan yang profesional, transparan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Informasi lebih lanjut :

Instalasi Gizi RS Panti Rapih

No. WA : 0811-2847-278

 

Mohon dapat memberikan rating

Bekali Ibu Hamil dengan Pengetahuan dan Ketenangan, RS Panti Rapih Gelar Kelas Ibu: “Kenali Tanda Bahaya & Prenatal Gentle Yoga” No ratings yet.

YOGYAKARTA, 23 Januari 2026 – Masa kehamilan adalah perjalanan yang luar biasa sekaligus penuh tantangan bagi setiap calon ibu. Menyadari pentingnya edukasi kesehatan dan kesejahteraan mental selama masa ini, RS Panti Rapih Yogyakarta sukses menyelenggarakan Kelas Ibu pada Jumat (23/01) bertempat di Ruang Senam Hamil, Gedung Borromeus Lantai 3.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 – 11.00 WIB ini diikuti oleh 14 peserta yang sangat antusias. Dengan tema “Kenali Tanda Bahaya Selama Kehamilan dan Prenatal Gentle Yoga”, acara ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara pemahaman medis yang kritis dan relaksasi fisik.

Sesi pertama dibuka oleh dr. Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco Putra, Sp.OG, yang memaparkan materi krusial mengenai tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Beliau menekankan pentingnya bagi ibu hamil untuk mengenali sinyal tubuh sejak dini agar dapat melakukan langkah antisipasi medis yang tepat demi keselamatan ibu dan janin.

Melengkapi aspek medis tersebut, Bidan Ayu Noormalita Lillyandhini, A.Md.Keb, memandu sesi Prenatal Gentle Yoga. Tidak hanya teori, para peserta juga diajak langsung mempraktikkan gerakan yoga yang dirancang khusus untuk memperlancar proses persalinan, mengurangi kecemasan, dan menjaga kebugaran tubuh selama masa kehamilan.

Acara dipandu dengan hangat oleh Bidan Handayani Dian Pertiwi, A.Md.Keb, selaku MC dan moderator, yang menghidupkan suasana diskusi interaktif antara narasumber dan para ibu.

Melalui kegiatan ini, terdapat dua harapan utama yang ingin dicapai

Bagi Peserta: Diharapkan para ibu hamil menjadi lebih percaya diri, memiliki literasi kesehatan yang baik untuk menjaga kehamilannya, serta merasa lebih tenang secara mental melalui teknik yoga yang telah dipelajari.

Bagi RS Panti Rapih: Kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan yang holistik dan suportif bagi kesehatan ibu dan anak, serta menjadikan RS Panti Rapih sebagai mitra terpercaya bagi keluarga dalam menyambut kehadiran buah hati.

“Kami ingin setiap ibu yang datang ke sini merasa didampingi, tidak hanya secara klinis tapi juga secara emosional. Pengetahuan adalah kunci ketenangan selama hamil,” ujar tim penyelenggara.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Untuk informasi lebih lanjut:
Klinik Kebidanan dan Kandungan – Lt. 3 RS Panti Rapih
WA Only: 0811-2848-446
(0274) 563333 ext. 1205

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Wonderful Christmas, Hopeful New Year: Momentum Refleksi, Solidaritas, dan Kebersamaan Keluarga Besar RS Panti Rapih 5/5 (2)

Yogyakarta, 9 Januari 2026 — Keluarga besar RS Panti Rapih bersama Yayasan Panti Rapih serta Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB) merayakan Natal dan Tahun Baru 2026 dalam suasana penuh syukur, refleksi, dan kebersamaan. Perayaan yang mengusung tema “Wonderful Christmas, Hopeful New Year” ini diselenggarakan pada Kamis, 9 Januari 2026, bertempat di Kapel Bintang Samudra.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari Dewan Pimpinan Provinsi Kongregasi CB, Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus), jajaran Direksi, serta seluruh karyawan RS Panti Rapih. Perayaan ini menjadi momentum kebersamaan seluruh keluarga besar RS Panti Rapih untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui sekaligus meneguhkan komitmen pelayanan di tahun yang baru.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Misa Syukur yang dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto, Pr, selaku Pastoral Care RS Panti Rapih. Dalam homilinya, Romo menegaskan bahwa kehadiran Tuhan Yesus membawa keselamatan bagi seluruh dunia. Natal, menurutnya, merupakan kesempatan bagi setiap pribadi untuk mencari dan datang kepada Yesus, sekaligus merefleksikan apakah dalam kehidupan sehari-hari setiap insan telah sungguh menjumpai Yesus melalui relasi dan pelayanan kepada sesama.

Lebih lanjut, Romo mengajak umat untuk memaknai keluarga tidak hanya sebagai relasi orang tua dan anak, melainkan sebagai sebuah komunitas. Dengan semangat Natal, setiap orang diajak untuk mampu melihat dan merasakan kehadiran sesama sebagai berkat Allah yang menyatakan cinta-Nya bagi semua. Buah-buah Natal tersebut diharapkan semakin menumbuhkan sikap solidaritas, tidak berhenti pada kegembiraan semata, tetapi terwujud nyata dalam kasih dan pelayanan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, menyampaikan bahwa keluarga besar RS Panti Rapih dan Yayasan Panti Rapih dipersatukan oleh satu panggilan yang sama, yakni menghadirkan pelayanan yang bermartabat dan berbela rasa. Nilai-nilai I-CARE, menurutnya, menjadi landasan dalam setiap karya pelayanan yang dilakukan.

Ia mengajak seluruh karyawan untuk terus bekerja dengan hati yang tulus, ikhlas, jujur, dan berintegritas, serta memberikan pelayanan yang profesional kepada setiap pasien. Natal menjadi momentum untuk membangun kerja sama, saling menghargai, menghormati perbedaan, serta meneguhkan kesetiaan dalam panggilan melayani sesama.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM, Ph.D, mengajak seluruh hadirin untuk memaknai awal tahun dengan penuh iman dan kepercayaan kepada penyelenggaraan Ilahi. Mengutip pesan Bunda Elisabeth Gruyters, pendiri Kongregasi CB, beliau menegaskan bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Tuhan.

Selaras dengan tema Arah Dasar Pastoral (ARDAS) 2026, yakni bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan, ketiga nilai tersebut disampaikan sebagai kunci hidup yang perlu diwujudkan secara nyata dalam pelayanan sehari-hari. Pada kesempatan ini, beliau juga menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh karyawan RS Panti Rapih.

Pesan reflektif juga disampaikan oleh Sr. Birgitta Diah Yuliati, CB, M.P.H, selaku Sekretaris Pengurus Yayasan Panti Rapih. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan misa Natal keluarga besar RS Panti Rapih di Kapel Bintang Samudra bukanlah sebuah kebetulan, melainkan wujud penyelenggaraan Ilahi. Kapel tersebut merupakan pusat Kongregasi Suster CB di Indonesia, sehingga perayaan ini dimaknai sebagai ungkapan syukur karena keluarga besar RS Panti Rapih “kembali pulang kepada Ibu”.

Ia menegaskan bahwa RS Panti Rapih merupakan karya yang sangat dekat dengan Kongregasi CB, sehingga memiliki makna yang istimewa. Dalam kerapuhan dan keterbatasan manusia, Allah senantiasa hadir menyertai, sebagaimana kehadiran seorang ibu bagi anak-anaknya. Sr. Birgitta juga mengajak seluruh karyawan untuk menghadirkan Allah bagi sesama dalam kesederhanaan, tetap membawa harapan di tengah kesibukan melayani pasien, serta menyampaikan terima kasih kepada keluarga para karyawan yang telah berkorban waktu dan perhatian demi terselenggaranya pelayanan di RS Panti Rapih.

Nuansa reflektif perayaan semakin diperdalam melalui pembacaan puisi pendek oleh Sr. Birgitta. Dalam puisinya, ia menggambarkan makna pelayanan dan keluarga, bahwa di tengah kesibukan berkarya dan melayani, selalu ada ruang untuk “pulang”, dan di dalam keluarga, Allah senantiasa hadir menyertai setiap langkah.

Setelah seluruh rangkaian acara utama selesai, perayaan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi ruang bagi seluruh hadirin untuk saling menyapa, berbagi sukacita, serta mempererat tali persaudaraan sebagai satu keluarga besar RS Panti Rapih.

Melalui perayaan Natal dan Tahun Baru ini, seluruh peserta tidak hanya diajak untuk merayakan secara liturgis dan seremonial, tetapi juga melakukan refleksi diri tentang makna keluarga dan kasih dalam pelayanan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin memperkuat solidaritas, kepedulian, dan semangat melayani, sehingga nilai-nilai Natal terus hidup dan terwujud nyata dalam setiap karya pelayanan keluarga besar RS Panti Rapih sepanjang tahun 2026.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Resmi Melantik dr. Esdras Ardi Pramudita sebagai Direktur Medis Baru 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 5 Januari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Direktur Medis pada Senin, 5 Januari 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Borromeus, dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. resmi dilantik menggantikan dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad(K)RI yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Misa Syukur dan Perutusan yang dipimpin oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr (Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur). Suasana spiritual ini menegaskan komitmen RS Panti Rapih dalam menjalankan misi pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai kasih.

Acara inti dimulai dengan pembacaan Visi dan Misi Yayasan Panti Rapih serta Surat Keputusan Pengangkatan Direktur Medis oleh Sr. Birgitta Diah Yuliati, CB, M.P.H. Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan janji jabatan oleh dr. Esdras Ardi Pramudita di hadapan Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ambrosius Koesmargono, dengan didampingi oleh Romo Maradiyo, Pr sebagai rohaniwan.

Momentum penting terjadi saat penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan Memori Jabatan dari dr. Djati Prasodjo kepada dr. Esdras Ardi Pramudita. Sebagai bentuk penghormatan, sebuah video kilas balik dedikasi dr. Djati selama menjabat ditayangkan, diikuti dengan penyerahan cinderamata dari Organ Yayasan dan manajemen RS Panti Rapih.

Dalam sambutannya, dr. Djati Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh tim selama masa jabatannya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ambrosius Koesmargono juga memberikan sambutan.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi, di antaranya:

  • Dewan Pimpinan Provinsi Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB).
  • Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus).
  • Pimpinan Unit Karya di bawah Yayasan Panti Rapih (RS Panti Rini, RS Panti Nugroho, RS Elisabeth Ganjuran, RS Panti Rahayu, dan STIKes Panti Rapih).
  • Pejabat Struktural RS Panti Rapih.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan optimisme baru dalam menyongsong pelayanan kesehatan yang lebih unggul di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating