Puncak HUT Ke-97 RS Panti Rapih: Bertumbuh dalam Kasih dan Berbuah dalam Kesejahteraan No ratings yet.

RS Panti Rapih genap berusia 97 tahun berkarya dan melayani masyarakat Yogyakarta. Perjalanan hampir satu abad ini merupakan rekam jejak panjang yang sarat akan sejarah, dedikasi, serta nilai-nilai kemanusiaan. Untuk menandai momen istimewa tersebut, RS Panti Rapih menggelar Misa Syukur dan Puncak Acara HUT Ke-97 pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu (GRJT) RS Panti Rapih.

Rangkaian acara yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 19.30 WIB ini dihadiri oleh sekitar 350 undangan. Hadir dalam perayaan ini Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus YPR), Pimpinan Unit Karya Yayasan Panti Rapih, jajaran Struktural RS Panti Rapih, serta komunitas pemuka agama seperti Romo Paroki Kotabaru dan Suster-suster CB dari Komunitas Provinsialat, Santa Anna, dan Panti Rapih.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Kasih dan Berbuah dalam Kesejahteraan”. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama satu tahun ke belakang dan memohon keberkahan untuk melangkah ke depan, acara ini disusun untuk menumbuhkan semangat pelayanan yang tulus serta memberikan wadah apresiasi setinggi-tingginya bagi karyawan yang telah mengabdi secara setia.

Jajaran Direksi bersama penerima lencana 25 tahun berkarya

Jajaran Direksi bersama penerima lencana 35 thn berkarya

Rangkaian acara diawali dengan prosesi penganugerahan Lencana Penghargaan Kesetiaan bagi karyawan dengan masa bakti 25 dan 35 tahun. Sesi ini dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., dilanjutkan dengan penyematan lencana secara simbolis dan penyampaian kesan-pesan dari perwakilan penerima penghargaan.

Usai penyerahan lencana, acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Pesta Salib Suci yang dipimpin oleh Vikaris Episkopalis (Vikep) Yogyakarta Timur, Rm. Marcellinus Tanto, Pr., bersama Rm. Modestus Supriyanto, Pr. dari Tim Pastoral Care RS Panti Rapih. Suasana Misa Syukur berlangsung khusyuk, menyatukan seluruh civitas hospitalia dalam doa bersama.

Memasuki sesi seremonial, penyampaian sambutan diwakili oleh Ketua Panitia HUT Ke-97, Sandiwan, S.Kep., Ns., Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., serta Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM., Ph.D. Pada kesempatan ini pula ditayangkan video ucapan selamat dari internal RS dan berbagai unit karya yang mempererat rasa kekeluargaan.

Menjelang puncak acara menuju gerbang satu abad pelayanan, dilakukan Prosesi Api Kasih dan Pernyataan Komitmen bersama, yang disusul dengan pemotongan tumpeng serta sesi foto bersama dengan latar belakang theme song 97 Tahun RS Panti Rapih. Suasana perayaan kemudian makin semarak melalui rangkaian hiburan, mulai dari penayangan video angklung, pertunjukan Line Dance RS Panti Rapih, hingga penampilan puncak dari Pantra Band.

Melalui perayaan ulang tahun ke-97 ini, seluruh civitas hospitalia RS Panti Rapih meneguhkan kembali komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan berbelas kasih dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat, 61 Peserta Ikuti Pelatihan Keselamatan Hasil Kolaborasi Poltekkes Kemenkes dan RS Panti Rapih No ratings yet.

Guna meningkatkan kompetensi serta kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat dan keselamatan di lingkungan pelayanan kesehatan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta bekerja sama dengan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menggelar kegiatan pelatihan keselamatan komprehensif pada Kamis dan Jumat, 10–11 September 2026.

Pelatihan bertajuk Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Hospital Disaster, dan Penanggulangan Kebakaran ini diikuti oleh sebanyak 61 peserta. Kegiatan diselenggarakan secara kombinasi (hybrid), menggabungkan sesi pembekalan teori secara daring (online) serta simulasi dan praktik lapangan secara luring (offline).

Rangkaian acara dimulai pada Kamis, 10 September 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., serta Ketua Program Studi D3 RMIK Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Arif Nugroho Triutomo, S.KM., MPH. Memasuki sesi materi utama, peserta menerima pemaparan mendalam dari empat narasumber yang pakar di bidangnya, antara lain Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh dr. Petrus Gandi P, M.Sc; Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) oleh Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Ns, CBIPCN; Hospital Disaster Plan oleh Veronica Elianingsih, SKM; serta Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran oleh Kristanto Sugeng Wahjudi, S.Kom.

Memasuki hari kedua, Jumat, 11 September 2026, seluruh peserta mengikuti kegiatan praktis secara luring di Auditorium Lt. 6 dan area RS Panti Rapih. Agenda diawali dengan Simulasi Penanggulangan Kebakaran di area Parkir Timur Karyawan untuk melatih respons cepat dan prosedur evakuasi saat terjadi bahaya api.

 

 

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti Skill Station secara bergiliran guna menguji dan mengasah keterampilan klinis, yaitu:

Stase 1 (PPI): Dipandu oleh Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Ns; Enny Puspita Jatiningsih, A.Md.Kep; dan Irene Hilda, A.Md.Kep.

Stase 2 (Resusitasi Jantung Paru / RJP): Dampingi langsung oleh Tim IGD RS Panti Rapih.

Stase 3 (Balut Bidai): Dampingi oleh Tim IGD RS Panti Rapih.

Stase 4 (Transportasi Pasien): Dampingi oleh Tim IGD RS Panti Rapih.

Adapun Tim IGD RS Panti Rapih yang bertindak sebagai instruktur dalam pelatihan lapangan ini terdiri dari Samsuhadi, S.Kep., Ns; Harul Harisman, S.Kep., Ns; dan Antonius Suryanta, S.Kep., Ns.

Melalui rangkaian teori dan praktik ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman konseptual, tetapi juga mempraktikkan langsung respons tanggap darurat, penanganan medis awal, dan penerapan standar keselamatan guna mewujudkan lingkungan rumah sakit yang aman dan sigap bencana.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Wujud Syukur HUT Ke-97, RS Panti Rapih Gelar Kenduri Bersama Warga Sekitar No ratings yet.

Menginjak usia yang ke-97 tahun, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan kegiatan Kenduri pada Sabtu, 12 September 2026. Acara yang berlangsung di Lobby Lounge Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Terpadu RS Panti Rapih ini digelar mulai pukul 18.00 hingga 19.30 WIB dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan.

Kegiatan Kenduri ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan, berkat, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kasih yang telah menyertai perjalanan RS Panti Rapih hingga mencapai usia 97 tahun. Perjalanan panjang tersebut merupakan buah dari karya, dedikasi, serta komitmen seluruh Pelayan Kesehatan RS Panti Rapih dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Selain sebagai wujud syukur, momen ini menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan dan membangun silaturahmi antara pihak rumah sakit dengan masyarakat di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga sekitar atas penerimaan, dukungan, serta kebersamaan yang telah terjalin erat selama ini.

Acara syukuran ini dihadiri oleh sekitar 100 tamu undangan. Hadir di antaranya jajaran Direksi RS Panti Rapih, warga lingkungan sekitar, Lurah Terban, serta perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Terban. Rangkaian acara dibuka secara resmi melalui sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Lurah Terban Indria Cahya, S.K.M., M.P.A.

Di samping memanjatkan doa bersama dan menjalin kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi RS Panti Rapih untuk memperkenalkan berbagai produk serta layanan kesehatan yang tersedia kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian, diharapkan warga semakin mengenal fasilitas dan layanan yang ada, sekaligus merasakan manfaat nyata dari keberadaan RS Panti Rapih sebagai bagian tak terpisahkan dari lingkungan masyarakat Terban.

Melalui kegiatan Kenduri HUT Ke-97 ini, RS Panti Rapih berharap dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan komitmen dalam melanjutkan karya pelayanan kesehatan. Semangat syukur atas perjalanan 97 tahun ini menjadi pijakan kokoh untuk terus berbenah dan mempersiapkan diri menuju 100 tahun RS Panti Rapih yang semakin maju, berdaya saing, serta siap berkiprah di tingkat global.

 

Mohon dapat memberikan rating

Mengenang Perjuangan Pendahulu, RS Panti Rapih Gelar Ziarah Makam Leluhur Menyambut HUT ke-97 No ratings yet.

Menjelang usianya yang ke-97 tahun pada 14 September 2026, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Ziarah Makam Leluhur pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan spiritual dan reflektif yang berlangsung pukul 07.30 hingga 12.30 WIB ini diikuti oleh jajaran Direksi serta Panitia HUT ke-97 RS Panti Rapih.

Ziarah ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang pelayanan kesehatan RS Panti Rapih di Yogyakarta, sekaligus menjadi momen penting untuk mengenang dan menghormati dedikasi para suster serta pelayan kesehatan pendahulu yang telah merintis karya misi ini sejak awal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan bersama oleh Direksi dan Panitia HUT. Kunjungan pertama ditujukan ke Rumah Abu alm. dr. Stefanus Arief Haliman, M.P.H. di PUKY. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pemakaman Madurejo untuk memberikan penghormatan di makam alm. dr. Teddy Janong, M.Kes. Rombongan ziarah lantas menuju Pemakaman Sawitsari guna mendoakan alm. Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.S. dan alm. Bapak Tarsisius Hani Handoko. Seluruh rangkaian ziarah ditutup dengan pendoaan di Makam Para Suster CB yang berlokasi di Mrican, Gejayan.

 

Selain sebagai sarana napak tilas sejarah, kegiatan ziarah ini menjadi pengalaman rohani bagi para peserta untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mempererat kesatuan dengan para pendahulu, yang diyakini terus menjadi pendoa bagi keberlangsungan karya misi Rumah Sakit Panti Rapih.

Melalui kegiatan ziarah ini, iman dan pengharapan seluruh jajaran RS Panti Rapih diharapkan semakin diperkuat dalam meneruskan misi pelayanan kesehatan masyarakat. Semangat ini sejalan dengan tema yang diusung dalam rangkaian acara HUT ke-97 RS Panti Rapih, yaitu “Bertumbuh Dalam Kasih dan Berbuah Dalam Kesejahteraan.”

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Misa Arwah dalam Rangka HUT ke-97 RS Panti Rapih, Mengenang Jejak Pengabdian Civitas Hospitalia No ratings yet.

Yogyakarta, 8 September 2026 – Sebagai bentuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97 RS Panti Rapih, diadakan Misa Arwah untuk seluruh civitas hospitalia RS Panti Rapih yang telah wafat. Aktivitas yang berlangsung di Kapel Rumah Sakit Panti Rapih pada Selasa, 8 September 2026, pukul 10.30 sampai 12.00 WIB ini merupakan bagian dari serangkaian perayaan ulang tahun ke-97 dengan tema “Bertumbuh Dalam Kasih dan Berbuah Dalam Kesejahteraan.”

Misa Arwah adalah kesempatan khusus untuk mengenang dan berdoa bagi para civitas hospitalia yang semasa hidupnya telah terlibat dalam perjalanan pekerjaan dan pelayanan RS Panti Rapih. Doa dan penghormatan ini adalah bentuk rasa syukur atas berkat 97 tahun perjalanan RS Panti Rapih, yang tidak terlepas dari peran serta kontribusi seluruh keluarga besar rumah sakit, termasuk mereka yang sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Kegiatan dimulai dengan membacakan daftar nama para civitas hospitalia RS Panti Rapih yang dihormati dalam Misa Arwah. Suasana yang serius dan penuh pemikiran menghiasi perayaan Ekaristi, sebagai momen bagi seluruh keluarga besar RS Panti Rapih untuk kembali mengenang para individu yang pernah hadir, berkontribusi, dan berdedikasi dalam melayani rumah sakit.

Misa Arwah ini juga bertujuan memperkuat persatuan keluarga besar RS Panti Rapih melalui pertemuan dalam doa dan iman. Kegiatan ini bukan hanya untuk mengingat jasa dan pengabdian mereka, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merenung bahwa perjalanan RS Panti Rapih selama 97 tahun adalah hasil dari partisipasi banyak orang dari berbagai lapisan, mulai dari tingkat teknis, struktural, hingga Yayasan.

Perayaan tersebut dihadiri oleh Pengurus Yayasan Panti Rapih, Direksi RS Panti Rapih, serta beberapa tamu undangan yang terdiri dari Komunitas Provinsialat, Komunitas St. Anna, anggota Komunitas Panti Rapih, pegawai Kapel dan Biara, serta perwakilan keluarga dari civitas hospitalia yang telah wafat.

Beberapa keluarga dari civitas hospitalia yang sudah meninggal turut hadir, di antaranya keluarga alm.dr. Stefanus Arief Haliman, M.P.H., alm. Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc., alm. Bapak Tarsisius Hani Handoko, dan alm.dr. Keluarga hadir dalam perayaan ini sebagai bagian yang sangat penting, yang juga menunjukkan kebersamaan serta penghormatan terhadap usaha dan pengabdian para almarhum bagi RS Panti Rapih.

Melalui Misa Arwah ini, keluarga besar RS Panti Rapih diundang untuk tidak hanya melihat perjalanan 97 tahun sebagai sebuah pencapaian institusi, tetapi juga sebagai perjalanan iman, kasih, dan pengabdian yang dibangun oleh banyak pribadi.
Mengenang orang-orang yang sudah tiada adalah bagian dari berterima kasih atas perjalanan yang mereka lalui. Mendoakan mereka adalah ungkapan kasih. Melanjutkan pekerjaan pelayanan adalah cara nyata untuk meneruskan pengabdian yang telah mereka tinggalkan.

Dalam semangat HUT ke-97, RS Panti Rapih terus berkomitmen untuk bertumbuh dalam kasih dan berbuah dalam kesejahteraan, dengan membawa nilai-nilai pengabdian para pendahulu sebagai inspirasi untuk terus menghadirkan pelayanan yang penuh kasih bagi sesama.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakartamisa

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Universitas Dian Nuswantoro Kunjungi RS Panti Rapih, Pelajari Penerapan Rekam Medis Elektronik No ratings yet.

RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) pada Senin (31/8/2026). Kunjungan yang berlangsung di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6 RS Panti Rapih tersebut menjadi momentum untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan rekam medis elektronik serta manajemen data dan informasi kesehatan di rumah sakit.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Universitas Dian Nuswantoro dan jajaran RS Panti Rapih. Melalui kunjungan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami secara lebih dekat implementasi sistem rekam medis dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQua. Dalam kesempatan tersebut, RS Panti Rapih menyampaikan apresiasi atas kunjungan Universitas Dian Nuswantoro serta menyambut baik kegiatan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman antara institusi pendidikan dan rumah sakit.

Sementara itu, sambutan dari pihak Universitas Dian Nuswantoro disampaikan oleh Kaprodi, Kriswiharsi Kun Saptorini, SKM, M.Kes. Kehadiran UDINUS di RS Panti Rapih diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai praktik pengelolaan informasi kesehatan yang diterapkan secara langsung di lingkungan rumah sakit.

Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas kunjungan tersebut, RS Panti Rapih turut memberikan cenderamata kepada perwakilan Universitas Dian Nuswantoro. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Agenda berikutnya adalah pemaparan Company Profile RS Panti Rapih yang disampaikan oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama.

Dalam sesi ini, peserta memperoleh informasi mengenai RS Panti Rapih, mulai dari profil rumah sakit hingga berbagai layanan dan pengembangan yang dilakukan dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pemaparan company profile menjadi pengantar sebelum peserta memasuki pembahasan utama mengenai pengelolaan rekam medis dan teknologi informasi kesehatan.

Salah satu agenda utama kunjungan adalah pemaparan mengenai Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) yang disampaikan oleh Elizabet Erni Kurniawati, S.Tr.RMIK, Kepala Instalasi Rekam Medik RS Panti Rapih.

Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai penerapan rekam medis elektronik dalam mendukung proses pelayanan pasien dan pengelolaan informasi kesehatan.

Transformasi dari pengelolaan rekam medis konvensional menuju sistem elektronik merupakan bagian penting dalam perkembangan pelayanan kesehatan. Pengelolaan rekam medis secara digital membutuhkan proses yang terintegrasi, dukungan sumber daya manusia yang kompeten, serta pemanfaatan teknologi yang mampu menunjang kebutuhan pelayanan.

Pembahasan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan rekam medis dalam konteks pelayanan rumah sakit.

Selain rekam medis elektronik, peserta Universitas Dian Nuswantoro juga mendapatkan materi mengenai Manajemen Data dan Informasi Kesehatan yang disampaikan oleh Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom., Kepala Instalasi Teknologi Informasi RS Panti Rapih.

Materi ini membahas pentingnya pengelolaan data dan informasi kesehatan dalam mendukung operasional rumah sakit. Teknologi informasi memiliki peran strategis dalam memastikan data dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan, sekaligus mendukung kebutuhan informasi di lingkungan rumah sakit.

Penerapan teknologi informasi kesehatan yang terintegrasi juga menjadi salah satu bagian dari transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Dengan pengelolaan data yang baik, informasi dapat menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung efektivitas pelayanan dan pengambilan keputusan.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi interaktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih jauh mengenai penerapan rekam medis elektronik, manajemen data, serta peran teknologi informasi dalam mendukung pelayanan kesehatan di RS Panti Rapih.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pembahasan yang berlangsung selama sesi diskusi. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pertukaran pengetahuan antara pihak rumah sakit dan institusi pendidikan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Hospital Tour. Dalam kegiatan ini, peserta Universitas Dian Nuswantoro berkesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas dan lingkungan pelayanan di RS Panti Rapih.

Kunjungan Universitas Dian Nuswantoro ke RS Panti Rapih tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai rekam medis elektronik, manajemen data, serta teknologi informasi kesehatan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Bagi dunia pendidikan, pengalaman praktik di lingkungan rumah sakit dapat menjadi tambahan wawasan bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan tenaga profesional kesehatan di masa mendatang.

Sementara bagi rumah sakit, interaksi dengan institusi pendidikan menjadi bagian dari upaya untuk terus membangun jejaring, berbagi pengalaman, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama berbagai institusi pendidikan dan mitra strategis, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Memahami Gizi Buruk dan Stunting : Pentingnya Deteksi Dini Untuk Pertumbuhan Anak Yang Optimal No ratings yet.

Anak yang kurus belum tentu mengalami gizi buruk, dan anak yang pendek belum tentu mengalami stunting. Kedua kondisi ini sering dianggap sama, padahal memiliki pengertian, penyebab, dan penanganan yang berbeda. Penilaian pertumbuhan anak tidak cukup dilakukan hanya dengan melihat penampilannya. Pemantauan berat badan (BB), panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB), lingkar lengan atas (LiLA),  serta pola pertumbuhan adalah yang terpenting. Deteksi dini menjadi kunci karena gangguan pertumbuhan sering berkembang secara perlahan. Ketika seorang anak sudah tampak sangat kurus atau jauh lebih pendek dibandingkan teman sebayanya, masalah mungkin telah berlangsung cukup lama. Sebaliknya, perubahan pada pola pertumbuhan dapat menjadi tanda awal yang memungkinkan intervensi dilakukan lebih cepat.

Gizi Buruk dan Stunting: Apa Bedanya?

Gizi buruk dan stunting sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki kriteria yang berbeda. Anak dapat mengalami salah satu atau keduanya.

Gizi buruk (severe wasting) pada balita usia 6–59 bulan ditandai oleh salah satu kondisi: edema pitting bilateral, BB/PB atau BB/TB < -3 SD, atau LiLA <11,5 cm. Gizi buruk tidak dapat dinilai hanya dari tampilan anak yang terlihat sangat kurus, tetapi memerlukan pemeriksaan klinis dan pengukuran antropometri yang tepat.

Sementara itu, stunting adalah kondisi ketika PB atau TB menurut usia dan jenis kelamin < -2 SD berdasarkan kurva pertumbuhan WHO. Namun, anak pendek tidak selalu mengalami stunting. Penilaian juga perlu mempertimbangkan pola dan laju pertumbuhan serta faktor genetik anak.

Apa Penyebab Gizi Buruk dan Stunting?

Gizi buruk dan stunting dapat terjadi akibat berbagai faktor, seperti asupan gizi yang tidak mencukupi, infeksi atau penyakit berulang, kondisi medis yang meningkatkan kebutuhan nutrisi, serta faktor lingkungan dan sosial. Pemberian ASI atau MPASI yang belum optimal, kesulitan makan, penyakit tertentu, serta keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, air bersih, dan sanitasi dapat saling berperan dalam mengganggu pertumbuhan anak.

Deteksi Dini: Kunci untuk Mencegah Masalah Menjadi Lebih Berat

Deteksi dini dilakukan melalui pemantauan rutin berat badan, panjang/ tinggi badan perkembangan anak. Perhatikan pola pertumbuhan dari waktu ke waktu, terutama bila berat badan tidak naik atau turun dan pertumbuhan tinggi badan melambat. Anak yang tampak sangat kurus, mengalami bengkak, sulit makan atau menyusu, sering sakit, atau mengalami keterlambatan perkembangan perlu diperiksakan. Pada balita usia 6–59 bulan, pengukuran LiLA juga dapat membantu mendeteksi risiko gizi buruk. Semakin dini gangguan ditemukan, semakin cepat penyebabnya dapat dicari dan ditangani.

Pencegahan Dimulai Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Pencegahan gizi buruk dan stunting sebaiknya dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada periode penting ini, pertumbuhan perlu dipantau secara rutin, didukung dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan MPASI bergizi lengkap terutama mengandung protein hewani, serta pencegahan dan penanganan infeksi. Nutrisi yang optimal perlu disertai pemantauan tumbuh kembang secara menyeluruh agar gangguan pertumbuhan dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin.

Bagaimana Tatalaksana Stunting dan Gizi Buruk?

Penanganan stunting dan gizi buruk harus disesuaikan dengan penyebab dan kondisi masing-masing anak. Evaluasi meliputi riwayat pertumbuhan dan kesehatan, pemeriksaan fisik, pengukuran antropometri, serta pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Pada stunting, tata laksana berfokus pada perbaikan asupan gizi seimbang sesuai kebutuhan, terutama kecukupan protein hewani, penanganan penyakit penyerta, serta pemantauan pertumbuhan untuk mendukung catch-up growth. Imunisasi, pemantauan dan stimulasi perkembangan, kualitas tidur, serta aktivitas fisik sesuai usia juga perlu diperhatikan.

Sementara itu, pada gizi buruk, kondisi klinis dan adanya komplikasi harus segera dinilai. Anak dengan komplikasi seperti gangguan kesadaran, kesulitan makan atau minum, dehidrasi, atau infeksi berat memerlukan perawatan di rumah sakit, sedangkan anak tanpa komplikasi dapat ditangani melalui terapi nutrisi dan pemantauan teratur. Secara keseluruhan, tujuan tatalaksana adalah memperbaiki status gizi, mengatasi penyebab dan penyakit penyerta, serta mendukung kejar tumbuh agar anak dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Pesan Penting untuk Orang Tua dan Tenaga Kesehatan

Jangan menunggu anak tampak sangat kurus atau pendek untuk mulai memperhatikan pertumbuhannya. Bukan hanya berat badan anak saat ini yang perlu diketahui, tetapi juga memantau pola pertumbuhannya dari waktu ke waktu. Pemantauan rutin, nutrisi yang sesuai, pencegahan infeksi, stimulasi perkembangan, dan evaluasi medis bila diperlukan merupakan langkah penting agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

 

Artikel ditulis oleh:

dr. Galuh Martin Maytasari, M.Sc., Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Stunting. Jakarta. 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita di Layanan Rawat Jalan, 2020.

WHO. WHO guideline on the prevention and management of wasting and nutritional oedema (acute malnutrition) in infants and children under 5 years. Geneva. 2023.

Informasi Pelayanan : 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

PSORIASIS VULGARIS No ratings yet.

Psoriasis adalah peradangan kulit kronis yang terjadi karena adanya percepatan pertumbuhan sel kulit. Kulit nampak meradang dan menebal, menimbulkan bercak merah, tebal dengan sisik keperakan.

Tanda dan gejala :

  1. Bercak merah, tebal, bersisik, terasa gatal dan nyeri
  2. Sering muncul di area siku, lutut, punggung bawah dan kulit kepala
  3. Terkadang disertai keluhan pada kuku dan sendi

Penyebab psoriasis masih belum jelas. Diduga merupakan kombinasi dari 3 hal berikut :

  1. Faktor genetik/keturunan
  2. Faktor imunitas (autoimun)
  3. Faktor pemicu (obesitas, rokok, infeksi, stres, cedera ringan, obat tertentu)

Psoriasis merupakan penyakit yang hilang-timbul. Ada periode memburuk (flare-up) dan ada periode membaik  (remisi).

Jenis-jenis psoriasis :

  1. Plak : bercak merah tebal dengan sisik putih keperakan berlapis.
  2. Gutatta (tetesan) : bercak-bercak kecil seperti tetesan air.
  3. Pustulosa : bintil-bintil kecil berisi nanah
  4. Inversa : muncul di area lipatan kulit
  5. Psoriasis artritis : menyerang persendian
  6. Kuku : mempengaruhi bentuk kuku

Mitos tentang psoriasis :

  1. Psoriasis adalah penyakit menular (MITOS)❌️ Psoriasis bukan penyakit menular
  2. Kambuh karena tidak menjaga kebersihan (MITOS❌️ Psoriasis kambuh karena faktor pemicu tertentu

 

Hingga saat ini, psoriasis belum bisa sembuh total.

Pengobatan yang tepat, dapat mengendalikan gejala, mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup.

Perawatan kulit psoriasis :

  1. Hindari pencetus (stres, merokok)
  2. Gunakan sabun yang lembut dan air mandi hangat suam kuku
  3. Gunakan pelembab intensif segera setelah mandi
  4. Berjemur denganpaparan 5-10 menit/ hari, di pagi hari
  5. Meggunakan obat-obat dari dokter kulit untuk mengurangi gejala.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gelar Penyuluhan & Pendampingan Zona Integritas WBK/WBBM Bersama PAKSIJI DIY No ratings yet.

Dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas unggul, RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Pengembangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Sebanyak 109 peserta yang mencakup jajaran pimpinan, tim kerja ZI, hingga staf profesional rumah sakit hadir mengikuti agenda pelatihan ini secara intensif dari pukul 07.30 hingga 13.35 WIB.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang diisi dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Panti Rapih, serta sambutan dari dr Stephani Maria Nainggolan, M.Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih)  dan perwakilan PAKSIJI DIY (Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja), Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc.

Pada sesi pemula, Ketua Tim Kerja Zona Integritas RS Panti Rapih, apt. Asri Wulandadari, M.K.M (MARS), memperkenalkan jajaran Tim Kerja Pengembangan Zona Integritas serta memaparkan Laporan Kerja Zona Integritas rumah sakit sebagai landasan langkah penguatan integritas di lingkungan kerja.

Selama satu hari penuh, para peserta menerima berbagai materi strategis dari para pakar PAKSIJI DIY, di antaranya:

  1. Kebijakan Nasional Pembangunan Zona Integritas: Dipaparkan oleh Endro Tyatmoko, S.Sos., M.Ec.Dev.

  2. Konsep Dasar WBK dan WBBM: Pembahasan mendalam mengenai tolok ukur dan nilai-nilai utama pembangunan zona integritas.

  3. Penguatan Budaya Antikorupsi di Rumah Sakit: Materi edukatif yang disampaikan oleh Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc.

  4. Pengendalian Gratifikasi & Benturan Kepentingan: Diskusi pencegahan potensi penyalahgunaan wewenang bersama Anandita Rizki Septiani, S.E.

  5. Whistleblowing System (WBS): Penguatan jalur pengaduan dan mekanisme pelaporan pelanggaran yang aman dan akuntabel oleh Anandita Rizki Septiani, S.E.

  6. Eviden dan Strategi Penilaian ZI: Bimbingan teknis penyusunan instrumen dan bukti fisik penunjang penilaian ZI oleh Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc.

Melalui pendampingan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, serta terbebas dari praktek korupsi dan gratifikasi demi menjaga kepercayaan masyarakat luas.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Kawal Periode Emas, RS Panti Rapih Gelar Pelatihan Internal Sinergi Cegah Stunting di 1000 HPK No ratings yet.

Dalam rangka mendukung penuh Program Nasional Penurunan Angka Prevalensi Stunting dan Wasting di Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih sukses menyelenggarakan Pelatihan Internal bertajuk “Mengawal Periode Emas: Sinergi Bersama Cegah Stunting di 1000 HPK”. Kegiatan yang dilaksanakan secara bauran (hybrid) ini berpusat di Auditorium Besar GRJT Borromeus Lantai 6 RS Panti Rapih pada Selasa, 30 Juni 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Stunting dan wasting hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi derajat kesehatan masyarakat Indonesia karena dampaknya yang meluas terhadap kualitas sumber daya manusia masa depan. Masalah ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, melainkan juga mengancam perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas di masa produktif, serta melipatgandakan risiko penyakit tidak menular saat dewasa. Melalui kesadaran kritis tersebut, RS Panti Rapih mengambil langkah promotif dan preventif strategis demi membekali seluruh elemen tenaga medis dan karyawannya agar memiliki pemahaman yang solid mengenai intervensi gizi pada periode krusial anak.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam pidatonya, dr. Stephani menegaskan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam menekan angka prevalensi stunting merupakan salah satu prioritas nasional yang mutlak harus didukung penuh.

“Stunting dan wasting bukan hanya persoalan tinggi badan atau berat badan anak. Di balik angka-angka tersebut terdapat masa depan bangsa yang sedang dipertaruhkan. Kunci keberhasilan pencegahan stunting terletak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah golden period atau periode emas yang tidak dapat diulang kembali. Apa yang terjadi pada masa ini akan sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan seorang anak,” tegas dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Lebih lanjut, dr. Stephani juga mengajak seluruh insan rumah sakit untuk membangun sinergi lintas profesi yang dinamis. Menurut beliau, pencegahan stunting bukanlah tugas satu profesi klinis saja, melainkan tanggung jawab bersama. Mulai dari dokter, bidan, perawat, ahli gizi, apoteker, hingga tenaga penunjang harus bergerak dalam satu visi pelayanan yang berkesinambungan agar setiap edukasi dan perhatian yang diberikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pasien dan keluarganya.

Pelatihan yang dimoderatori oleh Ibu Sisila Kusuma A ini menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A, yang mengupas tuntas mengenai ‘Kebijakan dan Strategi Pencegahan Stunting di Indonesia’ serta ‘Pentingnya 1000 HPK dalam Mencegah Stunting’. Pemaparan ini membuka wawasan peserta mengenai peta jalan regulasi pemerintah dan alasan biologis mengapa periode 1000 HPK menjadi penentu utama tumbuh kembang anak.

Sesi kedua dilanjutkan oleh dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A., M.Sc, yang membahas aspek implementasi klinis melalui topik ‘Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita’. Tidak hanya teori gizi, dr. Galuh juga memaparkan ‘Penggunaan Aplikasi SisFoGizi’, sebuah inovasi sistem informasi gizi yang menjadi instrumen digital esensial bagi rumah sakit dalam memantau, mendeteksi, dan menekan angka prevalensi stunting serta wasting secara presisi dan terintegrasi.

Antusiasme civitas hospitalia RS Panti Rapih dan Yayasan Panti Rapih terlihat sangat tinggi dalam pelatihan ini. Tercatat sebanyak 91 peserta hadir secara luring di ruang auditorium, sementara 500 peserta lainnya berpartisipasi secara daring melalui platform virtual. Sasaran utama dari pelatihan ini meliputi seluruh dokter spesialis anak (Sp.A), Tim Stunting Wasting, Ahli Gizi, serta perwakilan tenaga kesehatan maupun medis dari tiap unit kerja di RS Panti Rapih dan unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih.

Melalui penyelenggaraan pelatihan internal ini, Humas RS Panti Rapih berharap kapasitas edukasi dan kualitas pelayanan klinis karyawan dapat terus meningkat. Sesuai dengan pesan penutup dari Direktur Utama, mengawal periode emas kehidupan anak-anak hari ini adalah bentuk nyata dari upaya menyiapkan masa depan bangsa yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing di hari esok.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating