Mendengkur dan Stroke: Apa Hubungannya? 5/5 (13)

Mendengkur adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja, tetapi tahukah Sahabat Sehat bahwa mendengkur bisa memicu stroke? Mitos atau fakta? Mari kita kenali lebih dalam.

Apa itu Mendengkur?

Mendengkur terjadi ketika saluran napas terhambat selama tidur, sehingga aliran udara yang keluar-masuk selama bernapas menyebabkan getaran dan menghasilkan suara. Hambatan saluran napas muncul karena otot di saluran pernapasan bagian atas (termasuk langit-langit mulut dan lidah) menjadi lemas selama tidur. Sumbatan tersebut akan cenderung lebih berat jika seseorang tidur dalam posisi terlentang.

Mendengkur sering dialami oleh orang obesitas, memiliki pembesaran amandel, leher pendek, dan kelainan rongga mulut. Semakin keras suara mendengkur, berarti semakin berat sumbatan saluran napas yang terjadi. Sebagian orang yang mendengkur akan mengalami periode berhenti bernapas. Kondisi ini disebut sebagai obstructive sleep apnea (OSA). Pasien yang mengalami OSA dapat mengalami beberapa keluhan seperti merasa mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan nyeri kepala.

OSA merupakan kondisi yang sering dijumpai. Akan tetapi, banyak penderitanya tidak terdiagnosis dan tidak tertangani dengan baik. Padahal kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.

 

 

Hubungan Mendengkur dengan Stroke

OSA merupakan faktor risiko untuk penyakit pembuluh darah dan jantung, termasuk stroke. Semakin berat OSA, maka akan semakin tinggi risiko terserang stroke. Pada OSA, episode henti napas (apnea) dan/atau napas dangkal (hipopnea) memicu proses peradangan di seluruh tubuh. OSA juga memicu penurunan kadar oksigen dalam darah dan mengganggu irama tidur, sehingga pasien sering terbangun dan metabolisme tubuh terganggu. Kombinasi dari berbagai mekanisme ini akan merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu gangguan irama jantung, dan diabetes melitus. Pada akhirnya, OSA akan memicu stroke.

 

 

Bagaimana cara mencegah stroke akibat OSA?

Langkah pertama dan yang utama untuk mencegah stroke akibat OSA adalah dengan mendeteksi OSA terlebih dahulu. Pemeriksaan polisomnografi (PSG) adalah pemeriksaan baku emas (gold standard) untuk mendeteksi OSA. Pada pemeriksaan PSG, pasien tidur selama satu malam di rumah sakit. Beberapa alat akan dipasang di kepala, leher, dada, perut, dan kaki pasien. Dokter spesialis neurologi akan membaca hasil rekaman PSG. Dari hasil rekaman tersebut, kita dapat mengetahui secara objektif apakah pasien benar-benar mengalami OSA atau tidak. Kita juga dapat mengetahui seberapa parah OSA yang dialami pasien dan dapat mendeteksi apakah terdapat gangguan tidur lainnya.

 

 

Setelah menegakkan diagnosis OSA dengan menggunakan PSG, dokter spesialis neurologi dapat menentukan tindakan apa yang paling tepat bagi pasien. Setiap pasien OSA bisa memiliki penanganan yang berbeda-beda. Mendeteksi dan menangani OSA sedini mungkin dapat mencegah kemunculan berbagai penyakit, khususnya stroke. Penanganan OSA juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien menjadi lebih bugar, tidak mudah lelah, tidak mudah mengantuk, dan performa kerja meningkat.

Oleh karena itu, pemeriksaan PSG penting untuk dilakukan.  Yuk, jaga kesehatan tidurmu!
Mau info lebih lanjut? Sahabat Sehat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi di Rumah Sakit Panti Rapih.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Pererat Sinergi Pelayanan Kesehatan, RS Panti Rapih Yogyakarta Sambut Kunjungan Studi RS Siti Hajar 5/5 (5)

YOGYAKARTA, 15 Januari 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi dari jajaran manajemen RS SITI HAJAR dalam rangka berbagi wawasan terkait pengembangan layanan medik dan tata kelola rumah sakit. Pertemuan ini berlangsung khidmat di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) Lantai 6, RS Panti Rapih.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar-institusi kesehatan untuk menghadapi tantangan dunia medis yang semakin dinamis.

Gayung bersambut, Ketua Pengawas YARSI selaku perwakilan RS SITI HAJAR, Dr. dr. H. Ahmad Taufik, Sp.OT, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam berbagi ilmu. Beliau berharap kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi RS SITI HAJAR dalam meningkatkan standar layanan bagi masyarakat.

Sesi Berbagi Pengetahuan dan Hospital Tour Sebagai bentuk simbolis dimulainya kerja sama yang erat, kedua belah pihak melakukan pertukaran kenang-kenangan yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Agenda utama kemudian diisi dengan pemaparan materi mendalam:

Presentasi Company Profile: Disampaikan oleh Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama), yang memaparkan strategi pertumbuhan dan nilai-nilai pelayanan di RS Panti Rapih.

Materi Penunjang Medik: Disampaikan oleh dr. Tan Liana Santosa (Kepala Bidang Penunjang Medik dan Diagnostik), yang berfokus pada integrasi layanan penunjang untuk mempercepat proses diagnosis pasien.

Kegiatan ditutup dengan hospital tour, di mana delegasi RS Siti Hajar meninjau langsung fasilitas unggulan di Gedung Borromeus guna melihat implementasi operasional di lapangan.

Harapan Kedepan Melalui kegiatan ini, kedua instansi berharap dapat membangun jejaring komunikasi yang berkelanjutan. Bagi RS Panti Rapih, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat perannya sebagai institusi rujukan yang edukatif. Sementara bagi RS Siti Hajar, informasi yang didapat diharapkan mampu diadaptasi untuk optimalisasi layanan penunjang medik dan pengembangan usaha di instansi mereka.

Harapan besarnya, sinergi ini berujung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih prima, humanis, dan inovatif bagi seluruh pasien di wilayah masing-masing.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Standar Pelayanan, RS Panti Rapih Raih Sertifikasi Halal untuk 537 Produk Olahan Makanan dan Minuman 5/5 (16)

Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta kembali mempertegas komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan aman. Melalui dedikasi tinggi pada aspek kualitas konsumsi pasien, RS Panti Rapih secara resmi mengumumkan keberhasilannya meraih Sertifikasi Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI untuk seluruh lini penyediaan makanan dan minuman dengan pengolahan.

Sertifikat dengan Nomor ID34410039278780126 ini secara resmi diterbitkan di Jakarta pada tanggal 11 Januari 2026, berdasarkan ketetapan halal dari LPPOM MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa. Pencapaian ini mencakup total 537 jenis olahan makanan dan minuman yang diproduksi oleh Instalasi Gizi RS Panti Rapih.

Lebih dari Sekadar Label: Wujud Perlindungan Konsumen

Bagi RS Panti Rapih, sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan label keagamaan, melainkan sebuah standar mutu yang mencakup aspek kebersihan (thayyib), keamanan, dan profesionalitas. Langkah strategis ini didasari oleh beberapa urgensi penting, yaitu :

  1. Kepatuhan Hukum & Kepastian Syariat:

Sesuai dengan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, RS Panti Rapih memastikan seluruh proses operasionalnya patuh terhadap regulasi negara sekaligus memberikan jaminan bagi umat Islam dalam menjalankan perintah agama;

  1. Perlindungan & Keamanan Pasien:

Sertifikasi ini menjamin bahwa seluruh bahan, proses pengolahan, hingga penyajian bebas dari kontaminasi unsur haram dan dikelola dengan standar sanitasi dapur yang ketat;

  1. Standar Kualitas Internasional:

Proses sertifikasi halal menuntut manajemen risiko yang baik, mulai dari alur produksi hingga distribusi. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas gizi dan keamanan pangan bagi pasien.

Melangkah Lebih Sehat di Tahun 2026

RS Panti Rapih meyakini bahwa proses penyembuhan yang optimal dimulai dari apa yang dikonsumsi oleh pasien. Dengan adanya sertifikasi ini, pengunjung maupun pasien kini dapat merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya terhadap kualitas gizi yang disajikan.

“Sertifikasi ini adalah bentuk transparansi dan tanggung jawab kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap hidangan yang keluar dari Instalasi Gizi kami tidak hanya bernutrisi, tetapi juga membawa keberkahan dan rasa aman bagi yang mengonsumsinya,” ujar Gregoria Siska Widyawati, S.Gz (Kepala Instalasi Gizi RS Panti Rapih).

Melalui pencapaian ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus meningkatkan reputasi sebagai institusi kesehatan yang profesional, transparan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Informasi lebih lanjut :

Instalasi Gizi RS Panti Rapih

No. WA : 0811-2847-278

 

Mohon dapat memberikan rating

Bekali Ibu Hamil dengan Pengetahuan dan Ketenangan, RS Panti Rapih Gelar Kelas Ibu: “Kenali Tanda Bahaya & Prenatal Gentle Yoga” No ratings yet.

YOGYAKARTA, 23 Januari 2026 – Masa kehamilan adalah perjalanan yang luar biasa sekaligus penuh tantangan bagi setiap calon ibu. Menyadari pentingnya edukasi kesehatan dan kesejahteraan mental selama masa ini, RS Panti Rapih Yogyakarta sukses menyelenggarakan Kelas Ibu pada Jumat (23/01) bertempat di Ruang Senam Hamil, Gedung Borromeus Lantai 3.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 – 11.00 WIB ini diikuti oleh 14 peserta yang sangat antusias. Dengan tema “Kenali Tanda Bahaya Selama Kehamilan dan Prenatal Gentle Yoga”, acara ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara pemahaman medis yang kritis dan relaksasi fisik.

Sesi pertama dibuka oleh dr. Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco Putra, Sp.OG, yang memaparkan materi krusial mengenai tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Beliau menekankan pentingnya bagi ibu hamil untuk mengenali sinyal tubuh sejak dini agar dapat melakukan langkah antisipasi medis yang tepat demi keselamatan ibu dan janin.

Melengkapi aspek medis tersebut, Bidan Ayu Noormalita Lillyandhini, A.Md.Keb, memandu sesi Prenatal Gentle Yoga. Tidak hanya teori, para peserta juga diajak langsung mempraktikkan gerakan yoga yang dirancang khusus untuk memperlancar proses persalinan, mengurangi kecemasan, dan menjaga kebugaran tubuh selama masa kehamilan.

Acara dipandu dengan hangat oleh Bidan Handayani Dian Pertiwi, A.Md.Keb, selaku MC dan moderator, yang menghidupkan suasana diskusi interaktif antara narasumber dan para ibu.

Melalui kegiatan ini, terdapat dua harapan utama yang ingin dicapai

Bagi Peserta: Diharapkan para ibu hamil menjadi lebih percaya diri, memiliki literasi kesehatan yang baik untuk menjaga kehamilannya, serta merasa lebih tenang secara mental melalui teknik yoga yang telah dipelajari.

Bagi RS Panti Rapih: Kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan yang holistik dan suportif bagi kesehatan ibu dan anak, serta menjadikan RS Panti Rapih sebagai mitra terpercaya bagi keluarga dalam menyambut kehadiran buah hati.

“Kami ingin setiap ibu yang datang ke sini merasa didampingi, tidak hanya secara klinis tapi juga secara emosional. Pengetahuan adalah kunci ketenangan selama hamil,” ujar tim penyelenggara.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Untuk informasi lebih lanjut:
Klinik Kebidanan dan Kandungan – Lt. 3 RS Panti Rapih
WA Only: 0811-2848-446
(0274) 563333 ext. 1205

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Wujudkan Generasi Emas 2045, RS Panti Rapih Gelar Talkshow Edukasi Gizi di Hari Gizi Nasional ke-66 No ratings yet.

YOGYAKARTA, 22 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 sekaligus merayakan HUT ke-4 Kafe Nutri Eatery, Instalasi Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Gizi Optimal Untuk Generasi Emas Yang Aktif Sehat dan Berkualitas”. Acara yang berlangsung di Lounge Lantai 2 Gedung Borromeus ini bertujuan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan pemahaman gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kualitas SDM Indonesia di masa depan sangat bergantung pada status gizi anak sejak dini. “Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi soal masa depan kognitif dan produktivitas anak. Jika tidak ditangani serius sejak masa kehamilan dan masa sekolah, peluang kita mencapai Generasi Emas 2045 bisa terhambat,” ujar dr. Sthepani.

Talkshow ini menghadirkan perspektif menyeluruh dari tiga narasumber ahli untuk memberikan solusi nyata bagi para kader puskesmas binaan, unit karya, dan ibu dengan anak bawah dua tahun (baduta):

dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A, M.Sc: Mengupas strategi eksplorasi makanan untuk mencegah perilaku pilih-pilih makanan (picky eating) yang sering menjadi pemicu defisiensi nutrisi.

dr. Noviani, Sp.GK: Menekankan pentingnya persiapan gizi ibu bahkan sejak sebelum kehamilan sebagai fondasi utama pencegahan stunting.

Melia Mega Kurnia C, S.Gz: Memberikan panduan praktis mengenai tekstur dan variasi MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang berkualitas untuk mendukung perkembangan otak di periode emas.

Melalui rangkaian kegiatan ini, RS Panti Rapih Yogyakarta membawa harapan besar bagi berbagai pihak:

  • Bagi Peserta (Ibu & Kader): Diharapkan para ibu dan kader kesehatan memiliki kepercayaan diri dan pengetahuan praktis dalam mengelola asupan gizi keluarga, mampu mempraktikkan pembuatan MPASI yang tepat, serta lebih proaktif dalam memantau tumbuh kembang anak secara mandiri.
  • Bagi RS Panti Rapih: Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran RS Panti Rapih sebagai mitra kesehatan masyarakat yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya preventif. Selain itu, diharapkan Kafe Nutri Eatery semakin dikenal sebagai pusat penyediaan nutrisi sehat yang mendukung gaya hidup berkualitas bagi pasien dan pengunjung.

Dengan sinergi antara rumah sakit, fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas), dan masyarakat, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di kancah global.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Gizi RS Panti Rapih
WA : 08112847278

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Standar Keselamatan Pasien, RS Panti Rapih Bersama Empat Rumah Sakit Besar di Yogyakarta dalam Benchmarking HAIs 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 14 Januari 2026 – Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan kegiatan “Benchmarking Healthcare-Associated Infections (HAIs)” pada Rabu (14/1/26).

Bertempat di Auditorium Gedung Carolus Lantai 6 RS Panti Rapih, kegiatan ini melibatkan kolaborasi strategis dengan empat rumah sakit besar lainnya di wilayah DIY, yakni RS Bethesda, RS Panembahan Senopati, RS JIH, dan RSUD Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024. Fokus utama acara adalah penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) melalui evaluasi surveilans HAIs yang mendalam dan kolaboratif.

Bukan Sekadar Angka, Tapi Budaya Keselamatan

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa data HAIs bukan sekadar indikator statistik di atas kertas.

“HAIs bukan hanya sekadar angka, namun merupakan potret evaluasi mutu pelayanan kita kepada pasien. Kegiatan hari ini bukan bertujuan untuk saling membandingkan antar-rumah sakit, melainkan untuk saling belajar dan berbagi ilmu demi perbaikan mutu di institusi masing-masing,” ujar dr. Stephani.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring antar-RS di DIY. “Komite PPI dan Komite Mutu harus berjalan beriringan. Keselamatan pasien tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus mendarah daging menjadi budaya kerja kita sehari-hari.”

Setelah sesi pemaparan profil rumah sakit oleh Bapak Markus Suryo Nugroho, MPH (Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih), kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terfokus dalam ruang terpisah.

Diskusi Komite PPI membahas benchmarking data HAIs tahun 2025 untuk memetakan tantangan dan solusi pencegahan infeksi, sedangkan Komite Mutu berdiskusi membahas capaian indikator mutu tahun 2025 dan penyelarasan strategi peningkatan kualitas layanan. Melalui brainstorming, para peserta bekerja sama menyusun rekomendasi perbaikan nyata serta menyusun Kamus Indikator Surveilans HAIs untuk tahun 2026 agar tercipta standarisasi yang lebih akurat di masa depan.

Adapun melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan para peserta dapat:

  • membawa pulang wawasan baru (insight) dan praktik terbaik (best practices) yang dapat segera diterapkan di rumah sakit masing-masing;
  • memiliki kesamaan persepsi dalam menganalisa hasil surveilans sehingga langkah perbaikan yang diambil lebih tepat sasaran; dan
  • mempererat hubungan lintas hospitalia di Yogyakarta guna menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih aman bagi masyarakat luas.

Dengan semangat kolaborasi ini, RS Panti Rapih bersama mitra rumah sakit lainnya optimis dapat menekan angka risiko infeksi rumah sakit secara signifikan pada tahun 2026.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Ancaman “Superflu” pada Anak: Lebih dari Sekadar Flu Biasa! 4.2/5 (5)

Pernah mendengar istilah Superflu? Belakangan ini, istilah “superflu” menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua. Istilah ini merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh varian baru virus Influenza A subtipe H3N2, yaitu subclade K. Meskipun ada perubahan genetik dari virus H3N2 sebelumnya, data saat ini menunjukkan bahwa varian subclade K tidak lebih mematikan dari gejala sebelumnya. Namun, penyebarannya yang cepat tetap perlu kita waspadai. Pola penyebaran flu tahun ini di daerah tropis (termasuk Indonesia) menunjukkan bahwa aktivitas flu terjadi sepanjang tahun. Sejak September 2025, virus H3N2 mulai mendominasi dan menggeser jenis flu lainnya (H1N1).

Mengapa Anak Begitu Rentan?

Anak-anak menjadi sasaran empuk karena sistem kekebalan tubuh mereka belum memiliki “memori” kuat terhadap virus ini. Selain itu, lingkungan sekolah dan tempat bermain yang padat mempermudah virus ini berpindah inang.

Bagaimana Cara Penularannya?

Penularan H3N2 sama seperti flu pada umumnya, yaitu melalui:

  • Percikan (droplet): cairan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
  • Kontak fisik: bersamalam atau menyentuh tangan yang tekontaminasi virus.
  • Benda mati: memegang mainan, gagang pintu, atau peralatan makan yang terpapar virus, lalu anak menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Gejala yang Harus Orang Tua Kenali

Superflu H3N2 biasanya datang dengan “serangan mendadak”:

  • Demam tinggi: suhu tubuh bisa melonjak drastis hingga 39oC atau lebih dalam waktu singkat.
  • Nyeri tubuh hebat: anak akan mengeluh otot, sendi-sendi sakit atau badannya pegal (anak kecil biasanya menangis rewel).
  • Batuk kering, nyeri tenggorokan dan sesak: tenggorokan terasa nyeri serta gatal hingga susah menelan, batuk yang terdengar “dalam” dan mengganggu pernapasan.
  • Kelelahan ekstrem: anak tampak sangat lemas, lunglai, dan tidak mau makan atau bermain.
  • Gangguan perut: anak juga bisa mengeluh mual, muntah, atau diare.

Langkah Pencegahan

  • Vaksinasi: lakukan vaksinasi influenza tahunan. Ini adalah cara yang paling efektif.
  • Kebersihan tangan: ajarkan anak mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik.
  • Etika batuk: ajarkan anak menutup mulut dengan siku bagian dalam saat bersin/ batuk.
  • Gunakan masker: ajarkan anak (terutama usia > 5 tahun) menggunakan masker saat berada di tempat umum atau transportasi publik.
  • Jaga jarak: hindari kontak dengan orang yang sakit flu.
  • Nutrisi seimbang: perkuat daya tahan tubuh anak dengan makanan bergizi, minum dan istirahat yang cukup.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Sakit?

Jika anak menunjukkan gejala superflu, jangan panik. Lakukan langkah-langkah penanganan awal berikut:

  • Istirahat total: pastikan anak tidur cukup agar sistem imun bekerja maksimal
  • Cukupi cairan: berikan banyak minum ASI/susu, air putih, sup hangat, oralit atau jus buah (anak usia > 1 tahun) untuk mencegah dehidrasi akibat demam.
  • Obat penurun panas: berikan paracetamolsesuai dosis berat badan untuk meredakan demam dan nyeri.
  • Isolasi mandiri: batasi kontakanak yang sedang sakit dari saudara kandung atau teman agar tidak menular lebih luas.
  • Pantau gejala bahaya: segera bawa ke Rumah Sakit atau periksakan ke dokter bila anak mengalami dehidrasi (urin sedikit, malas minum dan tampak sangat lemas) serta sesak napas.

Superflu ini disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bermanfaat. Antibiotik hanya diberikan oleh dokter bila ada infeksi bakteri tambahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika demam tidak turun dalam 3 hari, bila ada tanda bahaya seperti di atas, atau jika anak memiliki riwayat asma atau penyakit kronis lainnya.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Wonderful Christmas, Hopeful New Year: Momentum Refleksi, Solidaritas, dan Kebersamaan Keluarga Besar RS Panti Rapih 5/5 (2)

Yogyakarta, 9 Januari 2026 — Keluarga besar RS Panti Rapih bersama Yayasan Panti Rapih serta Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB) merayakan Natal dan Tahun Baru 2026 dalam suasana penuh syukur, refleksi, dan kebersamaan. Perayaan yang mengusung tema “Wonderful Christmas, Hopeful New Year” ini diselenggarakan pada Kamis, 9 Januari 2026, bertempat di Kapel Bintang Samudra.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari Dewan Pimpinan Provinsi Kongregasi CB, Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus), jajaran Direksi, serta seluruh karyawan RS Panti Rapih. Perayaan ini menjadi momentum kebersamaan seluruh keluarga besar RS Panti Rapih untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui sekaligus meneguhkan komitmen pelayanan di tahun yang baru.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Misa Syukur yang dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto, Pr, selaku Pastoral Care RS Panti Rapih. Dalam homilinya, Romo menegaskan bahwa kehadiran Tuhan Yesus membawa keselamatan bagi seluruh dunia. Natal, menurutnya, merupakan kesempatan bagi setiap pribadi untuk mencari dan datang kepada Yesus, sekaligus merefleksikan apakah dalam kehidupan sehari-hari setiap insan telah sungguh menjumpai Yesus melalui relasi dan pelayanan kepada sesama.

Lebih lanjut, Romo mengajak umat untuk memaknai keluarga tidak hanya sebagai relasi orang tua dan anak, melainkan sebagai sebuah komunitas. Dengan semangat Natal, setiap orang diajak untuk mampu melihat dan merasakan kehadiran sesama sebagai berkat Allah yang menyatakan cinta-Nya bagi semua. Buah-buah Natal tersebut diharapkan semakin menumbuhkan sikap solidaritas, tidak berhenti pada kegembiraan semata, tetapi terwujud nyata dalam kasih dan pelayanan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, menyampaikan bahwa keluarga besar RS Panti Rapih dan Yayasan Panti Rapih dipersatukan oleh satu panggilan yang sama, yakni menghadirkan pelayanan yang bermartabat dan berbela rasa. Nilai-nilai I-CARE, menurutnya, menjadi landasan dalam setiap karya pelayanan yang dilakukan.

Ia mengajak seluruh karyawan untuk terus bekerja dengan hati yang tulus, ikhlas, jujur, dan berintegritas, serta memberikan pelayanan yang profesional kepada setiap pasien. Natal menjadi momentum untuk membangun kerja sama, saling menghargai, menghormati perbedaan, serta meneguhkan kesetiaan dalam panggilan melayani sesama.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM, Ph.D, mengajak seluruh hadirin untuk memaknai awal tahun dengan penuh iman dan kepercayaan kepada penyelenggaraan Ilahi. Mengutip pesan Bunda Elisabeth Gruyters, pendiri Kongregasi CB, beliau menegaskan bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Tuhan.

Selaras dengan tema Arah Dasar Pastoral (ARDAS) 2026, yakni bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan, ketiga nilai tersebut disampaikan sebagai kunci hidup yang perlu diwujudkan secara nyata dalam pelayanan sehari-hari. Pada kesempatan ini, beliau juga menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh karyawan RS Panti Rapih.

Pesan reflektif juga disampaikan oleh Sr. Birgitta Diah Yuliati, CB, M.P.H, selaku Sekretaris Pengurus Yayasan Panti Rapih. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan misa Natal keluarga besar RS Panti Rapih di Kapel Bintang Samudra bukanlah sebuah kebetulan, melainkan wujud penyelenggaraan Ilahi. Kapel tersebut merupakan pusat Kongregasi Suster CB di Indonesia, sehingga perayaan ini dimaknai sebagai ungkapan syukur karena keluarga besar RS Panti Rapih “kembali pulang kepada Ibu”.

Ia menegaskan bahwa RS Panti Rapih merupakan karya yang sangat dekat dengan Kongregasi CB, sehingga memiliki makna yang istimewa. Dalam kerapuhan dan keterbatasan manusia, Allah senantiasa hadir menyertai, sebagaimana kehadiran seorang ibu bagi anak-anaknya. Sr. Birgitta juga mengajak seluruh karyawan untuk menghadirkan Allah bagi sesama dalam kesederhanaan, tetap membawa harapan di tengah kesibukan melayani pasien, serta menyampaikan terima kasih kepada keluarga para karyawan yang telah berkorban waktu dan perhatian demi terselenggaranya pelayanan di RS Panti Rapih.

Nuansa reflektif perayaan semakin diperdalam melalui pembacaan puisi pendek oleh Sr. Birgitta. Dalam puisinya, ia menggambarkan makna pelayanan dan keluarga, bahwa di tengah kesibukan berkarya dan melayani, selalu ada ruang untuk “pulang”, dan di dalam keluarga, Allah senantiasa hadir menyertai setiap langkah.

Setelah seluruh rangkaian acara utama selesai, perayaan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi ruang bagi seluruh hadirin untuk saling menyapa, berbagi sukacita, serta mempererat tali persaudaraan sebagai satu keluarga besar RS Panti Rapih.

Melalui perayaan Natal dan Tahun Baru ini, seluruh peserta tidak hanya diajak untuk merayakan secara liturgis dan seremonial, tetapi juga melakukan refleksi diri tentang makna keluarga dan kasih dalam pelayanan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin memperkuat solidaritas, kepedulian, dan semangat melayani, sehingga nilai-nilai Natal terus hidup dan terwujud nyata dalam setiap karya pelayanan keluarga besar RS Panti Rapih sepanjang tahun 2026.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Resmi Melantik dr. Esdras Ardi Pramudita sebagai Direktur Medis Baru 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 5 Januari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Direktur Medis pada Senin, 5 Januari 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Borromeus, dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. resmi dilantik menggantikan dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad(K)RI yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Misa Syukur dan Perutusan yang dipimpin oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr (Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur). Suasana spiritual ini menegaskan komitmen RS Panti Rapih dalam menjalankan misi pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai kasih.

Acara inti dimulai dengan pembacaan Visi dan Misi Yayasan Panti Rapih serta Surat Keputusan Pengangkatan Direktur Medis oleh Sr. Birgitta Diah Yuliati, CB, M.P.H. Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan janji jabatan oleh dr. Esdras Ardi Pramudita di hadapan Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ambrosius Koesmargono, dengan didampingi oleh Romo Maradiyo, Pr sebagai rohaniwan.

Momentum penting terjadi saat penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan Memori Jabatan dari dr. Djati Prasodjo kepada dr. Esdras Ardi Pramudita. Sebagai bentuk penghormatan, sebuah video kilas balik dedikasi dr. Djati selama menjabat ditayangkan, diikuti dengan penyerahan cinderamata dari Organ Yayasan dan manajemen RS Panti Rapih.

Dalam sambutannya, dr. Djati Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh tim selama masa jabatannya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ambrosius Koesmargono juga memberikan sambutan.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi, di antaranya:

  • Dewan Pimpinan Provinsi Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB).
  • Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus).
  • Pimpinan Unit Karya di bawah Yayasan Panti Rapih (RS Panti Rini, RS Panti Nugroho, RS Elisabeth Ganjuran, RS Panti Rahayu, dan STIKes Panti Rapih).
  • Pejabat Struktural RS Panti Rapih.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan optimisme baru dalam menyongsong pelayanan kesehatan yang lebih unggul di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Mini Simposium Manajemen Obesitas: Dari Tantangan Menuju Transformasi Berkelanjutan No ratings yet.

Dalam upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan tenaga medis serta tenaga kesehatan terkait manajemen obesitas dan pencegahan komplikasinya, Rumah Sakit Panti Rapih bekerja sama dengan PT Novo Nordisk menyelenggarakan Mini Simposium bertajuk “From Struggle to Strength: A Journey Towards Sustainable Weight Transformation.” Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 08.30–10.30 WIB, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 6 Besar RS Panti Rapih.

Mini simposium ini dirancang sebagai forum ilmiah yang komprehensif untuk membahas pendekatan mutakhir dalam penanganan obesitas, tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan semata, tetapi juga pada dampak sistemik obesitas serta strategi pencegahan komplikasi makrovaskular yang berkelanjutan. Acara ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas disiplin.

Kegiatan akan dibuka secara resmi oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, selaku Direktur Utama RS Panti Rapih. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari PT Novo Nordisk sebagai mitra strategis dalam pengembangan edukasi dan inovasi layanan kesehatan terkait obesitas. Sesi pembukaan juga akan diakhiri dengan foto bersama seluruh narasumber dan peserta.

Pada sesi ilmiah, peserta akan mendapatkan dua materi utama. Materi pertama, “Beyond the Weight: Rethinking Obesity,” akan disampaikan oleh dr. Vina Yanti Susanti, yang mengulas obesitas sebagai penyakit kronis multifaktorial yang memerlukan pendekatan holistik dan berbasis bukti. Materi kedua, “Elevating Obesity Care to Prevent Macro Complications,” akan dipaparkan oleh dr. Vita Yanti Anggraeni, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan obesitas guna menekan risiko komplikasi makrovaskular jangka panjang. Diskusi ilmiah ini akan dimoderatori oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni, yang akan memandu jalannya diskusi interaktif dan tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang aktif mengembangkan kompetensi tenaga kesehatan melalui edukasi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan mutu layanan berbasis evidence-based medicine bagi pasien dengan obesitas. Sementara itu, PT Novo Nordisk berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman klinis tentang obesitas sebagai penyakit kronis, serta mendorong implementasi praktik penatalaksanaan obesitas yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi jangka panjang antara dunia layanan kesehatan dan industri farmasi dalam menghadirkan solusi inovatif, beretika, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating