Webinar “Pemenuhan Standar Program Nasional Menuju Akreditasi Paripurna” 5/5 (1)

Dorong Fasilitas Kesehatan Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien

Dalam upaya memperkuat mutu pelayanan dan keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan, telah diselenggarakan Webinar Pemenuhan Standar Program Nasional Menuju Akreditasi Paripurna pada Jumat, 28 November 2025, pukul 13.00–17.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan dari berbagai unit layanan, menegaskan komitmen kuat dunia kesehatan terhadap implementasi standar nasional akreditasi.

Acara menghadirkan narasumber berkompeten, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQua, yang dikenal sebagai pakar dalam manajemen mutu dan standar akreditasi fasilitas kesehatan. Webinar dipandu oleh dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, Sp.MK., FISQua, yang memfasilitasi jalannya diskusi agar materi dapat tersampaikan secara sistematis dan mudah diaplikasikan.

Dalam paparannya, narasumber membahas langkah-langkah strategis pemenuhan standar akreditasi, integrasi Program Nasional dalam praktik pelayanan kesehatan, serta tantangan yang sering dihadapi fasilitas kesehatan dalam mencapai status Akreditasi Paripurna, yaitu predikat tertinggi bagi rumah sakit di Indonesia.

Penyelenggara menyampaikan harapannya agar webinar ini menjadi momentum peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memahami dan menerapkan budaya mutu di tempat kerja. Diharapkan, seluruh peserta mampu mengimplementasikan standar akreditasi secara konsisten sehingga pelayanan kesehatan semakin aman, efektif, dan berfokus pada keselamatan pasien.

Kegiatan edukatif ini menjadi salah satu bentuk komitmen berkelanjutan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional, sekaligus mendorong seluruh fasilitas kesehatan mencapai kualitas layanan terbaik melalui Akreditasi Paripurna.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Diabetes Gestasional: Waspadai Kenaikan Gula Darah Selama Kehamilan 5/5 (3)

Apa Itu Diabetes Gestasional?

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang muncul selama kehamilan dan biasanya menghilang setelah melahirkan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh ibu hamil tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan selama masa kehamilan, sehingga kadar gula darah meningkat.

Perubahan hormon yang terjadi saat hamil dapat membuat tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, dan pada sebagian wanita, hal ini menyebabkan gula darah naik hingga menimbulkan gejala atau komplikasi.

Siapa yang Berisiko?

Setiap ibu hamil berpotensi mengalami diabetes gestasional, namun risikonya lebih tinggi pada mereka yang memiliki faktor-faktor berikut:

  • – Usia di atas 25 tahun
  • – Berat badan berlebih atau obesitas sebelum hamil
  • – Riwayat keluarga dengan diabetes
  • – Pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
  • – Melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kg
  • – Riwayat keguguran berulang atau bayi lahir mati
  • – Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Gejala dan Waktu Terjadi

Sebagian besar ibu hamil tidak merasakan gejala khas, sehingga pemeriksaan rutin sangat penting. Namun, pada beberapa kasus dapat timbul keluhan seperti:

  • – Sering haus dan sering buang air kecil
  • – Cepat lelah
  • – Penglihatan kabur
  • – Berat badan bayi meningkat berlebihan pada pemeriksaan USG

Diabetes gestasional biasanya terdeteksi pada trimester kedua atau ketiga, saat tubuh mengalami perubahan metabolik yang lebih besar.

Bagaimana Diagnosisnya?

Pemeriksaan skrining awal dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar gula darah pada usia kehamilan 24-28 minggu. Apabila didapatkan hasil yang tidak normal, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan tes toleransi glukosa oral (TTGO). Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium, di mana pasien diminta meminum larutan gula, kemudian kadar glukosa darah diperiksa pada waktu tertentu. Kriteria diagnosis mengikuti panduan dari WHO atau Kementerian Kesehatan RI. Bila kadar glukosa melebihi batas normal, maka ibu hamil dinyatakan mengalami diabetes gestasional.

Dampak bagi Ibu dan Janin

  • – Bayi besar (makrosomia), sehingga berisiko saat persalinan
  • – Kelahiran prematur
  • – Hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) pada bayi setelah lahir
  • – Risiko bayi mengalami obesitas dan diabetes di kemudian hari
  • – Tekanan darah tinggi dan preeklampsia pada ibu
  • – Peningkatan resiko diabetes tipe 2 setelah melahirkan

Bagaimana Penanganannya?

Sebagian kasus dapat dikendalikan tanpa obat, dengan cara:

  • – Mengatur pola makan: makan lebih sering dengan porsi kecil, hindari makanan tinggi gula sederhana
  • – Aktivitas fisik ringan: seperti jalan kaki atau senam hamil sesuai anjuran dokter
  • – Pemantauan kadar gula darah secara teratur

Bila kadar gula darah tetap tinggi, dokter dapat memberikan insulin untuk menjaga agar kadar gula darah tetap aman. Obat oral biasanya tidak direkomendasikan selama kehamilan.

Bagaimana Mencegahnya?

  • – Menjaga berat badan ideal
  • – Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang
  • – Rutin berolahraga
  • – Melakukan pemeriksaan kadar gula darah bila memiliki faktor risiko
  • – Kontrol antenatal secara teratur

Kesimpulan

Diabetes gestasional adalah kondisi serius namun dapat dikendalikan dengan baik bila terdeteksi dini. Pemeriksaan kehamilan rutin, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Setelah melahirkan, pemeriksaan gula darah tetap perlu dilakukan, karena sebagian wanita berisiko mengalami diabetes tipe 2 di masa depan.

Disclaimer

Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan umum. Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional.

Artikel ditulis oleh :

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

Referensi

  1. American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes – 2025. Diabetes Care.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Gestasional. 2021.
  3. World Health Organization. Diagnostic criteria and classification of hyperglycaemia first detected in pregnancy. 2013.

 

Info Selanjutnya :

Klinik Penyakit Dalam

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Mendengkur Saat Tidur, Wajar atau Tidak? 5/5 (13)

Sahabat Sehat pasti pernah mendengar orang yang mendengkur saat tidur. Atau justru Sahabat Sehat sendiri yang mengalaminya? Mendengkur atau mengorok adalah suara kasar yang terdengar saat seseorang sedang tidur. Banyak orang yang menganggap mendengkur adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya. Benarkah demikian?

Mengapa Seseorang Bisa Mendengkur?

Mendengkur terjadi karena saluran pernapasan bagian atas bergetar saat seseorang bernapas. Ketika tidur, otot di rongga mulut, lidah, dan tenggorokan akan menjadi rileks. Udara yang berhembus saat bernapas akan menggetarkan otot-otot di daerah tersebut dan suara mendengkur akan terdengar.

Tidak semua orang bisa mendengkur. Biasanya, seseorang dengan kelainan bentuk rongga mulut, leher yang pendek, dan obesitas akan lebih mudah mendengkur. Mendengkur juga lebih sering dijumpai ketika seseorang sedang tidur pulas/tidur dalam.

 

Apakah Mendengkur Berbahaya?

Pernahkah Sahabat Sehat melihat orang yang tampak berhenti bernapas setelah mendengkur? Beberapa saat kemudian, orang tersebut akan kembali bernapas atau bahkan sampai terbangun. Mendengkur bukan hal yang wajar meskipun sedang lelah dan dapat menjadi suatu kondisi yang berbahaya, karena sering terkait dengan suatu penyakit yang disebut sebagai Obstructive Sleep Apnea (OSA). Penderita OSA akan mendengkur saat tidur dan disertai dengan berhentinya napas sementara. OSA dapat terjadi secara berulang dalam satu malam. Semakin sering dan semakin lama durasi henti napas, maka semakin berat derajat keparahan penyakit OSA.

OSA sering tidak terdiagnosis. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kondisi ini membuat penderita OSA tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Padahal, kejadian OSA berhubungan dengan berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke. Selain itu, OSA juga dapat meningkatkan risiko gangguan mental dan diabetes melitus.

Penderita OSA cenderung mengantuk di pagi dan siang hari meskipun sudah tidur semalaman. Sehingga, kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan performa kerja akan menurun. Penderita OSA yang berat dapat berisiko mengalami kecelakaan atau cedera karena mengalami microsleep. Microsleep adalah kondisi dimana seseorang mendadak tertidur sesaat di tengah kegiatan mereka.

Bagaimana Cara Mendeteksi Obstructive Sleep Apnea Secara Objektif?

Polisomnografi (PSG) merupakan pemeriksaan yang harus dilakukan pada penderita OSA.  Pada pemeriksaan PSG, beberapa alat akan dipasang di tubuh pasien. Alat tersebut berguna untuk mendeteksi gelombang otak, kontraksi otot, gerakan mata, detak jantung, hembusan napas, gerakan dada, gerakan perut, dan kadar oksigen dalam darah selama pasien tidur. Pasien harus tidur selama satu malam di rumah sakit sambil dilakukan monitoring oleh petugas yang telah terlatih.

Dengan melakukan pemeriksaan ini, kita dapat mengetahui tingkat keparahan OSA secara objektif. Kita juga dapat mengetahui posisi tubuh yang sering memicu OSA dan mendeteksi gangguan tidur lain yang menyertai OSA.

 

 

Bagaimana Penanganan Obstructive Sleep Apnea?

Penanganan OSA tergantung dari derajat keparahan OSA. Setiap derajat keparahan OSA memiliki penanganan yang berbeda. OSA derajat berat bahkan memerlukan alat khusus untuk membantu pernapasan selama tidur. Pemicu OSA juga harus dideteksi. Pasien OSA dengan obesitas, kelainan rongga hidung, kelainan rongga mulut, atau kelainan bentuk rahang memiliki penanganannya tersendiri.

Apabila Sahabat Sehat merasa memiliki kondisi di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis neurologi. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat demi tidur yang lebih berkualitas.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Panti Rapih)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Raih Penghargaan The Most Active Hospital TikTok di PERHUMASRI Award 2025 5/5 (1)

Jakarta, 20 November 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang bergengsi PERHUMASRI Award 2025, RS Panti Rapih berhasil meraih penghargaan kategori Kelompok Rumah Sakit Swasta sebagai TikTok Rumah Sakit Teraktif (The Most Active Hospital TikTok).

Penghargaan ini merupakan bentuk atas komitmen dan konsistensi RS Panti Rapih dalam memanfaatkan platform digital, khususnya TikTok, sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan interaksi yang efektif dengan masyarakat. Akun resmi TikTok RS Panti Rapih, @rspantirapih, dinilai aktif menyajikan konten yang kreatif, informatif, dan relevan seputar kesehatan, layanan rumah sakit, serta behind the scenes kegiatan di Panti Rapih.

Acara penganugerahan PERHUMASRI Award 2025 diselenggarakan dengan meriah di Menara Peninsula Hotel Jakarta pada hari Rabu, 20 November 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bapak Anjari Umarjianto, selaku Ketua Umum Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI), kepada perwakilan dari Tim Humas & Hukum RS Panti Rapih Yogyakarta.

“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat. Kami percaya bahwa komunikasi digital yang efektif adalah kunci dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan,” ujar perwakilan Tim Humas & Hukum RS Panti Rapih.

Prestasi ini tidak lepas dari dukungan penuh dari seluruh Sahabat Sehat Panti Rapih, para followers, dan seluruh stakeholder yang telah mengikuti, berinteraksi, dan memberikan masukan positif.

Harapan untuk RS Panti Rapih ke depan dengan adanya penghargaan ini adalah:

  • Meningkatkan Kualitas Konten: RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menyajikan konten yang tidak hanya aktif, tetapi juga semakin berkualitas, kredibel, dan mudah dipahami, menjadikannya rujukan utama informasi kesehatan di media sosial.
  • Memperkuat Jangkauan Edukasi: Menjadi garda terdepan dalam edukasi kesehatan preventif dan promotif melalui platform digital, menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda.
  • Mempererat Hubungan dengan Masyarakat: Menjadikan media sosial sebagai jembatan interaktif yang mempererat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat, mewujudkan pelayanan yang lebih personal dan humanis.

Dengan diraihnya The Most Active Hospital TikTok di PERHUMASRI Award 2025, RS Panti Rapih Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai rumah sakit yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan inovatif dalam pelayanan informasi publik.

 

Artikel ini ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar PKPO Tekankan Pentingnya Pelayanan Kefarmasian sebagai Pilar Keselamatan Pasien dan Mutu Akreditasi Rumah Sakit No ratings yet.

Yogyakarta, 21 November 2025 — Sebanyak 175 tenaga kesehatan mengikuti Webinar Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) yang diselenggarakan pada Jumat (21/11) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini mengusung tema “Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat sebagai Pilar Mutu dan Keselamatan Pasien dalam Akreditasi Rumah Sakit” dan mendapat dukungan dari PT Aurogen Pharma Indonesia.

Webinar menghadirkan apt. Christina Ika Sindudisastra, M.Farm. sebagai narasumber, yang menjelaskan pentingnya PKPO sebagai bagian strategis dalam pemenuhan standar akreditasi rumah sakit. Diskusi dipandu oleh apt. Cornelia Melinda, S.Farm. selaku moderator.

Dalam paparannya, apt. Christina menekankan bahwa pelayanan kefarmasian yang optimal berperan langsung dalam peningkatan keselamatan pasien (patient safety) dan menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi antarprofesi kesehatan untuk memastikan penggunaan obat yang aman, bermutu, dan rasional.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi tanya jawab yang membahas praktik farmasi klinik, peningkatan mutu penggunaan obat, serta tantangan implementasi PKPO di rumah sakit.

Dukungan dari PT Aurogen Pharma Indonesia menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan serta memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia.

Panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi tenaga kesehatan mengenai penerapan PKPO, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan rumah sakit agar semakin memenuhi standar keselamatan pasien dan akreditasi nasional.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Pentingnya Kolaborasi Tim Pelayanan dalam Pemenuhan Standar Pengkajian Pasien (PP) dan Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) No ratings yet.

Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat bergantung pada sinergi tim pelayanan dalam memberikan asuhan kepada pasien. Menyadari pentingnya hal tersebut, sebuah webinar bertajuk “Pentingnya Kolaborasi Tim Pelayanan dalam Pemenuhan Standar Pengkajian Pasien (PP) dan Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)” diselenggarakan secara daring pada Jumat, 14 November 2025, melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 170 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dalam dunia pelayanan kesehatan modern, standar Pengkajian Pasien (PP) dan Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) menjadi bagian krusial dalam memastikan mutu serta keselamatan pasien. Proses pengkajian yang menyeluruh, didukung oleh koordinasi lintas profesi yang baik, merupakan fondasi utama keberhasilan pelayanan kesehatan. Melalui webinar ini, peserta diajak memperdalam pemahaman sekaligus memantapkan penerapan standar PP dan PAP di lapangan.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber profesional yang memiliki pengalaman luas dalam bidang keperawatan dan manajemen layanan pasien:

1. Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns. – Pengkajian Pasien (PP)

Beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai langkah-langkah pengkajian pasien, pentingnya dokumentasi yang efektif, serta cara memastikan konsistensi dalam proses pengkajian di unit pelayanan. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana pengkajian menjadi dasar setiap intervensi dalam asuhan pasien.

2. Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns. – Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)

Materi yang dibawakan menyoroti pentingnya kesinambungan pelayanan, komunikasi efektif antar tenaga kesehatan, serta bagaimana kolaborasi tim berdampak terhadap kualitas asuhan yang diterima pasien. Beliau juga memberikan contoh implementasi PAP yang sukses di beberapa unit layanan.

Sesi webinar dipandu oleh Chichilia Nur Asih, S.Kep., Ns., yang berperan sebagai moderator dan memastikan alur diskusi berjalan interaktif dan dinamis.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dari pukul 13.00–17.00 WIB, memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan dari berbagai daerah untuk berpartisipasi. Peserta aktif mengikuti pemaparan, berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan seputar kendala implementasi standar PP dan PAP di unit mereka masing-masing.

Webinar ini memberikan berbagai manfaat signifikan bagi seluruh peserta, antara lain:

Narasumber profesional yang memberikan materi berbasis pengalaman dan praktik terbaik (best practice).

SKP Kemenkes, sebagai bentuk pengakuan atas peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Soft copy materi, yang membantu peserta mengulang dan mengaplikasikan ilmu dalam praktik harian.

Partisipasi yang tinggi menunjukkan komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat budaya keselamatan pasien.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam webinar adalah pentingnya kolaborasi antar profesi kesehatan. Proses pengkajian dan asuhan pasien tidak dapat berjalan optimal apabila dilakukan secara parsial atau individual. Dibutuhkan kerja sama seluruh anggota tim—dokter, perawat, bidan, tenaga medis lain—agar setiap intervensi menjadi lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Kolaborasi yang solid juga menjadi elemen penting dalam memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan regulasi pelayanan kesehatan.

Webinar ini sukses meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melaksanakan standar Pengkajian Pasien (PP) dan Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP). Dengan diikuti oleh 170 peserta, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu, keselamatan, dan kualitas pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui edukasi berkelanjutan merupakan investasi penting bagi layanan kesehatan yang unggul di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Waspada Hipoglikemia pada Penderita Diabetes Melitus 5/5 (2)

Apa itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah seseorang turun di bawah normal, umumnya di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini sering terjadi pada penderita diabetes melitus, terutama mereka yang menggunakan obat penurun gula darah atau insulin. Walau terlihat sepele, hipoglikemia bisa berbahaya jika tidak segera ditangani karena otak dan tubuh membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama.

Penyebab Hipoglikemia pada Penderita Diabetes

Beberapa hal yang dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah antara lain:
– Dosis obat atau insulin berlebih
– Terlambat makan atau melewatkan waktu makan setelah minum obat diabetes
– Aktivitas fisik berat tanpa penyesuaian asupan karbohidrat
– Konsumsi alkohol, terutama saat perut kosong
– Kombinasi beberapa obat yang meningkatkan efek penurunan gula darah.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Tanda-tanda awal hipoglikemia bisa muncul secara mendadak. Waspadai gejala berikut:
– Rasa lemas, gemetar, atau berkeringat dingin
– Jantung berdebar atau terasa cemas tanpa sebab
– Pusing, sulit konsentrasi, atau pandangan kabur
– Lapar berlebihan
– Pada kasus berat: bingung, kejang, bahkan penurunan kesadaran

Jika gejala-gejala ini muncul, penderita diabetes harus segera memeriksa kadar gula darah dan melakukan tindakan pertolongan pertama.

Pertolongan Pertama Saat Hipoglikemia

Langkah cepat untuk mengatasi hipoglikemia adalah dengan aturan 15–15:
1. Konsumsi 15 gram karbohidrat cepat serap, misalnya:
– 3–4 tablet glukosa
– 1 sendok makan gula pasir
– ½ gelas (120 ml) jus buah atau minuman manis
2. Tunggu 15 menit, lalu periksa kembali kadar gula darah.
3. Jika masih rendah, ulang langkah tersebut.
4. Setelah kadar gula darah kembali normal, lanjutkan makan atau camilan sehat untuk mencegah gula darah turun kembali.

Jika penderita tidak sadar, jangan dipaksa makan atau minum. Segera bawa ke unit gawat darurat terdekat untuk penanganan medis.

Cara Mencegah Hipoglikemia

Penderita diabetes dapat mencegah hipoglikemia dengan langkah-langkah berikut:
– Makan secara teratur sesuai jadwal dan tidak melewatkan waktu makan
– Menyesuaikan dosis obat/insulin dengan aktivitas harian
– Selalu membawa camilan manis atau tablet glukosa
– Menghindari konsumsi alkohol
– Rutin memeriksa kadar gula darah, terutama sebelum dan sesudah aktivitas berat

Kesimpulan

Hipoglikemia adalah kondisi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes melitus, namun bisa dicegah dengan pengaturan makan, obat, dan gaya hidup yang baik. Penting bagi pasien dan keluarga untuk mengenali gejala sejak dini dan tahu cara menanganinya. Bila  mengalami hipoglikemia, segera konsultasikan dengan dokter penyakit dalam atau klinik diabetes untuk evaluasi pengobatan.

Artikel ditulis oleh:

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Sumber: American Diabetes Association (ADA), 2024; PERKENI, 2023.

 

Info Selanjutnya :

Klinik Penyakit Dalam

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Penanganan Tumpahan B3 dan Limbah di RS Panti Rapih 5/5 (1)

Dalam upaya menjaga standar keselamatan dan keamanan di lingkungan rumah sakit, RS Panti Rapih Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan Pelatihan Penanganan Tumpahan B3 serta Limbahnya yang diselenggarakan pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung Borromeus lantai 6 dan diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari karyawan, tenaga outsource, dan staf tenant rumah sakit.

Sebagai rumah sakit tipe B dengan akreditasi paripurna, RS Panti Rapih menempatkan keselamatan pasien, pengunjung, karyawan, serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama. Salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan tersebut adalah pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh karyawan dalam menangani insiden tumpahan B3 serta limbahnya. Dengan memahami alur penanganan yang tepat dan penggunaan spill kit, peserta diharapkan mampu bertindak cepat dan efektif guna meminimalisir risiko bagi kesehatan dan lingkungan sekitar rumah sakit.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad, Subsp.RI(K), M.Sc, selaku Direktur Medis RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari budaya keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit, sekaligus sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.

 

Materi pelatihan dibagi menjadi dua bagian, yaitu teori dan praktik:

  • Sesi Teori
  1. Teori B3 serta limbahnya oleh Apt. Maria Laksmi Parahita, S.Farm.
  2. Penggunaan Spill Kit oleh Agnes Yuniarti, A.Md.Kes.

  • Sesi Praktik

Peserta dilatih secara langsung mengenai:

  1. Penggunaan spill kit untuk bahan kimia
  2. Penggunaan spill kit untuk bahan sitotoksik
  3. Penggunaan spill kit untuk ekskresi pasien

 

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap seluruh peserta dapat:

  1. Memahami secara menyeluruh prosedur penanganan tumpahan B3 dan limbahnya di tempat kerja masing-masing.
  2. Mampu melakukan tindakan awal yang cepat, tepat, dan aman saat terjadi insiden.
  3. Menjadi agen keselamatan lingkungan di unit kerja masing-masing.

 

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RS Panti Rapih dalam mewujudkan rumah sakit yang aman, sehat, dan ramah lingkungan. Diharapkan, seluruh karyawan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik kerja sehari-hari sehingga tercipta budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

“Dengan memahami tata cara penanganan B3, kita tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan pasien, rekan kerja, dan lingkungan sekitar,” ujar salah satu pemateri dalam sesi pelatihan.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih terus menunjukkan peran aktifnya sebagai rumah sakit yang peduli, profesional, dan berkomitmen tinggi terhadap mutu pelayanan serta kelestarian lingkungan hidup.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

SMK Bina Farma Madiun Jalin Sinergi, Kunjungi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta untuk Perkaya Kompetensi Kesehatan 4.93/5 (15)

28 Oktober 2025 – Upaya memperkaya pengetahuan dan kompetensi praktik para siswa di bidang kesehatan, sebanyak 118 siswa dan 11 guru dari SMK Bina Farma Madiun melaksanakan kunjungan edukatif ke Rumah Sakit Borromeus pada Kamis, 28 Oktober 2025. Total 129 peserta disambut hangat di Ruang Auditorium Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6 RS Panti Rapih Yogyakarta.

Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja dan pelayanan kesehatan profesional di rumah sakit.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Medis Rumah Sakit dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad, Subsp.RI(K), M.Sc yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten.

“Kunjungan ini adalah jembatan bagi adik-adik siswa untuk melihat langsung aplikasi ilmu yang telah dipelajari di sekolah. Kami berharap, pengalaman ini dapat memotivasi dan membuka wawasan mereka tentang standar pelayanan kesehatan yang unggul,” ujar dr. Djati.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Bina Farma Madiun, Ibu Agnes Andriana SE.,M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berharga ini. “Kami berterima kasih kepada Rumah Sakit Panti Rapih atas kesediaan berbagi ilmu dan fasilitas. Kami berharap para siswa dapat menyerap sebanyak mungkin pengalaman hari ini untuk bekal karier mereka di masa depan,” kata Ibu Agnes.

Sebagai simbol kerja sama dan kenang-kenangan, pihak rumah sakit menyerahkan cenderamata kepada perwakilan SMK Bina Farma Madiun, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Sesi inti acara diisi dengan penyampaian materi-materi krusial terkait dunia rumah sakit. Penyampaian Company Profile dibawakan oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., yang memberikan insight mendalam tentang visi, misi, dan operasional rumah sakit.

Materi teknis disajikan oleh dua profesional utama:

Ibu Apt. Cornelia Melinda, S.Farm., Penanggung Jawab Farmasi Rawat Inap, membawakan materi tentang Farmasi dan peran vital apoteker dalam pelayanan rawat inap.

Ibu Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns., Kepala Bidang Perencanaan & Pengembangan SDM Keperawatan, menyampaikan materi mengenai Asisten Keperawatan serta prospek karier dan standar kompetensi yang dibutuhkan.

Acara ditutup dengan Hospital Tour (tur rumah sakit), memberikan kesempatan bagi para siswa untuk melihat langsung fasilitas dan alur kerja di berbagai instalasi, sehingga memberikan pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan profesional kesehatan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit melalui Pemenuhan Standar HPK dan KE No ratings yet.

Webinar bertajuk “Membangun Budaya Etis, Edukatif dan Empatik di Rumah Sakit dengan Pemenuhan Standar Hak Pasien dan Keluarga (HPK) serta Komunikasi dan Edukasi (KE)” diselenggarakan secara daring pada Jumat, 7 November 2025, melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat komitmen rumah sakit dalam membangun pelayanan yang lebih humanis, aman, serta berorientasi pada pasien dan keluarganya. Pemenuhan standar HPK dan KE kini menjadi pilar utama dalam peningkatan kualitas layanan, karena keduanya menekankan pentingnya keterlibatan pasien, komunikasi efektif, edukasi berkelanjutan, serta penghormatan terhadap hak dan martabat pasien sebagai bagian dari keselamatan dan pengalaman pasien (patient experience). Webinar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., seorang praktisi keperawatan yang berpengalaman dalam implementasi standar akreditasi rumah sakit, serta Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., akademisi dan dokter yang fokus pada etika kedokteran, kesehatan masyarakat, dan pengembangan sistem komunikasi edukatif di fasilitas pelayanan kesehatan. Keduanya memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana budaya etis, edukatif, dan empatik dapat diwujudkan secara nyata di lingkungan rumah sakit melalui penerapan standar HPK dan KE yang konsisten dan terukur. Webinar ini dipandu oleh moderator Maria Dhita Suryani Lumban Gaol, S.Kep., Ns., yang memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif, terarah, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.

Sepanjang acara, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif tentang pentingnya melindungi hak pasien dan keluarga, mulai dari privasi dan kerahasiaan informasi medis, persetujuan tindakan atau informed consent, hingga penyampaian informasi yang jelas dan mudah dipahami terkait diagnosis, prosedur, dan rencana perawatan. Para narasumber menekankan bahwa pemenuhan hak pasien bukan hanya tuntutan akreditasi, tetapi bagian dari etika profesional dan tanggung jawab moral tenaga kesehatan. Dalam aspek komunikasi dan edukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai strategi komunikasi efektif yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien, seperti penggunaan bahasa yang sederhana, pendekatan empatik, serta edukasi yang diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien dan keluarga. Komunikasi yang baik terbukti meningkatkan kepatuhan pasien, mengurangi kesalahan medis, dan memperbaiki kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Melalui webinar ini, rumah sakit diharapkan mampu memperkuat budaya etis dengan menjadikan integritas dan tanggung jawab profesional sebagai nilai dasar. Budaya edukatif ditegakkan melalui pengembangan sistem edukasi pasien yang terencana, terstruktur, dan mudah diakses. Sementara itu, budaya empatik diwujudkan melalui kemampuan tenaga kesehatan memahami kebutuhan emosional, psikologis, dan sosial pasien. Ketiga budaya tersebut saling melengkapi dan menjadi fondasi penting bagi pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi. Kegiatan ini juga mempertegas bahwa penguatan HPK dan KE berkontribusi langsung terhadap pencapaian standar akreditasi nasional maupun internasional, sekaligus mendorong rumah sakit untuk terus berbenah menuju sistem pelayanan yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan seluruh peserta dari berbagai profesi kesehatan dapat menerapkan konsep-konsep yang dipelajari di tempat kerja masing-masing, sehingga berdampak nyata pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit. Upaya membangun budaya etis, edukatif, dan empatik bukan hanya menjadi agenda manajemen, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur rumah sakit. Pemenuhan standar HPK dan KE akhirnya dapat menjadi instrumen strategis untuk menciptakan pelayanan yang lebih transparan, komunikatif, bermartabat, dan menempatkan pasien sebagai pusat dari setiap proses pelayanan. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rumah sakit di seluruh Indonesia untuk terus bertransformasi demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan pasien.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating