Skrining Kanker Menyelamatkan Banyak Kehidupan 5/5 (2)

PENCEGAHAN KANKER DAN DETEKSI DINI KANKER

SKRINING KANKER MENYELAMATKAN BANYAK KEHIDUPAN

Ā 

Dian Pratiwi, dr, M.Sc., SpPD K-HOM FINASIM

 

Ada dua tindakanĀ utamaĀ untuk mengurangi risiko terkena dan meninggal akibat Ā kanker paling:

  • Melakukan upaya untuk mengurangi kebiasaan sehari-hari yang berbahaya yang meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Ikuti pedoman pemeriksaan kanker yang direkomendasikan.

Ā 

Beberapa upaya untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk menurunkan risiko kanker:

  • Stop merokok
  • Hindari paparan asap rokok Ā (secondhand smoke exposure)
  • Kurangi kelebihan berat badan
  • Hindari alkohol
  • Hindari makan yang tidak sehat
  • Aktivitas fisik dilakukan secara rutin dan terarah
  • Hindara paparn ultraviolet yang lama
  • Kenali cancer-associated infections, seperti virus HPV sebagai penyebab kanker leher Rahim.

Petunjuk Umum Kecurigaan Kanker

Pengobatan kanker akan efektif bila kanker ditemukan pada tahap yang sangat awal. Kenali tanda-tanda pada tubuh yang mengarah pada perubahan yang khusus atau tidak Ā biasa, seperti:

  • benjolan atau area yang menebal pada payudara, perubahan bentuk atau warna payudara, keluarnya cairan dari puting yang tidak biasa, puting yang masuk ke dalam (jika tidak selalu seperti itu) atau nyeri yang tidak biasa
  • Benjolan di leher, ketiak, atau bagian tubuh lainnya
  • Luka, bisul atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.
  • Batuk dan perubahan suara menjadi parau yang tidak bisa hilang dengan pengobatan , atau terjadi batuk darah
  • Perubahan pola buang air besar lebih dari 2 minggu, dan muncul darah di feses atau menetes pada saat buang air besar terutama bila disertai penurunan berat badan yang banyak dalam kurun waktu singkat.
  • Penurunan berat badan tanpa pengaturan diet khusus
  • keputihan atau pendarahan yang tidak biasa/ diluar siklus menstruasi

 

Kriteria Efektif Untuk Deteksi Dini

The World Health Organization Organisasi Kesehatan Dunia telah menyebutkan kondisi deteksi dini sebagai pendekatan pengendalian penyakit yang tepat.

  1. Pertama, penyakit tersebut harus bersifat umum dan berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang serius.
  2. Kedua, tes skrining harus mampu mendeteksi penyakit tahap awal secara akurat.
  3. Ketiga, pengobatan setelah deteksi melalui skrining harus terbukti meningkatkan prognosis dibandingkan diagnosis biasa.
  4. Yang terakhir, harus ada bukti bahwa potensi manfaatnya lebih besar daripada potensi kerugian dan biaya penyaringan.

Skrining Kanker

Vaksin HPV untuk pencegahan kanker mulut Rahim

Rekomendasi :

  • Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak usia 11 – 12, vaksin bisa diberikan pada usia 9 tahun.
  • Vaksin bisa diberikan sampai usia 26 tahun yang belum mendapatkan vaksin secara adekuat.
  • Tidak direkomendasikan pada usia diatas 26 tahun.
  • Tidak disarankan diberikan pada usia diatas 45 tahun.

 

Panduan Skrining Kanker Payudara

  • Wanita usia 45 – 54Ā  tahun dengan test mamography, rekomendasi usia 45 tahun harus menjalani mammography, usia 45 – 54 harus dilakukan setiap tahun.
  • Wanita diatas 54 tahun dengan test mammography, rekomendasi biennical screening atau lanjutan skrining rutin setiap tahun. Lanjutan skrining selama sehat dan harapan hidup diatas 10 tahun.

 

 

Mamografi merupakan alat skrining yang direkomendasikan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Setiap kali menjalani mammogram, payudara terkena radiasi dalam jumlah yang sangat kecil. Mesin mamografi menggunakan radiasi sesedikit mungkin namun tetap mendapatkan gambar berkualitas tinggi. Radiasi dari skrining hampir sama dengan 18 minggu paparan radiasi alami di lingkungan.

 

Skrining Kanker Mulut Rahim

  • Wanita usia 25 -65 tahun, jenis test dengan Tes HPV (lebih disarankan) Primer, Pap smear saja, atau kombinasi dengan teht HPV.Ā  Rekomendasi lebih disarankan test HPV primer setiap 5 tahun dengan tool yang standart FDA. Bisa disarankan: Co testing (HPV dan Pap test) setiap 5 tahun atau Pap saja setiap 3 tahun
  • Wanita diatas 65 tahun, jenis test mammography. Stop skrining bila dalam 10 tahun hasil negative, dengan hasil etst terkahir min 5 tahun.
  • Wanita yang pernah mendapat vaksin HPV, rekomendadi untuk tindak lanjut sesuai dengan usia rekomendasi (sama dengan pasien yang tidak divaksin).
  • Wanita yang menjalani histerektomi (Pengangkatan Rahim) rekomendasi hentikan skrining.

Skrining Kanker Kolorektal (usus besar)

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker usus antara lain:

  • Usia
  • Riwayat keluarga
  • Penyakit Inflammatory bowel disease
  • Diet yang tidak sehat kurang serat
  • Kurang olah raga
  • Konsumsi alkohol
  • Obesitas
  • Merokok

Deteksi Dini Kanker Usus

Tidak semua kanker usus menunjukkan gejala. Mengalami gejala belum tentu berarti menderita kanker usus. Namun, harus menemui dokter jika:

  • Perdarahan saat buang air besar, atau darah menetes setelah BAB
  • perubahan pola buang air besar, seperti sembelit atau diare
  • Nyeri perut atau perut terasa penuh/ kembung
  • penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, atau kehilangan nafsu makan
  • Gejala anemia, keluhan lelah yang sulit dijelaskan, lemah, atau ā€œngos-ngosanā€

Siapa yang berisiko?

Semua orang memiliki risiko timbulnya kanker usus besar, dan risiko ini meningkat seiring usia. Beberpa kondi yang meningkatkan risiko adalah:

  • Riwayat polip usus
  • Ruwayat kanker usus
  • Chronic inflammatory bowel disease (e.g. Crohn’s disease)
  • Riwayat keluarga dengan kanker usus besar
  • Peningkatan kadar insulin pada DM tipe 2

 

Apakah yang dimaksud denganĀ faecal occult blood testĀ (FOBT)?

Faecal occult blood testĀ (FOBT) dapat mendeteksi sejumlah kecil darah pada proses defekasi (buang air besar).

Tes ini mengambil sampel dari dua atau tiga buang air besar Ā dengan menggunakan alat tes, dan jika darah terdeteksi, tes lebih lanjut mungkin diperlukan seperti Colonoscopy.

Meskipun FOBT bukan tes diagnostik yang paling akurat untuk kanker usus, saat ini FOBT merupakan tes skrining yang paling banyak diteliti, selain termurah dan paling dapat diterima.

 

 

Populasi Jenis Test Rekomendasi
wanita dan laki-laki Ā usia 45 th keatas Guaiac-based Feacl Occult Bloos Test (gFOBT)

 

Setiap tahun

 

Multi target stool DNA test Setiap 3 tahun
Flexible Sigmoidoscopy Setiap 5 tahun
Colonoscopy Setiap 10 tahun
CT Colonography Setiap 5 tahun

Mohon dapat memberikan rating

Talk Show Kesehatan ā€œKanker Ovarium dan Payudara, Kenali Sedari Diniā€ No ratings yet.

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan global yang sangat signifikan. Prevalensinya bervariasi di berbagai wilayah dan populasi. Menurut World Health Organization (WHO), kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan sekitar 1 dari 6 kematian di seluruh dunia disebabkan oleh kanker. Pada tahun 2020, diperkirakan terdapat 19,3 juta kasus baru kanker dan 10 juta kematian terkait kanker secara global. Angka-angka ini menyoroti dampak signifikan kanker terhadap kesehatan masyarakat.

Kanker payudara dan kanker ovarium adalah dua jenis kanker yang memiliki angka kejadian tinggi di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak serta menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar akibat kanker. Menurut data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia, dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu jiwa.

Kanker payudara terbagi atas beberapa jenis berdasarkan hasil imunohistokimianya. Pada kasus HER2-negatif, faktor genetik berperan signifikan, terutama gen BRCA1/2. Mutasi pada gen BRCA1/2 dapat diturunkan dari orangtua mana pun dan mempengaruhi risiko kanker baik pada perempuan maupun laki-laki. Oleh karena itu, dokter sering merekomendasikan tes BRCA, baik untuk tujuan preventif maupun untuk menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker, RS Panti Rapih Yogyakarta bekerja sama dengan Astra Zeneca mengadakan edukasi kesehatan dan penyuluhan kepada masyarakat awam. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, dan terapi kanker yang optimal.

Tujuan Acara

  1. Memberikan informasi mengenai perjalanan penyakit, mutasi genetik, jenis testing, dan terapi terkini untuk kanker ovarium dan kanker payudara.
  2. Memberikan edukasi tentang pentingnya bagi pasien atau penyintas kanker ovarium dan kanker payudara untuk menjalani kepatuhan terapi demi kualitas hidup yang lebih baik.

Acara terselenggara pada hari Sabtu, 29 Juni 2024 dari pukul 10.00 – 12.00 WIB, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta.

 

Peserta yang hadir sekitar 45 orang yang merupakanĀ pasien RS (pasien baru dan keluarganya), penyintas komunitas pasien kanker, pasien dengan profil risiko tinggi (misalnya pasien endometriosis, pasien kanker payudara, riwayat kanker keluarga), klien perusahaan, dan pasien asuransi.

Acara dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani M. Nainggolan, M.Kes, dan terdiri dari dua sesi materi:

  1. Materi 1:ā€œKenali lebih dalam, apa itu kanker ovarium dan terapi terkininya?ā€ oleh Prof. Dr. dr. Heru Pradjatmo SpOG (K) Onk, M. Kes.
  2. Materi 2:ā€œKanker Payudara dan hubungannya dengan mutasi gen BRCAā€ oleh dr. Dian Pratiwi SpPD. KHOM., FINASIM.

Acara ini dimoderatori oleh dr. Y. Adhitya Prakasa Sukoco, Sp.OG, dokter spesialis kandungan di RS Panti Rapih Yogyakarta.

Dengan adanya acara talk showĀ ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan terapi kanker payudara dan ovarium. Pengetahuan yang tepat akan membantu pasien dan keluarganya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi kualitas hidup yang lebih baik.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating