Ucapan Selamat 5 Tahun Tahbisan Episkopal Mgr. Robertus Rubiyatmoko

Yayasan Panti Rapih beserta Unit Karya (@rspantirapihyogyakarta @rspantirini @rspantirahayu @rspantinugroho @rssantaelisabeth @stikespantirapih ) mengucapkan Selamat atas 5 Tahun Tahbisan Episkopal untuk Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang). Tanggal 19 Mei 2017 – 19 Mei 2022.
Dengan motto beliau yaitu “Quaerere et Salvum Facere” artinya adalah Mencari dan Menyelamatkan.
Profil singkat Mgr Rubiyatmoko

Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko (lahir 10 Oktober 1963) adalah Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang. Ia ditahbiskan menjadi Imam pada tanggal 12 Agustus 1992 dengan penahbis Mgr. Julius Darmaatmadja, S.J. dan terpilih menjadi Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang pada tanggal 18 Maret 2017 oleh Paus Fransiskus.

Romo Ruby, panggilan dari Robertus Rubiyatmoko, mengawali pendidikan imamatnya di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang. Usai menyelesaikan pendidikan tahun rohani sebagai calon frater diosesan KAS di Seminari Tahun Rohani Keuskupan Agung Semarang di Wisma Jangli Semarang tahun 1984-1985, ia melanjutkan pendidikan belajar filsafat dan teologi di Fakultas Wedabhakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan tinggal di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta. Ia ditahbiskan menjadi imam tanggal 12 Agustus 1992.

Semasa menjadi Imam, Romo Ruby sempat bertugas di Paroki Santa Maria Assumta Pakem pada tahun 1992 hingga 1993. Ia lalu ditugaskan oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang waktu itu yakni Mgr. Julius Darmaatmadja, SJ untuk belajar Hukum Gereja di Roma, Italia. Romo Ruby memperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum Gereja dari Universitas Gregoriana, Roma. Selama menjalani studi di Roma dia tinggal di Asrama Kepausan Belanda dari tahun 1993 hingga 1997. Sebelum ditunjuk menjadi Uskup Agung Semarang, dia bertugas sebagai staf Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta dan dosen Hukum Gereja Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada tahun 2011, ia diangkat menjadi Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Semarang.

 

Dengan terpilihnya Romo Ruby menjadi Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, sekaligus mengisi kekosongan posisi Uskup, setelah Mgr Johannes Pujasumarta meninggal dunia pada 10 November 2015.

Penahbisan
Uskup Agung Jakarta, Mgr. Prof .Dr. Ignatius Suharyo bertindak sebagai Penahbis Utama Mgr. Ruby, dengan didampingi oleh Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. dan Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. sebagai Uskup Ko-konsekrator. Penahbisan berlangsung pada 19 Mei 2017 di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian RI (Akpol) di Semarang.

Motto Tahbisan Uskup Ruby, yaitu Quaerere et Salvum Facere yang artinya Mencari dan Menyelamatkan. Motto penggembalaan tersebut diambil dari Injil Lukas bab 19 ayat 10 (Luk 19:10) yang berkisah tentang Zakheus si pemungut cukai.

Pelatihan Pelatih Tenaga Keperawatan

Pelatihan Pelatih Tenaga Keperawatan bertujuan untuk peningkatan keterampilan para perawat di RS Panti Rapih. Wujud nyata kepedulian kami terhadap pasien sebagai "Tamu Ilahi". Pelatihan dipimpin oleh Sr. Yosefine Kusuma Hastuti, CB, MSN selaku Direktur Keperawatan. Sesuai dengan slogan RS Panti Rapih yaitu Sahabat Untuk Hidup Sehat, kami selalu update ilmu demi kesehatan masyarakat.

Kunjungan Kementerian Kesehatan Dalam Rangka Kesiapan RS Panti Rapih pada Kegiatan Presidensi G20 di Provinsi DIY

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Bpk Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E, M.A, Ph.D bersama jajarannya berkunjung ke RS Panti Rapih dalam rangka monitoring kesiapan RS Panti Rapih untuk mendukung Kegiatan Presidensi G20 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kunjungan lapangan (hospital tour) tersebut bertujuan untuk melihat kondisi RS Panti Rapih secara langsung. Area yang dikunjungi meliputi Ruang Isolasi dan Ruang Perawatan Intensif, Ruang Rawat Inap VIP dan VVIP, serta Instalasi Gawat Darurat.

G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang memiliki anggota negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa. Tahun ini, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan KTT tahunan G20 tersebut. Selain Bali dan DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu Provinsi yang dikunjungi oleh para Menteri Keuangan negara-negara peserta serta Gubernur Bank Central pada forum G20.

RS Panti Rapih ditunjuk oleh Kemenkes RI sebagai salah satu dari beberapa RS di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai penyedia layanan kesehatan dalam acara Presidensi G20. Direktur Utama RS Panti Rapih, drg. V. Triputro Nugroho, M.Kes dalam kesempatannya menyatakan kesiapan RS Panti Rapih untuk mendukung acara G20 tersebut.

Promo Acne Peeling – Klinik Estetika Lucia

(Promo Sudah Selesai)

Halo Sahabat Sehat RS Panti Rapih! Sebentar lagi mau Tahun Baru 2022 nih, Sahabat Sehat Panti Rapih sudah persiapan apa aja? 🤩

Yuk siapkan diri kamu Tampil Glowing di Tahun 2022 hanya dengan Rp 999.000,- aja lho 🥳
Promo berlaku dari tanggal 1 – 31 Januari 2022.


Dapat apa saja ya kalau ambil Paket Acne Peeling ini?
– 4 kali tindakan dengan jarak 2 minggu
– 2x konsultasi dokter SpKK
– Masa berlaku paket sampai dengan 3 bulan sejak pembelian paket tindakan

Acne Peeling bertujuan untuk:
– Mengurangi minyak berlebih,
– Melepaskan lapisan kulit mati,
– Mengobati dan mencegah timbulnya jerawat,
– Mengurangi peradangan,
– Mengatasi penyumbatan pada pori-pori kulit.

Segera daftar yaa ke Klinik Estetika Lucia bisa menghubungi 0274-514004, 514006.

Tampil lebih percaya diri dengan kulit sehat, bersih & cerah ☺️

Informasi & Pendaftaran

Kerjasama FKRTL Tahun 2022 antara BPJS Kesehatan dengan RS Panti Rapih Yogyakarta

Pada tanggal 27 Desember 2021 diadakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) Tahun 2022 antara BPJS Kesehatan dengan RS Panti Rapih Yogyakarta yang diwakili oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M.Kes selaku Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta. Semoga dengan kerja sama ini, pelayanan menjadi lebih baik sehingga pasien semakin mendapatkan layanan kesehatan yang prima, lebih cepat dan baik di RS Panti Rapih.

Penggunaan Antibiotik pada Ibu Hamil dan Pentingnya Pencegahan Resistensi Antimikroba


Proses penyembuhan suatu penyakit erat kaitannya dengan obat, dan tidak dipungkiri antimikroba menjadi salah satu pilihan obat yang digunakan masyarakat secara luas, karena dipercaya selalu memberikan efek kesembuhan. Salah satu kelompok masyarakat tersebut adalah ibu hamil. Perlu kita ketahui bahwa ibu hamil mengalami perubahan fisiologis dalam tubuhnya, perubahan ini menyebabkan peningkatan laju filtrasi glomerulus, volume total tubuh, dan curah jantung. Sistem kekebalan tubuh juga mengalami perubahan, sehingga lebih mudah terjangkit penyakit. Beberapa penyakit yang sering muncul pada masa kehamilan antara lain anemia, infeksi saluran kemih, hipertensi, diabetes melitus gestasional, infeksi saluran pernapasan, dan bahkan infeksi serius lainnya yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin dalam kandungannya.

Selama kehamilan, janin mendapatkan oksigen dan nutrisi melalui organ yang disebut plasenta. Di situasi tertentu, plasenta dapat membantu melindungi janin dari infeksi ketika berada di dalam rahim. Jika ibu hamil terserang infeksi, plasenta akanmembantu melindungi janin dari infeksi tersebut. Salah satu contoh kondisi pada ibu hamil yang tidak memerlukan penggunaan antimikroba adalah ketika ibu hamil mengalami flu biasa atau kondisi ringan lainnya. Ibu hamil dapat melakukan perawatan diri seperti: mandi dengan air hangat, menggunakan uap air panas pada hidung yang tersumbat ketika flu, penggunaan semprotan hidung dan berkumur dengan larutan yang mengandung garam non yodium (WebMD, 2021). Selain itu diperlukan tindakan untuk mencegah terjadinya infeksi dengan mencuci tangan secara teratur, menyiapkan makanan secara higienis, dan menghindari kontak dekat dengan orang sakit (WHO, 2020).

Namun ada kalanya ibu hamil juga membutuhkan terapi atau pengobatan karena jika infeksi tidak diobati dapat menyebabkan persalinan dini, kematian bayi baru lahir, atau masalah pada organ bayi. Salah satu terapi yang digunakan adalah pemberian antimikroba. Antimikroba adalah obat yang digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi (WHO,2020).. Akan tetapi tidak semua antimikroba aman untuk ibu hamil dan janinnya, karena beberapa antimikroba dapat melewati sawar darah plasenta dan mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan (WebMD, 2021). Maka ketika ibu hamil mengonsumsi antimikroba, harus diperhitungkan rasio resiko manfaat bagi kesehatan ibu dan janin dikandungannya dengan cara penyesuaian dosis dan monitoring serta pengkajian yang tepat (Brandon, 2015).

Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika pemberian antimikroba pada ibu hamil, antara lain: menghindari penggunaan antimikroba pada trimester pertama, pengecekan laboratorium untuk mengonfirmasi jenis infeksi mikroba, pemberian dosis antimikroba sekecil mungkin, pemberian antimikroba dalam waktu singkat dan efektif, serta penggunaan hanya satu jenis antimikroba (WebMD, 2021). Menurut reviewpenggunaan antimikroba pada ibu hamil oleh Brandon (2015), rata-rata 1 dari 4 ibu hamil akan diresepkan antimikroba. Beberapa jenis antimikroba yang aman untuk masa kehamilah antara lain: penisilin, ampisilin, klindamisin, metronidazole (untuk trimester 2 dan 3), dan eritromisin. Sedangkan, beberapa jenis antimikroba yang tidak aman selama masa kehamilan antara lain: tetrasiklin, sulfonamida, fluorokuinolon, streptomisin, kanamisin, dan aminoglikosida (WebMD, 2021).

Beberapa contoh resiko yang ditimbulkan dari penggunaan antimikroba selama masa kehamilan antara lain gangguanperkembangan tulang dan menghitamkan gigi bayi yang sedang berkembang yang disebabkan oleh penggunaan antimikroba golongan tetrasiklin. Tetrasiklin tidak dianjurkan untuk digunakan setelah minggu kelima masa kehamilan. Contoh lainnya yaitu antimikroba golongan sulfonamida dapat menimbulkan gangguan pada jantung, bibir sumbing, dan penyakit kuning. Sulfonamida umumnya dihindari selama trimester pertama kehamilan dan menjelang waktu persalinan (Mayo Clinic, 2021).

Penggunaan antimikroba yang tidak tepat pada ibu hamil dapat membahayakan janin serta berkontribusi pada terjadinya resistensi antimikroba. Hal ini dikarenakan penggunaan antimikroba terkadang dihentikan ketika sudah mulai merasa lebih baik atau sembuh.  Akan tetapi pengobatan sampai selesai diperlukan untuk membunuh mikroba penyebab penyakit.Kegagalan pengobatan antimikroba yang tidak sampai selesai dapat mengakibatkan meningkatnya penyebaran sifat resisten antimikroba khususnya mikroba yang berbahaya, Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan antimikroba sampai habis (WebMD, 2021).

Menurut WHO 2020, resistensi antimikroba merupakan salah satu ancaman terbesar dan mendesak bagi dunia kesehatan saat ini karena dapat berdampak pada peningkatan lama tinggal pasien rawat inap, biaya pengobatan, dan berujung pada peningkatan kematian bagi siapapun pada semua rentang usiadan di mana pun. Resistensi antimikroba terjadi secara alamiah, tetapi penggunaan antimikroba yang salah dapat mempercepat proses resistensi tersebut.

Resistensi mikroba terjadi karena mikroba telah berubah dalam beberapa cara sehingga bakteri tidak dapat dieradikasi oleh antimikroba. Setiap mikroba yang mampu bertahan dari pengobatan antimikroba dapat berkembang biak dan meneruskan sifat resistennya. Sehingga ketika mikroba yang sudah resisten tersebut menginfeksi, infeksi menjadi sulit untuk diobati. Oleh sebab itulah ketepatan penggunaan antimikroba menjadi penting karena mempengaruhi seberapa cepat dan sejauh mana resistensi terjadi (Mayo Clinic, 2021).

Dengan adanya resistensi antimikroba, beberapa obat yang dulunya merupakan lini pertama pengobatan suatu infeksi, sekarang menjadi kurang efektif atau tidak bekerja sama sekali. Sehingga dipilihlah terapi lini kedua bahkan lini ketiga untuk pengobatan. Ketika antimikroba tidak lagi berpengaruh pada jenis mikroba tertentu, mikroba tersebut dikatakan resisten antimikroba (Mayo Clinic, 2020).

Pencegahan resistensi antimikroba merupakan tanggungjawab dari seluruh pihak, sehingga perlu adanya upaya bersama dalam pengendalian antimikroba. Dokter dapat berperan dalam penegakan diagnosa pasien dan peresepan antimikroba. Apoteker dapat berperan dalam skrining peresepan antimikroba, seperti pengecekkan administratif resep, dari kelengkapan identitas dokter dan pasien, pengecekkan dosis antimikroba yang rasional, penyampaian informasi yang jelas dan lengkap kepada pasien terkait cara minum obat, aturan minum obat, edukasi pemakaian antimikroba sampai habis. Selain itu apoteker juga bertanggung jawab dalam pemantauan dan evaluasi pemakaian antimikroba. Di samping itu, apoteker dan dokter dapat berkolaborasi dan bersinergi untuk menentukan pilihan terapi antimikroba yang tepat berdasarkan diagnosa dari dokter. Penegakan peraturan perundang-undangan sepertiPeraturan Menteri Kesehatan RI nomer 2406 tahun 2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik juga perlu diterapkan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Tak lupa, masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam pengendalian antimikroba. Masyarakat harus berperan aktif untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan lengkap terkait antimikroba yang didapatkan. Hal yang terpenting adalah perubahan mindset bahwa tidak semua penyakit akan sembuh hanya dengan antimikroba.

Oleh karena itu marilah kita dukung optimalisasi penggunaan antimikroba dan peningkatan kesadaran serta pemahaman akan dampak resistensi antimikroba. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran resistensi antimikroba antara lain, penggunaanantimikroba yang hanya berdasarkan peresepan dari dokter, tidak menggunakan antimikroba jika memang tidak diperlukan, serta mengikuti saran petugas kesehatan saat menggunakan antimikroba misalnya tepat waktu dan durasi pengobatan. Antimikroba tidak diperbolehkan untuk dibagi kepada orang lain ataupun menggunakan antimikroba sisa dari orang lain. Mari kita berlaku bijak dalam setiap penggunaan antimikroba.

Oleh :

Apt. Cornelia Melinda, S.Farm, Apt. Margaretha Wulan K, S.Farm, Apt. Dias Rosari L, S.Farm

Sumber:

Brandon, et al, 2015, A Review of Antibiotics Use in Pregnancy, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26598097/

WHO, 2020, Antibiotic Resistance, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibioticresistance

WebMD, 2021, Is It Save to Take Antibiotics While Pregnant,https://www.webmd.com/baby/safe-to-take-antibiotics-while-pregnant#1

Mayo Clinic, 2020, Antibiotics: Are You Misusing Them,https://www.mayoclinic.org/healthylifestyle/consumer-health/in-depth/antibiotics/art-20045720?pg=2

Mayo Clinic, 2021, Is It Safe to Take Antibiotic DuringPregnancy, https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/antibiotics-and-pregnancy/faq-20058542.

Peraturan Menteri kesehatan RI Nomor 2406 tahun 2011.

Gratis Mainan di Klinik Anak Sakit RS Panti Rapih

GRATIS MAINAN

Spesial HUT RS Panti Rapih ke 92 di Klinik Anak Sakit 🥰🥰
Untuk anak yang datang ke Klinik Anak Sakit selama tanggal 6-26 September 2021 akan mendapat gratis mainan. Hal ini kami lakukan supaya anak-anak yang berkunjung ke Klinik Anak Sakit RS Panti Rapih dapat gembira dan segera pulih kembali 🤗

#RSPantiRapih #PantiRapih #RSdiJogja #SpesialHUTRSPR92

INFORMASI & PENDAFTARAN HUBUNGI RS PANTI RAPIH

Selamat Hari Perawat Nasional 2021

Terimakasih perawat yang tanpa kenal lelah sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara tulus, iklhas dan profesional. Mari kita bersama-sama melawan pandemi COVID-19. Tetap jaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia perutusan ini.


Selamat Hari Perawat Nasional 2021.
Perawat Tangguh. Indonesia Bebas COVID-19. Masyarakat Sehat

Klinik Anna (Layanan Obgin Terpadu) Layanan Baru RS Panti Rapih

Kesehatan Ibu hamil perlu dijaga dengan baik karena akan berpengaruh pada janin yang ada didalam kandungannya. Oleh karena itu, setiap ibu hamil membutuhkan program pelayanan kesehatan yang dikenal dengan antenatal care (ANC).

Antenatal care (ANC) adalah sebuah istilah kesehatan yang mengacu pada program pelayanan kesehatan ibu hamil, sehingga bisa ditangani oleh tenga medis secara lebih profesional. Tujuan dari ANC ini adalah sebagai layanan pemeriksanaan selama kehamilan dengan bantuan dokter atau bidan untuk mengoptimalkan kesehatan mental serta fisik ibu hamil. Dalam rangkaian perawatan kesehatan reproduksi, antenatal care (ANC) memberikan peranan terhadap perawatan kesehatan yang penting, termasuk promosi kesehatan, skrining dan diagnosis, serta pencegahan penyakit.

Terbukti bahwa dengan menerapkan praktik berbasis bukti (evidence based medicine) yang tepat waktu dan sesuai, ANC dapat menyelamatkan nyawa. ANC juga memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dan mendukung wanita, keluarga dan masyarakat pada saat kritis dalam menjalani kehidupan seorang wanita.

Untuk Rumah Sakit Panti Rapih sendiri, layanan ANC dapat ditemukan di Klinik Anna. Klinik tersebut dibuka pada 22 Februari 2021, diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang dihadiri oleh jajaran Direksi Rumah Sakit Panti Rapih. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih) selanjutnya diserahkan kepada dr. Vincentia Merry, Sp. OG (Ketua Tim Pengembangan Klinik Anna), dr. Radijanti Anggraheni, Sp. KK (Kepala Instalasi Rawat Jalan RS Panti Rapih) dan dr. YB. Suharjo Brata Cahyono, Sp.PD-KGEH (Ketua Tim Pengembangan Rumah Sakit).

Santa Anna, menurut tradisi Katolik, adalah ibu dari Bunda Maria yang merupakan ibu dari Yesus. Di dalam buku-buku yang digunakan pada abad ke-2, Santa Anna dalam perkawinannya dengan Santo Yoakhim awalnya tidak memiliki anak, hingga akhirnya Tuhan menjawab keinginan Santa Anna dan suaminya, sehingga mendapatkan anak yang diberi nama Maria. Di gereja Katolik, Santa Anna menjadi pelindung kaum ibu. Pemilihan nama tersebut diharapkan supaya pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Panti Rapih melalui Klinik Anna dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi banyak keluarga khususnya para Ibu.

Keamanan dan  kenyamanan menjadi prioritas dalam  memberikan pelayanan, artinya intervensi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Klinik Anna berada di Gedung Borromeus Lantai 3 Instalasi Rawat Jalan Terpadu. Gedung Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih merupakan zona hijau (area bebas batuk dan panas), seluruh pasien dan pengunjung wajib menjalani skrining awal oleh perawat skrining dan mengisi Lembar Skrining Covid-19. Demikian juga dengan seluruh staf medis dan karyawan yang bertugas, wajib melakukan pengukuran suhu sebelum dinas, dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) disesuaikan dengan jenis layanan dan pekerjaan yang dilakukan. .

Klinik Anna merupakan layanan obgin terpadu untuk kesehatan ibu dan bayi. Fasilitas ruang tunggu yang nyaman serta mengedepankan protokol kesehatan dimasa pandemi. Tersedia TV media dan musik, hidangan (snack dan minuman). Ditangani oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Panti Rapih, serta tenaga kebidanan yang handal dan profesional. Layanan di Klinik Anna meliputi : TADALIN (tabungan dana persalinan), Paket ANC (Ante Natal Care) terpadu untuk trimester I, II dan III, serta paket persalinan normal dan sc(Operasi caesar) yang terbagi atas 2 paket yaitu paket Gold (fasilitas dan layanan kelas satu) dan Paket Platinum (fasilitas dan layanan kelas VIP).

 

Klinik Anna RS Panti Rapih
Telepon : 0274 563333, 514845, 514014 ext 1217

Informasi lebih lanjut, hubungi:
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta
ext 1116 / 1163
Email: humas@pantirapih.or.id

Wakil Walikota Kota Jogja Heroe Poerwadi Memantau Proses Vaksin Covid19 di RS Panti Rapih

Wakil Walikota Kota Jogja Heroe Poerwadi berkunjung ke Rumah Sakit Panti Rapih pada Selasa, 9 Februari 2021 dalam rangka memantau Proses Vaksin Covid19 bagi tenaga kesehatan di Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, Bapak Heroe menyampaikan bahwa proses vaksin berjalan dengan baik dan lancar. Disampaikan pula harapan beliau supaya pandemi virus covid19 bisa segera berlalu dan menghimbau bahwa masyarakat khususnya Kota Yogyakarta untuk selalu patuh dalam protokol kesehatan dimanapun berada. Hal ini sejalan dengan Direktur Utama RS Panti Rapih drg. Vincentius Triputro Nugroho, MKes yang menyampaikan bahwa proses vaksin lancar dan tidak terjadi kendala, serta vaksin ini aman untuk usia diatas 60 tahun. Disebutkan pula bahwa untuk tenaga kesehatan yang berusia diatas 60 tahun untuk melakukan 2 kali vaksin dengan rentang waktu 28 hari dari hari pertama vaksin, dan bagi masyarakat untuk selalu patuh protokol kesehatan dan menegakkan 5M. Secara umum vaksin di RS Panti Rapih berjalan dengan lancar dan aman terkendali.

Wakil Walikota Jogja Berkunjung ke RS Panti Rapih