Gratis Mainan di Klinik Anak Sakit RS Panti Rapih

GRATIS MAINAN

Spesial HUT RS Panti Rapih ke 92 di Klinik Anak Sakit 🥰🥰
Untuk anak yang datang ke Klinik Anak Sakit selama tanggal 6-26 September 2021 akan mendapat gratis mainan. Hal ini kami lakukan supaya anak-anak yang berkunjung ke Klinik Anak Sakit RS Panti Rapih dapat gembira dan segera pulih kembali 🤗

#RSPantiRapih #PantiRapih #RSdiJogja #SpesialHUTRSPR92

INFORMASI & PENDAFTARAN HUBUNGI RS PANTI RAPIH

Selamat Hari Perawat Nasional 2021

Terimakasih perawat yang tanpa kenal lelah sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara tulus, iklhas dan profesional. Mari kita bersama-sama melawan pandemi COVID-19. Tetap jaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia perutusan ini.


Selamat Hari Perawat Nasional 2021.
Perawat Tangguh. Indonesia Bebas COVID-19. Masyarakat Sehat

Klinik Anna (Layanan Obgin Terpadu) Layanan Baru RS Panti Rapih

Kesehatan Ibu hamil perlu dijaga dengan baik karena akan berpengaruh pada janin yang ada didalam kandungannya. Oleh karena itu, setiap ibu hamil membutuhkan program pelayanan kesehatan yang dikenal dengan antenatal care (ANC).

Antenatal care (ANC) adalah sebuah istilah kesehatan yang mengacu pada program pelayanan kesehatan ibu hamil, sehingga bisa ditangani oleh tenga medis secara lebih profesional. Tujuan dari ANC ini adalah sebagai layanan pemeriksanaan selama kehamilan dengan bantuan dokter atau bidan untuk mengoptimalkan kesehatan mental serta fisik ibu hamil. Dalam rangkaian perawatan kesehatan reproduksi, antenatal care (ANC) memberikan peranan terhadap perawatan kesehatan yang penting, termasuk promosi kesehatan, skrining dan diagnosis, serta pencegahan penyakit.

Terbukti bahwa dengan menerapkan praktik berbasis bukti (evidence based medicine) yang tepat waktu dan sesuai, ANC dapat menyelamatkan nyawa. ANC juga memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dan mendukung wanita, keluarga dan masyarakat pada saat kritis dalam menjalani kehidupan seorang wanita.

Untuk Rumah Sakit Panti Rapih sendiri, layanan ANC dapat ditemukan di Klinik Anna. Klinik tersebut dibuka pada 22 Februari 2021, diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang dihadiri oleh jajaran Direksi Rumah Sakit Panti Rapih. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih) selanjutnya diserahkan kepada dr. Vincentia Merry, Sp. OG (Ketua Tim Pengembangan Klinik Anna), dr. Radijanti Anggraheni, Sp. KK (Kepala Instalasi Rawat Jalan RS Panti Rapih) dan dr. YB. Suharjo Brata Cahyono, Sp.PD-KGEH (Ketua Tim Pengembangan Rumah Sakit).

Santa Anna, menurut tradisi Katolik, adalah ibu dari Bunda Maria yang merupakan ibu dari Yesus. Di dalam buku-buku yang digunakan pada abad ke-2, Santa Anna dalam perkawinannya dengan Santo Yoakhim awalnya tidak memiliki anak, hingga akhirnya Tuhan menjawab keinginan Santa Anna dan suaminya, sehingga mendapatkan anak yang diberi nama Maria. Di gereja Katolik, Santa Anna menjadi pelindung kaum ibu. Pemilihan nama tersebut diharapkan supaya pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Panti Rapih melalui Klinik Anna dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi banyak keluarga khususnya para Ibu.

Keamanan dan  kenyamanan menjadi prioritas dalam  memberikan pelayanan, artinya intervensi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Klinik Anna berada di Gedung Borromeus Lantai 3 Instalasi Rawat Jalan Terpadu. Gedung Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih merupakan zona hijau (area bebas batuk dan panas), seluruh pasien dan pengunjung wajib menjalani skrining awal oleh perawat skrining dan mengisi Lembar Skrining Covid-19. Demikian juga dengan seluruh staf medis dan karyawan yang bertugas, wajib melakukan pengukuran suhu sebelum dinas, dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) disesuaikan dengan jenis layanan dan pekerjaan yang dilakukan. .

Klinik Anna merupakan layanan obgin terpadu untuk kesehatan ibu dan bayi. Fasilitas ruang tunggu yang nyaman serta mengedepankan protokol kesehatan dimasa pandemi. Tersedia TV media dan musik, hidangan (snack dan minuman). Ditangani oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Panti Rapih, serta tenaga kebidanan yang handal dan profesional. Layanan di Klinik Anna meliputi : TADALIN (tabungan dana persalinan), Paket ANC (Ante Natal Care) terpadu untuk trimester I, II dan III, serta paket persalinan normal dan sc(Operasi caesar) yang terbagi atas 2 paket yaitu paket Gold (fasilitas dan layanan kelas satu) dan Paket Platinum (fasilitas dan layanan kelas VIP).

 

Klinik Anna RS Panti Rapih
Telepon : 0274 563333, 514845, 514014 ext 1217

Informasi lebih lanjut, hubungi:
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta
ext 1116 / 1163
Email: humas@pantirapih.or.id

Wakil Walikota Kota Jogja Heroe Poerwadi Memantau Proses Vaksin Covid19 di RS Panti Rapih

Wakil Walikota Kota Jogja Heroe Poerwadi berkunjung ke Rumah Sakit Panti Rapih pada Selasa, 9 Februari 2021 dalam rangka memantau Proses Vaksin Covid19 bagi tenaga kesehatan di Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, Bapak Heroe menyampaikan bahwa proses vaksin berjalan dengan baik dan lancar. Disampaikan pula harapan beliau supaya pandemi virus covid19 bisa segera berlalu dan menghimbau bahwa masyarakat khususnya Kota Yogyakarta untuk selalu patuh dalam protokol kesehatan dimanapun berada. Hal ini sejalan dengan Direktur Utama RS Panti Rapih drg. Vincentius Triputro Nugroho, MKes yang menyampaikan bahwa proses vaksin lancar dan tidak terjadi kendala, serta vaksin ini aman untuk usia diatas 60 tahun. Disebutkan pula bahwa untuk tenaga kesehatan yang berusia diatas 60 tahun untuk melakukan 2 kali vaksin dengan rentang waktu 28 hari dari hari pertama vaksin, dan bagi masyarakat untuk selalu patuh protokol kesehatan dan menegakkan 5M. Secara umum vaksin di RS Panti Rapih berjalan dengan lancar dan aman terkendali.

Wakil Walikota Jogja Berkunjung ke RS Panti Rapih

Rumah Sakit Panti Rapih Aman Dikunjungi

Demi kenyamanan dan keamanan pengunjung, RS Panti Rapih selalu melakukan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum masuk RS Panti Rapih akan dilakukan skrining suhu dan assesment oleh petugas. Selain itu area-area Rumah Sakit selalu dibersihkan secara berkala, dilakukan pula desinfektan menyeluruh di semua area.
Dari sisi petugas bagaimana ?
RS Panti Rapih selalu mengecek kondisi kesehatan semua petugas tanpa terkecuali, sehingga petugas yang melayani pasien pasti dan selalu dalam keadaan fit serta prima.
Selain itu, semua petugas juga selalu menerapkan protokol kesehatan yang baik.
Bagaimana dengan pasien-pasien yang batuk, demam dan terindikasi covid19 ?
RS Panti Rapih telah menyediakan tempat pemeriksaan khusus untuk pasien dengan kondisi demikian, area infeksius terletak di gedung lama RS Panti Rapih (Gedung barat), bernama Klinik Gabriel. Dan berlokasi jauh di area Rawat Jalan, sehingga area Rawat Jalan selalu dalam keadaan aman.
Kami ciptakan Gedung Rawat Jalan Borromeus yang aman untuk sahabat RS Panti Rapih yang akan berobat. Skrining ketat untuk seluruh pengunjung menjauhkan Anda dari COVID-19. Sehingga layak disebut RS Panti Rapih adalah Zona Hijau.
Jadi, tidak perlu ragu lagi jika ingin berkunjung ke RS Panti Rapih.
Rumah Sakit Panti Rapih aman dikunjungi. RS Panti Rapih sahabat untuk hidup sehat.

IGD Sudah Beroperasional Kembali Rabu, 30 Des 2020 Pukul 07.00

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Rapih, sudah beropesional kembali. IGD RS Panti Rapih siap sedia melayani kesehatan masyarakat.
Ruangan sudah di sterilisasi dan di disinfektan secara menyeluruh. Serta untuk lebih memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien, IGD RS Panti Rapih menambahkan ruang infeksius bertekanan negatif. 😊🙏
Your Safety is Our #1 Priority 😉👍

Penghentian Sementara IGD RS Panti Rapih untuk Desinfektan

Dalam rangka meminimalkan risiko penularan virus COVID-19 kepada pasien dan tenaga kesehatan di RS Panti Rapih, maka dilakukan dekontaminasi dan pengaturan Tenaga Kesehatan secara berkala. Tindakan dekontaminasi dan pengaturan Tenaga Kesehatan tersebut dilakukan di semua area pelayanan, khususnya pada area pelayanan infeksius dan isolasi.

Berhubungan dengan hal tersebut, dengan ini kami informasikan kepada masyarakat dan pelanggan RS Panti Rapih bahwa:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Rapih akan menghentikan sementara pelayanan selama 24 jam pada hari:

Selasa, 29 Desember 2020 mulai pukul 07.00 WIB

dan buka kembali seperti sedia kala, pada
Rabu, 30 Desember 2020 pukul 07.00 WIB

Pelayanan pasien non gawat darurat dan non infeksius akan dilayani di Klinik Umum dan Klinik Spesialis, sedangkan pasien kondisi gawat darat pada kurun waktu tersebut dimohon untuk langsung menuju Rumah Sakit lain yang terdekat.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk dapat menjadi periksa. Atas perhatian dan kerjasama yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 28 Des 2020
Direktur Utama,

drg. V. Triputro Nugroho, M.Kes

Operasi Penggantian Sendi

Operasi penggantian sendi adalah operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah rusak dengan sendi buatan yang disebut prostesis. Operasi penggantian sendi paling banyak dilakukan pada sendi lutut (Gambar 6) dan sendi pinggul (Gambar 7) karena kedua sendi tersebut paling sering mengalami kerusakan akibat pengapuran sendi. Operasi penggantian sendi lutut tidak hanya menghilangkan rasa sakit sendi yang telah rusak akibat pengapuran sendi dan memungkinkan pasien beraktivitas tanpa rasa nyeri, tetapi juga membuat sendi lutut yang bengkok akibat pengapuran sendi menjadi lurus kembali setelah operasi (Gambar 8 dan 9).

Aman Bagi Orang Tua
Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul biasanya berlangsung selama sekitar 1,5 sampai 2 jam. Sama seperti jenis operasi yang lain, di jaman modern ini operasi penggantian sendi merupakan operasi yang tidak menyakitkan dan menakutkan. Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul juga merupakan operasi yang aman bahkan bagi orang tua (pada kenyataannya, sebagian besar penderita pengapuran sendi adalah para orang tua!). Dengan teknologi dan ilmu kedokteran yang modern, operasi penggantian lutut dan pinggul juga aman bagi penderita pengapuran sendi yang juga mengidap penyakit kencing manis, tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul tidak memerlukan pembiusan umum, tetapi hanya pembiusan regional (separuh tubuh bagian bawah), di mana obat bius dimasukkan ke dalam rongga di sekitar sumsum tulang belakang melalui sebuah selang plastik kecil. Jenis pembiusan semacam ini disebut pembiuasan epidural. Selang plastik tersebut akan tetap dibiarkan di tempatnya untuk menghilangkan rasa nyeri setelah operasi selama beberapa hari sampai penderita mulai berlatih jalan, sehingga operasi penggantian sendi merupakan operasi yang tidak menyakitkan. Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit yang lama. Tiga hari setelah operasi, pasien mulai dilatih berjalan dengan alat bantu penyangga yang disebut walker atau kruk. Setelah mampu berjalan dengan stabil, pasien diijinkan pulang sehingga lama perawatan di rumah sakit berkisar 4 sampai 5 hari. Pasien biasanya mampu berjalan seperti orang normal tanpa bantuan walker sekitar 3-4 minggu setelah operasi.

Dari penuturan para pasien setelah menjalani operasi penggantian sendi lutut atau pinggul, pasien tidak merasa
nyeri sama sekali pada lutut atau pinggul sehingga dapat melakukan aktivitas harian secara aktif bebas dari rasa nyeri yang sebelumnya sangat mengganggu. Menurut penelitian di negara barat, sendi buatan pada umumnya dapat bertahan digunakan selama sekitar 15-20 tahun, tergantung pada berat badan dan akitivitas fisik yang menggunakan dan teknik pemasangannya. Di Indonesia belum pernah dilakukan penelitian untuk mengetahui ketahanan sendi buatan, namun jika dibandingkan dengan orang-orang di negara barat di mana berat badan dan aktivitas fisik orang Indonesia pada umumnya lebih ringan, dapat dianggap bahwa untuk orang Indonesia, ketahanan sendi buatan setidak-tidaknya juga 15-20 tahun atau bahkan lebih lama.

Komplikasi
Sama seperti operasi pada umumnya, pada operasi penggantian sendi juga dapat terjadi komplikasi. Salah satu
komplikasi yang serius adalah infeksi. Menurut banyak penelitian di banyak negara, komplikasi infeksi dapat terjadi pada sekitar 0-2% penderita. Artinya, dari 100 orang yang menjalani operasi, paling banyak sebanyak 2
penderita di antaranya mengalami infeksi.

Operasi penggantian sendi yang terinfeksi merupakan masalah yang serius karena untuk mengobatinya perlu dilakukan
operasi ulang pada sendi yang terinfeksi. Namun demikian, komplikasi ini sangat jarang terjadi dan dengan teknik operasi yang baik, resiko infeksi dapat dicegah seminimal mungkin. Di rumah sakit dengan fasilitas kamar operasi yang baik seperti RS Panti Rapih, kejadian infeksi pada pasien yang menjalani operasi penggantian sendi sangat rendah. Sejauh ini, hanya ada 1 pasien (0,3%) dari sekitar 350 pasien yang telah diganti lututnya di RS Panti Rapih.

Komplikasi kedua yang dapat terjadi adalah kekakuan sendi. Keadaan ini biasanya akan terjadi jika penderita takut menggerakgerakkan lututnya setelah operasi. Ketakutan tersebut biasanya didasari kekhawatiran bahwa sendi buatan akan terlepas jika lutut dilipat dan diluruskan, sehingga penderita tidak berani bergerak sama sekali. Sendi buatan yang sudah terpasang dengan benar tidak mungkin terlepas dari tempatnya. Oleh karena itu, kekuatiran seperti itu sama sekali tidak benar.

Untuk mencegah kekakuan, sendi lutut harus mulai digerak-gerakkan segera setelah operasi dan harus tetap dilatih selama beberapa minggu kemudian sampai sendi terasa nyaman dan tidak kaku. Semakin cepat dan semakin berani penderita menggerak-gerakkan lututnya, hasil yang diperoleh semakin baik. Demikian juga, semakin cepat dan berani penderita berlatih berjalan, semakin cepat penderita mampu berjalan tanpa bantuan alat bantu apapun.

Pencegahan

Karena sebagai bagian dari proses penuaan, pengapuran sendi sebenarnya tidak dapat dicegah. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi resiko timbulnya pengapuran sendi, dengan cara (1) menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan, (2) tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat, (3) segera memeriksakan diri jika menderita nyeri sendi agar pengapuran sendi stadium ringan dapat dicegah tidak bertambah buruk menjadi stadium berat.

Penutup
Pengapuran sendi merupakan penyebab utama nyeri sendi dan kerusakan sendi, bukan penyakit rematik atau asam urat seperti anggapan masyarakat awam. Pengapuran sendi derajad ringan dapat diobati dengan pengobatan non-operasi. Sementara untuk pengapuran sendi berat pilihan pengobatan yang tersedia adalah operasi penggantian sendi. Operasi penggantian sendi merupakan pengobatan terbaik untuk sendi lutut dan pinggul yang telah mengalami kerusakan akibat pengapuran sendi, khususnya stadium 3 dan 4. Operasi ini dapat memberikan kesembuhan yang permanen dan meningkatkan kualitas hidup penderita pengapuran sendi. Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul aman bagi para orang tua.

Ingin mengetahui informasi seputar tulang dan sendi, kunjungi Klinik Orthopaedi dan Traumatologi RS Panti Rapih Yogyakarta.

Ditulis oleh dr. Bambang Kisworo, Sp.OT
Spesialis Orthopaedi & Traumatologi, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Pengapuran Sendi

Pengapuran sendi atau osteoartritis adalah suatu penyakit di mana tulang rawan sendi menipis. Tulang rawan berfungsi melapisi ujung tulang pembentuk sendi, sehingga sendi dapat bergerak bebas tanpa rasa nyeri. Fungsi tulang rawan sendi dapat diibaratkan seperti fungsi ban yang melapisi velg kendaraan sehingga mobil dapat bergerak bebas tanpa hambatan. Sama seperti ban mobil yang akan menipis karena aus akibat bergesekan dengan jalan, demikian juga tulang rawan sendi akan aus dan menipis karena saling bergesekan setiap kali sendi bergerak.

Tulang rawan yang normal berwarna putih kekuningan mengkilap, dengan permukaan yang halus dan rata (Gambar 1). Sementara tulang rawan yang rusak dan menipis akibat pengapuran sendi tampak berwarna kuning pucat kusam dengan permukaan yang kasar atau bahkan hilang sama sekali (Gambar 2).

Apabila tulang rawan sendi rusak dan menipis, ujung tulang pembentuk sendi akan saling bertemu dan bergesekan langsung tanpa pelapis tulang rawan, sehingga gerakan sendi menjadi terbatas (kaku) dan menimbulkan rasa nyeri. Seringkali juga terdengar suara “krek-krek” pada saat sendi digerakkan. Penyebab Penyebab penipisan tulang rawan pada pengapuran sendi tidak diketahui secara pasti dan dianggap sebagai bagian dari proses penuaan sama seperti proses penuaan pada bagian tubuh lainnya. Setiap orang tua akan mengalami pengapuran sendi dengan derajat yang berbeda-beda.

Selain sebagai bagian dari proses penuaan, pengapuran sendi dipandang sebagai akibat dari beberapa faktor resiko sebagai berikut:

  1. wanita berusia lebih dari 45 tahun;
  2. kelebihan berat badan;
  3. aktifitas fisik yang berlebihan, seperti para olahragawan dan pekerja kasar;
  4. menderita penyakit rematik;
  5. menderita kelemahan otot paha; atau
  6. pernah mengalami patah tulang di sekitar sendi yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Gejala-Gejala Pengapuran sendi dapat mengenai hampir semua sendi pada tubuh manusia, yaitu sendi di daerah tulang belakang, bahu, siku, jari-jari tangan dan kaki, pinggul, lutut, serta pergelangan tangan dan kaki. Namun demikian, penyakit ini paling sering menyerang sendi lutut dan pinggul karena kedua sendi tersebut merupakan sendi yang paling banyak menerima beban dari aktivitas harian manusia.

Gejala pengapuran sendi stadium dini biasanya berupa nyeri dan kekakuan sendi setelah lama tidak bergerak, seperti setelah bangun tidur di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu yang lama. Sendi lutut juga terasa sakit
jika digunakan beraktivitas, seperti berjalan, naik-turun tangga, atau berjongkok. Sering terdengar bunyi “krek-krek” pada saat sendi lutut digerakkan.

Pada stadium yang lebih berat, rasa sakit tidak hanya dirasakan ketika beraktivitas, tetapi juga pada saat beristirahat. Tidur penderita juga seringkali terganggu akibat rasa sakit pada persendian. Pada stadium lanjut, selain rasa sakit yang semakin hebat, sendi lutut menjadi kaku (sehingga penderita tidak mampu berjongkok) dan lutut menjadi bengkok seperti huruf O atau huruf X (Gambar 3). Pada foto Rontgen, celah sendi lutut yang mengalami pengapuran sendi tampak lebih sempit dibanding celah sendi yang normal (Gambar 4).

Derajad penyempitan celah sendi pada foto Rontgen inilah yang digunakan untuk menentukan berat ringannya (stadium) pengapuran sendi. Ada 4 stadium pengapuran sendi, yaitu stadium 1 dan 2 dikategorikan sebagai pengapuran sendi ringan, sementara stadium 3 dan 4 sebagai pengapuran sendi berat (Gambar 5).

Pada stadium 1, celah sendi masih normal lebar, tetapi ada rasa nyeri pada sendi lutut. Celah sendi pada stadium 2 lebih sempit dibanding normal. Sementara pada stadium 3, celah sendi sangat sempit dan pada stadium 4, celah sendi menutup; keadaan ini disebabkan karena lapisan tulang rawan yang melapisi ujung tulang dan “mengisi” celah sendi telah hilang sama sekali. Pengobatan Pengobatan untuk pengapuran sendi berbeda-beda tergantung stadiumnya. Tujuan pengobatan pengapuran sendi adalah: (1) menghilangkan nyeri, (2) memperbaiki lingkup gerak sendi yang kaku, (3) meningkatkan kualitas hidup sehingga penderita dapat hidup bebas dari nyeri, dan (4) mencegah pengapuran sendi derajad ringan (stadium 1 dan 2) berlanjut semakin berat menjadi stadium 3 dan 4.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tersedia berbagai bentuk pengobatan tergantung pada stadium pengapuran sendi.
Pengobatan untuk pengapuran sendi derajad ringan (yaitu stadium 1 dan 2) terdiri atas (1) menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan; (2) latihan untuk menguatkan otot paha dan pinggul serta untuk menjaga kebugaran tubuh, seperti berenang dan naik sepeda; (3) obat anti-radang dan anti-nyeri, (4) suplemen yang mengandung glukosamin dan kondroitin sulfat untuk menumbuhkan tulang rawan, serta (5) obat nutrisi sendi yang mengandung asam hialuronat dan yang perlu disuntikkan ke dalam sendi. Orang awam sering menyebut obat yang terakhir tersebut sebagai penambah ”oli pelumas sendi”. Suntikan obat pelumas sendi hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi ringan (stadium 1 dan 2). Untuk pengapuran sendi berat (stadium 3 dan 4) obat tersebut tidak bermanfaat karena tulang rawan sendi pada umumnya tidak hanya menipis, tetapi telah hilang sama sekali sehingga tidak ada lagi tulang rawan yang tersisa untuk dilumasi lagi. Cukup banyak pasien yang kecewa telah mendapat suntikan obat pelumas sendi, tetapi tidak sembuh. Banyak diantaranya mendapat suntikan 5 sampai 10 kali pada kedua lututnya, tetapi tetap terasa nyeri. Hal ini disebabkan karena mereka telah mengalami pengapuran sendi stadium 3 atau 4 sehingga obat pelumas sendi sama sekali tidak bermanfaat.

Oleh karena itu, bentuk pengobatan non-operasi tersebut di atas biasanya hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi ringan (stadium 1 dan 2) dan tidak memberikan hasil yang memuaskan untuk derajad yang berat. Untuk pengapuran sendi berat (yaitu, stadium 3 dan 4), pilihan pengobatan terbaik yang tersedia adalah operasi penggantian
sendi.

Ingin mengetahui informasi seputar tulang dan sendi, kunjungi Klinik Orthopaedi dan Traumatologi RS Panti Rapih Yogyakarta.

Ditulis oleh dr. Bambang Kisworo, Sp.OT
Spesialis Orthopaedi & Traumatologi, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Nyeri Sendi

Sendi adalah tempat di mana tulang saling berhubungan. Sendi dibentuk oleh dua tulang atau lebih. Di dalam tubuh manusia terdapat sekitar 250 buah sendi. Sendi memungkinkan manusia dapat bergerak. Tanpa sendi, tubuh kita akan kaku seperti patung. Karena jumlahnya banyak, sendi cukup sering sakit. Kenyataannya, hampir semua orang pernah menderita nyeri sendi selama hidupnya. Sebagian besar masyarakat (dan bahkan beberapa dokter) memiliki anggapan yang keliru bahwa semua nyeri sendi diakibatkan oleh penyakit rematik atau asam urat. Penyakit lain yang sering dianggap secara salah sebagai penyebab nyeri sendi adalah kolesterol dan osteoporosis.

Penyakit rematik dan asam urat memang dapat menyebabkan nyeri sendi, akan tetapi sebenarnya tidak banyak nyeri sendi yang disebabkan oleh penyakit rematik dan asam urat. Atau dengan kata lain, sebagian besar nyeri sendi yang dialami oleh masyarakat tidak disebabkan oleh penyakit rematik atau asam urat. Kolesterol dan osteoporosis tidak pernah menyebabkan nyeri sendi. Sungguh memprihatinkan bahwa cukup banyak dokter (dan tentu masyarakat awam) yang beranggapan secara keliru bahwa kadar kolesterol yang tinggi dan osteoporosis dapat menyebabkan nyeri sendi.

Banyak dokter yang melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dan trigliserid serta pemeriksaan osteoporosis pada pasien dengan keluhan nyeri sendi. Pemeriksaan semacam itu bukan saja tidak bermanfaat tetapi juga merugikan pasien. Anggapan yang salah akan menyebabkan salah diagnosis dan salah pengobatan. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila cukup banyak nyeri sendi yang tidak sembuh meskipun telah memperoleh pengobatan dari dokter, karena didasarkan pada diagnosis dan pengobatan yang salah.

Penyebab utama nyeri sendi pada usia di atas 45 tahun, khususnya lutut dan pinggul, adalah pengapuran sendi. Pada usia di bawah 45 tahun, penyebab utama nyeri sendi adalah peradangan otot akibat aktivitas fisik yang lebih dari kebiasaan sehari-hari atau karena cidera olah raga. Penyakit rematik dan asam urat hanya menjadi penyebab pada sebagian kecil keluhan nyeri sendi.

Ingin mengetahui informasi seputar tulang dan sendi, kunjungi Klinik Orthopaedi dan Traumatologi RS Panti Rapih Yogyakarta.

Ditulis oleh dr. Bambang Kisworo, Sp.OT
Spesialis Orthopaedi & Traumatologi, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta