Waspada Hipoglikemia pada Penderita Diabetes Melitus 5/5 (2)

Apa itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah seseorang turun di bawah normal, umumnya di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini sering terjadi pada penderita diabetes melitus, terutama mereka yang menggunakan obat penurun gula darah atau insulin. Walau terlihat sepele, hipoglikemia bisa berbahaya jika tidak segera ditangani karena otak dan tubuh membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama.

Penyebab Hipoglikemia pada Penderita Diabetes

Beberapa hal yang dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah antara lain:
– Dosis obat atau insulin berlebih
– Terlambat makan atau melewatkan waktu makan setelah minum obat diabetes
– Aktivitas fisik berat tanpa penyesuaian asupan karbohidrat
– Konsumsi alkohol, terutama saat perut kosong
– Kombinasi beberapa obat yang meningkatkan efek penurunan gula darah.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Tanda-tanda awal hipoglikemia bisa muncul secara mendadak. Waspadai gejala berikut:
– Rasa lemas, gemetar, atau berkeringat dingin
– Jantung berdebar atau terasa cemas tanpa sebab
– Pusing, sulit konsentrasi, atau pandangan kabur
– Lapar berlebihan
– Pada kasus berat: bingung, kejang, bahkan penurunan kesadaran

Jika gejala-gejala ini muncul, penderita diabetes harus segera memeriksa kadar gula darah dan melakukan tindakan pertolongan pertama.

Pertolongan Pertama Saat Hipoglikemia

Langkah cepat untuk mengatasi hipoglikemia adalah dengan aturan 15–15:
1. Konsumsi 15 gram karbohidrat cepat serap, misalnya:
– 3–4 tablet glukosa
– 1 sendok makan gula pasir
– ½ gelas (120 ml) jus buah atau minuman manis
2. Tunggu 15 menit, lalu periksa kembali kadar gula darah.
3. Jika masih rendah, ulang langkah tersebut.
4. Setelah kadar gula darah kembali normal, lanjutkan makan atau camilan sehat untuk mencegah gula darah turun kembali.

Jika penderita tidak sadar, jangan dipaksa makan atau minum. Segera bawa ke unit gawat darurat terdekat untuk penanganan medis.

Cara Mencegah Hipoglikemia

Penderita diabetes dapat mencegah hipoglikemia dengan langkah-langkah berikut:
– Makan secara teratur sesuai jadwal dan tidak melewatkan waktu makan
– Menyesuaikan dosis obat/insulin dengan aktivitas harian
– Selalu membawa camilan manis atau tablet glukosa
– Menghindari konsumsi alkohol
– Rutin memeriksa kadar gula darah, terutama sebelum dan sesudah aktivitas berat

Kesimpulan

Hipoglikemia adalah kondisi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes melitus, namun bisa dicegah dengan pengaturan makan, obat, dan gaya hidup yang baik. Penting bagi pasien dan keluarga untuk mengenali gejala sejak dini dan tahu cara menanganinya. Bila  mengalami hipoglikemia, segera konsultasikan dengan dokter penyakit dalam atau klinik diabetes untuk evaluasi pengobatan.

Artikel ditulis oleh:

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Sumber: American Diabetes Association (ADA), 2024; PERKENI, 2023.

 

Info Selanjutnya :

Klinik Penyakit Dalam

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tips Menjaga Kesehatan Sendi dan Tulang 5/5 (1)

Tulang dan Sendi

Tulang dan sendi merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Selain untuk bergerak, tulang dan sendi yang membentuk kerangka tubuh merupakan pelindung organ dalam, memberi bentuk tubuh, tempat untuk memproduksi sel sel darah merah dan juga tempat untuk menyimpan kalsium tubuh. Pada orang dewasa muda yang sehat jumlah tulang yang dibuang dan diganti  kurang lebih sama. Hal ini disebut remodeling tulang yang seimbang. Seiring bertambahnya usia, proses remodeling dapat bergeser ke arah yang tidak seimbang, mengakibatkan penurunan kualitas dan kekuatan tulang. Selain  faktor usia , riwayat cedera , berat badan berlebihan atau pekerjaan berat sebelumnya juga dapat menimbulkan gangguan pada persendian.

Nutrisi Tulang dan Sendi

Nutrisi yang baik sangat penting untuk memastikan tubuh mendapatkan protein, mineral, dan vitamin yang dibutuhkan untuk membentuk dan meregenerasi tulang dan sendi. Kalsium dan vitamin D berperan penting dalam membangun tulang yang kuat. Kerangka tubuh merupakan tempat penyimpanan kalsium utama dalam tubuh kita, dan vitamin D membantu tubuh kita menyerap kalsium secara efektif dari makanan. Vitamin D juga dibutuhkan untuk membantu sel-sel pembentuk tulang memineralisasi protein tulang menjadi jaringan keras. Produk susu seperti yogurt dan keju, serta sereal, produk kedelai, dan sayuran berdaun hijau merupakan sumber kalsium yang baik. Suplemen kalsium juga dapat membantu jika pasien tidak bisa mengkonsumsi susu. Sumber kalsium dari makanan secara umum lebih aman daripada suplemen, sehingga mengurangi kemungkinan batu ginjal. Kebutuhan harian kalsium orang dewasa 1000-1500 mg. Sedangkan vitamin D sekitar 1000 IU per hari.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi

Aktivitas fisik dan olahraga teratur juga penting untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.  Gerakan di persendian yang teratur dapat menstimulasi produksi cairan sendi  untuk nutrisi tulang rawan , lubrikasi sendi, menstimulasi sirkulasi darah sendi serta mencegah kekakuan sendi. Latihan weight bearing  atau “beban” sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis. Istilah “beban” menggambarkan aktivitas apa pun yang dilakukan dengan berdiri dan melatih tulang serta otot melawan gravitasi. Latihan “beban” secara teratur seperti jalan cepat, menari, naik tangga, atau jogging dapat mengaktifkan sel-sel pembentuk tulang tubuh dan membantu tulang menjadi lebih kuat. Aktivitas fisik dengan “beban” dapat memperlambat pengeroposan tulang pada lansia. Selain  dapat mempertahankan massa otot juga menjaga keseimbangan tubuh sehingga mengurangi risiko jatuh.

Selain hal yang disebutkan diatas hindari  rokok dan konsumsi alkohol karena dapat mengurangi ketebalan tulang, memengaruhi penyerapan kalsium, menghambat pemulihan cedera, dan meningkatkan risiko patah tulang.  Menjaga berat badan tidak berlebihan , penguatan otot sekitar sendi dengan olahraga , menjaga postur tubuh yang baik , dan  rutin melakukan peregangan berkala pada saat beraktivitas baik untuk menjaga  kesehatan sendi kita.

 

Artikel ditulis oleh :

dr.Adhinanda Gema Wahyudiputra, Sp.OT

(Dokter Spesialis Bedah Tulang RS Panti Rapih Yogyakarta)

Source :  Orthoinfo by American Academy of Orthopaedic Surgeon (AAOS)

 

Mohon dapat memberikan rating

Pulih dengan Cinta: Lustrum I Klinik Katarina RS Panti Rapih, Rayakan Kesehatan Holistik Fisik dan Mental 5/5 (1)

Yogyakarta, 27 September 2025 — Klinik Katarina RS Panti Rapih merayakan usia ke-5 atau Lustrum I dengan mengangkat tema yang mendalam dan menginspirasi: Pulih dengan Cinta: “Bukan Soal Kurus Tapi Soal Pulih dan Bahagia.” Perayaan ini menegaskan komitmen RS Panti Rapih dalam penanganan obesitas yang tidak hanya berfokus pada berat badan, tetapi juga pada kesehatan mental dan kebahagiaan pasien secara keseluruhan.

Acara puncak Lustrum I diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 September 2025, mulai pukul 06.30 hingga 13.30 WIB di Wisdom Park UGM dan Lounge Lantai 2 RS Panti Rapih. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan. Sebagai simbol rasa syukur, dilakukan pula prosesi potong tumpeng oleh Direktur Utama RS Panti Rapih yang diserahkan kepada Kepala Instalasi Rawat Jalan, dr. Radijanti Anggraheni Sp.DVE, didampingi oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni P, M.Biomed (AAM).

Mengapa Fokus pada “Pulih dan Bahagia”?

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang kian mengkhawatirkan. Data Riskesdas menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas dewasa di Indonesia dari 14,8% (2013) menjadi 21,8% (2018). Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko penyakit fisik serius seperti jantung, diabetes tipe 2, dan hipertensi, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan mental.

Penelitian membuktikan bahwa obesitas dapat merusak kepercayaan diri dan harga diri, bahkan memicu gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Sebaliknya, masalah mental juga dapat memperburuk pola makan dan motivasi gaya hidup sehat, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Klinik Katarina, yang didirikan pada 29 September 2019, hadir sebagai klinik holistik untuk penurunan berat badan yang memahami pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikologis.

Lustrum I ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh pendekatan holistik Klinik Katarina kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi wadah edukasi dan motivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat—mulai dari edukasi olahraga, pengelolaan pola makan seimbang, hingga pentingnya kesehatan mental.

Acara Lustrum I Klinik Katarina dikemas menarik dan ditujukan untuk masyarakat umum, khususnya pasien overweight dan obesitas, pasien Klinik Katarina, serta seluruh petugas. Rangkaian kegiatannya meliputi:

  • Stretching dan Jalan Sehat: Mendorong aktivitas fisik yang menyenangkan.
  • Meditasi: Melatih ketenangan pikiran dan pengelolaan stres.
  • Cooking Class: Memberikan edukasi praktis tentang pola makan sehat.
  • Talkshow Kesehatan “Happy Lifestyle”
    Narasumber pertama : dr. Luh Putuh Swastiyani Purnami, Sp. PD, AIFO-K dengan topik Happy Healthy Lifestyle.
    Narasumber kedua : Saudari Bukhi Prima Putri dengan topik Mindful Eating.

Melalui perayaan Lustrum I ini, ada harapan besar yang diusung oleh RS Panti Rapih:

Untuk Para Peserta: Diharapkan setiap individu yang hadir dapat membawa pulang inspirasi dan motivasi untuk memulai atau melanjutkan perjalanan kesehatan mereka. Semoga mereka menyadari bahwa nilai diri dan kebahagiaan jauh lebih penting daripada angka timbangan, dan bahwa pemulihan adalah proses yang harus dijalani dengan cinta dan dukungan. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang seimbang, bahagia, dan berkelanjutan.

Untuk RS Panti Rapih dan Klinik Katarina: RS Panti Rapih berharap Klinik Katarina dapat terus bertumbuh dan menjadi pusat rujukan unggulan dalam penanganan obesitas di Indonesia, dengan pendekatan yang holistik, penuh kasih, dan fokus pada kebahagiaan pasien. Diharapkan terjadi peningkatan kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat antara seluruh petugas (dokter umum, ahli gizi, admin, terapis) dan pasien, menciptakan sebuah komunitas suportif yang mendorong setiap pasien untuk mencapai versi terbaik dari diri mereka, yaitu pulih dan bahagia.

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Info lebih lanjut :
Klinik Katarina Pusat Anti Obesitas & Kesehatan Holistik
WA : 08112847276

Mohon dapat memberikan rating

Snoezelen Therapy RS Panti Rapih

Snoezelen Therapy No ratings yet.

Apakah anak sering menutup telinga saat mendengar suara keras, sulit fokus, atau mudah tantrum? Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan integrasi sensori. Untuk membantu anak menghadapi tantangan tersebut, Snoezelen Therapy hadir sebagai solusi di RS Panti Rapih Yogyakarta.

Apa itu Snoezelen Therapy?
Metode terapi multisensori ini menggunakan cahaya lembut, suara alam, aroma menenangkan, dan berbagai rangsangan sensori. Terapi membantu anak merasa aman, nyaman, sekaligus mengurangi stres akibat terlalu sensitif terhadap rangsangan dari luar.

Snoezelen Therapy

Manfaat Terapi Multisensori untuk Anak
Layanan ini bermanfaat bagi anak yang sering mengalami kesulitan mengelola emosi, sulit fokus, atau hiperaktif tanpa arah. Beberapa manfaat yang bisa dirasakan, antara lain:

  • Membantu anak lebih tenang dan nyaman.

  • Mengurangi tantrum atau reaksi berlebihan terhadap suara, cahaya, atau bau.

  • Membantu konsentrasi dan fokus dalam beraktivitas.

  • Mendukung kemampuan anak dalam berinteraksi sosial.

Kapan Anak Membutuhkan Snoezelen Therapy?
Jika anak menunjukkan tanda seperti reaktif terhadap suara keras, kesulitan mengendalikan emosi, atau terlalu pendiam dan hiperaktif, segera konsultasikan dengan tenaga profesional. Dengan terapi ini, anak akan mendapatkan stimulasi sensori yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Layanan di RS Panti Rapih
Layanan tersedia di Instalasi Rehabilitasi Medik, Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta. Prosedur ditangani tenaga medis berpengalaman dengan fasilitas nyaman dan sesuai standar keselamatan.

Snoezelen Therapy RS Panti Rapih

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran:
☎️ (0274) 563333 ext 1012 (Nurse Station Rehabilitasi Medik)
📱 WhatsApp 08213337052 (chat only)

Selain itu, pendaftaran juga dapat dilakukan secara praktis melalui aplikasi PantiRapihKu yang tersedia di App Store & Google Play untuk kemudahan pendaftaran online.

Dengan Snoezelen Therapy, anak Anda dapat tumbuh lebih percaya diri, fokus, serta memiliki kendali emosi yang lebih baik.

Mohon dapat memberikan rating

Menjaga Kesehatan Gigi Anak 5/5 (2)

Kesehatan gigi pada anak sangatlah penting dijaga sejak dini. Terkadang kita lengah dan menganggap gigi anak masih gigi susu, dan belum memerlukan perawatan. Apabila gigi anak tidak terawat dan menjadi rusak, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan gigi dan mulut serta dapat mempengaruhi kualitas hidup anak-anak diantaranya pengalaman akan nyeri, rasa tidak nyaman saat makan, gangguan tidur, juga risiko yang lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit. Selain itu juga dapat mempengaruhi nutrisi, pertumbuhan dan pertambahan berat badan anak.

Gigi pertama pada bayi biasanya muncul pada usia 6-8 bulan , gigi anak akan  terus tumbuh sampai ia berusia 3 tahun dan berjumlah 20 buah. Pada usia 6-7 tahun gigi permanen mulai tumbuh bergantian sesuai waktunya sampai usia sekitar 13-14 tahun. Oleh karena itu penting sekali untuk menjaga agar gigi susu tetap dalam kondisi sehat sampai waktunya tanggal. Fungsi gigi susu antara lain :

  1. Membantu pertumbuhan gigi permanen.

Gigi susu sebaiknya dipertahankan  selama mugkin sampai tiba waktunya untuk tanggal sendiri. Gigi susu akan memberikan ruang dan pedoman bagi gigi permanen yang akan tumbuh dibawahnya.

  1. Membantu proses pengunyahan pada anak.

Gigi yang sehat akan membantu anak dalam proses pengunyahaan yang baik sehingga kebutuhan akan nutrisi pada anak dapat terpenuhi dalam masa tumbuh kembangnya.

  1. Mempengaruhi perkembangan wajah dan otot rahang serta membantu anak untuk dapat berbicara dengan jelas.

Beberapa gangguan gigi dan mulut anak yang umum terjadi, diantaranya :

  1. Gigi berlubang/karies
  2. Radang gusi karena plak dan karang gigi
  3. Infeksi gigi karena gigi berlubang yang tidak segera rawat dapat menyebabkan infeksi
  4. Sariawan
  5. Gigi patah

Untuk menghindari hal tersebut, maka perlu kita jaga dengan baik kesehatan gigi anak-anak kita dengan beberapa cara,

  1. Pada usia bayi dan belum tumbuh gigi, gusi dan lidah bayi dapat dibersihkan menggunakan kassa diseluruh permukaan agar sisa ASI tidak menempel lama pada rongga mulut.
  2. Pada usia mulai tumbuh gigi susu bayi usia 6-8 bulan, dapat menggunakan kassa basah atau sikat gigi yang berbulu lembut.
  3. Mengenalkan kebiasaan menyikat gigi sedini mungkin agar anak tidak takut saat dibersihkan giginya.
  4. Menyikat gigi dapat dilakukan dua kali sehari yakni pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  5. Orangtua wajib mendapingi dan membantu anak dalam menyikat gigi sampai usia 7 tahun karena kemampuan motorik anak dibawah usai 7 tahun masih belum optimal sehingga apabila anak menyikat gigi sendiri akan kurang bersih.
  6. Kurangi pemberian makanan dan minuman manis pada anak karena dapat menyebabkan karies pada gigi anak
  7. Periksalah secara rutin dan berkala ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Menurut Stanford Children Health, kunjungan dokter gigi pertama direkomendasikan pada usia 12 bulan atau dalam 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh. Hal ini bertujuan untuk pemeriksaan gigi, rahang, gusi, dan jaringan lain yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi anak.

 

Peranan orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sangatlah penting. Kepedulian orang tua terhadap kesehatan gigi dan mulut anak dapat dilihat dari sikap dan perhatiannya terhadap kesehatan gigi anak. Kesehatan gigi anak merupakan salah satu tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan. Kerusakan gigi yang terjadi pada anak dapat menjadi salah satu peyebab terganggunya pertumbuhan gigi anak pada usia selanjutnya.

 

Artikel ditulis oleh :

drg. Agnes Tri Puspitasari 

(Dokter Gigi RS Panti Rapih Yogyakarta)

Referensi :

Malawat, R.,& Rosmalia, D. (2025). Perawatan Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang

Savitrie, E. (2022). Jaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini. Diakses pada tanggal 26 Agustus 2025, https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/765/jaga-kesehatan-gigi-anak-sejak-dini

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gelar Kelas Ibu Spesial Pekan Menyusui Sedunia 2025 5/5 (1)

“Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”

Dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia 2025, RS Panti Rapih kembali menggelar kegiatan Kelas Ibu edisi ke-032 dengan tema “Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI.” Acara berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu RS Panti Rapih dan dihadiri oleh 44 peserta bersama pasangan maupun keluarga.

Acara resmi dibuka oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, selaku Direktur Utama RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran seluruh pihak, baik tenaga kesehatan maupun keluarga, dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya:

  1. Galuh Martin Maytasari, M.Sc., Sp.A– Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih
    Membawakan materi “Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”, dr. Galuh menekankan bahwa keberhasilan ASI tidak hanya ditentukan oleh ibu, tetapi juga membutuhkan dukungansuami juga keluarga, tenaga medis, lingkungan kerja, dan kebijakan ramah ASI.
  2. Ibu Yulianan Tri Murtini, S.Keb. – Bidan sekaligus Konselor Laktasi RS Panti Rapih
    Menyampaikan materi “Peran Keluarga dalam Mendukung Keberhasilan Menyusui”, Ibu Yulianan menggarisbawahi pentingnya keterlibatan suami dan keluarga dalam memberikan dukungan emosional, fisik, dan praktis bagi ibu menyusui. Sesi ini ditutup dengan demo pijat oksitosin sebagai salah satu teknik efektif untuk memperlancar produksi ASI.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab, sehingga para peserta dapat langsung berkonsultasi terkait pengalaman maupun tantangan dalam proses menyusui.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus menjadi rumah sakit yang ramah ibu dan anak, sekaligus menjadi pusat edukasi kesehatan yang aktif mendampingi keluarga dalam perjalanan menyusui.

Bagi peserta, kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman baru, meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menyusui, serta memperkuat peran keluarga sebagai pendukung utama keberhasilan pemberian ASI.

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Informasi lebih lanjut :
Instalasi Promosi Kesehatan RS Panti Rapih
WA : 0811-2846-125

 

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Tumor Otak No ratings yet.

Apa itu tumor otak

Tumor otak adalah pertumbuhan sel yang abnormal di dalam otak. Tumor bisa jinak (bukan kanker) maupun ganas (kanker).

Insiden pada laki–laki sebesar 38,6% dan pada wanita sebesar 61,4 %. Insidensi tumor otak jinak adalah sebesar 71% dan tumor otak jinak ini berkembang dua kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada laki-laki.

 

Jenis tumor otak

Tumor otak umumnya terdiri dari tumor otak primer dan sekunder.

  1. Tumor otak dengan kelompok primer yaitu penyakit tumor yang pertama kali tumbuh dan berkembang pada otak.
  2. Tumor otak dengan kelompok sekunder/metastasis yaitu penyakit dari tumor yang bermula tumbuh pada bagian dari tubuh selain otak. Kemudian meluas melalui aliran darah menuju otak. Kanker yang kemungkinan menyebar ke otak yaitu kanker : melanoma, paru-paru, payudara, ginjal, dan usus.

Gejala tumor otak

Gejala yang timbul bergantung dari lokasi dan pertumbuhan tumor, antara lain :

  1. Peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala hebat disertai muntah proyektil),
  2. Kejang,
  3. Penurunan fungsi kognitif,
  4. Defisit neurologis (gangguan penciuman, gangguan penglihatan, pandangan ganda, baal-baal atau nyeri di wajah, kelemahan otot wajah, gangguan pendengaran, menelan, dan lain-lain) yang bersifat progresif dan bergantung lokasi tumor,
  5. Penurunan kognitif,
  6. Gangguan keseimbangan
  7. Gangguan kepribadian

Penyebab tumor otak

Penyebab utama tumor otak tidak diketahui. Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa orang yang paling berisiko terkena tumor otak antara lain:

  1. Memiliki kankerdi bagian tubuh lain,
  2. Paparan berkepanjangan terhadap pestisida, pelarut industri, dan radiasi ionisasi lainnya,
  3. Penyakit turunan seperti neuro fibromatosis,
  4. Faktor lingkungan

Diagnosa tumor otak

  1. Pemeriksaan fisik
  2. Pemeriksaan fungsi luhur
  3. Pemeriksaan radiologis (CT scan/MRI)
  4. Pemeriksaan analisa cairan otak (cairan serebrospinal)

 

Pengobatan tumor otak

Pilihan pengobatan bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor. Selain itu juga harus melihat apakah tumor telah menyebar, usia pasien dan kondisi kesehatan medis orang tersebut. Pilihan pengobatan dapat bersifat menyembuhkan atau fokus pada meredakan gejala. Beberapa jenis pengobatan tumor otak antara lain:

  1. Pemberianobat-obatan
    • Kortikosteroid berfungsi menurunkan Tekanan Intra kranial
    • Furosemide/Manitol berfungsi untuk mengkontrol edema/bengkak otak
    • Antikonvulsant/antikejang berfungsi untuk mencegah kejang
    • Antinyeri
  2. Pembedahan tumor otak

Pembedahan merupakan pilihan untuk terapi tumor otak. Pembedahan bertujuan untuk menghilangkan sebagian/total tumor di otak, mengurangi tekanan didalam otak

  1. Radioterapi

Radiasi bekerja dengan merusak DNA sel kanker sehingga menyebabkan sel tidak mampu bereproduksi. Manfaat terapi radiasi tidak muncul segera tetapi berdampak dengan berjalannya waktu. Jenis tumor yang agresif biasannya berespon lebih cepat dengan radioterapi.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi bekerja dengan merusak sel tumor, tidak hanya mempengaruhi sel tumor tetapi sel normal juga, sehingga menyebabkan efek samping (rambut rontok, mual,dsb). Obat- obat kemoterapi apat berupa pil atau cairan intravena.

 

Artikel ditulis oleh :
dr. Yoka Mahendra Prana, Sp. BS
(Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi : Greenberg, Mark S. (2023). Greenberg’s Handbook of Neurosurgery. Tenth Edition.New York: Thieme.

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Insomnia atau bukan ya? 5/5 (8)

Sahabat Sehat, pernahkah kalian sulit untuk mulai tidur? Atau, mudah terbangun saat tidur dan akhirnya tidak bisa kembali tidur? Wah, jangan-jangan Sahabat Sehat mengalami insomnia. Sebetulnya, apa sih insomnia itu? Yuk, kita pelajari sama-sama!

Definisi Insomnia

Insomnia merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang ditandai dengan :

  • Sulit mulai tidur
  • Sulit mempertahankan tidur (sering terbangun di tengah tidur)
  • Terbangun lebih awal dan sulit kembali tidur
  • Kualitas tidur buruk(non restorative)

Kondisi di atas akan menimbulkan berbagai dampak di siang hari. Penderitanya akan merasa tubuh tidak bugar, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, performa kerja menurun, dan masih banyak lagi. Insomnia jangka panjang yang tidak tertangani bisa memicu gangguan kecemasan dan depresi.

Jenis Insomnia

Insomnia bisa dibedakan berdasarkan durasinya. Insomnia jangka pendek (short-term insomnia) ditandai dengan munculnya gejala insomnia yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Insomnia jangka pendek biasa muncul pada seseorang yang baru saja mengalami stres, perubahan kebiasaan, atau perubahan lingkungan. Insomnia kronik ditandai dengan munculnya gejala insomnia selama setidaknya 3 kali per minggu selama 3 bulan atau lebih. Insomnia kronik biasa muncul pada seseorang yang memiliki penyakit medis, gangguan sistem saraf, atau gangguan mental.

Pemicu Insomnia

Ada banyak faktor yang dapat memicu insomnia. Penyalahgunaan obat dan alkohol, perubahan lingkungan, serta sleep hygiene yang buruk dapat memicu insomnia. Penyakit mental maupun fisik (gangguan jantung, nyeri, dll) juga dapat memicu timbulnya insomnia. Untuk dapat mengatasi insomnia secara efektif, pemicu insomnia ini harus segera diketahui terlebih dahulu.

Cara Mendeteksi Insomnia Secara Objektif

Banyak orang yang mengaku mengalami insomnia dan sering mendiagnosis diri sendiri (self diagnosis). Padahal belum tentu gejala yang dialaminya termasuk dalam kriteria insomnia. Ada beberapa cara untuk mendeteksi insomnia secara objektif, yaitu :

  • Mengisi kuesioner tentang insomnia

Ada beberapa kuesioner yang bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan tidur, termasuk insomnia. Dengan mengisi kuesioner tersebut, Sahabat Sehat dapat mengetahui kualitas tidur dan juga bisa mengetahui apakah telah mengalami insomnia derajat ringan, sedang, atau berat.

  • Pemeriksaan Polisomnografi (PSG)

PSG adalah pemeriksaan untuk mendeteksi berbagai gangguan tidur. Beberapa alat akan ditempelkan di kepala, dada, perut, dan kaki Sahabat Sehat. Alat ini akan merekam aktivitas selama tidur, seperti gelombang otak, gelombang mata, gelombang otot, pola napas, posisi tubuh, kadar oksigen dalam darah, serta detak jantung. PSG dapat digunakan untuk memeriksa insomnia, apabila dokter mencurigai adanya kondisi lain yang memicu insomnia. Misalnya, gangguan pernapasan selama tidur (sleep related breathing disorder) dan gangguan kontraksi kaki selama tidur (periodic limb movement disorder).

Penanganan Insomnia

Penanganan insomnia sangat individual. Mencari penyebab utama insomnia sangatlah penting karena pengobatan insomnia harus sesuai dengan penyebabnya. Penyebab insomnia dibagi menjadi primer dan sekunder. Primer berarti tidak ada pemicu yang jelas, sedangkan sekunder berarti ada pemicu yang jelas, seperti penyakit mental, gangguan saraf, penyalahgunaan obat, atau perubahan lingkungan. Untuk menanganinya, pasien dapat diberikan tata laksana yang sesuai dengan kondisi dan memperbaiki sleep hygiene.

Sleep hygiene, atau kebersihan tidur, adalah serangkaian tindakan yang dapat meningkatkan kualitas tidur. Sleep hygine harus dilakukan oleh semua orang, tidak hanya dilakukan oleh penderita insomnia saja. Sleep hygiene ini meliputi :

  • Menjaga kamar tidur tetap bersih, rapi, dan tenang. Kamar tidur sebaiknya hanya digunakan untuk tidur dan aktivitas seksual saja. Bagi Sahabat Sehat yang tinggal dalam 1 kamar kos tanpa sekat, biasakan untuk menggunakan kasur hanya untuk tidur dan menata barang di sekitar kasur.
  • Hindari pajanan sinar berlebih sebelum jam tidur. Hal ini termasuk scrolling handphone, menonton TV, laptop, dan komputer.
  • Hindari banyak makan menjelang jam tidur. Sebaiknya Sahabat Sehat tidak makan sekitar 3 jam sebelum jam tidur.
  • Hindari konsumsi kafein berlebih terutama menjelang jam tidur.
  • Biasakan tidur dan bangun tidur di jam yang sama.
  • Kelola stres.
  • Rutin berolahraga

Nah, bagaimana Sahabat Sehat? Apakah Sahabat Sehat benar-benar mengalami insomnia? Kalau masih ragu, Sahabat Sehat bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi di Rumah Sakit Panti Rapih. Yuk tingkatkan kualitas tidur kita untuk hidup yang lebih baik!

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Panti Rapih)

 

Info lebih lanjut :

Klinik Saraf RS Panti Rapih

Lantai 5, Gedung Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran 24 jam :

Telepon ; 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kelas Ibu Hamil RS Panti Rapih: Wujudkan Persalinan Aman dan Nyaman melalui Hypnobirthing 5/5 (7)

Yogyakarta, 11 Juli 2025 — Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan kenyamanan ibu hamil dengan meluncurkan program Kelas Ibu Hamil yang mengintegrasikan edukasi “Bersalin Aman dan Nyaman” serta teknik Hypnobirthing. Program ini bertujuan memberikan bekal mental, fisik, dan emosional kepada ibu hamil agar siap menghadapi proses persalinan dengan tenang dan minim trauma.

“Persalinan bukan sekadar proses biologis, tetapi pengalaman sakral yang akan membekas sepanjang hayat. Dengan edukasi yang tepat dan dukungan yang kuat, ibu dapat melahirkan dengan aman, nyaman, dan penuh percaya diri,” ujar dr. Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco, Sp.OG, dokter spesialis kandungan RS Panti Rapih.

 

Dalam sesi edukasi bertema “Bersalin Aman dan Nyaman,” dijelaskan pentingnya merencanakan kehamilan sehat sejak dini. Usia ideal kehamilan (20–35 tahun), status gizi ibu, serta deteksi dini risiko kehamilan menjadi poin utama untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi. Selain itu, ibu juga diajak mengenali tanda-tanda persalinan, tahapan kelahiran, dan pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

 

Program ini diperkaya dengan materi Hypnobirthing, yang disampaikan oleh Bidan Cahya Sartika Sari, A.Md.Keb, CH, CHt. Hypnobirthing adalah teknik relaksasi dan afirmasi positif untuk membantu ibu menjalani kehamilan serta proses persalinan dengan rasa tenang, percaya diri, dan minim trauma.

“Dengan Hypnobirthing, ibu dilatih untuk mengelola rasa takut dan nyeri melalui pernapasan, sugesti positif, dan komunikasi dengan janin. Ini bukan hanya mengubah cara ibu melahirkan, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dengan bayi sejak dalam kandungan,” terang Bidan Cahya.

Kelas ini terbuka bagi seluruh ibu hamil mulai usia kehamilan 32 minggu dan ke atas, dengan materi yang disampaikan bergantian seperti tanda bahaya nifas, tips sukses menyusui, demo pijat oksitosin, prenatal gentle yoga, perawatan bayi baru lahir, hingga demo memandikan bayi.

 

Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil ini juga bertujuan menurunkan angka persalinan bermasalah serta meningkatkan pengalaman kelahiran yang positif. RS Panti Rapih sebagai Rumah sakit Sayang Ibu dan Bayi, berharap melalui kelas yang secara rutin diselenggrakan ini, para ibu dapat menemukan sistem dukungan yang tepat baik dari keluarga, tenaga medis, maupun lingkungan untuk mewujudkan kelahiran yang sehat dan bermakna.

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita (Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi:

Instalasi Promosi Kesehatan RS Panti Rapih

WA : 0811-2846-125

Telepon : 0274 – 563333 ext 341

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Leptospirosis: Waspadai Infeksi dari Air dan Tikus 5/5 (1)

Apa Itu Leptospirosis?

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Bakteri Leptospira hidup di ginjal hewan terinfeksi dan dikeluarkan melalui urin. Di lingkungan lembab seperti air tawar, lumpur, atau tanah basah, bakteri ini bisa bertahan hidup hingga satu bulan.

Penularan pada manusia terjadi ketika bakteri masuk ke tubuh melalui kulit yang luka, atau lewat selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut. Terkadang, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urin tikus juga dapat menjadi jalur masuk bakteri ini ke tubuh manusia.

Siapa yang Berisiko?

Risiko tertular leptospirosis meningkat pada musim hujan, terutama di daerah banjir atau wilayah dengan populasi tikus tinggi. Kelompok yang rentan meliputi:
– Petani dan pekerja kebun
– Pekerja rumah potong hewan
– Dokter hewan
– Orang yang berenang di sungai atau danau
– Warga yang tinggal di lingkungan padat dan sanitasi buruk

Masa Inkubasi dan Gejala

Lepto 4Gejala leptospirosis biasanya muncul dalam 2 hingga 30 hari setelah terpapar, dengan rata-rata 7–10 hari. Keluhan awal mirip flu, yaitu:
– Demam
– Nyeri otot, terutama di betis
– Mata merah
– Mual dan muntah

Pada kasus berat, gejala dapat berkembang menjadi:
– Penyakit kuning (jaundice)
– Gangguan ginjal
– Sesak napas akibat gangguan paru
– Perdarahan
– Radang jantung, bahkan gagal jantung

Jika tidak ditangani, leptospirosis berat bisa menyebabkan kematian.

 

Bagaimana Diagnosis dan Pengobatannya?

Diagnosis awal didasarkan pada gejala dan riwayat paparan. Pada pemeriksaan laboratorium bisa didapatkan sel darah putih yang meningkat, jumlah trombosit yang turun, fungsi ginjal yang terganggu, serta kadar bilirubin yang tinggu dalam darah. Pemeriksaan konfirmasi dilakukan dengan mikroskop lapangan gelap atau deteksi antibodi terhadap Leptospira.

 

Pengobatan utamanya adalah antibiotik, seperti penisilin dan turunannya. Kasus berat perlu dirawat di rumah sakit, dan pada kondisi gagal ginjal bisa membutuhkan cuci darah (hemodialisis).

 

Bagaimana Mencegahnya?

Pencegahan utama adalah dengan menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan air atau lingkungan yang berisiko tercemar urin hewan:
– Gunakan pelindung seperti sepatu boots dan sarung tangan saat bekerja di tempat basah
– Cuci tangan dan tubuh setelah berkegiatan di luar rumah
– Simpan makanan dan minuman di wadah tertutup
– Hindari genangan air dan kebersihan lingkungan
– Kendalikan populasi tikus

Kesimpulan

Leptospirosis adalah penyakit yang bisa dicegah dan diobati, namun bisa fatal bila terlambat dikenali. Jika Anda mengalami demam setelah kontak dengan air banjir atau tempat tercemar, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan umum. Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, tetap konsultasikan dengan tenaga medis profesional.

 

Artikel oleh :

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih)

 

Referensi

  1. Terpstra WJ, Adler B, Ananyina B, AndreFontaine G, Ansdell V, Ashford DA, et al. Human leptospirosis: guidance for diagnosis, surveillance and control. Geneva; World Health Organization/ International Leptospirosis Society, 2003; p. 1-9; 21-3.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Leptospirosis: Kenali dan waspadai. 2015.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Leptospirosis – About. Available at: https://www.cdc.gov/leptospirosis/about/index.html

 

Mohon dapat memberikan rating