Petunjuk Diet Diabetes Mellitus

Tujuan Diet Diabetes Melitus 

Menyesuaikan makanan dengan kesanggupan tubuh untuk menggunakannya, sehingga membantu Anda :

  1. Menurunkan kadar gula darah mendekati normal.
  2. Menurunkan gula dalam urine menjadi negatif.
  3. Mencapai berat badan normal.
  4. Menjalankan pekerjaan sehari-hari seperti biasa.

Perbedaan Diet Diabetes Mellitus dengan Makanan Biasa

  1. Menghindari penggunaan gula murni.
  2. Membatasi penggunaan bahan makanan yang mengandung lemak jenuh.
  3. Jumlah makanan sehari dan pembagiannya perlu diatur dengan baik. Jadwal makan dibagi menjadi 3 kali makanan pokok dan 3 kali selingan.

Makanan yang harus dihindari

  1. Gula murni : gula merah, gula pasir, gula aren, gula batu.
  2. Makanan dan minuman yang dibuat dengan gula murni : Abon, dendeng, manisan, dodol, cake, tarcis/ kue tart, sirup, susu kental manis, coklat, minuman botol ringan (Softdrink), es krim dan lain-lain.

Makanan yang perlu dibatasi

Bahan makanan yang mengandung hidrat arang komplek : nasi, lontong, ketan, ubi, singkong, talas, kentang, sagu, mie, bihun, makaroni, dan makanan lain yang terbuat dari tepung-tepungan.

Bahan Makanan yang mengandung Lemak Jenuh

  1. Lemak Hewani : Lemak sapi, babi, kambing, susu full cream, keju, mentega.
  2. Kelapa, minyak kelapa, margarine. Bahan makanan ini sebaiknya dibatasi.

Pelaksanaan Terbaik Diet Diabetes Melitus

  1. Makanlah secara teratur sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang dianjurkan.
  2. Habiskanlah jumlah makanan yang telah ditentukan dalam daftar.
  3. Makanlah banyak sayuran sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan :
    a. Sayuran kelompok A boleh dimakan sekehendak. Sayuran kelompok B boleh dimakan menurut jumlah yang ditentukan.
    b. Semua macam buah boleh dimakan menurut jumlah yang ditentukan.
  4. Usahakanlah penggunaan lemak tidak jenuh dalam pemanasan seperti: minyak jagung, minyak kedelai, minyak kacang, minyak zaitun, dan lain-lain.
  5. Gunakanlah daftar penukar bahan makanan untuk variasi menu, sehingga dapat memilih bahan makanan yang sesuai dengan menu keluarga.

Hal yang perlu dilakukan jika mengalami Hipoglikemi

Hipoglikemi adalah keadaan yang terjadi bila kadar gula darah terlalu rendah. Ini disebabkan karena terjadi ketidakseimbangan antara makanan yang dimakan dengan kegiatan atau obat yang dimakan.

Gejalanya antara lain :

Gemetar, keluar keringat dingin, pusing, lemas, mata berkunang-kunang, dan nyeri di ulu hati, seperti merasa lapar yang sangat. Bila Anda mengalami gejala ini : minumlah segera air gula manis 1 gelas atau gula-gula / permen.

Hal lain yang perlu diperhatikan

  1. Periksalah secara teratur kadar gula Anda.
  2. Usahakanlah melakukan olah-raga jenis aerobic secara teratur, disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
  3. Hati –hati bila mendapat luka, jangan sampai terjadi infeksi.
  4. Pakailah pengganti gula murni bila diperlukan.

Contoh Menu Diet Sehari :

Pagi : Roti + Margarine + Pindakas, Telur Rebus, Lalap : Tomat, Selada

Pukul 10.00 : Pisang Rebus

Siang : Nasi, Ikan panggang saos tomat, tempe bumbu bacem, lalapan timun, sayur asem. Buah : Semangka

Pukul 16.00 : Lumpia basah isi sayuran

Malam : Kentang ongklok, Bistik daging sapi, Rolade tahu, Stup buncis, Sup sayuran. Buah: Jeruk

Pukul 21.00 : Buah apel

Lokasi Pelayanan :
Klinik Katarina (Klinik Anti Obesitas & Pelayanan Holistik)
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 1512

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Rating untuk artikel/halaman ini : [mr_rating_result]

Osteoporosis

Sebuah pepatah mengatakan bahwa kesehatan jauh lebih berharga daripada emas dan permata. Sering kali kita mendengar lansia menderita patah tulang walaupun hanya jatuh terduduk, terpeleset, menyangga dengan tangan ketika hendak jatuh atau terjatuh, dan berbagai kondisi lain dimana benturannya terjadi tidak terlalu keras. Salah satu hal yang mengakibatkan hal tersebut adalah osteoporosis.

Osteoporosis atau orang sering menyebutnya tulang keropos, adalah kondisi dimana tulang kehilangan kekuatannya dan ketebalannya, akibat kehilangan mineral, seperti kalsium, pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang dapat digantikan oleh tubuh. Tulang, khususnya di bagian panggul, tulang belakang dan pergelangan tangan menjadi kurang padat, lebih rapuh dan lebih mudah patah.

Saat ini di seluruh dunia, kurang lebih 200 juta orang menderita osteoporosis, dan jika tidak dilakukan pencegahan maka pada tahun 2050 perkiraan kasus patah tulang panggul akibat osteoporosis dapat meningkat hingga 310% pada pria dan 240% pada wanita. Patah tulang akibat osteoporosis tidak hanya akan menyebabkan rasa sakit pada individu, seperti kelainan bentuk dan rasa sakit, yang mengakibatkan kerusakan fisik namun juga gangguan psikologis yang serius seperti depresi, kecemasan dan ketakutan, kecacatan jangka panjang, kematian dini dan juga menyebabkan tekanan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat.

Pada usia muda, lebih banyak tulang yang dibuat daripada yang patah, oleh karena itu setiap keropos tulang secara cepat diganti. Pertumbuhan tulang selesai pada usia sekitar 30 tahunan, dan karena itu, semakin kita tua, semakin banyak tulang yang keropos daripada yang dapat digantikan oleh tubuh. Penyebab osteoporosis secara umum terbagi menjadi dua yaitu yang tidak bisa dimodifikasi, misalnya faktor genetik atau riwayat keluarga, lanjut usia, jenis kelamin dimana wanita menjadi lebih rentan menderita osteoporosis karena menopause dan berkurangnya hormon estrogen, suku bangsa (Kakukasia dan Asia), dan factor yang bisa dimodifikasi misalnya gizi, berat badan, mengubah gaya hidup, cedera tulang yang pernah dialami sebelumnya, imobilitas dalam jangka waktu lama, penyakit lainnya seperti kanker, gangguan tiroid, penyakit ginjal dan hati.

Osteoporosis mungkin tidak menyebabkan gejala tertentu dan sering tidak terdeteksi sampai mencapai stadium lanjut. Gejala stadium lanjut ini yang sering dialami, seperti nyeri punggung, tinggi tubuh lambat laun menyusut, keretakan panggul, tulang belakang dan pergelangan tangan.

Osteoporosis dapat dicegah dengan melakukan perubahan diet dan gaya hidup. Pencegahan melalui perbaikan diet dimulai sejak usia dini dan dewasa dengan mengkonsumsi sumber makanan yang kaya dengan kalsium, Vitamin D dan protein misalnya susu, dairy products, ikan, telur, buah-buahan seperti anggur, pir, apel, pisang, papaya, semangka, manga, blewah, jambu mete, biji labu (pumpkin seed), biji gandum, jawawut (millet), beras merah, gandum utuh (whole wheat), kacang almond, ubi jalar, wijen, flax seed, kacang segar, sayuran berdaun hijau, bayam, bit, jahe, bawang putih, lobak, wortel.

Jangan melupakan asupan vitamin K, karena vitamin ini berperan penting dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang, serta menurunkan risiko osteoporosis. Vitamin K banyak terdapat pada berbagai bahan makanan, misalnya bayam, brokoli, kacang kedelai, telur, daging, stroberi, sereal, dan minyak sayur.

Meningkatkan asupan vitamin D yang diaktifkan oleh sinar matahari yang akan diproses oleh tubuh, dengan berjemur dan berolahraga di pagi hari. Selain itu, sumber vitamin D juga terdapat pada berbagai makanan, seperti ikan tuna dan salmon, susu, jus jeruk, susu kedelai, sereal, hati sapi, keju, dan kuning telur.

Olahraga untuk mencegah osteoporosis dibagi dalam dua bagian, yaitu olahraga yang bersifat weight-bearing dan melatih kekuatan otot. Termasuk dalam weight-bearing adalah tenis, naik tangga, jogging diselingi jalan kaki, dan olahraga yang mencakup gerakan melompat (voli, basket, loncat tali). Untuk anak-anak dan remaja, latihan atau olahraga intensitas tinggi dalam durasi pendek menghasilkan peningkatan kepadatan tulang terbesar pada kerangka yang sedang tumbuh. Anak-anak dianjurkan melakukan aktivitas fisik minimal 40 menit sehari. Latihan ini harus mencakup olahraga dengan elemen weight-bearing (bersepeda dan berenang tidak termasuk) atau aktivitas seperti menari, melompat, berlari atau berjalan. Untuk orang dewasa secara umum harus berolahraga selama 30 hingga 40 menit tiga hingga empat kali setiap minggu dengan ada latihan weight-bearing. Sedangkan untuk lansia, dapat melakukan latihan ringan seperti senam taichi dan jalan santai. Latihan ini diperlukan oleh lansia untuk menjaga kekuatan otot, berat badan tetap stabil dan keseimbangan tubuh tetap terjaga sehingga tidak mudah jatuh dan menyebabkan patah tulang.

Kurangi minuman beralkohol, karena mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebih terbukti meningkatkan risiko osteoporosis karena mengganggu sistim pencernaan dalam menyerap kalsium. Alkohol dapat mempengaruhi kerja pankreas dan hati sehingga berdampak pada penyerapan dan metabolisme kadar kalsium dan vitamin D di dalam tubuh dan pada akhirnya mempengaruhi kepadatan tulang. Selain itu,  kebiasaan merokok menghasilkan radikal bebas yang merupakan senyawa berbahaya yang menyebabkan berbagai penyakit. Radikal bebas ini dapat membunuh komponen sel yang seharusnya membentuk tulang yang sehat. Merokok juga dapat meningkatkan hormon kortisol yang dapat melemahkan kerja tulang.

Yuk mulai dari sekarang, perbaiki konsumsi makanan kita dengan memenuhi berbagai macam sayuran, buah-buahan, sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, sekarang saatnya bagi kita untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan lama kita sehingga tetap bisa hidup sehat sampai lansia tanpa harus khawatir menderita osteoporosis.

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Stephanus Hardyanto
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Lokasi Pelayanan :
Klinik Bedah Tulang
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : [mr_rating_result]

Keluarga Berencana dengan Metoda Ovulasi Billings (MOB)

Keluarga sehat, bahagia dan sejahtera adalah cita-cita dari setiap pasangan yang berkeluarga tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikannya. Dengan pengaturan jumlah anak dan jarak kehamilan maka akan mempermudah pencapaian cita-cita mulia tersebut.

Metoda KB yang paling sehat, efektif, efisien, mudah dan murah adalah dengan KBA (Keluarga Berencana Alami) atau MOB (Metoda Ovulasi Billings).

Sampai saat ini KBA/ MOB adalah satu-satunya KB unggulan yang diterapkan di RS Panti Rapih. Dengan pemahaman dan penerapan yang benar maka keberhasilannya nyaris sempurna. Selain itu, MOB ini juga bisa sebagai landasan yang kuat membantu pasangan yang menginginkan anak.

 

 

Artikel ditulis oleh :
dr. Vincentia Merry, SpOG
(Dokter Spesialis Obgin RS Panti Rapih)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan dan Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : [mr_rating_result]

Phacoemulsification

Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total.

Dalam perkembangannya katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan pengerasan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, berwarna kuning menjadi coklat/putih secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Beberapa gejala umum Katarak antara lain:
● Pandangan kabur yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau ukuran kacamata yang sering berubah
● Warna-warna tampak kusam
● Susah melihat di tempat yang terang akibat silau
● Kesulitan saat membaca atau mengemudi di malam hari

Sampai saat ini operasi katarak masih menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Namun, dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, maka operasi katarak tidak lagi menakutkan karena ada alat dengan teknologi modern yang membuat operasi katarak dapat dilakukan dengan teknik Phaco (baca: Fako) Emulsifikasi dan tanpa membuat sayatan lebar, sehingga operasi menjadi cepat, mudah, dan aman tanpa jahitan.

Apa yang dimaksud dengan Teknik Phaco Emulsifikasi?

Operasi pengangkatan katarak modern dengan menggunakan alat phacoemulsifikasi (awam disebut dengan laser) untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan. Setelah itu, lensa intra-okuler (IOL) yang dapat dilipat dimasukkan ke dalam mata. Setelah operasi, pasien dapat beraktivitas kembali tanpa penutup mata.

Beberapa kelebihan dari operasi katarak dengan menggunakan teknik Phaco Emulsifikasi yaitu:
● Sayatan sangat kecil (± 2,2 mm)
● Proses cepat (± 15 menit)
● Tanpa Jahitan
● Pasien dapat langsung pulang setelah operasi
● Perawatan dan pemulihan lebih cepat (±2- 5 hari)
● Dapat dilakukan pada semua tingkatan katarak
● Mengurangi rasa nyeri, ngeres dan ketidaknyamanan setelah operasi

Jika anda mengalami masalah kesehatan mata, silakan konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Lokasi Pelayanan :
Klinik Mata
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : [mr_rating_result]

Gagal Jantung Kongestif

Gagal jantung kongestif adalah suatu keadaan berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak dapat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

Penyebab

  • Gagal jantung seringkali berkembang akibat adanya kondisi tertentu yang merusak atau melemahkan jantung, seperti:
  • Penyakit penyempitan pembuluh darah jantung (koroner)
  • Tekanan darah tinggi
  • Kerusakan katup jantung
  • Kerusakan otot jantung
  • Radang otot jantung
  • Irama jantung yang tidak normal
  • Kelainan jantung bawaan
  • Penyakit kronis lainnya seperti diabetes, anemia berat, kekurangan dan kelebihan dari hormon tiroid

Gejala dan Tanda

  • Sesak
  • Mudah lelah
  • Berkeringat banyak walaupun tidak beraktivitas berat
  • Terbangun di malam hari karena sesak
  • Nyeri dada
  • Bengkak daerah kaki
  • Ketidaknyamanan di perut kanan atas

Klasifikasi

Derajat 1: Tidak ada keterbatasan dari aktivitas fisik, aktivitas biasa tidak menimbulkan gejala
Derajat 2: Ada sedikit keterbatasan dari aktivitas fisik, lebih nyaman saat istirahat, aktivitas fisik sehari-hari dan menaiki tangga agak banyak menyebabkan lelah, berdebar-debar dan sesak
Derajat 3: Adanya keterbatasan dari aktivitas fisik secara signfikan, lebih nyaman saat beristirahat, aktivitas fisik yang ringan dapat menyebabkan lelah, berdebar dan sesak
Derajat 4: Tidak bisa melakukan aktivitas fisik dengan nyaman, timbul gejala gangguan jantung pada saat istirahat, bila beraktivitas keluhan akan semakin berat

Penatalaksanaan

1. Prinsip umum diet:
– Memberikan makanan yang rendah garam
– Mencapai dan mempertahankan berat badan normal
– Mencegah peningkatan kadar garam dalam darah dan asupan cairan

2. Latihan fisik
– Memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
– Menganjurkan melakukan aktivitas sesuai kemampuan
– Menurunkan berat badan
– Mengkonsumsi obat-obatan secara teratur dari dokter

Pencegahan

Perubahan gaya hidup dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan gagal jantung meliputi:
– Hindari mengkonsumsi alkohol dan merokok
– Mengontrol tekanan darah, kadar lemak dan gula darah
– Rutin olahraga
– Pola makan sehat
– Hindari stres
– Menjaga berat badan

Lokasi Pelayanan :
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Bahayakah Hernia Pada Bayi dan Anak?

Sebagai orang tua, tentu bapak dan ibu sekalian sangat memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan buah hati kita. Dalam prosesnya orang tua pasti mengamati tanda-tanda atau perubahan yang muncul pada tubuh bayi kita, baik itu adanya perubahan secara normal maupun keadaan yang abnormal. Beberapa kondisi yang dapat membuat orang tua khawatir adalah tiba-tiba munculnya benjolan pada daerah perut buah hati kita, dan pasti membuat bapak dan ibu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai apa penyebabnya dan penanganannya.

Kondisi yang paling sering terjadi pada bayi dan anak dengan adanya benjolan di sekitar perut dan alat kelamin adalah Hernia. Hernia pada bayi dan anak muncul dengan ditandai oleh benjolan atau tonjolan yang terjadi di daerah perut (khususnya pusar) dan daerah sekitar alat kelamin, namun bisa saja kejadian hernia ini muncul di lain tempat sekitar perut, tergantung jenis dan dimana lokasi spesifik terjadinya benjolan tersebut.

Hernia tersebut terjadi karena adanya organ atau jaringan tubuh (dalam hal ini organ usus) keluar atau mendesak lapisan jaringan lunak dan otot yang lemah, yang seharusnya jaringan lunak dan otot tersebut mampu menahan organ atau jaringan tersebut dalam posisinya.

Jenis Hernia yang sering terjadi pada bayi dan anak adalah hernia umbilikalis (yang terjadi pada daerah pusar) dan hernia inguinalis (yang terjadi pada daerah sekitar alat kelamin).

Pada kondisi hernia inguinalis yang ringan, massa organ atau jaringan tubuh tersebut bisa keluar masuk , jika massa organ atau jaringan tubuh keluar maka terjadi benjolan (biasanya akan terjadi saat anak menangis, mengedan dan beraktifitas. Sedangkan dalam saat anak tenang benjolan akan berkurang atau menghilang. Sedangkan pada kondisi yang berat atau lanjut, benjolan akan menetap (ireponibilis), dapat menyebabkan sumbatan pada organ atau jaringan (organ usus) terjepit (inkarserata), atau bahkan sampai kepada kondisi tersumbatnya aliran darah ke bagian organ atau jaringan yang menyebabkan kematian jaringan organ (strangulata).

Pada kondisi yang berat ini anak akan menangis, rewel karena nyeri perut, muntah, tidak bisa buang air besar atau buang air besar bercampur darah, tidak bisa kentut, demam, tidak mau makan, perut akan kembung atau menjadi besar. Jika terjadi kondisi ini bayi atau anak harus segera diperiksa dan ditangani karena usus yang terjepit akan kekurangan aliran darah yang akan membuat jaringan usus menjadi mati (nekrosis), infeksi pada seluruh rongga perut dan usus mengalami kebocoran (perforasi).

Dalam penegakan diagnosis hernia pada bayi atau anak ini dapat dilakukan dengan anamnesis (keluhan yang diberitahukan kepada dokter), pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter dan pemeriksaan penunjang radiologi untuk mendapatkan gambaran pencitraan usus atau organ yang mengalami gangguan seperti ultrasonografi (USG) dan lainnya.

Penatalaksanaan Hernia Pada Bayi dan Anak

Jika bapak ibu sekalian menemukan tanda yang telah disebutkan diatas, segara bapak ibu dapat memeriksakan buah hatinya ke rumah sakit, dengan bertemu dokter spesialis bedah anak. Tindakan yang akan dilakukan adalah dengan metode operasi.

Metode operasi yang dilakukan adalah operasi herniotomi, yang bertujuan untuk mengembalikan organ atau jaringan ke tempat semula dan mencegah resiko sumbatan pada organ atau jaringan (organ usus) terjepit (inkarserata) atau bahkan strangulasi yang pada akhirnya menyebabkan rusaknya organ atau jaringan usus tersebut.

Pada umumnya dengan kondisi tanpa penyulit dan atau komorbid, tingkat keberhasilan tindakan operasi ini tinggi dengan tingkat residif (berulang) yang rendah.

Lokasi Pelayanan :
Klinik Tumbuh Kembang
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Artikel oleh:

dr. I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Transcranial Doppler (TCD) Mengintip Aliran Darah di Dalam Otak dan Cegah Stroke

Sistem pembuluh darah di dalam otak kita sangatlah penting, sistem ini mendukung distribusi nutrisi dan oksigen ke sel-sel otak sehingga metabolismenya dapat tetap berlangsung. Otak kita bertanggung jawab memberikan perintah kepada organ-organ penting dalam tubuh, hal ini dapat berlangsung apabila metabolisme otak berlangsung dengan baik.

Pembuluh darah pada manusia dibagi menjadi dua yaitu, pembuluh darah arteri yang membawa oksigen dan nutrisi dan pembuluh darah bali (vena) yang membawa karbondioksida. Pembuluh darah arteri memiliki dinding yang kenyal karena dindingnya dibangun dari otot sehingga pembuluh darah ini dapat berkontraksi. Sedangkan pembuluh darah vena tidak mampu berkontraksi, untuk dapat mengembalikan darah menuju jantung pembuluh darah ini menggunakan sistem katub.

Arteri akan membawa darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke sel, maka apabila arteri ini tersumbat maka sel akan kekurangan oksigen, bila keadaan ini terjadi di pembuluh darah otak maka disebut dengan Stroke, bila sumbatan arteri terjadi di jantung akan disebut dengan Penyakit Jantung Koroner dan bila terjadi di kaki maka disebut dengan Penyakit Arteri Perifer Oklusi (PAPO) atau Peripheral Arterial Disease (PAD).

Saat ini aliran darah di pembuluh darah darah arteri dapat dilihat dari luar, sehingga dapat dilihat apakah terjadi perubahan pada aliran darah yang mengarah pada suatu sumbatan pada pembuluh darah atau keadaan lainnya. Transcranial Doppler (TCD) dapat digunakan untuk melihat aliran darah di dalam pembuluh darah otak dengan  menggunakan teknologi ultrasound. Teknologi ultrasound dalam dunia kedokteran sudah sering digunakan yaitu pada alat USG. Pada pemeriksaan TCD, gelombang ultrasound yang dihasilkan akan membentur sel-sel darah yaitu eritrosit dan dipantulkan kembali ke alat TCD kemudian diolah sebagai data sehingga dapat ditentukan kecepatan aliran darah, index pulsasi dari arteri dan irama aliran darah di otak.

Pengertian Pemeriksaan TCD
Pemeriksaaan sederahana, murah, non invasif dan real time. Pemeriksaan ini tidak membutuhkan persiapan khusus sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan ini kapan saja, bila dibandingkan pemeriksaan CT Scan atau MRI tentunya pemeriksaan lebih murah. TCD bukan suatu pemeriksaan invasif hanya cukup menempelkan probe TCD di atas kulit di area kepala dan pasien tidak merasakan sakit, hanya suara berdenging saja yang terdengar oleh pasien yang merupakan suara ultrasound, karena non invasif maka pemeriksaan ini dapat diulang berkali-kali.

Transcranial Doppler akan memberikan gambaran aliran darah di otak secara real time artinya keadaan aliran darah di otak pada saat itu langsung dapat terlihat. Semua alat memiliki kelebihan dan kekurangan, TCD memiliki keterbatasan apabila pasien memiliki tulang kepala yang tebal sehingga gelombang ultrasound tidak dapat menembus masuk, TCD menentukan fungsional aliran darah sehingga alat ini tidak dapat melihat struktur jaringan otak, sehingga pada kondisi tertentu memerlukan kombinasi pemeriksaan dengan CT Scan atau MRI kepala bahkan pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA). 

Kapan Seseorang Harus Menjalani Pemeriksaan TCD?

TCD dilakukan pada pasien Stroke, Penyakit Sikle Cell, Malformasi Arteri-vena, Mati Batang Otak, Vasospasme pada kasus perdarahan Subaraknoid, Defek Septum Jantung dan masih banyak kasus lain.  TCD dapat dilakukam sebagai pemeriksaan preventif yaitu pada orang yang memiliki risiko vaskuler seperti diabetes, hipertensi, merokok, dislipidemia, obesitas maka TCD dapat dilakukan untuk skrining dan deteksi dini kondisi aliran darah di otak, apabila didapatkan kondisi aliran darah yang tidak baik maka faktor-faktor risiko vaskuler harus segera diperbaiki sehingga dapat mencegah terjadinya stroke.

Yuk baca artikel lainnya: https://pantirapih.or.id/rspr/?s=saraf

Lokasi Pelayanan :
Klinik Saraf
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Rating untuk artikel/halaman ini : [mr_rating_result]

Perawatan Gigi pada Anak

Gigi susu (gigi decidui) seperti halnya gigi permanen mempunyai beberapa fungsi yaitu fungsi pengunyahan (mastikasi), fungsi pengucapan (fonetik), fungsi kecantikan (estetik), fungsi mempertahankan ruang dalam lengkung gigi (space maintainer).

Mengingat pentingnya fungsi dari gigi susu bila terdapat penyakit/kelainan pada gigi susu harus segera dirawat karena kondisi gigi susu saat ini sangat menentukan keadaan gigi-gigi permanen penggantinya. Beberapa kelainan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak-anak adalah:
1. Gigi berlubang (karies gigi)
Proses terjadinya karies gigi dipengaruhi oleh 4 faktor penyebab utama yang terjadi dalam waktu bersamaan.
Faktor-faktor tersebut adalah :
a. Kuman. Secara normal kuman ada dan diperlukan di rongga mulut, tetapi apabila terdapat sisa makan yang melekat pada gigi, maka kuman akan menfermentasi sisa makanan tersebut menjadi asam.
b. Sisa makanan, terutama golongan karbohidrat seperti gula dan roti. Sisa makanan yang melekat pada gigi akan diubah oleh kuman menjadi asam yang dapat melarutkan email (lapisan terluar) gigi.
c. Gigi. Dengan bentuk anatomi yang berlekuk (pit dan fissure dalam) kadang sulit untuk dapat membersihkan seluruh permukaan gigi secara sempurna.
d. Waktu. Dari ke 3 faktor diatas diperlukan proses dalam waktu yang bersamaan.

● Jika kedalaman lubang gigi pada permukaan email/dentin maka biasanya hanya diperlukan satu/dua kali kunjungan untuk dapat ditambal secara permanen.
● Jika kedalaman lubang gigi sudah mengenai saraf gigi (pulpa) maka perlu dilakukan perawatan untuk mematikan saraf gigi (devitalisasi) dan dilanjutkan dengan perawatan saluran akar yang akan memerlukan beberapa kali kunjungan sebelum dapat ditambal secara permanen.

2. Pembengkakan gusi
Infeksi yang terjadi pada gigi dapat menjalar menjadi pembengkakan pada gusi bahkan dapat sampai ke pipi/dagu. Perawatan yang dapat dilakukan adalah menghilangkan pembengkakan tersebut dengan pemberian antibiotik dan anti radang, kemudian dilanjutkan dengan perawatan saluran akar pada gigi tersebut.

3. Kesundulan (persistensi gigi susu)
Yaitu kondisi dimana gigi susu belum tanggal, sementara gigi permanen penggantinya telah tumbuh. Hal ini mengakibatkan gigi permanen tumbuh pada posisi di luar lengkung gigi, sehingga susunan gigi geligi menjadi tidak teratur. Perawatan yang dapat dilakukan adalah melakukan pencabutan pada gigi susu tersebut.

4. Gigi susu tanggal sebelum waktunya (premature loss)
Gigi susu yang tanggal sebelum waktunya dikhawatirkan menyebabkan gigi disampingnya akan mundur/maju menempati ruang yang kosong sehingga gigi permanen pengganti akan kehilangan ruang atau juga dapat mengakibatkan gigi permanen pengganti kehilangan arah ketika akan tumbuh. Perawatan yang dapat dilakukan adalah pembuatan space maintainer.

Mengingat pentingnya peran gigi susu dan akibat yang mungkin ditimbulkan dari kelainan gigi susu yang tidak dirawat maka orang tua dapat mengkonsultasikan keadaan gigi anaknya ke dokter gigi sedini mungkin. Kontrol ke dokter gigi diharapkan dilakukan setiap 6 bulan. Dokter gigi akan melakukan pencegahan terjadinya karies gigi dengan Dental Health Education, fissure sealant (melapisi lekukan gigi yang dalam dengan bahan tambal), pemberian fluor pada gigi anak-anak dan pencegahan terjadinya kesundulan gigi dengan melakukan pencabutan pada gigi susu yang sudah goyah atau dengan usia dan foto rontgen dokter gigi dapat memperkirakan waktu tanggalnya gigi susu.

Pendaftaran via PantiRapihKu: https://pantirapih.or.id/rspr/jadwalkan-kunjungan-anda-dengan-aplikasi-pantirapihku/

Artikel ini ditulis oleh:
drg. Julie Christine Limantara, Sp.KGA.
(Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gigi
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Kenapa Gigi yang Sakit Tidak Bisa Langsung di Cabut atau di Tambal?

Rasa sakit pada gigi yang berlubang merupakan hal yang paling sering dikeluhkan pasien saat datang ke dokter gigi untuk memeriksakan giginya. Kerapkali pasien sangat ingin menghilangkan rasa sakit tersebut dengan cara mencabut atau menambal gigi yang berlubang tersebut. Tetapi, dokter gigi seringkali tidak bisa langsung mencabut atau menambal gigi tersebut dan hal tersebut sering membuat pasien bingung. Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa dokter gigi tidak bisa langsung mencabut atau menambal gigi yang sedang sakit tersebut.

  1. Syaraf Gigi yang Terbuka

Pada gigi berlubang dan terasa sangat sakit biasanya disebabkan oleh kondisi syaraf gigi yang terbuka. Kondisi tersebut akan membuat syaraf gigi menjadi over reaktif, juga menyebabkan syaraf membuka lebih banyak reseptor rasa sakit, sehingga rasa sakit menjadi lebih kuat dan akan membutuhkan pembiusan yang lebih banyak daripada biasanya saat akan dicabut. Selain itu, kondisi syaraf yang terbuka tersebut justru akan terasa semakin sakit bila langsung dilakukan penambalan, karena bahan tambal yang mengandung berbagai bahan kimia akan langsung bersentuhan pada syaraf yang terbuka. Itu sebabnya seringkali dokter gigi akan memberikan obat terlebih dahulu atau mematikan syaraf gigi tersebut agar rasa sakit berkurang, sehingga akan memudahkan saat perawatan berikutnya untuk mempertahankan gigi atau saat akan dilakukan pencabutan.

  1. Kondisi Gigi yang Sedang Infeksi

Gigi yang sakit bisa disebabkan oleh kondisi infeksi yang sedang terjadi pada gigi tersebut. Kondisi infeksi juga bisa merubah tingkat keasaman (pH) rongga mulut menjadi lebih asam. Pada saat akan dilakukan pencabutan maka diperlukan pembiusan, sedangkan bius tersebut tidak dapat bekerja dengan baik pada kondisi pH yang asam. Bila tetap dipaksa dicabut, bisa-bisa pencabutan akan terasa sakit karena bius yang tidak bekerja dengan baik. Selain itu, pada gigi yang sedang infeksi, banyak mengandung produk-produk yang dihasilkan oleh bakteri penyebab infeksi. Bila dalam kondisi tersebut dilakukan penambalan, produk-produk bakteri tersebut akan terjebak di dalam gigi dan akan mencari jalan keluar, sehingga akan membentuk pembengkakan pada sekitar gigi. Itu sebabnya dokter gigi biasanya menunda pencabutan atau penambalan dan mengobati infeksi tersebut terlebih dahulu, agar lebih mudah saat akan dilakukan perawatan untuk mempertahankan gigi atau pencabutan gigi.

Beberapa faktor di atas merupakan alasan kenapa gigi yang sakit tidak bisa langsung dilakukan penambalan atau pencabutan. Adapun kondisi gigi yang sakit tetap harus diperiksakan ke dokter gigi untuk bisa diketahui penyebab sakitnya dan bisa dirawat sesuai dengan penyebab sakit tersebut, sehingga rasa sakit akan segera hilang. Tetap lakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, agar dapat mengetahui dan merawat kondisi kesehatan gigi dan mulut sebelum terlambat dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

 

Artikel ini ditulis oleh:
drg. Rizka Dindarini, Sp.Perio.
(Dokter Spesialis Gigi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gigi
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Rating untuk artikel/halaman ini : [mr_rating_result]

Cacar Monyet

Monkeypox (cacar monyet) disebabkan oleh virus monkeypox, anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae adalah penyakit zoonosis virus yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat.

Cacar monyet biasanya memiliki gejala klinis demam, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis. Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu. Kasus yang parah dapat terjadi dengan rasio kasus kematian meningkat sekitar 3-6%. Apa yang mencemaskan?

Manifestasi klinis cacar monyet mirip dengan cacar, infeksi orthopoxvirus  yang telah dinyatakan dapat diberantas di seluruh dunia pada tahun 1980. Cacar monyet kurang menular daripada cacar dan menyebabkan penyakit yang kurang parah. Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terhadap virus cacar monyet, yaitu tupai tali, tupai pohon, tikus, dormice, primata non-manusia dan spesies lainnya. Cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di wilayah di mana cacar telah dieliminasi pada tahun 1968. Sejak itu, kasus cacar monyet telah dilaporkan pada manusia di 11 negara Afrika, yaitu Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone, dan Sudan Selatan.

Pada tahun 2003, wabah cacar monyet pertama di luar Afrika terjadi di Amerika Serikat dan dikaitkan dengan kontak dengan anjing padang rumput peliharaan yang terinfeksi. Hewan peliharaan ini telah ditempatkan dengan tikus berkantung Gambia dan dormice yang telah diimpor ke negara itu dari Ghana. Wabah ini menyebabkan lebih dari 70 kasus cacar monyet di AS. Cacar monyet juga telah dilaporkan pada pelancong dari Nigeria ke Israel pada September 2018, ke Inggris pada September 2018, Desember 2019, Mei 2021 dan Mei 2022, ke Singapura pada Mei 2019, dan ke Amerika Serikat pada bulan Juli dan November 2021. Pada Mei 2022, beberapa kasus cacar monyet diidentifikasi di beberapa negara non-endemik.

Penularan dari hewan ke manusia (zoonotik) dapat terjadi dari kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa dari hewan yang terinfeksi. Makan daging yang tidak dimasak dengan baik dan produk hewani lainnya dari hewan yang terinfeksi merupakan faktor risiko yang mungkin. Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi akibat kontak dekat dengan sekret pernapasan, lesi kulit orang yang terinfeksi, atau benda yang baru saja terkontaminasi. Penularan melalui partikel pernapasan biasanya memerlukan kontak tatap muka yang berkepanjangan, yang menempatkan petugas kesehatan, anggota rumah tangga dan kontak dekat lainnya dari kasus aktif pada risiko yang lebih besar. Penularan juga dapat terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin (yang dapat menyebabkan cacar monyet bawaan) atau selama kontak dekat selama dan setelah kelahiran.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya dari 6 hingga 13 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari. Infeksi dapat dibagi menjadi dua periode, yaitu periode pertama disebut periode invasi berlangsung antara 0-5 hari yang ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, mialgia (nyeri otot) dan asthenia yang hebat (kekurangan energi). Limfadenopati adalah ciri khas cacar monyet dibandingkan dengan penyakit lain yang awalnya mungkin tampak serupa (cacar air, campak, cacar). Periode kedua disebut periode erupsi kulit biasanya dimulai dalam 1-3 hari setelah munculnya demam. Ruam cenderung lebih terkonsentrasi di wajah dan ekstremitas daripada di badan. Ini mempengaruhi wajah (dalam 95% kasus), dan telapak tangan dan telapak kaki (dalam 75% kasus). Juga terkena adalah selaput lendir mulut (dalam 70% kasus), alat kelamin (30%), dan konjungtiva (20%), serta kornea. Ruam berkembang secara berurutan dari makula (lesi dengan dasar rata) menjadi papula (lesi keras yang sedikit terangkat), vesikel (lesi berisi cairan bening), pustula (lesi berisi cairan kekuningan), dan krusta yang mengering dan rontok. Jumlah lesi bervariasi dari beberapa hingga beberapa ribu. Dalam kasus yang parah, lesi dapat menyatu sampai sebagian besar kulit terkelupas.

Pengelolaan medis untuk monkeypox harus dioptimalkan sepenuhnya untuk meringankan gejala, mengelola komplikasi, dan mencegah gejala sisa jangka panjang. Diperlukan pemberian cairan dan makanan bergizi untuk mempertahankan status gizi yang memadai. Infeksi bakteri sekunder harus diobati sesuai indikasi. Obat antivirus yang dikenal sebagai tecovirimat yang dikembangkan untuk cacar atau smallpox, dilisensikan oleh European Medical Association (EMA) untuk cacar monyet pada tahun 2022, tetapi sampai sekarang obat ini belum tersedia secara luas. Pada Juli tahun 2018, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah memberikan persetujuan kepada SIGA Technology untuk TPOXX (Tecovirimat), obat anti cacar pertama yang disetujui FDA. TPOXX (Tecovirimat) adalah obat penghambat protein pembungkus amplop ortopoxvirus VP37 dengan memblok interaksinya dengan seluler Rab9 GTPase dan TIP47, sehingga mencegah pembentukan bentuk ortopoxvirus kompoten yang diperlukan dalam penyebaran virus di dalam tubuh.

Pengobatan Tecovirimat diindikasikan pada orang dewasa dan pasien anak-anak dengan berat setidaknya 13 kg. Obat ini poten, spesifik, aman, mudah dibuat, stabil, tersedia secara oral, memiliki rejimen dosis langsung yang tidak memerlukan pengawasan medis dan tidak mengganggu vaksin. Sediaan dibuat oral dalam kapsul gelatin padat yang berisi zat aktif kristal tecovirimat monohidrat dan bahan tambahan lainnya.

Vaksinasi cacar dalam beberapa penelitian observasional sekitar 85% efektif dalam mencegah cacar monyet dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan. Bukti vaksinasi sebelumnya terhadap cacar biasanya dapat ditemukan sebagai bekas luka di lengan atas. Saat ini, vaksin cacar (generasi pertama) yang asli tidak lagi tersedia untuk masyarakat umum. Vaksin yang masih lebih baru berdasarkan virus vaccinia yang dilemahkan dan dimodifikasi (strain Ankara) telah disetujui untuk pencegahan monkeypox pada tahun 2019. Ini adalah vaksin dua dosis yang ketersediaannya masih terbatas. Meningkatkan kesadaran akan faktor risiko dan mendidik masyarakat tentang langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk mengurangi paparan virus adalah strategi pencegahan utama cacar monyet.

Jumat, 20 Mei 2022 terjadi wabah cacar monyet yang dilaporkan di 11 negara yang tidak biasa, karena terjadi di negara-negara non-endemik di Eropa, Amerika dan Australia. Ada sekitar 80 kasus yang dikonfirmasi dan 50 kasus sedang dalam penyelidikan. Lebih banyak kasus kemungkinan akan dilaporkan saat pengawasan meluas.

Sumber: https://dokterwikan.com/

Artikel ini ditulis oleh:
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

IGD RS PANTI RAPIH
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta
Telepon : 0274 – 552118