Kesehatan Anak Paska Pandemi COVID-19

Selama dua dekade terakhir, epidemiologi kesehatan anak global telah berubah secara signifikan, termasuk dalam kesejahteraan anak. Ketika semua negara berusaha membangun kembali saat pulih dari ganasnya pandemi COVID-19, diperlukan evolusi substansial dalam berbagai program, untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak yang berubah. Apa yang harus berubah?

Pola kematian dan penyakit pada masa anak berubah secara dramatis. Tren menunjukkan bahwa kematian yang dapat dicegah sekarang tertinggi pada periode bayi baru lahir. Namun demikian, sebnarnya pneumonia, diare dan malaria yang diperparah oleh malnutrisi, masih juga terus berdampak besar pada anak balita. Ini terutama terjadi di antara populasi yang paling terpinggirkan di wilayah Afrika sub-Sahara, di mana populasi anak justru diperkirakan akan tumbuh dalam beberapa dekade mendatang.

Di beberapa negara kematian pada remaja (15-19 tahun) justru meningkat karena kecelakaan lalu lintas di jalan raya, kekerasan fisik, dan melukai diri sendiri. Peningkatan jumlah anak dan remaja yang masih bertahan hidup, banyak yang dipengaruhi oleh kejadian cedera, gangguan perkembangan, penyakit tidak menular dan kesehatan mental yang buruk. Kelebihan berat badan dan obesitas di kalangan remaja dengan cepat meningkat, sehingga banyak negara menghadapi beban ganda malnutrisi, baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi.

Tantangan ini cenderung diperparah oleh pergeseran demografis. Peningkatan jumlah anak yang tinggal di pusat kota pada tahun-tahun mendatang, membatasi kesempatan untuk mendapatkan udara bersih dan beraktivitas fisik, sehingga menyebabkan tekanan serius pada berbagai fasilitas layanan kesehatan di daerah, apabila tanpa intervensi khusus. Kesehatan dan kesejahteraan anak dan remaja harus menjadi pusat upaya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030. Dunia perlu mengubah orientasi program untuk mencapai SDG (reframing child and adolescent health for the SDG era).

Negara hanya dapat berkembang dan makmur jika negara berinvestasi untuk anak dan remaja, dan mengoptimalkan dukungan dalam momen penting pembentukan kesehatan anak di masa depan, dengan menggunakan apa yang disebut pendekatan alur kehidupan (lifecourse approach). Dengan pemikiran ini, meningkatkan kesehatan anak tidak boleh lagi hanya dianggap semata-mata sebagai masalah sektor kesehatan. Kebijakan, layanan, dan edukasi harus ditempatkan sebagai bagian dari solusi oleh pemerintah dan masyarakat, untuk mendorong agenda kesehatan anak dan remaja global, regional dan nasional.

Hampir satu tahun setelah COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi, peningkatan luar biasa terlihat pada pembalikan risiko kelangsungan hidup anak dan remaja. Kerangka Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang diadopsi pada tahun 2015, memang telah mencakup pendekatan holistik untuk meningkatkan kesehatan anak dan remaja, tetap masih relevan setelah pandemi COVID-19 berakhir, tetapi perlu penajaman fokus.

Kerangka kerja tersebut dahulu disusun berdasarkan tren tingkat makro, sehingga saat ini membutuhkan perubahan besar dalam paradigma tentang kesehatan anak dan remaja. Hal ini memerlukan peralihan dari fokus (shift in thinking) yang sebelumnya hanya tentang kelangsungan hidup anak di bawah 5 tahun, menjadi keterkaitan kesehatan ibu, bayi baru lahir, anak dan remaja, dengan pemahaman tentang bagaimana alur kehidupan manusia, tidak hanya pada masa dini, tetapi harus berlanjut sepanjang kehidupan anak hingga dewasa.

Perubahan demografi dan beban penyakit telah memaksa setiap negara harus memperkuat sistem kesehatannya, agar lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan anak dan remaja. WHO dan UNICEF telah memulai upaya untuk mengarahkan kembali strategi kesehatan anak, mengalihkan perhatian ke perspektif alur kehidupan (life course perspective), dan menjauh dari fokus eksklusif sebelumnya, yaitu hanya terkait kelangsungan hidup bayi dan anak di bawah 5 tahun.

Prinsip pemrograman ulang (redesign) kesehatan anak, berupa program kesehatan anak dan remaja, serta implementasi kebijakannya yang harus mengikuti pendekatan alur kehidupan (life course perspective), yang didasarkan pada data tentang epidemiologi penyakit terbaru. Pemrograman ulang ini termasuk memastikan layanan kesehatan prakonsepsi yang baik, layanan kesehatan ibu hamil, serta intervensi medis yang berkualitas tinggi untuk anak sampai remaja, yang berusia 0 hingga 19 tahun.

Program baru harus berdasarkan hak dan adil (rights based and equitable), sehingga intervensi dan layanan medis penting harus disediakan untuk semua anak, di mana pun mereka tinggal. Selain itu, program harus mencakup layanan terpadu yang berpusat pada keluarga, anak, dan remaja, dalam bentuk mempromosikan kesehatan, pertumbuhan, dan kesejahteraan. Implementasinya meliputi pembentukan ketahanan atau imunitas, mencegah pajanan terhadap penyakit dan komplikasi selanjutnya, dan meminimalkan kerentanan atau faktor risiko sakit, dengan mempertimbangkan kebutuhan personal anak dan remaja.

Masyarakat dan keluarga harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam perancangan kebijakan pada anak dan remaja, untuk penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas, paska pandemi COVID-19.

Sudahkah Anda terlibat membantu?

Artikel ini ditulis oleh: DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Sumber: https://dokterwikan.com/

3 Tips Agar Anak 6-12 Tahun Siap Vaksin COVID-19

Anak usia 6-12 tahun perlu di suntik vaksin COVID-19, di samping memberikan kekebalan terhadap diri anak juga melindungi  penularan pada orang dewasa yang rentan dan orang lanjut usia yang belum atau tidak bisa di vaksin COVID-19. Rencana pemerintah akan mengadakan vaksinasi  untuk anak di awal tahun 2022. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dari pemberian vaksin Covid-19 pada anak. Dan juga masih ada waktu mempersiapkan diri beberapa hari atau bulan ke depan.  Maka diharapkan keluarga atau orang tua mengetahui 3 Tips ini, yaitu:

  1. Menjaga kondisi fisik dan psikis anak agar selalu sehat

Buatlah kebiasaan dan disiplin yang baik,  dengan cara;

  • Anak mendapatkan makan minum yang sehat dan bergizi seimbang
  • Mengatur pola istirahat /tidur dan aktivitas gerak /olah raga yang baik
  • Mengajak rileks dan bergembira bersama keluarga di rumah
  • Mengajar kebersihan diri (mandi, cuci tangan, memotong kuku, rambut) dan kebersihan lingkungan – menjaga tempat tetap bersih (membuang sampah pada tempatnya, menyapu dan membersihkan kamar masing-masing)
  • Memberikan pengetahuan dan pemahaman versi anak, tentang apa itu penyakit COVID-19 bagi anak dan keluarga dan teman teman sekolahnya

 

  1. Mengobati dan mengendalikan sakit, agar cepat sembuh, stabil dan tidak kambuh

Beberapa anak mungkin kurang beruntung, karena sampai hari ini masih dalam perawatan karena sakitnya, dan mungkin juga memerlukan waktu pengobatan yang lebih panjang.

Buatlah kebiasaan dan dsiplin yang baik, dengan cara;

  • Tataplah, peluklah dan sapalah, serta monitoring kesehatannya setiap hari
  • Lakukan pemeriksaan rutin (kontrol teratur) dan deteksi dini saat tidak kambuh
  • Konsultasikan keluhan yang semakin bertambah dan keluhan baru yang muncul dan mengganggu ke dokter keluarga atau dokter spesialis anak yang memberi obat rutin

 

  1. Lengkapi pemberian vaksin dasar dahulu, juga boosternya, dan berikan vaksin pendamping untuk menjaga stamina tubuh anak menjadi lebih kuat, di samping mencegah penyakit oleh vaksin tersebut  dan nanti saat akan divaksin COVID-19, anak tak dalam keadaan sakit

Catatan :

Vaksin pendamping ( vaksin influenza, pneumonia, thypoid, dengue, dll)

Beri jarak 28 hari  sebelum disuntik dengan vaksin COVID-19

 

2 November 2021, IDAI ( Ikatan Dokter Anak Indonesia) sudah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada usia 6 tahun ke atas. Mari kita dukung dan sukseskan pemberian vaksin Covid-19 pada anak agar anak kita terlindungi, keluarga terlindungi, teman sekolah dan masyarakat sekolah terlindungi, masyarakat dan negara menjadi lebih sehat.

 

 

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing di STIKES RS Panti Rapih)

 

Next : CARA DAN ALUR VAKSIN COVID-19 ANAK  DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH

Cara Agar Tetap Sehat di Musim Hujan, Inilah 5 Tips Menjaga Stamina Tubuh

Musim hujan telah tiba, hampir selalu ada di sepanjang hari di akhir-akhir ini, bisa pagi, siang dan malam. Hujan memberikan kesejukan pada saat terik, tetapi hujan yang sering, acapkali membuat tubuh kita kehilangan stamina. Kita mudah menjadi flu karena kedinginan akibat air hujan yang membasahi tubuh kita, tubuh kita sensitif terhadap perubahan suhu.

Inilah beberapa penyakit yang sering ditimbulkan oleh air hujan

  1. Flu atau influenza (batuk, pilek disertai pusing atau panas)
  2. Gangguan pencernaan (kembung, mual, mulas, muntah dan diare)
  3. Demam berdarah (nyamuk aedes aegypti suka berkembang di genangan air hujan)
  4. Penyakit kulit (genangan air di tanah, memyebabkan infeksi kulit terutama di kaki)
  5. Leptospirosis (bercampurnya kotoran sapi, kuda terutama tikus dengan genangan air)
  6. Demam Thypoid dan Hepatitis (sanitasi dan kontaminasi dengan air hujan yang tak bersih)
  7. Asma Bronchiale  (tercetus oleh alergi dingin dan lendir batuk yang banyak)

Apalagi jika ditambah dengan keadaan banjir, air tergenang dalam waktu yang cukup lama, akan lebih banyak penyakit yang muncul.

5 tips yang perlu dicermati adalah :

  1.  Jaga tubuh agar tetap hangat dan tidak basah /dingin
  • Membawa payung atau jas hujan, juga pakaian pengganti saat perkiraan cuaca atau langit tampak mendung, saat akan keluar dari rumah
  • Buatlah tubuh tetap hangat, dengan meminum air hangat seperti, teh, susu, coklat, wedang uwuh, jahe, sekoteng, dan lain-lain, jika perlu makan makanan yang mengandung kuah /soup yang hangat
  • Gunakan pakaian rangkap /jaket, syal leher atau selimut, penutup kepala ataupun kaos kaki untuk membuat tubuh tetap hangat
  • Matikan AC atau  kipas angin jika tak diperlukan dan jendela ditutup ventilasinya
  • Oleskan dengan kream atau balsem penghangat pada dada, perut, punggung atau tubuh yang kedinginan, bisa juga dengan memberikan kompres hangat dari bantalan air atau listrik
  1.  Konsumsi makanan yang bersih, sehat, bergizi dan seimbang
  • Makanlah makanan yang kaya nutrisi seperti banyak serat dan vitamin
  • Minumlah cairan yang cukup, biasanya hawa dingin membuat malas minum
  • Mencuci bahan makanan dengan benar, terutama jika basah kena air hujan
  • Hindari jajan sembarangan di warung yang mempunyai sanitasi yang tak bersih karena bercampur dengan air hujan
  1.  Olah raga dan istirahat teratur
  • Luangkan waktu untuk tetap olah raga rutin, minimal streching agar tubuh tetap hangat, sirkulasi darah dan otot tetap terjaga. Jika hujan bisa dilakukan di dalam rumah
  • Tidur atau istirahat yang cukup akan membuat tubuh cepat recovery dari pekerjaan di awal hari sehingga esok hari tubuh menjadi lebih segar dan bugar
  1.  Jaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Segeralah mandi jika habis basah kuyup terkena air hujan. Mandilah yang bersih dengan air hangat
  • Seringlah cuci tangan dengan baik dan benar dengan sabun dan air mengalir. Lakukan sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah ke toilet dan setelah memegang alat /bahan /benda yang dipegang bersama-sama
  • Lakukan gerakan 3M rutin dengan Menguras dan Menutup bak air serta Menimbun barang bekas atau benda yang memungkinkan menampung genangan air agar tidak dipakai untuk berkembang biak nyamuk, jaga agar kaki kita tidak menginjak genangan air di rumah
  1.  Perkuat imunitas dengan penambahan suplemen vitamin serta vaksin
  • Jika diperlukan untuk menjaga dan menambah stamina, dapat dilakukan pemberian tambahan vitamin C tablet atau pemberian suntikan vitamin C berkala. Harapannya tubuh tetap fit dan sistem imun lebih meningkat sehingga tidak mudah sakit
  • Pemberian vaksin influenza perlu dipikirkan juga, jika tubuh mudah rentan terhadap influenza. Vaksin ini bisa diberikan pada anak-anak sampai orang tua

Rumah Sakit Panti Rapih melayani pemberian suntikan vitamin C dan pemberian Vaksin Influenza di Klinik Vaksinasi COVID atau di klinik Medical Check Up. Hubungi 0274 514845 ext 1125.

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing di STIKES RS Panti Rapih)

🏥 Kunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

1. Apa masalah kesehatan mental terbanyak yang dikeluhkan saat pandemi?

Gangguan Cemas, Depresi dan Trauma

2. Kapan kita musti aware terhadap kesehatan mental?

Kesadaran tentang kesehatan mental sejak dari sedini mungkin. Kesehatan mental wajib dijaga oleh semua usia dari anak sampai lansia. Tiada kesehatan tanpa sehat jiwa

3. Bagaimana tips menjaga kesehatan mental dalam menghadapi pandemi?

  • Jaga kesehatan jasmani dengan kecukupan tidur, gizi seimbang, olahraga dan aktivitas fisik
  • Batasi asupan berita dan bijak memilah informasi
  • Berinteraksi dan komunikasi dengan keluarga dan sahabat
  • Melakukan relaksasi, meditasi dan berbagai kegiatan yang menyenangkan seperti hobi
  • Menghindari kebiasaan buruk seperti konsumsi rokok, alkohol atau penggunaan zat adiktif lainnya
  • Berusaha tetap berpikir positif dan bersyukur dalam menghadapi situasi saat ini.
  • Mencari bantuan pendampingan profesional kesehatan mental seperti Psikiater dan atau Psikolog

Klik link berikut: https://www.instagram.com/tv/CU1KxmVhONC/

Artikel ini ditulis oleh: dr. Sak Liung, Sp.KJ

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

🏥 Kunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333

Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Generasi Milenial

1. Mengapa banyak pemuda/pemudi yang mengeluhkan masalah pencernaan?
Masalah pencernaan merupakan salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan oleh para pemuda dan pemudi kita saat datang untuk periksa ke rumah sakit maupun klinik ataupun yang mungkin anda rasakan saat ini. Mulai dari mual, muntah, perut terasa kembung, diare, nyeri perut sampai susah untuk BAB atau konstipasi.
Banyak hal yang dapat menyebabkan hal tersebut mulai dari gangguan pada organ pencernaan seperti lambung karena tingkat asam lambung yang tinggi (atau biasa kita bilang dengan sakit maag) yg dapat disebabkan karena makan tidak teratur, makan terlalu pedas atau asam yang jika tidak tertangani dapat menyebabkan adanya perlukaan pada lambung atau usus, gangguan yang disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun yang lainnya (yang disebabkan oleh kebersihan makanan atau higienitas yang kurang baik), adanya masalah pada organ di perut serta pencernaan lain yang perlu di evaluasi lebih lanjut (seperti nyeri perut hebat dibagian tertentu, susah BAB, BAB darah) yang dapat disebabkan karena adanya tumor atau lainnya, serta yang saat ini banyak dibahas juga adalah gangguan cemas atau anxiety yang dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan  yang pada akhirnya akan mengganggu produktivitas kita.

 

2. Hal apa yang perlu dilakukan pemuda/pemudi agar terhindar dari masalah pencernaan?
Seperti yang sudah kita bahas diatas, untuk mencegah terjadinya masalah dalam pencernaan bisa kita lakukan dengan menjaga kebersihan dengan melakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) , salah satu contohnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, dan memastikan makanan yang akan kita makan tersebut terjaga kebersihannya
Olahraga dan melakukan gaya hidup yang sehat, seperti makan tepat waktu, makan tidak terlalu banyak (tentunya jika kita makan terlalu banyak selain menyebabkan masalah pada pencernaan hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan lain dikemudian hari), menghindari makanan yang dapat menyebabkan alergi atau rasa kurang nyaman seperti terlalu pedas dan terlalu asam. Selalu berpikiran positif, dan memeriksakan dirii jika sekiranya terdapat gejala yang tidak kunjung membaik dan jika terdapat gejala seperti BAB darah, kesulitan BAB, nyeri yang tidak tertahankan pada daerah perut.

 

3. Bagaimana pemeriksaan medis yang dapat dilakukan terkait pencernaan?

Untuk menegakkan diagnosis yang tepat dan baik, diperlukan beberapa pemeriksaan terkait kondisi dan gejala yang dirasakan, maka dalam pemeriksaan inilah juga diperlukan kejujuran dari pasien untuk memberikan informasi terkait kondisi atau gejala yang dirasakan agar dokter dapat menegakkan diagnosis dan tatalaksana secara tepat. Selain dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, untuk membantu menunjang dalam penegakan diagnosis juga dapat dilakukan pemeriksaan laboraturium yang sesuai dengan kecurigaan dasar penyakitnya, seperti cek darah (untuk mengetahui apakah ada infeksi atau suatu kelainan lain), pemeriksaan Endoskopi untuk melihat langsung dibagian saluran pencernaan, atau radiologi seperi USG dan CT scan abdomen untuk melihat apakah ada kelainan dari anatomy saluran cerna.

Setelah serangkaian pemeriksaan tersebut maka akan didapatkan diagnosis dan dilakukan tatalaksana atau pengobatan dari penyakit tersebut dan semuanya itu dapat dilakukan di RS Panti Rapih lhoo.

Seperti itu serangkaian tahapan mulai keluhan dan proses tatalaksana atau pengobatannya sampai akhirnya pasien sembuh dan dapat melakukan aktivitasnya dengan baik.
Yukkk jangan takut dan periksakan diri kamu sekarang dan ceritakan segala keluh kesah kamu ke RS Panti Rapih seperti layaknya sahabat, karena RS Panti Rapih Sahabat Untuk Hidup Sehat.

Klik link berikut ini :  di https://www.instagram.com/p/CVj-Sm-Dr5e/

 

Artikel ini ditulis oleh:  I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra

Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

🏥 Kunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-563333

Asi Eksklusif

Hampir seluruh dunia mengakui bahwa ASI merupakan makanan yang paling tepat bagi bayi, tidak ada satu susu formula buatan manusia manapun yang sanggup menggantikan semua keunggulan ASI. Bahkan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan ASI Eksklusif merupakan gizi terbaik dan sumber makanan utama yang paling sempurna bagi bayi usia 0-6 bulan.

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain, termasuk air putih, selain menyusui (kecuali obat-obatan dan vitamin atau mineral tetes; ASI perah juga diperbolehkan). Jika sebagian besar bayi usia 0-6 bulan hanya diberikan ASI maka diperkirakan paling sedikit 1,2 juta nyawa anak dapat diselamatkan setiap tahunnya.

Manfaat

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa Menyusu Eksklusif selama 6 bulan terbukti memberikan risiko yang lebih kecil terhadap: berbagai penyakit infeksi (diare, infeksi saluran napas, infeksi telinga, pneumonia, infeksi saluran kemih) penyakit lainnya (obesitas, diabetes, alergi, penyakit inflamasi saluran cerna, kanker) di kemudian hari meningkatkan kekebalan tubuh memenuhi seluruh asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi makanan ‘terlengkap’ selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Faktor-faktor pendukung keberhasilan pemberian ASI Eksklusif memiliki niat dan motivasi yang kuat untuk menyusui selama 6 bulan penuh memiliki keyakinan dan percaya diri bahwa ASI ibu sangat cukup konsultasi laktasi (kontak ASI) sedini mungkin dalam masa kehamilan, melahirkan dan menyusui pentingnya dukungan petugas kesehatan, suami dan keluarga melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) menyusui sesering mungkin tanpa dijadwal rawat gabung: Ibu dan bayi dirawat dalam 1 kamar, bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali indikasi medis. Bayi tidak diberi dot atau empeng.

 

Posisi menyusui
Ciptakan suasana yang tenang dengan posisi yang nyaman dalam proses menyusui

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Salah satu dari sepuluh langkah menuju keberhasilan pemberian ASI Eksklusif
Kedekatan interaksi ibu dan bayi dalam 30 menit pertama kelahiran bayi
Sesaat setelah bayi lahir, bayi ditengkurapkan di dada ibu
Biarkan dengan kemampuan alaminya bayi akan memulai menyusu dengan merangkak di dada ibu dan menemukan sendiri payudara ibu dan mengambil minum pertama dengan kemampuan sendiri

Pelekatan yang BENAR menjadi kunci sukses menyusui Eksklusif

1. Muka bayi menengadah/melihat ibu. Dagu bayi menempel pada payudara ibu
2. Perut/dada bayi menempel pada dada ibu
3. Seluruh badan bayi menghadap badan ibu, telinga, lengan dan leher bayi berada pada garis lurus. Ibu menopang bagian bahu dan belakang bayi, tidak hanya kepala

Pelekatan yang TIDAK BENAR menjadi kunci kegagalan menyusui Eksklusif

1. Hanya puting susu yang berada dimulut bayi (menyebabkan puting lecet), areola masih tampak lebih banyak di luar, dagu bayi tidak melekat ke payudara
2. Mulut bayi tidak terbuka lebar, bibir bawah terputar ke dalam
3. Sebagian besar saluran ASI masih berada di luar mulut bayi, lidah di dalam sehingga tidak dapat menekan saluran ASI untuk memerah ASI
4. Jika bayi minum dengan botol/dot, maka akan cenderung menyusu pada puting – ngempeng ( bingung puting’)

 

 

🏥 Kunjungi Klinik Kebidanan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan (mulai dari hidung sampai paru-paru) yang berlangsung sampai 14 hari, dan timbul dalam gejala batuk, pilek dan panas.

Penyebab ISPA

  • Tertular pasien lain
  • Kurang gizi
  • Lingkungan yang kurang sehat
  • Kurangnya daya tahan tubuh
  • Kurangnya sirkulasi udara di dalam rumah

Tanda dan Gejala

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Batuk-batuk
  • Bersin-bersin
  • Lemah, letih

Klasifikasi

1. Ringan :
– Batuk
– Pilek
– Demam

2. Sedang :
– Batuk
– Pilek
– Demam
– Sesak nafas

3. Berat :
– Batuk
– Pilek
– Tarikan dinding dada

Komplikasi

  • Bila mengenai ginjal menyebabkan infeksi ginjal
  • Bila mengenai jantung menyebabkan infeksi otot jantung
  • Bila mengenai otak menyebabkan radang selaput otak
  • Bila mengenai telinga menyebabkan infeksi pada telinga

Pencegahan

  • Menjauhkan anak dari penderita batuk
  • Memberikan makanan bergizi setiap hari
  • Jagalah kebersihan tubuh, makanan dan lingkungan anak

🏥 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi 0274-514014, 514845

Nephrolithiasis (Batu Ginjal)

Merupakan suatu kondisi terbentuknya batu di ginjal. Batu tersebut terbentuk oleh karena tingginya kandungan mineral dan garam di urin. Batu ginjal bermula dari batu kecil dan dapat membesar seiring berjalannya waktu dengan faktor resiko yang ada. Batu ginjal dapat menetap di ginjal, tetapi dapat turun melalui ureter hingga ke kandung kemih dan dapat ikut keluar bersama urin melalui uretra. Tetapi beberapa kondisi yang menyebabkan gejala pada pasien adalah pada batu yang menyumbat saluran urin dan menghambat aliran urin. Batu yang paling banyak ditemui adalah batu kalsium (80%).

Penyebab Batu Ginjal

Volume urin sedikit –> penanda kurangnya air dalam tubuh adalah urin sedikit serta berwarna keruh dan pekat.

Pola makan –> konsumsi makanan dengan kadar garam tinggi dapat meningkatkan resiko pembentukan batu. Konsumsi tinggi protein hewani juga dapat meningkatkan pembentukan kalsium oksalat dan asam urat sehingga mempermudah pembentukan batu.

Obesitas –> meningkatkan keasaman darah sehingga meningkatkan resiko pembentukan batu.

Gejala

  • Kondisi medis tertentu –> kelainan pada kelenjar paratiroid dapat menyebabkan peningkatan kalsium darah dan urin
  • Nyeri tajam pada daerah punggung belakang dan pinggang samping.
  • Nyeri hilang timbul
  • Perasaan ingin berkemih meningkat
  • Sensasi perih atau tidak nyaman saat berkemih
  • Warna urin menjadi pekat, kadang merah karena adanya kandungan darah

Medikasi

Terapi pada batu ginjal bervariasi tergantung dari jenis batu dan tingkat keparahan dari gejala yang dikeluhkan oleh pasien. Terapi dapat berupa obat-obatan, dan juga terapi pembedahan. Terapi obat-obat ditujukan untuk meredakan nyeri dan merelaksasi otot-otot saluran kemih.

Terapi bedah diindikasikan bila batu gagal dibuang oleh tubuh, batu terlalu besar untuk melewati saluran kencing, batu mempengaruhi kinerja ginjal.

Pencegahan

  • Minum cukup air agar air dalam tubuh tercukupi sehingga meminimalkan terjadinya pembentukan batu
  • Kurangi garam dalam masakan. Mengurangi garam dapat mengurangi kadar dalam kalsium di urin sehingga dapat mengurangi terjadinya pembentukan batu
  • Kurangi mengkonsumsi daging, dengan mengurangi konsumsi daging maka akan mengurangi pembentukan asam oksalat dan cystine sehingga risiko pembentuk batu menurun
  • Mengkonsumsi sejumlah kalsium yang disarankan dokter/ahli gizi

 

🏥 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi 0274-514014, 514845

3 Cara Mengatasi KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) Setelah Vaksinasi COVID-19

1. Jangan Panik

Pemberian vaksin (vaksinasi /imunisasi) adalah suatu tindakan dengan dalam upaya  meningkatkan kekebalan atau imunisasi secara pasif. Vaksinasi akan melindungi diri kita, keluarga kita dan masyarakat sekitar kita agar tidak tertular dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi, seperti vaksin Hepatitis untuk penyakit Hepatitis, vaksin Tetanus untuk penyakit Tetanus dan vaksin COVID-19 untuk penyakit COVID-19.

Sebaiknya sebelum melakukan vaksinasi, kita perlu memahami lebih dalam agar dapat meyakinkan diri kita atau keluarga kita yang akan divaksin.

A. Mengetahui manfaat apa yang diberikan oleh vaksin COVID-19.

B. Jenis vaksin dan kandungannya, kelebihan dan kekurangannya seperti vaksin Sinovac,  Astra Zenecca, Moderna, Pfizer, dan lain lain,  bagaimana cara pemberian dan apa saja efek sampingnya.

C. Apa yang harus dipersiapkan, apa yang dianjurkan dan tidak dianjurkan sebelum vaksin?

Perhatikan hal ini sebelum vaksin.

Yang dianjurkan:

  1. Cukupi kebutuhan makan minum yang baik
  2. Istirahat / tidur yang cukup sebelum divaksin
  3. Jika ada komorbid dan lanjut usia, silahkan mendapatkan surat layak vaksin dari dokter yang memeriksa kondisi anda sehari-harinya
  4. Beraktifitas biasa dan patuh pada protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak

Yang tak dianjurkan: 

  1. Pada saat akan vaksin, kondisi tak sehat maka tunda dahulu atau konsultasi dengan dokter
  2. Berkata tidak jujur terhadap penyakit yang diderita sebelumnya dan saat akan divaksin
  3. Tidak patuh terhadap protokol kesehatan
  4. Menerima jenis vaksin yang berbeda dengan dosis awal/pertama

 

2.Lakukan penanganan atau pertolongan dengan benar, jika timbul gejala/keluhan setelah dilakukan vaksinasi

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah setiap gejala medis yang tidak diinginkan yang dapat terjadi setelah vaksinasi/imunisasi yang diduga terkait dengan vaksinasi/imunisasi yang diberikan. Gejala KIPI bisa ringan sampai dengan berat. Umumnya bersifat sementara dan ringan. Kadang hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan yang spesifik.

Bahwa setiap orang, belum tentu dan tidak selalu akan mendapatkan KIPI, bergantung pada kondisi sistem imun dan respon tubuh masing-masing.

Gejala KIPI yang umum berupa terbagi menjadi dua yaitu, reaksi lokal dan reaksi sistemik.

Reaksi lokal, berupa: bengkak, kemerahan dan nyeri otot pada bekas area suntikan

Reaksi sistemik, berupa:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Mengantuk
  • Kelelahan
  • Lapar

Penangananya berupa :

  1. Kompres dengan air dingin pada area bekas suntikan (lokal).
  2. Kompres dengan air hangat, menambah cairan /air putih yang cukup banyak, menggunakan baju yang longgar, istirahat cukup dan jika perlu minum obat penurun panas/ sakit (sistemik).

Sebaiknya sesudah di vaksin, jangan segera pulang. Biasanya dilakukan obervasi selama 15-30 menit, untuk berjaga-jaga jika ada kejadian KIPI berat yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap vaksin (reaksi anaphylatik, jantung berdebar cepat, gatal berat, pucat, pusing, sesak nafas, berkeringat dingin dan timbul shock/pingsan, kejang, penurunan kesadaran dengan cepat,  Hypotonic Hyporesponsive Episode (kehilangan rasa sensorik akut, pucat dan kelemahan otot), dilakukan pertolongan segera oleh dokter jaga untuk menghindari kegawatan berlanjut, dan segera dirujuk ke rumah sakit, jika vaksinasi tidak dilakukan di rumah sakit, dan kasus KIPI berat jarang sekali terjadi.

 

3. Jika bertambah berat atau tidak nyaman dan berlangsung beberapa hari, segera kontak atau periksa dengan dokter atau rumah sakit terdekat.

Catat dengan detail setiap kejadian KIPI yang muncul, di monitor, berikan penanganan sesuai kriterianya dan laporkan segera ke petugas di fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit) atau kontak yang tertera pada kartu vaksinasi atau situs web pelaporan KIPI di https://keamananvaksin.kemkes.go.id.

Sudahkah kamu mendapat vaksinasi Covid-19 secara lengkap (2x suntikan)? Kalau sudah, selamat dan terima kasih, anda telah turut berperan serta membantu negara.

Ceritakan, bahwa anda tetap sehat, tidak ada KIPI yang mengganggu dan ajaklah keluarga dan sahabat-sahabatmu untuk vaksin COVID-19.

Jika belum, Ayo Vaksinasi COVID-19, Vaksin COVID-19 terbukti aman dan melindungi diri kita, keluarga dan masyarakat sekitar kita. Manfaat divaksin jauh lebih besar dibanding resiko sakit karena tidak divaksin. Vaksinlah di tempat anda berada, saat vaksinnya telah tersedia.

Kami selalu mengingatkan, walaupun vaksin meningkatkan sistem imun/ kekebalan, tapi vaksin COVID-19 tidak menjamin 100% terhadap virus. Maka setelah vaksinasi kita masih harus patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari penyakit virus COVID-19: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak., menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan meningkatkan imunitas.

 

Referensi :

https://in.vaccine-safety-training.org/vaccine-reactions.html

https://covid19.go.id/edukasi/kipi/apa-itu-kipi-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi

https://keamananvaksin.kemkes.go.id/index.php/public/home

 

 

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Medical Check Up RS Panti Rapih

Medical Check Up merupakan pemeriksaan komprehensif terhadap diri seseorang untuk menentukan status kesehatan dan/atau menemukan penyakit secara dini. Manfaat Medical Check Up itu sendiri untuk mengetahui adanya penyakit secara dini sehingga penyakit tersebut dapat ditanggulangi seawal mungkin.

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, RS Panti Rapih melayani Medical Check Up dengan potongan harga 17% untuk Sahabat Sehat RS Panti Rapih yang mengambil Paket Merdeka.

Paket Merdeka terdiri dari 4 pilihan paket, sebagai berikut:

MCU Merdeka A

  • Cholesterol Total
  • Uric Acid
  • Glukosa Darah Sewaktu
  • Konsultasi Dokter Umum

Harga: Rp 277.900,- (harga belum termasuk diskon 17%)

MCU Merdeka B

  • Cholesterol Total
  • Uric Acid
  • Cholesterol LDL Direk
  • Glukosa Darah 2 Jam PP
  • Konsultasi Dokter Umum

Harga: Rp 406.000,- (harga belum termasuk diskon 17%)

MCU Merdeka C

  • Cholesterol Total
  • Uric Acid
  • Cholesterol LDL Direk
  • Cholesterol HDL
  • Glukosa Darah 2 Jam PP
  • Trigliserid
  • Konsultasi Dokter Umum

Harga: Rp 548.000,- (harga belum termasuk diskon 17%)

MCU Merdeka D

  • Cholesterol Total
  • Uric Acid
  • Cholesterol LDL Direk
  • Cholesterol HDL
  • Glukosa Darah 2 Jam PP
  • Trigliserid
  • Creatinin
  • Konsultasi Dokter Umum

Harga: Rp 613.500,- (harga belum termasuk diskon 17%)

Ayo jangan lewatkan kesempatan ini untuk cek kesehatan Anda dan keluarga sekarang juga. Promo ini hanya berlaku hingga 31 Agustus 2021 saja yaa Sahabat Sehat Panti Rapih.

Ruang Tunggu

Ruang Konsultasi Dokter

🏥 Yuk segera lakukan pendaftaran dan kunjungi Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pukul 07.30-13.00 WIB. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup
Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Borromeus Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

📲 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514014, 514845 ext 1135