Mitos dan Fakta Tentang Rabies: Memahami Penyakit yang Berbahaya ini No ratings yet.

Rabies atau yang lebih kita kenal dengan penyakit “anjing gila” merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies (Lyssavirus), dan seringkali dianggap sebagai salah satu penyakit mematikan bagi manusia dan hewan. Virus ini dapat menginfeksi otak dan sistem saraf, sehingga harus ditangani dengan cepat agar tidak berakibat fatal. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang penyakit rabies, gejala, penyebaran, pencegahan, dan pengobatannya.

Penyebab dan Penyebaran

Rabies disebabkan oleh virus rabies yang termasuk dalam genus Lyssavirus. Virus ini biasanya ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, dengan anjing dan kelelawar sering menjadi penyebab utama penularan rabies pada manusia. Virus juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir. Begitu masuk ke dalam tubuh, virus menyebar melalui saraf tepi menuju sistem saraf pusat, yang pada akhirnya menyebabkan gejala neurologis yang parah.

Gejala

Setelah terinfeksi virus rabies, gejala awalnya mirip dengan flu atau infeksi virus lainnya. Namun, setelah beberapa hari hingga berminggu-minggu, gejalanya berkembang menjadi lebih serius. Gejala rabies bisa dibagi menjadi 4 fase yaitu:

  1. Stadium Permulaan (Prodormal) ditandai dengan keluhan lemah, lesu, nafsu makan berkurang, sulit tidur, demam, muntah, sakit kepala yang berat, nyeri di tenggorokan dan mual.
  2. Stadium Rangsangan (Sensoris) ditandai dengan rasa nyeri dan panas disertai kesemutan pada luka gigitan, cemas,dan reaksi berlebih terhadap rangsang sensorik.
  3. Stadium Gila (ekstasi) ditandai dengan berteriak-teriak, menjambak-jambak rambut, berlari-lari dan melompat-lompat, takut air, takut cahaya, takut suara, berlebihan air liur, dan berlebihan air mata
  4. Stadium Lumpuh (paralisis) ditandai dengan mulut menganga, lumpuh mulai dari kaki, dan kelumpuhan otot-otot pernafasan (susah bernafas)

Pencegahan dan Perawatan Luka Rabies

Pencegahan merupakan Langkah paling efektif, sebab tidak ada pengobatan yang efektif untuk rabies setelah gejala muncul. Beberapa langkah pencegahan termasuk vaksinasi memegang peranan penting.

  • Profilaksis pra pajanan (PrEP) dengan vaksin rabies direkomendasikan untuk individu yang berisiko tinggi terpapar, seperti dokter hewan, petugas hewan, dan wisatawan yang tinggal di wilayah dimana rabies sering terjadi.
  • Profilaksis Paska Pajanan (PEP): Jika digigit atau terkena hewan yang diduga mengidap rabies, perhatian medis segera diperlukan. PEP melibatkan serangkaian vaksinasi rabies dan, dalam beberapa kasus diperlukan immunoglobulin rabies untuk menetralisir virus.

Perawatan luka gigitan rabies harus sangat serius dan segera. Langkah-langkah perawatan termasuk:

  1. Bersihkan luka: Segera cuci luka dengan air bersih dan sabun selama setidaknya 15 menit. Gunakan air mengalir jika mungkin. Ini membantu menghilangkan kotoran, bakteri, dan potensi virus rabies.
  2. Desinfeksi luka: Setelah dicuci, gunakan antiseptik seperti betadine atau nacl untuk membersihkan luka. Ini membantu mengurangi risiko infeksi.
  3. Berhentikanluka berdarah (jika ada): Jika luka mengeluarkan darah, gunakan kain bersih atau kasa steril untuk menekan perdarahan. Hindari menggunakan perban yang terlalu ketat.
  4. Tutup luka: Tutup luka dengan perban steril atau kasa bersih setelah membersihkan dan mendesinfeksi luka. Ini membantu mencegah infeksi sekunder.
  5. Konsultasi medis segera: Segera cari bantuan medis profesional. Dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut, memberikan vaksinasi rabies, dan mungkin imunoglobulin rabies. Pengobatan harus dimulai sesegera mungkin untuk mencegah penularan rabies yang mematikan.

Kesimpulan

Rabies tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang tidak memiliki akses yang memadai ke vaksinasi hewan peliharaan dan perawatan medis. Pengetahuan akan penyakit ini, vaksinasi hewan peliharaan yang rutin, dan tindakan cepat setelah paparan dapat membantu mengurangi risiko rabies pada manusia.

Memahami penyebab, gejala, dan tindakan pencegahan sangatlah penting dalam menjaga kesehatan manusia dan hewan. Melalui pendidikan, vaksinasi, dan pengendalian hewan yang bertanggung jawab, kita dapat berupaya mengurangi kejadian rabies dan pada akhirnya menghilangkan virus mematikan ini.

 

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Andreas Avellini Krishnaputra Tandelilin, Ph.D., Sp. B

(Dokters Spesialis Bedah Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

IGD RS Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 552118

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Gigi Berlubang dan Cara Menjaga Kebersihan Rongga Mulut No ratings yet.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, jumlah penduduk di Indonesia kini telah mencapai sebanyak 278,69 juta jiwa pada pertengahan 2023. Hampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia memiliki permasalah gigi dan mulut. Sebanyak 45,3% penduduk Indonesia memiliki keluhan gigi rusak/berlubang/sakit (Riskesdas, 2018). Sedangkan masalah kesehatan mulut yang mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan atau keluar bisul (abses) sebesar 14%.

Permasalahan gigi tersebut tidak lepas dari faktor tingkat kebersihan rongga mulut tiap orang. Masih banyak orang yang mengabaikan pentingnya menyikat gigi dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Sudah banyak edukasi mengenai cara menyikat dan waktu menyikat gigi yang benar, tetapi masih banyak diabaikan oleh sebagian orang.

Sikat gigi dilakukan sehari 2 kali, yakni pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Banyak orang yang keliru tentang waktu menyikat gigi, biasanya setelah mandi sore dan dilanjutkan dengan makan malam tetapi setelah itu tidak menyikat gigi lagi. Padahal kuman yang ada pada rongga mulut sangat menyukai suasana asam pada rongga mulut setelah makan, apabila suasana asam tersebut tidak dinetralkan dengan menyikat gigi lama-kelamaan asam tersebut akan menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Asam plak gigi akan turun dari pH normal sampai mencapai pH 5 dalam waktu 3-5 menit sesudah makan makanan yang mengandung karbohidrat. pH saliva sudah menjadi normal (pH 6-7) 25 menit setelah makan atau minum. Menyikat gigi dapat mempercepat proses kenaikan pH 5 menjadi normal (pH 6-7) sehingga dapat mencegah proses pembentukan karies.

Selain itu cara menyikat gigi yang benar juga merupakan faktor penting dalam menjaga kebersihkan gigi dan rongga mulut. Ada beberapa teknik menyikat gigi yang telah disarankan oleh para ahli, seperti teknik horizontal, teknik roll, teknik charter, teknik stillman, teknik kombinasi.  Beberapa teknik tersebut sama-sama baik, namun belum dapat membuktikan bahwa metode yang satu lebih baik dari yang lain, metode manapun yang dipakai dari sekian banyak metode yang dianjurkan, yang paling penting adalah mengusahakan agar permukaan gigi selalu bebas dari plak gigi.

Dalam menyikat gigi yang harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a) Teknik penyikatan gigi harus dapat membersihkan semua permukaan gigi dan gusi secara efesien terutama daerah interdental (sela gigi). b) Pergerakan dari sikat gigi tidak boleh menyebabkan kerusakan jaringan gusi atau abrasi gigi.  c) Teknik penyikatan harus sederhana, tepat dan efesiensi dalam waktu (Panjaitan, Monang, 2007).

Gigi memiliki alur-alur gigi yang sangat sempit dan dalam. Apabila bakteri dan sisa makanan menempel pada alur gigi, meskipun sudah rajin menyikat gigi tetapi bulu sikat gigi tidak dapat masuk sampai bagian alur gigi yang sempit, sehingga dapat terbentuk karies atau luabng gigi.

Gigi memiliki 3 lapisan yakni email, dentin dan pulpa. Lubang gigi baru mencapai lapisan email, biasanya orang tidak akan merasakan keluhan apapun. Jika tidak ditangani maka lubang akan semakin masuk ke dalam hingga mencapai lapisan dentin. Dentin merupakan lapisan gigi kedua yang permukaannya menyerupai tabung-tabung dan berpori-pori. Apabila lubang sudah mencapai dentin biasanya akan ada keluhan seperti gigi ngilu saat makan dan minum dingin serta manis. Jika sudah memiliki keluhan sakit berdenyut, bertahan beberapa menit hingga jam, sakit hebat dimalam hari, itu tanda bahwa lubang gigi sudah mencapai lapisan pulpa. Di dalam pulpa berisi syaraf dan pembuluh darah. Jika sudah mencapai lapisan pulpa, gigi tersebut harus dilakukan perawatan syaraf atau dicabut.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya dilakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk melihat apakah ada karies atau lubang kecil yang dapat ditambal. Jangan menunggu sakit gigi dulu baru di dokter gigi, karena jika sudah sakit atau bengkak pada gusi, kondisi gigi tersebut tidak dapat ditambal biasa tetapi butuh perawatan gigi yang membutuhkan waktu beberapa kali kunjungan dan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, perlu ditanamkan sejak dini bahwa pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut dan rutin ke dokter gigi untuk mencegah gigi berlubang.

 

Artikel ditulis oleh:

drg. Agnes Tri Puspitasari

(Dokter Spesialis Gigi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gigi
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

Air Susu Ibu (ASI) Nutrisi Terbaik Untuk Buah Hati No ratings yet.

Air Susu Ibu (ASI) adalah pilihan nutrisi terbaik untuk bayi khususnya dalam enam bulan pertama. Kandungan zat gizi yang terdapat di dalam ASI mengandung gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, lemak,protein, mineral dan vitamin yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Asi awal yang disebut kolustrum, cairan ini banyak mengandung antibodi penghambat pertumbuhan virus dan bakteri,serta  mengandung enzim enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi sendiri oleh tubuh bayi sehingga  sangat berperan penting bagi daya tahan tubuh bayi.

ASI akan menurunkan risiko penyakit infeksi pada bayi seperti diare, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), radang otak (meningitis) dan juga menurunkan risiko penyakit non infeksi seperti obesitas maupun diabetes.

Manfaat memberikan Asi tidak hanya untuk bayi saja melainkan bermanfaat juga bagi kesehatan ibu, diantaranya adalah :

  1. Mengurangi kehilangan darah pasca melahirkan

Hisapan bayi pada payudara akan bermanfaat menstimulasi hormon Oksitosin ibu. Hormon ini akan membuat rahim berkontraksi baik sehingga lebih cepat mengembalikan rahim ke ukuran semula, dan mencegah terjadinya perdarahan pasca lahir

  1. Mengurangi depresi pasca melahirkan, dengan menyusui akan tercipta ikatan emosional antara ibu dan bayi menjadi lebih kuat.
  2. Mengurai risiko penyakit kanker servik, payudara maupun ovarium

 

Kapan ASI diproduksi ?

Asi berbentuk kolustrum akan diproduksi pada trimeser kedua kehamilan ( minggu ke 16 ) dan akan terus diproduksi sampai kelahiran bayi. Pada sebagian ibu, terkadang kolustrum sudah keluar pada kehamilan trimester ketiga, tetapi banyak ibu kolustrum baru keluar pada hari ke 2 atau hari ke 3  setelah kelahiran dan hal ini adalah kondisi normal, Karena pada 48-72 jam paska kelahiran, tubuh ibu mulai meningkatkan produksi ASI, sehingga ibu akan merasakan sensasi ASI dimana payudara mulai mengencang dan mengeluarkan kolustrum.

Berapa lama bayi akan bertahan tanpa asupan apapun ?

Bayi baru lahir memiliki cadangan makanan di dalam tubuhnya yang diperoleh dari plasenta selama berada di rahim ibu. Sehingga bayi baru lahir dalam 48 jam pertama belum memerlukan minuman apapun. Satu satunya zat yang diperlukan ketika baru lahir adalah kolustrum (ASI) awal.

Berapa kebutuhan minum pada bayi baru lahir ?

untuk diketahui bahwa ukuran lambung bayi baru lahir pada hari pertama adalah sebesar buah cerry yang akan betahap membesar dalam 1 bulan pertama, sehingga kebutuhan minum bayi pun betahap sesuai perkembangan usianya seperti digambarkan dalam gambar dibawah ini :

Gambar ukuran lambung bayi

Bagi ibu yang baru melahirkan bayinya tidak perlu khawatir bila ASI/ kolustrum belum tampak keluar di hari 1 atau hari ke 2 setelah kelahiran. Hal ini dikarenakan jumlah kolustrum yang sangat sedikit dan warnanya bening atau kekuningan sehingga membuat keluar kolustrum pertama kali tidak terasa atau tidak terlihat oleh ibu.

Dengan kontak erat (skin to skin) yang sering dan bayi berada dalam satu ruang dengan ibu, akan mempercepat keluarnya kolustrum/asi, sehingga proses menyusui dapat semakin lancar. Semakin sering ibu menyusui bayinya dihari hari pertama setelah kelahiran, semakin banyak kolustrum/ASI yang akan diproduksi

Posisi ibu saat memberikan ASI sangat berpengaruh pada kenyamanan bayi saat menyusu, selain itu posisi yang benar juga penting untuk kenyamanan ibu dan terhidar dari rasa nyeri dan puting lecet.

Berikut ini posisi yang benar saat memberikan ASI pada Si Kecil:

  • Pastikan ibu duduk dengan nyaman, dan menatap bayi. Sebaiknya punggung ibu bersandar dan kaki tidak menggantung. Bila perlu dapat disediakan penyangga untuk kaki.
  • Kepala dan tubuh bayi harus dalam garis lurus, peluk bayi dekat badan ibu. Sebaiknya seluruh badan bayi ditopang, sehingga bayi dapat mendekat ke payudara dan hidung berhadapan dengan puting.
  • Ibu juga perlu menstimulasi refleks hisap bayi dengan menyentuh sudut bibirnya. Ketika mulut bayi terbuka lebar, masukkan puting dan areola ke dalam mulut bayi.
  • Perlu diingat, pelekatan yang baik terjadi jika mulut bayi terbuka lebar dengan bibir bawah terlipat keluar. Bayi dapat dianggap efektif menyusu jika ia mengisap secara perlahan, dan sesekali berhenti untuk menelan AS

Kunci keberhasilan menyusui :

  • Yakinlah bahwa ASI adalah yang terbaik bagi bayi
  • Memiliki motivasi yang kuat
  • Inisiasi Menyusu Dini  (IMD) dan Rawat Gabung
  • Ketahuilah tehnik dasar menyusui seawal mungkin
  • Pentingnya dukungan suami/keluarga dalam mendampingi ibu menyusui
  • Percaya bahwa ASI juga bermanfaat bagi ibu, bayi dan keluarga
  • Tetap menyusui meskipun bekerja
  • Perhatikan kesehatan ibu dan bayi dan kesehatan payudara
  • Kontak dengan konselor ASI

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Maria Rulina Yudi Artanti, MSc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih & Konselor ASI)

 

Klinik Tumbuh Kembang
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

REFERENSI
IDAI. Mengapa ASI Eksklusif Sangat DIanjurkan pada Usia di Bawah 6 bulan. 2013.    https://www.idai.or.id/artikel/kli nik/asi/mengapa-asi-eksklusif- sangat-dianjurkan-pada-usia-di- bawah 6-bulan

Wijaya FA. ASI Eksklusif: Nutrisi Ideal untuk Bayi 0-6 Bulan. CDK- 275/ vol. 46 no. 4 th. 2019
Suradi R. Spesifisitas Biologis Air Susu Ibu, Sari Pediatri. 2001; 125′ 129.

Roesli, U., & Yohmi, E. 2013. Buku Bedah ASI IDAI.

 

Mohon dapat memberikan rating

Penyakit Antraks 5/5 (1)

Penyakit antraks merupakan salah satu penyakit zoonotik yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Antraks (Bacillus anthracis). Bakteri ini dapat membentuk spora yang tahan terhadap perubahan lingkungan dan dapat bertahan hidup selama 60 tahun di dalam tanah, sehingga sulit untuk dimusnahkan. Sumber penularan antraks pada manusia adalah hewan pemamah biak (ruminansia) dan herbivora lainnya seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba yang terinfeksi oleh bakteri Antraks.

Antraks telah menimbulkan dampak seperti masalah kesehatan dan kepanikan masyarakat serta kerugian ekonomi yang cukup besar pada masyarakat peternak karena penyakit ini mengakibatkan kematian pada hewan ternak ruminansia dalam waktu yang singkat. Selain itu upaya pengendaliannya cukup sulit, mengingat spora antraks yang tahan terhadap perubahan lingkungan dan serangan penyakit ini akan berulang apabila tanah yang mengandung spora terangkat ke permukaan akibat tindakan manusia atau kejadian alam.

Meskipun laporan kasus antraks pada manusia tidak terlalu banyak, namun jumlah kematian hewan ternak akibat antraks cukup besar. Sebagian besar kasus antraks pada manusia merupakan antraks tipe kulit akibat kontak langsung dengan hewan atau produk hewan yang sakit/mati karena antraks. Beberapa penderita antraks yang meninggal merupakan antraks tipe pencernaan akibat memakan daging hewan terinfeksi bakteri antraks yang tidak dimasak secara sempurna.

Kesadaran masyarakat terhadap bahaya antraks masih kurang, sehingga dapat menjadi penyebab terjadinya penularan antraks pada manusia serta penyebaran antraks ke wilayah lainnya. Beberapa investigasi yang dilakukan terhadap kejadian antraks baik pada hewan maupun manusia diperoleh informasi masih banyaknya masyarakat yang menyembelih, menjual dan bahkan mengonsumsi hewan yang sakit atau mati dengan gejala antraks.

Antraks adalah suatu penyakit zoonotik, oleh karena itu penularan dapat terjadi di antara hewan dan dapat menular juga kepada manusia. Cara penularan yang sering terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Penularan dari Hewan ke Hewan atau ke manusia.

Penularan dapat terjadi bila hewan atau manusia terpapar dengan cairan tubuh yang mengandung bakteri antraks atau oleh spora yang ada disekelilingnya. Kondisi tanah dengan keasaman netral atau tanah berkapur alkalis dapat menyebabkan bakteri antraks berkembang biak dan membentuk spora dalam jumlah yang lebih banyak.

  1. Penularan melalui spora

Bakteri antraks akan dikeluarkan dari tubuh hewan melalui sekresi dan ekskresi selama sakit atau menjelang kematiannya. Bila hewan tersebut mati di ladang maka spora yang keluar melalui lubang-lubang kumlah spora dengan cepat akan terbentuk dan mencemari tanah atau obyek lain di sekitarnya. Bila sudah terjadi hal demikian maka sulit untuk memusnahkan spora yang sudah terlanjur terbentuk sehingga tersebar mencemari lingkugan. Spora antraks juga ikut terbongkar pada saat petani melakukan pengolahan tanah dan selanjutnya terbawa oleh aliran air di musim hujan atau terbawa oleh limbah cair ke tempat lain. Spora di permukaan tanah juga dapat terkikis oleh gerusan aliran air hujan ke parit di sekitar lokasi dan terbawa ke tempat yang cukup jauh.

  1. Penularan melalui hewan dan pakan ternak

Rumput yang dipangkas untuk pakan ternak sangat berpotensi membawa spora dan berisiko menularkan antraks dari satu daerah ke daerah lainnya. Selain itu juga akibat dari hewan ternak yang digembalakan di daerah tercemar spora antraks, dan merumput sampai pangkal batang yang berdekatan dengan tanah pada saat mulai musim penghujan dimana rumput masih pendek.

  1. Penularan melalui konsentrat atau bahan pakan dari hewan

Penularan melalui konsentrat protein yang terkontaminasi oleh spora antraks ini pernah terjadi di Inggris dan Amerika Serikat. Indonesia telah melarang pemberian tepung tulang kepada ruminansia untuk menghindari penularan antraks dan sapi gila (BSE).

  1. Penularan dari bahan produk industri asal hewan

Penularan antraks pada orang yang disebabkan oleh secara tidak sengaja terpapar dengan spora yang terbawa oleh produk ternak misalnya penyamakan kulit, pembuatan wool

Masa inkubasi dari penyakit antraks adalah 7 hari, tetapi umumnya berkisar antara 2 – 5 hari. Bakteri antraks dapat menginfeksi manusia melalui tiga cara yaitu melalui kulit yang lecet, abrasi atau luka, melalui saluran pernapasan karena inhalasi spora antraks dan melalui saluran pencernaan karena mengkonsumsi bahan makanan yang tercemar bakteri antraks misalnya daging hewan terinfeksi yang dimasak kurang sempurna.

Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk menunjang diagnosis penyakit antraks, yaitu mengenali dan mengetahui karakteristik bacillus anthracis sebagai agen penyebab penyakit:

  1. Secara morfologis (melalui pemeriksaan mikroskopis preparat apus).
  2. Secara kultur – isolasi dan identifikasi agen penyebab (melalui pemeriksaan kultur bakterologik).
  3. Secara serodiagnostik (melalui uji Ascoli)
  4. Tingkat keganasan isolate (melalui uji patogenitas/ biologik)
  5. Dengan cara mengukur kadar antibody yang ada dalam serum penderita, yaitu dengan teknik ELISA antibody

Pemeriksaan darah rutin pada umumnya menunjukkan lekosit yang normal pada batas atasnya(misalnya:9.500/ mm3), dengan pemeriksaan hitung jenis menunjukkan pergeseran ke kiri. Namun dapat juga terjadi lekositosis. Hemokonsentrasi sering dijumpai, dan pada umumnya hematocrit lebih dari 50%.

Sediaan apus dari spesimen klinis dengan pewarnaan Gram menunjukkan batang gram-positif dan tampak seperti ruas bambu. Pemeriksaan gram dari sputum biasanya negatif, kecuali jika timbul pneumonia antraks. Pada pengecatan dengan Methilen Blue Polikromatik dapat dilihat kapsul dan spora dari bakteri antraks.

Untuk diagnosis pasti dilakukan kultur dari specimen klinis. B.anthracis mudah dibiakkan dengan menggunakan media mikrobiologi standar. Pemrosesan spesimen klinis ini diwajibkan pada laboratorium Rumah Sakit kelas A dengan Biosafety Level (BDSL) 2 atau laboratorium rujukan.

Untuk membantu konfirmasi diperlukan Polymerase Chain Reaction (PCR), Gamma Phage Lysis, Direct Fluorescent Antibody, atau pemeriksaan immunohistokimia dengan menggunakan reagen, yang terdapat di laboratorium rumah sakit kelas A/B atau laboratorium rujukan. Bahan yang dapat diambil untuk kultur adalah cairan vesikel dari lesi kulit, sputum, feses, darah, cairan spinal, dan efusi pleura atau bahan biopsi dari setiap tempat di tubuh.

Pada pemeriksaan serologis, yaitu tes penyaring untuk mendeteksi antibody IgG (ELISA) memprlihatkan sensitivitas sebesar 98,6% tetapi spesivisitas hanya 79%.

Kabar terbaru mengenai kejadian di Gunung Kidul

Sedikit berbicara mengenai fakta Penyakit Antraks, jangan sampai muncul atau terhasut oleh berita tidak benar mengenai penyakit ini.

Mendengar tentang penyakit Antraks yang sedang booming hari ini, penyakit ini termasuk Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) di Indonesia. Berikut Fakta Penyakit Antraks yang perlu diketahui:

  1. Disebabkan oleh Bakteri Bacillus anthracis
  2. Dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis)
  3. Jika ada ternak sakit segera laporkan ternak yang sakit tersebut atau jika mati ke petugas kesehatan hewan
  4. Ternak tertular antraks dilarang ya untuk dipotong.
  5. Jika ternak tertular antraks dipotong maka bakteri antraks akan menjadi sprora yang tahan hingga 100 tahun, yang akan menjadi sumber penularan.
  6. Penyakit antraks dapat diobati dengan antibotik asalkan penanganan segera
  7. Untuk pencegahan dilakukan vaksinasi antraks pada hewan beresiko
  8. Jika sudah ada kasus positif, Dinas terkait segera harus menginvestigasi dan melakukan langkah segera untuk menanggulangi kasus supaya tidak spreading atau menyebar.

Artikel ditulis oleh :
dr Stephanus Yoanito, Sp.PK
(Dokter Spesialis Patologi Klinik)

 

IGD RS Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 552-118

Mohon dapat memberikan rating

Pentingnya Medical Check Up No ratings yet.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, Memiliki tubuh dan jiwa yang sehat merupakan dambaan setiap orang, Medical Check Up berkala bisa jadi tindakan preventif yang membantu kita mengantisipasi risiko kesehatan di masa depan. Sayangnya banyak orang yang yang belum menyadari pentingnya memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala. Anggapan bahwa Medical check Up hanya diperuntukkan bagi lansia atau orang yang memiliki penyakit kronis merupakan hal yang kurang tepat, Medical Check Up dapat dilakukan oleh siapa pun, anak-anak, remaja, atau pun orang dewasa. Sebab risiko kesehatan bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia.

Apa sih Medical Check up?

Medical Check Up merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui status kesehatan seseorang. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan setidaknya satu tahun sekali. Frekuensi pemeriksaan rutin didasarkan pada usia, faktor risiko, dan status kesehatan pasien.

Tujuan Medical Check Up

Selain mengetahui kondisi kesehatan, medical check up dapat digunakan untuk mengevaluasi kesehatan agar bisa dilakukan pencegahan sedari dini sebelum bertambah parah. Selain itu. MCU juga bisa digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya melamar kerja di perusahaan atau melanjutkan studi.

Secara umum, Pemeriksaan yang dilakukan di Medical Check up antara lain ;

  1. Anamnesa

yaitu mengetahui informasi lebih lanjut tentang pasien seperti usia, riwayat penyakit (sekarang, dahulu dan keluarga), kebiasaan beresiko dan keluhan kesehatan yang biasa dirasakan.

  1.  Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan

pemeriksaan berat badan dan tinggi badan diperlukan untuk mengetahui indeks masa tubuh seseorang (BMI)apakah normal, kegemukan, kurus,atau obesitas.  Kegemukan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoartritis, hipertensi, dan kanker. Sedangkan kondisi fisik yang terlalu kurus berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan osteoporosis, dan anemia

  1. Gula Darah

Pemeriksaan Gula darah untuk screening apakah gula darah seseorang normal, prediabetes atau diabetes. Sebelum melakukan tes, anda disarankan berpuasa selama 8 jam untuk mengetahui kadar gula darah puasa

  1. Pemeriksaan tanda-tanda vital

seperti tekanan darah, frekuensi nadi, suhu, frekuensi nafas.

  1. Kolesterol

Kolesterol pada dasarnya adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke.

  1. Kesehatan Jantung

Pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan tes elektrokardiogram (EKG) atau dikenal dengan rekam jantung. Tes dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Jika diperlukan dapat dilakukan tes echocardiography atau pemeriksaan treadmill test

  1. Mata

Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi seperti retinopati, glaukoma, katarak, ketajaman penglihatan

8.Telinga

Lakukan tes pendengaran (audiometri) jika Anda mengalami gangguan pendengaran. Audiometri digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan tuli, menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran. Pemeriksaan pada bayi dan anak-anak diperlukan untuk mendeteksi masalah pendengaran yang dapat mengganggu kemampuan belajar, berbicara, dan memahami bahasa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat respons Anda pada suara.

  1. Gigi dan Mulut

Untuk mendeteksi apakah ada kondisi-kondisi seperti abses, infeksi,kerusakan diantara gigi, gigi impaksi akibat gigi bungsu tumbuh tidak normal, kista atu tumor, karang gigi, selain itu jika ditemukan masalah pada gigi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan X-ray untuk menentukan tindakan medis yang diperlukan.

10. Pemeriksaan saluran prostat pada pria

Untuk meninjau kesehatan saluran kemih, danuntuk mendeteksi lebih awal risiko kanket prostat, sehingga pengobatandapat dilakukan sedini mungkin secara optimal.

11. Skrining Kesehatan Serviks

Skrining kesehatan serviks dengan prosedur pap smear, untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan Vaksin HPV dengan 3 kali dosis.

12. Pemeriksaan lainnya

Di samping pemeriksaan di atas, beberapa tes atau pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan seperti pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan hepatitis B dan HIV bagi orang yang aktif secara seksual dan memiliki pasangan seks lebih dari satu, serta pemeriksaan penyakit paru-paru bagi perokok berat seperti tes fungsi paru (spirometri) dan X-ray pada bagian dada jika dperlukan. Pemeriksaan laboratorium screening lainnya antara lain, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan fungsi ginjal dan urine rutin

RS Panti Rapih memiliki layanan medical check up dengan berbagai jenis paket antara lain, paket Medical Check Up Basic, Platinum, Silver, Gold dan terdapat juga Medical Check Up untuk Pranikah. Untuk informasi layanan Medical Check Up, sahabat sehat Panti Rapih bisa menghubungi bagian pendaftaran RS. Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :
dr. Tan Liana Santoso
(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Medical Check Up
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : 0274 – 563333 ext 1125
WA : 08112945893
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu dan tanggal merah : Tutup

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Kenali dan Atasi Alergi No ratings yet.

Alergi adalah suatu reaksi tubuh terhadap sesuatu yang normalnya tidak berbahaya seperti pollen, debu atau bulu binatang. Gejalanya bisa ringan, namun untuk sebagian orang dapat menjadi sangat serius.

 

Berbagai penyebab alergi

Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi, disebut sebagai alergen.

Berbagai alergen yang sering adalah :

  • Serbuk sari pohon dan rumput (hay fever)
  • Tungau debu rumah
  • Makanan, seperti kacang-kacangan, susu dan telur ( alergi makanan)
  • Bulu binatang, terutama binatang piaraan seperti anjing dan kucing
  • Sengatan serangga, seperti gigitan lebah dan tawon
  • Obat-obat tertentu
  • Lateks atau bahan yang sebelumnya kontak dengan kulit

Gejala Alergi

Gejala dari reaksi alergi meliputi :

  • Hidung mèlèr atau bersin-bersin
  • Rasa sakit atau nyeri di sekitar pipi, mata, atau dahi
  • Batuk, mengi atau sesak napas
  • Kulit gatal atau timbul ruam (bentol-bentol)
  • Diare
  • Merasa sakit/tidak enak badan
  • Bengkak di kelopak mata, bibir, mulut atau tenggorokan

 

Segera ke RS bila :

  • Mengalami ruam kulit yang meliputi kulit gatal, merah, bengkak, melepuh atau mengelupas
  • Mengi
  • Merasa sesak di dada atau tenggorokan
  • Kesulitan bernapas atau berbicara
  • Mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan mulai membengkak

 

Anda mungkin mengalami reaksi alergi yang serius (anafilaksis) dan mungkin memerlukan perawatan segera di rumah sakit.

 

Cara mendeteksi penyebab alergi

Tes yang bisa dilakukan meliputi :

  • Skin prick test (uji tes tusuk) atau skin patch test (uji tes tempel) – di mana sejumlah kecil alergen diletakkan di kulit untuk melihat apakah terjadi reaksi.
  • Pemeriksaan darah – untuk mengetahui alergen yang mungkin menjadi penyebab munculnya gejala
  • Menghindari jenis makanan tertentu atau makan lebih sedikit makanan yang mungkin membuat Anda alergi, untuk melihat apakah gejala Anda membaik

 

Cara mengatasi alergi

Penanganan untuk alergi meliputi :

  • Sedapat mungkin menghindari hal-hal yang menyebabkan alergi, yang sudah dikenali.
  • Obat untuk reaksi alergi ringan seperti antihistamin, tablet steroid dan krim steroid
  • Obat-obatan darurat yang disebut injektor otomatis adrenalin, seperti EpiPen, untuk reaksi alergi yang parah. Biasanya untuk orang – orang yang beresiko mengalami reaksi alergi berat (anafilaktik)
  • Desensitisasi (imunoterapi) untuk reaksi alergi yang parah – dengan hati-hati dilakukan pemaparan terhadap alergen yang secara spesifik menimbulkan alergi dari waktu ke waktu, sehingga tubuh secara bertahap terbiasa dengannya dan tidak bereaksi terlalu buruk (ini hanya boleh dilakukan oleh profesional medis)
  • Dokter akan memberi Anda rencana penanganan alergi yang akan menjelaskan cara mengelola alergi.

 

Pencegahan

Mencegah reaksi alergi tergantung pada jenis alergi yang dimiliki. Langkah-langkah umum termasuk yang berikut:

  • Hindari pemicu yang diketahui. Bahkan jika Anda sedang mengobati gejala alergi Anda, cobalah untuk menghindari pemicunya. Jika, misalnya, Anda alergi serbuk sari, tetaplah di dalam dengan jendela dan pintu tertutup saat serbuk sari tinggi. Jika Anda alergi terhadap tungau debu, sering-seringlah menyedot debu dan menyedot debu.
  • Menyimpan buku harian. Saat mencoba mengidentifikasi apa yang menyebabkan atau memperburuk gejala alergi Anda, lacak aktivitas Anda dan apa yang Anda makan, kapan gejala muncul dan apa yang tampaknya membantu. Ini dapat membantu Anda dan penyedia Anda mengidentifikasi pemicu.
  • Kenakan gelang peringatan medis. Jika Anda mengalami reaksi alergi yang parah, gelang (atau kalung) peringatan medis memberi tahu orang lain bahwa Anda memiliki alergi serius jika Anda memiliki reaksi dan Anda tidak dapat berkomunikasi.

 

di tulis oleh :
dr. Radijanti Anggraheni, Sp. KK
Dokter Spesialis Kulit RS Panti Rapih Yogyakarta

Sumber :
NHS & MayoClinic

Informasi Pelayanan : 
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Bugar Saat Mudik 4/5 (2)

Seiring menjelang selesainya masa berpuasa pada Ramadan tahun ini, sobat-sobat sehat Panti Rapih yang menjalankan puasa pasti mulai bersiap menyambut hari  raya Idul Fitri. Kegiatan rutin yang biasanya menjadi agenda banyak orang yang berlebaran adalah mudik ke daerah asalnya agar dapat bersilahturahmi bersama keluarga besar.

Seringkali mudik merupakan perjalanan yang memerlukan waktu yang lama karena jarak tempuh yang jauh. Penggunaan moda transportasi umum dan pribadi dapat menjadi pilihan dalam melalukan perjalanan mudik.  Kondisi fisik yang prima harus dijaga, agar dapat menempuh perjalanan mudik dengan baik dan sampai ke tujuan serta mengikuti rangkaian kegiatan Idul Fitri bersama keluarga.

Beberapa poin penting dari segi kesiapan fisik yang harus diperhatikan pemudik adalah kondisi kesehatan dan penyakit yang mungkin sedang dalam pengobatan atau perlu kontrol rutin. Dalam menjadai kondisi kesehatan tubuh  agar tetap bugar dan prima selama perjalanan, beberapa komponen penting perlu diperhatikan pemudik agar dapat meminimalkan efek samping dari perjalanan yang lama.

Postur tubuh yang baik

Postur tubuh yang baik akan membuat kerja muskuloskeletal tubuh menjadi lebih berimbang pada kedua sisi tubuh, serta meringankan beban pada sendi-sendi tubuh. Dengan posisi duduk yang lama baik sebagai penumpang ataupun pengemudi, beban terbanyak akan dirasakan pada otot pinggang bawah kita sebagai titik tumpu. Postur tubuh yang baik saat duduk dapat meminimalkan resiko timbulnya spasme otot punggung bawah. Sebagai tambahan, pada pengemudi, karena dituntut agar awas dalam memperhatikan jalan dan fokus saat mengemudi, spasme pada otot-otot area leher juga dapat menjadi gangguan selama menjalani mudik.

Postur tubuh yang baik saat duduk sudut yang terbentuk di pinggang dan panggul 90 derajat, dengan posisi kepala yang tegak dan berada di midline tubuh dan bersandar pada tempat duduk. Poin penting adalah bagian bokong anda harus menyentuh bagian sudut kursi  dan menyentuh sandaran kursi.  Beberapa modifikasi dapat dilakukan, terutama pada posisi driver, sudut 100 derajat dapat digunakan tetapi perlu ditambahkan sandaran tambahan khususnya pada area pinggang bawah, karena cenderung tubuh akan sedikit melorot ke bawah sehingga akan terbentuk celah yang berpotensi meningkatkan beban pada area pinggang bawah (lumbal dan sacral area). Pengunaan bantal pinggang, atau foam berkontur dapat membantu meringankan beban.

Perengangan otot dan gerak sendi yang berkala

Banyak orang yang masih mengkaitkan dengan aktifitas ini hanya pada momen berolahraga. Dalam keseharian aktifitas, kedua jenis latihan ini sangatlah baik untuk dapat dilakukan disela-sela kegiatan rutin dan atau repetitif kita. Demikian juga selama perjalanan mudik, podidi duduk yang lama, atau berdiri, mengangkat/membawa beban (tas, koper, bawaan tangan dan bahkan posisi tubuh saat mengemudi maupun sebagai penumpang). Sama halnya dalam berolahraga, peregangan otot bersamaan dengan latihan luas gerak sendi bertujuan untuk mencegah spasme otot dan kekuan sendi yang dapat menimbulkan nyeri muskuloskeletal yang tidak nyaman selama perjalanan. Sebaiknya setiap 2 jam, kita dapat melakukan latihan peregangan ini 5-10 menit, sebelum kembali melanjutkan perjalanan atau dalam posisi duduk kembali. Berikut saya coba membahas berdasakan bagian tubuh kita dalam melakukan kedua jenis latihan ini.

    1. Kepala (mata)
      Kelelahan mata sering menjadi kondisi yang terabaikan saat timbul keluhan pada area kepala atau leher. Gejala berupa nyeri dibelakang mata, pengelihatan yang kurang nyaman, sampai dengan sakit kepala yang sering timbul diakibatkan dari suatu kondisi kelelahan mata. Paparan dari cahaya luar yang lama, gadget yang digunakan saat menemani perjalanan serta fokus dan konsentrasi saat mengemudi berpengaruh dalam timbulnya keluhan pada mata.  Latihan gerak bola mata serta mengistirahatkan mata penting untuk dapat dilakukan selama perjalan mudik yang cukup panjang.Gerakan bola mata dapat dilakukan secara singkat adalah gerakan atas, bawah, kanan-kiri, diagonal, serta gerakan rotasional bola mata, dapat memberikan perengangan dari otot-otot bola mata kita. Gerakan ini dapat dilakukan sembari mata dipejamkan agar menambah efek relaksasi dari bola mata.  Selain itu, relaksasi otot mata juga dapat dilakukan dengan mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh disekitar kita, terutama bagi  pemudik yang lama memfokuskan matanya pada gadget atau buku digunakannya.
    2. Torso
      Leher, punggung dan pinggang sering menjadi pegal terutama saat perjalanan mudik dengan posisi duduk yang kurang ideal. Dalam postur duduk yang ideal yang dijelaskan di atas, ketegangan pada area leher, punggung dan pinggang tetap dapat muncul. Saat duduk, tetap ada beban yang timbul pada torso kita, terutama pada area Lumbal sebagai tumpuan, sehingga perubahan posisi sejenak akan membuat pinggang kita lebih nyaman dan tidak menjadi kaku.
      Bagian leher merupakan penopang bagi kepala kita dengan komponen otot yang lebih kecil dibandingkan dengan area torso lainnya. Kekuan leher lebih mudah timbul saat posisi kepala yang ditopang kurang ideal selama perjalanan mudik. Forward head position merupakan kondisi yang paling mudah terjadi dikarenakan faktor kebiasaan postur pasien, atau saat banyak memfleksikan (menundukkan) kepala untuk membaca atau melihat gadgetnya. Latihan seperti chin tuck dan stretching otot-otot leher (Sternocleidomastoideus, scalene, dll) akan membantu untuk meregangkan dan memberikan kenyamanan pada kondisi ketegangan leher. Penggunaan batal leher dapat menambahkan rasa nyaman setelah perengangan dilakukan.
      Bagian punggung memiliki lembaran otot yang cukup besar, trapezius, yang mana dapat ikut timbul rasa pegal saat otot-otot leher mulai timbul gangguan. Keluhannya biasanya pada area pundak yang bisa dirasakan juga sampai ke area tulang belikat (scapula). Beberapa gerakan peregangan pada otot-otot leher juga serupa dapat simultan meregangkan otot pundak (trapezius) ini.
    3. Ekstremitas
      Postur duduk, memegang gadget yang lama, suhu yang dingin di kabin, serta posisi menggengam kemudi mobil/motor yang lama saat mudik berperan dalam gangguan di area ini. Terkait bagian ekstremitas ini, target utama terletak pada sendi-sendi gerak yang cukup banyak. Bahu, siku, pergelangan tangan dan jari-jari pada anggota gerak atas dapat timbul kekakuan, dan berlanjut menjadi nyeri serta gangguan fungsi, jika tidak aktif digerakkan dan direngangkan.  Khalayak umum cenderung lebih familiar dengan latihan gerak sendi dan stretching pada area ini karena cukup mudah juga dilakukan.
      Pada ekstremitas inferior (anggota gerak bawah), peregangan dapat dilakukan lebih sederhana. Perubahan posisi duduk ke berdiri sudah cukup mengaktifkan sendi-sendi besar pada anggota gerak ini. Target lainnya dari latihan peregangan ini adalah melancarkan aliran darah balik dari ujung-unjung ekstremitas seperti pada gerakan ankle pumping yang cukup mudah dilakukan banyak orang dan bahkan dalam posisi duduk.  Latihan luas gerak sendi lutut, dan sendi ankle dapat aktif dilakukan setiap 1-2 jam selama duduk.
    4. Fungsi Kardirespirasi
      Terkait fungsi kardiorepsirasi, para pemudik sebaiknya dapat mempersiapkan diri beberapa waktu sebelum tiba saat perjalanan mudik, karena latihannya harus bersifat repetitif dan berkelanjutan. Latihan aerobik (jalan, sepeda, lari, renang, senam), latihan pengembangan dinding dada, latihan otot pernafasan sangat baik dalam membangun fungsi kardiorespirasi yang prima. Anjuran bagi komunitas yang sehat dalam berolahraga 3-5x/ minggu dengan durasi 45-60 menit, serta dibagi menjadi pemanasan, latihan inti dan pendinginan. Jadi sebaiknya jadikan kebiasaan dalam pola berolahraga agar kebugaran dapat selalu terjaga, dan dapat menjalani masa mudik dan lebaran seutuhnya.
    5. Hal-hal penting lainnya
      Sebagai pelengkap dalam menjaga kebugaran selama perjalnan mudik Anda, jangan lupa menjaga kecukupan cairan tubuh sehari-hari selama perjalanan. Penuhi kebutuhan cairan 1-2L/ hari dengan membawa bekal minum yang cukup saat mudik.Lengkapi diri dengan bantal penyangga seperti bantal leher, bantal pinggang, ataupun bantal duduk sesuai dengan kebutuhan perjalanan Anda. Selain dapat mensupport postur tubuh saat duduk/ beristirahat selama perjalanan, dapat juga memberikan rasa nyaman dan relaksasi yang cukup bagi tubuh saat mudik.
       

Demikian kiranya beberapa tips dari saya agar sobat sehat Panti Rapih yang melakukan perjalanan mudik dapat tetap bugar dan nyaman. Semoga ibadah puasanya berjalan lancar serta dapat berkumpul bersilaturahmi bersama keluarga tercinta pada momen Hari raya Idul Fitri tahun ini. Salam sehat dan bugar selalu.

Artikel ditulis oleh :
dr. John Hartono, Sp.K.F.R,
(Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Panti Rapih)

 

Lokasi Pelayanan :
KlinikRehabilitasi Medik
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Diet Sahur dan Buka Puasa Sehat selama Bulan Ramadhan 5/5 (6)

Puasa merupakan salah satu hal yang wajib dilaksanakan bagi Umat Muslim selama bulan Ramadhan, dengan rentang waktu dari mulainya salat Subuh hingga Maghrib. Praktik puasa selama Ramadhan yang dilakukan oleh Umat Muslim meliputi abstinensi atau menahan diri dari makan, minum, merokok, ataupun melakukan aktivitas merugikan yang dapat menjadi pembatal puasa. Di Indonesia, rentang waktu puasa Ramadhan tersebut berkisar antara 13-14 jam setiap harinya.

Puasa juga merupakan hal yang mulai banyak diteliti dalam dunia kesehatan. Puasa Ramadhan merupakan salah satu bentuk intermittent fasting, yaitu metode pengaturan pola makan yang dilakukan dengan berpuasa selama kurun waktu tertentu. Selama bulan Ramadhan, pola asupan makanan harian akan mengalami perubahan bila dibandingkan dengan hari-hari lainnya, di mana frekuensi makan berubah, dan konsumsi makanan berlangsung secara nokturnal (pada malam hari), sehingga perubahan pada berat badan dan penurunan lemak tubuh dapat terjadi.

Karena perubahan-perubahan tersebut, perlu untuk memperhatikan jenis dan jumlah asupan makanan selama bulan Ramadhan, yaitu pada saat makan Sahur, berbuka puasa, maupun saat makan malam. Berikut merupakan beberapa tips pola makan yang dapat dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap dalam kondisi yang bugar selama bulan Ramadhan :

Pola makan sahur

  • Porsi diusahakan dalam jumlah sedang, tidak terlalu banyak.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang memiliki kandungan serat yang tinggi, seperti buah-buahan dan sayur.
  • Konsumsi biji-bijian (whole grains), makanan dengan kandungan protein, semisal protein hewani berupa daging, telur, ikan, dapat membantu menunda lapar lebih lama.

Pola makan untuk berbuka puasa

  • Makan makanan secukupnya secara bertahap, dimulai dengan konsumsi air putih dan sedikit makanan manis, semisal kurma, buah-buahan.
  • Jus buah asli dan teh dapat dijadikan sebagai alternatif untuk minuman buka puasa.
  • Pastikan konsumsi air putih mencukupi, untuk mencegah dehidrasi.

Rekomendasi pola dan jenis makanan yang sebaiknya dihindari:

  • Hindari konsumsi makanan dalam jumlah yang terlalu banyak, karena akan menyebabkan perut menjadi sesak, meningkatkan asupan kalori secara berlebihan dan memicu peningkatan berat badan, serta meningkatkan risiko obesitas.
  • Hindari makanan-makanan olahan yang mengandung karbohidrat olahan (refined carbohydrates), semisal tepung, gula pasir, sirup jagung tinggi fruktosa, konsentrat jus buah,gorengan, ataupun makanan dengan kadar gula dan minyak yang tinggi, karena meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah, risiko Diabetes Mellitus (DM), dan menyebabkan kantuk pada saat siang hari.
  • Hindari konsumsi kopi dan minuman bersoda karena dapat menyebabkan sulit tidur dan menimbun banyak lemak.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Noviani, Sp. GK (Dokter Spesialis Gizi Klinik) RS Panti Rapih Yogyakarta

&

dr. Vincentius Shandy Irawan (Dokter Umum) RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Referensi:

  1. Lessan N, Ali T. Energy Metabolism and Intermittent Fasting: The Ramadan Perspective. Nutrients. 2019 May 1;11(5). Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31137899/
  2. AttinĂ  A, Leggeri C, Paroni R, Pivari F, Cas MD, Mingione A, et al. Fasting: How to Guide. Nutrients. 2021 May 1;13(5). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8151159/
  3. Sadeghirad B, Motaghipisheh S, Kolahdooz F, Zahedi MJ, Haghdoost AA. Islamic fasting and weight loss: a systematic review and meta-analysis. Public Health Nutr. 2014;17(2):396–406. Available from: https://www.cambridge.org/core/journals/public-health-nutrition/article/islamic-fasting-and-weight-loss-a-systematic-review-and-metaanalysis/3791BAE2A6C52218994B3BEF291BF6EE
  4. Fernando HA, Zibellini J, Harris RA, Seimon R V., Sainsbury A. Effect of Ramadan Fasting on Weight and Body Composition in Healthy Non-Athlete Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis. Nutrients. 2019 Feb 1;11(2). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6412279/
  5. Wang Y, Wu R. The Effect of Fasting on Human Metabolism and Psychological Health. Dis Marker. 2022;2022. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8754590/
  6. Osman F, Haldar S, Henry CJ. Effects of Time-Restricted Feeding during Ramadan on Dietary Intake, Body Composition and Metabolic Outcomes. Nutrients. 2020 Aug 1;12(8):1–25. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7468808/
  7. Rafie C, Sohail M. Fasting During Ramadan: Nutrition and Health Impacts and Food Safety Recommendations. Virginia Cooperative Extension. 2016.

Lokasi Pelayanan :
Klinik Gizi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Ahli Gizi untuk Dewasa – Senin s/d Sabtu, pk 10.00 – 13.00 WIB
dr. Noviani, Sp. GK – Senin s/d Rabu, pk 09.00 – 13.00 WIB

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Wanita Wajib Tau ! Mari Jaga Organ Kewanitaan Sahabat Semua 5/5 (2)

Keputihan dan Kebersihan Area Kewanitaan

Kesehatan area intim pada wanita merupakan suatu bagian penting dari kesehatan wanita secara keseluruhan. Permasalahan pada area intim dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, termasuk rasa percaya diri dan hubungan dengan pasangan. Artikel ini akan membahas sekilas mengenai vaginal discharge / lendir dari area vagina dan bagaimana cara menjaga kebersihan area kewanitaan.

 

Bagaimana membedakan lendir area kewanitaan yang normal dan keputihan?

Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang merupakan ‘pintu masuk’ menuju organ-organ kewanitaan lainnya seperti servix, rahim, dan indung telur. Lendir yang dihasilkan atau keluar pada area kewanitaan bisa jadi adalah hal yang normal ataupun menunjukkan suatu penyakit dari organ-organ reproduksi. Misalnya suatu infeksi pada area kewanitaan ataupun keganasan.

Pada suatu periode waktu tertentu, secara normal dari serviks dan dinding vagina dapat dihasilkan sekresi mukus atau lendir. Pada saat ovulasi yaitu masa subur, lendir ini berfungsi sebagai pelumas untuk membantu proses pembuahan. Lendir yang muncul pada sekitar waktu ovulasi biasanya memiliki konsistensi seperti putih telur yaitu cair, licin, tidak berwarna, tidak berbau menyengat/busuk/amis. Pada saat tidak terjadi ovulasi, lendir yang dihasilkan biasanya lebih sedikit, kental, berwarna keruh agak putih maupun kuning, tidak berbau menyengat/busuk/amis dan tidak disertai rasa nyeri dan gatal.

Suatu keputihan yang menunjukkan kelainan dapat memiliki ciri berwarna kuning kehijauan atau disertai flek darah, berbau busuk/amis dan disertai rasa gatal, panas seperti terbakar, atau nyeri. Bila terdapat keputihan dengan ciri tersebut dapat disebabkan oleh suatu infeksi maupun keganasan pada organ intim wanita. Untuk mengetahui penyebab pastinya diperlukan pemeriksaan fisik dan penunjang lainnya misalnya pemeriksaan papsmear, pemeriksaan mikroskopis usapan lendir keputihan dan lainnya.

 

Bagaimana cara menjaga kesehatan area kewanitaan?

Berikut adalah beberapa rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) untuk menjaga area kewanitaan:

  • Disarankan untuk hanya menggunakan air hangat, tidak menggunakan pewangi, cairan pembersih semprot dan sabun khusus kewanitaan dan mencuci area kewanitaan hingga ke dalam (douching) karena dapat membunuh mikroba alami dan dapat menimbulkan ketidakseimbangan keasaman yang dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri patologis maupun jamur.
  • Menggunakan handuk atau tissue yang lembut untuk mengeringkan area intim. Bila area intim terlalu lembap dan basah dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Menghindari menggunakan celana dalam yang terlalu ketat, dan menggunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan cairan, mengganti celana dalam rutin minimal 2x sehari atau segera bila terasa lembap, dan mencucinya sebelum digunakan kembali.
  • Mengurangi penggunaan pantyliner dan pembalut yang menggunakan pewangi yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Saat haid disarankan untuk mengganti pembalut maksimal selama 4-6 jam atau saat pembalut terasa penuh atau terasa basah dan tidak nyaman. Hal ini untuk mengurangi pertumbuhan bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi.

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. Albertin Anindita Lingga

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi: American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan dan Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mother Wound: Luka “Warisan” dari Ibu 5/5 (4)

“Saya sungguh mencintai ibu saya, tetapi….”

 

Sebelum membaca artikel ini, secara spontan dan jujur isilah titik-titik di atas sesuai kondisi anda, tanpa banyak berpikir.

Kita semua memiliki ikatan yang begitu mendalam secara emosional dengan ibu. Hal ini dikarenakan seorang anak menjalin interaksi yang intens dengan ibu sejak di dalam kandungan. Seiring berjalannya kehidupan, sebagian dari kita memiliki relasi yang kompleks, tidak konsisten dan terdiri dari benang-benang kusut, misalnya karena rasa kecewa dan tidak puas dengan perlakuan figur ibu. Disisi lain, kita menyadari bahwa figur ibu adalah sosok yang seharusnya bijaksana, patut dihargai dan dihormati atas pengorbanannya.

Di balik pintu ruang konseling yang tertutup, penulis sebagai Psikolog Klinis menyadari bagaimana beberapa dari kita mengalami emosi yang terperangkap dalam diri, rasa dendam dan menyalahkan  diri ataupun figur ibu atas perlakuan dan kasih sayang yang tidak diterima.

Ada yang tidak bisa berhenti menyalahkan hidup dan figur ibunya, ada juga yang menutupi hal tersebut karena tidak mau memberi cap negatif pada figur ibunya. Tanpa disadari, ini justru berdampak pada mental health dan kemampuan kita bertanggung jawab atas diri kita untuk menyembuhkan diri (self healing).

Sesuai judul tulisan ini, mother wound terdiri dari dua kata, mother yang artinya Ibu dan wound artinya luka, jadi diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah Luka Ibu. Mother wound adalah luka emosional yang disebabkan kurang dan hilangnya support dan kasih sayang dari figur ibu.

Mother wound adalah istilah konseling untuk luka psikologis yang didapat seseorang selama masa pengasuhan, jadi mother wound bukanlah suatu diagnosa. Luka pengasuhan adalah kenangan seseorang tentang masa kecil yang buruk, atau dapat dikatakan memiliki inner-child atau masa kecil menyakitkan (Mahmudah, 2020). Pengasuhan adalah proses membesarkan, menjaga dan membimbing anak melalui seluruh tahap perkembangannya (Martin dan Colbert, 1997). Lebih lanjut, figur ibu mempunyai dampak yang besar terhadap kemampuan anaknya dalam menyelesaikan masalah, ekspresi kasih sayang, kayakinan dan nilai diri.

Dampak Mother Wound

Menurut Baumrind, pengasuhan orang tua berdampak pada perilaku anak (dalam Santrock, 2012).  Mother wound dapat dialami oleh anak perempuan dan laki-laki dengan dampak diantaranya sebagai berikut:

  • Tidak nyaman bersama ibu, misal muncul rasa gelisah, gugup atautakut ketika bersama ibu
  • Menghindari interaksi dengan ibu, baik secara sadar maupun tidak sadar.
  • Tidak menjadikan ibu sebagai figur yang dapat dipercaya atau diandalkansaat membutuhkan bantuan
  • Ragu dan terus menerus mengharapkan penerimaan dari figur ibu, sehingga terus berusaha menjadi anak yang sempurna
  • Adanya perasaan ditinggalkan dan perasaan tidak aman
  • Kurang mampu mengendalikan emosi
  • Perasaan hampa, kesulitan membangun hubungan hangat dan bermakna

Faktor Penyebab Mother Wound

Pola asuh dan komunikasi yang kurang hangat, kurang terbuka, kekerasan secara verbal maupun fisik, ibu yang ketika ada konflik melakukan silent treatment (terus menerus mendiamkan anak untuk menghukum ketika ibu marah atau kecewa), absennya figur ibu, child neglect (menelantarkan anak), ibu yang manipulatif, gaya komunikasi ibu yang mengkritik dan menyindir berlebihan.

Selain itu, pendekatan ibu yang kurang suportif dan kurang empati di saat anak stress atau melakukan kesalahan, tidak memperbolehkan anak mengekspresikan emosi negatif, kondisi ibu yang tidak sehat mentalnya, baik yang terdiagnosis maupun tidak terdiagnosis dan ibu yang mengalami adiksi alkohol, merokok, judi, dsb.

Bagaimana Mengatasi Mother Wound?

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi mother wound:

  1. Mencari bantuan profesional dengan melakukankonseling dengan Psikolog Klinis
  2. Membentuk relasi baru antara anda yang sekarang sebagai seorang dewasa dan ibu anda sekarang di usianya.
  3. Berbicaralah dengan diri (self talk)dengan cara yang anda harapkan sebagaimana seorang ibu akan berkomunikasi dengan Anda, dengan style komunikasi yang tidak pernah anda dapatkan dari figur ibu anda.
  4. Sadarilah bahwa wajar jika anda bisa mempunyai perasaan cinta pada ibu anda, sekaligus mempunyai perasaan negatif (sedih, kecewa, malu, marah, dll) terhadapnya akibat konflik antara pikiran dan perasaan dalam diri.
  5. Berdamailah dengan mother wound Anda, caranya:
  • Di usia anda yang sudah dewasa sekarang ini, temukan semua dampak mother wound pada diri anda, tuliskan dalam buku journaling
  • Pahami perjalanan hidup ibu anda, dari masa kecilnya hingga usia mudanya dan sekarang: bagaimana relasi ibu anda dengan ibunya sendiri?, apakah masa kecilnya bahagia?, bagaimana perlakuan suaminya ke dirinya?, dsb
  • Terus ingatkan diri bahwa ibu anda adalah manusia, yang bisa dan pernah melakukan kesalahan, baik sengaja mapun tidak sengaja.
  • Perbolehkan diri ada merasa sedih akan hal-hal yang tidak anda dapatkan dari figur ibu anda di masa anak-anak. Tidak perlumelawan perasaan negatif tersebut karena justru akan berdampak pada mental health.
  • Selanjutnya, perasaan sedih tersebut direlakan, dilepas dan dikelola menjadi recovery journeyuntuk berdamai dengan mother wound.
  • Pada proses ini konseling akan sangat diperlukan

 

Artikel ini ditulis oleh :

Veenu, S.Psi., M.Psi., Psikolog

(Clinical Psychologist RS. Panti Rapih Yogyakarta)

 

Daftar Pustaka

Mahmudah, D. (2020). Membasuh Luka Pengasuhan. Bogor: Zenawa Media Digitama

Martin, C.A., & Colbert, K.K. (1997). Parenting: A life span perspective. New Yowk: McGraw-Hill

Santrock, J. W. (2012) Life span development. Alih bahasa: B. Widyasinta & N. I. Sallama. Jakarta: Penerbit Erlangga.

 

Info Pelayanan :
Klinik Psikologi
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Senin, Rabu, Kamis, Jumat pk 14.00 – 15.00 WIB
Selasa pk 18.00 – 19.00 WIB
Sabtu pk 16.00 – 17.00 WIB

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating