Pentingnya Papsmear Bagi Kesehatan Wanita 5/5 (4)

Bagi para wanita, mendengar tentang kanker serviks merupakan hal yang sangat menakutkan, bahkan berbagai organisasi kesehatan serta pemerintah pun membuat program dalam rangka memerangi kanker serviks dengan menggalakkan deteksi dini, yaitu dengan pemeriksaan pap smear.

Apa itu Pemeriksaan Pap Smear?

Pap Smear adalah suatu jenis pemeriksaan yang digunakan untuk melakukan deteksi dini pada kanker serviks dengan cara melihat ada tidaknya perubahan sel jaringan pada leher Rahim dari usapan jaringan yang sudah dilakukan, yang selanjutnya dilihat dibawah mikroskop, dan pada akhirnya akan ada kesimpulan apakah terjadi suatu perubahan sel sehat menjadi sel kanker atau pra-kanker pada leher Rahim tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan kepada wanita yang sudah aktif melakukan hubungan seksual.

Lalu, seberapa pentingnya pemeriksaan Pap Smear ini untuk kesehatan wanita?

Tentunya, pemeriksaan pap smear ini merupakan sebuah pemeriksaan sederhana dengan hasil yang luar biasa demi kesehatan para wanita kedepannya, baik itu bagi wanita yang belum ada keluhan, ada suatu keluhan atau pun yang sedang hamil pun juga bisa dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini wajib dilakukan karena mempunyai segudang manfaat, diantaranya adalah:

  • Untuk deteksi dini Kanker Serviks
  • Untuk dilakukan pengobatan sejak dini pada pasien dengan hasil ada perubahan jaringan pra kanker, dengan harapan hasil pengobatan menjadi maksimal
  • Untuk mengetahui apakah ada suatu penyakit atau gangguan lain pada leher Rahim
  • Deteksi dini tersebut bisa meningkatkan peluang kesembuhan

Apa saja syarat dilakukannya Pap Smear?

Syarat-syarat untuk dilakukannya prosedur pap smear adalah

  • Wanita yang sudah aktif berhubungan seksual
  • Tidak sedang haid
  • Pastikan tidak menggunakan obat-obatan intra-vagina atau pembersih pada vagina
  • Tidak melakukan hubungan seksual minimal 24-48 jam sebelum dilakukan tindakan pap smear

Dan pada pemeriksaan Pap Smear ini tidak menimbulkan rasa sakit jadi Sahabat Sehat Panti Rapih tidak perlu takut untuk dilakukannya pemeriksaan ini.

Artikel ini ditulis oleh: dr. I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Kunjungi Klinik Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon: 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Artikel ini mendapatkan rating 5/5 (4)

Mohon dapat memberikan rating

Apa itu HIV-AIDS ? 5/5 (1)

Apa itu HIV?

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia.  Sedangkan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV.

Faktor Risiko Penularan HIV

  1. Melakukan hubungan seksual yang tidak aman
  2. Penggunaan alat medis yang tidak steril
  3. Transfusi darah
  4. Ibu hamil yang positif HIV ke bayinya

Virus HIV Tidak Dapat Ditularkan Melalui:

  1. Batuk (dahak)
  2. Ludah
  3. Bersalaman atau bersentuhan
  4. Bertukar pakaian
  5. Menggunakan toilet bergantian
  6. Gigitan nyamuk

Cara Mencegah Penularan Infeksi HIV

  1. Tidak menggunakan jarum suntik atau alat kesehatan yang tidak steril
  2. Skrining pada darah donor dan organ tubuh
  3. Tidak bersenggama dengan cara yang tidak aman
  4. Bagi ibu hamil sebaiknya melakukan skrining HIV

 

Informasi lebih lanjut hubungi :
Klinik Carlo 

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Tips Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar Setelah Begadang 5/5 (1)

Gemar Nonton Bola Malam hingga Dini Hari? Simak Tips Berikut ini :

  1. Perbanyak minum air putih
    Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan membantu untuk mengurangi kelelahan serta membantu lebih fokus.
  2. Luangkan waktu untuk tidur siang
    Luangkan waktu untuk tidur siang pada jam istirahat selama 15–20 menit akan membantu tubuh menjadi lebih segar. Sahabat Sehat Panti Rapih tidak dianjurkan tidur terlalu lama karena akan merusak ritme tidur.
  3. Lakukan olahraga ringan
    Lakukan olahraga ringan seperti jalan cepat, naik-turun tangga, lari di tempat, atau sedikit peregangan yang bisa membuat tubuh bergerak. Aktivitas ini dapat meningkatkan kinerja otak dan membuat tubuh tetap terjaga.
  4. Mengkonsumsi vitamin
    Selain dari makanan asupan gizi juga didapatkan dari vitamin. Untuk itu, Sahabat Sehat Panti Rapih perlu mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  5. Mengkonsumsi makanan tinggi protein
    Memilih cemilan sehat yang dapat memberikan tenaga ekstra tanpa perlu khawatir obesitas. Cemilan sehat dapat kita jumpai seperti yogurt plain, buah-buahan seperti apel, alpukat, dan jenis buah lainnya.
  6. Berjemur dibawah sinar matahari
    Pastikan mendapatkan cahaya matahari agar tubuh tetap sehat dan dapat memproduksi hormon melatonin serta Vitamin D.

Walau bagaimanapun begadang juga punya efek yang tidak baik untuk tubuh, maka istirahat cukup merupakan hal yang penting

 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon: 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) 5/5 (1)

Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK adalah sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru untuk jangka panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari dalam paru-paru sehingga pengidap akan mengalami kesulitan dalam bernapas. PPOK umumnya merupakan kombinasi dari dua penyakit pernapasan, yaitu bronkitis kronis dan emfisima. Bronkitis, infeksi pada saluran udara menuju paru-paru yang menyebabkan pembengkakan dinding bronkus dan produksi cairan di saluran udara berlebihan. Emfisema, kondisi rusaknya kantung-kantung udara pada paru-paru yang terjadi secara bertahap.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

  • Batuk kronik dengan/tanpa dahak yang tidak kunjung sembuh
  • Makin sering tersengal-sengal, bahkan saat melakukan aktivitas fisik yang ringan seperti memasak atau mengenakan pakaian\
  • Mengi atau sesak napas disertai bunyi mengi
  • Lemas (kehilangan kemampuan/produktivitas)
  • Rasa berat di dada
  • Penurunan berat badan

*Jika anda mengalami keluhan diatas maka perlu dilakukan tes fungsi paru/spirometri setelah memeriksakan diri ke Poli Paru

Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

  • Pajanan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan faktor utama penyebab PPOK
  • PPOK akan berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala penyakit umumnya muncul pada pengidap yang berusia diatas 35 tahun
  • Misalnya: Asap kendaraan bermotor, debu jalanan, gas buangan industri, briket batu bara, debu vulkanik gunung meletus, asap kebakaran hutan, asap obat nyamuk bakar, asap kayu bakar, asap kompor, polusi di tempat kerja (bahan kimia, debu/zat iritasi, dan gas beracun)
  • Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap PPOK, Anda juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang sama

    Alat Tes Fungsi Paru/Spirometer Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

    Link terkait: https://www.instagram.com/p/ClI0w8jSCT6/


    Informasi lebih lanjut hubungi:
    Klinik Paru

    Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
    Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
    Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Peranan Senam Diabetes dan Prevensi Primer 5/5 (1)

Diabetes Mellitus (kencing manis) merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah baik puasa maupun setelah makan yang kadarnya melebihi nilai normal. Sebagai penyakit metabolik kronik, dapat diartikan bahwa selama metabolisme berlangsung maka akan selalu ada penyakit ini. Penyakit ini dapat diderita seumur hidup, atau tidak dapat dikatakan sembuh tetapi dapat dikontrol dengan baik tergantung pada penderitanya sendiri. Dokter, perawat, ahli gizi, edukator diabetes hanya memfasilitasi dan memotivasi agar pasien dapat mengelola diabates dengan baik sehingga terhindar dari komplikasi.

Patofisiologi atau perjalanan penyakit diabates ini pada dasarnya akibat dari berkurangnya pengeluaran insulin dari sel beta pankreas dan gangguan pada reseptor insulin di jaringan hati dan otot. Dengan demikian gula tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga kadarnya didapatkan meningkat dalam darah. Penyakit ini kadang tidak disertai dengan gejala, dan banyak kasus yang ditemukan secara kebetulan pada waktu periksa di pusat layanan kesehatan.

Gejala klasik yang sering didapatkan adalah banyak kencing, terutama malam hari yang disebut poliuria, merasa lapar dan ingin makan terus yang disebut polifagia dan selalu merasa haus disebut polidipsia. Jumlah penderita yang ini semakin banyak ditemukan dan kejadiannya dicenderung muncul di usia yang lebih muda. Perubahan pola hidup dan pola makan sangat besar pengaruhnya. Di jaman yang serba digitalisasi aktivitas fisik cenderung berkurang, sedangkan keinginan makan cenderung meningkat. Ketidakseimbangan antara asupan karbohidrat dan aktivitas fisik inilah yang memicu munculnya penyakit diabetes.

Prinsip pengelolaan diabetes adalah dengan diet atau pengelolaan makan, exercise atau olahraga  yang teratur minimal 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu, dan minum obat atau memakai insulin secara teratur. Banyak pengertian yang sering kali tidak tepat di masyakarat seperti misalnya penggunaan insulin, dianggap penyakitnya sudah parah atau akan ketergantungan seumur hidup, kemudian adanya diabetes tipe kering dan tipe basah serta penggunakan obat kimiawi yang akan mempercepat kerusakan ginjal. Informasi tersebut perlu diluruskan agar pasien mendapatkan informasi yang benar. Penggunaan insulin diperlukan apabila pasien dirawat di rumah sakit untuk menjalani operasi, perawatan luka diabetes pada kaki, atau pada penderita diabetes yang kurus. Ketergantungan pada insulin dari luar hanya didapatkan pada penderita diabetes tipe 1 dimana sel beta pankreas penghasil insulin rusak secara total. Berbeda dengan tipe diabetes tipe 2, yang kerusakannya hanya sebagian, sehingga pada diabetes tipe 2 dapat menggunakan obat penurun gula darah, insulin atau kombinasi keduanya.

Pada diabetes yang terjadi  pada saat kehamilan juga diperlukan insulin untuk mengendalikan gula darah. Kerusakan pada ginjal yang sering dianggap karena kebanyakan obat, sebenarnya akibat kerusakan pembuluh darah kecil pada ginjal (mikroangiopati) karena tingginya kadar gula darah. Hal yang sama juga bisa terjadi pada mata yang disebut retinopati. Apabila kerusakan pembuluh darah terjadi pada pembuluh yang besar (makroangiopati), maka bisa muncul komplikasi stroke, penyakit jantung koroner maupun penyakit kaki diabetes.

Mengingat begitu banyak komplikasi dari diabetes, maka upaya pencegahan primer maupun promotif perlu ditingkatkan. Edukasi secara kelompok maupun mandiri, penggunaan media sosial baik tulis maupun audiovisual sangat bermanfaat dalam upaya tersebut. Olahraga atau senam diabetes sudah lama dikenal dan semakin banyak masyarakat yang turut aktif. Senam diabetes bermanfaat karena dapat menurunkan kadar gula darah, menaktifkan reseptor insulin pada otot, memperbaiki keluhan pada muskoloskeletal atau otot dan sendi serta mengurangi kebutuhan obat maupun insulin. Olahraga atau senam diabetes sebaiknya memenuhi unsur-unsur, Continuos yang berarti dilakukan secara terus menerus, rhythmical yang berarti berirama dimana otot melakukan konstraksi dan relaksasi, internal yang berarti kadang cepat kadang lambat secara kontinyu, progresif yang artinya beban ditingkatkan secara bertahap dan endurance yang artinya dapat meningkatkan ketahanan dan kebugaran tubuh.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Klinik Endokrin

Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Petunjuk Diet Diabetes Mellitus 5/5 (2)

Tujuan Diet Diabetes Melitus 

Menyesuaikan makanan dengan kesanggupan tubuh untuk menggunakannya, sehingga membantu Anda :

  1. Menurunkan kadar gula darah mendekati normal.
  2. Menurunkan gula dalam urine menjadi negatif.
  3. Mencapai berat badan normal.
  4. Menjalankan pekerjaan sehari-hari seperti biasa.

Perbedaan Diet Diabetes Mellitus dengan Makanan Biasa

  1. Menghindari penggunaan gula murni.
  2. Membatasi penggunaan bahan makanan yang mengandung lemak jenuh.
  3. Jumlah makanan sehari dan pembagiannya perlu diatur dengan baik. Jadwal makan dibagi menjadi 3 kali makanan pokok dan 3 kali selingan.

Makanan yang harus dihindari

  1. Gula murni : gula merah, gula pasir, gula aren, gula batu.
  2. Makanan dan minuman yang dibuat dengan gula murni : Abon, dendeng, manisan, dodol, cake, tarcis/ kue tart, sirup, susu kental manis, coklat, minuman botol ringan (Softdrink), es krim dan lain-lain.

Makanan yang perlu dibatasi

Bahan makanan yang mengandung hidrat arang komplek : nasi, lontong, ketan, ubi, singkong, talas, kentang, sagu, mie, bihun, makaroni, dan makanan lain yang terbuat dari tepung-tepungan.

Bahan Makanan yang mengandung Lemak Jenuh

  1. Lemak Hewani : Lemak sapi, babi, kambing, susu full cream, keju, mentega.
  2. Kelapa, minyak kelapa, margarine. Bahan makanan ini sebaiknya dibatasi.

Pelaksanaan Terbaik Diet Diabetes Melitus

  1. Makanlah secara teratur sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang dianjurkan.
  2. Habiskanlah jumlah makanan yang telah ditentukan dalam daftar.
  3. Makanlah banyak sayuran sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan :
    a. Sayuran kelompok A boleh dimakan sekehendak. Sayuran kelompok B boleh dimakan menurut jumlah yang ditentukan.
    b. Semua macam buah boleh dimakan menurut jumlah yang ditentukan.
  4. Usahakanlah penggunaan lemak tidak jenuh dalam pemanasan seperti: minyak jagung, minyak kedelai, minyak kacang, minyak zaitun, dan lain-lain.
  5. Gunakanlah daftar penukar bahan makanan untuk variasi menu, sehingga dapat memilih bahan makanan yang sesuai dengan menu keluarga.

Hal yang perlu dilakukan jika mengalami Hipoglikemi

Hipoglikemi adalah keadaan yang terjadi bila kadar gula darah terlalu rendah. Ini disebabkan karena terjadi ketidakseimbangan antara makanan yang dimakan dengan kegiatan atau obat yang dimakan.

Gejalanya antara lain :

Gemetar, keluar keringat dingin, pusing, lemas, mata berkunang-kunang, dan nyeri di ulu hati, seperti merasa lapar yang sangat. Bila Anda mengalami gejala ini : minumlah segera air gula manis 1 gelas atau gula-gula / permen.

Hal lain yang perlu diperhatikan

  1. Periksalah secara teratur kadar gula Anda.
  2. Usahakanlah melakukan olah-raga jenis aerobic secara teratur, disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
  3. Hati –hati bila mendapat luka, jangan sampai terjadi infeksi.
  4. Pakailah pengganti gula murni bila diperlukan.

Contoh Menu Diet Sehari :

Pagi : Roti + Margarine + Pindakas, Telur Rebus, Lalap : Tomat, Selada

Pukul 10.00 : Pisang Rebus

Siang : Nasi, Ikan panggang saos tomat, tempe bumbu bacem, lalapan timun, sayur asem. Buah : Semangka

Pukul 16.00 : Lumpia basah isi sayuran

Malam : Kentang ongklok, Bistik daging sapi, Rolade tahu, Stup buncis, Sup sayuran. Buah: Jeruk

Pukul 21.00 : Buah apel

Informasi lebih lanjut hubungi:
Klinik Katarina (Klinik Anti Obesitas & Pelayanan Holistik)

Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 1512

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (2)

Mohon dapat memberikan rating

Osteoporosis 5/5 (1)

Sebuah pepatah mengatakan bahwa kesehatan jauh lebih berharga daripada emas dan permata. Sering kali kita mendengar lansia menderita patah tulang walaupun hanya jatuh terduduk, terpeleset, menyangga dengan tangan ketika hendak jatuh atau terjatuh, dan berbagai kondisi lain dimana benturannya terjadi tidak terlalu keras. Salah satu hal yang mengakibatkan hal tersebut adalah osteoporosis.

Osteoporosis atau orang sering menyebutnya tulang keropos, adalah kondisi dimana tulang kehilangan kekuatannya dan ketebalannya, akibat kehilangan mineral, seperti kalsium, pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang dapat digantikan oleh tubuh. Tulang, khususnya di bagian panggul, tulang belakang dan pergelangan tangan menjadi kurang padat, lebih rapuh dan lebih mudah patah.

Saat ini di seluruh dunia, kurang lebih 200 juta orang menderita osteoporosis, dan jika tidak dilakukan pencegahan maka pada tahun 2050 perkiraan kasus patah tulang panggul akibat osteoporosis dapat meningkat hingga 310% pada pria dan 240% pada wanita. Patah tulang akibat osteoporosis tidak hanya akan menyebabkan rasa sakit pada individu, seperti kelainan bentuk dan rasa sakit, yang mengakibatkan kerusakan fisik namun juga gangguan psikologis yang serius seperti depresi, kecemasan dan ketakutan, kecacatan jangka panjang, kematian dini dan juga menyebabkan tekanan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat.

Pada usia muda, lebih banyak tulang yang dibuat daripada yang patah, oleh karena itu setiap keropos tulang secara cepat diganti. Pertumbuhan tulang selesai pada usia sekitar 30 tahunan, dan karena itu, semakin kita tua, semakin banyak tulang yang keropos daripada yang dapat digantikan oleh tubuh. Penyebab osteoporosis secara umum terbagi menjadi dua yaitu yang tidak bisa dimodifikasi, misalnya faktor genetik atau riwayat keluarga, lanjut usia, jenis kelamin dimana wanita menjadi lebih rentan menderita osteoporosis karena menopause dan berkurangnya hormon estrogen, suku bangsa (Kakukasia dan Asia), dan factor yang bisa dimodifikasi misalnya gizi, berat badan, mengubah gaya hidup, cedera tulang yang pernah dialami sebelumnya, imobilitas dalam jangka waktu lama, penyakit lainnya seperti kanker, gangguan tiroid, penyakit ginjal dan hati.

Osteoporosis mungkin tidak menyebabkan gejala tertentu dan sering tidak terdeteksi sampai mencapai stadium lanjut. Gejala stadium lanjut ini yang sering dialami, seperti nyeri punggung, tinggi tubuh lambat laun menyusut, keretakan panggul, tulang belakang dan pergelangan tangan.

Osteoporosis dapat dicegah dengan melakukan perubahan diet dan gaya hidup. Pencegahan melalui perbaikan diet dimulai sejak usia dini dan dewasa dengan mengkonsumsi sumber makanan yang kaya dengan kalsium, Vitamin D dan protein misalnya susu, dairy products, ikan, telur, buah-buahan seperti anggur, pir, apel, pisang, papaya, semangka, manga, blewah, jambu mete, biji labu (pumpkin seed), biji gandum, jawawut (millet), beras merah, gandum utuh (whole wheat), kacang almond, ubi jalar, wijen, flax seed, kacang segar, sayuran berdaun hijau, bayam, bit, jahe, bawang putih, lobak, wortel.

Jangan melupakan asupan vitamin K, karena vitamin ini berperan penting dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang, serta menurunkan risiko osteoporosis. Vitamin K banyak terdapat pada berbagai bahan makanan, misalnya bayam, brokoli, kacang kedelai, telur, daging, stroberi, sereal, dan minyak sayur.

Meningkatkan asupan vitamin D yang diaktifkan oleh sinar matahari yang akan diproses oleh tubuh, dengan berjemur dan berolahraga di pagi hari. Selain itu, sumber vitamin D juga terdapat pada berbagai makanan, seperti ikan tuna dan salmon, susu, jus jeruk, susu kedelai, sereal, hati sapi, keju, dan kuning telur.

Olahraga untuk mencegah osteoporosis dibagi dalam dua bagian, yaitu olahraga yang bersifat weight-bearing dan melatih kekuatan otot. Termasuk dalam weight-bearing adalah tenis, naik tangga, jogging diselingi jalan kaki, dan olahraga yang mencakup gerakan melompat (voli, basket, loncat tali). Untuk anak-anak dan remaja, latihan atau olahraga intensitas tinggi dalam durasi pendek menghasilkan peningkatan kepadatan tulang terbesar pada kerangka yang sedang tumbuh. Anak-anak dianjurkan melakukan aktivitas fisik minimal 40 menit sehari. Latihan ini harus mencakup olahraga dengan elemen weight-bearing (bersepeda dan berenang tidak termasuk) atau aktivitas seperti menari, melompat, berlari atau berjalan. Untuk orang dewasa secara umum harus berolahraga selama 30 hingga 40 menit tiga hingga empat kali setiap minggu dengan ada latihan weight-bearing. Sedangkan untuk lansia, dapat melakukan latihan ringan seperti senam taichi dan jalan santai. Latihan ini diperlukan oleh lansia untuk menjaga kekuatan otot, berat badan tetap stabil dan keseimbangan tubuh tetap terjaga sehingga tidak mudah jatuh dan menyebabkan patah tulang.

Kurangi minuman beralkohol, karena mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebih terbukti meningkatkan risiko osteoporosis karena mengganggu sistim pencernaan dalam menyerap kalsium. Alkohol dapat mempengaruhi kerja pankreas dan hati sehingga berdampak pada penyerapan dan metabolisme kadar kalsium dan vitamin D di dalam tubuh dan pada akhirnya mempengaruhi kepadatan tulang. Selain itu,  kebiasaan merokok menghasilkan radikal bebas yang merupakan senyawa berbahaya yang menyebabkan berbagai penyakit. Radikal bebas ini dapat membunuh komponen sel yang seharusnya membentuk tulang yang sehat. Merokok juga dapat meningkatkan hormon kortisol yang dapat melemahkan kerja tulang.

Yuk mulai dari sekarang, perbaiki konsumsi makanan kita dengan memenuhi berbagai macam sayuran, buah-buahan, sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, sekarang saatnya bagi kita untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan lama kita sehingga tetap bisa hidup sehat sampai lansia tanpa harus khawatir menderita osteoporosis.

Artikel ini ditulis oleh: dr. Stephanus Hardyanto
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Kunjungi Klinik Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon: 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Keluarga Berencana dengan Metoda Ovulasi Billings (MOB) 5/5 (3)

Keluarga sehat, bahagia dan sejahtera adalah cita-cita dari setiap pasangan yang berkeluarga tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikannya. Dengan pengaturan jumlah anak dan jarak kehamilan maka akan mempermudah pencapaian cita-cita mulia tersebut.

Metoda KB yang paling sehat, efektif, efisien, mudah dan murah adalah dengan KBA (Keluarga Berencana Alami) atau MOB (Metoda Ovulasi Billings).

Sampai saat ini KBA/ MOB adalah satu-satunya KB unggulan yang diterapkan di RS Panti Rapih. Dengan pemahaman dan penerapan yang benar maka keberhasilannya nyaris sempurna. Selain itu, MOB ini juga bisa sebagai landasan yang kuat membantu pasangan yang menginginkan anak.

 

Artikel ditulis oleh dr. Vincentia Merry, SpOG
Dokter Spesialis Obgin RS Panti Rapih

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (3)

Mohon dapat memberikan rating

Phacoemulsification 5/5 (1)

Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total.

Dalam perkembangannya katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan pengerasan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, berwarna kuning menjadi coklat/putih secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Beberapa gejala umum Katarak antara lain:
● Pandangan kabur yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau ukuran kacamata yang sering berubah
● Warna-warna tampak kusam
● Susah melihat di tempat yang terang akibat silau
● Kesulitan saat membaca atau mengemudi di malam hari

Sampai saat ini operasi katarak masih menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Namun, dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, maka operasi katarak tidak lagi menakutkan karena ada alat dengan teknologi modern yang membuat operasi katarak dapat dilakukan dengan teknik Phaco (baca: Fako) Emulsifikasi dan tanpa membuat sayatan lebar, sehingga operasi menjadi cepat, mudah, dan aman tanpa jahitan.

Apa yang dimaksud dengan Teknik Phaco Emulsifikasi?

Operasi pengangkatan katarak modern dengan menggunakan alat phacoemulsifikasi (awam disebut dengan laser) untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan. Setelah itu, lensa intra-okuler (IOL) yang dapat dilipat dimasukkan ke dalam mata. Setelah operasi, pasien dapat beraktivitas kembali tanpa penutup mata.

Beberapa kelebihan dari operasi katarak dengan menggunakan teknik Phaco Emulsifikasi yaitu:
● Sayatan sangat kecil (± 2,2 mm)
● Proses cepat (± 15 menit)
● Tanpa Jahitan
● Pasien dapat langsung pulang setelah operasi
● Perawatan dan pemulihan lebih cepat (±2- 5 hari)
● Dapat dilakukan pada semua tingkatan katarak
● Mengurangi rasa nyeri, ngeres dan ketidaknyamanan setelah operasi

Jika anda mengalami masalah kesehatan mata, silakan konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Informasi lebih lanjut hubungi:
Klinik Penyakit Mata
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Telepon: (0274) 563333
Pendaftaran: (0274) 514004, 514006, 521409

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Gagal Jantung Kongestif No ratings yet.

Gagal jantung kongestif adalah suatu keadaan berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak dapat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

Penyebab

  • Gagal jantung seringkali berkembang akibat adanya kondisi tertentu yang merusak atau melemahkan jantung, seperti:
  • Penyakit penyempitan pembuluh darah jantung (koroner)
  • Tekanan darah tinggi
  • Kerusakan katup jantung
  • Kerusakan otot jantung
  • Radang otot jantung
  • Irama jantung yang tidak normal
  • Kelainan jantung bawaan
  • Penyakit kronis lainnya seperti diabetes, anemia berat, kekurangan dan kelebihan dari hormon tiroid

Gejala dan Tanda

  • Sesak
  • Mudah lelah
  • Berkeringat banyak walaupun tidak beraktivitas berat
  • Terbangun di malam hari karena sesak
  • Nyeri dada
  • Bengkak daerah kaki
  • Ketidaknyamanan di perut kanan atas

Klasifikasi

Derajat 1: Tidak ada keterbatasan dari aktivitas fisik, aktivitas biasa tidak menimbulkan gejala
Derajat 2: Ada sedikit keterbatasan dari aktivitas fisik, lebih nyaman saat istirahat, aktivitas fisik sehari-hari dan menaiki tangga agak banyak menyebabkan lelah, berdebar-debar dan sesak
Derajat 3: Adanya keterbatasan dari aktivitas fisik secara signfikan, lebih nyaman saat beristirahat, aktivitas fisik yang ringan dapat menyebabkan lelah, berdebar dan sesak
Derajat 4: Tidak bisa melakukan aktivitas fisik dengan nyaman, timbul gejala gangguan jantung pada saat istirahat, bila beraktivitas keluhan akan semakin berat

Penatalaksanaan

1. Prinsip umum diet:
– Memberikan makanan yang rendah garam
– Mencapai dan mempertahankan berat badan normal
– Mencegah peningkatan kadar garam dalam darah dan asupan cairan

2. Latihan fisik
– Memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
– Menganjurkan melakukan aktivitas sesuai kemampuan
– Menurunkan berat badan
– Mengkonsumsi obat-obatan secara teratur dari dokter

Pencegahan

Perubahan gaya hidup dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan gagal jantung meliputi:
– Hindari mengkonsumsi alkohol dan merokok
– Mengontrol tekanan darah, kadar lemak dan gula darah
– Rutin olahraga
– Pola makan sehat
– Hindari stres
– Menjaga berat badan

Kunjungi Klinik Penyakit Jantung Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon: 0274-514004, 514006, 521009 (24 jam)

Mohon dapat memberikan rating