Exercise Untuk Meningkatkan Kebugaran Pada Obesitas No ratings yet.

Obesitas adalah suatu kejadian di mana adanya penumpukan lemak secara berlebihan yang lebih dari batas normal, penumpukan lemak yang secara berlebihan pada seseorang akan menyebabkan terjadinya penyakit. (WHO)

Obesitas kelas I : Indeks Massa Tubuh (IMT)  25 – 29,9

Obesitas kelas II :  Indeks Massa Tubuh (IMT) > 30 (kelas II)

(Skala Asia – Pacific)

Untuk mencapai penurunan berat badan dan memperoleh kebugaran fisik yang optimal, maka individu dengan obesitas wajib melakukan :

  • Pembatasan jumlah serta pengaturan jenis dan pola makan
  • Menambah pengeluaran kalori dengan melakukan aktivitas fisik dan exercise
  • Manajemen stress yang baik
  • Cukup istirahat

Aktivitas Fisik & Exercise

Exercise (olahraga) : suatu bentuk aktivitas fisik yang terdiri dari gerakan tubuh yang terencana, terstruktur dan berulang yang dilakukan untuk meningkatkan dan atau memelihara kebugaran fisik

METs (Metabolic Equivalent) perkiraan kebutuhan energi yang diperlukan dalam melakukan aktivitas fisik dan exercise,

Semakin tinggi METs semakin banyak energi yang diperlukan sehingga memerlukan kebugaran fisik yang semakin tinggi pula.

Individu dengan obesitas seringkali memiliki kebugaran fisik yang rendah, sehingga diperlukan penilaian awal untuk menentukan exercise yang aman dan efektif.

Six Minute Walking Test

Uji latih enam menit (six minute walking test/6MWT) digunakan untuk menilai kapasitas fungsional dan kardiovaskular seseorang dengan cara mengukur jarak tempuh dalam waktu enam menit. Uji latih ini mudah dilakukan tanpa peralatan khusus dan dapat memberikan informasi mengenai status kesehatan dan kemampuan sehari-hari seseorang.

Uji latih ini dilakukan di dalam ruangan dengan permukaan lantai datar dan keras, serta membutuhkan lintasan sepanjang 30 meter (atau 15 meter dengan modifikasi) yang lurus dan bebas hambatan.

Sebelum dan setelah tes dilakukan dilakukan pengukuran tekanan darah, denyut nadi, saturasi oksigen dan keluhan yang dirasakan partisipan. Dan selama tes akan dilakukan pemantauan kondisi dan keluhan partisipan.

Hasil akhir tes ini berupa angka VO2 max dan METS yang dapat digunakan sebagai perkiraan intensitas exercise yang aman.

 

Exercise pada Obesitas

Sebaiknya exercise dipandu oleh trainer akan menentukan jumlah (volume Latihan) berdasarkan hasil uji latih dan kemampuan masing – masing individu.

 

Prinsip dalam Exercise :

(American College of Sports Medicine – ACSM)

 

Frekuensi :

  • Latihan aerobicintensitas sedang : 5 hari per minggu, intensitas berat : 3 hari per minggu
  • Latihan beban / resistensi : 2-3 kali per minggu
  • Latihan fleksibilitas : 2-3 kali per minggu
  • Latihan keseimbangan / neuromotor : 2-3 kali per minggu

 

Intensitas :

  • Intensitas Ringan :denyut jantung < 60 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Sedang : denyut jantung mencapai 60 – 80 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Berat : denyut jantung mencapai 80-90 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Sangat Berat :denyut jantung mencapai 90-100% dari denyut jantung maksimal sesuai usia

Intensitas exercise harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Hasil uji latih, misal nya six minute walking test atau treadmill dapat dijadikan patokan untuk menentukan intensitas exercise yang aman namun tetap efektif dalam penurunan berat badan.

Exercise work zones (Fox and Haskell formula between 20 and 70-year-old):

red zone (VO2Max), anaerobic, aerobic, weight control and warming up.

 

Durasi / waktu :

  • Latihan aerobic

intensitas sedang : 30-60 menit per hari  ( ≥ 150 menit/minggu),

intensitas berat : 20-60 menit (≥ 75 menit/minggu)

  • Latihan beban / resistensi : sesuai dengan repetisi dan set yang ditentukan
  • Latihan fleksibilitas : 10-20 menit
  • Latihan keseimbangan/neuromotor : 10-20 menit

Jenis exercise :

  • Latihan aerobic / cardio: jalan cepat, lari, sepeda statis, berenang
  • Latihan beban / kekuatan otot/ resistensi : calisthenics exercise, angkat beban, resistance band
  • Latihan flexibilitas : stretching, yoga, Pilates
  • Latihan neuromotor : keseimbangan, koordinasi, agility, prorioseptif

Kombinasi jenis exercise yang dilakukan akan lebih efektif dalam mencapai kebugaran fisik yang optimal.

 

Contoh Peresepan Exercise untuk Individu dengan Obesitas, usia 30 tahun, dengan Hasil Six Minutes Walking Test 6 METs

HariJenis Latihan
SeninSepeda statis / lari / berenang dengan intensitas sedang (60-80% denyut jantung maksimal yaitu 114 s.d 152 detak per menit) selama 30-60 menit
Calisthenic exercise
SelasaSepeda statis dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Pilates / yoga
RabuLatihan dengan barbell dan gym equipment
Latihan flexibilitas dan neuromotor
KamisLari dengan treadmill dengan intensitas sedang (kecepatan 7 s.d 10 km /jam meningkat bertahap, tanpa inklinasi) selama 30-60 menit
JumatBerenang dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Latihan dengan dumbbell dan resistance band
SabtuSepeda statis / lari / berenang dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Pilates / yoga
MingguIstirahat

 

Yang harus diperhatikan dalam melakukan exercise :

  • Peralatan olahraga yang sesuai
  • Awali dengan pemanasan (warming up)& akhiri dengan pendinginan (cooling down)
  • Pemantauan kondisi dan keluhan selama exercise
  • Kebutuhan cairan tubuh

 

Faktor kunci untuk mencapai keberhasilan exercise dalam penurunan berat badan :

(The U.S. Office of Disease Prevention and Health Promotion)

  • Enjoyment
  • Self-efficacy
  • Social Support
  • Accountability
  • Integration into Daily Life

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Amelia Kartika, Sp.KFR

(Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Katarina
WhatsApp: 0811-2847-276
Telepon: (0274) 563333 ext. 1512
Lokasi: Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih

Pendaftaran 24 jam :

Telepon 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Playstore atau App store)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Tegaskan Komitmen Pendampingan Keluarga Melalui Kelas Ibu: Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak 5/5 (1)

Dalam rangka memperkuat peran serta rumah sakit dalam edukasi kesehatan keluarga, RS Panti Rapih kembali menyelenggarakan kegiatan “Kelas Ibu: Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak”, sebagai bagian dari program promotif dan preventif rumah sakit terhadap kesehatan anak sejak dini.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Departemen Ilmu Penyakit Anak dan Instalasi Pelayanan Gizi RS Panti Rapih, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, khususnya para ibu, dalam memahami serta mendeteksi potensi gangguan tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai narasumber utama, dr. Titin, dokter spesialis anak RS Panti Rapih, menyampaikan pentingnya pemahaman orang tua terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan.

“Tidak semua anak tumbuh dengan kecepatan yang sama. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting agar intervensi dapat dilakukan tepat waktu dan mencegah dampak jangka panjang dalam aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, serta perilaku anak,” ujar dr. Titin.

Dalam kegiatan ini, peserta juga memperoleh materi edukatif bertajuk “Gizi Optimal untuk Tumbuh Kembang Anak”, yang disampaikan oleh Maria Dora dan Bangkit Enggartyono, ahli gizi RS Panti Rapih. Materi ini menekankan pentingnya asupan nutrisi yang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak, termasuk informasi tentang penyusunan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan seimbang.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih menegaskan komitmennya dalam mendampingi keluarga secara holistik, tidak hanya pada aspek kuratif, tetapi juga melalui penguatan pengetahuan masyarakat demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Sumber berita lain ;

Koran Kedaulatan Rakyat, 20 Juni 2025

 

Informasi lebih lanjut terkait layanan kesehatan anak dan edukasi keluarga, silakan menghubungi:

Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit

(0274) 563333 ext 341 (Senin – Jumat, pk 08.00 -15.00 WIB)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Gangguan Tidur dan Polisomnografi 4.93/5 (14)

Pernahkah Sahabat Sehat merasa tidak segar meski telah tidur semalaman? Atau mungkin mengalami nyeri kepala dan kantuk berlebihan di siang hari? Wah, jangan-jangan Sahabat Sehat mengalami gangguan tidur lho!

Gangguan tidur sering kali tidak terdeteksi. Sebagian orang bahkan mengabaikan gangguan tidur tersebut dan menganggapnya sebagai kondisi yang tidak berbahaya. Padahal faktanya, gangguan tidur dapat mengganggu fungsi pembuluh darah, otak, jantung, dan menurunkan kualitas hidup dari penderitanya. Lalu, bagaimana cara kita mendeteksi gangguan tidur?

 

 

Pemeriksaan Polisomnografi

Polisomnografi (PSG) adalah alat untuk memeriksa kondisi seseorang saat tidur. Dengan menggunakan PSG, kita dapat menilai kualitas tidur dan mendeteksi gangguan tidur secara objektif. Beberapa alat akan dipasang di area kepala dan badan Anda. Alat tersebut akan merekam gelombang otak, otot, dan pernapasan selama Anda tidur. Setelah itu, dokter spesialis neurologi akan memeriksa apakah gelombang-gelombang tersebut normal atau tidak normal.

Ilustrasi Pemeriksaan PSG

 

Bagaimana pola tidur yang normal?

Ketika tidur, kita dapat mengalami beberapa fase, yaitu fase non – rapid eye movement (non-REM) dan fase REM.  Fase non-REM masih bisa dibedakan menjadi fase non-REM tingkat 1, tingkat 2, dan tingkat 3.

Saat mengantuk dan mulai tertidur, kita mulai masuk ke dalam fase non-REM tingkat 1. Apabila kita tidur tetapi masih mudah terbangun (tidur dangkal), kita mulai masuk ke dalam fase non-REM tingkat 2. Sedangkan ketika kita tidur dan lebih sulit dibangunkan (tidur dalam), kita sudah masuk ke dalam fase non-REM tingkat 3. Fase non-REM tingkat 3 sering diikuti dengan fase REM, dimana pada fase ini kita dapat bermimpi. Seluruh fase tersebut merupakan 1 siklus tidur. Ketika 1 siklus sudah selesai, maka kita bisa masuk ke dalam siklus yang baru.

 

Siklus Tidur Normal

 

Apa saja jenis gangguan tidur?

Gangguan tidur ada banyak jenisnya. Menurut International Classification of Sleep Disorder III (ICSD III) , gangguan tidur dapat dibagi menjadi : insomnia, gangguan bernapas saat tidur, hipersomnia, gangguan irama tidur, parasomnia, gangguan gerak saat tidur, dan gangguan tidur lainnya.  Dari berbagai jenis gangguan tidur tersebut, Anda pasti lebih familiar dengan insomnia dan gangguan bernapas saat tidur (seperti mengorok).

Insomnia adalah gangguan tidur dimana penderitanya mengalami kesulitan untuk memulai tidur, mempertahankan tidur, atau terjaga terlalu dini. Insomnia ini lebih sering dijumpai pada perempuan, memiliki gangguan psikiatri, atau sering mengonsumsi kopi dan rokok. Apabila insomnia tidak didiagnosis dengan tepat dan tidak ditangani, maka dapat menurunkan fungsi memori, memicu depresi, dan menurunkan performa dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Tanda dan Gejala Insomnia

 

Pernahkah Anda melihat orang yang mengorok saat tidur, kemudian tampak berhenti bernapas sesaat? Kondisi itu disebut sebagai obstructive sleep apnea (OSA). Mengorok lebih sering dijumpai pada seseorang dengan obesitas, jenis kelamin laki-laki, usia lanjut, memiliki kelainan struktur anatomi hidung, rahang, dan dagu, memiliki pembesaran tonsil/amandel, kebiasaan mengonsumsi alkohol dan rokok. Mengorok sering kali danggap sebagai hal yang wajar oleh banyak orang. Padahal kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit pembuluh darah dan jantung, seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner.

Ilustrasi OSA

 

Apa yang harus kita lakukan jika mengalami gangguan tidur?

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui jenis gangguan tidur dengan mengisi kuesioner terkait gangguan tidur dan/atau menjalani pemeriksaan PSG. Setiap jenis gangguan tidur memiliki penanganan yang berbeda-beda. Apabila tidak diperiksa secara objektif, kita tidak bisa menentukan penanganan yang sesuai. Penanganan gangguan tidur tidak hanya dengan pemberian obat, tetapi dapat berkolaborasi dengan psikolog/psikiater, dokter spesialis THT, dokter spesialis paru, rehabilitasi medik, dan ahli gizi. Konsultasikan gangguan tidur yang Anda alami dan hasil PSG Anda dengan dokter spesialis neurologi, agar bisa menentukan penanganan yang tepat.

Tidur yang berKualitas adalah kebutuhan bagi semua orang. Tidur yang berkualitas bisa meningkatkan kualitas hidup sekaligus mencegah berbagai penyakit. Jangan sepelekan gangguan tidur yang Anda alami. Yuk, periksa PSG di Rumah Sakit Panti Rapih!

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, AIFO-K, Sp.N

(Dokter Spesialis Saraf RS Panti Rapih)

 

Sumber :

InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. In brief: What is “normal” sleep? [Updated 2024 Aug 1]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279322/

Islamiyah WR (ed.). 2018. Panduan Tatalaksana Gangguan Tidur. Jakarta : Sagung Seto.

Sleep Apnea: Types, Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment

Sleepapnea.sleep-disorders.net/types

Insomnia: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Dukung Program RSSIB Lewat Edukasi Kesehatan Ibu dan Bayi No ratings yet.

RS Panti Rapih terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB). Salah satu wujud konkret dukungan tersebut adalah pelaksanaan kelas ibu, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu tentang perawatan bayi baru lahir dan kelas ibu dilaksanakan setiap bulan sekali.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (16/5), Bidan Linda Ayu Purbosari dari RS Panti Rapih memberikan demonstrasi langsung tentang cara memandikan bayi kepada para peserta. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif yang penting bagi para ibu hamil, menyusui, maupun pendampingnya untuk memahami langkah-langkah dasar dalam merawat bayi secara tepat dan aman.

Program ini merupakan bagian dari layanan terpadu RSSIB RS Panti Rapih yang dirancang untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan optimal bagi ibu dan buah hati. Kegiatan edukasi ini dipimpin oleh Bidan Heni Lestari dan menjadi bagian dari upaya promotif RS Panti Rapih dalam mewujudkan pelayanan ibu dan anak yang berkualitas.

Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih, dr. Wikan Indrarto, menyampaikan pentingnya edukasi dini mengenai tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir. “Informasi ini krusial bagi para orang tua dalam memahami dan merespons cepat kebutuhan kesehatan bayi. Harapannya, informasi yang diberikan bisa menjadi bekal penting bagi orang tua dalam upaya pencegahan dan penanganan dini secara tepat,” ujarnya.

Kegiatan edukasi ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta dan berlangsung interaktif. RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara rutin guna mendukung kesehatan ibu dan anak secara holistik.

 

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Artikel lain terkait :
Harian Kedaulatan Rakyat, edisi Sabtu 17 Mei 2025

Mohon dapat memberikan rating

Orang Tua wajib Tahu : Pemicu Asma pada Anak 5/5 (1)

Asma merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang sering  dijumpai pada anak. Jika tidak ditangani dengan baik asma dapat menurunkan kualitas hidup anak, membatasi aktivitas sehari hari , mengganggu tidur, meningkatkan absensi sekolah dan menyebabkan prestasi akademik di sekolah menurun.

Penyakit asma adalah penyakit saluran respiratori (saluran pernapasan ) yang menyebabkan inflamasi / peradangan kronis yang mengakibatkan  terjadinya obstruksi/penyumbatan dan hiperreaktivitas saluran respiratori dengan derajat yang bervariasi ( bisa ringan, sedang dan sampai dengan berat ).

Gejala klinis asma dapat berupa batuk, wheezing / mengi, sesak napas, dada tertekan yang timbul secara kronis (gejala menetap dalam jangka waktu yang lama ) atau berulang, dapat membaik dengan sendirinya atau segera membaik dengan obat pereda, dan cenderung memberat pada malam atau dini hari, yang biasanya timbul jika ada pencetus.

Karakteristik  yang mengarah ke asma dapat diingat dengan mudah yaitu ENTAR (Episodik, Nokturnal, Triger, Atopi, Reversibel)

  • Gejala timbul secara Episodikatau berulang  ( seperti batuk berulang/ hilang timbul)
  • Variabilitas yaitu intensitas gejala bervariasi dari waktu ke waktu, bahkan dapat terjadi perubahan gejala dalam 24 jam. Biasanya gejala lebih berat dan paling mengganggu pada malam hari ( Nokturnal)
  • Timbul bila ada faktor pencetus (Triger)
  • Faktor Iritan : asap rokok, asap bakaran sampah, asap obat nyamuk,suhu dingin, udara kering, makanan minuman dingin, penyedap rasa, pengawet makanan, pewarna makanan.
  • Alegen : debu, tungau debu rumah, rontokan bulu hewan, serbuk sari bunga.
  • Infeksi saluran pernapasan akut karena virus, salesma, common cold, flu,  rhinofaringitis akut
  • Aktivitas fisik : berlarian, berteriak, menangis, atau tertawa berlebihan.
  • Adanya Riwayat alergi pada pasien atau keluarganya  (Riwayat Atopi)
  • Reversibel yaitu gejala dapat membaik secara spontan atau dengan pemberian  obat pereda asma

 

Langkah Langkah yang perlu diperhatikan untuk mencegah serangan asma

  • Perhatikan dan amati pemicu serangan asma pada anak
  • Alergen :

kenali dan hindari alergen seperti debu, tunga debu dengan tidak menggunakan atau menyimpan barang berbulu di kamar anak, seperti boneka, karpet, selimut berbulu, serta mencuci sprei, selimut secara rutin dan membersihkan ruangan dari debu sercara rutin.

Hindari bulu hewan dengan tidak memelihara hewan berbulu di dalam rumah

Hindari makanan yang menyebabkan alergi makanan pada anak

  • Iritan

Hindari paparan dari polusi udara seperti asap rokok, baik secara langsung  maupun tidak langsung, asap bakaran sampah atau bahan kimia lain, dan  biasakan anak untuk menggunakan masker saat ada paparan.

  • Udara dingin

Saat udara dingin, lindungi hidung dan mulut anak dengan masker atau kain, dan berikan baju hangat, saat tidur malam jaga kehangatan suhu kamar.

  • Vaksinasi :

Lakukan vaksinasi influenza dan pneumonia sesuai rekomedasi untuk mengurangi risiko terjadi infeksi pernapasan yang dapat memicu asma pada anak.

 

  • Mengelola Gejala :
  • Gunakan obat asma sesuai dengan petunjuk dokter untuk mengontrol gejala dan mencegah serangan asma
  • Gunakan inhaler/ nebulizer untuk memberikan obat pada anak sesuai anjuran dokter, pada saat serangan atau sebagai pengendali serangan asma pada anak, serta konsultasikan ke dokter secara rutin supaya asma dapat terkendali dengan baik

 

Dengan mengenali gejala,  melakukan  beberapa langkah pencegahan dan mengelola gejala dengan benar, diharapkan gejala klinis asma dapat berkurang dan mencegah timbulnya episode gejala di masa mendatang.

Salam hidup sehat.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Maria Rulina, Sp. A, M.Sc

(Dokters Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi : Pedoman Nasional ASMA ANAK edisi ke 3 2022. UKK Respirologi IDAI

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Hemorroid: Penyebab dan Penanganannya No ratings yet.

Ambeien atau juga disebut wasir, seringkali membawa pasien untuk memeriksakan diri di poli bedah. Keluhan yang dirasakan pasien berupa perdarahan atau benjolan yang muncul saat BAB, sampai dengan sensasi gatal atau nyeri yang dirasakan terus-menerus sehingga menggangu aktifitas sehari-hari. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah keluhan tersebut memerlukan tindakan pembedahan atau dapat diobati?

Secara medis ambeien atau wasir merupakan pembengkakan dari bantalan dubur yang berisi pembuluh darah hemorroidal (hemoroid).  Terdapat tiga bantalan (arah jam 3-5-11) yang membantu menahan feses di dalam dubur sampai saat pasien ingin BAB. Ketika pasien sudah merasa ingin BAB, darah yang berada di dalam bantalan akan kempes dan memungkinkan pengosongan dubur. Ketika terjadi peradangan atau kelemahan pembuluh darah tersebut, proses pengempesan bantalan terhambat. Penghambatan tersebut kemudian memunculkan sensasi nyeri, gatal, munculnya benjolan sampai dengan perdarahan atau keluhan yang disebut ambeien, wasir atau hemorroid.

Faktor resiko utama terjadinya perlebaran pembuluh darah pada bantalan dubur berupa menigkatnya tekanan pada area rektum (bagian terakhir usus) atau dubur itu sendiri. Berikut hal-hal yang dapat mendukung peningkatan tekanan:

  • Konstipasi: BAB yang memerlukan usaha mengedan lebih dari 15menit
  • Duduk lebih dari 2jam : meningkatkan tekanan pada area dubur
  • Kehamilan: meningkatnya tekanan dalam perut yang disebabkan oleh janin, dapat mendukung pembengkakan hemoroid
  • Kelebihan berat badan: peningkatan tekanan pada panggul yang menyebabkan perbesaran hemoroid
  • Pekerja keras atau kuli angkut: mengangkat beban berat meningkatkan tekanan pada area rektum
  • Bakat genetik : pada orang dengan bakat kelemahan dinding vena, dapat terjadi pembengkakan pembuluh darah hemoroid
  • Usia tua : berkurangnya jaringan penyokong rektum melemah bahkan sampai dengan hilang, menyebabkan kelonggaran area rektum
  • Batuk kronik : meningkatkan tekanan dalam perut
  • Penyakit lemah jantung atau penyakit sirosis hati : melemahkan aliran darah balik, sehingga darah terkumpul di vena, khususnya vena pada bantalan dubur

Kembali pada pertanyaan awal, apakah semua kasus pembengkakan hemoroid harus dioperasi? Menurut pedoman hemoroid yang disusun 2021, terapi pada penyakit hemoroid sangat tergantung pada tingkat keparahannya. Berdasarkan klasifikasi Goligher terdapat empat kelas terjadinya penyakit hemorroid.

Derajat 1:

Hemoroid membesar, namun masih beradadi dalam dubur dan tidak tampak dari luar

Gejala: hanya gejala ringan seperti terkadang muncul sensasi gatal, atau perdarahan ringan saat BAB

 

 

 

 

Derajat 2:

Hemoroid keluar dubur saat BAB (prolaps), namun masuk kembali dengan sendiri

Gejala: Perdarahan, sensasi gatal dan kesulitan pada saat BAB. Bisa muncul nyeri

 

 

 

 

Derajat 3:

Hemoroid keluar dubur saat BAB dan hanya dapat dikembalikan dengan dorongan jari

Gejala: perdarahan yang lebih berat dan sering, nyeri, gatal dan keluarnya lendir dari dubur.  Prolaps sering kambuh dan menyebabkan keluhan.

 

 

 

Derajat 4:

Hemoroid menetap di luar dubur dan tidak dapat didorong masuk ke dalam dubur.

Gejala: nyeri berat, perdarahan terus menerus, gatal, lendir pada dubur dan peradangan. Resiko terjadinya trombosis dan infeksi

 

 

 

berapapun tingkat keparahan penyakit, pasien sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika sudah mulai terasa gejala tertera di atas untuk menentukan penatalaksanaan selanjutnya. Perlu diingat, tidak semua keluhan memerlukan tindakan operasi dan keluhan tidak hanya disebabkan oleh pembengkakan hemoroid. Sensasi gatal juga dapat disebabkan oleh robekan pada pinggir dubur ( fissura ani), alergi, ekzem kulit atau bahkan jamur. Terkadang perdarahan juga merupakan tanda adanya keganasan usus, dimana pasien terselamatkan oleh pengakan diagnosis yang sedini mungkin.

Penegakkan diagnosis hemorroid dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang pertama tentu dari pemeriksaan fisik dengan perabaan area dubur, kemudian dapat didukung pemeriksaan dengan alat canggih perupa teropong. Alat tersebut dapat dimasukkan melalui dubur hingga 15cm pada proktoskopi atau hingga 30cm pada rektoskopi. Jika pada pemeriksaan teropong tidak terdapat temuan penyakit maka disarankan dilakukan koloskopi.

Jika ditemukan pelebaran hemoroid derajat 1 dan 2 dapat dilakukan pengubahan pola hidup sehat yang disertai observasi dengan terapi obat. Pada keluhan yang memberat dapat dilanjutkan pengikatan dengan karet, suntik obat sklerotik, pembakaran dengan teknik laser, atau pengikatan arteri. Pada pembengkakan derajat 3 dan 4 sudah wajib dilakukan operasi pemotongan hemorroid secara stapler ataupun konvensional (terbuka) karena sudah terjadi penyesuaian jaringan lunak disekitar pembuluh darah yang membengkak, sehingga harus dikurangi jaringan yang sudah mulai mengalami perubahan struktur.

 

Disclaimer: artikel ini hanya menyampaikan informasi umum, yang tidak dapat digunakan untuk penegakan diagnosis sendiri. Kami anjurkan tetap mengunjungi dokter jika terdapat keluhan, artikel ini tidak dapat mengganti pemeriksaan dokter ahli.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Ariane Yudhianti, Sp.B

(Dokter Spesialis Bedah Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi:

Joos, A.K., Jongen, J. S3-Leitlinie Hämorrhoidalleiden. coloproctology 43, 381–404 (2021). https://doi.org/10.1007/s00053-021-00555-z (akses pada 24.03.25)

Pschyrembel: Hämorrhoiden . Online: https://www.pschyrembel.de/… (Abkses pada 24.03.2025)

Song, S.-G., & Kim, S.-H. (2011). Optimal treatment of symptomatic hemorrhoids. Journal of the Korean Society of Coloproctology, 27(6), 277. https://doi.org/10.3393/jksc.2011.27.6.277

Website: https://www.surgeonthings.com/treatment/piles-or-haemorrhoids/ (akses pada 24.03.2025)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Bedah

Lantai 4, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Microneedling & PRP untuk Kebotakan No ratings yet.

Microneedling dengan PRP (Plasma kaya platelet) adalah suatu prosedur penanganan pemulihan rambut non bedah yang akan mengatasi masalah penipisan rambut dan kebotakan.

Proses ini menggunakan darah sendiri,  menggunakan proses penyembuhan alami tubuh sendiri dan keduanya membantu mendorong sel-sel kulit untuk beregenerasi dan mendorong folikel rambut untuk menumbuhkan rambut baru.

Mekanisme kerja

  1. Tusukan jarum – jarum halus akan membuat jalan masuk ke dalam kulit, sehingga PRP yang diaplikasikan dpt mencapai folikel rambut.
  2. PRP adalah suatu produk yang diproses dari darah pasien.
  3. Proses penyembuhan luka yang terjadi karena tusukan jarum – jarum akan memperkuat PRP.
  4. PRP mensuplai nutrisi ke akar rambut, memicu tumbuhnya helai- helai rambut baru.

Kelebihannya :

Hasil yang tampak alami, sedikit atau tidak ada rasa sakit atau ketidaknyamanan, tidak ada anestesi umum atau operasi, dan waktu pemulihan minimal.

Peruntukan

  • Kepadatan rambut berkurang atau kebotakan
  • Kebotakan jenis alopesia androgenetik atau pola kebotakan pada wanita
  • Orang – orang dengan tahap awal kebotakan.

Efek sampingnya adalah pembengkakan ringan dan nyeri pada tempat tusukan.

Sangat jarang adalah sakit kepala ringan, infeksi, peningkatan kerontokan rambut, dan tidak ada respons terhadap pengobatan.

 

Pertimbangan lain

Pasien dengan kondisi kulit seperti rosacea dan eksim atau riwayat jaringan parut keloid mungkin disarankan untuk menjalani pilihan pengobatan lain

 

Artikel ditulis oleh :

dr Radijanti Anggraheni, Sp.DVE, FINSDV

(dokter Spesialis Dematologi dan Venereologi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Skrining Kanker Menyelamatkan Banyak Kehidupan 5/5 (2)

PENCEGAHAN KANKER DAN DETEKSI DINI KANKER

SKRINING KANKER MENYELAMATKAN BANYAK KEHIDUPAN

 

Dian Pratiwi, dr, M.Sc., SpPD K-HOM FINASIM

 

Ada dua tindakan utama untuk mengurangi risiko terkena dan meninggal akibat  kanker paling:

  • Melakukan upaya untuk mengurangi kebiasaan sehari-hari yang berbahaya yang meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Ikuti pedoman pemeriksaan kanker yang direkomendasikan.

 

Beberapa upaya untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk menurunkan risiko kanker:

  • Stop merokok
  • Hindari paparan asap rokok  (secondhand smoke exposure)
  • Kurangi kelebihan berat badan
  • Hindari alkohol
  • Hindari makan yang tidak sehat
  • Aktivitas fisik dilakukan secara rutin dan terarah
  • Hindara paparn ultraviolet yang lama
  • Kenali cancer-associated infections, seperti virus HPV sebagai penyebab kanker leher Rahim.

Petunjuk Umum Kecurigaan Kanker

Pengobatan kanker akan efektif bila kanker ditemukan pada tahap yang sangat awal. Kenali tanda-tanda pada tubuh yang mengarah pada perubahan yang khusus atau tidak  biasa, seperti:

  • benjolan atau area yang menebal pada payudara, perubahan bentuk atau warna payudara, keluarnya cairan dari puting yang tidak biasa, puting yang masuk ke dalam (jika tidak selalu seperti itu) atau nyeri yang tidak biasa
  • Benjolan di leher, ketiak, atau bagian tubuh lainnya
  • Luka, bisul atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.
  • Batuk dan perubahan suara menjadi parau yang tidak bisa hilang dengan pengobatan , atau terjadi batuk darah
  • Perubahan pola buang air besar lebih dari 2 minggu, dan muncul darah di feses atau menetes pada saat buang air besar terutama bila disertai penurunan berat badan yang banyak dalam kurun waktu singkat.
  • Penurunan berat badan tanpa pengaturan diet khusus
  • keputihan atau pendarahan yang tidak biasa/ diluar siklus menstruasi

 

Kriteria Efektif Untuk Deteksi Dini

The World Health Organization Organisasi Kesehatan Dunia telah menyebutkan kondisi deteksi dini sebagai pendekatan pengendalian penyakit yang tepat.

  1. Pertama, penyakit tersebut harus bersifat umum dan berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang serius.
  2. Kedua, tes skrining harus mampu mendeteksi penyakit tahap awal secara akurat.
  3. Ketiga, pengobatan setelah deteksi melalui skrining harus terbukti meningkatkan prognosis dibandingkan diagnosis biasa.
  4. Yang terakhir, harus ada bukti bahwa potensi manfaatnya lebih besar daripada potensi kerugian dan biaya penyaringan.

Skrining Kanker

Vaksin HPV untuk pencegahan kanker mulut Rahim

Rekomendasi :

  • Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak usia 11 – 12, vaksin bisa diberikan pada usia 9 tahun.
  • Vaksin bisa diberikan sampai usia 26 tahun yang belum mendapatkan vaksin secara adekuat.
  • Tidak direkomendasikan pada usia diatas 26 tahun.
  • Tidak disarankan diberikan pada usia diatas 45 tahun.

 

Panduan Skrining Kanker Payudara

  • Wanita usia 45 – 54  tahun dengan test mamography, rekomendasi usia 45 tahun harus menjalani mammography, usia 45 – 54 harus dilakukan setiap tahun.
  • Wanita diatas 54 tahun dengan test mammography, rekomendasi biennical screening atau lanjutan skrining rutin setiap tahun. Lanjutan skrining selama sehat dan harapan hidup diatas 10 tahun.

 

 

Mamografi merupakan alat skrining yang direkomendasikan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Setiap kali menjalani mammogram, payudara terkena radiasi dalam jumlah yang sangat kecil. Mesin mamografi menggunakan radiasi sesedikit mungkin namun tetap mendapatkan gambar berkualitas tinggi. Radiasi dari skrining hampir sama dengan 18 minggu paparan radiasi alami di lingkungan.

 

Skrining Kanker Mulut Rahim

  • Wanita usia 25 -65 tahun, jenis test dengan Tes HPV (lebih disarankan) Primer, Pap smear saja, atau kombinasi dengan teht HPV.  Rekomendasi lebih disarankan test HPV primer setiap 5 tahun dengan tool yang standart FDA. Bisa disarankan: Co testing (HPV dan Pap test) setiap 5 tahun atau Pap saja setiap 3 tahun
  • Wanita diatas 65 tahun, jenis test mammography. Stop skrining bila dalam 10 tahun hasil negative, dengan hasil etst terkahir min 5 tahun.
  • Wanita yang pernah mendapat vaksin HPV, rekomendadi untuk tindak lanjut sesuai dengan usia rekomendasi (sama dengan pasien yang tidak divaksin).
  • Wanita yang menjalani histerektomi (Pengangkatan Rahim) rekomendasi hentikan skrining.

Skrining Kanker Kolorektal (usus besar)

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker usus antara lain:

  • Usia
  • Riwayat keluarga
  • Penyakit Inflammatory bowel disease
  • Diet yang tidak sehat kurang serat
  • Kurang olah raga
  • Konsumsi alkohol
  • Obesitas
  • Merokok

Deteksi Dini Kanker Usus

Tidak semua kanker usus menunjukkan gejala. Mengalami gejala belum tentu berarti menderita kanker usus. Namun, harus menemui dokter jika:

  • Perdarahan saat buang air besar, atau darah menetes setelah BAB
  • perubahan pola buang air besar, seperti sembelit atau diare
  • Nyeri perut atau perut terasa penuh/ kembung
  • penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, atau kehilangan nafsu makan
  • Gejala anemia, keluhan lelah yang sulit dijelaskan, lemah, atau “ngos-ngosan”

Siapa yang berisiko?

Semua orang memiliki risiko timbulnya kanker usus besar, dan risiko ini meningkat seiring usia. Beberpa kondi yang meningkatkan risiko adalah:

  • Riwayat polip usus
  • Ruwayat kanker usus
  • Chronic inflammatory bowel disease (e.g. Crohn’s disease)
  • Riwayat keluarga dengan kanker usus besar
  • Peningkatan kadar insulin pada DM tipe 2

 

Apakah yang dimaksud dengan faecal occult blood test (FOBT)?

Faecal occult blood test (FOBT) dapat mendeteksi sejumlah kecil darah pada proses defekasi (buang air besar).

Tes ini mengambil sampel dari dua atau tiga buang air besar  dengan menggunakan alat tes, dan jika darah terdeteksi, tes lebih lanjut mungkin diperlukan seperti Colonoscopy.

Meskipun FOBT bukan tes diagnostik yang paling akurat untuk kanker usus, saat ini FOBT merupakan tes skrining yang paling banyak diteliti, selain termurah dan paling dapat diterima.

 

 

Populasi Jenis Test Rekomendasi
wanita dan laki-laki  usia 45 th keatas Guaiac-based Feacl Occult Bloos Test (gFOBT)

 

Setiap tahun

 

Multi target stool DNA test Setiap 3 tahun
Flexible Sigmoidoscopy Setiap 5 tahun
Colonoscopy Setiap 10 tahun
CT Colonography Setiap 5 tahun

Mohon dapat memberikan rating

Mengobati Nyeri Otot Dengan Teknik Dry Needling No ratings yet.

Nyeri pada otot merupakan nyeri yang sangat sering terjadi, nyeri otot akibat aktivitas harian dan olah raga dapat mengenai semua orang. Nyeri otot ini dapat dikenal dengan nyeri miofasial/Miofacial Pain Syndrome. Proses kimiawi pelepasan ion kalsium pada akhiran otot akan menyebabkan terjadinya gangguan berupa pemendekan pada serat otot yang dikenal sebagai Taut band.

 

Taut band adalah kondisi abnormal dari otot yang berupa otot yang memendek dan mengeras (mrongkol) sehinga pada saat diraba akan terasa keras dan nyeri saat ditekan. Penekanan pada Taut band akan menimbulkan rasa sakit pada area tekanan, nyeri menjalar ke area sekitar atau menimbulkan kejutan otot sesaat (twitching).

 

Nyeri Miofasial dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab usia tua, trauma, kurangnya olah raga, postur tubuh yang kurang baik saat aktivitas harian, kecemasan, depresi, defisiensi vitamin B atau D, kurang tidur, gangguan sendi dan aktivitas fisik yang berlebihan.

 

Penanganan Sindrom Nyeri Miofasial sangat beragam tergantung kondisi pasien, Pemberian obat-obatan antiinflamasi oral maupun suntikan, terapi fisik/fisioterapi, pelenturan aktif/pasif, tapping untuk drainase limfatik, hot/coldpack, dan Teknik Dry Needling

 

Dry needling merupakan teknik penusukkan dengan jarum monofilamen tipis pada otot yang mengalami gangguan atau Taut band. Jarum yang digunakan sama dengan jarum akupuntur sehingga tidak ada obat yang disuntikkan kedalam otot. Berbeda dengan akupuntur, Dry Needling merupakan Teknik pengobatan Western yang fokus pada pelepasan ketegangan otot yang menimbulkan nyeri dengan melakukan penusukan pada fasia dan otot yang terganggu.

Dry needling biasanya digunakan pada berbagai gejala nyeri yang melibatkan saraf, otot dan tulang rangka, pada kasus nyeri tungkai, bokong, punggung belakang, pundak, bahu, leher belakang serta untuk nyeri kepala. Beberapa kondisi pasien memang tidak dapat dilakukan dry needling seperti ibu hamil, kondisi Immunocompromised, dan anak kurang dari 12 tahun.

Prosedur Dry Needle dapat dilakukan di klinik tanpa memerlukan waktu yang panjang, jarum akan ditusukkan dan dilakukan stimulasi pada otot yang nyeri. Stimulasi dengan jarum akan merangsang otot yang menyebabkan otot berkontraksi atau berkedut dan hal ini membantu menghilangkan rasa sakit serta meningkatkan fleksibilitas gerakan otot.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Esdras Ardi Pramudita, DFIFN, M.Sc, Sp.N, FAAN.

(Dokter Spesialis Saraf RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Kusta: Penyakit yang Bisa Disembuhkan, Bukan Kutukan 5/5 (1)

Kusta, juga dikenal sebagai lepra, adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyerang kulit, selaput lendir dan syaraf tepi, serta menyebabkan kerusakan permanen/kecacatan jika tidak ditangani. Lebih lanjut dapat menyebabkan masalah kompleks, baik medis, psikologis, sosial dan budaya.

Gejala

  1. Bercak kulit yang tidak biasa (pucat atau gelap)
  2. Mati rasa atau kehilangan sensasi pada kulit
  3. Pembesaran dan kerusakan saraf, menyebabkan rasa nyeri dan kelemahan otot
  4. Benjolan-benjolan nyeri di bawah kulit
  5. Kesulitan berjalan atau menggunakan tangan
  6. Penglihatan kabur atau kebutaan (jika tidak ditangani)

Penularan

Penularan dapat terjadi dengan adanya kontak erat/interaksi yang sangat lama dan sering, dengan penderita yang tidak diobati, dengan cara :

  1. Penularan melalui kontak langsung kulit ke kulit luka penderita yang belum mendapatkan pengobatan.
  2. Penularan melalui udara (droplet) saat berbicara, batuk atau bersin.
  3. Faktor resiko yang berperan adalah cara penularan, varian genetik dalam hal kerentanan, kelemahan sistem imun, keganasan kuman, dan kondisi sosial ekonomi.

Pengobatan

  1. Antibiotik Multi Drug Therapy (rifampisin, dapsone, dan clofazimine).
  2. Pengobatan awal dapat mencegah kerusakan permanen
  3. Perawatan di rumah sakit bila terjadi reaksi kusta yang berat.

Pencegahan

  1. Menghindari kontak langsung dengan penderita yang belum mendapatkan pengobatan
  2. Mencuci tangan secara teratur
  3. Menggunakan masker saat berinteraksi dengan penderita
  4. Deteksi dini dan pengobatan cepat

Fakta Penting

  1. Kusta tidak menular melalui sentuhan biasa.
  2. Pengobatan tepat waktu sesuai aturan minum obat dapat menyembuhkan penyakit.
  3. Kusta bukanlah penyakit kutukan atau hukuman.

Jadi, mari hapus stigma dan hilangkan diskriminasi pada penderita kusta.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Radijanti Anggraheni, Sp. D.V.E

(Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Sumber:

– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

– Centers for Disease Control and Prev9ention (CDC)

– Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

 

Informasi lebih lanjut :
Klinik Penyakit Kulit & Kelamin
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

Pendaftaran 24 jam :
Telepon : 0274 – 514004/514006
Aplikasi PnatiRapihKu (download di Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating