3 Cara Mengatasi KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) Setelah Vaksinasi COVID-19

1. Jangan Panik

Pemberian vaksin (vaksinasi /imunisasi) adalah suatu tindakan dengan dalam upaya  meningkatkan kekebalan atau imunisasi secara pasif. Vaksinasi akan melindungi diri kita, keluarga kita dan masyarakat sekitar kita agar tidak tertular dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi, seperti vaksin Hepatitis untuk penyakit Hepatitis, vaksin Tetanus untuk penyakit Tetanus dan vaksin COVID-19 untuk penyakit COVID-19.

Sebaiknya sebelum melakukan vaksinasi, kita perlu memahami lebih dalam agar dapat meyakinkan diri kita atau keluarga kita yang akan divaksin.

A. Mengetahui manfaat apa yang diberikan oleh vaksin COVID-19.

B. Jenis vaksin dan kandungannya, kelebihan dan kekurangannya seperti vaksin Sinovac,  Astra Zenecca, Moderna, Pfizer, dan lain lain,  bagaimana cara pemberian dan apa saja efek sampingnya.

C. Apa yang harus dipersiapkan, apa yang dianjurkan dan tidak dianjurkan sebelum vaksin?

Perhatikan hal ini sebelum vaksin.

Yang dianjurkan:

  1. Cukupi kebutuhan makan minum yang baik
  2. Istirahat / tidur yang cukup sebelum divaksin
  3. Jika ada komorbid dan lanjut usia, silahkan mendapatkan surat layak vaksin dari dokter yang memeriksa kondisi anda sehari-harinya
  4. Beraktifitas biasa dan patuh pada protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak

Yang tak dianjurkan: 

  1. Pada saat akan vaksin, kondisi tak sehat maka tunda dahulu atau konsultasi dengan dokter
  2. Berkata tidak jujur terhadap penyakit yang diderita sebelumnya dan saat akan divaksin
  3. Tidak patuh terhadap protokol kesehatan
  4. Menerima jenis vaksin yang berbeda dengan dosis awal/pertama

 

2.Lakukan penanganan atau pertolongan dengan benar, jika timbul gejala/keluhan setelah dilakukan vaksinasi

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah setiap gejala medis yang tidak diinginkan yang dapat terjadi setelah vaksinasi/imunisasi yang diduga terkait dengan vaksinasi/imunisasi yang diberikan. Gejala KIPI bisa ringan sampai dengan berat. Umumnya bersifat sementara dan ringan. Kadang hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan yang spesifik.

Bahwa setiap orang, belum tentu dan tidak selalu akan mendapatkan KIPI, bergantung pada kondisi sistem imun dan respon tubuh masing-masing.

Gejala KIPI yang umum berupa terbagi menjadi dua yaitu, reaksi lokal dan reaksi sistemik.

Reaksi lokal, berupa: bengkak, kemerahan dan nyeri otot pada bekas area suntikan

Reaksi sistemik, berupa:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Mengantuk
  • Kelelahan
  • Lapar

Penangananya berupa :

  1. Kompres dengan air dingin pada area bekas suntikan (lokal).
  2. Kompres dengan air hangat, menambah cairan /air putih yang cukup banyak, menggunakan baju yang longgar, istirahat cukup dan jika perlu minum obat penurun panas/ sakit (sistemik).

Sebaiknya sesudah di vaksin, jangan segera pulang. Biasanya dilakukan obervasi selama 15-30 menit, untuk berjaga-jaga jika ada kejadian KIPI berat yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap vaksin (reaksi anaphylatik, jantung berdebar cepat, gatal berat, pucat, pusing, sesak nafas, berkeringat dingin dan timbul shock/pingsan, kejang, penurunan kesadaran dengan cepat,  Hypotonic Hyporesponsive Episode (kehilangan rasa sensorik akut, pucat dan kelemahan otot), dilakukan pertolongan segera oleh dokter jaga untuk menghindari kegawatan berlanjut, dan segera dirujuk ke rumah sakit, jika vaksinasi tidak dilakukan di rumah sakit, dan kasus KIPI berat jarang sekali terjadi.

 

3. Jika bertambah berat atau tidak nyaman dan berlangsung beberapa hari, segera kontak atau periksa dengan dokter atau rumah sakit terdekat.

Catat dengan detail setiap kejadian KIPI yang muncul, di monitor, berikan penanganan sesuai kriterianya dan laporkan segera ke petugas di fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit) atau kontak yang tertera pada kartu vaksinasi atau situs web pelaporan KIPI di https://keamananvaksin.kemkes.go.id.

Sudahkah kamu mendapat vaksinasi Covid-19 secara lengkap (2x suntikan)? Kalau sudah, selamat dan terima kasih, anda telah turut berperan serta membantu negara.

Ceritakan, bahwa anda tetap sehat, tidak ada KIPI yang mengganggu dan ajaklah keluarga dan sahabat-sahabatmu untuk vaksin COVID-19.

Jika belum, Ayo Vaksinasi COVID-19, Vaksin COVID-19 terbukti aman dan melindungi diri kita, keluarga dan masyarakat sekitar kita. Manfaat divaksin jauh lebih besar dibanding resiko sakit karena tidak divaksin. Vaksinlah di tempat anda berada, saat vaksinnya telah tersedia.

Kami selalu mengingatkan, walaupun vaksin meningkatkan sistem imun/ kekebalan, tapi vaksin COVID-19 tidak menjamin 100% terhadap virus. Maka setelah vaksinasi kita masih harus patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari penyakit virus COVID-19: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak., menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan meningkatkan imunitas.

 

Referensi :

https://in.vaccine-safety-training.org/vaccine-reactions.html

https://covid19.go.id/edukasi/kipi/apa-itu-kipi-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi

https://keamananvaksin.kemkes.go.id/index.php/public/home

 

 

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Tandean Arif Wibowo, MPH
(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

IGD RS Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta
Telepon : 0274 – 552118

Petunjuk Gizi Usia Lanjut untuk Demensia

Demensia merupakan satu kumpulan gejala terjadi gangguan fungsi kognitif seperti gangguan daya ingat, kecerdasan dan nilai moral. Usia lanjut adalah faktor resiko pertama terjadinya demensia, lansia berusia diatas 60 tahun beresiko 5% dan meningkat menjadi 20% diatas 80 tahun.

Penderita demensia beresiko tinggi mengalami malnutrisi dan dehidrasi. Pada awal dimensia lansia memiliki masalah pada penyediaan makanan, mungkin lupa apakah mereka sudah makan. Kebiasaan makan mungkin berubah dan berakibat berkurangnya variasi makanan sehingga asupan gizi tidak seimbang. Penderita demensia mungkin mengalami peningkatan napsu makan, makan cepat dan berulang kali meminta makanan.

Ketika penyakit semakin berat pasien mungkin kehilangan kemampuan untuk mandiri, kesulitan makan dan minum, penurunan rasa haus dan kemampuan untuk mengunyah.

Apakah Tujuan Diet pada Usia Lanjut?

  1. Memberi makanan sesuai kebutuhan tubuh yaitu dalam jumlah tidak kurang/berlebihan
  2. Menjaga dan mencapai berat badan normal sehingga dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari dengan baik
  3. Mencegah terjadinya malnutrisi geriatrik dan timbulnya beberapa penyakit yang tidak dapat dihindari
  4. Memperpanjang usia dengan menigkatkan kualitas hidup yang baik

Apakah Prinsip Diet Demensia?

  1. Kebutuhan energi pada lansia 25-30 kkal/kg BB/hari.Kebutuhan akan meningkat 30-35 kkal/kg BB/hari jika dengan kondisi luka bakar, kanker, ulkus dekubitus dan infeksi sejenisnya
  2. Kebutuhan protein pada lansia lebih tinggi dari dewasa muda yaitu 1,0 -1,2 gr. Untuk lansia dengan malnutrisi, protein dianjurkan 1,2 – 1,5 g/kg BB/hari
  3. Karbohidrat sebesar 45-65 % dari total kalori
  4. Lemak sebesar 20-35% dari total kalori
  5. Kebutuhan cairan harus diperhatikan 25 -30 ml/kg/hari
  6. Vitamin dan mineral sesuai dengan angka kecukupan gizi
  7. Konsistensi makanan disesuaikan dengan kemampuan pasien

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Malnutrisi?

  1. Saat makan harus santai dan tidak tergesa-gesa
  2. Jika pasien gelisah atau tertekan jangan paksa mereka untuk makan atau minum. Tunggu sampai pasien tenang untuk menghindari pasien tersedak
  3. Pastikan pasien nyaman dan duduk tegak saat makan bila terbaring di tempat tidur, dudukan pasien antara 30-45°
  4. Hati-hati memberikan makanan atau minuman yang panas karena penderita demensia kehilangan kemampuan menilai suhu
  5. Jika sulit menggunakan alat makan tawarkanlah makanan yang bisa di pegang oleh tangan
  6. Jika kesulitan menelan berikanlah makanan dengan konsistensi yang dapat mereka toleransi
  7. Pasien dimensia stadium akhir memerlukan pemasangan selang makan untuk mempetahankan berat badan

Bagaimana Cara Memasak yang Terbaik?

  1. Cara memasak yang terbaik adalah menumis, memanggang, membakar, mengungkep, merebus, mengukus
  2. Hindarkan menggoreng dan penggunaan santan kental
  3. Gunakan minyak dengan lemak tidak jenuh seperti: minyak jagung, kedele, biji matahari, zaitun, dll

 

CONTUH MENU SEHARI:

PAGI:

  • Nasi
  • Semur telur
  • Tahu bumbu bali
  • Oseng-oseng buncis
  • Teh manis

PUKUL 10.00:  Pepaya

SIANG:

  • Nasi
  • Pepes fillet ikan
  • Tempe bacem
  • Lalapan timun
  • Sayur asem
  • Semangka

PUKUL 16.00:  Pisang rebus

MALAM:

  • Nasi
  • Rolade ayam kukus
  • Ca tahu
  • Tumis bayam, wortel
  • Jeruk

JAM 21.00:   Susu skim hangat

 

Info Pelayanan :
Klinik Gizi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Petunjuk Diet Pada Pasien Infeksi Virus Corona

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernafasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Virus ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Pasien dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: demam (suhu tubuh di atas 38°C), batuk kering, sesak napas.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko malnutrisi pasien COVID-19

1. Peningkatan konsumsi energi karena: demam, peningkatan kerja otot pernapasan, ventilasi mekanis (pasien dengan gejala berat)
2. Gangguan metabolisme: utilisasi glukosa yang terganggu, meningkatkan katabolisme protein & lemak, keseimbangan nitrogen negatif dalam tubuh
3. Penurunan asupan dan malabsorpsi nutrisi karena nafsu makan, dispneu, ventilasi mekanis (pasien gejala berat), gangguan kesadaran (pasien gejala berat)
4. Diare, mual, muntah: karena Corona virus dapat menyerang saluran pencernaan, efek terapi atau intoleransi nutrisi enteral
5. Penurunan suplai energi dari oksidatif glukosa mengakibatkan peningkatan glikolisis, glukoneogenesis, resistensi insulin, dan kenaikan gula darah

Apakah tujuan pengaturan diet pada pasien infeksi virus corona?

1. Memberikan makanan lebih banyak dari keadaan biasa untuk memenuhi kebutuhan kalori dan protein yang meningkat
2. Mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh
3. Mencegah terjadinya malnutrisi dan komplikasi lebih lanjut

Apakah sajakah syarat pengaturan makan pada pasien COVID-19?

1. Tinggi kalori, karena ada infeksi
2. Tinggi protein, terutama protein biologi tinggi (50% dari protein hewani) dan BCAA (Brain Chain Amino Acid/ asam amino rantang cabang), untuk mencegah pemecahan protein otot
3. Tinggi vitamin terutama vit A, C, E, B6 untuk meningkatkan sistem imun. Vit B1, asam folat, Vit B12 membantu dalam pembentukan protein
4. Tinggi mineral, terutama zinc dan selenium sebagai antioksidan
5. Lemak cukup terutama lemak esensial: omega 3 dan 9 dapat menurunkan risiko infeksi dan meningkatkan fungsi imun dan liver
6. Mudah dicerna
7. Diberikan secara bertahap bila penyakit dalam keadaan berat
8. Pemberian makanan diperhatikan juga dengan penyakit penyerta
9. Makanan yang dapat mengurangi nafsu makan tidak diberikan dekat waktu makan

Bahan makanan yang diberikan

1. Semua makanan sumber zat tenaga, misal: nasi, mie, bihun, ubi ungu, singkong, jagung, makaroni, talas, sagu, tepung-tepungan
2. Makanan sumber zat pembangun

  • Protein Hewani: telur (protein lengkap), susu dan hasil olahannya: keju, daging sapi, daging ayam, hati, ikan, udang, dsb
  • Protein nabati sumber protein BCAA ada di: kacang- kacangan kering: kacang hijau, kacang kedelai dan hasi olahannya seperti tempe dan tahu

3. Makanan sumber lemak: minyak ikan (omega 3), omega 9 (minyak zaitun, kanola), omega 6 (minyak jagung, kedelai, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah), MCT (VCO, minyak kelapa)
4. Makanan sumber zat pengatur
Sayur: terutama sayuran yang berwarna oranye seperti wortel, labu kuning, sayuran yang berwarna hijau seperti brokoli, bayam, buncis, kacang panjang, sawi hijau, daun kangkung, dll
Buah-buahan terutama kaya vitamin C dan A: jambu biji (tanpa bijinya), jeruk, pepaya, stroberry, tomat, buah naga, apel, alpukat, pisang, dll
5. Minuman
Semua macam minuman, seperti: teh, sirup, jus buah, kecuali yang mengandung alkohol
6. Bumbu: semua macam bumbu seperti: garam, gula, kecap, kunyit, kunci, kencur, salam, sereh, laos, terasi, seledri, kayu manis, cengkeh, bawang putih, bawang merah, dll
7. Bahan makanan dianjurkan dimasak dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, minim digoreng

Bahan makanan yang tidak dianjurkan

1. Makanan yang terlalu manis dan gurih yang dapat mengurangi nafsu makan, seperti: gula-gula/permen, dodol, wajik, cake, tarcis, dsb
2. Bahan makanan yang sulit dicerna dan menimbulkan gas seperti sayuran mentah, kol, lobak, sawi putih, nangka, durian
3. Minuman yang mengandung alkohol: bir, wiski dan minuman yang mengandung gas seperti air soda, limun, coca-cola, orange crush
4. Kopi yang berlebihan dan rokok
5. Makanan yang diawetkan dengan menggunakan pengawet kimia seperti buah dan sayuran dalam kaleng

Hal-hal yang perlu diperhatikan

1. Berperilaku hidup sehat: cuci tangan dengan sabun, gunakan masker, dan istirahat yang cukup
2. Mempertahankan berat badan dalam batas normal
3. Berolahraga secara teratur
4. Mendapatkan oksigen yang cukup dengan udara yang bersih
5. Minum air bersih yang bebas dari klorin dan zat berbahaya lainnya
6. Menghindari stress patologis (emosi, perilaku, fisik)
7. Konsumsi suplemen multivitamin sesuai anjuran dokter
8. Istirahat yang cukup dan teratur

 

Info Pelayanan :
Klinik Gizi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

TIPS: Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Melakukan kontak kulit Ibu dengan kulit bayi segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam. Peraturan Pemerintah RI No. 33 tahun 2021 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif BAB III Bagian Kedua Inisiasi Menyusu Dini Pasal 9. IMD dilakukan pada bayi bugar di kamar bersalin dan di kamar operasi jika lahir sesar.

Lalu apa saja Keuntungan melakukan IMD?

Untuk Ibu:

  • Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin
  • Meningkatkan keberhasilan produksi ASI
  • Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi

Untuk Bayi:

  • Mengurangi 22% kematian bayi berusia 28 hari ke bawah
  • Meningkatkan keberhasilan menyusu secara eksklusif
  • Meningkatkan lamanya bayi menyusui
  • Merangsang produksi susu
  • Memperkuat reflek menghisap bayi

Apa saja manfaat IMD?

  • Menurunkan risiko kedinginan (hypothermia)
  • Membuat pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil
  • Bayi akan memiliki kemampuan melawan bakteri
  • Bayi mendapat kolostrum dengan konsentrasi protein dan immunoglobulin paling tinggi
  • Mendukung keberhasilan ASI eksklusif
  • Membantu pengeluaran plasenta dan mencegah perdarahan
  • Ibu dan ayah akan sangat bahagia bertemu dengan bayinya pertama kali di dada ibunya

Bagaimana langkah melakukan IMD?

  1. Segera setelah bayi lahir, tali pusat dipotong, bayi dikeringan
  2. Lakukan penilaian kebugaran bayi
  3. Meleteakkan Bayi tengkurap di dada diantara kedua payudara ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu
  4. Kedua tangan ibu memeluk bayi
  5. Selimutkan ibu dan bayi dengan kain basah dan kering
  6. Lama kontak minimal satu jam

Selamat mengASIhi bagi seluruh ibu Sahabat Sehat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Info Pelayanan :
Klinik Laktasi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mengatasi Anak Susah Makan

Salah satu masalah yang kerap dialami orangtua adalah anak susah makan. Hal ini akan memunculkan rasa khawatir berlebihan karena asupan nutrisi seimbang sangat dibutuhkan pada masa perkembangan si kecil. Banyak sekali masalah yang sering terjadi misalnya anak menolak makan, gerakan tutup mulut, hanya ingin mengkonsumsi makanan tertentu atau picky eater.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Berikan makanan keluarga dengan tekstur lunak
2. Kenalkan aneka ragam bahan makanan sesuai umur. Variasikan jenis bahan makanan yang diberikan
3. Porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak, porsi kecil tapi sering dan makanan bervariasi supaya anak tidak cepat bosan
4. Jadwal makan harus teratur, tapi luwes
5. Berikan makanan pada saat anak tidak lelah
6. Bila mencoba makanan yang baru, tunggu hingga anak lapar dan berikan bersama dengan makanan kesukaannya
7. Berikan susu secukupnya tidak berlebihan. Jangan memberikan susu sebelum jam makan, agar anak tidak kenyang oleh susu
8. Makanan selingan tidak berlebihan, tidak terlalu manis dan asin. Ganti dengan makanan lain atau buah yang bergizi lengkap

 

Bagaimana caranya meningkatkan nafsu makan pada anak?

1. Suasana menyenangkan, penuh kasih sayang dan jangan ada paksaan
2. Tambahkan hal-hal yang disukai anak seperi mainan, musik, TV atau dongeng
3. Ada teman seumuran yang menemani makan
4. Makan bersama di meja makan
5. Biarkan anak belajar makan sendiri dan tetap lakukan pengawasan
6. Jika ada penyakit tertentu segera konsultasi ke dokter
7.  Berikan pujian atau reward jika anak menghabiskan makanan
8. Tempatkan makanan di wadah menarik, kombinasikan warna dan bentuk anak supaya anak tertarik

Selalu perhatikan gizi anak anda terpenuhi ya moms supaya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Info Pelayanan :
Klinik Tumbuh Kembang  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

 

Mencegah Stunting pada Anak

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Berikut tips untuk mencegah anak stunting:

  1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
  2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
  3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat
  4. Terus memantau tumbuh kembang anak
  5. Selalu jaga kebersihan lingkungan
  6. Konsultasikan kesehatan anak anda ke dokter spesialis anak

Semoga bermanfaat yaa Ayah dan Bunda. Selalu perhatikan tumbuh kembang anak bersama RS Panti Rapih.

 

Info Pelayanan :
Klinik Tumbuh Kembang  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Panduan Memberikan ASI Kepada Bayi Bagi Ibu dengan Positif COVID-19

Ibu menyusui yang positif terinfeksi COVID-19 masih tetap boleh memberikan ASI untuk buah hatinya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah saat memberikan ASI, ibu harus tetap melakukan protokol kesehatan ketat dan tidak mengalami gejala yang berat, jadi ibu masih bisa menyusui langsung.

Yang perlu ibu lakukan agar dapat menyusui langsung secara aman yaitu:

  • Selalu memakai masker saat menyusui dan merawat bayi
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh Ibu dan bayi
  • Menyusui dengan aman. IMD dan menyusui eksklusif membantu tumbuh kembang bayi secara optimal
  • Melakukan IMD. Kontak kulit dengan kulit saat Ibu dan bayi dalam keadaan stabil
  • Rawat gabung bersama bayi pasca melahirkan
  • Jika Ibu tidak kuat menyusui langsung, berikan ASI perah (ASIP) pada bayi
  • Pastikan kebersihan saat memerah ASI
  • Gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASIP pada bayi
  • Gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASI perah

Ibu juga harus memperhatikan kualitas ASI perah dengan penyimpanan yang baik dan benar supaya tetap aman dan tidak rusak.

Lalu bagaimana cara menyimpan ASI perah yang tepat?

  1. Jika ASI Perah disimpan dalam lemari pendingin bawah dengan suhu 4 derajat hingga 5 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 3-4 hari
  2. Bila menggunakan Ice Pack dengan suhu 15 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 24 jam
  3. Dalam suhu kamar/ruang ASI bertahan selama 3-4 jam
  4. Jika di dalam Freezer dengan suhu -18 derajat Celsius dan -20 derajat Celsius maka ASI akan mampu bertahan selama 4 bulan

Semoga tips diatas dapat membantu ibu dalam memberikan yang terbaik bagi buah hati. Tetap semangat mengASIhi yaa moms.

Info Pelayanan :
Klinik Laktasi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

Ketahui Cara COVID-19 Dapat Menularkan

Cara COVID-19 dapat menularkan dapat melalui: 

  1. Ruangan tertutup
  2. Interaksi jarak dekat
  3. Keramaian
  4. Pertemuan panjang (lebih dari 15 menit)
  5. Tidak memakai masker
  6. Aktivitas dengan bernafas kuat (misalnya: bernyanyi, berbicara, tertawa)

Kegiatan tersebut dapat berpotensi menyebabkan kita tertular COVID-19. Jika ingin terhindar dari COVID-19 sebaiknya kita menerapkan protokol kesehatan 5M.

Apa saja itu 5M?

  1. Memakai masker dengan benar
  2. Mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer
  3. Menjaga jarak aman
  4. Menghindari kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Agar kita dapat terhindar dari COVID-19 lebih baik melakukan kegiatan di rumah saja. Meski kita membutuhkan kegiatan yang mengharuskan kita keluar rumah, tetap patuhi dan terapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Lindungi diri Anda dan keluarga yaa.

Ketentuan Isolasi Mandiri

Jangan abaikan ketentuan yang harus dilakukan selama Isolasi Mandiri untuk menjaga diri anda, keluarga, dan orang di sekitar anda.

Yuk simak #TipsPantiRapih selama menghadapi Isolasi Mandiri:

  1. Ventilasi dan pencahayaan yang baik
  2. Kamar mandi terpisah, tetapi jika tidak tersedia lakukan disinfeksi rutin permukaan yang sering disentuh
  3. Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)
  4. Kamar tidur terpisah
  5. Pemantauan harian gejala
  6. Berkoordinasi dengan Puskesmas
  7. Jika muncul gejala atau semakin parah segera lapor ke petugas
  8. Orang yang merawat harus memperhatikan protokol kesehatan 3M
  9. Hindari kontak dengan orang lain serta tidak berpergian dan tidak menerima tamu
  10. Gunakan masker dengan benar
  11. Cuci tangan dengan sabun
  12. Jaga jarak
  13. Disinfektan/bersihkan permukaan dengan disinfektan berkala
  14. Tangani sampah dengan hati-hati

Selalu perhatikan protokol kesehatan dimanapun Anda berada dan cegah penyebaran COVID-19.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda di Telemedicine RS Panti Rapih Yogyakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi 0813 9304 5068.

 

Artikel terkait:

https://pantirapih.or.id/rspr/konsultasi-online-isolasi-mandiri/

https://pantirapih.or.id/rspr/tips-kelola-limbah-masker-habis-pakai/

Telemedicine
WA : 089529178877
Senin – Sabtu
pk 07.00 – 19.30 WIB
Hari Minggu & tanggal merah tutup

Cara Pakai Masker 2 Lapis

Ditengah situasi pandemi saat ini, mari kita bersama cegah penularan COVID-19 salah satunya dengan menggunakan masker.

Cara penggunaan masker yang benar:

  1. Gunakan masker medis terlebih dahulu (pemakaian di dalam)
  2. Kemudian gunakan masker kain (pemakaian di luar)
  3. Pastikan penggunaan masker tidak mengganggu pandangan dan tetap bisa mudah bernapas

Cara penggunaan masker yang salah:

  1. Menggunakan masker medis ganda
  2. Menggunakan masker kain ganda
  3. Menggunakan masker N95 + masker lainnya

Yuk mulai sekarang gunakan masker 2 lapis (masker medis + medis kain) dengan cara yang tepat.