Cara Agar Tetap Sehat di Musim Hujan, Inilah 5 Tips Menjaga Stamina Tubuh No ratings yet.

Musim hujan telah tiba, hampir selalu ada di sepanjang hari di akhir-akhir ini, bisa pagi, siang dan malam. Hujan memberikan kesejukan pada saat terik, tetapi hujan yang sering, acapkali membuat tubuh kita kehilangan stamina. Kita mudah menjadi flu karena kedinginan akibat air hujan yang membasahi tubuh kita, tubuh kita sensitif terhadap perubahan suhu.

Inilah beberapa penyakit yang sering ditimbulkan oleh air hujan

  1. Flu atau influenza (batuk, pilek disertai pusing atau panas)
  2. Gangguan pencernaan (kembung, mual, mulas, muntah dan diare)
  3. Demam berdarah (nyamuk aedes aegypti suka berkembang di genangan air hujan)
  4. Penyakit kulit (genangan air di tanah, memyebabkan infeksi kulit terutama di kaki)
  5. Leptospirosis (bercampurnya kotoran sapi, kuda terutama tikus dengan genangan air)
  6. Demam Thypoid dan Hepatitis (sanitasi dan kontaminasi dengan air hujan yang tak bersih)
  7. Asma Bronchiale  (tercetus oleh alergi dingin dan lendir batuk yang banyak)

Apalagi jika ditambah dengan keadaan banjir, air tergenang dalam waktu yang cukup lama, akan lebih banyak penyakit yang muncul.

5 tips yang perlu dicermati adalah :

  1.  Jaga tubuh agar tetap hangat dan tidak basah /dingin
  • Membawa payung atau jas hujan, juga pakaian pengganti saat perkiraan cuaca atau langit tampak mendung, saat akan keluar dari rumah
  • Buatlah tubuh tetap hangat, dengan meminum air hangat seperti, teh, susu, coklat, wedang uwuh, jahe, sekoteng, dan lain-lain, jika perlu makan makanan yang mengandung kuah /soup yang hangat
  • Gunakan pakaian rangkap /jaket, syal leher atau selimut, penutup kepala ataupun kaos kaki untuk membuat tubuh tetap hangat
  • Matikan AC atau  kipas angin jika tak diperlukan dan jendela ditutup ventilasinya
  • Oleskan dengan kream atau balsem penghangat pada dada, perut, punggung atau tubuh yang kedinginan, bisa juga dengan memberikan kompres hangat dari bantalan air atau listrik
  1.  Konsumsi makanan yang bersih, sehat, bergizi dan seimbang
  • Makanlah makanan yang kaya nutrisi seperti banyak serat dan vitamin
  • Minumlah cairan yang cukup, biasanya hawa dingin membuat malas minum
  • Mencuci bahan makanan dengan benar, terutama jika basah kena air hujan
  • Hindari jajan sembarangan di warung yang mempunyai sanitasi yang tak bersih karena bercampur dengan air hujan
  1.  Olah raga dan istirahat teratur
  • Luangkan waktu untuk tetap olah raga rutin, minimal streching agar tubuh tetap hangat, sirkulasi darah dan otot tetap terjaga. Jika hujan bisa dilakukan di dalam rumah
  • Tidur atau istirahat yang cukup akan membuat tubuh cepat recovery dari pekerjaan di awal hari sehingga esok hari tubuh menjadi lebih segar dan bugar
  1.  Jaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Segeralah mandi jika habis basah kuyup terkena air hujan. Mandilah yang bersih dengan air hangat
  • Seringlah cuci tangan dengan baik dan benar dengan sabun dan air mengalir. Lakukan sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah ke toilet dan setelah memegang alat /bahan /benda yang dipegang bersama-sama
  • Lakukan gerakan 3M rutin dengan Menguras dan Menutup bak air serta Menimbun barang bekas atau benda yang memungkinkan menampung genangan air agar tidak dipakai untuk berkembang biak nyamuk, jaga agar kaki kita tidak menginjak genangan air di rumah
  1.  Perkuat imunitas dengan penambahan suplemen vitamin serta vaksin
  • Jika diperlukan untuk menjaga dan menambah stamina, dapat dilakukan pemberian tambahan vitamin C tablet atau pemberian suntikan vitamin C berkala. Harapannya tubuh tetap fit dan sistem imun lebih meningkat sehingga tidak mudah sakit
  • Pemberian vaksin influenza perlu dipikirkan juga, jika tubuh mudah rentan terhadap influenza. Vaksin ini bisa diberikan pada anak-anak sampai orang tua

Rumah Sakit Panti Rapih melayani pemberian suntikan vitamin C dan pemberian Vaksin Influenza di Klinik Vaksinasi COVID atau di klinik Medical Check Up. Hubungi 0274 514845 ext 1125.

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing di STIKES RS Panti Rapih)

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi No ratings yet.

1. Apa masalah kesehatan mental terbanyak yang dikeluhkan saat pandemi?

Gangguan Cemas, Depresi dan Trauma

2. Kapan kita musti aware terhadap kesehatan mental?

Kesadaran tentang kesehatan mental sejak dari sedini mungkin. Kesehatan mental wajib dijaga oleh semua usia dari anak sampai lansia. Tiada kesehatan tanpa sehat jiwa

3. Bagaimana tips menjaga kesehatan mental dalam menghadapi pandemi?

  • Jaga kesehatan jasmani dengan kecukupan tidur, gizi seimbang, olahraga dan aktivitas fisik
  • Batasi asupan berita dan bijak memilah informasi
  • Berinteraksi dan komunikasi dengan keluarga dan sahabat
  • Melakukan relaksasi, meditasi dan berbagai kegiatan yang menyenangkan seperti hobi
  • Menghindari kebiasaan buruk seperti konsumsi rokok, alkohol atau penggunaan zat adiktif lainnya
  • Berusaha tetap berpikir positif dan bersyukur dalam menghadapi situasi saat ini.
  • Mencari bantuan pendampingan profesional kesehatan mental seperti Psikiater dan atau Psikolog

Klik link berikut: https://www.instagram.com/tv/CU1KxmVhONC/

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Sak Liung, Sp.KJ

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Info Pelayanan :
Klinik Psikiatri Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Mohon dapat memberikan rating

Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Generasi Milenial 5/5 (2)

1. Mengapa banyak pemuda/pemudi yang mengeluhkan masalah pencernaan?
Masalah pencernaan merupakan salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan oleh para pemuda dan pemudi kita saat datang untuk periksa ke rumah sakit maupun klinik ataupun yang mungkin anda rasakan saat ini. Mulai dari mual, muntah, perut terasa kembung, diare, nyeri perut sampai susah untuk BAB atau konstipasi.
Banyak hal yang dapat menyebabkan hal tersebut mulai dari gangguan pada organ pencernaan seperti lambung karena tingkat asam lambung yang tinggi (atau biasa kita bilang dengan sakit maag) yg dapat disebabkan karena makan tidak teratur, makan terlalu pedas atau asam yang jika tidak tertangani dapat menyebabkan adanya perlukaan pada lambung atau usus, gangguan yang disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun yang lainnya (yang disebabkan oleh kebersihan makanan atau higienitas yang kurang baik), adanya masalah pada organ di perut serta pencernaan lain yang perlu di evaluasi lebih lanjut (seperti nyeri perut hebat dibagian tertentu, susah BAB, BAB darah) yang dapat disebabkan karena adanya tumor atau lainnya, serta yang saat ini banyak dibahas juga adalah gangguan cemas atau anxiety yang dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan  yang pada akhirnya akan mengganggu produktivitas kita.

 

2. Hal apa yang perlu dilakukan pemuda/pemudi agar terhindar dari masalah pencernaan?
Seperti yang sudah kita bahas diatas, untuk mencegah terjadinya masalah dalam pencernaan bisa kita lakukan dengan menjaga kebersihan dengan melakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) , salah satu contohnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, dan memastikan makanan yang akan kita makan tersebut terjaga kebersihannya
Olahraga dan melakukan gaya hidup yang sehat, seperti makan tepat waktu, makan tidak terlalu banyak (tentunya jika kita makan terlalu banyak selain menyebabkan masalah pada pencernaan hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan lain dikemudian hari), menghindari makanan yang dapat menyebabkan alergi atau rasa kurang nyaman seperti terlalu pedas dan terlalu asam. Selalu berpikiran positif, dan memeriksakan dirii jika sekiranya terdapat gejala yang tidak kunjung membaik dan jika terdapat gejala seperti BAB darah, kesulitan BAB, nyeri yang tidak tertahankan pada daerah perut.

 

3. Bagaimana pemeriksaan medis yang dapat dilakukan terkait pencernaan?

Untuk menegakkan diagnosis yang tepat dan baik, diperlukan beberapa pemeriksaan terkait kondisi dan gejala yang dirasakan, maka dalam pemeriksaan inilah juga diperlukan kejujuran dari pasien untuk memberikan informasi terkait kondisi atau gejala yang dirasakan agar dokter dapat menegakkan diagnosis dan tatalaksana secara tepat. Selain dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, untuk membantu menunjang dalam penegakan diagnosis juga dapat dilakukan pemeriksaan laboraturium yang sesuai dengan kecurigaan dasar penyakitnya, seperti cek darah (untuk mengetahui apakah ada infeksi atau suatu kelainan lain), pemeriksaan Endoskopi untuk melihat langsung dibagian saluran pencernaan, atau radiologi seperi USG dan CT scan abdomen untuk melihat apakah ada kelainan dari anatomy saluran cerna.

Setelah serangkaian pemeriksaan tersebut maka akan didapatkan diagnosis dan dilakukan tatalaksana atau pengobatan dari penyakit tersebut dan semuanya itu dapat dilakukan di RS Panti Rapih lhoo.

Seperti itu serangkaian tahapan mulai keluhan dan proses tatalaksana atau pengobatannya sampai akhirnya pasien sembuh dan dapat melakukan aktivitasnya dengan baik.
Yukkk jangan takut dan periksakan diri kamu sekarang dan ceritakan segala keluh kesah kamu ke RS Panti Rapih seperti layaknya sahabat, karena RS Panti Rapih Sahabat Untuk Hidup Sehat.

Klik link berikut ini :  di https://www.instagram.com/p/CVj-Sm-Dr5e/

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

  I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra

Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Info Pelayanan :
Klinik Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Onder De Bogen
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

Asi Eksklusif No ratings yet.

Hampir seluruh dunia mengakui bahwa ASI merupakan makanan yang paling tepat bagi bayi, tidak ada satu susu formula buatan manusia manapun yang sanggup menggantikan semua keunggulan ASI. Bahkan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan ASI Eksklusif merupakan gizi terbaik dan sumber makanan utama yang paling sempurna bagi bayi usia 0-6 bulan.

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain, termasuk air putih, selain menyusui (kecuali obat-obatan dan vitamin atau mineral tetes; ASI perah juga diperbolehkan). Jika sebagian besar bayi usia 0-6 bulan hanya diberikan ASI maka diperkirakan paling sedikit 1,2 juta nyawa anak dapat diselamatkan setiap tahunnya.

Manfaat

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa Menyusu Eksklusif selama 6 bulan terbukti memberikan risiko yang lebih kecil terhadap: berbagai penyakit infeksi (diare, infeksi saluran napas, infeksi telinga, pneumonia, infeksi saluran kemih) penyakit lainnya (obesitas, diabetes, alergi, penyakit inflamasi saluran cerna, kanker) di kemudian hari meningkatkan kekebalan tubuh memenuhi seluruh asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi makanan ‘terlengkap’ selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Faktor-faktor pendukung keberhasilan pemberian ASI Eksklusif memiliki niat dan motivasi yang kuat untuk menyusui selama 6 bulan penuh memiliki keyakinan dan percaya diri bahwa ASI ibu sangat cukup konsultasi laktasi (kontak ASI) sedini mungkin dalam masa kehamilan, melahirkan dan menyusui pentingnya dukungan petugas kesehatan, suami dan keluarga melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) menyusui sesering mungkin tanpa dijadwal rawat gabung: Ibu dan bayi dirawat dalam 1 kamar, bayi dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali indikasi medis. Bayi tidak diberi dot atau empeng.

 

Posisi menyusui
Ciptakan suasana yang tenang dengan posisi yang nyaman dalam proses menyusui

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Salah satu dari sepuluh langkah menuju keberhasilan pemberian ASI Eksklusif
Kedekatan interaksi ibu dan bayi dalam 30 menit pertama kelahiran bayi
Sesaat setelah bayi lahir, bayi ditengkurapkan di dada ibu
Biarkan dengan kemampuan alaminya bayi akan memulai menyusu dengan merangkak di dada ibu dan menemukan sendiri payudara ibu dan mengambil minum pertama dengan kemampuan sendiri

Pelekatan yang BENAR menjadi kunci sukses menyusui Eksklusif

1. Muka bayi menengadah/melihat ibu. Dagu bayi menempel pada payudara ibu
2. Perut/dada bayi menempel pada dada ibu
3. Seluruh badan bayi menghadap badan ibu, telinga, lengan dan leher bayi berada pada garis lurus. Ibu menopang bagian bahu dan belakang bayi, tidak hanya kepala

Pelekatan yang TIDAK BENAR menjadi kunci kegagalan menyusui Eksklusif

1. Hanya puting susu yang berada dimulut bayi (menyebabkan puting lecet), areola masih tampak lebih banyak di luar, dagu bayi tidak melekat ke payudara
2. Mulut bayi tidak terbuka lebar, bibir bawah terputar ke dalam
3. Sebagian besar saluran ASI masih berada di luar mulut bayi, lidah di dalam sehingga tidak dapat menekan saluran ASI untuk memerah ASI
4. Jika bayi minum dengan botol/dot, maka akan cenderung menyusu pada puting – ngempeng ( bingung puting’)

 

Info Pelayanan :
Klinik Laktasi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 08.00 – 12.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Rating untuk artikel/halaman ini : No ratings yet.

Mohon dapat memberikan rating

Infeksi Saluran Pernapasan Atas No ratings yet.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan (mulai dari hidung sampai paru-paru) yang berlangsung sampai 14 hari, dan timbul dalam gejala batuk, pilek dan panas.

Penyebab ISPA

  • Tertular pasien lain
  • Kurang gizi
  • Lingkungan yang kurang sehat
  • Kurangnya daya tahan tubuh
  • Kurangnya sirkulasi udara di dalam rumah

Tanda dan Gejala

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Batuk-batuk
  • Bersin-bersin
  • Lemah, letih

Klasifikasi

1. Ringan :
– Batuk
– Pilek
– Demam

2. Sedang :
– Batuk
– Pilek
– Demam
– Sesak nafas

3. Berat :
– Batuk
– Pilek
– Tarikan dinding dada

Komplikasi

  • Bila mengenai ginjal menyebabkan infeksi ginjal
  • Bila mengenai jantung menyebabkan infeksi otot jantung
  • Bila mengenai otak menyebabkan radang selaput otak
  • Bila mengenai telinga menyebabkan infeksi pada telinga

Pencegahan

  • Menjauhkan anak dari penderita batuk
  • Memberikan makanan bergizi setiap hari
  • Jagalah kebersihan tubuh, makanan dan lingkungan anak

 

Info Pelayanan :
Klinik Paru Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Rating untuk artikel/halaman ini : No ratings yet.

Mohon dapat memberikan rating

Nephrolithiasis (Batu Ginjal) 4.5/5 (4)

Merupakan suatu kondisi terbentuknya batu di ginjal. Batu tersebut terbentuk oleh karena tingginya kandungan mineral dan garam di urin. Batu ginjal bermula dari batu kecil dan dapat membesar seiring berjalannya waktu dengan faktor resiko yang ada. Batu ginjal dapat menetap di ginjal, tetapi dapat turun melalui ureter hingga ke kandung kemih dan dapat ikut keluar bersama urin melalui uretra. Tetapi beberapa kondisi yang menyebabkan gejala pada pasien adalah pada batu yang menyumbat saluran urin dan menghambat aliran urin. Batu yang paling banyak ditemui adalah batu kalsium (80%).

Penyebab Batu Ginjal

Volume urin sedikit –> penanda kurangnya air dalam tubuh adalah urin sedikit serta berwarna keruh dan pekat.

Pola makan –> konsumsi makanan dengan kadar garam tinggi dapat meningkatkan resiko pembentukan batu. Konsumsi tinggi protein hewani juga dapat meningkatkan pembentukan kalsium oksalat dan asam urat sehingga mempermudah pembentukan batu.

Obesitas –> meningkatkan keasaman darah sehingga meningkatkan resiko pembentukan batu.

Gejala

  • Kondisi medis tertentu –> kelainan pada kelenjar paratiroid dapat menyebabkan peningkatan kalsium darah dan urin
  • Nyeri tajam pada daerah punggung belakang dan pinggang samping.
  • Nyeri hilang timbul
  • Perasaan ingin berkemih meningkat
  • Sensasi perih atau tidak nyaman saat berkemih
  • Warna urin menjadi pekat, kadang merah karena adanya kandungan darah

Medikasi

Terapi pada batu ginjal bervariasi tergantung dari jenis batu dan tingkat keparahan dari gejala yang dikeluhkan oleh pasien. Terapi dapat berupa obat-obatan, dan juga terapi pembedahan. Terapi obat-obat ditujukan untuk meredakan nyeri dan merelaksasi otot-otot saluran kemih.

Terapi bedah diindikasikan bila batu gagal dibuang oleh tubuh, batu terlalu besar untuk melewati saluran kencing, batu mempengaruhi kinerja ginjal.

Pencegahan

  • Minum cukup air agar air dalam tubuh tercukupi sehingga meminimalkan terjadinya pembentukan batu
  • Kurangi garam dalam masakan. Mengurangi garam dapat mengurangi kadar dalam kalsium di urin sehingga dapat mengurangi terjadinya pembentukan batu
  • Kurangi mengkonsumsi daging, dengan mengurangi konsumsi daging maka akan mengurangi pembentukan asam oksalat dan cystine sehingga risiko pembentuk batu menurun
  • Mengkonsumsi sejumlah kalsium yang disarankan dokter/ahli gizi

 

Info Pelayanan :
Klinik Bedah Urologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

3 Cara Mengatasi KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) Setelah Vaksinasi COVID-19 No ratings yet.

1. Jangan Panik

Pemberian vaksin (vaksinasi /imunisasi) adalah suatu tindakan dengan dalam upaya  meningkatkan kekebalan atau imunisasi secara pasif. Vaksinasi akan melindungi diri kita, keluarga kita dan masyarakat sekitar kita agar tidak tertular dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi, seperti vaksin Hepatitis untuk penyakit Hepatitis, vaksin Tetanus untuk penyakit Tetanus dan vaksin COVID-19 untuk penyakit COVID-19.

Sebaiknya sebelum melakukan vaksinasi, kita perlu memahami lebih dalam agar dapat meyakinkan diri kita atau keluarga kita yang akan divaksin.

A. Mengetahui manfaat apa yang diberikan oleh vaksin COVID-19.

B. Jenis vaksin dan kandungannya, kelebihan dan kekurangannya seperti vaksin Sinovac,  Astra Zenecca, Moderna, Pfizer, dan lain lain,  bagaimana cara pemberian dan apa saja efek sampingnya.

C. Apa yang harus dipersiapkan, apa yang dianjurkan dan tidak dianjurkan sebelum vaksin?

Perhatikan hal ini sebelum vaksin.

Yang dianjurkan:

  1. Cukupi kebutuhan makan minum yang baik
  2. Istirahat / tidur yang cukup sebelum divaksin
  3. Jika ada komorbid dan lanjut usia, silahkan mendapatkan surat layak vaksin dari dokter yang memeriksa kondisi anda sehari-harinya
  4. Beraktifitas biasa dan patuh pada protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak

Yang tak dianjurkan: 

  1. Pada saat akan vaksin, kondisi tak sehat maka tunda dahulu atau konsultasi dengan dokter
  2. Berkata tidak jujur terhadap penyakit yang diderita sebelumnya dan saat akan divaksin
  3. Tidak patuh terhadap protokol kesehatan
  4. Menerima jenis vaksin yang berbeda dengan dosis awal/pertama

 

2.Lakukan penanganan atau pertolongan dengan benar, jika timbul gejala/keluhan setelah dilakukan vaksinasi

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah setiap gejala medis yang tidak diinginkan yang dapat terjadi setelah vaksinasi/imunisasi yang diduga terkait dengan vaksinasi/imunisasi yang diberikan. Gejala KIPI bisa ringan sampai dengan berat. Umumnya bersifat sementara dan ringan. Kadang hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan yang spesifik.

Bahwa setiap orang, belum tentu dan tidak selalu akan mendapatkan KIPI, bergantung pada kondisi sistem imun dan respon tubuh masing-masing.

Gejala KIPI yang umum berupa terbagi menjadi dua yaitu, reaksi lokal dan reaksi sistemik.

Reaksi lokal, berupa: bengkak, kemerahan dan nyeri otot pada bekas area suntikan

Reaksi sistemik, berupa:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Mengantuk
  • Kelelahan
  • Lapar

Penangananya berupa :

  1. Kompres dengan air dingin pada area bekas suntikan (lokal).
  2. Kompres dengan air hangat, menambah cairan /air putih yang cukup banyak, menggunakan baju yang longgar, istirahat cukup dan jika perlu minum obat penurun panas/ sakit (sistemik).

Sebaiknya sesudah di vaksin, jangan segera pulang. Biasanya dilakukan obervasi selama 15-30 menit, untuk berjaga-jaga jika ada kejadian KIPI berat yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap vaksin (reaksi anaphylatik, jantung berdebar cepat, gatal berat, pucat, pusing, sesak nafas, berkeringat dingin dan timbul shock/pingsan, kejang, penurunan kesadaran dengan cepat,  Hypotonic Hyporesponsive Episode (kehilangan rasa sensorik akut, pucat dan kelemahan otot), dilakukan pertolongan segera oleh dokter jaga untuk menghindari kegawatan berlanjut, dan segera dirujuk ke rumah sakit, jika vaksinasi tidak dilakukan di rumah sakit, dan kasus KIPI berat jarang sekali terjadi.

 

3. Jika bertambah berat atau tidak nyaman dan berlangsung beberapa hari, segera kontak atau periksa dengan dokter atau rumah sakit terdekat.

Catat dengan detail setiap kejadian KIPI yang muncul, di monitor, berikan penanganan sesuai kriterianya dan laporkan segera ke petugas di fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit) atau kontak yang tertera pada kartu vaksinasi atau situs web pelaporan KIPI di https://keamananvaksin.kemkes.go.id.

Sudahkah kamu mendapat vaksinasi Covid-19 secara lengkap (2x suntikan)? Kalau sudah, selamat dan terima kasih, anda telah turut berperan serta membantu negara.

Ceritakan, bahwa anda tetap sehat, tidak ada KIPI yang mengganggu dan ajaklah keluarga dan sahabat-sahabatmu untuk vaksin COVID-19.

Jika belum, Ayo Vaksinasi COVID-19, Vaksin COVID-19 terbukti aman dan melindungi diri kita, keluarga dan masyarakat sekitar kita. Manfaat divaksin jauh lebih besar dibanding resiko sakit karena tidak divaksin. Vaksinlah di tempat anda berada, saat vaksinnya telah tersedia.

Kami selalu mengingatkan, walaupun vaksin meningkatkan sistem imun/ kekebalan, tapi vaksin COVID-19 tidak menjamin 100% terhadap virus. Maka setelah vaksinasi kita masih harus patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari penyakit virus COVID-19: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak., menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan meningkatkan imunitas.

 

Referensi :

https://in.vaccine-safety-training.org/vaccine-reactions.html

https://covid19.go.id/edukasi/kipi/apa-itu-kipi-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi

https://keamananvaksin.kemkes.go.id/index.php/public/home

 

 

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Tandean Arif Wibowo, MPH
(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

IGD RS Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta
Telepon : 0274 – 552118

Mohon dapat memberikan rating

Petunjuk Gizi Usia Lanjut untuk Demensia No ratings yet.

Demensia merupakan satu kumpulan gejala terjadi gangguan fungsi kognitif seperti gangguan daya ingat, kecerdasan dan nilai moral. Usia lanjut adalah faktor resiko pertama terjadinya demensia, lansia berusia diatas 60 tahun beresiko 5% dan meningkat menjadi 20% diatas 80 tahun.

Penderita demensia beresiko tinggi mengalami malnutrisi dan dehidrasi. Pada awal dimensia lansia memiliki masalah pada penyediaan makanan, mungkin lupa apakah mereka sudah makan. Kebiasaan makan mungkin berubah dan berakibat berkurangnya variasi makanan sehingga asupan gizi tidak seimbang. Penderita demensia mungkin mengalami peningkatan napsu makan, makan cepat dan berulang kali meminta makanan.

Ketika penyakit semakin berat pasien mungkin kehilangan kemampuan untuk mandiri, kesulitan makan dan minum, penurunan rasa haus dan kemampuan untuk mengunyah.

Apakah Tujuan Diet pada Usia Lanjut?

  1. Memberi makanan sesuai kebutuhan tubuh yaitu dalam jumlah tidak kurang/berlebihan
  2. Menjaga dan mencapai berat badan normal sehingga dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari dengan baik
  3. Mencegah terjadinya malnutrisi geriatrik dan timbulnya beberapa penyakit yang tidak dapat dihindari
  4. Memperpanjang usia dengan menigkatkan kualitas hidup yang baik

Apakah Prinsip Diet Demensia?

  1. Kebutuhan energi pada lansia 25-30 kkal/kg BB/hari.Kebutuhan akan meningkat 30-35 kkal/kg BB/hari jika dengan kondisi luka bakar, kanker, ulkus dekubitus dan infeksi sejenisnya
  2. Kebutuhan protein pada lansia lebih tinggi dari dewasa muda yaitu 1,0 -1,2 gr. Untuk lansia dengan malnutrisi, protein dianjurkan 1,2 – 1,5 g/kg BB/hari
  3. Karbohidrat sebesar 45-65 % dari total kalori
  4. Lemak sebesar 20-35% dari total kalori
  5. Kebutuhan cairan harus diperhatikan 25 -30 ml/kg/hari
  6. Vitamin dan mineral sesuai dengan angka kecukupan gizi
  7. Konsistensi makanan disesuaikan dengan kemampuan pasien

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Malnutrisi?

  1. Saat makan harus santai dan tidak tergesa-gesa
  2. Jika pasien gelisah atau tertekan jangan paksa mereka untuk makan atau minum. Tunggu sampai pasien tenang untuk menghindari pasien tersedak
  3. Pastikan pasien nyaman dan duduk tegak saat makan bila terbaring di tempat tidur, dudukan pasien antara 30-45°
  4. Hati-hati memberikan makanan atau minuman yang panas karena penderita demensia kehilangan kemampuan menilai suhu
  5. Jika sulit menggunakan alat makan tawarkanlah makanan yang bisa di pegang oleh tangan
  6. Jika kesulitan menelan berikanlah makanan dengan konsistensi yang dapat mereka toleransi
  7. Pasien dimensia stadium akhir memerlukan pemasangan selang makan untuk mempetahankan berat badan

Bagaimana Cara Memasak yang Terbaik?

  1. Cara memasak yang terbaik adalah menumis, memanggang, membakar, mengungkep, merebus, mengukus
  2. Hindarkan menggoreng dan penggunaan santan kental
  3. Gunakan minyak dengan lemak tidak jenuh seperti: minyak jagung, kedele, biji matahari, zaitun, dll

 

CONTUH MENU SEHARI:

PAGI:

  • Nasi
  • Semur telur
  • Tahu bumbu bali
  • Oseng-oseng buncis
  • Teh manis

PUKUL 10.00:  Pepaya

SIANG:

  • Nasi
  • Pepes fillet ikan
  • Tempe bacem
  • Lalapan timun
  • Sayur asem
  • Semangka

PUKUL 16.00:  Pisang rebus

MALAM:

  • Nasi
  • Rolade ayam kukus
  • Ca tahu
  • Tumis bayam, wortel
  • Jeruk

JAM 21.00:   Susu skim hangat

 

Info Pelayanan :
Klinik Gizi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Mohon dapat memberikan rating

Petunjuk Diet Pada Pasien Infeksi Virus Corona No ratings yet.

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernafasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Virus ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Pasien dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: demam (suhu tubuh di atas 38°C), batuk kering, sesak napas.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko malnutrisi pasien COVID-19

1. Peningkatan konsumsi energi karena: demam, peningkatan kerja otot pernapasan, ventilasi mekanis (pasien dengan gejala berat)
2. Gangguan metabolisme: utilisasi glukosa yang terganggu, meningkatkan katabolisme protein & lemak, keseimbangan nitrogen negatif dalam tubuh
3. Penurunan asupan dan malabsorpsi nutrisi karena nafsu makan, dispneu, ventilasi mekanis (pasien gejala berat), gangguan kesadaran (pasien gejala berat)
4. Diare, mual, muntah: karena Corona virus dapat menyerang saluran pencernaan, efek terapi atau intoleransi nutrisi enteral
5. Penurunan suplai energi dari oksidatif glukosa mengakibatkan peningkatan glikolisis, glukoneogenesis, resistensi insulin, dan kenaikan gula darah

Apakah tujuan pengaturan diet pada pasien infeksi virus corona?

1. Memberikan makanan lebih banyak dari keadaan biasa untuk memenuhi kebutuhan kalori dan protein yang meningkat
2. Mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh
3. Mencegah terjadinya malnutrisi dan komplikasi lebih lanjut

Apakah sajakah syarat pengaturan makan pada pasien COVID-19?

1. Tinggi kalori, karena ada infeksi
2. Tinggi protein, terutama protein biologi tinggi (50% dari protein hewani) dan BCAA (Brain Chain Amino Acid/ asam amino rantang cabang), untuk mencegah pemecahan protein otot
3. Tinggi vitamin terutama vit A, C, E, B6 untuk meningkatkan sistem imun. Vit B1, asam folat, Vit B12 membantu dalam pembentukan protein
4. Tinggi mineral, terutama zinc dan selenium sebagai antioksidan
5. Lemak cukup terutama lemak esensial: omega 3 dan 9 dapat menurunkan risiko infeksi dan meningkatkan fungsi imun dan liver
6. Mudah dicerna
7. Diberikan secara bertahap bila penyakit dalam keadaan berat
8. Pemberian makanan diperhatikan juga dengan penyakit penyerta
9. Makanan yang dapat mengurangi nafsu makan tidak diberikan dekat waktu makan

Bahan makanan yang diberikan

1. Semua makanan sumber zat tenaga, misal: nasi, mie, bihun, ubi ungu, singkong, jagung, makaroni, talas, sagu, tepung-tepungan
2. Makanan sumber zat pembangun

  • Protein Hewani: telur (protein lengkap), susu dan hasil olahannya: keju, daging sapi, daging ayam, hati, ikan, udang, dsb
  • Protein nabati sumber protein BCAA ada di: kacang- kacangan kering: kacang hijau, kacang kedelai dan hasi olahannya seperti tempe dan tahu

3. Makanan sumber lemak: minyak ikan (omega 3), omega 9 (minyak zaitun, kanola), omega 6 (minyak jagung, kedelai, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah), MCT (VCO, minyak kelapa)
4. Makanan sumber zat pengatur
Sayur: terutama sayuran yang berwarna oranye seperti wortel, labu kuning, sayuran yang berwarna hijau seperti brokoli, bayam, buncis, kacang panjang, sawi hijau, daun kangkung, dll
Buah-buahan terutama kaya vitamin C dan A: jambu biji (tanpa bijinya), jeruk, pepaya, stroberry, tomat, buah naga, apel, alpukat, pisang, dll
5. Minuman
Semua macam minuman, seperti: teh, sirup, jus buah, kecuali yang mengandung alkohol
6. Bumbu: semua macam bumbu seperti: garam, gula, kecap, kunyit, kunci, kencur, salam, sereh, laos, terasi, seledri, kayu manis, cengkeh, bawang putih, bawang merah, dll
7. Bahan makanan dianjurkan dimasak dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, minim digoreng

Bahan makanan yang tidak dianjurkan

1. Makanan yang terlalu manis dan gurih yang dapat mengurangi nafsu makan, seperti: gula-gula/permen, dodol, wajik, cake, tarcis, dsb
2. Bahan makanan yang sulit dicerna dan menimbulkan gas seperti sayuran mentah, kol, lobak, sawi putih, nangka, durian
3. Minuman yang mengandung alkohol: bir, wiski dan minuman yang mengandung gas seperti air soda, limun, coca-cola, orange crush
4. Kopi yang berlebihan dan rokok
5. Makanan yang diawetkan dengan menggunakan pengawet kimia seperti buah dan sayuran dalam kaleng

Hal-hal yang perlu diperhatikan

1. Berperilaku hidup sehat: cuci tangan dengan sabun, gunakan masker, dan istirahat yang cukup
2. Mempertahankan berat badan dalam batas normal
3. Berolahraga secara teratur
4. Mendapatkan oksigen yang cukup dengan udara yang bersih
5. Minum air bersih yang bebas dari klorin dan zat berbahaya lainnya
6. Menghindari stress patologis (emosi, perilaku, fisik)
7. Konsumsi suplemen multivitamin sesuai anjuran dokter
8. Istirahat yang cukup dan teratur

 

Info Pelayanan :
Klinik Gizi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

TIPS: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) No ratings yet.

Melakukan kontak kulit Ibu dengan kulit bayi segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam. Peraturan Pemerintah RI No. 33 tahun 2021 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif BAB III Bagian Kedua Inisiasi Menyusu Dini Pasal 9. IMD dilakukan pada bayi bugar di kamar bersalin dan di kamar operasi jika lahir sesar.

Lalu apa saja Keuntungan melakukan IMD?

Untuk Ibu:

  • Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin
  • Meningkatkan keberhasilan produksi ASI
  • Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi

Untuk Bayi:

  • Mengurangi 22% kematian bayi berusia 28 hari ke bawah
  • Meningkatkan keberhasilan menyusu secara eksklusif
  • Meningkatkan lamanya bayi menyusui
  • Merangsang produksi susu
  • Memperkuat reflek menghisap bayi

Apa saja manfaat IMD?

  • Menurunkan risiko kedinginan (hypothermia)
  • Membuat pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil
  • Bayi akan memiliki kemampuan melawan bakteri
  • Bayi mendapat kolostrum dengan konsentrasi protein dan immunoglobulin paling tinggi
  • Mendukung keberhasilan ASI eksklusif
  • Membantu pengeluaran plasenta dan mencegah perdarahan
  • Ibu dan ayah akan sangat bahagia bertemu dengan bayinya pertama kali di dada ibunya

Bagaimana langkah melakukan IMD?

  1. Segera setelah bayi lahir, tali pusat dipotong, bayi dikeringan
  2. Lakukan penilaian kebugaran bayi
  3. Meleteakkan Bayi tengkurap di dada diantara kedua payudara ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu
  4. Kedua tangan ibu memeluk bayi
  5. Selimutkan ibu dan bayi dengan kain basah dan kering
  6. Lama kontak minimal satu jam

Selamat mengASIhi bagi seluruh ibu Sahabat Sehat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Info Pelayanan :
Klinik Laktasi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating