Beri & Jaga Kesehatan Ibu Agar Selalu Sehat & Sukacita Menemani Kita Selalu No ratings yet.

(Terima kasih, ibu /mama /bunda…..  Selamat Hari Ibu, 22 Desember)

Selain menyapa dan memberi ucapan selamat,  berkunjung serta memberikan pelukan hangat kepada ibu, mungkin juga membawa  sekuntum bunga atau makanan kecil yang  bisa dimakan bersama keluarga, pasti akan memberikan kesan sendiri setiap tanggal 22 Desember yang selalu diperingati sebagai hari Ibu. Terima kasih yang tak terhingga, bangga serta terharu atas pengorbanan ibu kita, dari perjuangan mengandung, melahirkan, mendidik dan membesarkan kita sampai hari ini.

Mungkin bagi setiap orang, hari Ibu dimaknai bisa berbeda-beda. Bisa memandang dari sejarah, dari sosok seorang wanitanya, dari ketokohan seorang wanita dan masih banyak lagi. Hari ini, 22 Desember kita memandang sebagai tanda cinta kasih perjuangan seorang ibu terhadap putra putri tercintanya.

Selain sapaan, senyuman, sentuhan dan kebersamaan, pernahkah dan terpikirkankah untuk memberi kado ibu kita tercinta dengan kado Medical Check Up, kado untuk mengetahui kondisi kesehatannya agar selalu tetap sehat dan prima mendampingi kita, putra-putrinya dan juga cucu atau cicitnya. Dengan pemeriksaan Medical Check Up berkala maka akan terpantau kesehatan ibu terakhir, potensi resiko sakitnya, pengobatan awal sakitnya sehingga ibu tercinta terhindar dari resiko sakit berat. Dengan kondisi kesehatan yang prima  akan sangat mempengaruhi kualitas hidup ibu tercinta, untuk selalu bersama-sama berbagi kebahagiaan dan suka cita.

Medical Check Up yang dibutuhkan untuk ibu kita, adalah:

  1. Pemeriksaan fisik secara umum dari ujung kepala hingga ujung kaki
  2. Pemeriksaan fisik khusus untuk organ kewanitaan : payudara, kandungan dan alat kelamin
  3. Pemeriksaan laboratorium : darah, urin, faeces juga papsmear
  4. Pemeriksaan radiologis: foto Rontgen, USG, CTscan atau MRI
  5. Pemeriksaan khusus : rekam jantung, EKG, Treadmill, Endoskopi, Spirometri, dll
  6. Pemeriksaan kebutuhan gizi atau nutrisi
  7. Pemeriksaan kebutuhan mental atau psikis
  8. Pemeriksaan kesehatan lanjut usia

Dengan semakin terjaga kesehatan ibu kita, maka kualitas hidup ibu akan semakin baik, bahagia dan penuh sukacita, yang pada akhirnya akan menularkan kepada orang-orang di sekelilingnya.

Terima kasih, ibu.

Hanya ini ibu persembahanku, sehat dan sukacita selalu bersama doa putra-putrimu

 

Yuk, Segera lakukan pendaftaran dan kunjungi Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Melayani setiap Senin – Sabtu pukul 07.30-13.00 WIB. Hari Minggu & Tgl Merah Tutup. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0274-514014, 514845 ext 1125

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Tips Cegah Penularan Covid-19 Saat Liburan Natal & Tahun Baru No ratings yet.

Liburan Natal dan Tahun Baru sudah dekat, tinggal menghitung hari. Keinginan untuk berkunjung ke saudara jauh begitu menggebu, keinginan untuk melepas penat bersama keluarga di lokasi-lokasi wisata dan kuliner begiitu di dambakan. Pemerintah membatalkan dan melonggarkan Nataru ini dari PPKM level 3 menjadi terbatas di tempat-tempat tertentu.

Namun tetap diingatkan untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap penularan Covid-19, kemungkinan resiko bertemu dengan orang banyak (saudara- sahabat) yang belum tahu status imunitasnya dan resiko dengan varian baru Covid-19 yaitu Omicron.

Berikut ini tips menjaga kesehatan tubuh dalam liburan Nataru

  1. Tubuh harus tetap sehat, jaga stamina tubuh dengan makan-minum sehat, gizi seimbang, bawalah ekstra vitamin B, C dan D. Jika merasa badan tidak fit atau sakit flu, panas, batuk-pilek, maka tundalah untuk bepergian, akan beresiko menularkan dan mudah ditulari penyakit
  2. Sebaiknya sudah divaksinasi lengkap vaksin 1 dan 2, minimal 1 kali vaksinasi. Jika belum vaksin sama sekali disarankan sebaiknya di rumah saja, kecuali anak-anak diah 12 tahun. Bawalah kartu vaksin atau fotocopy sertifikat atau masukkan program PeduliLindungi diri dalam smartphone anda
  3. Patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan dan aturan level PPKM yang berlaku
  4. WAJIB Menggunakan masker di manapun berada, membuka hanya saat ingin makan dan minum
  5. Hindari kontak tubuh (bersalaman, dll) atau memegang alat yang dipakai bersama-sama (gagang pintu, lift, pembayaran dengan uang tunai dll). Segeralah Mencuci tangan dengan air sabun mengalir atau handsanitizer
  6. Menjauhi kerumunan, tetap Menjaga jarak 1-2 meter satu dengan yang lain
  7. Menghindari tempat yang tertutup, tidak berventilasi baik, dalam jangka waktu yang lama > 30 menit
  8. Menghindari makan bersama, jika terpaksa makan di meja yang sama sebaiknya yang makan (membuka mulut tanpa masker) bergantian yang lain tetap memakai masker
  9. Segera Mandi dan mengganti pakaian selesai kegiatan dari luar rumah dan bertemu dengan orang lain
  10. Persiapkan tas P3K dan obat-obat darurat yang diperlukan, catat dan kenali tempat pelayanan kesehatan yang terdekat saat anda akan berlibur, jika sewaktu-waktu membutuhkan
  11. Sebaiknya mempunyai nomer kontak Rumah Sakit atau dokter yang menjadi dokter keluarga anda, untuk siap melakukan telemedicine memberikan konsultasi dan arahan jika dibutuhkan
  12. Sekiranya TAK bisa berpergian, atau tetap di rumah. Kebahagiaan dan sukacita Nataru tetap bisa dirasakan bersama saudara atau sahabat-sahabat di tempat yang jauh. Caranya dengan memakai Video Call, WA Group, ZOOM, Google meet atau sejenisnya. Kontak, kabari dan ajak bersama-sama untuk saling bercerita berbagi suka cita. Masih ada waktu esok, liburan untuk berjumpa lagi apalagi bahwa Covid-19 sudah benar-benar hilang

 

“ Pergi dengan sehat, Pulang tetap sehat dan lebih suka cita dan bahagia bersama keluarga atau sahabat-sahabat yang dicintai”.   Selamat Natal dan Tahun Baru

 

 

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tips Cegah Sakit Akibat Bahaya Abu Vulkanologi No ratings yet.

Erupsi gunung berapi akan menimbulkan letupan awan panas (guguran material, batu, kerikil,pasir, abu dan gas aerosol berupa karbon dioksida, sulfat (sulfur dioksida), asam hidroklorik dan hidroflourat dan uap panas), hujan abu dan juga banjir lahar jika disertai hujan lebat.

Abu vulkanologi atau abu akibat erupsi gunung berapi sangat merugikan bagi kesehatan tubuh kita. Dampak kesehatan yang diberikan bisa akut ( efek segera) atau khronis (efek jangka lama), tergantung dari ukuran partikel  yang masuk, sifat fiska-kimia dari partakel tersebut, berapa lama terpapar dan mengenai daerah mana dan pertolongan pertamanya. Yang bisa mengiritasi kulit , mata, hidung, dan masuk ke paru-paru pernafasan.

Berikut ini Tips yang dapat digunakan untuk mencegah  atau mengurangi masuknya paparan abu vulaknologi ke tubuh kita

  1. Gunakan pelindung kepala seperti topi atau kenakan kaos pakaian atau sarung yang dipakai sedemikian rupa untuk menutupi kepala, telinga dan leher juga wajah
  2. Gunakan kacamata google untuk melindungi mata dari iritasi. dan jika mata gatal kena abu, janganlah di gosok matanya, tapi bilaslah mata dengan air mengalir
  3. Gunakan masker respirator partikulat seperti N 95, jika tidak ada gunakan masker bedah atau masker kain dobel dengan dilapisan tengah bisa diberi sedikit tissue basah untuk mencegah abu yang masuk. Segera ganti masker jika tidak nyaman
  4. Gunakan kemeja panjang atau celana panjang agar kulit tubuh tidak teriritasi
  5. Gunakan sepatu untuk melindungi kaki dari debu, genangan lahar dingin atau bekas lava panas yang mengering

Buatlah area dekontaminasi dengan shower air mengalir, agar abu vulkanologi bisa dikurangi kontaminasinya.

Beri karpet basah untuk masuk ke dalam rumah.

Tutup lobang angin dan jendela atau pintu yang sekiranya abu bisa masuk.

Tetap di rumah, sambil mendengarkan informasi dari berita resmi BNPB atau BPBD atau aparat pemerintah setempat tentang situasi bencana yang terjadi dan kemungkinan beresiko bencana erupsi berulang.

Jika tetap tidak memungkinkan, bencana menjadi semakin parah, maka lakukan evakuasi /mengungsi ke tempat yang lebih jauh dan aman dari bencana dan abu vulkanologi

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Manajemen Bencana STIKes Panti Rapih)

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Mohon dapat memberikan rating

Apa Itu Senam Lansia? 4.5/5 (2)

Senam lansia adalah serangkaian gerak yang teratur, terarah serta terencana, dilakukan dengan maksud meningkatkan kemampuan fungsional tubuh.

Apa Manfaat Senam Lansia?

  1. Terpeliharanya kesehatan jantung dan sistem pernafasannya
  2. Terpeliharanya otot, daya tahan dan kelenturannya tubuh
  3. Pengaturan metabolisme serta kenaikan berat badannya dapat terkendali
  4. Tekanan darah stabil
  5. Mencegah terjadinya kehilangan massa tulang
  6. Turunnya kadar lemak dalam darah, dapat mengurangi timbulnya serangan penyakit jantung
  7. Memperbaiki kesehatan jiwanya, serta dapat memperbaiki kepercayaan diri

Prinsip Olahraga pada Lansia

Komponen kesegaran jasmani yang dilatih adalah ketahanan kardio pulmonal, kelenturan (fleksibilitas), kekuatan otot

  1. Selalu mempertahankan keselamatan
  2. Latihan teratur dan tidak terlalu berat
  3. Hindari kompetisi-kompetisi
  4. Tidak dianjurkan apabila tekanan darah lebih dari 180 mmhg, dan berpenyakit berat

Jenis Senam yang Dapat Diterapkan

  1. Senam kebugaran lansia
  2. Senam hipertensi
  3. Senam diabetes melitus
  4. Olahraga rekreatif atau jalan santai

Gerakan Senam Lansia

Latihan Kepala dan Leher
– Putar kepala ke kiri dan kanan sambil melihat bahu
– Miringkan kepala ke bahu kiri dan ke kanan

Latihan Bahu dan Lengan
– Angkat kedua bahu ke atas mendekati telinga, kemudian turunkan kembali perlahan-lahan
– Tepukkan kedua telapak tangan dan regangkan lengan ke depan setinggi bahu

Latihan Tangan
– Balikkan telapak tangan. Tarik ibu jari sampai menyentuh jari kelingking, kemudian tarik kembali. Lanjutkan dengan menyentuh tiaptiap jari
– Kepalkan tangan sekuatnya kemudian regangkan jari-jari selurus mungkin

Latihan Punggung
– Dengan tangan di samping, bengkokkan badan ke satu sisi kemudian ke sisi yang lain
– Letakkan tangan di pinggang dan tahan kedua kaki, putar tubuh dengan melihat bahu ke kiri lalu ke kanan

Latihan Pernafasan
Duduk dengan punggung bersandar pada bahu rileks. Letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk bawah. Tarik nafas dalam-dalam secara perlahan, jangan mengangkat bahu, maka dada akan merasa mengembang. Kemudian keluarkan nafas perlahan-lahan. Lakukan berulang-ulang sampai minimal 10 kali

Latihan Relaksasi
– Kepalkan kedua telapak tangan, kencangkan otot-otot lengan selama 10 hitungan, kemudian bukalah genggaman tangan dalam 30 hitungan
– Tariklah nafas secara perlahan-lahan dan sedalam mungkin, pertahankan selama 10 hitungan kemudian keluarkan udara seperlahan mungkin

Link terkait: https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-geriatri/

Info Pelayanan :
Klinik Golden Care Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Lukas
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 292
Whatsapp Homecare & Golden Care: 0811-2869-710

Mohon dapat memberikan rating

Perawatan Kulit di Usia Lanjut No ratings yet.

Kesehatan kulit menjadi hal yang penting. Bahkan saat ini, yang memperhatikan kesehatan kulit tidak hanya usia muda tetapi usia lanjut juga bisa. Kulit yang bersih, terawat dan sehat membuat kita bisa tampil lebih percaya diri. Yuk kita kenali karakteristik kulit pada usia lanjut dan cara pencegahannya agar kulit tetap bersih dan sehat.

Karakteristik Kulit pada Usia Lanjut

  1. Kulit lebih kering
  2. Kulit lebih tipis
  3. Kulit sering gatal
  4. Timbul flek hitam dan kerutan
  5. Mudah iritasi dan terinfeksi
  6. Lebih jarang berkeringat
  7. Mudah lebam
  8. Luka yang lama sembuh

Lalu bagaimana cara pencegahannya?

Cara pencegahannya sebagai berikut:

  1. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari. Gunakan tabir surya broad spectrum, water ressistant dengan SPF 30 atau lebih. Gunakan topi dan pakaian yang menutupi kulit bila berada di luar rumah
  2. Lakukan Sakuri (Periksa Kulit Sendiri) untuk mengecek adakah tanda-tanda yang mencurigakan ke arah keganasan kulit
  3. Batasi Waktu Mandi 10 Menit. Mandi dengan air dingin atau suam-suam kuku. Ganti penggunaan sabun batang dengan sabun cair yang lembut dan bebas pewangi
  4. Segera Gunakan Pelembab. Gunakan pelembab khusus kulit kering yang bebas pewangi dalam waktu 3 menit setelah mandi dan sepanjang hari
  5. Gunakan Humidifier Bila Udara Kering. Humidifier atau pelembab udara dapat digunakan bila udara sekitar terasa kering
  6. Gunakan Sarung Tangan saat mengerjakan pekerjaan rumah atau berkebun
  7. Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Bila ada keluhan kulit pada lansia yang tidak bisa teratasi dengan perawatan skin care sehari-hari

Link terkait: https://pantirapih.or.id/klinikestetika/

Info Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 5 Gedung Onder de Bogen
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Mohon dapat memberikan rating

Hari AIDS Sedunia No ratings yet.

Pada Hari AIDS Sedunia Rabu, 1 Desember 2021, WHO menyerukan para pemimpin dan warga global untuk bersatu, menghadapi ketidaksetaraan yang mendorong AIDS dan untuk menjangkau semua orang yang saat ini tidak menerima layanan HIV. Apa yang menarik?

Tema peringatan tahun 2021 adalah : Akhiri ketidaksetaraan. Akhiri AIDS. Akhiri pandemi (End inequalities. End AIDS. End Pandemics). Kita semua dihimbau untuk mengenakan kaos merah dan menyalakan lilin dalam memperingati Hari AIDS Sedunia yang sangat istimewa ini, bersama WHO dan UNAIDS.

Pada tahun 2020 yang lalu, diperkirakan terdapat 37.700.000 orang yang hidup dengan HIV, 680.000 orang meninggal karena penyebab terkait HIV, dan 1.500.000 orang terinfeksi baru. Selain itu, baru sekitar 73% orang yang hidup dengan HIV menerima terapi antiretroviral (ART) seumur hidup, sehingga HIV mungkin saja akan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama, yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Meskipun dunia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, tetapi target global yang penting untuk tahun 2020 ternyata tidak terpenuhi. Perpecahan, disparitas dan pengabaian hak asasi manusia adalah beberapa kegagalan yang memungkinkan HIV tetap menjadi krisis kesehatan global. Sekarang, ditambah pandemi COVID-19 semakin memperburuk ketidakadilan dan gangguan terhadap layanan, membuat kehidupan banyak orang yang hidup dengan HIV lebih menantang.

Tanpa tindakan tegas terhadap ketidaksetaraan, dunia berisiko kehilangan target untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030, serta pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, bahkan krisis sosial dan ekonomi yang semakin meningkat. Empat puluh tahun sejak kasus AIDS pertama dilaporkan,  HIV masih mengancam dunia. Saat ini, dunia berada di luar jalur untuk mewujudkan komitmen bersama untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030, bukan karena kurangnya pengetahuan atau alat untuk mengalahkan AIDS, tetapi karena ketidaksetaraan struktural yang menghalangi penerapan solusi, yang telah terbukti untuk pencegahan dan pengobatan HIV.

Ketimpangan ekonomi, sosial, budaya dan hukum harus diakhiri sebagai hal yang mendesak, jika kita ingin mengakhiri AIDS pada tahun 2030. Meskipun ada persepsi bahwa masa krisis bukanlah waktu yang tepat untuk memprioritaskan penanganan ketidakadilan sosial yang mendasarinya, jelas bahwa tanpa hal itu krisis tidak dapat diatasi.

Mengatasi ketidaksetaraan adalah janji global yang sudah berlangsung lama, yang urgensinya semakin meningkat. Pada tahun 2015, semua kepala negara telah berjanji untuk mengurangi ketidaksetaraan di dalam dan antar negara, sebagai bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Strategi AIDS Global 2021–2026: Akhiri Ketimpangan, Akhiri AIDS dan Deklarasi Politik tentang AIDS yang diadopsi pada Pertemuan Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2021 tentang AIDS, pada intinya telah sepakat untuk mengakhiri ketidaksetaraan ini.

Selain menjadi pusat bagi program untuk mengakhiri AIDS, mengatasi ketidaksetaraan akan memajukan hak asasi manusia, khususnya dari populasi kunci dan orang yang hidup dengan HIV, membuat masyarakat lebih siap untuk mengalahkan COVID-19 dan pandemi lainnya serta mendukung pemulihan dan stabilitas ekonomi. Memenuhi janji untuk mengatasi ketidaksetaraan akan menyelamatkan jutaan nyawa dan akan bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Mengakhiri ketidaksetaraan membutuhkan perubahan transformatif. Kebijakan politik, ekonomi dan sosial perlu melindungi hak setiap orang dan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang kurang beruntung dan terpinggirkan. Kebijakan untuk mengatasi ketidaksetaraan hanya dapat diterapkan, oleh pemimpin yang berani membuat keputusan.

Setiap jenjang pemerintahan, dari daerah sampai pusat, sekarang harus bergerak dari komitmen ke arah tindakan nyata. Pemerintah harus mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi yang inklusif. Negara harus menghilangkan undang-undang, kebijakan, dan praktik yang diskriminatif untuk memastikan kesempatan yang sama bagi setiap warganya, dan mengurangi ketidaksetaraan. Sudah saatnya setiap pemerintah menepati janji, harus bertindak sekarang, dan bertanggung jawab penuh dalam mengakhiri ketidaksetaraan. Jika langkah-langkah transformatif yang diperlukan untuk AIDS tidak diambil, maka dunia juga akan tetap terjebak dalam krisis karena pandemi COVID-19, dan tidak siap menghadapi pandemi yang akan datang.

Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi ketidaksetaraan meliputi infrastruktur kesehatan berbasis dan berpusat pada masyarakat, akses yang adil terhadap obat, vaksin, dan teknologi kesehatan. Juga penghormatan atas Hak Asasi Manusia, untuk membangun kepercayaan public dalam mengatasi pandemi, mengangkat tenaga kesehatan yang diperlukan disertai sumber daya dan alat yang mereka butuhkan. Terakhir, menyusun sistem data yang berpusat pada individu yang menyoroti ketidaksetaraan yang masih terjadi.

Momentum Hari AIDS Sedunia Rabu, 1 Desember 2021 juga mengingatkan tentang slogan kampanye global ‘Stop AIDS. Keep the Promise’. Slogan yang digunakan sepanjang tahun itu untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah atas komitmennya terkait HIV dan AIDS, khususnya untuk mengakhiri ketidaksetaraan, AIDS, dan pandemi.

Bagaimana sikap kita?

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Sumber: https://dokterwikan.com/

Info Pelayanan :
Klinik Carlo Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Onder de Bogen
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, pk 16.00 – 19.00 WIB
Jumat, pk 15.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

Penggunaan Antibiotik pada Ibu Hamil dan Pentingnya Pencegahan Resistensi Antimikroba No ratings yet.


Proses penyembuhan suatu penyakit erat kaitannya dengan obat, dan tidak dipungkiri antimikroba menjadi salah satu pilihan obat yang digunakan masyarakat secara luas, karena dipercaya selalu memberikan efek kesembuhan. Salah satu kelompok masyarakat tersebut adalah ibu hamil. Perlu kita ketahui bahwa ibu hamil mengalami perubahan fisiologis dalam tubuhnya, perubahan ini menyebabkan peningkatan laju filtrasi glomerulus, volume total tubuh, dan curah jantung. Sistem kekebalan tubuh juga mengalami perubahan, sehingga lebih mudah terjangkit penyakit. Beberapa penyakit yang sering muncul pada masa kehamilan antara lain anemia, infeksi saluran kemih, hipertensi, diabetes melitus gestasional, infeksi saluran pernapasan, dan bahkan infeksi serius lainnya yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin dalam kandungannya.

Selama kehamilan, janin mendapatkan oksigen dan nutrisi melalui organ yang disebut plasenta. Di situasi tertentu, plasenta dapat membantu melindungi janin dari infeksi ketika berada di dalam rahim. Jika ibu hamil terserang infeksi, plasenta akanmembantu melindungi janin dari infeksi tersebut. Salah satu contoh kondisi pada ibu hamil yang tidak memerlukan penggunaan antimikroba adalah ketika ibu hamil mengalami flu biasa atau kondisi ringan lainnya. Ibu hamil dapat melakukan perawatan diri seperti: mandi dengan air hangat, menggunakan uap air panas pada hidung yang tersumbat ketika flu, penggunaan semprotan hidung dan berkumur dengan larutan yang mengandung garam non yodium (WebMD, 2021). Selain itu diperlukan tindakan untuk mencegah terjadinya infeksi dengan mencuci tangan secara teratur, menyiapkan makanan secara higienis, dan menghindari kontak dekat dengan orang sakit (WHO, 2020).

Namun ada kalanya ibu hamil juga membutuhkan terapi atau pengobatan karena jika infeksi tidak diobati dapat menyebabkan persalinan dini, kematian bayi baru lahir, atau masalah pada organ bayi. Salah satu terapi yang digunakan adalah pemberian antimikroba. Antimikroba adalah obat yang digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi (WHO,2020).. Akan tetapi tidak semua antimikroba aman untuk ibu hamil dan janinnya, karena beberapa antimikroba dapat melewati sawar darah plasenta dan mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan (WebMD, 2021). Maka ketika ibu hamil mengonsumsi antimikroba, harus diperhitungkan rasio resiko manfaat bagi kesehatan ibu dan janin dikandungannya dengan cara penyesuaian dosis dan monitoring serta pengkajian yang tepat (Brandon, 2015).

Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika pemberian antimikroba pada ibu hamil, antara lain: menghindari penggunaan antimikroba pada trimester pertama, pengecekan laboratorium untuk mengonfirmasi jenis infeksi mikroba, pemberian dosis antimikroba sekecil mungkin, pemberian antimikroba dalam waktu singkat dan efektif, serta penggunaan hanya satu jenis antimikroba (WebMD, 2021). Menurut reviewpenggunaan antimikroba pada ibu hamil oleh Brandon (2015), rata-rata 1 dari 4 ibu hamil akan diresepkan antimikroba. Beberapa jenis antimikroba yang aman untuk masa kehamilah antara lain: penisilin, ampisilin, klindamisin, metronidazole (untuk trimester 2 dan 3), dan eritromisin. Sedangkan, beberapa jenis antimikroba yang tidak aman selama masa kehamilan antara lain: tetrasiklin, sulfonamida, fluorokuinolon, streptomisin, kanamisin, dan aminoglikosida (WebMD, 2021).

Beberapa contoh resiko yang ditimbulkan dari penggunaan antimikroba selama masa kehamilan antara lain gangguanperkembangan tulang dan menghitamkan gigi bayi yang sedang berkembang yang disebabkan oleh penggunaan antimikroba golongan tetrasiklin. Tetrasiklin tidak dianjurkan untuk digunakan setelah minggu kelima masa kehamilan. Contoh lainnya yaitu antimikroba golongan sulfonamida dapat menimbulkan gangguan pada jantung, bibir sumbing, dan penyakit kuning. Sulfonamida umumnya dihindari selama trimester pertama kehamilan dan menjelang waktu persalinan (Mayo Clinic, 2021).

Penggunaan antimikroba yang tidak tepat pada ibu hamil dapat membahayakan janin serta berkontribusi pada terjadinya resistensi antimikroba. Hal ini dikarenakan penggunaan antimikroba terkadang dihentikan ketika sudah mulai merasa lebih baik atau sembuh.  Akan tetapi pengobatan sampai selesai diperlukan untuk membunuh mikroba penyebab penyakit.Kegagalan pengobatan antimikroba yang tidak sampai selesai dapat mengakibatkan meningkatnya penyebaran sifat resisten antimikroba khususnya mikroba yang berbahaya, Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan antimikroba sampai habis (WebMD, 2021).

Menurut WHO 2020, resistensi antimikroba merupakan salah satu ancaman terbesar dan mendesak bagi dunia kesehatan saat ini karena dapat berdampak pada peningkatan lama tinggal pasien rawat inap, biaya pengobatan, dan berujung pada peningkatan kematian bagi siapapun pada semua rentang usiadan di mana pun. Resistensi antimikroba terjadi secara alamiah, tetapi penggunaan antimikroba yang salah dapat mempercepat proses resistensi tersebut.

Resistensi mikroba terjadi karena mikroba telah berubah dalam beberapa cara sehingga bakteri tidak dapat dieradikasi oleh antimikroba. Setiap mikroba yang mampu bertahan dari pengobatan antimikroba dapat berkembang biak dan meneruskan sifat resistennya. Sehingga ketika mikroba yang sudah resisten tersebut menginfeksi, infeksi menjadi sulit untuk diobati. Oleh sebab itulah ketepatan penggunaan antimikroba menjadi penting karena mempengaruhi seberapa cepat dan sejauh mana resistensi terjadi (Mayo Clinic, 2021).

Dengan adanya resistensi antimikroba, beberapa obat yang dulunya merupakan lini pertama pengobatan suatu infeksi, sekarang menjadi kurang efektif atau tidak bekerja sama sekali. Sehingga dipilihlah terapi lini kedua bahkan lini ketiga untuk pengobatan. Ketika antimikroba tidak lagi berpengaruh pada jenis mikroba tertentu, mikroba tersebut dikatakan resisten antimikroba (Mayo Clinic, 2020).

Pencegahan resistensi antimikroba merupakan tanggungjawab dari seluruh pihak, sehingga perlu adanya upaya bersama dalam pengendalian antimikroba. Dokter dapat berperan dalam penegakan diagnosa pasien dan peresepan antimikroba. Apoteker dapat berperan dalam skrining peresepan antimikroba, seperti pengecekkan administratif resep, dari kelengkapan identitas dokter dan pasien, pengecekkan dosis antimikroba yang rasional, penyampaian informasi yang jelas dan lengkap kepada pasien terkait cara minum obat, aturan minum obat, edukasi pemakaian antimikroba sampai habis. Selain itu apoteker juga bertanggung jawab dalam pemantauan dan evaluasi pemakaian antimikroba. Di samping itu, apoteker dan dokter dapat berkolaborasi dan bersinergi untuk menentukan pilihan terapi antimikroba yang tepat berdasarkan diagnosa dari dokter. Penegakan peraturan perundang-undangan sepertiPeraturan Menteri Kesehatan RI nomer 2406 tahun 2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik juga perlu diterapkan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Tak lupa, masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam pengendalian antimikroba. Masyarakat harus berperan aktif untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan lengkap terkait antimikroba yang didapatkan. Hal yang terpenting adalah perubahan mindset bahwa tidak semua penyakit akan sembuh hanya dengan antimikroba.

Oleh karena itu marilah kita dukung optimalisasi penggunaan antimikroba dan peningkatan kesadaran serta pemahaman akan dampak resistensi antimikroba. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran resistensi antimikroba antara lain, penggunaanantimikroba yang hanya berdasarkan peresepan dari dokter, tidak menggunakan antimikroba jika memang tidak diperlukan, serta mengikuti saran petugas kesehatan saat menggunakan antimikroba misalnya tepat waktu dan durasi pengobatan. Antimikroba tidak diperbolehkan untuk dibagi kepada orang lain ataupun menggunakan antimikroba sisa dari orang lain. Mari kita berlaku bijak dalam setiap penggunaan antimikroba.

Oleh :

Apt. Cornelia Melinda, S.Farm, Apt. Margaretha Wulan K, S.Farm, Apt. Dias Rosari L, S.Farm

Sumber:

Brandon, et al, 2015, A Review of Antibiotics Use in Pregnancy, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26598097/

WHO, 2020, Antibiotic Resistance, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibioticresistance

WebMD, 2021, Is It Save to Take Antibiotics While Pregnant,https://www.webmd.com/baby/safe-to-take-antibiotics-while-pregnant#1

Mayo Clinic, 2020, Antibiotics: Are You Misusing Them,https://www.mayoclinic.org/healthylifestyle/consumer-health/in-depth/antibiotics/art-20045720?pg=2

Mayo Clinic, 2021, Is It Safe to Take Antibiotic DuringPregnancy, https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/antibiotics-and-pregnancy/faq-20058542.

Peraturan Menteri kesehatan RI Nomor 2406 tahun 2011.

 

Info Pelayanan :
Instalasi Farmasi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Minggu, pk 07.00 – 20.00 WIB

Mohon dapat memberikan rating

Kehujanan Tapi Tidak Sakit? Inilah 3 Tips Yang Harus Dilakukan No ratings yet.

Musim hujan telah tiba, kadang saat pulang kerja, hujan datang, terkadang tak bisa menghindari guyuran hujan dan kita kehujanan sampai di rumah.  Sebagian orang masih percaya bahwa hujan membuat orang sakit. Sesungguhnya bukan hujan atau basah yang membuat kita sakit, tapi kedinginan yang lama (hipotermi) akibat hujan atau basah yang membuat daya tahan tubuh kita drops dan mudah jatuh  sakit. Apalagi tubuh kita tidak fit sebelumnya (punya riwayat makan tak teratur, kurang tidur /istirahat dan kurang gerak /olahraga, terlebih pikiran sedang stress).

Kedinginan dan air hujan yang bercampur dengan debu /kotoran, membuat kita mudah menderita influenza dan infeksi saluran pernafasan atas, sakit pencernaan (diare) dan sakit kulit, belum jika terjadi genangan air sampai dengan banjir, seperti demam berdarah, leptospirosis, kolera, thypoid, dll.

 

Inilah 3 Tips/cara yang harus dilakukan setelah kehujanan:

  1. Segera mandi yang bersih dengan air hangat dari rambut kepala sampai dengan ujung jari tangan dan kaki dan Keringkan tubuh
  2. Kehangatan tubuh tetap dijaga dengan cara sebagai berikut:
  • Memakai pakaian panjang yang hangat, syall leher, topi, jika perlu tambah kaos kaki dan tangan serta memakai selimut jika diperlukan
  • Makan dan minuman yang hangat serta cukup banyak seperti susu, teh, jahe, dll atau makan yang berkuah dengan soup hangat seperti soto, bakso, rawon dll
  • Usahakan streching untuk membuat otot bergerak dan sirkulasi hangat
  • Hindari kipas angin langsung, Air condition atau makan minuman yang dingin seperti es dan air e3. Kalau diperlukan berikan vaksinansi influenza  1 tahun / sekali bagi yang belum vaksin dan pemberian ekstra vitamin C dan D baik tablet atau injeksi

Memang seperti kata pepatah, lebih baik sedia payung (jas hujan) sebelum hujan, merencanakan dan mengantisipasi kejadiaan yang tak terduga agar semakin sehat dan tak mudah sakit.

Apa beda antara kehujanan dan hujan-hujan.

Anak : “Bu, tadi saya kehujanan di jalan”

Ibu    : “Nak, apakah saat mulai hujan, kamu menepi di jalan dan memakai payung atau jas hujan?”

Anak : “Tidak, Bu, tanggung di jalan, hampir sampai di rumah”

Ibu    :  “Kalau begitu itu bukan kehujanan tapi hujan-hujan”

“Cepat mandi, keringkan tubuh, makan minum yang hangat, dan minum vitamin, ya nak “

Anak  : “ Terima kasih, bu”

 

Artikel ini ditulis oleh: dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing di STIKES RS Panti Rapih)

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Rating untuk artikel/halaman ini : No ratings yet.

Mohon dapat memberikan rating

Kesehatan Anak Paska Pandemi COVID-19 No ratings yet.

Selama dua dekade terakhir, epidemiologi kesehatan anak global telah berubah secara signifikan, termasuk dalam kesejahteraan anak. Ketika semua negara berusaha membangun kembali saat pulih dari ganasnya pandemi COVID-19, diperlukan evolusi substansial dalam berbagai program, untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak yang berubah. Apa yang harus berubah?

Pola kematian dan penyakit pada masa anak berubah secara dramatis. Tren menunjukkan bahwa kematian yang dapat dicegah sekarang tertinggi pada periode bayi baru lahir. Namun demikian, sebnarnya pneumonia, diare dan malaria yang diperparah oleh malnutrisi, masih juga terus berdampak besar pada anak balita. Ini terutama terjadi di antara populasi yang paling terpinggirkan di wilayah Afrika sub-Sahara, di mana populasi anak justru diperkirakan akan tumbuh dalam beberapa dekade mendatang.

Di beberapa negara kematian pada remaja (15-19 tahun) justru meningkat karena kecelakaan lalu lintas di jalan raya, kekerasan fisik, dan melukai diri sendiri. Peningkatan jumlah anak dan remaja yang masih bertahan hidup, banyak yang dipengaruhi oleh kejadian cedera, gangguan perkembangan, penyakit tidak menular dan kesehatan mental yang buruk. Kelebihan berat badan dan obesitas di kalangan remaja dengan cepat meningkat, sehingga banyak negara menghadapi beban ganda malnutrisi, baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi.

Tantangan ini cenderung diperparah oleh pergeseran demografis. Peningkatan jumlah anak yang tinggal di pusat kota pada tahun-tahun mendatang, membatasi kesempatan untuk mendapatkan udara bersih dan beraktivitas fisik, sehingga menyebabkan tekanan serius pada berbagai fasilitas layanan kesehatan di daerah, apabila tanpa intervensi khusus. Kesehatan dan kesejahteraan anak dan remaja harus menjadi pusat upaya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030. Dunia perlu mengubah orientasi program untuk mencapai SDG (reframing child and adolescent health for the SDG era).

Negara hanya dapat berkembang dan makmur jika negara berinvestasi untuk anak dan remaja, dan mengoptimalkan dukungan dalam momen penting pembentukan kesehatan anak di masa depan, dengan menggunakan apa yang disebut pendekatan alur kehidupan (lifecourse approach). Dengan pemikiran ini, meningkatkan kesehatan anak tidak boleh lagi hanya dianggap semata-mata sebagai masalah sektor kesehatan. Kebijakan, layanan, dan edukasi harus ditempatkan sebagai bagian dari solusi oleh pemerintah dan masyarakat, untuk mendorong agenda kesehatan anak dan remaja global, regional dan nasional.

Hampir satu tahun setelah COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi, peningkatan luar biasa terlihat pada pembalikan risiko kelangsungan hidup anak dan remaja. Kerangka Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang diadopsi pada tahun 2015, memang telah mencakup pendekatan holistik untuk meningkatkan kesehatan anak dan remaja, tetap masih relevan setelah pandemi COVID-19 berakhir, tetapi perlu penajaman fokus.

Kerangka kerja tersebut dahulu disusun berdasarkan tren tingkat makro, sehingga saat ini membutuhkan perubahan besar dalam paradigma tentang kesehatan anak dan remaja. Hal ini memerlukan peralihan dari fokus (shift in thinking) yang sebelumnya hanya tentang kelangsungan hidup anak di bawah 5 tahun, menjadi keterkaitan kesehatan ibu, bayi baru lahir, anak dan remaja, dengan pemahaman tentang bagaimana alur kehidupan manusia, tidak hanya pada masa dini, tetapi harus berlanjut sepanjang kehidupan anak hingga dewasa.

Perubahan demografi dan beban penyakit telah memaksa setiap negara harus memperkuat sistem kesehatannya, agar lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan anak dan remaja. WHO dan UNICEF telah memulai upaya untuk mengarahkan kembali strategi kesehatan anak, mengalihkan perhatian ke perspektif alur kehidupan (life course perspective), dan menjauh dari fokus eksklusif sebelumnya, yaitu hanya terkait kelangsungan hidup bayi dan anak di bawah 5 tahun.

Prinsip pemrograman ulang (redesign) kesehatan anak, berupa program kesehatan anak dan remaja, serta implementasi kebijakannya yang harus mengikuti pendekatan alur kehidupan (life course perspective), yang didasarkan pada data tentang epidemiologi penyakit terbaru. Pemrograman ulang ini termasuk memastikan layanan kesehatan prakonsepsi yang baik, layanan kesehatan ibu hamil, serta intervensi medis yang berkualitas tinggi untuk anak sampai remaja, yang berusia 0 hingga 19 tahun.

Program baru harus berdasarkan hak dan adil (rights based and equitable), sehingga intervensi dan layanan medis penting harus disediakan untuk semua anak, di mana pun mereka tinggal. Selain itu, program harus mencakup layanan terpadu yang berpusat pada keluarga, anak, dan remaja, dalam bentuk mempromosikan kesehatan, pertumbuhan, dan kesejahteraan. Implementasinya meliputi pembentukan ketahanan atau imunitas, mencegah pajanan terhadap penyakit dan komplikasi selanjutnya, dan meminimalkan kerentanan atau faktor risiko sakit, dengan mempertimbangkan kebutuhan personal anak dan remaja.

Masyarakat dan keluarga harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam perancangan kebijakan pada anak dan remaja, untuk penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas, paska pandemi COVID-19.

Sudahkah Anda terlibat membantu?

Artikel ini ditulis oleh:

DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Sumber: https://dokterwikan.com/\

Info Pelayanan :
Klinik Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

Mohon dapat memberikan rating

3 Tips Agar Anak 6-12 Tahun Siap Vaksin COVID-19 No ratings yet.

Anak usia 6-12 tahun perlu di suntik vaksin COVID-19, di samping memberikan kekebalan terhadap diri anak juga melindungi  penularan pada orang dewasa yang rentan dan orang lanjut usia yang belum atau tidak bisa di vaksin COVID-19. Rencana pemerintah akan mengadakan vaksinasi  untuk anak di awal tahun 2022. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dari pemberian vaksin Covid-19 pada anak. Dan juga masih ada waktu mempersiapkan diri beberapa hari atau bulan ke depan.  Maka diharapkan keluarga atau orang tua mengetahui 3 Tips ini, yaitu:

  1. Menjaga kondisi fisik dan psikis anak agar selalu sehat

Buatlah kebiasaan dan disiplin yang baik,  dengan cara;

  • Anak mendapatkan makan minum yang sehat dan bergizi seimbang
  • Mengatur pola istirahat /tidur dan aktivitas gerak /olah raga yang baik
  • Mengajak rileks dan bergembira bersama keluarga di rumah
  • Mengajar kebersihan diri (mandi, cuci tangan, memotong kuku, rambut) dan kebersihan lingkungan – menjaga tempat tetap bersih (membuang sampah pada tempatnya, menyapu dan membersihkan kamar masing-masing)
  • Memberikan pengetahuan dan pemahaman versi anak, tentang apa itu penyakit COVID-19 bagi anak dan keluarga dan teman teman sekolahnya

 

  1. Mengobati dan mengendalikan sakit, agar cepat sembuh, stabil dan tidak kambuh

Beberapa anak mungkin kurang beruntung, karena sampai hari ini masih dalam perawatan karena sakitnya, dan mungkin juga memerlukan waktu pengobatan yang lebih panjang.

Buatlah kebiasaan dan dsiplin yang baik, dengan cara;

  • Tataplah, peluklah dan sapalah, serta monitoring kesehatannya setiap hari
  • Lakukan pemeriksaan rutin (kontrol teratur) dan deteksi dini saat tidak kambuh
  • Konsultasikan keluhan yang semakin bertambah dan keluhan baru yang muncul dan mengganggu ke dokter keluarga atau dokter spesialis anak yang memberi obat rutin

 

  1. Lengkapi pemberian vaksin dasar dahulu, juga boosternya, dan berikan vaksin pendamping untuk menjaga stamina tubuh anak menjadi lebih kuat, di samping mencegah penyakit oleh vaksin tersebut  dan nanti saat akan divaksin COVID-19, anak tak dalam keadaan sakit

Catatan :

Vaksin pendamping ( vaksin influenza, pneumonia, thypoid, dengue, dll)

Beri jarak 28 hari  sebelum disuntik dengan vaksin COVID-19

 

2 November 2021, IDAI ( Ikatan Dokter Anak Indonesia) sudah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada usia 6 tahun ke atas. Mari kita dukung dan sukseskan pemberian vaksin Covid-19 pada anak agar anak kita terlindungi, keluarga terlindungi, teman sekolah dan masyarakat sekolah terlindungi, masyarakat dan negara menjadi lebih sehat.

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

dr. Tandean Arif Wibowo, MPH

(Dokter Umum – Medical Check Up – Home Care  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan Dosen Pembimbing di STIKES RS Panti Rapih)

 

Next : CARA DAN ALUR VAKSIN COVID-19 ANAK  DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH

 

Info Pelayanan :
Klinik Medical Check Up Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Senin – Sabtu, pk 07.00 – 14.00 WIB
Hari Minggu atau tanggal merah tutup
WA : 08112945893

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store

 

Mohon dapat memberikan rating