Pembekalan Purnakarya RS Panti Rapih : Bekal Finansial dan Inspirasi Kewirausahaan 5/5 (7)

RS Panti Rapih kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi karyawan yang memasuki masa purnakarya melalui kegiatan Pembekalan Purnakarya yang digelar selama dua hari, 24–25 Juli 2025. Acara ini diikuti oleh total 118 peserta, terdiri dari 61 peserta pada hari pertama (termasuk 8 peserta dari unit karya) dan 57 peserta pada hari kedua.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Wahyu Widjajanti Rahaju, S.K.M (Kepala Bidang SDM RS Panti Rapih) yang hadir mewakili Direktur Utama karena berhalangan hadir di Surabaya. serta dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Y. Triagung Pujiantoro, Direktur Utama BPR MSA. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai bentuk perhatian perusahaan untuk memberikan bekal pengetahuan finansial dan keterampilan wirausaha kepada karyawan menjelang masa purnakarya.

Pembekalan ini menghadirkan para narasumber  maupun praktisi usaha yang berpengalaman, antara lain:

  1. Bapak Lilik Setia Darmawan (Pejabat Eksekutif Audit Internal BPR MSA)
    Topik: Pengelolaan Keuangan di Masa Purnakarya
  2. Bapak Emanuel Kristiantoro (Kepala Bagian Lending BPR MSA)
    Topik: Strategi Kewirausahaan

Selain itu, sesi Sharing Kewirausahaan dihadirkan untuk memberi inspirasi langsung dari para pelaku usaha:

Hari Pertama:

  1. Anastasia Suswanti (Owner Nurrawi Hidroponik Farm)
  2. Heru Purwanta (Owner Waroenk Pengkolan)

Hari Kedua:

  1. Dra. Endah Sri Widiastuti, MPA (Owner Kukiskula)
  2. Heri Kurniawan, S.P (Founder Rajendra Farm)

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan finansial yang tepat dalam mengelola dana pensiun, serta wawasan kewirausahaan sebagai alternatif produktif pascapurnakarya. Melalui paparan materi dan sesi berbagi pengalaman, peserta diajak memahami pentingnya perencanaan keuangan, peluang usaha yang bisa digarap, serta strategi membangun kemandirian ekonomi di masa depan.

Selama dua hari, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi interaktif dengan narasumber praktisi usaha menjadi momen inspiratif, memberikan gambaran nyata bahwa masa purnakarya bukanlah akhir, melainkan awal dari peluang baru untuk berkarya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, BPR MSA berharap para karyawan yang akan memasuki masa purnakarya dapat lebih siap secara mental, finansial, dan produktif, sehingga tetap dapat berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan RS Suaka Insan Banjarmasin ke RS Panti Rapih Yogyakarta: Memperkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Layanan Kesehatan 5/5 (3)

Pada tanggal 11 Agustus 2025 RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan kehormatan dari RS Suaka Insan Banjarmasin, bertempat di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus. Kegiatan ini dihadiri oleh 8 peserta dan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antar-institusi kesehatan sekaligus berbagi pengalaman pengelolaan layanan rumah sakit.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Medis RS Panti Rapih, dr. Djati Prasodjo, Sp. Rad(K)RI, M.Sc, yang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya silaturahmi ini. Sambutan juga disampaikan oleh Sr. Florentina Nura, SPC., MSN, selaku Wakil Direktur RS Suaka Insan, yang menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan. Kegiatan berlanjut dengan pemberian cinderamata sebagai simbol persahabatan dan foto bersama seluruh peserta.

Sesi utama diawali dengan pemaparan Company Profile RS Panti Rapih oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., yang memberikan gambaran menyeluruh tentang sejarah, visi misi, dan layanan unggulan rumah sakit.

Selanjutnya, Francisco Ximenes, A.Md. RMIK, Kepala Sub Instalasi Coding dan Verifikasi Klaim, menyampaikan materi terkait Alur Layanan JKN yang menjadi bagian penting dalam manajemen administrasi rumah sakit.

Materi kedua kembali dibawakan oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H. dengan topik Layanan Pengembangan RS Karitatif, yang menggambarkan komitmen RS Panti Rapih dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis nilai kemanusiaan. Sesi tanya jawab dan diskusi pun berlangsung interaktif, memperkaya wawasan kedua pihak. Kegiatan ditutup dengan Hospital Tour, di mana peserta diajak berkeliling melihat langsung fasilitas dan layanan RS Panti Rapih.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara RS Panti Rapih dan RS Suaka Insan, sehingga dapat membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari peningkatan kualitas layanan, pengembangan SDM, hingga inovasi program pelayanan kesehatan. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman ini diharapkan menjadi bekal untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Penanganan Pasien Tenggelam di Hidroterapi RS Panti Rapih: Sinergi Rehabilitasi Medik dan Basarnas untuk Keselamatan Pasien 4.5/5 (2)

Yogyakarta, 27 Juli 2025 — Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan mutu layanan, Instalasi Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Pasien Tenggelam di Unit Hidroterapi, bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Tim Code Blue RS Panti Rapih.

Hidroterapi merupakan layanan terapi yang menggunakan media air sebagai alat bantu pemulihan, khususnya bagi pasien dengan gangguan neurologis dan muskuloskeletal. Namun, metode ini juga memiliki potensi risiko kegawatdaruratan seperti tergelincir, tersedak air, hingga insiden tenggelam, terutama pada pasien lanjut usia atau berkebutuhan khusus.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan maksud untuk:

  • Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terhadap faktor risiko dan pencegahan kecelakaan di kolam hidroterapi.
  • Meningkatkan keterampilan pertolongan pertama pada pasien tenggelam.
  • Melatih prosedur evakuasi yang aman dan efektif dari kolam hidroterapi.
  • Meningkatkan koordinasi antar tim dalam penanganan kondisi gawat darurat.

 

Sebanyak  ± 36 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari:

  1. Fisioterapis
  2. Terapis Okupasi
  3. Terapis Wicara
  4. Staf Administrasi Instalasi Rehabilitasi Medik
  5. Tim Code Blue
  6. Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

 

Seluruh peserta adalah bagian dari tim yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam pelayanan hidroterapi di RS Panti Rapih.

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh dr. Amelia Kartika, Sp.KFR, selaku Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih.

Materi pelatihan meliputi:

Materi I: Risiko dan Pencegahan Kecelakaan di Unit Hidroterapi oleh dr Amelia Kartika, Sp.KFR.

Materi II: Penyelamatan dan Penanganan Gawat Darurat Pasien Tenggelam oleh Bapak Rendra Lerry dari Basarnas.

Simulasi: Penanganan Langsung Korban Tenggelam di Kolam Hidroterapi

Evaluasi & Refleksi: Penilaian efektivitas pelatihan dan peningkatan berkelanjutan

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan hidroterapi RS Panti Rapih. Dengan adanya pelatihan ini, RS Panti Rapih terus menunjukkan komitmen terhadap keselamatan pasien, profesionalisme pelayanan, dan kolaborasi lintas institusi.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Hari Anak Nasional 2025 di RS Panti Rapih 5/5 (5)

Hari Anak Nasional 2025: Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, 23 Juli 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, RS Panti Rapih menyelenggarakan kegiatan inspiratif bertajuk Healing Garden: “Pahlawan Sehat Dimulai dari Aku”, yang berlangsung di Taman Gua Maria (Utara Gedung Lukas). Acara yang digelar pada pukul 09.00–10.30 WIB ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen rumah sakit dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak-anak.

Sebagai rumah sakit yang terus mengembangkan Child-Friendly Hospital, RS Panti Rapih mengemas acara ini secara holistik—menggabungkan aspek edukatif, hiburan, dan spiritualitas dalam satu rangkaian kegiatan. Sesi utama menghadirkan edukasi interaktif dari dr. Galuh Martin Maytasari, M.Sc., Sp.A. Dalam sesi ini, anak-anak dikenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama melalui praktik cuci tangan yang benar, sebagai kebiasaan kecil yang berdampak besar dalam menjaga kesehatan.

Tak hanya sarat edukasi, suasana juga semakin meriah dengan penampilan spesial dari Band RS Panti Rapih yang membawakan lagu-lagu ceria, disusul kehadiran Bapak Antonius Sumarno yang tampil kocak dan khas ala Mbah Surip, membawakan lagu “Tak Gendong” sambil mengajak anak-anak bernyanyi bersama dengan penuh semangat dan tawa.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah, kegiatan mewarnai, dan area bermain edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keceriaan, dan semangat anak-anak dalam menghadapi proses pemulihan mereka di rumah sakit. Para peserta terdiri dari pasien anak rawat jalan dan rawat inap, anak-anak karyawan, serta pengunjung umum.

Melalui kegiatan Hari Anak Nasional, RS Panti Rapih berkomitmen menjadi ruang tumbuh yang aman dan penuh kasih, di mana anak-anak tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan yang optimal, tetapi juga pengalaman positif yang membangun karakter dan harapan.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan STIKES HAKLI Semarang ke RS Panti Rapih: Perkuat Kolaborasi Dunia Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan 5/5 (16)

Yogyakarta, 21 Juli 2025 — RS Panti Rapih kembali membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam rangka penguatan sinergi antara dunia akademik dan pelayanan kesehatan. Pada Senin pagi, RS Panti Rapih menerima kunjungan istimewa dari civitas akademika STIKES HAKLI Semarang yang berlangsung di Auditorium Besar Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat dari Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif kunjungan ini sebagai bentuk upaya bersama dalam membangun SDM kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap dinamika sistem pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

Sambutan juga disampaikan oleh Ketua STIKES HAKLI Semarang, Sunarsri Retno Wulandari, SKM, M.Kes., yang menekankan pentingnya pengalaman empiris dan observasi lapangan dalam memperkaya wawasan serta keterampilan mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat dan rekam medis.

Sebagai bentuk penghargaan dan persahabatan antarlembaga, kegiatan ini turut diisi dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama seluruh peserta kunjungan.

Kegiatan berlanjut dengan penyampaian Company Profile RS Panti Rapih oleh Dr. dr. Joadi Visnu, MPH, yang menjelaskan sejarah, nilai-nilai pelayanan, serta transformasi digital yang tengah dijalankan RS Panti Rapih dalam rangka meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien.

Acara inti menghadirkan dua sesi pemaparan materi:

Materi 1: “Pengolahan Data Pasien” oleh Bapak Robertus Yogi Saputro, Ahli Madya Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sekaligus Kepala Instalasi Rekam Medik RS Panti Rapih. Beliau menjelaskan pentingnya akurasi dan kerahasiaan dalam pengelolaan data pasien sebagai bagian dari pelayanan yang berkesinambungan dan terstandar.

Materi 2: “Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit” disampaikan oleh Bapak Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom., Kepala Instalasi Teknologi Informasi RS Panti Rapih. Dalam paparannya, beliau menjelaskan sistem terintegrasi yang digunakan untuk mendukung pelayanan mulai dari pendaftaran hingga discharge pasien.

Diskusi dan tanya jawab yang berlangsung setelah sesi pemaparan berlangsung aktif dan antusias, mencerminkan semangat belajar serta keterbukaan kolaborasi antara tenaga pendidik, mahasiswa, dan praktisi rumah sakit.

Kegiatan diakhiri dengan hospital tour, yang memperkenalkan para peserta pada unit-unit layanan unggulan dan infrastruktur RS Panti Rapih, mulai dari Instalasi Gawat Darurat, Rawat Inap, hingga layanan penunjang medis dan non-medis.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk membangun jembatan antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan. Harapannya, STIKES HAKLI Semarang dan RS Panti Rapih dapat terus menjalin kerja sama dalam pengembangan keilmuan, program magang, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kedua institusi berkomitmen untuk saling mendukung dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya andal secara akademik, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan dan semangat pelayanan yang tinggi.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Service Excellence bagi Karyawan Instalasi Gizi RS Panti Rapih: Menyatukan Hati untuk Pelayanan Unggul No ratings yet.

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelanggan, Rumah Sakit Panti Rapih mengadakan Pelatihan Service Excellence khusus bagi seluruh karyawan Instalasi Gizi. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 14 dan 18 Juli 2025 bertempat di Gedung Antonius Lantai 2, dan diikuti oleh 82 peserta yang terdiri dari:

  • 12 Ahli Gizi
  • 36 Petugas Produksi Makanan
  • 30 Petugas Pramusaji
  • 4 Petugas Administrasi

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya pelayanan prima (service excellence) dalam dunia kesehatan yang semakin kompetitif. Pelayanan yang unggul tidak hanya berfokus pada kecepatan dan ketepatan, namun juga menyentuh aspek empati, komunikasi, dan sikap profesional dalam setiap interaksi dengan pasien dan keluarga pasien.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolam, M.Kes, yang menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan dari hati, dimana setiap insan rumah sakit menjadi representasi dari nilai-nilai kasih, hormat, dan kepedulian.

Materi Pelatihan:

  1. Gesture and Grooming
    Oleh Matheus Arief Yudanto, SE
    Membahas pentingnya penampilan dan bahasa tubuh dalam membangun kesan pertama yang positif kepada pasien dan keluarganya.
  2. Komunikasi Etis
    Oleh dr. G. Maria Silvia Utomo, MSc, SpMK
    Mengupas seni komunikasi yang berempati, etis, dan menghargai martabat pasien dalam berbagai situasi pelayanan.
  3. Penanganan Komplain dan Kepuasan Pelanggan
    Oleh Anjar Pintosasi, A.Md
    Memberikan strategi dan pendekatan dalam menangani keluhan dengan solusi yang membangun loyalitas pasien.

Pelatihan disampaikan melalui metode ceramah, simulasi, role play, dan diskusi interaktif, termasuk sesi praktik pelayanan (simulasi frontliner) yang memungkinkan peserta menerapkan secara langsung teknik komunikasi, sikap tubuh, dan respons terhadap situasi nyata di lapangan.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai komitmen seluruh peserta untuk membawa semangat baru dalam pelayanan makanan dan gizi yang bukan hanya sehat, tetapi juga menyentuh hati.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh karyawan Instalasi Gizi memiliki mindset pelayanan yang unggul, mampu memberikan layanan dari hati, dan menciptakan pengalaman pasien yang berkesan dan penuh perhatian. Dengan bekal keterampilan komunikasi, penanganan komplain, serta penampilan profesional, peserta diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pelayanan yang manusiawi, terpercaya, dan penuh kasih—sejalan dengan visi RS Panti Rapih.

Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi yang tinggi, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam layanan kesehatan yang holistik dan bermartabat.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Ajak Pekerja Bandara Jaga Kesehatan dan Keluarga No ratings yet.

Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan Health Talk bertema “Kerja Sehat, Keluarga Kuat” bagi para pekerja Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan seiring meningkatnya frekuensi penerbangan di bandara, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan fisik dan mental para karyawan.

Acara berdurasi tiga jam ini menghadirkan Dr. Jodi Visnu, public health professional sekaligus narasumber utama dari RS Panti Rapih, yang membawakan materi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara tuntutan kerja dan peran dalam keluarga. Peserta diajak merenungkan ulang pola istirahat, komunikasi, dan gaya hidup yang menunjang kesehatan menyeluruh.

General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia (InJourney) Bandara Adisutjipto, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, turut hadir dan mendampingi sepanjang acara. “Karyawan yang sehat secara jasmani dan rohani adalah aset penting dalam operasional bandara,” ujarnya.

Dr. Jodi menyampaikan bahwa ilmu kesehatan masyarakat memiliki andil besar dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat. “Edukasi seperti ini penting agar para pekerja tidak hanya sehat secara individu, tapi juga mampu menjaga keseimbangan dalam keluarga. Dunia kerja harus menjadi tempat yang mendukung kesehatan secara utuh,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, diselingi sharing peserta yang disambut gelak tawa. Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih menegaskan komitmennya untuk memperluas edukasi kesehatan ke berbagai sektor, termasuk lingkungan kerja.

 

Artikel ditulis oleh :

Dr.dr. Jodi Visnu, M.P.H

(Hospital Representative RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :
Instalasi Pengembangan Usaha & Kerjasama RS Panti Rapih
WA : 08112975434

Mohon dapat memberikan rating

Insomnia atau bukan ya? 5/5 (8)

Sahabat Sehat, pernahkah kalian sulit untuk mulai tidur? Atau, mudah terbangun saat tidur dan akhirnya tidak bisa kembali tidur? Wah, jangan-jangan Sahabat Sehat mengalami insomnia. Sebetulnya, apa sih insomnia itu? Yuk, kita pelajari sama-sama!

Definisi Insomnia

Insomnia merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang ditandai dengan :

  • Sulit mulai tidur
  • Sulit mempertahankan tidur (sering terbangun di tengah tidur)
  • Terbangun lebih awal dan sulit kembali tidur
  • Kualitas tidur buruk(non restorative)

Kondisi di atas akan menimbulkan berbagai dampak di siang hari. Penderitanya akan merasa tubuh tidak bugar, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, performa kerja menurun, dan masih banyak lagi. Insomnia jangka panjang yang tidak tertangani bisa memicu gangguan kecemasan dan depresi.

Jenis Insomnia

Insomnia bisa dibedakan berdasarkan durasinya. Insomnia jangka pendek (short-term insomnia) ditandai dengan munculnya gejala insomnia yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Insomnia jangka pendek biasa muncul pada seseorang yang baru saja mengalami stres, perubahan kebiasaan, atau perubahan lingkungan. Insomnia kronik ditandai dengan munculnya gejala insomnia selama setidaknya 3 kali per minggu selama 3 bulan atau lebih. Insomnia kronik biasa muncul pada seseorang yang memiliki penyakit medis, gangguan sistem saraf, atau gangguan mental.

Pemicu Insomnia

Ada banyak faktor yang dapat memicu insomnia. Penyalahgunaan obat dan alkohol, perubahan lingkungan, serta sleep hygiene yang buruk dapat memicu insomnia. Penyakit mental maupun fisik (gangguan jantung, nyeri, dll) juga dapat memicu timbulnya insomnia. Untuk dapat mengatasi insomnia secara efektif, pemicu insomnia ini harus segera diketahui terlebih dahulu.

Cara Mendeteksi Insomnia Secara Objektif

Banyak orang yang mengaku mengalami insomnia dan sering mendiagnosis diri sendiri (self diagnosis). Padahal belum tentu gejala yang dialaminya termasuk dalam kriteria insomnia. Ada beberapa cara untuk mendeteksi insomnia secara objektif, yaitu :

  • Mengisi kuesioner tentang insomnia

Ada beberapa kuesioner yang bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan tidur, termasuk insomnia. Dengan mengisi kuesioner tersebut, Sahabat Sehat dapat mengetahui kualitas tidur dan juga bisa mengetahui apakah telah mengalami insomnia derajat ringan, sedang, atau berat.

  • Pemeriksaan Polisomnografi (PSG)

PSG adalah pemeriksaan untuk mendeteksi berbagai gangguan tidur. Beberapa alat akan ditempelkan di kepala, dada, perut, dan kaki Sahabat Sehat. Alat ini akan merekam aktivitas selama tidur, seperti gelombang otak, gelombang mata, gelombang otot, pola napas, posisi tubuh, kadar oksigen dalam darah, serta detak jantung. PSG dapat digunakan untuk memeriksa insomnia, apabila dokter mencurigai adanya kondisi lain yang memicu insomnia. Misalnya, gangguan pernapasan selama tidur (sleep related breathing disorder) dan gangguan kontraksi kaki selama tidur (periodic limb movement disorder).

Penanganan Insomnia

Penanganan insomnia sangat individual. Mencari penyebab utama insomnia sangatlah penting karena pengobatan insomnia harus sesuai dengan penyebabnya. Penyebab insomnia dibagi menjadi primer dan sekunder. Primer berarti tidak ada pemicu yang jelas, sedangkan sekunder berarti ada pemicu yang jelas, seperti penyakit mental, gangguan saraf, penyalahgunaan obat, atau perubahan lingkungan. Untuk menanganinya, pasien dapat diberikan tata laksana yang sesuai dengan kondisi dan memperbaiki sleep hygiene.

Sleep hygiene, atau kebersihan tidur, adalah serangkaian tindakan yang dapat meningkatkan kualitas tidur. Sleep hygine harus dilakukan oleh semua orang, tidak hanya dilakukan oleh penderita insomnia saja. Sleep hygiene ini meliputi :

  • Menjaga kamar tidur tetap bersih, rapi, dan tenang. Kamar tidur sebaiknya hanya digunakan untuk tidur dan aktivitas seksual saja. Bagi Sahabat Sehat yang tinggal dalam 1 kamar kos tanpa sekat, biasakan untuk menggunakan kasur hanya untuk tidur dan menata barang di sekitar kasur.
  • Hindari pajanan sinar berlebih sebelum jam tidur. Hal ini termasuk scrolling handphone, menonton TV, laptop, dan komputer.
  • Hindari banyak makan menjelang jam tidur. Sebaiknya Sahabat Sehat tidak makan sekitar 3 jam sebelum jam tidur.
  • Hindari konsumsi kafein berlebih terutama menjelang jam tidur.
  • Biasakan tidur dan bangun tidur di jam yang sama.
  • Kelola stres.
  • Rutin berolahraga

Nah, bagaimana Sahabat Sehat? Apakah Sahabat Sehat benar-benar mengalami insomnia? Kalau masih ragu, Sahabat Sehat bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi di Rumah Sakit Panti Rapih. Yuk tingkatkan kualitas tidur kita untuk hidup yang lebih baik!

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Panti Rapih)

 

Info lebih lanjut :

Klinik Saraf RS Panti Rapih

Lantai 5, Gedung Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran 24 jam :

Telepon ; 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Apresiasi Untuk Para Pemenang Body Fit Challenge Batch 1 Tahun 2025 No ratings yet.

RS Panti Rapih Dorong Gaya Hidup Sehat dan Produktif Lewat Tantangan Penurunan Berat Badan

Yogyakarta, 8 Juli 2025 — Komitmen RS Panti Rapih dalam mendorong gaya hidup sehat dan produktif bagi seluruh karyawan kembali diwujudkan melalui kegiatan Apresiasi Pemenang Body Fit Challenge (BFC) Batch 1 Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan di Lobby Lounge Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta, dan dihadiri oleh 25 peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

Body Fit Challenge (BFC) Batch 1 tahun 2025 merupakan lanjutan dari program serupa yang telah digelar pada tahun 2024. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komite K3 RS Panti Rapih sebagai tindak lanjut dari hasil Medical Check-Up Semester 1 dan 2 Tahun 2024, yang mencatat terdapat 104 karyawan dengan kondisi berat badan berlebih.

Program ini dilaksanakan selama enam bulan, dari Januari hingga Juni 2025, dengan fokus utama pada penurunan berat badan secara proporsional untuk menjaga kebugaran dan produktivitas kerja. Penilaian dalam BFC Batch 1 tidak hanya menitikberatkan pada angka timbangan, melainkan juga mencakup aspek kesehatan menyeluruh, antara lain:

  • Status kesehatan umum peserta (tidak sedang mengalami penyakit tertentu yang memengaruhi berat badan)
  • Kedisiplinan dalam mengikuti sesi monitoring dan evaluasi
  • Penurunan massa lemak tubuh
  • Penurunan lemak viseral (lemak di sekitar organ dalam)
  • Peningkatan massa otot

 

Acara apresiasi dibuka dengan laporan pelaksanaan program oleh dr. Indra Wira Kusuma, Ketua Komite K3 RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga terhadap semangat para peserta yang telah berjuang menjaga komitmen terhadap kesehatan pribadi.

Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi institusi atas dedikasi para peserta. Ia menegaskan bahwa RS Panti Rapih terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, mendukung keseimbangan fisik, mental, dan spiritual para karyawannya.

Penghargaan diberikan kepada 3 pemenang utama, masing-masing memperoleh jam tangan olahraga sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, satu penghargaan khusus juga diberikan kepada peserta dengan kategori usia paling senior yang tetap semangat menjalani tantangan.

 

Momen hangat tercipta saat sesi testimoni dari para pemenang, yang berbagi pengalaman, tantangan, dan strategi mereka dalam menurunkan berat badan secara sehat. Suasana keakraban pun berlanjut dalam sesi ramah tamah antar peserta dan panitia.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Informasi lebih lanjut :

Komite K3 RS Panti Rapih

0274 – 563333 ext 285

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Dukung Peningkatan Mutu Layanan PONED di Papua Barat No ratings yet.

RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni

Papua Barat, 27 Juni 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 15 hingga 27 Juni 2025, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 30 November – 13 Desember 2024.

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2025 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Pada 10 Juni 2025, tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui Zoom untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan. Dilanjutkan pada 12 Juni 2025, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak, di mana masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment dan tindak lanjut dari rekomendasi sebelumnya. Keesokan harinya, 13 Juni 2025, agenda serupa digelar dengan Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan lapangan dimulai pada 15 hingga 16 Juni 2025, saat tim pendamping melakukan perjalanan menuju Fakfak, Papua Barat. Di sana, pada 17 Juni, dilangsungkan initial meeting bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak untuk menyelaraskan visi, rencana kunjungan, serta menegaskan komitmen kolaboratif. Pendampingan teknis dimulai keesokan harinya, 18 Juni 2025, di Puskesmas Bomberay, dilanjutkan pada 19 Juni di Puskesmas Kokas, yang juga mencakup kegiatan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif peningkatan mutu. Kemudian pada 20 Juni, tim melakukan kunjungan ke RSUD Fakfak serta mengadakan forum evaluasi dan perumusan langkah lanjutan di Kantor Wakil Bupati Fakfak bersama para pemangku kepentingan daerah.

Kegiatan bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Fak-Fak

 

Pendampingan Sufas puskesmas PONED di Puskesmas Bomberay

Pendampingan Sufas Puskesmas PONED di Puskesmas Kokas

 

Setelah menyelesaikan agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Teluk Bintuni pada 21 hingga 22 Juni 2025. Kegiatan di wilayah ini diawali dengan initial meeting dan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni pada 23 Juni untuk meninjau kesiapan sistem layanan darurat maternal-neonatal.

 

Pendampingan teknis berlanjut di Puskesmas Babo pada 24 Juni dan di Puskesmas Aranday pada 25 Juni, termasuk simulasi (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil self-assessment dan capaian APKK.

 

Kegiatan ditutup pada 26 Juni 2025 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Seluruh rangkaian ditutup dengan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 27 Juni 2025.

 

Penyampaian Hasil Pendampingan dan Perumusan Sufas
di aula pertemuan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan sebelumnya, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu dengan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

Hasilnya, sejumlah indikator menunjukkan peningkatan signifikan. Misalnya, Puskesmas Kokas mengalami lonjakan capaian standar penanganan kegawatdaruratan bayi baru lahir dari hanya 14% di Desember 2024 menjadi 86% di Juni 2025. Di Puskesmas Aranday, skor proses penanganan kegawatdaruratan neonatal juga meningkat tajam dari 7% menjadi 64%.

“Pendampingan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T,” tegas Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM, Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih.

Dukungan dari Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah pun turut menguatkan dampak kegiatan. Dalam pertemuan evaluasi, disepakati pembentukan Tim Supervisi Fasilitatif Daerah melalui SK resmi serta penganggaran tahunan untuk pelaksanaan supervisi rutin, minimal dua kali dalam setahun.

Dengan hasil ini, RS Panti Rapih berharap kegiatan serupa dapat menjadi praktik baik (best practice) yang direplikasi di wilayah lain dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877
Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB,
Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup

 

 

Mohon dapat memberikan rating