Hemorroid: Penyebab dan Penanganannya No ratings yet.

Ambeien atau juga disebut wasir, seringkali membawa pasien untuk memeriksakan diri di poli bedah. Keluhan yang dirasakan pasien berupa perdarahan atau benjolan yang muncul saat BAB, sampai dengan sensasi gatal atau nyeri yang dirasakan terus-menerus sehingga menggangu aktifitas sehari-hari. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah keluhan tersebut memerlukan tindakan pembedahan atau dapat diobati?

Secara medis ambeien atau wasir merupakan pembengkakan dari bantalan dubur yang berisi pembuluh darah hemorroidal (hemoroid).  Terdapat tiga bantalan (arah jam 3-5-11) yang membantu menahan feses di dalam dubur sampai saat pasien ingin BAB. Ketika pasien sudah merasa ingin BAB, darah yang berada di dalam bantalan akan kempes dan memungkinkan pengosongan dubur. Ketika terjadi peradangan atau kelemahan pembuluh darah tersebut, proses pengempesan bantalan terhambat. Penghambatan tersebut kemudian memunculkan sensasi nyeri, gatal, munculnya benjolan sampai dengan perdarahan atau keluhan yang disebut ambeien, wasir atau hemorroid.

Faktor resiko utama terjadinya perlebaran pembuluh darah pada bantalan dubur berupa menigkatnya tekanan pada area rektum (bagian terakhir usus) atau dubur itu sendiri. Berikut hal-hal yang dapat mendukung peningkatan tekanan:

  • Konstipasi: BAB yang memerlukan usaha mengedan lebih dari 15menit
  • Duduk lebih dari 2jam : meningkatkan tekanan pada area dubur
  • Kehamilan: meningkatnya tekanan dalam perut yang disebabkan oleh janin, dapat mendukung pembengkakan hemoroid
  • Kelebihan berat badan: peningkatan tekanan pada panggul yang menyebabkan perbesaran hemoroid
  • Pekerja keras atau kuli angkut: mengangkat beban berat meningkatkan tekanan pada area rektum
  • Bakat genetik : pada orang dengan bakat kelemahan dinding vena, dapat terjadi pembengkakan pembuluh darah hemoroid
  • Usia tua : berkurangnya jaringan penyokong rektum melemah bahkan sampai dengan hilang, menyebabkan kelonggaran area rektum
  • Batuk kronik : meningkatkan tekanan dalam perut
  • Penyakit lemah jantung atau penyakit sirosis hati : melemahkan aliran darah balik, sehingga darah terkumpul di vena, khususnya vena pada bantalan dubur

Kembali pada pertanyaan awal, apakah semua kasus pembengkakan hemoroid harus dioperasi? Menurut pedoman hemoroid yang disusun 2021, terapi pada penyakit hemoroid sangat tergantung pada tingkat keparahannya. Berdasarkan klasifikasi Goligher terdapat empat kelas terjadinya penyakit hemorroid.

Derajat 1:

Hemoroid membesar, namun masih beradadi dalam dubur dan tidak tampak dari luar

Gejala: hanya gejala ringan seperti terkadang muncul sensasi gatal, atau perdarahan ringan saat BAB

 

 

 

 

Derajat 2:

Hemoroid keluar dubur saat BAB (prolaps), namun masuk kembali dengan sendiri

Gejala: Perdarahan, sensasi gatal dan kesulitan pada saat BAB. Bisa muncul nyeri

 

 

 

 

Derajat 3:

Hemoroid keluar dubur saat BAB dan hanya dapat dikembalikan dengan dorongan jari

Gejala: perdarahan yang lebih berat dan sering, nyeri, gatal dan keluarnya lendir dari dubur.  Prolaps sering kambuh dan menyebabkan keluhan.

 

 

 

Derajat 4:

Hemoroid menetap di luar dubur dan tidak dapat didorong masuk ke dalam dubur.

Gejala: nyeri berat, perdarahan terus menerus, gatal, lendir pada dubur dan peradangan. Resiko terjadinya trombosis dan infeksi

 

 

 

berapapun tingkat keparahan penyakit, pasien sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika sudah mulai terasa gejala tertera di atas untuk menentukan penatalaksanaan selanjutnya. Perlu diingat, tidak semua keluhan memerlukan tindakan operasi dan keluhan tidak hanya disebabkan oleh pembengkakan hemoroid. Sensasi gatal juga dapat disebabkan oleh robekan pada pinggir dubur ( fissura ani), alergi, ekzem kulit atau bahkan jamur. Terkadang perdarahan juga merupakan tanda adanya keganasan usus, dimana pasien terselamatkan oleh pengakan diagnosis yang sedini mungkin.

Penegakkan diagnosis hemorroid dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang pertama tentu dari pemeriksaan fisik dengan perabaan area dubur, kemudian dapat didukung pemeriksaan dengan alat canggih perupa teropong. Alat tersebut dapat dimasukkan melalui dubur hingga 15cm pada proktoskopi atau hingga 30cm pada rektoskopi. Jika pada pemeriksaan teropong tidak terdapat temuan penyakit maka disarankan dilakukan koloskopi.

Jika ditemukan pelebaran hemoroid derajat 1 dan 2 dapat dilakukan pengubahan pola hidup sehat yang disertai observasi dengan terapi obat. Pada keluhan yang memberat dapat dilanjutkan pengikatan dengan karet, suntik obat sklerotik, pembakaran dengan teknik laser, atau pengikatan arteri. Pada pembengkakan derajat 3 dan 4 sudah wajib dilakukan operasi pemotongan hemorroid secara stapler ataupun konvensional (terbuka) karena sudah terjadi penyesuaian jaringan lunak disekitar pembuluh darah yang membengkak, sehingga harus dikurangi jaringan yang sudah mulai mengalami perubahan struktur.

 

Disclaimer: artikel ini hanya menyampaikan informasi umum, yang tidak dapat digunakan untuk penegakan diagnosis sendiri. Kami anjurkan tetap mengunjungi dokter jika terdapat keluhan, artikel ini tidak dapat mengganti pemeriksaan dokter ahli.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Ariane Yudhianti, Sp.B

(Dokter Spesialis Bedah Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi:

Joos, A.K., Jongen, J. S3-Leitlinie Hämorrhoidalleiden. coloproctology 43, 381–404 (2021). https://doi.org/10.1007/s00053-021-00555-z (akses pada 24.03.25)

Pschyrembel: Hämorrhoiden . Online: https://www.pschyrembel.de/… (Abkses pada 24.03.2025)

Song, S.-G., & Kim, S.-H. (2011). Optimal treatment of symptomatic hemorrhoids. Journal of the Korean Society of Coloproctology, 27(6), 277. https://doi.org/10.3393/jksc.2011.27.6.277

Website: https://www.surgeonthings.com/treatment/piles-or-haemorrhoids/ (akses pada 24.03.2025)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Bedah

Lantai 4, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Ngabuburit RS Panti Rapih: Kupas Tuntas Manajemen Triase IGD 5/5 (1)

Apa jadinya jika pasien kritis terlambat ditangani karena salah sistem? Di tengah hiruk pikuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), satu keputusan cepat bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati. Inilah urgensi yang diangkat dalam Webinar Ngabuburit Series ke-6 bertajuk “Manajemen Triase IGD”, diselenggarakan oleh Instalasai Pendidikaan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 9 April 2025.

Acara dibuka oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., dan dipandu oleh Anidya Ismi Yudistya Fajri, S.Kep.,Ns. sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membuka ruang refleksi atas tantangan lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya, koordinasi tim IGD, hingga integrasi triase bencana saat terjadi insiden massal.

Webinar edukatif ini menghadirkan dua narasumber berkompeten yang membedah tuntas seluk-beluk sistem triase:

  1. Bapak Antonius Suryanta Nugraha, S.Kep., Ns., membawakan materi tentang konsep, prinsip, dan regulasi sistem triase IGD serta penerapan triase bencana di situasi darurat massal.
  2. dr. David Budi Wibowo menjelaskan strategi implementasi triase yang efisien dan peningkatan kualitas layanan kegawatdaruratan.

Sebanyak 124 peserta dari berbagai wilayah Indonesia – mulai dari Magelang, Yogyakarta, Jayapura, Cilacap, Surabaya, Semarang, Bali, hingga Palangkaraya – ikut ambil bagian dalam sesi yang berlangsung penuh antusiasme. Peserta terdiri dari tenaga kesehatan, manajer rumah sakit, hingga mahasiswa keperawatan dan kedokteran.

Triase adalah penyaring awal keselamatan pasien di IGD. Sesuai Permenkes No. 47 Tahun 2018 dan Permenkes No. 4 Tahun 2018, triase wajib dilakukan secara sistematis, terstandarisasi, dan adaptif terhadap kondisi bencana. Webinar ini memperkuat pemahaman bahwa sistem triase yang tepat bukan hanya urusan prosedur, melainkan soal kesigapan menyelamatkan nyawa.

Webinar ini bukan sekadar forum edukatif, tetapi menjadi tonggak penting peningkatan kapasitas SDM kesehatan Indonesia dalam menghadapi kondisi darurat. Pemahaman dan keterampilan dalam manajemen triase tidak hanya menyelamatkan satu nyawa—tetapi mengatur prioritas keselamatan ratusan orang dalam kondisi krisis.

RS Panti Rapih menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, sekaligus menggugah rumah sakit di seluruh Indonesia untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem triase mereka.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Ngabuburit Inspiratif RS Panti Rapih: 199 Peserta dari Seluruh Indonesia Antusias Bahas Pelayanan Prima dan Strategi Komunikasi Rumah Sakit 5/5 (3)

Bagaimana rumah sakit dapat menjaga kepercayaan pasien  dan harapan pelayanan yang kian tinggi? Inilah pertanyaan besar yang menjadi pengantar dalam Webinar Ngabuburit Series Kelima bertajuk “Optimalisasi Pelayanan Prima Rumah Sakit dengan Komunikasi Efektif dan Strategi Penanganan Keluhan”, yang sukses digelar oleh Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta pada Rabu, 26 Maret 2025 melalui platform Zoom Meeting.

Webinar ini menjadi salah satu momen reflektif di bulan Ramadan, menghadirkan diskusi hangat dan sarat ilmu praktis terkait upaya mewujudkan excellent service di rumah sakit. Webinar yang berlangsung sejak sore hari itu diikuti oleh 199 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Semarang, Bandung, Yogyakarta, Banyuwangi, Purwodadi, Jakarta, Bekasi, Wonogiri, Lampung, Banjar, Jember, Probolinggo, Depok, dan kota-kota lainnya.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, Direktur RS Panti Rapih Yogyakarta, yang menekankan pentingnya membangun budaya komunikasi positif dan responsif dalam menghadapi kebutuhan pasien yang semakin kompleks.

Webinar dipandu oleh Bapak Matheus Arief Yudanto, S.E. selaku moderator, dan menghadirkan dua narasumber kompeten:

  1. Maria Silvia Merry, Sp.MK., M.Sc., yang memaparkan tentang “Konsep Pelayanan Prima di Rumah Sakit dan Peran Komunikasi Efektif bagi Tenaga Kesehatan dan Staf Rumah Sakit”.
  2. Venanda Rian Chrismanto, yang mengupas tuntas “Strategi Dalam Menangani Komplain Pasien dengan Pendekatan Profesional dan Solutif.”

Kedua narasumber menyuguhkan materi berbobot namun aplikatif, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, memperlihatkan antusiasme peserta dalam menyampaikan problematika dan solusi nyata di tempat kerja masing-masing.

Mengapa Webinar Ini Penting?

Topik komunikasi efektif dan penanganan keluhan bukan hanya pelengkap, tapi menjadi jantung dari sistem pelayanan kesehatan modern. Dalam situasi krisis, misalnya saat pasien merasa tidak puas atau mengalami miskomunikasi, keterampilan tenaga medis dalam menyampaikan empati, klarifikasi, dan solusi menjadi kunci keberhasilan pelayanan rumah sakit.

Dengan mengikuti webinar ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tapi juga dibekali strategi konkret dan relevan untuk diterapkan langsung di unit kerja mereka. Hal ini menjadi krusial dalam menciptakan rumah sakit yang humanis, profesional, dan berorientasi pada mutu pelayanan.

Dikemas dengan durasi yang efisien dan penuh makna, rangkaian webinar dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sesi penyampaian materi, diskusi, serta ditutup dengan kesimpulan yang menekankan pentingnya kolaborasi antar lini rumah sakit dalam membangun komunikasi yang sehat.

RS Panti Rapih Yogyakarta berkomitmen untuk terus menyelenggarakan Ngabuburit Series sebagai ruang berbagi praktik terbaik (best practice) antar rumah sakit di seluruh Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penguatan kapasitas SDM kesehatan dan peneguhan nilai-nilai pelayanan berbasis kasih, profesionalisme, dan inovasi.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Gelar Webinar Ngabuburit Tentang Cedera Olahraga : Edukasi Praktis Tangani Kasus Shin Splints untuk Tenaga Kesehatan dan Masyarakat 5/5 (3)

Cedera olahraga bukan lagi monopoli atlet profesional. Masyarakat umum yang aktif berolahraga, terutama di masa tren gaya hidup sehat pascapandemi, juga rentan mengalami cedera yang mengganggu mobilitas. Menjawab kebutuhan edukasi publik dan profesional akan penanganan cedera olahraga, Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Ngabuburit Series Keempat bertajuk “Penatalaksanaan Cedera Olahraga” pada Jumat, 21 Maret 2025 melalui platform Zoom Meeting.

Webinar ini diikuti oleh 57 peserta dari berbagai kota di Indonesia seperti Kudus, Bandung, Yogyakarta, Cilacap, Depok, Jakarta, Tegal, hingga Tasikmalaya. Peserta berasal dari kalangan fisioterapis, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada dunia fisioterapi dan penanganan cedera olahraga.

Cedera olahraga, khususnya shin splints, sering dianggap sepele padahal bisa menjadi kronis jika tidak ditangani dengan tepat. Webinar ini hadir sebagai wadah berbagi ilmu praktis dan ilmiah dalam menangani cedera semacam ini — dari aspek diagnosis hingga strategi gerakan korektif (corrective movement). “Webinar ini bukan hanya edukatif tapi juga solutif, karena menyajikan pengetahuan berbasis kasus nyata yang bisa langsung diterapkan di lapangan,” ujar Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., dalam sambutannya membuka acara.

Dipandu oleh moderator Bapak Nugroho Nanang Wijayanto, A.Md. Ft., webinar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang fisioterapi olahraga:

Bapak Oktavia Abrianto, S.Tr.Ft, Ftr, AIFO. menyampaikan materi pertama berjudul “Peran Fisioterapis dalam Penatalaksanaan Cedera Olahraga dan Assessment and Pathophysiology of Shin Splints Case.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya identifikasi dini dan peran strategis fisioterapis dalam proses pemulihan pasien cedera olahraga.

Bapak Jeremi Damara Argadiya, A.Md. Kes. melanjutkan dengan materi kedua bertajuk “Treatment and Corrective Movement of Shin Splints Case.” Ia mengulas tuntas langkah-langkah terapi yang terbukti efektif, termasuk latihan korektif yang bisa membantu pemulihan secara fungsional dan mencegah kekambuhan.

Para peserta tidak hanya menyimak, tapi juga aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Pertanyaan seputar metode diagnosis, jenis latihan, serta peran preventif dari fisioterapis menjadi topik hangat dalam forum tersebut.

“Setelah mengikuti webinar ini, saya jadi lebih paham bagaimana menangani klien dengan shin splints secara komprehensif, mulai dari assessment sampai movement correction,” ungkap salah satu peserta dari Bandung.

Webinar ini tidak hanya menjadi momen edukatif di bulan Ramadan, tetapi juga memperkuat komitmen RS Panti Rapih dalam memajukan pelayanan fisioterapi dan literasi kesehatan masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman tentang cedera olahraga, diharapkan masyarakat bisa lebih proaktif dalam pencegahan dan pemulihan serta meningkatkan kualitas hidup melalui perawatan yang tepat.

Ke depan, RS Panti Rapih akan terus menghadirkan Webinar Ngabuburit Series lainnya dengan topik-topik kesehatan relevan yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan tenaga profesional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Webinar Ngabuburit RS Panti Rapih Series Ke Tiga Kupas Tuntas Kaitan Antara Puasa Ramadhan dan Obesitas 5/5 (6)

Yogyakarta, 19 Maret 2025 – Apakah puasa Ramadhan bisa menjadi pintu masuk menuju gaya hidup sehat bagi penderita obesitas? Pertanyaan ini menjadi pembuka yang menggugah dalam Webinar Ngabuburit Series Ketiga bertajuk “Puasa Ramadhan dan Obesitas” yang diselenggarakan oleh Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta pada Rabu, 19 Maret 2025, secara daring melalui Zoom Meeting.

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi masyarakat yang dikemas dalam semangat ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa. Dengan pendekatan ilmiah namun tetap komunikatif, webinar ini membahas bagaimana puasa Ramadhan dapat dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mengelola obesitas, terutama melalui pengaturan pola makan dan pilihan menu yang tepat.

Webinar diikuti oleh 142 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Tanjungkarang, Bandung, Kupang, Cilacap, Medan, Bali, Bengkulu, Palangkaraya, Surabaya, Madiun, Baturaja, Karawang, Demak, dan kota-kota lainnya.

Acara diawali dengan sambutan oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, Direktur RS Panti Rapih Yogyakarta, yang menekankan bahwa puasa bukan hanya ritual ibadah, melainkan juga peluang untuk membentuk kebiasaan hidup sehat, terutama bagi masyarakat dengan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.

Webinar dipandu oleh Ibu Sari Puspitasari Adianingsih Permata, S.Gz., seorang ahli gizi yang juga aktif dalam program edukasi publik RS Panti Rapih.

Dua narasumber utama membawakan materi yang saling melengkapi:

Ibu Dessy Natalia Cendanawangi, S.Gz., memaparkan topik “Manfaat Kesehatan Puasa Ramadhan Khususnya pada Individu dengan Obesitas”, menyoroti bukti ilmiah mengenai perubahan metabolisme selama berpuasa yang berpotensi menurunkan kadar lemak tubuh, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mendukung keseimbangan hormon.

Ibu Maria Dina Perwitasari, S.Gz., Dietisien, membahas “Strategi Makan Sehat Saat Puasa untuk Mengelola Obesitas dan Pemilihan Menu yang Tepat Saat Berpuasa”, lengkap dengan contoh menu sahur dan berbuka yang mudah diterapkan di rumah.

 

Mengapa Webinar Ini Penting?

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Obesitas tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Di sisi lain, puasa Ramadhan—jika dilakukan dengan cara yang benar—dapat menjadi intervensi gaya hidup murah, alami, dan terstruktur untuk mengatasi masalah ini.

Webinar ini membuka wawasan bahwa puasa bukan alasan untuk makan sembarangan saat sahur dan berbuka, tetapi sebaliknya, menjadi waktu emas untuk memperbaiki pola konsumsi dan memperkuat kontrol diri. Peserta dibekali dengan pemahaman ilmiah dan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam keseharian selama bulan suci Ramadhan.

Dengan suasana interaktif, webinar berlangsung selama lebih dari satu jam. Selain penyampaian materi, peserta juga aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi terbuka. Pertanyaan yang muncul mencerminkan keprihatinan dan ketertarikan masyarakat terhadap isu obesitas yang kerap kali disalahpahami selama Ramadhan.

Contohnya, beberapa peserta menanyakan tentang “bolehkah langsung tidur setelah sahur?” atau “menu buka puasa apa yang bisa membuat kenyang tanpa menyebabkan lonjakan berat badan?”—dan semuanya dijawab dengan data dan pendekatan ilmiah oleh narasumber.

Melalui edukasi daring ini, RS Panti Rapih Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mempromosikan kesehatan masyarakat berbasis nilai spiritual dan ilmiah secara bersamaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam membangun literasi gizi di tengah masyarakat, dengan pendekatan yang kontekstual dan relevan.

Webinar “Puasa Ramadhan dan Obesitas” menjadi bukti bahwa Ramadan bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk meningkatkan spiritualitas, tetapi juga untuk mengubah pola hidup menuju lebih sehat dan berkesadaran.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gelar Webinar Ngabuburit Series: Ungkap Inovasi Diagnostik Penyakit Jantung Lewat Teknologi MSCT Cardiac 5/5 (6)

Di tengah tingginya angka kematian akibat penyakit jantung di Indonesia, Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menghadirkan edukasi publik yang inspiratif dan penuh manfaat melalui Webinar Ngabuburit Series Kedua bertajuk “Penegakan Diagnosis Penyakit Jantung Menggunakan Multislice Computed Tomography (MSCT) Cardiac”. Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini sukses menarik perhatian 312 peserta dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Kupang.

Webinar ini menjadi bagian dari komitmen RS Panti Rapih untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta profesional medis tentang pentingnya deteksi dini dan diagnosis akurat penyakit jantung dengan pendekatan teknologi medis mutakhir. Tak hanya memberikan pengetahuan teoretis, webinar ini juga membuka ruang diskusi interaktif antara narasumber ahli dan peserta.

Webinar yang diselenggarakan pada hari Jumat, 14 Maret 2025 ini dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam mendiagnosis penyakit jantung secara non-invasif namun akurat. Acara kemudian dipandu oleh moderator Ibu Benidekta Rosi Emaningtyas, S.ST. Rad., yang mengarahkan jalannya diskusi dengan dinamis.

Webinar menghadirkan dua narasumber utama yang kompeten di bidangnya:

  1. dr. Y.F. Galuh Retno Anggraini, Sp.JP(K)
    Membawakan materi pertama tentang Aspek Medik dan Penegakan Diagnosis Penyakit Jantung, beliau menjelaskan bagaimana pendekatan berbasis evidence-based medicine saat ini sangat terbantu oleh teknologi pencitraan seperti MSCT Cardiac.
  2. Herman Yosef Setiawan Nugraha, S.ST.
    Mengulas Peran Radiografer Dalam Pemeriksaan MSCT Cardiac, ia menjabarkan proses teknis mulai dari persiapan pasien, teknik pengambilan gambar, hingga tahapan analisis pencitraan MSCT yang berperan vital dalam menghasilkan data diagnostik berkualitas tinggi.

Multislice Computed Tomography (MSCT) Cardiac merupakan teknologi pencitraan mutakhir yang memungkinkan visualisasi detail anatomi jantung secara cepat dan non-invasif. Pemeriksaan ini sangat efektif dalam mendeteksi penyempitan pembuluh darah koroner, plak, atau kelainan struktur jantung lainnya tanpa perlu prosedur kateterisasi yang invasif.

Dengan semakin berkembangnya jumlah pasien dengan keluhan kardiovaskular, pemanfaatan teknologi seperti MSCT menjadi semakin krusial, tidak hanya untuk penegakan diagnosis, tetapi juga untuk perencanaan terapi dan pemantauan lanjutan.

Peserta webinar berasal dari latar belakang yang beragam: dokter, radiografer, mahasiswa, dan tenaga kesehatan lainnya. Mereka datang dari lebih dari 20 kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bandung, Makassar, Banjarmasin, Ambon, hingga daerah-daerah terpencil seperti Tulungagung dan Kendal. Ini menunjukkan tingginya antusiasme terhadap tema kesehatan jantung dan teknologi medis terkini.

Mengapa Webinar Ini Penting?

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia, dan kurangnya deteksi dini menjadi faktor penyebab utama. Webinar ini menjadi langkah nyata dalam upaya edukasi dan peningkatan kapasitas tenaga medis serta masyarakat umum dalam mengenali gejala, teknologi diagnosis, dan prosedur yang aman.

Lebih jauh lagi, webinar ini memperkuat posisi RS Panti Rapih sebagai fasilitas layanan kesehatan yang adaptif terhadap teknologi serta aktif dalam memberikan kontribusi ilmiah dan edukatif bagi komunitas medis nasional.

Setelah dua sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab, di mana para peserta antusias menggali lebih dalam mengenai manfaat klinis MSCT Cardiac, tantangan teknis dalam pengambilan gambar, serta peran lintas profesi dalam mendukung diagnosa yang cepat dan tepat.

Acara ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi lintas keilmuan seperti ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam konteks edukasi, tetapi juga dalam praktik layanan kesehatan sehari-hari.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Timor Leste ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (2)

Pada hari Selasa, 25 Maret 2025, RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan dari Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Timor Leste sebanyak 10 orang. Acara ini berlangsung di Ruang Auditorium Kecil Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6.

Acara diawali dengan sambutan dari Direktur RS Panti Rapih dan perwakilan HNGV. Selanjutnya, dilakukan sesi pemberian kenang-kenangan, foto bersama, serta pemaparan Company Profile RS Panti Rapih oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H. Setelah itu, dr. Tan Liana Santosa menyampaikan materi terkait layanan farmasi, laboratorium, dan IGD. Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan hospital tour untuk memperkenalkan fasilitas serta sistem layanan di RS Panti Rapih.

 

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara RS Panti Rapih dan HNGV Timor Leste, serta berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengelolaan layanan kesehatan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di kedua rumah sakit.

Kunjungan ini membuka peluang kerja sama antara RS Panti Rapih dan HNGV Timor Leste dalam pengembangan layanan kesehatan. Pertukaran informasi dan pengalaman yang terjadi dalam kunjungan ini diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas layanan medis di kedua institusi. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi wadah bagi tenaga medis untuk memperluas wawasan serta membangun jaringan profesional yang lebih luas.

 

Artikel ditulis oleh :
Anjar Pintosasi
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Berikan Santunan Jaminan Kematian kepada Ahli Waris Ibu Sarminingsih 5/5 (4)

Yogyakarta, 19 Maret 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih (RSPR) secara simbolis menyerahkan santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp42.000.000 kepada ahli waris Ibu Sarminingsih dalam acara yang berlangsung di Hotel Eastparc Yogyakarta pada Rabu, 19 Maret 2025, pukul 16.00-18.00 WIB.

Ibu Sarminingsih adalah seorang ibu dari dua anak yang berprofesi sebagai buruh gendong di Pasar Gamping, Jalan Wates. Sepanjang hidupnya, beliau bekerja keras demi menghidupi keluarganya, bahkan saat sakit kanker yang dideritanya semakin memburuk. Hingga akhirnya, beliau berpulang setelah kondisi kesehatannya semakin menurun.

Penyerahan santunan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BPJS Ketenagakerjaan atas bantuan yang telah disalurkan melalui RS Panti Rapih. Santunan ini diharapkan dapat membantu keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi masa sulit.

Ibu Sarminingsih merupakan salah satu dari 40 buruh gendong yang menerima bantuan CSR dari RS Panti Rapih pada tahun 2025 ini. RS Panti Rapih adalah satu-satunya rumah sakit di Yogyakarta yang mengambil peran sebagai donatur iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi para buruh gendong. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja informal yang rentan secara ekonomi dan kesehatan.

Melalui program CSR ini, RS Panti Rapih membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk buruh gendong, sehingga mereka mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Dengan adanya santunan ini, BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan pertanggungjawaban atas manfaat yang telah diberikan, sekaligus menginspirasi instansi lain untuk turut serta dalam memberikan perlindungan bagi pekerja sektor informal.

Dengan kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergugah untuk berkontribusi dalam memberikan jaminan sosial kepada pekerja informal demi kesejahteraan mereka dan keluarganya.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Microneedling & PRP untuk Kebotakan No ratings yet.

Microneedling dengan PRP (Plasma kaya platelet) adalah suatu prosedur penanganan pemulihan rambut non bedah yang akan mengatasi masalah penipisan rambut dan kebotakan.

Proses ini menggunakan darah sendiri,  menggunakan proses penyembuhan alami tubuh sendiri dan keduanya membantu mendorong sel-sel kulit untuk beregenerasi dan mendorong folikel rambut untuk menumbuhkan rambut baru.

Mekanisme kerja

  1. Tusukan jarum – jarum halus akan membuat jalan masuk ke dalam kulit, sehingga PRP yang diaplikasikan dpt mencapai folikel rambut.
  2. PRP adalah suatu produk yang diproses dari darah pasien.
  3. Proses penyembuhan luka yang terjadi karena tusukan jarum – jarum akan memperkuat PRP.
  4. PRP mensuplai nutrisi ke akar rambut, memicu tumbuhnya helai- helai rambut baru.

Kelebihannya :

Hasil yang tampak alami, sedikit atau tidak ada rasa sakit atau ketidaknyamanan, tidak ada anestesi umum atau operasi, dan waktu pemulihan minimal.

Peruntukan

  • Kepadatan rambut berkurang atau kebotakan
  • Kebotakan jenis alopesia androgenetik atau pola kebotakan pada wanita
  • Orang – orang dengan tahap awal kebotakan.

Efek sampingnya adalah pembengkakan ringan dan nyeri pada tempat tusukan.

Sangat jarang adalah sakit kepala ringan, infeksi, peningkatan kerontokan rambut, dan tidak ada respons terhadap pengobatan.

 

Pertimbangan lain

Pasien dengan kondisi kulit seperti rosacea dan eksim atau riwayat jaringan parut keloid mungkin disarankan untuk menjalani pilihan pengobatan lain

 

Artikel ditulis oleh :

dr Radijanti Anggraheni, Sp.DVE, FINSDV

(dokter Spesialis Dematologi dan Venereologi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Selenggarakan Pelatihan Troubleshooting AC VRV Daikin bagi Teknisi 5/5 (4)

Yogyakarta, 28 Februari 2025 – Sebanyak 20 orang teknisi RS Panti Rapih mengikuti Pelatihan Troubleshooting AC VRV Daikin yang berlangsung selama dua hari, 27-28 Februari 2025. Pelatihan ini diselenggarakan dengan dukungan dari PT Aneksa Meniti Karya dan bertempat di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para teknisi dalam menangani permasalahan serta melakukan perbaikan pada sistem pendingin udara VRV (Variable Refrigerant Volume) merk Daikin. Dengan pelatihan ini, diharapkan para teknisi semakin kompeten dalam memastikan sistem AC di lingkungan rumah sakit tetap berfungsi optimal demi kenyamanan pasien, tenaga medis, dan seluruh civitas RS Panti Rapih.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, Dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan pentingnya pemeliharaan sistem pendingin udara di rumah sakit sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan lingkungan kerja serta pelayanan bagi pasien.

 

Selanjutnya, Direktur Utama PT Aneksa Meniti Karya, Bapak Fx Feli Aneksa Wijaya, turut memberikan sambutan dan menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas teknis di berbagai sektor, termasuk fasilitas kesehatan.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari PT Daikin, Bapak Heza Pratama, yang memberikan pemaparan mengenai Produk dan Sistem Kontrol VRV. Materi yang disampaikan mencakup prinsip kerja sistem VRV, metode troubleshooting, serta penerapan sistem kontrol yang efisien untuk meningkatkan performa dan umur pakai perangkat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Instalasi Sarana, Prasarana, dan Fasilitas RS Panti Rapih, Bapak Albertus Gunawan Setiyono, ST, yang mendukung penuh pelatihan ini sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pemeliharaan fasilitas rumah sakit.

Sebagai penutup, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi teknisi RS Panti Rapih dalam menjaga sistem AC tetap optimal. Dengan keterampilan troubleshooting yang lebih baik, efisiensi operasional rumah sakit dapat ditingkatkan, serta kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan tetap terjaga. Selain itu, sinergi antara RS Panti Rapih, PT Aneksa Meniti Karya, dan PT Daikin diharapkan dapat terus berlanjut untuk pengembangan sumber daya manusia dan perawatan fasilitas kesehatan di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating