Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia 2022 5/5 (2)

Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) mulai dirayakan pada tahun 1993. Ketiga subtema yang terus-menerus didengungkan pada setiap Hari Orang Sakit Sedunia setiap tanggal 11 Februari adalah pertama, mengingatkan semua orang beriman, untuk berdoa secara khusuk bagi mereka yang sedang sakit.

Kedua, mengundang semua orang beriman untuk merefleksikan sakit dan penderitaan manusia, dan ketiga, penghargaan bagi semua tenaga kesehatan. Apa yang menarik?

Bagi kita semua yang sehat, memberikan pendampingan, penghiburan dan perhatian untuk mereka yang sakit, sangatlah berarti. Selain itu, kita disadarkan akan pergerakan roda kehidupan. Pada saat sehat, kita seharusnya meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dana untuk membantu mereka yang sakit. Pada saat yang lain, sangat mungkin kita sendiri justru menjadi orang yang sakit dan memerlukan hal yang sama dari semua orang di sekitar kita, sebagaimana pergerakan dan putaran roda kehidupan.

Dampak ekonomi dan sosial pandemi COVID-19 sebenarnya jauh lebih menghancurkan, melemahkan dan memberatkan bagi masyarakat luas, tidak hanya dampak sakit oleh para penyintas saja. Namun demikian, kita semua yang terdampak secara ekonomi dan sosial tetap diingatkan untuk tetap membantu semua saudara kita, yang terdampak pandemi COVID-19 secara medis dan menjadi pasien, dengan terapi yang lengkap. Jika terapi ingin efektif, Paus Fransiscus berpesan agar terapi harus mempunyai aspek relasional, karena aspek ini memampukan pendekatan holistik kepada pasien.

Aspek relasional dapat membantu dokter, perawat, tenaga profesional dan relawan untuk merasa bertanggung jawab mendampingi pasien, di jalan penyembuhan yang didasarkan pada hubungan antarpribadi yang saling percaya. Aspek relasional ini menciptakan perjanjian antara mereka yang membutuhkan layanan medis dan mereka yang menyediakan layanan itu, dalam sebuah perjanjian yang didasarkan pada rasa saling percaya, hormat, keterbukaan dan kesiapsediaan diri. Hal ini akan membantu mengatasi sikap defensif, menghormati martabat orang sakit, menjaga profesionalisme dokter dan petugas kesehatan lainnya, bahkan mampu berperan dalam membina hubungan yang baik dengan keluarga pasien.

Dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia yang jatuh pada hari ini Jumat, 11 Februari 2022. RS Panti Rapih mengadakan doa bersama memperingati HOSS 2022 dan pembagian souvenir rohani bagi pasien RS Panti Rapih. Kiranya dalam suasana memperingati Hari Orang Sakit Sedunia tahun ini, kita dapat saling memberikan dukungan doa kesembuhan dan berbagi kebaikan dengan sesama. Seperti ada tertulis “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6:36)

 

Link terkait: https://dokterwikan.com/2022/01/28/2022-hari-orang-sakit-sedunia/

Informasi lebih lanjut : 
Pastoral Sosial Medik
Telepon : 0274 – 563333 ext 280 (pk 07.00 – 18.30 WIB)

Mohon dapat memberikan rating

Peringatan Hari Ulang Tahun RS Panti Rapih ke 91 5/5 (1)

Tepat pada tanggal 14 September 2020, Rumah Sakit Panti Rapih memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 91. Suatu hal yang tidak biasa dimasa pandemi Covid 19 yaitu Misa Syukur diselenggarakan secara online. Misa online dipimpin oleh Rm. Adrianus Maradiyo, Pr dan Rm. Antonius Wahadi Martaatmaja, Pr. Misa syukur ini menggunakan protokol kesehatan yang ketat, dimana tidak dihadiri oleh umat (hanya dihadiri oleh panitia yang jumlahnya total 15 orang), menggunakan masker, menggunakan sarung tangan, menggunakan sarung microphone, serta jaga jarak. Acara misa syukur disiarkan secara live streaming dan dapat disaksikan di Channel Youtube RS Panti Rapih. Tema HUT RS Panti Rapih adalah Sukacita Panti Rapih Menjalani Peradaban Baru dengan Harapan Baru.

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Pelantikan Direktur Utama RS Panti Rapih 5/5 (1)

Pada tanggal 4 Januari 2020, terdapat acara Pengambilan Janji Jabatan dan Pelantikan Direktur Utama Rumah Sakit Panti Rapih, Masa Jabatan 2020 - 2023. dr. Vincentius Triputro Nugroho, MKes ditunjuk oleh Yayasan Panti Rapih untuk mengisi posisi Direktur Utama menggantikan dr. Teddy Janong, MKes yang menjabat selama 11 tahun (2009 - 2019). Pelantikan ini dihadiri oleh Mgr. Robertus Rubyatmoko (Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang) yang juga memimpin Misa Syukur, Rm. Macarius Maharsono Probho SJ, Rm. Adrianus Maradiyo, Pr, Rm. Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr, Rm. Antonius Wahadi Martaatmaja Pr, Dihadiri pula oleh Suster-suster CB, Yayasan Panti Rapih, Direktur Unit Karya, dan tamu undangan lain. dr. Vincentius Triputro Nugroho, MKes akan menjabat sebagai Direktur Utama RS Panti Rapih selama 3 tahun. Selamat berkarya drg. Vincentius Triputro Nugroho, MKes

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Gangguan Saraf Akibat Penyakit Gula No ratings yet.

Diabetes mellitus (DM), atau disebut juga sebagai “penyakit gula” oleh masyarakat, merupakan salah satu jenis penyakit kronik yang sering dijumpai. DM ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Pemeriksaan kadar gula darah untuk mendeteksi penyakit ini ada 4 macam, yaitu: pemeriksaan kadar gula darah setelah berpuasa selama kurang lebih 8 jam, pemeriksaan kadar gula darah 2 jam setelah pemberian asupan gula sebanyak kurang lebih 75 mg, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, dan pemeriksaan kadar HbA1C. Peningkatan kadar gula darah tersebut sering kali disertai dengan beberapa gejala khas seperti: banyak makan atau peningkatan nafsu makan meskipun tidak ada peningkatan aktivitas, banyak minum atau sering merasa kehausan, sering kencing, memiliki luka yang tidak kunjung sembuh, dan penurunan berat badan meskipun pola makan atau tingkat aktivitas tidak berubah. Penyakit DM yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan berbagai komplikasi pada jantung, pembuluh darah, otak, dan saraf.

Neuropati diabetikum merupakan komplikasi yang terjadi pada saraf tepi akibat penyakit DM. Kondisi ini sering muncul pada pasien yang menderita DM jangka lama dan/atau kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik. Pasien yang berusia lanjut, merokok, dan memiliki penyakit penyerta seperti dislipidemia (kadar lemak darah tidak normal) dan hipertensi (tekanan darah tinggi) juga cenderung lebih sering mengalami neuropati diabetikum.

Pasien yang menderita kondisi ini dapat mengalami gejala-gejala sebagai berikut: rasa kesemutan, rasa nyeri seperti tertusuk-tusuk jarum, rasa panas atau sensasi terbakar, dan rasa tebal pada ujung tangan dan kaki yang memberikan kesan “seperti sedang menggunakan sarung tangan dan kaus kaki”. Gejala-gejala tersebut merupakan gejala yang khas atau sering dijumpai pada neuropati diabetikum. Gejala lain yang tidak khas meliputi: kelemahan otot, gangguan tekanan darah (misalnya hipotensi ortostatik), gangguan irama jantung (misalnya aritmia), gangguan pencernaan (misalnya gastroparesis), dan gangguan berkemih (misalnya sulit mengeluarkan air seni).

Mengontrol kadar gula darah dengan menggunakan obat anti diabetes, berolah raga rutin, serta mengatur pola makan dan jenis makanan merupakan kunci utama dari penanganan neuropati diabetikum. Berolah raga rutin, selain bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah, juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan menstabilkan tekanan darah, yang secara tidak langsung juga mengatasi neuropati diabetikum.

Vitamin B kombinasi yang terdiri dari vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin B12 merupakan salah satu terapi yang diberikan pada pasien neuropati diabetikum. Berbagai penelitian membuktikan bahwa pemberian vitamin tersebut menurunkan derajat keparahan gejala neuropati diabetikum dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Obat lain yang sering digunakan untuk menangani neuropati diabetikum adalah obat anti nyeri (misalnya ibuprofen dan capsaicin), obat anti depresi (mislanya amitriptilin dan duloxetin), dan obat anti kejang (misalnya gabapentin dan pregabalin).

Dokter spesialis penyakit dalam adalah dokter yang berkompetensi memberikan obat anti diabetes pada pasien DM, sedangkan penanganan neuropati diabetikum dilakukan oleh dokter spesialis saraf. Konsultasi dengan ahli gizi juga dapat dilakukan untuk menyusun pola dan menu diet sehari-hari. Penanganan yang baik pada DM maupun komplikasi akibat DM dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya, menurunkan angka kecacatan, dan kematian.

Kunjungi Klinik Saraf Rumah Sakit Panti Rapih untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar Demensia.

Ditulis oleh dr. Rosa De Lima Renita Sanyasi (Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Saraf
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Klinik Penyakit Dalam
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating