Pertemuan dan MCU DPRK Teluk Bintuni di RS Panti Rapih: Membangun Kolaborasi Kesehatan yang Berkelanjutan No ratings yet.

Yogyakarta, 9–10 Juli 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih kembali dipercaya sebagai mitra pelayanan kesehatan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Bintuni. Kegiatan ini diawali dengan pertemuan resmi antara pimpinan dan anggota DPRK Teluk Bintuni, Papua Barat bersama jajaran manajemen RS Panti Rapih pada Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Borromeus.

Kunjungan kehormatan ini disambut langsung oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan untuk kedua kalinya kepada RS Panti Rapih sebagai fasilitas pelayanan kesehatan pilihan.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Bapak Wagiman, perwakilan dari DPRK Teluk Bintuni, yang menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang profesional dan berkelanjutan bagi anggota legislatif.

Acara kemudian dilanjutkan dengan serah terima cindera mata sebagai bentuk penghormatan dan simbol kemitraan, serta sesi foto bersama seluruh tamu yang hadir, yang menandai komitmen bersama dalam membangun hubungan kelembagaan yang erat.

Sebagai bagian dari agenda hari pertama, dr. Radijanti Anggraheni, Sp.DVE, FINSDV, memaparkan company profile RS Panti Rapih dan menjelaskan secara detail mengenai layanan Medical Check Up (MCU) yang akan dilaksanakan. Paparan ini disusul dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi peserta untuk bertanya dan berdiskusi langsung mengenai layanan kesehatan.

Hari kedua, Kamis, 10 Juli 2025, menjadi puncak kegiatan dengan pelaksanaan Medical Check Up yang diikuti oleh 17 orang peserta DPRK Teluk Bintuni. Proses MCU dilaksanakan secara intensif sejak pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, dengan didampingi oleh tenaga medis profesional dan fasilitas lengkap dari RS Panti Rapih.

Di sela-sela pelaksanaan MCU, Bapak Yasman Yasir, Wakil II DPRK Teluk Bintuni, menyampaikan kesan mendalam:

“Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang sangat luar biasa dari RS Panti Rapih. Untuk kedua kalinya, kami mendapatkan kesempatan dari DPRK Teluk Bintuni untuk menjalani Medical Check Up di RS ini. Pelayanan yang diberikan sangat ramah, terkoordinasi dengan baik, dan profesional.”

Harapan Bersama

Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pelayanan kesehatan, namun juga memperkuat kerja sama strategis antara lembaga legislatif dan institusi pelayanan kesehatan. RS Panti Rapih berharap kegiatan ini dapat terus menjadi jembatan kemitraan yang saling menguatkan demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang unggul dan humanis.

Sementara dari pihak DPRK Teluk Bintuni, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam menjaga kebugaran dan kesiapan para anggota legislatif dalam menjalankan tugas negara, sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bidang kesehatan dan edukasi publik.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Informasi lebih lanjut :

Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama

WA : 0811-2975-434

Telepon ; 0274 – 563333 ext 266

Mohon dapat memberikan rating

Kelas Ibu Hamil RS Panti Rapih: Wujudkan Persalinan Aman dan Nyaman melalui Hypnobirthing 5/5 (7)

Yogyakarta, 11 Juli 2025 — Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan kenyamanan ibu hamil dengan meluncurkan program Kelas Ibu Hamil yang mengintegrasikan edukasi “Bersalin Aman dan Nyaman” serta teknik Hypnobirthing. Program ini bertujuan memberikan bekal mental, fisik, dan emosional kepada ibu hamil agar siap menghadapi proses persalinan dengan tenang dan minim trauma.

“Persalinan bukan sekadar proses biologis, tetapi pengalaman sakral yang akan membekas sepanjang hayat. Dengan edukasi yang tepat dan dukungan yang kuat, ibu dapat melahirkan dengan aman, nyaman, dan penuh percaya diri,” ujar dr. Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco, Sp.OG, dokter spesialis kandungan RS Panti Rapih.

 

Dalam sesi edukasi bertema “Bersalin Aman dan Nyaman,” dijelaskan pentingnya merencanakan kehamilan sehat sejak dini. Usia ideal kehamilan (20–35 tahun), status gizi ibu, serta deteksi dini risiko kehamilan menjadi poin utama untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi. Selain itu, ibu juga diajak mengenali tanda-tanda persalinan, tahapan kelahiran, dan pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

 

Program ini diperkaya dengan materi Hypnobirthing, yang disampaikan oleh Bidan Cahya Sartika Sari, A.Md.Keb, CH, CHt. Hypnobirthing adalah teknik relaksasi dan afirmasi positif untuk membantu ibu menjalani kehamilan serta proses persalinan dengan rasa tenang, percaya diri, dan minim trauma.

“Dengan Hypnobirthing, ibu dilatih untuk mengelola rasa takut dan nyeri melalui pernapasan, sugesti positif, dan komunikasi dengan janin. Ini bukan hanya mengubah cara ibu melahirkan, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dengan bayi sejak dalam kandungan,” terang Bidan Cahya.

Kelas ini terbuka bagi seluruh ibu hamil mulai usia kehamilan 32 minggu dan ke atas, dengan materi yang disampaikan bergantian seperti tanda bahaya nifas, tips sukses menyusui, demo pijat oksitosin, prenatal gentle yoga, perawatan bayi baru lahir, hingga demo memandikan bayi.

 

Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil ini juga bertujuan menurunkan angka persalinan bermasalah serta meningkatkan pengalaman kelahiran yang positif. RS Panti Rapih sebagai Rumah sakit Sayang Ibu dan Bayi, berharap melalui kelas yang secara rutin diselenggrakan ini, para ibu dapat menemukan sistem dukungan yang tepat baik dari keluarga, tenaga medis, maupun lingkungan untuk mewujudkan kelahiran yang sehat dan bermakna.

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita (Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi:

Instalasi Promosi Kesehatan RS Panti Rapih

WA : 0811-2846-125

Telepon : 0274 – 563333 ext 341

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Terima Kunjungan Studi Audit Internal dari Guido Valadares National Hospital, Timor-Leste 5/5 (3)

Yogyakarta, 10 Juli 2025 – RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan resmi dari delegasi Guido Valadares National Hospital (GVNH), Timor-Leste, dalam rangka studi dan kolaborasi terkait sistem audit internal rumah sakit, yang diselenggarakan di Ruang Auditorium, Gedung Borromeus, Lantai 6 Instalasi Rawat Jalan Terpadu.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, ini dihadiri oleh 9 orang delegasi dari GVNH, dipimpin langsung oleh Bapak Humberto da Costa Chefe Xefe Ekipa, Ketua Tim Kunjungan.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini sebagai bentuk kerja sama lintas negara dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan tata kelola rumah sakit.

Selanjutnya, sambutan dari pihak GVNH disampaikan oleh Bapak Humberto da Costa, yang mengungkapkan antusiasme timnya untuk belajar dan bertukar pengalaman, khususnya dalam penerapan sistem audit internal dan pengelolaan anggaran rumah sakit.

Sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi, dilakukan penyerahan cendera mata dari kedua belah pihak, dilanjutkan dengan foto bersama.

Acara berlanjut dengan pemaparan company profile RS Panti Rapih oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H, yang memperkenalkan sejarah, layanan unggulan, serta komitmen RS Panti Rapih dalam menjaga mutu dan keselamatan pasien.

Sesi berikutnya adalah pemaparan materi utama. Materi pertama bertajuk “Audit Internal Rumah Sakit” disampaikan oleh Ibu Maria Gian Magistra, S.E., Ak., Staf Audit Operasional RS Panti Rapih. Materi kedua mengenai “Audit Pengelolaan Anggaran” dipresentasikan oleh Apt. Sekar Candra Dewi, S.Farm., Kepala Seksi Perencanaan dan Pelaporan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, di mana peserta dari kedua belah pihak saling bertukar pengalaman dan pandangan mengenai sistem audit serta praktik pengelolaan keuangan yang efektif di lingkungan rumah sakit.

Acara ditutup dengan hospital tour, di mana para tamu diajak mengunjungi beberapa area layanan utama di RS Panti Rapih untuk melihat langsung implementasi sistem manajemen mutu dan pelayanan pasien.

 

Harapan dari Kegiatan

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara RS Panti Rapih dan Guido Valadares National Hospital, khususnya dalam penguatan sistem audit internal, manajemen anggaran, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Pertukaran pengetahuan ini juga menjadi bentuk diplomasi kesehatan yang memperkuat relasi profesional antar institusi lintas negara demi pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berdaya saing global.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Leptospirosis: Waspadai Infeksi dari Air dan Tikus 5/5 (1)

Apa Itu Leptospirosis?

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Bakteri Leptospira hidup di ginjal hewan terinfeksi dan dikeluarkan melalui urin. Di lingkungan lembab seperti air tawar, lumpur, atau tanah basah, bakteri ini bisa bertahan hidup hingga satu bulan.

Penularan pada manusia terjadi ketika bakteri masuk ke tubuh melalui kulit yang luka, atau lewat selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut. Terkadang, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urin tikus juga dapat menjadi jalur masuk bakteri ini ke tubuh manusia.

Siapa yang Berisiko?

Risiko tertular leptospirosis meningkat pada musim hujan, terutama di daerah banjir atau wilayah dengan populasi tikus tinggi. Kelompok yang rentan meliputi:
– Petani dan pekerja kebun
– Pekerja rumah potong hewan
– Dokter hewan
– Orang yang berenang di sungai atau danau
– Warga yang tinggal di lingkungan padat dan sanitasi buruk

Masa Inkubasi dan Gejala

Lepto 4Gejala leptospirosis biasanya muncul dalam 2 hingga 30 hari setelah terpapar, dengan rata-rata 7–10 hari. Keluhan awal mirip flu, yaitu:
– Demam
– Nyeri otot, terutama di betis
– Mata merah
– Mual dan muntah

Pada kasus berat, gejala dapat berkembang menjadi:
– Penyakit kuning (jaundice)
– Gangguan ginjal
– Sesak napas akibat gangguan paru
– Perdarahan
– Radang jantung, bahkan gagal jantung

Jika tidak ditangani, leptospirosis berat bisa menyebabkan kematian.

 

Bagaimana Diagnosis dan Pengobatannya?

Diagnosis awal didasarkan pada gejala dan riwayat paparan. Pada pemeriksaan laboratorium bisa didapatkan sel darah putih yang meningkat, jumlah trombosit yang turun, fungsi ginjal yang terganggu, serta kadar bilirubin yang tinggu dalam darah. Pemeriksaan konfirmasi dilakukan dengan mikroskop lapangan gelap atau deteksi antibodi terhadap Leptospira.

 

Pengobatan utamanya adalah antibiotik, seperti penisilin dan turunannya. Kasus berat perlu dirawat di rumah sakit, dan pada kondisi gagal ginjal bisa membutuhkan cuci darah (hemodialisis).

 

Bagaimana Mencegahnya?

Pencegahan utama adalah dengan menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan air atau lingkungan yang berisiko tercemar urin hewan:
– Gunakan pelindung seperti sepatu boots dan sarung tangan saat bekerja di tempat basah
– Cuci tangan dan tubuh setelah berkegiatan di luar rumah
– Simpan makanan dan minuman di wadah tertutup
– Hindari genangan air dan kebersihan lingkungan
– Kendalikan populasi tikus

Kesimpulan

Leptospirosis adalah penyakit yang bisa dicegah dan diobati, namun bisa fatal bila terlambat dikenali. Jika Anda mengalami demam setelah kontak dengan air banjir atau tempat tercemar, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan umum. Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, tetap konsultasikan dengan tenaga medis profesional.

 

Artikel oleh :

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih)

 

Referensi

  1. Terpstra WJ, Adler B, Ananyina B, AndreFontaine G, Ansdell V, Ashford DA, et al. Human leptospirosis: guidance for diagnosis, surveillance and control. Geneva; World Health Organization/ International Leptospirosis Society, 2003; p. 1-9; 21-3.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Leptospirosis: Kenali dan waspadai. 2015.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Leptospirosis – About. Available at: https://www.cdc.gov/leptospirosis/about/index.html

 

Mohon dapat memberikan rating

Apresiasi Untuk Para Pemenang Body Fit Challenge Batch 1 Tahun 2025 No ratings yet.

RS Panti Rapih Dorong Gaya Hidup Sehat dan Produktif Lewat Tantangan Penurunan Berat Badan

Yogyakarta, 8 Juli 2025 — Komitmen RS Panti Rapih dalam mendorong gaya hidup sehat dan produktif bagi seluruh karyawan kembali diwujudkan melalui kegiatan Apresiasi Pemenang Body Fit Challenge (BFC) Batch 1 Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan di Lobby Lounge Lantai 2 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta, dan dihadiri oleh 25 peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

Body Fit Challenge (BFC) Batch 1 tahun 2025 merupakan lanjutan dari program serupa yang telah digelar pada tahun 2024. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komite K3 RS Panti Rapih sebagai tindak lanjut dari hasil Medical Check-Up Semester 1 dan 2 Tahun 2024, yang mencatat terdapat 104 karyawan dengan kondisi berat badan berlebih.

Program ini dilaksanakan selama enam bulan, dari Januari hingga Juni 2025, dengan fokus utama pada penurunan berat badan secara proporsional untuk menjaga kebugaran dan produktivitas kerja. Penilaian dalam BFC Batch 1 tidak hanya menitikberatkan pada angka timbangan, melainkan juga mencakup aspek kesehatan menyeluruh, antara lain:

  • Status kesehatan umum peserta (tidak sedang mengalami penyakit tertentu yang memengaruhi berat badan)
  • Kedisiplinan dalam mengikuti sesi monitoring dan evaluasi
  • Penurunan massa lemak tubuh
  • Penurunan lemak viseral (lemak di sekitar organ dalam)
  • Peningkatan massa otot

 

Acara apresiasi dibuka dengan laporan pelaksanaan program oleh dr. Indra Wira Kusuma, Ketua Komite K3 RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga terhadap semangat para peserta yang telah berjuang menjaga komitmen terhadap kesehatan pribadi.

Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi institusi atas dedikasi para peserta. Ia menegaskan bahwa RS Panti Rapih terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, mendukung keseimbangan fisik, mental, dan spiritual para karyawannya.

Penghargaan diberikan kepada 3 pemenang utama, masing-masing memperoleh jam tangan olahraga sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, satu penghargaan khusus juga diberikan kepada peserta dengan kategori usia paling senior yang tetap semangat menjalani tantangan.

 

Momen hangat tercipta saat sesi testimoni dari para pemenang, yang berbagi pengalaman, tantangan, dan strategi mereka dalam menurunkan berat badan secara sehat. Suasana keakraban pun berlanjut dalam sesi ramah tamah antar peserta dan panitia.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Informasi lebih lanjut :

Komite K3 RS Panti Rapih

0274 – 563333 ext 285

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gaungkan Kampanye “Stop Bully, Mari Peduli” 4.5/5 (4)

Yogyakarta, 7 Juli 2025 — Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2025 yang mengusung tema “Mendengarkan Masa Depan”, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama DPK PPNI RS Panti Rapih menggelar serangkaian kegiatan edukatif yang berfokus pada isu perlindungan anak dari tindakan perundungan (bullying). Dua program utama, yaitu Seminar Internal Anak dan Roadshow Edukasi Anti-Bullying, menjadi langkah konkret rumah sakit dalam membentuk lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak-anak di sekolah maupun di layanan kesehatan.

Seminar Internal Anak: Membangun Pemahaman dan Peran Tenaga Kesehatan

Kegiatan dimulai dengan Seminar Internal Anak yang diselenggarakan pada Senin, 7 Juli 2025, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih. Seminar ini bertujuan untuk membekali tenaga keperawatan dengan pemahaman mendalam mengenai bullying, mulai dari konsep dasar perkembangan pribadi anak, jenis-jenis perundungan (fisik, verbal, sosial, hingga siber), dampak psikologisnya, hingga pendekatan edukatif dan preventif yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Dua narasumber utama hadir dalam seminar ini: dr. Vista Nurasti Pradanita, Sp.KJ(K), yang menjelaskan keterkaitan antara bullying dan gangguan kesehatan mental pada anak; dan Maria Ratih, M.Psi., Psikolog, yang memaparkan pendekatan psikologis dalam mencegah dan menangani kasus bullying melalui kolaborasi antara orang tua, guru, dan komunitas.

“Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelindung dan penggerak perubahan, bukan hanya penyembuh. Bullying harus dicegah dari akarnya,” ujar dr. Vista Nurasti dalam presentasinya.

 

Roadshow Edukasi: Akan Menjangkau Enam Sekolah Mitra

 

Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, RS Panti Rapih akan menyelenggarakan Roadshow Edukasi Anti-Bullying bertema “STOP BULLY, MARI PEDULI” pada 15–18 Juli 2025. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara tatap muka di enam sekolah mitra di wilayah Yogyakarta dan akan melibatkan lebih dari 800 siswa dari tingkat SD hingga SMP.

Sekolah-sekolah yang akan dikunjungi meliputi: SMP Kanisius Gayam, SMP Stella Duce Dagen, SD Joannes Bosco, SMP Joannes Bosco, SD Marsudirini Yogyakarta, dan SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.

Tim edukator yang telah mendapatkan pelatihan dalam seminar akan menyampaikan materi secara interaktif. Para siswa akan diajak mengenali bentuk-bentuk bullying, memahami dampaknya terhadap psikologis dan sosial, serta belajar menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan sekolah ramah anak. Kegiatan juga akan disertai sesi pledging, yaitu komitmen simbolik siswa untuk menolak dan melawan tindakan bullying.

“Kampanye ini bukan kegiatan simbolik. Ini bagian dari upaya strategis RS Panti Rapih dalam membentuk budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berdaya,” tegas Anna Prabandari, S.Kep., Ns., penanggungjawab program Hari Anak Nasional 2025 RS Panti Rapih.

 

Mengapa Kampanye Ini Penting?

Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), lebih dari 25% laporan tahunan di sektor pendidikan berasal dari kasus bullying (Khairunnisa, 2023). Sayangnya, banyak kasus yang tidak dilaporkan, tetapi tetap menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental, prestasi akademik, dan kehidupan sosial anak.

“Kami ingin siswa tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ada orang dewasa yang peduli, dan ada cara untuk melawan bullying secara sehat dan bermartabat,” tambah Maria Ratih, M.Psi., Psikolog.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Menggugah Jejak Historis Pelayanan Kesehatan 5/5 (1)

Yogyakarta, 27 Juni 2025 – RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan kehormatan dari 45 peserta tour de hospital Konferensi HOMSEA (History of Medicine in Southeast Asia) ke-10 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2025. HOMSEA dikenal sebagai forum akademik internasional yang menjembatani ilmu sejarah, antropologi, dan kedokteran dalam eksplorasi kritis lintas budaya dan masa. Kali ini peserta dibawa menyusuri jejak panjang sejarah rumah sakit yang telah mendekati usia 96 tahun ini.

Dr. Jodi Visnu, sebagai hospital representative RS Panti Rapih, memandu langsung para peserta dalam tur historis yang menyentuh cagar budaya di lingkungan rumah sakit. Bangunan lama yang dulunya dikenal dengan nama Onder de Bogen Ziekenhuis menjadi titik sentral dalam narasi perjalanan waktu pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan penjelasan yang mendalam dan penuh empati, Dr. Jodi memperlihatkan bagaimana warisan misioner dan nilai kemanusiaan menjadi pondasi kuat rumah sakit ini sejak awal berdirinya.

 

Direktur Utama RS Panti Rapih, Dr. Stephani Nainggolan, turut menyampaikan bahwa rumah sakit ini lahir dari semangat pelayanan untuk masyarakat yang dahulu tidak memiliki akses kesehatan memadai. “RS Panti Rapih berawal dari semangat misioner karena dahulu banyak orang asli Indonesia yang kurang mendapatkan pelayanan kesehatan layak,” ungkapnya. Nilai ini tetap dijaga hingga kini, selaras dengan prinsip rumah sakit sebagai lembaga non-profit yang mengedepankan kualitas dan sentuhan kemanusiaan.

Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta HOMSEA yang berasal dari berbagai negara dan latar belakang akademik. Melalui narasi yang dibawakan oleh Dr. Jodi Visnu dan tim, peserta tidak hanya menyaksikan artefak sejarah, tetapi juga merasakan semangat pelayanan yang hidup dalam keseharian rumah sakit. Warisan spiritual dan sosial yang terkandung dalam setiap sudut RS Panti Rapih menjadi refleksi konkret bagaimana kesehatan dan sejarah saling terkait secara mendalam.

Diharapkan, pengalaman ini membuka wawasan baru bagi peserta tentang praktik kesehatan yang tidak hanya berbasis medis, tetapi juga berakar pada nilai historis dan kemanusiaan. RS Panti Rapih terus berkomitmen menjadi Sahabat untuk Hidup Sehat, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan masa kini, tetapi juga dalam merawat ingatan kolektif atas perjuangan dan pengabdian panjang di bidang kesehatan.

 

Artikel ditulis oleh :

Dr. dr. Jodi Visnu, MPH

(Hospital Representative RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Exercise Untuk Meningkatkan Kebugaran Pada Obesitas No ratings yet.

Obesitas adalah suatu kejadian di mana adanya penumpukan lemak secara berlebihan yang lebih dari batas normal, penumpukan lemak yang secara berlebihan pada seseorang akan menyebabkan terjadinya penyakit. (WHO)

Obesitas kelas I : Indeks Massa Tubuh (IMT)  25 – 29,9

Obesitas kelas II :  Indeks Massa Tubuh (IMT) > 30 (kelas II)

(Skala Asia – Pacific)

Untuk mencapai penurunan berat badan dan memperoleh kebugaran fisik yang optimal, maka individu dengan obesitas wajib melakukan :

  • Pembatasan jumlah serta pengaturan jenis dan pola makan
  • Menambah pengeluaran kalori dengan melakukan aktivitas fisik dan exercise
  • Manajemen stress yang baik
  • Cukup istirahat

Aktivitas Fisik & Exercise

Exercise (olahraga) : suatu bentuk aktivitas fisik yang terdiri dari gerakan tubuh yang terencana, terstruktur dan berulang yang dilakukan untuk meningkatkan dan atau memelihara kebugaran fisik

METs (Metabolic Equivalent) perkiraan kebutuhan energi yang diperlukan dalam melakukan aktivitas fisik dan exercise,

Semakin tinggi METs semakin banyak energi yang diperlukan sehingga memerlukan kebugaran fisik yang semakin tinggi pula.

Individu dengan obesitas seringkali memiliki kebugaran fisik yang rendah, sehingga diperlukan penilaian awal untuk menentukan exercise yang aman dan efektif.

Six Minute Walking Test

Uji latih enam menit (six minute walking test/6MWT) digunakan untuk menilai kapasitas fungsional dan kardiovaskular seseorang dengan cara mengukur jarak tempuh dalam waktu enam menit. Uji latih ini mudah dilakukan tanpa peralatan khusus dan dapat memberikan informasi mengenai status kesehatan dan kemampuan sehari-hari seseorang.

Uji latih ini dilakukan di dalam ruangan dengan permukaan lantai datar dan keras, serta membutuhkan lintasan sepanjang 30 meter (atau 15 meter dengan modifikasi) yang lurus dan bebas hambatan.

Sebelum dan setelah tes dilakukan dilakukan pengukuran tekanan darah, denyut nadi, saturasi oksigen dan keluhan yang dirasakan partisipan. Dan selama tes akan dilakukan pemantauan kondisi dan keluhan partisipan.

Hasil akhir tes ini berupa angka VO2 max dan METS yang dapat digunakan sebagai perkiraan intensitas exercise yang aman.

 

Exercise pada Obesitas

Sebaiknya exercise dipandu oleh trainer akan menentukan jumlah (volume Latihan) berdasarkan hasil uji latih dan kemampuan masing – masing individu.

 

Prinsip dalam Exercise :

(American College of Sports Medicine – ACSM)

 

Frekuensi :

  • Latihan aerobicintensitas sedang : 5 hari per minggu, intensitas berat : 3 hari per minggu
  • Latihan beban / resistensi : 2-3 kali per minggu
  • Latihan fleksibilitas : 2-3 kali per minggu
  • Latihan keseimbangan / neuromotor : 2-3 kali per minggu

 

Intensitas :

  • Intensitas Ringan :denyut jantung < 60 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Sedang : denyut jantung mencapai 60 – 80 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Berat : denyut jantung mencapai 80-90 % dari denyut jantung maksimal sesuai usia
  • Intensitas Sangat Berat :denyut jantung mencapai 90-100% dari denyut jantung maksimal sesuai usia

Intensitas exercise harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Hasil uji latih, misal nya six minute walking test atau treadmill dapat dijadikan patokan untuk menentukan intensitas exercise yang aman namun tetap efektif dalam penurunan berat badan.

Exercise work zones (Fox and Haskell formula between 20 and 70-year-old):

red zone (VO2Max), anaerobic, aerobic, weight control and warming up.

 

Durasi / waktu :

  • Latihan aerobic

intensitas sedang : 30-60 menit per hari  ( ≥ 150 menit/minggu),

intensitas berat : 20-60 menit (≥ 75 menit/minggu)

  • Latihan beban / resistensi : sesuai dengan repetisi dan set yang ditentukan
  • Latihan fleksibilitas : 10-20 menit
  • Latihan keseimbangan/neuromotor : 10-20 menit

Jenis exercise :

  • Latihan aerobic / cardio: jalan cepat, lari, sepeda statis, berenang
  • Latihan beban / kekuatan otot/ resistensi : calisthenics exercise, angkat beban, resistance band
  • Latihan flexibilitas : stretching, yoga, Pilates
  • Latihan neuromotor : keseimbangan, koordinasi, agility, prorioseptif

Kombinasi jenis exercise yang dilakukan akan lebih efektif dalam mencapai kebugaran fisik yang optimal.

 

Contoh Peresepan Exercise untuk Individu dengan Obesitas, usia 30 tahun, dengan Hasil Six Minutes Walking Test 6 METs

HariJenis Latihan
SeninSepeda statis / lari / berenang dengan intensitas sedang (60-80% denyut jantung maksimal yaitu 114 s.d 152 detak per menit) selama 30-60 menit
Calisthenic exercise
SelasaSepeda statis dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Pilates / yoga
RabuLatihan dengan barbell dan gym equipment
Latihan flexibilitas dan neuromotor
KamisLari dengan treadmill dengan intensitas sedang (kecepatan 7 s.d 10 km /jam meningkat bertahap, tanpa inklinasi) selama 30-60 menit
JumatBerenang dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Latihan dengan dumbbell dan resistance band
SabtuSepeda statis / lari / berenang dengan intensitas sedang selama 30-60 menit
Pilates / yoga
MingguIstirahat

 

Yang harus diperhatikan dalam melakukan exercise :

  • Peralatan olahraga yang sesuai
  • Awali dengan pemanasan (warming up)& akhiri dengan pendinginan (cooling down)
  • Pemantauan kondisi dan keluhan selama exercise
  • Kebutuhan cairan tubuh

 

Faktor kunci untuk mencapai keberhasilan exercise dalam penurunan berat badan :

(The U.S. Office of Disease Prevention and Health Promotion)

  • Enjoyment
  • Self-efficacy
  • Social Support
  • Accountability
  • Integration into Daily Life

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Amelia Kartika, Sp.KFR

(Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Katarina
WhatsApp: 0811-2847-276
Telepon: (0274) 563333 ext. 1512
Lokasi: Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih

Pendaftaran 24 jam :

Telepon 0274 – 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Playstore atau App store)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Standar Frontliner Klinik Eksekutif & Medical Check Up : Menuju Layanan Prima dan Profesional 5/5 (4)

Bertempat di Auditorium lantai 6 Gedung Borromeus, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan Pelatihan Standar Frontliner Klinik Eksekutif dan Medical Check Up (MCU). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 14.30 WIB dan diikuti oleh 65 petugas frontliner yang terdiri dari sekuriti, petugas pendaftaran pasien, petugas keuangan/kasir, petugas farmasi, perawat, dan cleaning service.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RS Panti Rapih untuk meningkatkan kualitas layanan di Klinik Eksekutif dan MCU, yang dikenal sebagai layanan premium dengan standar pelayanan tinggi. Klinik eksekutif tidak hanya menekankan pada kecepatan dan efisiensi, tetapi juga pada kenyamanan, komunikasi yang empatik, serta profesionalisme tinggi dalam menangani pasien dari kalangan eksekutif, pejabat, maupun masyarakat yang menginginkan layanan eksklusif.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran frontliner sebagai garda terdepan dan wajah rumah sakit yang secara langsung mempengaruhi pengalaman pasien.

Para peserta mendapatkan berbagai materi pelatihan yang mencakup dimensi teknis, etika, hingga personal branding, di antaranya:

  1. Pengenalan Klinik Eksekutif dan Nilai Layanan Prima oleh Ibu Nita Dwi Yuliani, S.Kep., Ns.
  2. Prosedur Pendaftaran dan Alur Layanan Pasien oleh Ibu Anastasia Novita Dewi Pujiastuti, S.Kep., Ns.
  3. Manajemen Emosi dan Empati oleh Ibu Yustina Tripriyanti, S.Kep., Ns.
  4. Etika dan Penampilan Front Liner oleh Saudara Matheus Arief Yudanto, SE.
  5. Kerahasiaan Data dan Etika Informasi Medis serta Komunikasi Efektif dengan Pasien oleh dr. Maria Silvia Merry, MSc, SpMK
  6. Penanganan Komplain dan Kepuasan Pelanggan oleh Anjar Pintosasi, A.Md.
  7. Beauty Class meliputi make-up oleh dr. Putri Risqy Septy Amelia dan tata rambut oleh Saudari Klara Santi Adiraharjo, MM.

Selain sesi ceramah, pelatihan ini juga dilengkapi dengan metode simulasi, role play, dan diskusi interaktif. Para peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung standar pelayanan front liner dalam berbagai skenario, sekaligus merumuskan rencana tindak lanjut untuk perbaikan pelayanan ke depan.

 

Dengan terlaksananya pelatihan ini, RS Panti Rapih berharap seluruh petugas frontliner Klinik Eksekutif dan MCU dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh—mulai dari sikap, keterampilan komunikasi, hingga etika profesional. Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan layanan prima yang sejalan dengan visi dan misi rumah sakit, serta menciptakan pengalaman pasien yang profesional, manusiawi, dan berkesan.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Dukung Peningkatan Mutu Layanan PONED di Papua Barat No ratings yet.

RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni

Papua Barat, 27 Juni 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 15 hingga 27 Juni 2025, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 30 November – 13 Desember 2024.

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2025 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Pada 10 Juni 2025, tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui Zoom untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan. Dilanjutkan pada 12 Juni 2025, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak, di mana masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment dan tindak lanjut dari rekomendasi sebelumnya. Keesokan harinya, 13 Juni 2025, agenda serupa digelar dengan Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan lapangan dimulai pada 15 hingga 16 Juni 2025, saat tim pendamping melakukan perjalanan menuju Fakfak, Papua Barat. Di sana, pada 17 Juni, dilangsungkan initial meeting bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak untuk menyelaraskan visi, rencana kunjungan, serta menegaskan komitmen kolaboratif. Pendampingan teknis dimulai keesokan harinya, 18 Juni 2025, di Puskesmas Bomberay, dilanjutkan pada 19 Juni di Puskesmas Kokas, yang juga mencakup kegiatan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif peningkatan mutu. Kemudian pada 20 Juni, tim melakukan kunjungan ke RSUD Fakfak serta mengadakan forum evaluasi dan perumusan langkah lanjutan di Kantor Wakil Bupati Fakfak bersama para pemangku kepentingan daerah.

Kegiatan bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Fak-Fak

 

Pendampingan Sufas puskesmas PONED di Puskesmas Bomberay

Pendampingan Sufas Puskesmas PONED di Puskesmas Kokas

 

Setelah menyelesaikan agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Teluk Bintuni pada 21 hingga 22 Juni 2025. Kegiatan di wilayah ini diawali dengan initial meeting dan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni pada 23 Juni untuk meninjau kesiapan sistem layanan darurat maternal-neonatal.

 

Pendampingan teknis berlanjut di Puskesmas Babo pada 24 Juni dan di Puskesmas Aranday pada 25 Juni, termasuk simulasi (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil self-assessment dan capaian APKK.

 

Kegiatan ditutup pada 26 Juni 2025 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Seluruh rangkaian ditutup dengan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 27 Juni 2025.

 

Penyampaian Hasil Pendampingan dan Perumusan Sufas
di aula pertemuan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan sebelumnya, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu dengan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

Hasilnya, sejumlah indikator menunjukkan peningkatan signifikan. Misalnya, Puskesmas Kokas mengalami lonjakan capaian standar penanganan kegawatdaruratan bayi baru lahir dari hanya 14% di Desember 2024 menjadi 86% di Juni 2025. Di Puskesmas Aranday, skor proses penanganan kegawatdaruratan neonatal juga meningkat tajam dari 7% menjadi 64%.

“Pendampingan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T,” tegas Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM, Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih.

Dukungan dari Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah pun turut menguatkan dampak kegiatan. Dalam pertemuan evaluasi, disepakati pembentukan Tim Supervisi Fasilitatif Daerah melalui SK resmi serta penganggaran tahunan untuk pelaksanaan supervisi rutin, minimal dua kali dalam setahun.

Dengan hasil ini, RS Panti Rapih berharap kegiatan serupa dapat menjadi praktik baik (best practice) yang direplikasi di wilayah lain dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877
Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB,
Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup

 

 

Mohon dapat memberikan rating