Menjadi Lansia Sehat & Mandiri di Klinik Golden Care No ratings yet.

Keberadaan lanjut usia (lansia) memegang peranan penting bagi pembangunan Indonesia. Hal ini mengingat bahwa salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup maka menyebabkan jumlah penduduk lansia semakin besar. Penduduk lansia sebagai modal pemerintah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menuntaskan target dan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia mengemukakan bahwa lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah penduduk lansia tahun 2013 sebesar 13,56% dari keseluruhan penduduk (BPS, 2013). Pemerintah mencatat Yogyakarta merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk lanjut usia (lansia) tertinggi di Indonesia. Dari total penduduk di kota pelajar tersebut, diperkirakan, lansia mencapai 13,4 persen pada 2015, meningkat 14,7 persen (2020), dan 19,5 persen (2030). Besarnya jumlah penduduk lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta perlu menjadi perhatian tersendiri, mengingat di satu sisi semakin meningkatnya penduduk lansia berarti kualitas hidup semakin baik seiring semakin baiknya akses untuk mendapatkan fasilitas kesehatan sehingga usia harapan hidup meningkat.

Berbagai upaya harus dipersiapkan oleh lansia sendiri maupun keluarganya agar ke depan lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. Kesiapan lansia untuk tetap peduli pada masa depan dapat dilihat dari 5 (lima) dimensi yaitu, dimensi fisik, psikologis, mental spiritual, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan potensi. Keluarga memiliki peranan penting dalam membina kesiapan lansia untuk tetap peduli masa depan, harapannya agar terwujud kualitas keluarga yang sejahtera lahir dan batin. Rumah Sakit Panti Rapih sebagai rumah sakit yang terus berinovasi juga merasa perlu adanya pelayanan kesehatan terpadu yang secara khusus berorientasi kepada pasien-pasien lanjut usia. Menurut survey di RS 7,9% pasien RS Panti Rapih adalah pasien lansia.

Peningkatan populasi lansia ini juga berimbas pada pembentukan kebijakan Permenkes nomor 79 tahun 2014 untuk menyelenggarakan pelayanan geriatri terpadu di Rumah Sakit yang diberi nama Klinik Golden Care. Klinik ini didesain dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin yang bertujuan :

  1. Meningkatkan kualitas hidup, kualitas pelayanan dan keselamatan pasien lanjut usia di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
  2. Rumah Sakit memiliki regulasi pelayanan untuk lanjut usia secara terpadu sesuai dengan tingkat pelayanan lanjut usia tingkat sempurna
  3. Rumah Sakit Panti Rapih mampu menyediakan layanan lanjut usia terpadu dengan pendekatan multi disiplin yang bekerja sama secara interdisiplin
  4. Rumah Sakit Panti Rapih memberikan pelayanan secara bersahabat dengan lanjut usia di rawat jalan, rawat inap dan dimasyarakat
  5. Melaksanakan sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kepada lanjut usia secara terpadu

Golden Care diperuntukkan bagi sahabat sehat lansia. Golden Care menawarkan rangkaian pelayanan yang terpadu sebagai solusi bagi setiap gaya hidup lansia baik bagi lansia yang memiliki gaya hidup aktif dan dinamis, hingga yang memerlukan dukungan lebih. Golden Care didukung dengan ragam fasilitas yang lengkap untuk lansia.

Layanan Golden Care:

  • Pelayanan Spesialis Geriatri
  • Pelayanan Spesialis Rehabilitasi Medik
  • Pelayanan Spesialis Saraf
  • Pelayanan Psikiater
  • Pelayanan Ahli Gizi
  • Pelayanan Farmasi
  • Perawat
  • Pendampingan Sosial Spiritual
  • Laboratorium
  • Berkebun
  • Tempat istirahat
  • Rekreasi Bersama (Karaoke)
  • Perpustakaan
  • Makan & snack

Dari layanan tersebut di atas, dikemas menjadi dua layanan pokok yaitu, Day Care Lansia & Medical Check Up Lansia.

Link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-geriatri/

Informasi Pelayanan :
Klinik Golden Care & Home Care
Lantai 1 Gedung Lukas RS Panti Rapih Yogyakarta
0274-563333 ext 292
WA : 08112869710

Mohon dapat memberikan rating

PRP (Platelet-Rich Plasma) di Klinik Estetika Lucia RS Panti Rapih No ratings yet.

PRP (Platelet-Rich Plasma) merupakan plasma darah yang kaya akan platelet, yang selanjutnya menghasilkan faktor pertumbuhan secara aktif selama proses regenerasi jaringan. Manfaat yang didapatkan adalah pembentukan kolagen baru dan pembuluh darah, memperbaiki dan meregenerasi kulit yang rusak, serta memperlambat dan mengurangi tanda-tanda penuaan kulit.
PRP merupakan prosedur yang aman & sederhana, karena diproses dari darah pasien sendiri, tidak ada resiko penularan penyakit dan reaksi alergi.
PRP digunakan sebagai pelengkap pada tindakan Fractional Laser dan Microneedling untuk penanganan berbagai masalah kulit seperti bekas-bekas jerawat, kerutan-kerutan halus di kulit, mengencangkan kulit, pori-pori besar dan stretchmark. PRP digunakan juga pada penanganan kebotakan.

Untuk Sahabat Sehat Panti Rapih yang membutuhkan penanganan PRP (Platelet-Rich Plasma) atau tindakan yang lain dapat mengunjungi Klinik Estetika Lucia RS Panti Rapih.

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Selamat Hari Perawat Nasional 2021 5/5 (1)

Terimakasih perawat yang tanpa kenal lelah sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara tulus, iklhas dan profesional. Mari kita bersama-sama melawan pandemi COVID-19. Tetap jaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia perutusan ini.


Selamat Hari Perawat Nasional 2021.
Perawat Tangguh. Indonesia Bebas COVID-19. Masyarakat Sehat

Mohon dapat memberikan rating

IGD Sudah Beroperasional Kembali Rabu, 30 Des 2020 Pukul 07.00 5/5 (1)

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Rapih, sudah beropesional kembali. IGD RS Panti Rapih siap sedia melayani kesehatan masyarakat.
Ruangan sudah di sterilisasi dan di disinfektan secara menyeluruh. Serta untuk lebih memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien, IGD RS Panti Rapih menambahkan ruang infeksius bertekanan negatif. 😊🙏
Your Safety is Our #1 Priority 😉👍

Mohon dapat memberikan rating

Penghentian Sementara IGD RS Panti Rapih untuk Desinfektan 5/5 (1)

Dalam rangka meminimalkan risiko penularan virus COVID-19 kepada pasien dan tenaga kesehatan di RS Panti Rapih, maka dilakukan dekontaminasi dan pengaturan Tenaga Kesehatan secara berkala. Tindakan dekontaminasi dan pengaturan Tenaga Kesehatan tersebut dilakukan di semua area pelayanan, khususnya pada area pelayanan infeksius dan isolasi.

Berhubungan dengan hal tersebut, dengan ini kami informasikan kepada masyarakat dan pelanggan RS Panti Rapih bahwa:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Rapih akan menghentikan sementara pelayanan selama 24 jam pada hari:

Selasa, 29 Desember 2020 mulai pukul 07.00 WIB

dan buka kembali seperti sedia kala, pada
Rabu, 30 Desember 2020 pukul 07.00 WIB

Pelayanan pasien non gawat darurat dan non infeksius akan dilayani di Klinik Umum dan Klinik Spesialis, sedangkan pasien kondisi gawat darat pada kurun waktu tersebut dimohon untuk langsung menuju Rumah Sakit lain yang terdekat.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk dapat menjadi periksa. Atas perhatian dan kerjasama yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 28 Des 2020
Direktur Utama,

drg. V. Triputro Nugroho, M.Kes

Mohon dapat memberikan rating

Peringatan Hari Ulang Tahun RS Panti Rapih ke 91 5/5 (1)

Tepat pada tanggal 14 September 2020, Rumah Sakit Panti Rapih memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 91. Suatu hal yang tidak biasa dimasa pandemi Covid 19 yaitu Misa Syukur diselenggarakan secara online. Misa online dipimpin oleh Rm. Adrianus Maradiyo, Pr dan Rm. Antonius Wahadi Martaatmaja, Pr. Misa syukur ini menggunakan protokol kesehatan yang ketat, dimana tidak dihadiri oleh umat (hanya dihadiri oleh panitia yang jumlahnya total 15 orang), menggunakan masker, menggunakan sarung tangan, menggunakan sarung microphone, serta jaga jarak. Acara misa syukur disiarkan secara live streaming dan dapat disaksikan di Channel Youtube RS Panti Rapih. Tema HUT RS Panti Rapih adalah Sukacita Panti Rapih Menjalani Peradaban Baru dengan Harapan Baru.

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Pelantikan Direktur Utama RS Panti Rapih 5/5 (1)

Pada tanggal 4 Januari 2020, terdapat acara Pengambilan Janji Jabatan dan Pelantikan Direktur Utama Rumah Sakit Panti Rapih, Masa Jabatan 2020 - 2023. dr. Vincentius Triputro Nugroho, MKes ditunjuk oleh Yayasan Panti Rapih untuk mengisi posisi Direktur Utama menggantikan dr. Teddy Janong, MKes yang menjabat selama 11 tahun (2009 - 2019). Pelantikan ini dihadiri oleh Mgr. Robertus Rubyatmoko (Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang) yang juga memimpin Misa Syukur, Rm. Macarius Maharsono Probho SJ, Rm. Adrianus Maradiyo, Pr, Rm. Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr, Rm. Antonius Wahadi Martaatmaja Pr, Dihadiri pula oleh Suster-suster CB, Yayasan Panti Rapih, Direktur Unit Karya, dan tamu undangan lain. dr. Vincentius Triputro Nugroho, MKes akan menjabat sebagai Direktur Utama RS Panti Rapih selama 3 tahun. Selamat berkarya drg. Vincentius Triputro Nugroho, MKes

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Gangguan Saraf Akibat Penyakit Gula No ratings yet.

Diabetes mellitus (DM), atau disebut juga sebagai “penyakit gula” oleh masyarakat, merupakan salah satu jenis penyakit kronik yang sering dijumpai. DM ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Pemeriksaan kadar gula darah untuk mendeteksi penyakit ini ada 4 macam, yaitu: pemeriksaan kadar gula darah setelah berpuasa selama kurang lebih 8 jam, pemeriksaan kadar gula darah 2 jam setelah pemberian asupan gula sebanyak kurang lebih 75 mg, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, dan pemeriksaan kadar HbA1C. Peningkatan kadar gula darah tersebut sering kali disertai dengan beberapa gejala khas seperti: banyak makan atau peningkatan nafsu makan meskipun tidak ada peningkatan aktivitas, banyak minum atau sering merasa kehausan, sering kencing, memiliki luka yang tidak kunjung sembuh, dan penurunan berat badan meskipun pola makan atau tingkat aktivitas tidak berubah. Penyakit DM yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan berbagai komplikasi pada jantung, pembuluh darah, otak, dan saraf.

Neuropati diabetikum merupakan komplikasi yang terjadi pada saraf tepi akibat penyakit DM. Kondisi ini sering muncul pada pasien yang menderita DM jangka lama dan/atau kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik. Pasien yang berusia lanjut, merokok, dan memiliki penyakit penyerta seperti dislipidemia (kadar lemak darah tidak normal) dan hipertensi (tekanan darah tinggi) juga cenderung lebih sering mengalami neuropati diabetikum.

Pasien yang menderita kondisi ini dapat mengalami gejala-gejala sebagai berikut: rasa kesemutan, rasa nyeri seperti tertusuk-tusuk jarum, rasa panas atau sensasi terbakar, dan rasa tebal pada ujung tangan dan kaki yang memberikan kesan “seperti sedang menggunakan sarung tangan dan kaus kaki”. Gejala-gejala tersebut merupakan gejala yang khas atau sering dijumpai pada neuropati diabetikum. Gejala lain yang tidak khas meliputi: kelemahan otot, gangguan tekanan darah (misalnya hipotensi ortostatik), gangguan irama jantung (misalnya aritmia), gangguan pencernaan (misalnya gastroparesis), dan gangguan berkemih (misalnya sulit mengeluarkan air seni).

Mengontrol kadar gula darah dengan menggunakan obat anti diabetes, berolah raga rutin, serta mengatur pola makan dan jenis makanan merupakan kunci utama dari penanganan neuropati diabetikum. Berolah raga rutin, selain bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah, juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan menstabilkan tekanan darah, yang secara tidak langsung juga mengatasi neuropati diabetikum.

Vitamin B kombinasi yang terdiri dari vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin B12 merupakan salah satu terapi yang diberikan pada pasien neuropati diabetikum. Berbagai penelitian membuktikan bahwa pemberian vitamin tersebut menurunkan derajat keparahan gejala neuropati diabetikum dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Obat lain yang sering digunakan untuk menangani neuropati diabetikum adalah obat anti nyeri (misalnya ibuprofen dan capsaicin), obat anti depresi (mislanya amitriptilin dan duloxetin), dan obat anti kejang (misalnya gabapentin dan pregabalin).

Dokter spesialis penyakit dalam adalah dokter yang berkompetensi memberikan obat anti diabetes pada pasien DM, sedangkan penanganan neuropati diabetikum dilakukan oleh dokter spesialis saraf. Konsultasi dengan ahli gizi juga dapat dilakukan untuk menyusun pola dan menu diet sehari-hari. Penanganan yang baik pada DM maupun komplikasi akibat DM dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya, menurunkan angka kecacatan, dan kematian.

Kunjungi Klinik Saraf Rumah Sakit Panti Rapih untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar Demensia.

Ditulis oleh dr. Rosa De Lima Renita Sanyasi (Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Saraf
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Klinik Penyakit Dalam
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating