Kunjungan Studi Banding STIKES Muhammadiyah Bojonegoro 5/5 (9)

Sebanyak 50 mahasiswa mahasiswi dan 2 dosen dari program studi D3 Perekam dan Informasi Kesehatan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro mengunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta pada hari Rabu, 11 Januari 2023 dalam rangka studi banding. Studi banding tersebut membahas tentang aktivitas perekam medik dan penerapan sistem informasi rumah sakit termasuk sistem Rekam Medis Elektronik.

Rombongan diterima langsung oleh Bapak Aemilianus Yollan Permana, M.M., Ak (Direktur Keuangan RS Panti Rapih), dilanjutkan sambutan dari dosen STIKES Muhammadiyah Bojonegoro yaitu Bapak Tegar Wahyu Yudha, S. ST, M. KM.  Pemaparan Company Profile RS Panti Rapih oleh Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom (Kepala Humas), dilanjutkan penyampaian materi terkait oleh Bapak Robertus Yogi Saputro, A. Md.RMIK (Kepala Instalasi Rekam Medis) dan Ibu Christiana Wahyunita Arum Melati, S. Kom (Kepala Sub Instalasi Software dan Pengembangan Aplikasi).

Peserta studi banding mendapatkan penjelasan terkait rekam medis elektronik di Pelayananan, meliputi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan, Pendaftaran Pasien Rawat Inap, Pengolahan Data, Surat Keterangan Medis, Assembling, dan alih media rekam medis manual ke rekam medis elektronik.

 

Kegiatan studi banding dilanjutkan dengan telusur lapangan, yang terbagi atas 5 kelompok. Setiap kelompok mendapatkan penjelasan seputar aktivitas pelayanan serta sarana yang digunakan oleh perekam medik RS Panti Rapih. Beberapa area pelayanan yang dikunjungi, antara lain Instalasi Rekam Medis, Pendaftaran Rawat Jalan, dan Pendaftaran Rawat inap.

 

Acara ditutup dengan penyampaian testimoni dari perwakilan dosen pembimbing dan perwakilan mahasiswi STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat oleh Bapak Markus Suryo Nugroho, M.P.H selaku Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian RS Panti Rapih Yogyakarta kepada STIKES Muhammadiyah Bojonegoro.

 

Terima kasih atas kunjungan studi banding oleh STIKES Muhammadiyah Bojonegoro ke RS Panti Rapih, semoga melalui kunjungan studi banding ini, pengalaman yang didapatkan akan menjadi nilai tambah dalam perjalanan karir untuk para mahasiswa dan mahasiswi untuk menjadi tenaga kesehatan yang handal dalam bidangnya.

 

 

 

Anjar Pintosasi

Humas RS Panti Rapih

 

Informasi lebih lanjut terkait Pendidikan, Pelatihan, Penelitian di RS Panti Rapih : 

WA : 082133337062

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (9)

Mohon dapat memberikan rating

Kumpul SeDulur “KuDU” Panti Rapih 5/5 (8)

Yogyakarta, 08 Januari 2023 – RS Panti Rapih menyelenggarakan acara dengan tema “KuDu (Kumpul Sedulur) Panti Rapih” di kawasan Wisdom Park UGM Yogyakarta yang berlangsung secara semarak. Acara yang diikuti oleh keluarga besar pengurus Yayasan, Jajaran Direksi, karyawan RS Panti Rapih beserta keluarga masing – masing.

Penyelengaraan acara tersebut merupakan bentuk syukur atas beberapa pencapaian prestasi RS Panti Rapih di tahun 2022 seperti Lulus Akreditasi Paripurna, Teladan 1 Kategori Perusahaan Berskala Besar ektor Jasa Kesehatan dalam Olimpiade Pengupahan Berbasis Produktivitas (OPBP) 2022. Selain itu juga dalam rangka merayakan natalan juga tahun bersama, serta penutupan rangkaian acara HUT RS Panti Rapih ke 93 tahun.

Acara dimeriahkan juga oleh kehadiran 3 personil Angkringan TVRI Yogya, Band Karyawan, Sinterklas, Tarian Dolanan Karyawan, Zumba, Penggalangan Donasi dan Bazaar UMKM Karyawan dengan hasil kreativitas olahan makanan dan minuman dari beragam unit karya yang ada di RS Panti Rapih.

 

Acara yang diawali dengan Zumba bersama, dilanjut dengan pembukaan secara resmi oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih). Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa bersyukur, dengan penuh sukacita dapat menyelenggarakan acara ini untuk kebersamaan “Tiga tahun, selama pandemi Covid 19 kita tidak bisa berkumpul bersama seperti ini. Dan hari ini kita bersama keluarga besar Panti Rapih bisa kembali dalam acara bersama. Saya sangat berterima kasih atas kerja keras teman – teman semuanya. Semoga momentum ini mampu selalu menyemangat kita untuk terus bekerja cerdas dan penuh kreativitas”, tegasnya.

Selain itu, juga turut hadir dalam acara tersebut yaitu Vikjen Keuskupan Agung Semarang (KAS) Romo YR Edy Purwanto Pr. Beliau dengan penuh sukacita menyampaikan pesan dalam perayaan Natal kali ini, ada 3 konteks hidup yang kita jalani. “Pertama, Natal itu tentang memberi bukan menerima. Ini menjadi semangat hidup Kristiani kita. Kedua, kita berkumpul bersama merasakan hasil akhir kerja, yakni hasil akreditasi paripurna RS Panti Rapih. Ketiga, kita bersyukur bersama di usia 93 tahun RS Panti Rapih. Selain itu kita diharapkan selalu mampu memberikan kenyamanan bagi tamu Ilahi”, ungkapnya.


Melalui nilai I CARE (Integrity, Compassion, Assurance, Respect, Embrace Innovation) menjadi komitmen kami dalam pelayanan supaya semakin bermakna bagi sesama.Semua itu tidak akan terwujud tanpa dukungan dan semangat dari Sahabat Sehat Panti Rapih. Kami selalu berharap dan mengupayakan dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik dengan sepenuh hati.

Anjar Pintosasi
Humas RS Panti Rapih

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (8)

Mohon dapat memberikan rating

Seminar Akses Vaskular Hemodialisa: Deteksi Dini dan Penanganan Masalah 5/5 (3)

Bekerja sama dengan PESBEVI, Boston Scientific dan PT Nugra Karsera, RS Panti Rapih menyelenggarakan Seminar Kesehatan dengan mengangkat tema “Akses Vaskular Hemodialisa: Deteksi Dini dan Penanganan Masalah” pada Minggu, 11 Desember 2022 di Hotel Kimaya Yogyakarta. Seminar ini khusus diperuntukkan bagi Dokter dan Perawat Hemodialisa, dihadiri 104 peserta dari beberapa rumah sakit wilayah Jateng dan DIY. Terdapat sebelas narasumber yang terbagi atas empat sesi, mengangkat topik seputar layanan akses vaskular yang baik dan aman pada pasien cuci darah dengan moderator dr. Iwan B. Kristanto, Sp.B,Sub.Sp.BVE(K) dari RS Panti Rapih.

Pada sesi pertama disampaikan mengenai Sejarah Perkembangan Vaskular di Jateng dan DIY oleh dr.  Aries Sudjarwo, Sp.B, Sub.Sp.BVE(K) dari RSUP DR. Karyadi dan diteruskan oleh dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH, FINASIM dari RSUP Dr. Sardjito mengenai Dialisis yang berkualitas, disusul oleh dr. Ahmad Daenuri, Sp.B,Sub.Sp.BVE(K) dari RSUD Tidar dengan mengangkat topik pembicaraan Persiapan Pemasangan Akses (Double Lumen dan AV Shunt) dan Monitoring.

Sesi kedua diawali oleh dr. Alexander Jayadi, Sp.B, Sub.Sp.BVE(K) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo yang membicarakan Pengaruh Kualitas Akses terhadap Adekuasi HD, dilanjutkan Evita Elia Nora, S.Kep,Ns dari RS Primaya yang mengusung topik Perawatan dan Pelatihan Deteksi Dini pada Akses Dialisi. Disusul oleh dr. Donie Firdhianto, Sp.B, Sub.Sp.BVE(K) dari SMC RS Telogorejo, tentang Komplikasi Akses Dialisis dan Penanganannya.

Setelah break makan siang, hadir dr Triharnoto, MBA, MSc, Sp.PD-KGH, FINASIM dari RS Panti Rapih yang menjelaskan tentang Jenis dan Pilihan Akses Vaskuler Hemodialisa serta dilanjutkan oleh dr Eko Purboyono selaku Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Yogya terkait Pembiayaan Akses Vaskular dengan jaminan BPJS. Disusul dr. Andrian Bimo, Sp.B,Sub.Sp.BVE(K) dari RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro tentang Endovaskular pada Penanganan HAM.

Pada sesi keempat, seminar diawali dengan Live Demo Maturasi USG oleh dr Jimmy Candra Putra, Sp.B, Sub.Sp.BVE(K) dari RSUD Dr. Soeroto serta ditutup Case Sharing nurse oleh Tim Nurse SMC RS Telogorejo dan Agustinus Dalmatius, S.Kep, Ns dari RS Panti Rapih

RS Panti Rapih sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik terus berusaha untuk mengupayakan peningkatan mutu layanannya. Melalui kegiatan Seminar Kesehatan yang bekerja sama dengan PESBEVI, Boston Scientific dan PT Nugra Karsera ini, RS Panti Rapih berharap para Perawat HD yang ikut serta dalam acara mampu meningkatkan kemampuan serta pengetahuan guna meningkatkan kualitas layanan terhadap pasien. (Maria Vita – Humas RS Panti Rapih)

Mohon dapat memberikan rating

September Ceria. Ceriakan kulit wajah dan senyum Anda bersama Klinik Estetika Lucia No ratings yet.

(Promo Sudah Selesai)

September Ceria. Demi mendapatkan kulit wajah yang lebih segar dan sehat. Dapatkan potongan harga 5% setiap pembelian Paket Produk Perawatan di Klinik Estetika Lucia.

Produk Perawatan Klinik Estetika Lucia:
– Paket Produk Rejuvenation
– Paket Produk Anti Acne
– Paket Produk Complementary

Periode Potongan Harga Produk 5% berlaku 1 – 30 September 2022.
Kunjungi Klinik Estetika Lucia di lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus.

Link terkait: https://pantirapih.or.id/klinikestetika/

https://pantirapih.or.id/rspr/category/promo/

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal dan Memahami Patah Tulang Pada Anak 5/5 (1)

Pada saat ini animo masyarakat untuk menjaga kesehatan cukup tinggi, sehingga anak-anak pun ikut tertarik untuk melakukan aktifitas olahraga. Tapi sayang animo yang cukup besar tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup bagaimana melakukan olahraga yang benar, sehingga menyebabkan sering terjadi cedera, dan salah satu yang paling sering terjadi adalah patah tulang (fraktur). Patah tulang bisa mengenai semua umur, termasuk pada anak-anak. Patah tulang pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Hal ini sangat penting diketahui karena keberhasilan diagnostik dan terapi penyakit ortopedik pada kelompok usia ini berbeda. Bentuk patah tulang yang unik pada anak-anak adalah hasil dari perbedaan anatomis, biomekanis dan fisiologi antara anak-anak dengan dewasa.

KARAKTERISTIK TULANG ANAK

Salah satu perbedaan tulang anak-anak dengan orang dewasa ialah adanya Lempeng Pertumbuhan (growth plate/lempeng epifisis) pada tulang anak-anak. Lempeng pertumbuhan berbentuk tulang rawan dan melekat erat pada metafisis (bagian tulang yang sudah dewasa yang baru dibentuk oleh lempeng epifisis. Keduanya dibungkus oleh selubung (periosteum) yang sangat tebal dan kuat, serta mampu menghasilkan tulang baru dalam proses penyembuhan tulang yang patah. Lempeng tulang membuat tulang menjadi lebih besar dan lebih panjang seiring dengan kepadatan tulang yang juga meningkat. Struktur anatomis tulang pada anak mempunyai fleksibilitas yang tinggi sehingga ia mempunyai kemampuan seperti “biological plasticity”. Hal ini menyebabkan tulang anak-anak dapat membengkok tanpa patah atau hancur, sehingga dapat terjadi gambaran fraktur yang unik pada anak yang tidak dijumpai pada dewasa. Pada anak-anak, pertumbuhan merupakan dasar terjadinya remodeling (kembali ke bentuk anatomi normal). Pertumbuhan diafisis (bagian tulang yang sudah dewasa) tulang panjang akan menghasilkan pertambahan panjang tulang. Secara spesifik, keberadaan lempeng pertumbuhan, periosteum yang tebal, serta kemampuan tulang anak-anak yang elastik seperti karet, dan kemampuan mengalami remodeling adalah dasar dari gambaran fraktur yang khas pada anak-anak.

FRAKTUR

Terdapat beberapa fraktur yang sering terjadi pada anak, antara lain fraktur garis rambut, fraktur green stick (seperti ranting patah) dimana tulang tampak membengkok tanpa adanya garis fraktur, dan fraktur buckle atau torus (kompresi). Fraktur-fraktur ini termasuk fraktur yang tidak berat dan stabil, dan sembuh dalam 2-3 minggu dengan immobilisasi. Sedangkan, fraktur intra-artikuler (di dalam sendi) atau fraktur melibatkan fisis (fisis, epfisis, metafisis) berpotensi lebih berbahaya dan dapat berakibat jelek di kemudian hari. Penyembuhan fraktur pada anak-anak mulai saat lahir sangat cepat dan berangsur-angsur berkurang setelah anak bertambah usianya. Sebagai contoh, fraktur femur (tulang paha) pada bayi baru lahir akan sembuh dalam waktu tiga minggu, pada anak usia 8 tahun akan sembuh dalam waktu 8 minggu, anak usia 12 tahun akan sembuh dalam 12 minggu, dan seterusnya.

GEJALA
Apabila anak mengalami cedera, orang tua bisa saja curiga ia mengalami patah tulang bila menemukan gejala-gejala seperti :
1. Adanya riwayat cedera/trauma
2. Timbul rasa sakit/nyeri dan terjadi pembengkakan, kemerahan/kebiruan serta terasa panas di daerah yang patah
3. Terjadinya perubahan bentuk/deformitas
4. Menurunnya fungsi hingga tidak dapat digerakkan daerah anggota gerak yang mengalami patah
5. Keterbatasan lingkup gerak sendi

PENATALAKSANAAN
Prinsip utama penanganan patah tulang pada anak adalah secara konservatif (tanpa operasi), baik dengan cara manipulasi tertutup atau pun traksi berkesinambungan. Sebagian besar fraktur pada anak-anak dan remaja akan ditangani dengan reduksi tertutup dan pembalutan dengan gips atau traksi. Satu-satunya cara untuk menahan reduksi adalah dengan menggunakan gips.
Fungsi utama gips adalah mencegah supaya tidak terjadi pergeseran pada tulang yang patah atau retak, mempertahankan kedudukan tulang yang patah dengan baik sehingga tidak terjadi angulasi (perubahan bentuk), dan menghilangkan rasa nyeri dengan menghambat pergerakan kedudukan tulang yang patah. Rata-rata gips dipasang selama 2-8 minggu, bergantung dari jenis patahnya dan timbulnya tulang baru yang disebut callus (lem tulang). Callus ini mulai timbul pada anak-anak dalam waktu 10 hari-2 minggu, adanya callus sebagai tanda bahwa penyembuhan sudah mulai terjadi. Untuk memastikannya, perlu dilakukan foto rontgen terlebih dahulu. Dalam kurun waktu 5-6 minggu patah tulang bisa sembuh total. Perlu dilakukan observasi klinis yang regular dan kompeten oleh dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi pada kasus patah tulang pada usia anak, karena anak-anak belum dapat mendeskripsikan rasa nyeri, gangguan sensori, dan sirkulasi atau tanda-tanda komplikasi lainnya.

 

 

Artikel ini ditulis oleh :
dr. Alexander Mateus, Sp.OT.
(Dokter Spesialis Ortopedi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Bedah Tulang
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kateterisasi Jantung 5/5 (1)

Penyakit jantung merupakan penyakit peringkat pertama penyebab kematian di dunia. Satu dari lima kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit jantung, Jantung Koroner.

Penyebab Jantung Koroner
Pada awalnya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) dan hal ini lama-kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah dan lain sebagainya yang semuanya itu akan menyumbat pembuluh darah. Akibatnya otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung (serangan jantung) yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Faktor Risiko yang dapat menimbulkan penyakit jantung koroner sebagai berikut:
– Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi
– Kadar Kolesterol HDL rendah
– Kebiasaan merokok
– Diabetes Mellitus
– Obesitas (Kegemukan)
– Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga
– Kurang olah raga
– Stress

Bila Anda menyandang salah satu faktor diatas, dianjurkan untuk melakukan screening dan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala kepada Dokter Spesialis Jantung. Deteksi Penyakit Jantung Koroner Penyakit Jantung Koroner dapat diketahui melalui pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter spesialis jantung. Dan dengan bantuan pemeriksaan Calcium Scoring Jantung (CAT Scanning) yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ECG, Treadmill Test dan Arteriografi Koroner (Kateterisasi). Hasil dari Calcium Scoring Jantung akan diikuti dengan pemeriksaan lebih lanjut apabila didapatkan hasil yang positif.

Apa itu Kateterisasi Jantung?
Merupakan prosedur diagnose untuk memeriksa fungsi jantung dan pembuluh darah, khususnya pembuluh darah koroner. Pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pembuluh darah koroner yang disebut sebagai Angiografi koroner, berguna untuk mendeteksi adanya lokasi penyumbatan dan seberapa berat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah koroner. Pemeriksaan kateterisasi jantung bersifat invasif. Sebuah selang yang panjang, tipis dan fleksibel, disebut juga kateter, dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah besar pada pangkal paha / selangkangan, lengan atau pergelangan tangan. Secara perlahan kateter dimasukkan sampai aorta (pembuluh darah utama yang keluar dari jantung) tempat muara pembuluh darah koroner.

Bagaimana dengan hasil Kateterisasi Jantung?
Dokter akan menjelaskan hasil film yang direkam selama tindakan dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya, apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan metode ditiup / balonisasi. Atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat disebut Coronary Artery Bypass Surgery (CABG).

Efek Kateterisasi Jantung
Pada umumnya tindakan kateterisasi jantung memiliki risiko sangat kecil. Biasanya pemeriksaan kateterisasi berlangsung tanpa masalah. Dan data statistic menunjukkan angka keberhasilan sangat tinggi. Akan tetapi, kemungkinan timbulnya komplikasi juga tidak boleh diabaikan.
Komplikasi yang timbul seperti :
â—Ź Pendarahan, infeksi dan rasa sakit di daerah tempat kateter
dimasukkan
â—Ź Reaksi alergi
â—Ź Aritmia jantung
â—Ź Infark myocardial
â—Ź Turunnya tekanan darah
â—Ź Gangguan fungsi ginjal
Risiko tinggi terjadinya komplikasi pada penderita diabetes dan gangguan ginjal

Apa yang dimaksud dengan tindakan PTCA – PCI (peniupan) itu?
Tindakan peniupan atau balonisasi atau angioplasty bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat di tempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka. Untuk mempertahankan pembuluh darah yang telah dilebarkan, akan dilakukan pemasangan ring (stent). Cara ini sangat aman dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi.

Rumah Sakit Panti Rapih telah memiliki fasilitas serta teknologi medis khusus untuk melakukan tindakan kateterisasi jantung (Cathlab). Dan dokter spesialis jantung yang sangat berpengalaman serta tenaga medis yang handal semakin menjamin ketepatan diagnosa dan terapi. Anda tidak perlu berobat ke luar negeri, karena sarana yang serupa dengan yang terdapat di luar negeri / negara tetangga sekarang sudah ada di Yogyakarta tepatnya di RS Panti Rapih.

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Dilema Anak Telat Bicara No ratings yet.

Apakah anak Anda agak terlambat bicaranya? Apakah bicaranya tidak beraturan walau kita tahu maksudnya?

Zaman sekarang memang sering kita menjumpai anak yang terlambat bicaranya dibanding teman-teman seusianya. Kira-kira apa penyebabnya? Mengapa zaman semakin maju namun malah banyak anak dengan kasus speech delay? Perlu kita lihat kembali sewaktu mereka masih bayi, sewaktu mereka baru lahir sampai sekarang yang sudah bisa lari ke sana sini namun bicara malah belum lancar. Apakah dulu mereka sering kita kasih liat gadget? handphone, tv, tab, dan sejenisnya atau Anda sebagai orang tua terlalu sibuk kerja sehingga anak tak ada teman bermain? Atau tinggal dengan baby sitter yang tidak cerewet di rumah? Atau di rumah kita sering memakai lebih dari satu jenis bahasa? Faktor ini juga menjadi salah satu penyebab anak Anda dapat menjadi telat bicara seperti sekarang ini.

Memang tidak mudah untuk mengasuh anak tanpa fasilitas-fasilitas yang sudah maju di zaman ini. Tuntutan ekonomi juga sering mengharuskan untuk kedua orang tua mempunyai penghasilan. Apalagi ditambah anak yang susah makan, tidak mau tenang ketika disuapin, tetapi ketika diberikan gadget langsung diam, suapan ini itu masuk mulut dengan lancar. Jika anak kita rewel, menangis dan berteriak, orangtua akan memberikan gadget supaya anak bisa lebih tenang. Memang solusi-solusi itu kelihatan sangat mudah dan instan namun itu, justru mengorbankan kemampuan anak untuk berkembang dalam hal berbicara. Bahkan banyak juga yang menjadi sulit untuk dipanggil, sering asik sendiri dan tidak peduli dengan orang sekitar. Hp, tv atau gadget lainnya yang memiliki gambar bergerak sering menjadi masalah utama dalam kasus speech delay (terlambat bicara). Kalau anak sudah terlanjur telat bicara karena ini, kita harus bagaimana? Sebetulnya tidak sulit untuk membantu anak kita untuk mengejar keterlambatan bicaranya. Hanya tidak boleh gadget lagi, temani dia bermain serta gunakan cukup satu bahasa dulu. “Kalau anak nangis gamau makan tanpa gadget gimana?” mencari aktivitas lain atau mainan anak anak selain gadget. Bahkan buku gambar juga boleh yang penting tidak boleh gadget dulu. “Tapi saya kerja, suami / istri juga kerja, pembantu di rumah juga pendiam gimana?”. Mencari Day Care, penitipan anak atau paud. Di sana banyak anak seusianya malah lebih bagus karena anak akan belajar untuk bersosialisasi. Bahkan ketika anak sudah mendapat kenalan teman yang cepat akrab dan sudah pintar bicara, anak kita pasti ketularan bicaranya dalam kata lain, dia terpancing untuk belajar berbicara. Sebagai orangtua hanya perlu siapkan hati kita untuk meninggalkan solusi instan pakai gadget untuk menghibur anak. Karena kita sebagai orang tua, juga berkewajiban untuk “mendidik” anak.

Dalam hal mendidik anak pun harus diperhatikan, ketegasan kita dan kekompakan pasangan hidup kita. Terkadang sang ibu tegas, tapi sang ayah tidak tegaan atau sebaliknya. Tegas di sini bukan berarti keras namun tegas itu konsisten, iya ya iya. tidak ya tidak. Lalu dalam hal bahasa yang digunakan juga penting. Jangan pakai dua atau lebih bahasa dalam keseharian di rumah dengan sang anak. Beri anak satu bahasa dulu sampai anak pandai bicara baru boleh belajar bahasa selanjutnya.  Dan berikan aturan kepada anak untuk no gadget, no tv. Kalau udah pandai bicara, dapat diberikan lagi. Jika masih kurang yakin dengan perkembangan sang anak, silakan konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak, Psikolog Anak, Terapis Wicara atau Terapis Okupasi.

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Senam Kaki Diabetes No ratings yet.

Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki (deformitas).

Langkah-langkah Senam Kaki Diabetes sebagai berikut:
1. Latihan senam kaki dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, dan tidur
2. Senam kaki dapat dilakukan dengan cara menggerakan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumir diangkat, mengangkat kaki dan menurunkan kaki
3. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat memutar keluar atau kedalam. Selain itu, gerakan mencengkram dan meluruskan jari-jari kaki juga menjadi bagian dari senam kaki diabetes
4. Latihan senam kaki diabetes, dapat dilakukan setiap hari secara teratur, dimana saja. Bisa sambil bersantai bersama keluarga maupun menonton televisi. Ketika kaki terasa dingin, lakukan senam kaki diabetes

 

Informasi Pelayanan : 
Instalasi Rehabilitasi Medik
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pk 07.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu & tanggal merah tutup

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Ucapan Selamat 5 Tahun Tahbisan Episkopal Mgr. Robertus Rubiyatmoko 5/5 (1)

Yayasan Panti Rapih beserta Unit Karya (@rspantirapihyogyakarta @rspantirini @rspantirahayu @rspantinugroho @rssantaelisabeth @stikespantirapih ) mengucapkan Selamat atas 5 Tahun Tahbisan Episkopal untuk Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang). Tanggal 19 Mei 2017 – 19 Mei 2022.
Dengan motto beliau yaitu “Quaerere et Salvum Facere” artinya adalah Mencari dan Menyelamatkan.
Profil singkat Mgr Rubiyatmoko

Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko (lahir 10 Oktober 1963) adalah Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang. Ia ditahbiskan menjadi Imam pada tanggal 12 Agustus 1992 dengan penahbis Mgr. Julius Darmaatmadja, S.J. dan terpilih menjadi Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang pada tanggal 18 Maret 2017 oleh Paus Fransiskus.

Romo Ruby, panggilan dari Robertus Rubiyatmoko, mengawali pendidikan imamatnya di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang. Usai menyelesaikan pendidikan tahun rohani sebagai calon frater diosesan KAS di Seminari Tahun Rohani Keuskupan Agung Semarang di Wisma Jangli Semarang tahun 1984-1985, ia melanjutkan pendidikan belajar filsafat dan teologi di Fakultas Wedabhakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan tinggal di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta. Ia ditahbiskan menjadi imam tanggal 12 Agustus 1992.

Semasa menjadi Imam, Romo Ruby sempat bertugas di Paroki Santa Maria Assumta Pakem pada tahun 1992 hingga 1993. Ia lalu ditugaskan oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang waktu itu yakni Mgr. Julius Darmaatmadja, SJ untuk belajar Hukum Gereja di Roma, Italia. Romo Ruby memperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum Gereja dari Universitas Gregoriana, Roma. Selama menjalani studi di Roma dia tinggal di Asrama Kepausan Belanda dari tahun 1993 hingga 1997. Sebelum ditunjuk menjadi Uskup Agung Semarang, dia bertugas sebagai staf Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta dan dosen Hukum Gereja Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada tahun 2011, ia diangkat menjadi Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Semarang.

 

Dengan terpilihnya Romo Ruby menjadi Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, sekaligus mengisi kekosongan posisi Uskup, setelah Mgr Johannes Pujasumarta meninggal dunia pada 10 November 2015.

Penahbisan
Uskup Agung Jakarta, Mgr. Prof .Dr. Ignatius Suharyo bertindak sebagai Penahbis Utama Mgr. Ruby, dengan didampingi oleh Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. dan Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. sebagai Uskup Ko-konsekrator. Penahbisan berlangsung pada 19 Mei 2017 di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian RI (Akpol) di Semarang.

Motto Tahbisan Uskup Ruby, yaitu Quaerere et Salvum Facere yang artinya Mencari dan Menyelamatkan. Motto penggembalaan tersebut diambil dari Injil Lukas bab 19 ayat 10 (Luk 19:10) yang berkisah tentang Zakheus si pemungut cukai.

Mohon dapat memberikan rating

Menjadi Lansia Sehat & Mandiri di Klinik Golden Care No ratings yet.

Keberadaan lanjut usia (lansia) memegang peranan penting bagi pembangunan Indonesia. Hal ini mengingat bahwa salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup maka menyebabkan jumlah penduduk lansia semakin besar. Penduduk lansia sebagai modal pemerintah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menuntaskan target dan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia mengemukakan bahwa lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah penduduk lansia tahun 2013 sebesar 13,56% dari keseluruhan penduduk (BPS, 2013). Pemerintah mencatat Yogyakarta merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk lanjut usia (lansia) tertinggi di Indonesia. Dari total penduduk di kota pelajar tersebut, diperkirakan, lansia mencapai 13,4 persen pada 2015, meningkat 14,7 persen (2020), dan 19,5 persen (2030). Besarnya jumlah penduduk lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta perlu menjadi perhatian tersendiri, mengingat di satu sisi semakin meningkatnya penduduk lansia berarti kualitas hidup semakin baik seiring semakin baiknya akses untuk mendapatkan fasilitas kesehatan sehingga usia harapan hidup meningkat.

Berbagai upaya harus dipersiapkan oleh lansia sendiri maupun keluarganya agar ke depan lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. Kesiapan lansia untuk tetap peduli pada masa depan dapat dilihat dari 5 (lima) dimensi yaitu, dimensi fisik, psikologis, mental spiritual, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan potensi. Keluarga memiliki peranan penting dalam membina kesiapan lansia untuk tetap peduli masa depan, harapannya agar terwujud kualitas keluarga yang sejahtera lahir dan batin. Rumah Sakit Panti Rapih sebagai rumah sakit yang terus berinovasi juga merasa perlu adanya pelayanan kesehatan terpadu yang secara khusus berorientasi kepada pasien-pasien lanjut usia. Menurut survey di RS 7,9% pasien RS Panti Rapih adalah pasien lansia.

Peningkatan populasi lansia ini juga berimbas pada pembentukan kebijakan Permenkes nomor 79 tahun 2014 untuk menyelenggarakan pelayanan geriatri terpadu di Rumah Sakit yang diberi nama Klinik Golden Care. Klinik ini didesain dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin yang bertujuan :

  1. Meningkatkan kualitas hidup, kualitas pelayanan dan keselamatan pasien lanjut usia di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
  2. Rumah Sakit memiliki regulasi pelayanan untuk lanjut usia secara terpadu sesuai dengan tingkat pelayanan lanjut usia tingkat sempurna
  3. Rumah Sakit Panti Rapih mampu menyediakan layanan lanjut usia terpadu dengan pendekatan multi disiplin yang bekerja sama secara interdisiplin
  4. Rumah Sakit Panti Rapih memberikan pelayanan secara bersahabat dengan lanjut usia di rawat jalan, rawat inap dan dimasyarakat
  5. Melaksanakan sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kepada lanjut usia secara terpadu

Golden Care diperuntukkan bagi sahabat sehat lansia. Golden Care menawarkan rangkaian pelayanan yang terpadu sebagai solusi bagi setiap gaya hidup lansia baik bagi lansia yang memiliki gaya hidup aktif dan dinamis, hingga yang memerlukan dukungan lebih. Golden Care didukung dengan ragam fasilitas yang lengkap untuk lansia.

Layanan Golden Care:

  • Pelayanan Spesialis Geriatri
  • Pelayanan Spesialis Rehabilitasi Medik
  • Pelayanan Spesialis Saraf
  • Pelayanan Psikiater
  • Pelayanan Ahli Gizi
  • Pelayanan Farmasi
  • Perawat
  • Pendampingan Sosial Spiritual
  • Laboratorium
  • Berkebun
  • Tempat istirahat
  • Rekreasi Bersama (Karaoke)
  • Perpustakaan
  • Makan & snack

Dari layanan tersebut di atas, dikemas menjadi dua layanan pokok yaitu, Day Care Lansia & Medical Check Up Lansia.

Link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-geriatri/

Informasi Pelayanan :
Klinik Golden Care & Home Care
Lantai 1 Gedung Lukas RS Panti Rapih Yogyakarta
0274-563333 ext 292
WA : 08112869710

Mohon dapat memberikan rating