Menjaga Kesehatan Gigi Anak 5/5 (2)

Kesehatan gigi pada anak sangatlah penting dijaga sejak dini. Terkadang kita lengah dan menganggap gigi anak masih gigi susu, dan belum memerlukan perawatan. Apabila gigi anak tidak terawat dan menjadi rusak, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan gigi dan mulut serta dapat mempengaruhi kualitas hidup anak-anak diantaranya pengalaman akan nyeri, rasa tidak nyaman saat makan, gangguan tidur, juga risiko yang lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit. Selain itu juga dapat mempengaruhi nutrisi, pertumbuhan dan pertambahan berat badan anak.

Gigi pertama pada bayi biasanya muncul pada usia 6-8 bulan , gigi anak akan  terus tumbuh sampai ia berusia 3 tahun dan berjumlah 20 buah. Pada usia 6-7 tahun gigi permanen mulai tumbuh bergantian sesuai waktunya sampai usia sekitar 13-14 tahun. Oleh karena itu penting sekali untuk menjaga agar gigi susu tetap dalam kondisi sehat sampai waktunya tanggal. Fungsi gigi susu antara lain :

  1. Membantu pertumbuhan gigi permanen.

Gigi susu sebaiknya dipertahankan  selama mugkin sampai tiba waktunya untuk tanggal sendiri. Gigi susu akan memberikan ruang dan pedoman bagi gigi permanen yang akan tumbuh dibawahnya.

  1. Membantu proses pengunyahan pada anak.

Gigi yang sehat akan membantu anak dalam proses pengunyahaan yang baik sehingga kebutuhan akan nutrisi pada anak dapat terpenuhi dalam masa tumbuh kembangnya.

  1. Mempengaruhi perkembangan wajah dan otot rahang serta membantu anak untuk dapat berbicara dengan jelas.

Beberapa gangguan gigi dan mulut anak yang umum terjadi, diantaranya :

  1. Gigi berlubang/karies
  2. Radang gusi karena plak dan karang gigi
  3. Infeksi gigi karena gigi berlubang yang tidak segera rawat dapat menyebabkan infeksi
  4. Sariawan
  5. Gigi patah

Untuk menghindari hal tersebut, maka perlu kita jaga dengan baik kesehatan gigi anak-anak kita dengan beberapa cara,

  1. Pada usia bayi dan belum tumbuh gigi, gusi dan lidah bayi dapat dibersihkan menggunakan kassa diseluruh permukaan agar sisa ASI tidak menempel lama pada rongga mulut.
  2. Pada usia mulai tumbuh gigi susu bayi usia 6-8 bulan, dapat menggunakan kassa basah atau sikat gigi yang berbulu lembut.
  3. Mengenalkan kebiasaan menyikat gigi sedini mungkin agar anak tidak takut saat dibersihkan giginya.
  4. Menyikat gigi dapat dilakukan dua kali sehari yakni pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  5. Orangtua wajib mendapingi dan membantu anak dalam menyikat gigi sampai usia 7 tahun karena kemampuan motorik anak dibawah usai 7 tahun masih belum optimal sehingga apabila anak menyikat gigi sendiri akan kurang bersih.
  6. Kurangi pemberian makanan dan minuman manis pada anak karena dapat menyebabkan karies pada gigi anak
  7. Periksalah secara rutin dan berkala ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Menurut Stanford Children Health, kunjungan dokter gigi pertama direkomendasikan pada usia 12 bulan atau dalam 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh. Hal ini bertujuan untuk pemeriksaan gigi, rahang, gusi, dan jaringan lain yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi anak.

 

Peranan orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sangatlah penting. Kepedulian orang tua terhadap kesehatan gigi dan mulut anak dapat dilihat dari sikap dan perhatiannya terhadap kesehatan gigi anak. Kesehatan gigi anak merupakan salah satu tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan. Kerusakan gigi yang terjadi pada anak dapat menjadi salah satu peyebab terganggunya pertumbuhan gigi anak pada usia selanjutnya.

 

Artikel ditulis oleh :

drg. Agnes Tri Puspitasari 

(Dokter Gigi RS Panti Rapih Yogyakarta)

Referensi :

Malawat, R.,& Rosmalia, D. (2025). Perawatan Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang

Savitrie, E. (2022). Jaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini. Diakses pada tanggal 26 Agustus 2025, https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/765/jaga-kesehatan-gigi-anak-sejak-dini

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gelar Webinar Implementasi Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) Sesuai Standar Akreditasi 2024 5/5 (15)

Yogyakarta, 12 September 2025 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Implementasi Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) Sesuai Standar Akreditasi 2024 dalam Upaya Mendukung Keselamatan Pasien secara daring pada Jumat (12/9). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB ini diikuti oleh 197 peserta dari berbagai profesi tenaga kesehatan dan administrasi rumah sakit di seluruh Indonesia.

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien sebagai Prioritas

Keselamatan pasien merupakan inti dari pelayanan rumah sakit. Mutu layanan dapat dievaluasi baik secara internal oleh Komite Mutu Rumah Sakit maupun secara eksternal melalui akreditasi. Seiring dengan dikeluarkannya regulasi terbaru, yakni Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit, setiap rumah sakit dituntut menyesuaikan diri dengan standar akreditasi nasional yang lebih mutakhir.

Untuk mendukung penerapannya, Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Instrumen Survei Akreditasi Rumah Sakit melalui Keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/D/47104/2024. Instrumen ini menjadi acuan objektif bagi surveior dan sekaligus panduan praktis bagi rumah sakit dalam mempersiapkan dokumen dan bukti pemenuhan standar akreditasi.

Dalam kelompok standar akreditasi, Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) menjadi bagian fundamental dari manajemen rumah sakit. TKRS menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif, koordinasi antarunit, serta komitmen seluruh jajaran dalam menjamin mutu dan keselamatan pasien.

Acara dibuka dengan sambutan Direktur RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes, yang sekaligus membawakan dua materi utama:

  1. SOTK, Kepemimpinan, Manajemen, Koordinasi, dan Integrasi Pelayanan
  2. Peningkatan Mutu, Etika Rumah Sakit, Budaya Keselamatan, dan Komunikasi Efektif

Diskusi dipandu oleh moderator apt. Eliza Konda Landowero, S.Si., M.P.H., dengan partisipasi interaktif dari para peserta.

Melalui webinar ini, RS Panti Rapih berharap:

  • Bagi Peserta: Meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menerapkan standar akreditasi rumah sakit, khususnya Bab TKRS, sehingga dapat menyesuaikan regulasi terbaru dan memperbaiki dokumen bukti akreditasi. Dengan demikian, setiap tenaga kesehatan dan administrasi mampu berkontribusi nyata dalam menciptakan budaya mutu dan keselamatan pasien.
  • Bagi RS Panti Rapih: Mewujudkan peran sebagai pusat edukasi dan teladan dalam implementasi standar akreditasi nasional, sekaligus memperkuat reputasi rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang berkomitmen pada mutu, keselamatan pasien, dan tata kelola yang transparan serta berintegritas.

Dengan diselenggarakannya webinar ini, RS Panti Rapih menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung tercapainya pelayanan rumah sakit yang aman, bermutu, dan berorientasi pada pasien. Standar akreditasi bukan hanya regulasi, tetapi juga cerminan tanggung jawab rumah sakit terhadap masyarakat dan publik yang dilayaninya.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan SK Medical Center Timor Leste ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (21)

Yogyakarta, 3 September 2025 – RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan resmi dari SK Medical Center Timor Leste yang berlangsung di Ruang Auditorium Besar, Gedung Borromeus Instalasi Rawat Jalan Terpadu, lantai 6.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Beliau menekankan pentingnya hubungan lintas negara dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Sambutan dilanjutkan oleh dr. Yohanes Lorens Benu, MARS, perwakilan dari SK Medical Center, yang menyampaikan apresiasi atas penerimaan baik dan peluang kolaborasi ke depan.

Rangkaian acara berlanjut dengan penyerahan cindera mata, sebagai simbol persahabatan kedua institusi, serta foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan.

Sebagai bagian dari perkenalan lebih lanjut, Company Profile RS Panti Rapih dipresentasikan oleh Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama. Sesi ini memberikan gambaran komprehensif tentang layanan unggulan dan pencapaian RS Panti Rapih.

Acara juga diisi dengan apersepsi oleh Bapak Suryo Nugroho Markus, M.P.H., Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, yang menekankan potensi kolaborasi akademik dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan hospital tour untuk memperkenalkan berbagai fasilitas medis modern yang dimiliki RS Panti Rapih. Setelahnya, 15 peserta dari SK Medical Center Timor Leste melanjutkan program magang di unit terkait, sesuai bidang masing-masing.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama strategis antara RS Panti Rapih Yogyakarta dan SK Medical Center Timor Leste, khususnya dalam pengembangan layanan kesehatan, pelatihan tenaga medis, dan penelitian bersama. Kedua institusi berharap sinergi ini dapat memperkuat jaringan internasional dalam dunia kesehatan serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat di Indonesia maupun Timor Leste.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Tingkat Lanjut di Hotel Tentrem 5/5 (5)

Hotel Tentrem menjadi tuan rumah kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Tingkat Lanjut pada tanggal 28–29 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dan peserta terpilih yang ingin meningkatkan kompetensi dalam penanganan gawat darurat, khususnya pertolongan pertama yang terstandar.

Acara diawali dengan perkenalan tim fasilitator serta sambutan dari Bu Yustia  HR Hotel Tentrem yang menegaskan komitmen hotel dalam mendukung kegiatan edukatif dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

 

 

 

Pelatihan menghadirkan narasumber utama:

  1. David Budi Wibowodengan materi Refresh Bantuan Hidup Dasar (BHD), Balut Bidai, dan Transportasi Evakuasi.
  2. Hieronimus Indrawira K., AIFOdengan materi Automated External Defibrillator (AED) dan Ventilasi.

Sesi ini bertujuan memberikan penyegaran dan pembaruan ilmu kepada peserta agar tetap adaptif terhadap standar terbaru dalam penanganan darurat medis.

Peserta dibagi dalam tiga station untuk praktik langsung:

Station 1: Ventilasi, Cervical Control, dan P3K – dipandu oleh dr. David, Harul, dan Samsuhadi.

Station 2: BHD dan penggunaan AED – difasilitasi oleh dr. Indra, Ganes, dan Antonius.

Station 3: Balut Bidai dan Teknik Transportasi Evakuasi – dipandu oleh Suryo K. dan Markus Ari.

Setiap station dirancang agar peserta mampu mempraktikkan keterampilan krusial secara nyata dengan pendampingan langsung dari para fasilitator berpengalaman.

Untuk menguji kesiapan peserta, dilakukan simulasi pertolongan korban yang menyerupai kondisi riil di lapangan. Simulasi ini menekankan pentingnya koordinasi, kecepatan, serta ketepatan dalam memberikan pertolongan.

Sebagai penutup, peserta mengikuti ujian praktik/asesmen pertolongan korban yang dipandu oleh fasilitator. Hasil asesmen akan menjadi indikator kompetensi peserta dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.

Melalui pelatihan ini, diharapkan:

RS Panti Rapih semakin memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan yang unggul dengan tenaga medis yang terampil, sigap, dan berstandar internasional dalam memberikan pertolongan darurat.

Hotel Tentrem semakin dikenal bukan hanya sebagai ikon hospitality, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan kegiatan edukatif dan kemanusiaan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Sinergi antara dunia kesehatan dan dunia hospitality ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan manfaat besar, baik untuk peningkatan kualitas layanan maupun untuk keselamatan masyarakat secara umum.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan Charitas Hospital Palembang ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (7)

Yogyakarta, 26–27 Agustus 2025 – RS Panti Rapih menerima kunjungan dari Charitas Hospital Palembang dalam rangka mempererat kerja sama antar-institusi kesehatan sekaligus berbagi pengetahuan dan praktik terbaik di bidang pelayanan rumah sakit. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Ruang Auditorium Besar Gedung Borromeus Instalasi Rawat Jalan Terpadu lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Nainggolan, M.Kes, yang menekankan pentingnya sinergi antar rumah sakit Katolik di Indonesia untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan modern. Sambutan berikutnya disampaikan oleh dr. Clara Niken Larasati, Wakil Direktur Penunjang Medis Charitas Hospital Palembang. Keduanya menegaskan komitmen kolaborasi untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Sebagai simbol persahabatan, dilakukan pertukaran kenang-kenangan antara kedua institusi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Kemudian, Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. memaparkan Company Profile RS Panti Rapih, memperkenalkan sejarah, visi-misi, serta layanan unggulan rumah sakit.

Hari Pertama: Pemaparan Ilmu dan Diskusi

Pada hari pertama, peserta mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh para narasumber internal RS Panti Rapih:

  • Farmasi
    Apt. Christina Ika Sindudisastra, S.Farm.
    Apt. Christina Ari Listiyani, S.Farm. (Penanggung Jawab Farmasi Rawat Inap)
    Apt. Primaboti Nurwidaningrum, S.Farm. (Penanggung Jawab Farmasi Rawat Jalan)
  • Logistik
    Apt. Maria Laksmi Parahita, S.Farm. (Kepala Seksi Perbekalan Farmasi)
  • Teknologi Informasi (ITI)
    Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom. (Kepala Instalasi TI)
  • Rawat Inap
    Ibu Valentina Rina Hernani, S.Kep., Ns. (Kepala Bidang Perencanaan & Pengembangan SDM Keperawatan)
  • Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA)
    dr. Maria Silvia Merry, M.Sc., SpMK

Diskusi hari pertama ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) dan evaluasi materi.

Hari Kedua: Implementasi Lapangan dan Hospital Tour

Hari kedua difokuskan pada praktik lapangan. Peserta berkesempatan melihat langsung implementasi farmasi rawat inap dan meninjau alur pelayanan di RS Panti Rapih. Kegiatan dilanjutkan dengan hospital tour ke beberapa instalasi pelayanan, yang memperlihatkan standar mutu serta inovasi yang dijalankan rumah sakit.

Sebagai penutup, diadakan presentasi RTL oleh peserta kunjungan, merangkum pembelajaran serta peluang kolaborasi ke depan.

Melalui kunjungan ini, kedua rumah sakit berharap dapat:

  • Memperkuat jejaring kerja sama antar rumah sakit Katolik di Indonesia.
  • Berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam bidang farmasi, logistik, teknologi informasi, rawat inap, dan program PPRA.
  • Mendorong inovasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien.
  • Menjalin kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan SDM serta peningkatan mutu layanan rumah sakit.

RS Panti Rapih dan Charitas Hospital Palembang sama-sama optimis bahwa kegiatan ini akan menjadi titik awal penguatan sinergi untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Workshop Perpajakan Rumah Sakit: Memperkuat Kepatuhan Fiskal di Bawah Yayasan Panti Rapih 5/5 (1)

Yogyakarta, 25–26 Agustus 2025 – Yayasan Panti Rapih melalui unit rumah sakit dan institusi pendidikan kesehatan menyelenggarakan Workshop Perpajakan Rumah Sakit sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola perpajakan di sektor layanan kesehatan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari penuh di Auditorium RS Panti Rapih, Lantai 6.

Pelayanan kesehatan merupakan hak konstitusional setiap warga negara sebagaimana diamanatkan UUD 1945. Dalam implementasinya, rumah sakit dituntut tidak hanya meningkatkan mutu layanan, tetapi juga menjaga kepatuhan terhadap regulasi pemerintah, termasuk kewajiban perpajakan.

Rumah sakit memiliki aktivitas ekonomi yang berlapis: mulai dari pengelolaan gaji tenaga medis (PPh Pasal 21), pembayaran jasa (PPh Pasal 23), pengadaan barang dan jasa (PPN), hingga pelaporan PPh Badan. Kompleksitas tersebut membuat sektor ini rentan terhadap risiko pemeriksaan dan penerbitan SP2DK oleh Direktorat Jenderal Pajak. Kesalahan administrasi maupun pelaporan dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan finansial yang signifikan.

Workshop ini dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus konsolidasi pemahaman bagi pengelola rumah sakit dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Adapun tujuan kegiatan meliputi:

  • Memberikan pemahaman komprehensif mengenai kewajiban perpajakan rumah sakit.
  • Mengidentifikasi risiko fiskal serta strategi mitigasinya.
  • Melatih peserta dalam praktik penghitungan, pencatatan, dan pelaporan PPh Pasal 21, Pasal 23, Pasal 4 ayat (2), PPN, dan PPh Badan.
  • Mendorong akurasi dan akuntabilitas dokumentasi perpajakan.
  • Menyusun strategi menghadapi SP2DK sesuai ketentuan hukum.

Acara dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., dan turut dihadiri Direktur Keuangan RS Panti Rapih, Sr. Rita Thomas, CB.

Sambutan hangat juga diberikan oleh Ketua Umum Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, Ph.D., yang menekankan pentingnya budaya kepatuhan fiskal sebagai bagian dari tata kelola yayasan yang berintegritas.

Workshop menghadirkan para pakar di bidang perpajakan dan akuntansi, yaitu:

  1. Dr. Nuritomo, SE., M.Acc., BKP (UAJY)
  2. Dr. Anastasia Susty A., M.Si., Akt., CA., CIIQA., AMA – Akademisi & Anggota IAI, Dosen UAJY
  3. Hersona Bangun, SH., SE., Akt., BKP., CA., M.Ak., CLA – Konsultan Pajak dan Pengacara Pajak

Dengan moderator: JB Sunu Dwi Supriyadi, S.E.

 

Sebanyak 35 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang berasal dari berbagai unit di bawah naungan Yayasan Panti Rapih, antara lain:

  • Yayasan Panti Rapih: 1 peserta
  • RS Panti Rapih: 9 peserta
  • RS Panti Rini: 5 peserta
  • RS Panti Nugroho: 5 peserta
  • RS Panti Rahayu: 5 peserta
  • STIKes Panti Rapih: 5 peserta

 

Melalui workshop ini, Yayasan Panti Rapih berharap dapat meningkatkan kapasitas teknis peserta sekaligus membangun budaya kepatuhan fiskal yang berkelanjutan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui umpan balik peserta dan penyusunan laporan pelaksanaan. Hasil workshop akan menjadi dasar perbaikan kebijakan internal serta peningkatan koordinasi lintas unit dalam pengelolaan perpajakan rumah sakit.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Sosialisasi Diklat RS Panti Rapih di RS Panti Nugroho 5/5 (1)

Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), kualitas pelayanan, serta kesesuaian standar rumah sakit dengan akreditasi nasional, Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian (Diklat) RS Panti Rapih menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Diklat ke RS Panti Nugroho. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana optimalisasi mutu pelayanan rumah sakit melalui jejaring kerjasama kediklatan.

Acara dilaksanakan pada Jumat, 20 Agustus 2025, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di RS Panti Nugroho, Jl. Kaliurang KM.17, Sleman, Yogyakarta.Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari pihak tuan rumah, yang diwakili oleh Bapak Yohanes Tatang. Selanjutnya, Suryo Nugroho, M.P.H., Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih, menyampaikan sambutan serta paparan materi inti mengenai Sosialisasi Diklat RS Panti Rapih.

Sesi sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif. Topik yang dibahas mencakup berbagai bentuk pelatihan (diklat) yang dapat diaplikasikan di rumah sakit, peluang kolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan bersama, serta kemungkinan pemanfaatan Diklat RS Panti Rapih sebagai narasumber atau penyelenggara pelatihan/Workshop. Melalui kerjasama ini, rumah sakit mitra dapat menyelenggarakan kegiatan pelatihan dengan menggunakan nama Diklat RSPR yang bersertifikat resmi Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dari jajaran struktural RS Panti Nugroho, termasuk direktur, penanggung jawab diklat, dan satuan pemeriksaan internal rumah sakit.

Adapun tim dari RS Panti Rapih yang hadir dalam kesempatan ini adalah:

  1. Suryo Nugroho, M.P.H. – Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian
  2. Dheny Herdhiyati, S.K.M. – Staf Diklat
  3. Yacinta Nerina Dewi, A.Md. – Staf Diklat

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus memperluas kerjasama di bidang kediklatan dengan rumah sakit unit karya dan Perdhaki. Diharapkan sosialisasi ini dapat membuka jalan bagi kolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan, peningkatan mutu pelayanan, serta pembentukan tenaga kesehatan yang semakin kompeten sesuai standar nasional.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Jalin Sinergi Kediklatan dengan RS Palang Biru Kutoarjo 5/5 (2)

Kutoarjo, 8 Agustus 2025 – Dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM, menjaga kualitas pelayanan, serta memastikan kesesuaian standar rumah sakit dengan standar akreditasi nasional, Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian (Diklat) RS Panti Rapih Yogyakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi Diklat di RS Palang Biru Kutoarjo.

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025 pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di RS Palang Biru, Jl. Marditomo No.17, Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Acara diawali dengan sambutan hangat dari dr. Iwan Santoso, MPH., Direktur RS Palang Biru, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim RS Panti Rapih. Sambutan juga diberikan oleh Suryo Nugroho, M.P.H., Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih, yang menekankan pentingnya sinergi antar rumah sakit dalam mengembangkan kompetensi SDM dan meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Dalam kunjungan ini, hadir perwakilan dari Instalasi Diklat RS Panti Rapih sebanyak tiga orang, yaitu:

  1. Suryo Nugroho, M.P.H. – Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian
  2. Fentia Wiagisti, S.G.H. – Staff Diklat
  3. Yacinta Nerina Dewi, A.Md. – Staff Diklat

Sesi utama kegiatan berupa pemaparan materi “Sosialisasi Diklat RS Panti Rapih” yang menjelaskan berbagai program pelatihan dan pengembangan SDM yang dapat diaplikasikan di rumah sakit mitra. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi melalui sesi tanya jawab mengenai mekanisme pelatihan, peluang kolaborasi, serta manfaat dari sertifikasi pelatihan yang telah diakui oleh Kementerian Kesehatan.

Salah satu poin penting dalam diskusi adalah kemungkinan kerja sama berupa join narasumber dan join pelatihan dengan menggunakan Diklat RS Panti Rapih. Dengan skema ini, rumah sakit mitra seperti RS Palang Biru dapat menyelenggarakan pelatihan atau workshop dengan menggunakan nama Diklat RS Panti Rapih dan menghasilkan sertifikat resmi dari Kementerian Kesehatan.

Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta dari RS Palang Biru, yang terdiri dari unsur pimpinan, penanggung jawab diklat, satuan pemeriksaan internal, serta jajaran struktural rumah sakit. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam menggali informasi mengenai peluang kerja sama di bidang kediklatan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, RS Panti Rapih berharap dapat menjalin kolaborasi strategis dengan rumah sakit unit karya dan rumah sakit jaringan Perdhaki, khususnya dalam pengembangan program diklat. Kerja sama ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kapasitas SDM rumah sakit sekaligus memperkuat mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Gelar Kelas Ibu Spesial Pekan Menyusui Sedunia 2025 5/5 (1)

“Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”

Dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia 2025, RS Panti Rapih kembali menggelar kegiatan Kelas Ibu edisi ke-032 dengan tema “Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI.” Acara berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu RS Panti Rapih dan dihadiri oleh 44 peserta bersama pasangan maupun keluarga.

Acara resmi dibuka oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, selaku Direktur Utama RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran seluruh pihak, baik tenaga kesehatan maupun keluarga, dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya:

  1. Galuh Martin Maytasari, M.Sc., Sp.A– Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih
    Membawakan materi “Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”, dr. Galuh menekankan bahwa keberhasilan ASI tidak hanya ditentukan oleh ibu, tetapi juga membutuhkan dukungansuami juga keluarga, tenaga medis, lingkungan kerja, dan kebijakan ramah ASI.
  2. Ibu Yulianan Tri Murtini, S.Keb. – Bidan sekaligus Konselor Laktasi RS Panti Rapih
    Menyampaikan materi “Peran Keluarga dalam Mendukung Keberhasilan Menyusui”, Ibu Yulianan menggarisbawahi pentingnya keterlibatan suami dan keluarga dalam memberikan dukungan emosional, fisik, dan praktis bagi ibu menyusui. Sesi ini ditutup dengan demo pijat oksitosin sebagai salah satu teknik efektif untuk memperlancar produksi ASI.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab, sehingga para peserta dapat langsung berkonsultasi terkait pengalaman maupun tantangan dalam proses menyusui.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus menjadi rumah sakit yang ramah ibu dan anak, sekaligus menjadi pusat edukasi kesehatan yang aktif mendampingi keluarga dalam perjalanan menyusui.

Bagi peserta, kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman baru, meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menyusui, serta memperkuat peran keluarga sebagai pendukung utama keberhasilan pemberian ASI.

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Informasi lebih lanjut :
Instalasi Promosi Kesehatan RS Panti Rapih
WA : 0811-2846-125

 

Mohon dapat memberikan rating

“Field Trip Matrikulasi STIKes Panti Rapih: Menyatu dengan Dunia Nyata di RS Panti Rapih” No ratings yet.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Panti Rapih Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan Field Trip Program Matrikulasi bagi calon mahasiswa baru asal Kabupaten Mappi yang tengah mengikuti program matrikulasi. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian integral dari proses pembelajaran di luar kelas untuk memberikan pengalaman nyata mengenai profesi kesehatan serta memperkuat nilai spiritual, sosial, dan budaya dalam diri calon tenaga kesehatan.

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih Yogyakarta. Peserta terdiri dari 53 calon mahasiswa (17 laki-laki dan 36 perempuan) serta didampingi oleh 12 pendamping.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam menyiapkan calon tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai kemanusiaan. Dilanjutkan dengan pemaparan company profile RS Pantiti Rapih oleh dr Dion Sulistyo, M.P.H (Direktur Sdm dan Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

Field trip merupakan bagian penting dari pembelajaran matrikulasi, di mana peserta didorong untuk mengamati, merasakan, serta memahami langsung dunia profesi yang akan mereka jalani. Melalui kunjungan ke berbagai lokasi, calon mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan akademik, tetapi juga pengalaman kontekstual yang akan membentuk dasar karakter mereka sebagai perawat dan ahli gizi yang kompeten dan berintegritas.

Program field trip ini memiliki empat tujuan utama:

  • Mengenalkan profesi kesehatan secara nyata melalui kunjungan ke Laboratorium Mini Hospital dan Rumah Sakit Panti Rapih, agar peserta memahami sistem pelayanan kesehatan, peran, dan tanggung jawab profesi perawat serta ahli gizi.
  • Menanamkan spiritualitas dalam profesi dengan mengunjungi tempat ibadah dan ruang doa, sehingga peserta memiliki landasan nilai spiritual yang kuat dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
  • Mengenal budaya lokal dengan kunjungan ke objek budaya di Yogyakarta, menumbuhkan rasa adaptasi, penghargaan, dan penghormatan terhadap lingkungan sosial.
  • Menjaga keseimbangan jiwa dan raga melalui kunjungan ke tempat wisata atau rekreasi, guna memperkuat kesehatan mental sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta.

Melalui rangkaian kegiatan ini, calon mahasiswa diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, meningkatkan motivasi belajar, serta memiliki pemahaman holistik tentang profesi kesehatan yang meliputi aspek teknis, spiritual, sosial, dan budaya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan RS Panti Rapih Yogyakarta dalam upaya membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang komprehensif. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam menapaki perjalanan studi dan profesi. Bagi kedua institusi, kegiatan ini merupakan langkah sinergis untuk melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas, kepekaan sosial, serta penghargaan terhadap budaya dan nilai kemanusiaan.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating