Kelas Ibu Hamil RS Panti Rapih – “Tips Sehat Paska Persalinan dan Sukses Menyusui” 5/5 (1)

Pada hari Jumat, 16 Februari 2024, RS Panti Rapih menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil dengan fokus pada dua materi penting yaitu; “Sehat dan Bugar Paska Melahirkan” serta “Sukses Menyusui”. Acara berlangsung selama 2 jam di Ruang Senam Hamil, Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, dihadiri oleh 10 peserta ibu hamil dan 3 pendamping yang antusias.

Nara sumber untuk materi pertama yaitu; Bidan Respati Dwiwidyaningtyas, S.STr.Keb, seorang Konselor Laktasi di RS Panti Rapih. Bidan Respati membahas terkait “Sehat dan Bugar Paska Melahirkan”. Materi ini membahas sejumlah aspek penting terkait kesehatan ibu paska persalinan. Bidan Respati memberikan penjelasan mendalam mengenai periode ibu nifas, menggambarkan tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai, membongkar mitos-mitos seputar ibu nifas, dan mengulas depresi paska persalinan beserta penanganannya.

Dalam materi ini, peserta kelas diajak untuk memahami betapa pentingnya perawatan diri ibu pasca melahirkan. Penjelasan mengenai tanda-tanda bahaya nifas memberikan wawasan yang sangat diperlukan bagi ibu hamil untuk mengenali gejala yang perlu segera mendapat perhatian medis. Selain itu, pembahasan tentang mitos pada ibu nifas membantu memilah informasi yang benar dan salah, menghindari kesalahpahaman yang bisa berdampak negatif pada kesehatan mental ibu.

Materi ini juga membahas depresi paska persalinan, sebuah masalah serius yang perlu diatasi dengan perhatian khusus. Bidan Respati memberikan wawasan mengenai penanganan depresi pada ibu nifas, memberikan panduan bagi peserta dan pendamping dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Untuk materi kedua disampaikan oleh Bidan Y. Tri Murtini, AMd.Keb.(Konselor Laktasi RS Panti Rapih Yogyakarta), terkait dengan topik “Sukses Menyusui”. Materi ini fokus pada pentingnya menyusui dan memberikan tips untuk mencapai keberhasilan dalam menyusui. Bidan Tri Murtini membahas manfaat menyusui untuk ibu dan bayi, teknik menyusui yang benar, dan solusi untuk mengatasi tantangan yang mungkin dihadapi oleh ibu menyusui.

Dalam materi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menyusui bukan hanya memberikan nutrisi yang optimal bagi bayi, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi ibu. Bidan Tri Murtini memberikan tips praktis untuk memastikan ibu hamil dapat memulai proses menyusui dengan lancar, meminimalkan ketidaknyamanan, dan mencapai keberhasilan dalam memberikan ASI eksklusif. Para Ibu juga diajak untuk praktek terkait pelekatan yang benar saat menyusui.

Kelas Ibu Hamil yang diadakan oleh RS Panti Rapih ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang berharga, tetapi juga menciptakan ruang untuk saling bertukar pengalaman dan dukungan antar ibu hamil. Harapa kami, melalui acara ini, para ibu dan pendamping dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk masa persalinan dan perawatan paska melahirkan, serta mencapai kesuksesan dalam menyusui.

Artikel ditulis oleh :
Anjar Pintosasi
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mewujudkan Kesejahteraan Bayi Melalui ASI Eksklusif 5/5 (8)

Air Susu Ibu (ASI) telah dikenal sebagai makanan terbaik bagi bayi baru lahir, menjadi sumber energi dan zat gizi penting. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh pemberian ASI. ASI eksklusif dapat memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi hingga usia sekitar enam bulan. Untuk mencapai keberhasilan dalam menyusui, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan.

Mengacu pada Standar Emas Makanan Bayi (WHA no 55.25 tahun 2002), proses menyusui sebaiknya dimulai sesegera mungkin (IMD). Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi diikuti dengan pemberian makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan. ASI dianjurkan untuk diteruskan hingga bayi mencapai usia dua tahun.

Berikut merupakan bebepara point penting dalam teknik sukses menyusui:

Posisi Menyusui :

  1. Posisi Badan Ibu
  2. Posisi Badan Ibu dan Bayi
  3. Posisi Mulut Bayi dan Payudara Ibu (pelekatan)

Posisi Benar :

  1. Perut dan dada bayi menempel pada perut dan dada ibu
  2. Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu, puting berhadapan dengan hidung bayi
  3. Telinga bayi pada garis lurus dengan lengan bayi, dan leher bayi lurus
  4. Pegang atau topang belakang bahu bayi bukan kepala bayi

Posisi Kurang Tepat :

  1. Kepala bayi terletak di siku, hingga bayi menundu
  2. Badan bayi tidak menghadap badan ibu
  3. Hanya bahu yang ditopang oleh tangan ibu
  4. Leher bayi terputar
  5. Badan ibu condong ke depan

Tanda-tanda Pelekatan Benar :

  1. Aerola bagian atas terlihat lebih banyak dari bagian bawah.
  2. Mulut terbuka lebar.
  3. Bibir atas terputar keluar arah atas dan bibir bawah terputar keluar ke arah bawah.
  4. Dagu bayi melekat pada payudara ibu.

 

Pelekatan “Kunci Keberhasilan Menyusui”

  1. Bayi datang dari arah bawah.
  2. Hidung bayi berhadapan dengan puting.
  3. Dagu bayi merupakan bagian terdepan yang melekat pada payudara (contact point).
  4. Puting diarahkan ke atas ke arah langit-langit bayi.
  5. Telusuri langit-langit bayi dengan puting sampai berada di antara uvula dan pangkal lidah.
  6. Puting susu hanya 1/3 atau 1/4 dari bagian “dot” jaringan payudara yang terbentuk.

Mengisap :

  1. Refleks mengisap: Bayi akan mengisap jika ada sesuatu yang menyentuh langit-langit bayi.
  2. Dengan menggunakan tekanan negatif menyedot payudara, akan terbentuk “dot” dari payudara.

Kunci keberhasilan menyusui adalah pelekatan yang benar. Posisi yang benar menjadi kunci utama dalam mencapai pelekatan yang optimal. Dengan menerapkan teknik-teknik ini, ibu dapat memberikan ASI eksklusif dengan nyaman dan mendukung pertumbuhan optimal bayi. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

 

Artikel ditulis oleh :

Bidan Y. Tri Murtini, A.Md.Keb

(Konselor Laktasi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Laktasi
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Informasi & Pendaftaran :
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 1204
Whatsapp Klinik Anak Terpadu Yacinta: 0811-2848-446

Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Sehat Bugar Pasca Melahirkan: Masa Nifas dan Tindakan Perawatan yang Tepat 5/5 (20)

Masa nifas adalah periode setelah persalinan hingga 6 minggu berikutnya, yang menjadi kunci bagi ibu untuk pulih dan kembali ke kondisi sehat. Namun, selama masa ini, ibu nifas perlu memahami tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam kesehatannya. Gejala seperti pendarahan berlebihan, demam, atau nyeri yang hebat perlu mendapat perhatian medis segera.

Beberapa praktik tradisional mungkin harus dihindari oleh ibu nifas, termasuk di antaranya:

  1. Membebat perut terlalu kencang.
  2. Menempelkan daun-daunan pada alat kemaluan.
  3. Duduk di atas bara api.
  4. Membuang ASI pertama kali keluar.
  5. Membersihkan payudara dengan alkohol/obat merah/betadine.
  6. Minum jamu bersalin yang tidak direkomendasikan.

Beberapa mitos seputar ibu nifas perlu diperjelas:

  1. Tidak benar bahwa ibu nifas tidak boleh makan makanan yang berkuah.
  2. Makan ikan tetap diperbolehkan, asalkan ikan yang dikonsumsi aman dan higienis.
  3. Meskipun istirahat adalah penting, mitos bahwa ibu nifas tidak boleh keluar rumah selama 40 hari perlu dicermati, sejauh itu tidak mengganggu pemulihan.

Depresi Pasca Melahirkan: Jenis dan Gejalanya

Depresi pasca melahirkan adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kesehatan mental ibu. Jenis depresi pasca melahirkan meliputi:

  1. Baby Blues:
    Gejala meliputi suasana perasaan tidak stabil, mudah menangis, sulit tidur, mudah cemas, dan mudah tersinggung.
  2. Depresi Pasca Melahirkan:
    Gejala termasuk perasaan sangat sedih, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, dan pikiran merugikan terhadap diri sendiri atau bayi.
  3. Depresi Terjadi Cepat:
    Gejala mencakup mudah tersinggung, perubahan perasaan, perilaku yang tidak sesuai, dan mungkin mengalami halusinasi atau delusi.

Penanganan Depresi pada Ibu Nifas
Untuk mengatasi depresi pasca melahirkan, beberapa tindakan dapat diambil, termasuk:

  1. Dukungan Keluarga
    Pentingnya dukungan keluarga dan suami dalam mengatasi perubahan suasana hati.
  2. Bantuan Perawatan Bayi
    Membantu dalam mengasuh bayi untuk mengurangi beban ibu.
  3. Konseling oleh Tenaga Kesehatan
    Melakukan konseling oleh tenaga kesehatan untuk membahas perasaan dan emosi secara terstruktur.

Ibu Pasca Melahirkan Sehat dan Bugar: Tindakan Pencegahan dan Perawatan
Beberapa langkah untuk memastikan ibu tetap sehat setelah melahirkan meliputi:

  1. Makanan Tambahan untuk Ibu Menyusui
    Nutrisi yang cukup untuk mendukung produksi ASI.
  2. Istirahat yang Cukup
    Pentingnya istirahat yang memadai untuk pemulihan.
  3. Komunikasi dengan Bayi
    Membangun ikatan emosional melalui komunikasi yang baik.
  4. Kebersihan Diri dan Lingkungan
    Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
  5. Aktivitas Fisik
    Melakukan aktivitas fisik ringan seperti senam nifas, kegel, dan latihan ringan.
  6. Konsultasi Rutin dengan Dokter atau Bidan
    Memastikan kunjungan rutin untuk konsultasi kesehatan dan keluarga berencana.
  7. Tanggapan Cepat terhadap Keluhan
    Secepatnya menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika ada keluhan atau gejala yang mencemaskan.

Dengan memahami dan menerapkan tindakan perawatan yang tepat, ibu pasca melahirkan dapat memastikan kesehatan dan kesejahteraan mereka selama masa nifas dan seterusnya.

Artikel ditulis oleh :

Bidan Respati Dwiwidyaningtyas S, S.Tr.Keb

(Konselor Laktasi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Menggali Lebih Dalam tentang Leukimia pada Anak-Anak 5/5 (1)

Pada Tanggal 15 Februari, diberikan sebagai hari Kanker Anak Sedunia. Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Diperkirakan, setiap tahunnya 400.000 anak dan remaja berusia 0-19 tahun menderita kanker. Data dari Global Cancer Statistic (GLOBOCAN) pada tahun 2020, diestimasikan terdapat 11.156 kasus baru kanker anak pada usia 0-19 tahun di Indonesia. Leukemia merupakan keganasan terbanyak pada anak, yakni sekitar 30% sampai dengan 40 % dari seluruh pasien kanker anak, dimana kanker ini memiliki puncak kejadian pada anak dengan usia 2- 5 tahun.

Leukemia sendiri merupakan kanker darah yang berasal dari sumsum tulang belakang, yang ditandai dengan proliferasi (proses pembentukan sel yang disebabkan oleh pembelahan sel) secara berlebihan dari sel darah yang abnormal, sehingga terjadi gangguan produksi sel darah normal. Pendeteksian dini pada kasus kanker anak serta menghindari keterlambatan dalam perawatan menjadi salah satu kunci penting dalam penanggulangan kanker pada anak .

Leukemia sendiri dibagi menjadi dua yaitu Leukemia akut ( AML dan ALL) dan leukemia kronis (CML). Gejala dan tanda awal yang dapat dikenali oleh orang tua adalah sebagai berikut : anak pucat, lemah, rewel, terjadi penurunan nafsu makan, demam berulang atau demam lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas, adanya perdarahan, nyeri tulang, pembesaran kelenjar getah bening dan bagian perut, serta nyeri tulang. Apabila orang tua menemukan tanda-tanda tersebut, makan anak dianjurkan untuk dibawa ke dokter spesialis anak, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada pemeriksaan fisik pasien anak dapat ditemukan tanda-tanda seperti anemia, pembengkakan kelenjar getah bening, tanda perdarahan (seperti bintik-bintik perdarahan pada kulit, perdarahan gusi, mimisan, bab berdarah, maupun bak berdarah), pembesaran organ hati dan limpa, serta pembesaran testis. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah, pencitraan, dan pemeriksaan sumsum tulang guna menegakkan diagnosis. Setelah terdiagnosis, makan pasien akan diberikan tatalaksana berupa kemoterapi dan penanganan suportif yang berupa pemberian transfusi komponen darah yang diperlukan, pemberian nutrisi yang baik dan memadai, pemberian antibiotik, anti jamur, dan anti virus bila diperlukan, serta pendekatan psikososial serta dukungan keluarga.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Natasha

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Menjaga Masa Depan yang Lebih Baik : Mengenal dan Mengatasi Polio 5/5 (1)

Poliomyelitis, atau yang lebih dikenal dengan sebutan polio, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini dapat menyerang sistem saraf dan dapat berakibat fatal dalam waktu singkat. Meskipun kasus polio telah berhasil ditekan sejak ditemukannya vaksin, namun masih ada beberapa wilayah yang rentan terhadap wabah penyakit ini.

Poliomyelitis terutama mengincar anak-anak di bawah usia lima tahun yang belum mendapatkan imunisasi polio secara lengkap. Pada awal abad ke-20, polio merupakan salah satu penyakit paling ditakuti yang melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahunnya. Oleh karena itu, imunisasi polio menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan anak-anak dan mencegah penyebaran penyakit ini.

Gejala Polio :

  • Gejala awal polio meliputi demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher, dan nyeri di tungkai.
  • Munculnya gejala biasanya terjadi 7-10 hari setelah terinfeksi virus, namun bisa juga dalam rentang waktu 4-35 hari.
  • Selanjutnya jika gejala memberat dapat terjadi kelumpuhan yang bersifat lemas (bukan kaku) pada anggota gerak. Karena itu, jika ada anak usia di bawah 15 tahun yang mengalami lumpuh layuh mendadak, segera bawa anak tersebut ke puskesmas atau RS terdekat.

 

 

Penularan Polio :

Polio dapat menyebar melalui kontak langsung dengan feses orang yang terinfeksi atau melalui percikan dahak dan lendir. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan merupakan langkah penting untuk mencegah penularan polio.

 

Cara Pencegahan Melalui Imunisasi :

  • Pencegahan polio hanya dapat dilakukan melalui imunisasi
  • Vaksin aman dan efektif
  • Vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio yang tidak aktif (IPV)

Kementerian Kesehatan menyediakan imunisasi polio secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah. Terdapat dua jenis vaksin polio yang digunakan, yaitu vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio yang tidak aktif (IPV). Anak-anak diimbau untuk menerima vaksin polio tetes (OPV) sebanyak 4 kali, pertama kali pada usia 0-1 bulan, dan 3 kali di usia 2 sampai 4 bulan. Vaksin polio suntik (IPV) diberikan satu kali pada usia 4 bulan. Penting bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi polio atau terlambat mendapatkannya untuk segera melengkapi status imunisasi hingga usia 5 tahun.

Outbreak Response Immunization (ORI)

Outbreak Response Immunization (ORI) merupakan strategi pemberian imunisasi dalam menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) suatu penyakit, termasuk polio. Tujuan dari ORI adalah mencapai kekebalan individu dan komunitas sebesar 90-95%, membantu menghentikan penyebaran virus, dan melindungi yang rentan terhadap penyakit.

Dalam memerangi polio, kunci utamanya adalah kesadaran akan pentingnya imunisasi dan kebersihan lingkungan. “Mari Kita Berantas Polio Demi Masa Depan yang Lebih Baik”. Pemberantasan polio adalah tanggung jawab bersama dengan imunisasi polio sesuai jadwal serta menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan masa depan yang lebih baik. Mari bersama-sama mendukung program imunisasi pemerintah dan berperan aktif dalam upaya pemberantasan polio.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak No ratings yet.

Bicara dapat di artikan sebagai suatu bentuk komunikasi dengan artikulasi verbal dalam menyampaikan maksud. Oleh sebab itu, diperlukan segenap komponen organ anak yang berperan dalam membentuk suara, lewat komponen respirasi, fonasi dan artikulasi. Kejadian kasus keterlambatan bicara anak di Indonesia tercatat 5-8% pada rentang usia 2-4,5 tahun (2006).  Keterlambatan berbicara dalam fase perkembangan anak akan berdampak pada pola komunikasi anak.

Keterlambatan bicara sendiri juga erat kaitannya dengan bahasa, dimana perkembangannya sangat tergantung dengan faktor perkembangan fungsi anatomis fisiologis sistem saraf, organ audio visual, kemampuan atensi anak serta stimulus dari lingkungan anak (orangtua / caregiver). Pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi dini faktor resiko terkait fungsi bicara ini akan menjadi pintu awal yang penting dalam mencegah ataupun meminimalisir dan mengkoreksi gangguan bicara pada anak-anak.

 

Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara Anak sesuai Usia

0-2 bulan

bayi merespon dengan menangis

2-3 bulan

bayi mulai membuat suara seperti aaah, uuu , eee, ooo (cooing)

3-6 bulan

bayi mulai babbling, dimanan mulai menggunakan suku kata tunggal yang diulang, misal papapapapap, dadadadadada, mamamamamama

6-9 bulan

mulai muncul mama, papa, meski kadang tanpa arti, mulai memahami konsep sederhana seperti ya/tidak, habis

9-12 bulan

panggilan lebih spesifik untuk orangtua atau yang caregiver utamanya,merespon panggilan namanya, serta mulai memahami perintah sederhana, serta mulai menggunakan isyarat (gerakan tangan) untuk meminta sesuatu. Bayi mulai membeo, menirukan kata-kata yang familiar

12-18 bulan

mulai membentuk kalimat 2 kata, memahami anggota tubuhnya, dapat menggeleng atau menganggukan kepala, melambaikan tangan, suara yang ditirukan menjadi lebih akurat, serta semakin mampu menyampaikan keinginannya dengan kata-kata.

18-24 bulan

dalam usia emas pertumbuhan ini, penambahan kosakata sangat pesat , berbicara dengan kalimat 2 kata dengan jelas, 50% bicaranya dapat dipahami,  dan dapat mengikuti perintah 2 langkah, serta anak senang mendengarkan cerita

2-3 tahun

semua kata-kata anak jelas dan dimengerti, serta mulai membuat kalimat tanya, mengenali benda-benda dan fungsinya, mengenal warna dan senang dengan nyanyian

3-4 tahun

mulai bercerita, bernyanyi, mulai membentuk kalimat 3-5 kata

4-5 tahun

memahami konsep arah (atas, belakang, kanan, kiri), memahami konsep lawan kata, mampu diarahkan untuk tugas terstruktur setidaknya 30 menit

 

Tanda-Tanda Deteksi Awal Adanya Gangguan Keterlambatan Bicara pada Anak bagi Orang Tua

Usia 0-6 bulan

  • Respon terhadap stimulus suara yang kurang (pertimbangkan gangguan pendengaran pada anak)
  • Tidak munculnya cooing, babbling serta terbatasnya suara konsonan anak
  • Anak kurang mampu menirukan bunyi atau suara dan selalu bergantung dengan perintah

Usia 6-12 bulan

  • Kurangnya gestur interaksi
  • Kurangnya atensi anak
  • Tidak merespon panggilan nama
  • Tidak memahami perintah sederhana

Usia 1-2 tahun

  • Perkembangan kosakata yang minim
  • Tidak terbentuk kalimat 2 kata
  • Tidak mampu menunjuk atau menyebutkan anggota tubuhnya

 

Peran Rehabilitasi Medik pada Gangguan Keterlambatan Bicara Anak

Deteksi dini menjadi penting agar dapat mengenali penyebab utama timbulnya keterlambatan bicara anak. Skrining tumbuh kembang anak yang akurat akan mendeteksi tanda-tanda keterlambatan, selain itu pemeriksaan medis mampu mendeteksi kelainan anatomis ataupun fungsi organ yang berdampak pada kemampuan bicara anak. Program Terapi Rehabilitasi Medik akan disesuaikan dengan faktor penyebab keterlambatan bicara yang ditemukan.

Beberapa kondisi medis yang erat kaitannya dengan keterlambatan bicara pada anak adalah Autisme, Gangguan pendengaran (otitis), Gangguan kognisi anak. Selain itu, faktor lingkungan juga perlu dideteksi sebagai penyebab, seperti pola asuh orang tua dengan bilingual (monolingual, keterikatan dengan gadget/ screen time anak (tidak boleh pada usia < 2 tahun).

Pada gangguan kondisi fungsi anatomis, tatalaksana dengan terapi Fisik oleh Fisioterapis dapat diprogramkan, seperti memperbaiki postur atau memperbaiki kemampuan respirasi anak akan membantu dalam memproduksi suara anak.

Faktor gangguan atensi, atau gangguan sensorik pada anak seperti halnya pada kasus Autisme anak, program rehabilitasi medik melibatkan terapi okupasi dalam memberikan koreksi dan stimulus sensorik. Dengan perbaikan di faktor ini, anak diharapkan mampu menangkap stimulus sensorik (visual, audio) dengan lebih baik dan fokus, sehingga dapat merangsang peningkatan interaksi dan kemampuan bicaranya.

Terapi wicara berperan dalam memberikan stimulasi dan koreksi pada gangguan keterlambatan bicara anak, dengan kolaborasi yang baik dan simultan bersama komponen terapi Rehabilitasi Medik lainnya (Terapi Fisik dan/ Terapi Okupasi), target terapi pada anak dengan keterlambatan bicara anak dapat lebih maksimal dalam hal fonasi, artikulasi, pengayaan kosakata, stimualsi oromotor, kemampuan sintaks (membentuk kalimat) sampai dengan semantic (pemahaman makna kata).

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. John Hartono, Sp.KFR
(Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi  :

Klinik Rehabilitasi Medik

Lantai 4, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon: 0274-563333 ext 1204

Pendaftaran 24 jam : 0274 – 514004, 514006

Aplikasi PantiRapihKu di Google Play Store atau App Store

Mohon dapat memberikan rating

Pengambilan Janji Jabatan dan Pelantikan Direktur Utama Rumah Sakit Panti Rapih Masa Jabatan 1 Januari 2024 – 31 Desember 2025 No ratings yet.

Yogyakarta, 30 Desember 2023 – Tradisi pergantian pejabat di suatu lembaga merupakan sesuatu hal biasa. Ada saatnya seorang pejabat memulai memegang jabatan dan ada saatnya pula ia akan menyelesaikannya. Demikian juga halnya dengan jabatan Direktur Utama Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. drg. Vicentius Triputro Nugroho, M. Kes sebagai direktur utama sejak 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2023 digantikan oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, M. Kes untuk masa jabatan 1 Januari 2024 – 31 Desember 2025.

Penyerahan memori jabatan Direktur Utama dari drg. V. Triputro Nugroho, M.Kes kepada dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes

 

Penyerahan memori jabatan Direktur SDM dan Umum dari Ir. Valentina Dwi Yuli Siswianti, M.Kes kepada dr. Dion Sulistyo, MPH

Selain Direktur Utama, Jabatan Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih Yogyakarta pun berganti, yang sebelumnya dijabat oleh Ir. Valentina Dwi Yuli Siswianti, M. Kes digantikan oleh dr. Dion Sulistyo, M.P.H untuk masa jabatan 1 January 2024 – 31 Desember 2025.

Di lingkungan Yayasan Panti Rapih dimana Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta berada, penerima Jabatan Direktur Rumah Sakit yang baru, wajib mengucapkan janji jabatan dan dilantik oleh Pengurus Yayasan Panti Rapih. Pengucapan janji jabatan merupakan pernyataan kesanggupan di hadapan Allah dan sesama tentang melaksanakan tugas jabatan sebagaimana isi janji yang diucapkan.

Pengambilan janji jabatan dan pelantikan Direktur Utama, dan Direktur SDM dan Umum Rumah Sakit Panti Rapih dilaksanakan pada Sabtu, 30 Desember 2023 bertempat di Auditorium Gedung Borromeus Lantai 6. Pengambilan janji jabatan Direktur Utama dan Direktur SDM dan Umum Rumah Sakit Panti Rapih dilakukan oleh Ir. Ambrosius Koesmargono, Ph.D (Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih) bersama dengan Romo Macarius Maharsono Probo, SJ sebagai rohaniawan pendamping. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih dilanjutkan dengan penandatangan naskah janji jabatan, serah terima jabatan dan diakhiri dengan ramah tamah.

 

Jajaran Direksi RS Panti Rapih, masa jabatan 1 Januari 2024 – 31 Desember 2025 bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan DIY, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dan pengurus PERSI DIY

Turut menghadiri acara pengambilan janji jabatan dan pelantikan ini, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, drg. Pembayun Setyaning Astutie, M. Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan juga Pejabat lain di lingkungan Pemerintah DIY, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) DIY, Pejabat Gereja di lingkungan Keuskupan Agung Semarang, Dewan Pimpinan Pusat Kongregasi Carolus Boromeus dan Perwakilan Komunitas CB di Yayasan Panti Rapih, Organ Yayasan Panti Rapih, Pimpinan Unit Karya di Yayasan Panti Rapih, Pejabat Struktural RS Panti Rapih, Pengurus Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi Yayasan Panti Rapih dan Mitra Kerja RS Panti Rapih.

 

Dalam wawancara dengan media, dr. Stephani Maria Nainggolan, M. Kes menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan rencana strategis Rumah Sakit Panti Rapih yang telah ada. Ia menekankan pentingnya mengadaptasi kemajuan zaman, khususnya dalam menghadapi arah kebijakan wellness sesuai arahan Ngarso Dalem, sehingga health tourism dapat bersaing dengan rumah sakit lain berkelas internasional.

Ketua Umum Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, Ph.D, juga memberikan dukungannya terhadap rencana ke depan. Ia menyatakan bahwa Yayasan mendukung sepenuhnya rencana yang telah digariskan dan pada Desember ini, Yayasan menyetujui semua perencanaan tahun 2024. Fokus utama dalam waktu mendatang adalah pembangunan rumah sakit di Kota Wates dengan standar internasional sesuai arahan dari Ngarso Dalem. Tahun 2024 juga akan menjadi fokus renovasi IGD untuk Rumah Sakit Panti Rapih.

Dalam pesannya untuk warga Jogja, dr. Stephani Maria Nainggolan, M. Kes menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras. Rumah Sakit Panti Rapih tetap berkomitmen sebagai tempat pelayanan kesehatan yang ramah dan inklusif bagi semua. Mohon dukungan doa agar RS Panti Rapih Yogyakarta dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Workshop Sitohistoteknologi No ratings yet.

Pada Sabtu 28 Oktober dan Minggu 29 Oktober 2023, di Auditorium lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, Instalasi Laboratorium RS Panti Rapih bekerjasama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) menyelenggarakan Workshop Sitohistoteknologi yang dihadiri 33 orang dari berbagai kota dan provinsi (Bintuni Papua Barat, Makassar, Kalimantan Timur, Waingapu, Purbalingga, Bogor, Semarang, NTB, DIY).

 

Workshop ini dibuka oleh dr. Djati Prasodjo, Sp. Rad-KRI (Direktur Pelayanan Medik RS Panti Rapih), kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengetahuan seputar Sitohistoteknologi dalam konteks pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit dan laboratorium klinik. Peran Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dalam Laboratorium Patologi Anatomi tidak dapat diremehkan. Mereka memiliki peran strategis dalam menegakkan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium Patologi Anatomi.

 

ATLM adalah salah satu unsur tenaga kesehatan yang berperan dalam menegakkan diagnosis penyakit dengan melakukan pemeriksaan atau penelitian sampel yang diambil dari pasien. Oleh karena itu, perlu adanya jaminan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kewenangan, kompetensi, dan standar profesi yang dimiliki dalam menjalankan pelayanan.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme ATLM, terutama dalam bidang Sitohistoteknologi, dan untuk mewujudkan pelayanan laboratorium Patologi Anatomi yang bermutu. Selama dua hari, peserta workshop mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka dalam berbagai aspek Sitohistoteknologi.

 

Hari Pertama: Sabtu, 28 Oktober 2023

Pada hari pertama, para peserta mendapat paparan mengenai etika profesi ATLM, berbagai jenis pemeriksaan Patologi Anatomi, dan peran ATLM di laboratorium Patologi Anatomi. Para pembicara dan topik yang dihadirkan adalah:

Materi 1 : Etika Profesi ATLM oleh Joko Budiyono, S.ST

 

Materi 2 : Macam-macam Pemeriksaan PA dan Pengembangannya oleh dr. Emilia Theresia, Sp.PA

 

Materi 3 : Peran ATLM di Laboratorium PA oleh Agnes Nurlita Esti Rahayu

Materi 4 :Fiksasi dan Prosesing Sediaan Histologi dan Sitologi oleh Prof. Dr. dr. Irianiwati Widodo, Sp.PA(K)

Materi 5 : Pra Analitik, Analitik, dan Post Analitik pada Pelayanan Lab Histopatologi Rutin oleh Bowo Yuniarto, AMd.AK

Materi 6 : Teknik Pembuatan Blok Sel pada Sediaan Sitopatologi oleh Bowo Yuniarto, AMd.AK

Materi 7 : Histokimia PAS, Mason Trichrome, dan Fite Faraco oleh Agustina Supriyanti, AMd.AK

Materi 8 : Persiapan Prosesing Sampel Histopatologi dan Sitopatologi oleh Agustina Supriyanti, AMd.AK

 

Hari Kedua:

Minggu, 29 Oktober 2023

Pada hari kedua, para peserta berkesempatan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama  sesi praktikum Histopatologi dan Sitopatologi. Ini merupakan langkah konkrit untuk memastikan pemahaman mereka tentang proses dan teknik terkait sitohistoteknologi.

Workshop Sitohistoteknologi ini merupakan wadah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang ATLM, serta memastikan bahwa layanan laboratorium Patologi Anatomi tetap berkualitas. Dengan begitu, pelayanan medis yang diberikan kepada masyarakat akan semakin unggul dan diagnosis yang akurat dapat ditegakkan. Hal Ini merupakan contoh nyata kerjasama antara lembaga kesehatan dan organisasi profesi untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Talkshow – “Fight for Golden Hour of Hyperacute Stroke and Code Stroke Activation” 5/5 (1)

Pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023, bertempat di Lounge lantai 2 gedung rawat jalan terpadu Borromeus diselenggarakan kegiatan Talkshow bertajuk “Fight for Golden Hour of Hyperacute Stroke and Code Stroke Activation” diadakan dalam rangka peringatan World Stroke Day 2023. Acara ini diselenggarakan oleh Rumah Sakit Panti Rapih, yang telah lama menjadi rumah sakit rujukan untuk kasus stroke. Panti Rapih menerima rujukan dari berbagai instansi antara lain Rumah Sakit Unit Karya, Public Safety Center, dan Rumah Sakit Tipe C di Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Kegiatan talkshow ini dibuka oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan komunikasi dengan jejaring rumah sakit dan layanan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih baik tentang layanan Stroke yang tersedia di RS Panti Rapih dan meningkatkan jumlah pasien yang dirujuk dengan kasus stroke.

 

Peningkatan komunikasi dengan jejaring rumah sakit akan memudahkan pasien stroke dalam mengakses layanan stroke akut di RS Panti Rapih. Namun, tujuan acara ini tidak hanya terbatas pada aspek tersebut. Kekuatan jejaring ini juga akan membantu dalam sosialisasi tentang edukasi pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi pasca stroke. Hal ini sejalan dengan tema World Stroke Day 2023, “Be #GreaterThan Stroke” yang fokus pada pengenalan faktor risiko stroke yang harus dikenali oleh masyarakat dan mendapatkan penanganan secepatnya.

 

Dalam talkshow ini, ada beberapa materi yang dibahas:

Materi I: “Fight for Golden Hour of Hyperacute Stroke and Code Stroke Activation” oleh dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc, Sp.N, DFIDN. Materi ini membahas tentang betapa pentingnya mengetahui golden hour (jam emas) dalam penanganan stroke hiperakut dan aktivasi kode stroke.

Materi II: “Alur Rujukan Stroke Hiperakut” oleh dr. David Budi Wibowo (Kepala IGD RS Panti Rapih). Materi ini akan menjelaskan alur rujukan yang harus diikuti untuk penanganan stroke hiperakut.

 

Materi III: “Comprehensif Stroke Center di RS. Panti Rapih” oleh LC. Retno Widowati, S.Kep., Ns. Materi ini terkait bagaimana RS Panti Rapih telah berkembang menjadi pusat penanganan stroke yang komprehensif.

Kegiatan talkshow akan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang akan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berinteraksi dan mendapatkan jawaban atas pertanyaannya seputar stroke.

Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat seputar stroke dapat meningkat, dan pentingnya golden hour dalam penanganan stroke akan lebih dipahami. Dengan cara ini penanganan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, kemmapuan pemulihan pasien stroke akan meningkat, dan kasus stroke yang fatal dapat diminimalkan. Selain itu, upaya edukasi dan pencegahan akan membantu mengurangi risiko terjadinya stroke di masa depan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan dunia medis dalam upaya melawan penyakit stroke.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Penanganan Kegawatan Maternal Neonatal Rumah Sakit Panti Rapih No ratings yet.

Yogyakarta, 25 Oktober 2023 — RS Panti Rapih telah menyelenggarakan Seminar dan Workshop dengan tema Penanganan Kegawatan Maternal Neonatal yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Oktober 2023, dan dilaksanakan di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Brorromeus.

Adapun peserta Seminar dan Workshop ini berasal dari Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan total 140, terdiri atas Dokter, Bidan dan Perawat. Kegiatan Seminar dan Workshop dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, drg. V. Triputro Nugroho, M. Kes dan sambutan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Seksi Mutu dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan dan Fasilitas Kesehatan Lain, Febri Utami, S.Si, Apt. Kegiatan Seminar dan Workshop ini merupakan salah satu dari rangkaian acara peringatan HUT ke 94 RS Panti Rapih Yogyakarta. Hadir sebagai narasumber, antara lain: dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, Sp. MK, dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp. A, dr. Lusiana Irene, Sp. OG , dr. Estya Dewi Widyasari, Sp. OG, dr. Sandhie Prasetya, L, Sp. An-KIC, M. Sc, dr. Juliani, M. Kes, Sp. A (K), dan dr. Vincentia Merry, Sp. OG.

Dalam wawancaranya kepada media, drg. V. Triputro Nugroho, M. Kes mengungkapkan bahwa kegiatan saat ini merupakan upaya RS Panti Rapih dalam memberikan layanan komprehensif  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Fasilitas Kesehatan yang hadir sebagai peserta memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan Ibu dan Anak supaya dapat melakukan deteksi dini, jangan sampai kasus yang dirujuk ke merupakan kasus yang telah berat. Tindakan preventif perlu dilakukan, demikian imbuhnya.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh dr. Yolenta Marganingsih (Koordinator Sub. Seksi Fokus Pelanggan HUT ke-94 RS Panti Rapih) bahwa Seminar dan Workshop Penanganan Kegawatan Maternal Neonatal tersebut dilaksanakan dengan melibatkan Rumah Sakit Jejaring, Klinik Jejaring dan Pukesmas Jejaring. Peningkatan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak dilaksanakan dalam upaya penurunan angka kematian Ibu dan bayi.

Para peserta mendapatkan materi pertama yang dipaparkan oleh dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, Sp.MK, (Ketua Komite Etik dan Hukum RS Panti Rapih) tentang Etik Merujuk Pasien dengan Kegawatan Maternal-Neonatal. Dalam paparannya, dokter Silvi menyampaikan 4 prinsip umum etik dalam layanan kesehatan, yaitu Autonomy, Beneficence, Justice, dan Non-Maleficence. Penerapan prinsip-prinsip etika dalam layanan kesehatan membantu menciptakan lingkungan perawatan yang berorientasi pada pasien, adil, dan berdasarkan prinsip-prinsip moral yang kuat. Ini membantu memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang sesuai, aman, dan sesuai dengan kepentingan terbaik mereka, sambil menjaga prinsip keadilan dalam distribusi sumber daya kesehatan.

Materi kedua dipaparkan oleh dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp. A (Dokter Spesialias Anak dan Ketua KSM Anak RS Panti Rapih) mengenai Profil Rujukan Maternal Neonatal RS Panti Rapih. RS Panti Rapih sendiri pada tahun 2023 hingga triwulan ketiga menerima 69 pasien rujukan neonatal dengan kasus asfiksia, BBLR, gangguan nafas, kelainan kongenital dan penyakit jantung bawaan. Sedangkan terkait kasus maternal, rujukan yang tertinggi terkait umur kehamilan pretem KPD (kehamilan yang berakhir lebih awal dari yang diharapkan atau sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu).

dr. Lusiana Irene, Sp.OG (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Panti Rapih) memaparkan materi ketiga dengan topik Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi dan Penanganan Terkini Eklamsia dan Preeklamsia. Dokter Lusi demikian biasa disapa menyampaikan bahwa ibu hamil dengan risiko tinggi dapat mengganggu proses kehamilan sampai persalinan, dan hal tersebut dapat mengancam jika ibu dan janin.

Pada materi keempat yang dipaparkan oleh dr. Estya Dewi Widyasari, Sp.OG (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Panti Rapih) mengangkat tentang Tatalaksana Kegawatan Maternal (Perdarahan Antepartum dan Post-Partum) mencakup pengelolaan situasi gawat darurat yang melibatkan perdarahan maternal, yang dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah persalinan.Perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab terbanyak kematian ibu di Indonesia.

Narasumber kelima, dr. Sandhie Prasetya, L. Sp. An-KIC, M. Sc memaparkan materi dengan topik Tatalaksana dan Stabilisasi Pasien Syok Pada Kasus Kegawatan Maternal-Neonatal,  mencakup pengelolaan situasi gawat darurat seperti perdarahan berat, pre-eklampsia, kegagalan jantung, atau masalah lain yang dapat muncul selama kehamilan, persalinan, atau pasca persalinan.

Setelah itu dilanjutkan dengan materi keenam terkait Kegawatan Neonatal : Deteksi Dini dan Tatalaksana Asfiksia Neonatorum yang dipaparkan oleh dr. Juliani, M. Kes, Sp.A (K). Hal ini berperan penting dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan bayi yang baru lahir. Hal ini mencakup identifikasi dan penanganan segera pada bayi yang mengalami asfiksia neonatorum (kondisi kekurangan oksigen yang signifikan pada bayi yang baru lahir) untuk mencegah konsekuensi serius dan potensial mengancam nyawa.

Setelah pemaparan materi pada simposium, dilanjutkan dengan workshop resusitasi neonatus (resusitasi bayi yang baru lahir) dan penanganan perdarahan post partum (perdarahan yang terjadi setelah persalinan). Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam merespon terhadap situasi darurat dalam perawatan maternal dan neonatal, yang dapat berkontribusi pada peningkatan keselamatan dan kualitas perawatan.

Dengan seminar dan workshop ini, segenap peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dalam melakukan deteksi dini risiko tinggi dan penatalaksanaan kegawatan maternal neonatal. Kecepatan dan ketepatan dalam penatalaksanaan kegawatan maternal dan neonatal merupakan kunci dari pencegahan kematian Ibu dan bayi. PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatus Emergency Komprehensif) yang berkualitas, memberikan input positif untuk tercapainya tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah.

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita

(Kepala Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating