RS Panti Rapih Rayakan Hari Anak Nasional 2024: Perkuat Perlindungan Anak untuk Masa Depan Indonesia yang Lebih Maju 5/5 (4)

Yogyakarta, 28 Juli 2024 – RS Panti Rapih dengan bangga merayakan Hari Anak Nasional 2024 dengan tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”dengan serangkaian kegiatan edukatif dan menghibur yang dirancang khusus untuk anak-anak dan orang tua, serta kompetensi tenaga kesehatan. Diawali dengan Seminar Medis dan diakhiri dengan Kompetisi Seni “Bara Muda” (Bakat Kreatifitas Anak Muda) serta Healthy Talkshow untuk memeriahkan momen penting ini.

Seminar Medis “Deteksi dan Stimulasi Tumbuh Kembang Anak” bagi Tenaga Kesehatan telah berlangsung pada 19 Juli 2024 menghadirkan 6 Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih, yaitu dr. A. Ratnaningsih, Sp.A, dr. Juliani, Sp.A.K, dr. Tintin Setyorini, Sp.A, Dr. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A, dr. Maria Rulina, M.Sc, Sp.A, dan dr. Galuh Martin M., M.Sc, Sp.A., sedangkan Kompetisi Seni “Bara Muda” dan Healthy Talkshow berlangsung pada Minggu, 28 Juli 2024.

Final Kompetisi Bara Muda (Bakat Kreatifitas Anak Muda) berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih, menampilkan bakat seni siswa-siswi Sekolah Dasar. Pendaftaran dan pengiriman karya video seni berlangsung dari tanggal 8-18 Juli 2024, dari 26 video yang diterima oleh panitia lomba, dipilih 10 video terbaik yang dinilai secara langsung oleh Dewan Juri yang terdiri atas Didik Nini Thowok (Maestro Seni Indonesia), C. Wahyu Tri Ismayasari, S.Sn (Pelaku Seni), dan Sr. Constansia Sri Hardjanti CB (Direktur Keperawatan RS Panti Rapih) untuk memperebutkan 5 juara.

Saat dewan juri berdiskusi untuk menentukan pemenang, peserta Bara Muda diajak untuk mengikuti Hospital Tour ke beberapa lokasi layanan di RS Panti Rapih sedangkan orang tua dan pendamping mengikuti Healthy Talkshow di Lounge lantai 2 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya: Ibu Catur Udi Handayani, S.H dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Yogyakarta yang membahas topik “Mengurai Kekerasan Terhadap Anak, Pencegahan dan Penanganannya”, Ibu Maria Ratih Maharani, M.Psi., Psikolog RS Panti Rapih, yang mengulas tema “Anak Cerdas Berinternet Sehat”, dan dr. Vista Nursati Pradanita, Sp.KJ(K), Dokter Psikiatri Anak RS Panti Rapih, yang mengangkat tema “Membangun Indonesia dengan Anak yang Sehat Jiwanya”. dengan dr. A. Ratnaningsih, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih sebagai moderator.

 

 

                           Juara 1

Ajang Kompetisi Bara Muda menghasilkan juara sebagai berikut:

Juara 1: Muhammad Ridho

Juara 2: Vocal Group Artha Pesona

Juara 3: Edra Pratista Deo

Juara Harapan 1: Monica Nirwasita Agnimaya Sarosa

Juara Harapan 2: MC Voice.

Para juara mendapatkan uang pembinaan dan trofi sebagai bentuk apresiasi atas bakat dan usaha mereka serta bingkisan bagi seluruh finalis.

 

Rangkaian acara Hari Anak Nasional 2024 ini merupakan bagian dari komitmen RS Panti Rapih untuk menghilangkan rasa takut anak-anak terhadap rumah sakit, mendorong pengembangan bakat anak, serta memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pola Asah Asih Asuh. RS Panti Rapih berharap, dengan perlindungan yang baik dan pengembangan yang optimal, anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang membawa kemajuan bagi bangsa.

RS Panti Rapih berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan ramah anak dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan generasi penerus bangsa.

 

Artikel ditulis oleh :
Maria Vita
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

PANTAU TUMBUH KEMBANG BADUTA UNTUK CEGAH STUNTING No ratings yet.

Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa terpenting dalam kehidupan anak. Periode emas yang dikenal sebagai HPK (seribu hari pertama kehidupan) ini dimulai saat konsepsi atau pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan asupan gizi pada periode ini menyebabkan stunting.

Stunting, menurut WHO (2015), adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, yaitu panjang/ tinggi badan menurut usia kurang dari -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO. Tidak semua balita (bawah lima tahun) pendek itu stunting, namun anak stunting itu pasti pendek, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak. Stunting memiliki dampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktivitasnya, serta terhadap daya saing bangsa. Dampak stunting jangka pendek antara lain terganggunya perkembangan otak, kecerdasarn berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Dampak stunting jangka panjang antara lain menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan penyakit jantung pada usia tua.

Cara mencegah stunting pada baduta antara lain: (1) memantau dan deteksi dini adanya gangguan tumbuh kembang; (2) memastikan baduta mendapat asupan nutrisi yang adekuat dan optimal; (3) mengenali tanda bahaya penyakit “red flag” sebagai penyebab stunting. Pemantauan pertumbuhan baduta dilakukan dengan: (1) menimbang berat badan setiap bulan; (2) mengukur panjang badan setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 3 bulan pada usia 1-2 tahun; (3) mengukur lingkar kepala setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap 2 bulan pada usia 1-2 tahun. Pemantauan perkembangan baduta dilakukan setiap 3 bulan pada usia 0-12 bulan dan setiap 6 bulan pada usia 1-2 tahun.

Pertumbuhan dikatakan normal apabila arah garis pertumbuhan sesuai atau mengikuti arah garis baku. Deteksi dini gangguan pertumbuhan adalah dengan mengenali arah garis pertumbuhan yang menjauhi median. Apabila tren pertumbuhan menjauhi garis median, maka intervensi gizi dan mengenali “red flag” perlu dilakukan. Perkembangan dinilai dalam 4 aspek, yaitu: personal sosial dan kemandirian, motorik kasar, motorik halus, serta bahasa. Deteksi dini penyimpangan perkembangan meliputi penilaian milestone (tahap perkembangan) dan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Pada bayi yang lahir prematur, penilaian pertumbuhan dan perkembangan dilakukan berdasarkan usia koreksi hingga 2 tahun. Berikut adalah “red flag” perkembangan secara umum:

  • Usia 2 bulan : belum mengikuti objek di depannya
  • Usia 3 bulan : belum mengoceh
  • Usia 9-10 bulan : belum duduk sendiri tanpa bantuan
  • Usia 16 bulan : belum berdiri sendiri tanpa bantuan
  • Usia 18 bulan : belum jalan sendiri tanpa bantuan
  • Usia 18 bulan : belum ada 1 kata bermakna
  • Usia 3 tahun : belum bisa bermain peran/ role play

Pemenuhan asupan nutrisi baduta dimulai saat lahir yaitu dengan menerapkan IMD (inisiasi menyusu dini), dilanjutkan dengan pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif hingga anak berusia 6 bulan, lalu diteruskan dengan MPASI yang sehat dan bergizi. ASI dapat diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih. Imunisasi rutin perlu diberikan supaya anak terlindungi dari berbagai macam penyakit infeksi.

Stunting selalu diawali dengan kenaikan berat badan yang kurang (weight faltering). Kondisi weight faltering ini dapat disebabkan oleh: (1) asupan kalori yang tidak adekuat, seperti pada pemberian ASI yang kurang atau perlekatan tidak efektif, kebiasaan makan yang buruk, gangguan oromotor, dll; (2) masalah penyerapan nutrisi seperti anemia karena kekurangan zat besi, alergi susu sapi, dll; (3) metabolisme yang meningkat seperti pada infeksi tuberkulosis, infeksi saluran kencing, kelainan jantung bawaan, dll. Penyebab potensial perlambatan pertumbuhan tersebut yang harus segera diidentifikasi oleh dokter anak supaya tidak berlanjut menjadi stunting (malnutrisi kronik).

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Matasari, M.Sc, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Referensi:

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1928/2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Stunting. Jakarta. 2022.

WHO. 2014. Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/149019/WHO_NMH_NHD_14.3_eng.pdf?sequence=1 (diakses pada 23 Juni 2024)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Edukasi Stroke: “Semakin Tua, Semakin Waspada” 5/5 (1)

Yogyakarta, 17 Juli 2024 – Pada hari Rabu, 17 Juli 2024, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mengadakan acara edukasi kesehatan dengan topik “STROKE, Semakin Tua Semakin Waspada” di Kantor Kelurahan Purwokinanti. Acara ini menghadirkan narasumber ahli, dr. Esdras Ardi Pramudita, DFIDN, M.Sc, Sp.N, FAAN yang merupakan seorang spesialis neurologi.

Dalam sesi edukasi ini, dr. Esdras membahas berbagai aspek penting terkait stroke, mulai dari faktor risiko, gejala, hingga langkah-langkah pencegahan. Beliau menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan terhadap stroke, terutama pada usia lanjut, mengingat peningkatan risiko seiring bertambahnya usia.

 

“Dengan bertambahnya usia, risiko terkena stroke semakin tinggi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala-gejalanya sejak dini dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat,” ujar dr. Esdras.

 

Acara ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan, termasuk para lansia, keluarga, dan petugas kesehatan. Para peserta sangat antusias mengikuti paparan dan diskusi yang berlangsung interaktif guna memberikan kesempatan kepada peserta untuk lebih memahami informasi yang telah disampaikan.

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan Finalis Putra Putri DIY 2024 di RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (1)

Yogyakarta, 18 Juli 2024 – Para finalis Putra Putri DIY 2024 melakukan kunjungan istimewa ke RS Panti Rapih Yogyakarta pada Kamis, 18 Juli 2024. Kunjungan ini diterima langsung oleh Direktur SDM RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, MPH. Tema pemilihan Putra Putri DIY tahun ini, “New Era New Beginning“, bertujuan untuk mendorong generasi muda mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam era industri dan masyarakat saat ini.

Para finalis yang terdiri dari 21 putri dan 14 putra telah memasuki fase karantina dan mengunjungi beberapa pihak pendukung acara, termasuk RS Panti Rapih.

 

Selama kunjungan, para finalis mendapatkan berbagai kegiatan edukatif dan bermanfaat, antara lain:

  • Profil RS Panti Rapih memperkenalkan pelayanan kesehatan yang diberikan termasuk sejarah rumah sakit oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H

  • Health Talk: Nutrigenomik untuk Skrining Kesehatan oleh dr. Noviani, Sp.GK, AIFO-K, membahas bagaimana genetika dan nutrisi berinteraksi untuk mendukung kesehatan optimal.

  • Health Talk: MCU Kesehatan bagi Pria dan Wanita oleh dr. Tan Liana Santoso, yang memberikan wawasan mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

  • Pemeriksaan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) oleh ahli gizi, untuk menilai komposisi tubuh pasien. BIA adalah metode non-invasif yang digunakan untuk mengukur berbagai parameter tubuh, termasuk:Presentase lemak tubuh, massa otot, total berat air, metabolisme basal (BMR), Index Massa Tubuh (IMT), dan distribusi lemak tubuh.

  • Mini MCU (Medical Check-Up), untuk evaluasi kesehatan singkat namun menyeluruh.

 

“Apresiasi untuk ajang Putra Putri DIY 2024 yang tidak hanya mengapresiasi bakat dan penampilan, tetapi juga melibatkan fasilitas kesehatan dalam upaya promosi kesehatan bagi kaum muda. Para finalis berperan penting sebagai duta kesehatan, mengedukasi keluarga dan masyarakat bahwa menjaga kesehatan dengan gaya hidup sehat harus dimulai sejak dini.” kata Dr. dr. Jodi Visnu, MPH selaku Hospital Representative RS Panti Rapih.

 

Para finalis juga mengikuti hospital tour ke beberapa lokasi pelayanan penting di RS Panti Rapih:

  • Klinik Katarina (Pusat Anti Obesitas dan Kesehatan Holistik): Menyediakan layanan terpadu untuk penurunan berat badan dan kesehatan holistik.

  • Klinik Lucia (PerawatanKulit dan Estetika): Menawarkan berbagai layanan estetika untuk perawatan kulit dan kecantikan.

  • Ruang Medical Check-Up: Fasilitas untuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

  • Kawasan Cagar Budaya RS Panti Rapih: Area bersejarah di RS Panti Rapihyang telah ditetapkan sebagai  Cagar Budaya Budaya Nasional dalam sidang kajian Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) yang berlangsung 13-16 September 2018 di Bandar Lampung.

  • Klinik Golden Care: Klinik khusus untuk perawatan kesehatan lanjut usia.

  • Lounge RS Panti Rapih: Tempat bersantai yang nyaman, lengkap dengan Cafe Nutri Eatery yang menyajikan makanan sehatdan dilengkapi dengan kandungan gizi

 

Dalam kunjungan ini, RS Panti Rapih juga berkesempatan memilih sepasang Putra Putri Sahabat Panti Rapih yang akan bertugas selama satu tahun untuk menghadiri acara di dalam maupun di luar RS, serta memperkenalkan dan mempromosikan pelayanan RS Panti Rapih.

 

“Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam acara pemilihan Putra Putri DIY 2024 ini. Harapannya, generasi muda dapat lebih memahami pentingnya kesehatan dan terus berinovasi dalam bidang apapun yang mereka tekuni,” ujar dr. Dion Sulistyo, MPH., Direktur SDM RS Panti Rapih.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para finalis serta menginspirasi mereka untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar.

 

 

 

 

Artikel ditulis oleh :
Maria Vita
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Pentingnya Medical Check Up No ratings yet.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, Memiliki tubuh dan jiwa yang sehat merupakan dambaan setiap orang, Medical check-up berkala bisa jadi tindakan preventif yang membantu kita mengantisipasi risiko kesehatan di masa depan. Sayangnya banyak orang yang yang belum menyadari pentingnya memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala. Anggapan bahwa medical check-up hanya diperuntukkan bagi lansia atau orang yang memiliki penyakit kronis merupakan hal yang kurang tepat, medical check-up dapat dilakukan oleh siapa pun, anak-anak, remaja, atau pun orang dewasa. Sebab risiko kesehatan bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia.

 

Apa sih Medical Check up?

Medical Check Up merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui status kesehatan seseorang. .

Tujuan Medical Check Up

Selain mengetahui kondisi kesehatan, medical check up dapat digunakan untuk mengevaluasi kesehatan agar bisa dilakukan pencegahan sedari dini sebelum bertambah parah. Selain itu. MCU juga bisa digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya melamar kerja di perusahaan atau melanjutkan studi.

Manfaat Medical Check Up

manfaat dari medical check up antara lain :

  • mengetahui masalah kesehatan atau penyakit yang mungkin kamu miliki saat ini, sehingga bias melakukan pengobatan sejak dini
  • mengidentifikasi gangguan kesehatan apapun yang mungkin bisa menjadi masalah medis di masa mendatang
  • mendeteksi lebih awal penyakit tanpa gejala
  • mencegah penurunan penyakit pada anak
  • memotivasi untuk memiliki gaya hidup yang lebih baik
  • memperbaharui imunisasi bila diperlukan

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum Medical Check Up

  • Sebelum menjalani tes MCU, beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain:
  • Tidur yang cukup, minimal 6 jam sebelum permeriksaan, sebab kurang tidur bisa mempengaruhi tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh
  • puasa kurang lebih 8- 10 jam sebelum pemeriksaan meski begitu, minum air putih masih diperbolehkan untuk mencegah dehidrasi
  • Hindari minum alkohol 24 jam sebelum jadwal tes
  • Beritau dokter terkait semua obat-obatan yang sedang kamu konsumsi sebelum pemeriksaan
  • Untuk Wanita, beritahu tim medis jika sedang menstruasi, sebab pasien tidak bisa melakukan tes urine, faeces dan papsemear. darah akan memberikan hasil yang tidak akuta
  • jika hamil, harap beritahu dokter atau petugas medis untuk membatalkan pemerksaan X-Ray
  • Mengisi kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang mengacu pada kesehatan pasien secara menyeluruh

 

Secara umum, Pemeriksaan yang dilakukan di Medical Check up antara lain ;

  • Anamnesa,

yaitu mengetahui informasi lebih lanjut tentang pasien seperti usia, riwayat penyakit (sekarang, dahulu dan keluarga), kebiasaan beresiko dan keluhan kesehatan yang biasa dirasakan.

  •  Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan

Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan diperlukan untuk mengetahui indeks masa tubuh seseorang (BMI)apakah normal, kegemukan, kurus,atau obesitas.  Kegemukan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoartritis, hipertensi, dan kanker. Sedangkan kondisi fisik yang terlalu kurus berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan osteoporosis, dan anemia

  • Gula Darah

Pemeriksaan Gula darah untuk screening apakah gula darah seseorang normal, prediabetes atau diabetes. Sebelum melakukan tes, anda disarankan berpuasa selama 8 jam untuk mengetahui kadar gula darah puasa

  • Pemeriksaan tanda-tanda vital

Seperti tekanan darah, frekuensi nadi, suhu, frekuensi nafas.

  • Kolesterol

Kolesterol pada dasarnya adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke.

  • Kesehatan Jantung

Pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan tes elektrokardiogram (EKG) atau dikenal dengan rekam jantung. Tes dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Jika diperlukan dapat dilakukan tes echocardiography atau pemeriksaan treadmill test

  • Mata

Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi seperti retinopati, glaukoma, katarak, ketajaman penglihatan

  • Telinga

Lakukan tes pendengaran (audiometri) jika Anda mengalami gangguan pendengaran. Audiometri digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan tuli, menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran. Pemeriksaan pada bayi dan anak-anak diperlukan untuk mendeteksi masalah pendengaran yang dapat mengganggu kemampuan belajar, berbicara, dan memahami bahasa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat respons Anda pada suara.

  • Gigi dan Mulut

Untuk mendeteksi apakah ada kondisi-kondisi seperti abses, infeksi,kerusakan diantara gigi, gigi impaksi akibat gigi bungsu tumbuh tidak normal, kista atu tumor, karang gigi, selain itu jika ditemukan masalah pada gigi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan X-ray untuk menentukan tindakan medis yang diperlukan.

  • Pemeriksaan payudara pada wanita dengan prosedur mammografi

Bertujuan untuk melihat benjolan atau sel kanker yang tumbuh.

  • Pemeriksaan saluran prostat pada pria

Untuk meninjau kesehatan saluran kemih, dan apakah sudah memasuki tahap kanker jika gejala yang dirasakan lebih parah.

  •  Skrining kesehatan serviks dengan prosedur pap smear.

Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan suntik HPV dengan 3 kali dosis.

  • Pemeriksaan lainnya.

Di samping pemeriksaan di atas, beberapa tes atau pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan seperti pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan hepatitis B dan HIVbagi orang yang aktif secara seksual dan memiliki pasangan seks lebih dari satu, serta pemeriksaan penyakit paru-paru bagi perokok berat seperti tes fungsi paru (spirometri) dan X-ray pada bagian dada jika dperlukan B. Pemeriksaan laboratorium screening lainnya antara lain, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan fungsi ginjal dan urine rutin

Medical Check Up RS. Panti Rapih memiliki berbagai macam kebutuhan medical check up yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, antara lain

  • layanan Skrining kesehatan Jantung (paket A dan B )
  • layanan Skrinning Kesehatan Calon Pasutri (Pranikah) (Silver, Gold, platinum)
  • layanan Skrinning MCU umum (terdiri dari paket basic, silver, gold platinum)
  • layanan Skrinning Untuk kebutuhan Studi lebih lanjut
  • layanan Skrinning Untuk kelayakan dalam Bekerja
  • layanan Nutrigenomik
  • layanan Klinik Vaksinasi (Vaksinasi Dewasa Non Covid)
  • layanan Injeksi Vitamin C

Frekuensi Medical Check UP

Medical Check Up,  dianjurkan untuk dilakukan setidaknya satu tahun sekali. Frekuensi pemeriksaan rutin didasarkan pada usia, faktor risiko, dan status kesehatan pasien

Untuk informasi layanan Medical Check Up, sahabat sehat panti rapih bisa menghubungi bagian pendaftaran RS. Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Tan Liana Santosa

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Medical Check Up

Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Telepon : 0274 – 563333 ext 1125

Waktu Pelayanan : pk 07.00 – 17.00 WIB (Senin – Sabtu, Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

WA MCU : 081129458943

 

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam : 0274 – 514004, 514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Menuju Zona Integritas: RS Panti Rapih Yogyakarta Berkomitmen Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) 5/5 (2)

Yogyakarta, 2024 – Pembangunan Zona Integritas mendasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019 sebagai perubahan dari Permenpan RB Nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM).

Zona Integritas Zona Integritas (ZI) merupakan sebutan atau predikat yang diberikan kepada institusi yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sedangkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja. Sedangkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

Tahun 2024 ini sejalan dengan Code of conduct RS Panti Rapih yaitu ICARE dengan menjiwai nilai INTEGRITY maka perlu secara bersama-sama untuk mewujukan zona integritas yang bebas korupsi dan birokrasi bersih serta melayani. Hal ini demi mewujudkan pelayanan yang baik bagi pasien yang dilayani di RS Panti Rapih. Dalam rangka mewujudkan Zona integritas tersebut maka diperlukan sosialisasi kepada seluruh pegawai RS, sebagai tahap awal maka diperlukan sosialisasi pada jajaran structural RS Panti Rapih maka kami mengagendakan kegiatan pencanangan Zona Integritas (ZI) ini, untuk menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM).

Selain upaya menuju Zona Integritas, RS Panti Rapih juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan etik. Sumber daya yang mumpuni dalam pengelolaan etik menjadi kunci utama, antara lain pemahaman terhadap perilaku etik, pemahaman hukum, internalisasi nilai I CARE, serta kemampuan memberikan solusi yang efektif dan tepat waktu terkait permasalahan etik. Dengan begitu, diharapkan rasa kepercayaan diri dan mawas diri dalam melakukan pelayanan kesehatan di RS Panti Rapih dapat semakin ditingkatkan.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Seminar Awam “Pencegahan Stunting & Pengembangan Potensi Tumbuh Kembang Anak” 4.94/5 (16)

Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan. Salah satu kelompok tersebut adalah ibu hamil, yang perlu dipersiapkan secara optimal baik fisik maupun mental selama masa kehamilan agar dapat melahirkan bayi yang sehat.

Penurunan angka kematian ibu dan bayi menjadi salah satu program prioritas yang dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sejumlah program dilakukan Kemenkes, seperti program sebelum kehamilan, saat hamil, dan juga perawatan untuk bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Angka kematian ibu dan bayi merupakan dua indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan di suatu negara. Di Indonesia, dua hal ini menjadi perhatian pemerintah karena angka kematian ibu dan bayi di Tanah Air masuk peringkat tiga besar di ASEAN. Berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), sistem pencatatan kematian ibu Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan di tahun 2023 meningkat menjadi 4.129.

Kelas Ibu RS Panti Rapih menjadi ruang edukasi untuk ibu hamil, ibu nifas, dan ibu yang memiliki baduta dan balita, yang telah terlaksana sejak Januari 2023. Pada bulan Juni 2024, kami mempersembahkan edisi spesial dalam rangka HUT IBI (Ikatan Bidan Indonesia) ke-73 dengan tema SEMINAR AWAM bertajuk “PENCEGAHAN STUNTING & PENGEMBANGAN POTENSI TUMBUH KEMBANG ANAK”.

Seminar ini bertujuan memberikan edukasi bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan ibu yang memiliki balita agar mereka dapat dipersiapkan secara optimal dalam kehamilan dan persalinan. Diharapkan ibu, bayi, dan balita dapat sehat dan berkembang dengan baik sehingga didapatkan generasi penerus bangsa yang cerdas dengan tumbuh kembang yang optimal.

Acara terselenggara pada hari Minggu, 30 Juni 2024, di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta. Acara berlangsung selama 2 jam dari pk 09.00 – 12.00 WIB dan dibuka langsung oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Sambutan Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Dalam seminar ini terdiri dari 4 narasumber yang ahli dibidangnya dan selama ini bertugas juga berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta. Berikut nama – nama narasumber dan judul materi yang disampaikan :

  1. Sehat dan Berkualitas Saat Kehamilan untuk Mencegah Stunting

Pemateri 1 : dr. Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco Putra, Sp.OG (Dokter Spesialis Kandungan RS Panti Rapih)

  1. Manfaat ASI Eksklusif dalam Pencegahan Stunting

Pemateri 2 : Ibu Yuliana Tri Murtini, AMd.Keb. (Bidan & Konselor Laktasi RS Panti Rapih)

  1. Gizi Seimbang Baduta

Pemateri 3 : Ibu S. Kusuma Amdani, S.TR.GZ.,RD (Ahli Gizi dan Konselor Laktasi RS Panti Rapih)

  1. Tumbuh Kembang Baduta

Pemateri 4 : dr. Galuh Martin, Sp.A (Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih)

Dengan adanya seminar ini, diharapkan para peserta dan pasangan dapat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat mengenai pencegahan stunting dapat dilakukan dari sejak awal mulai 1000 hari pertama kehidupan buah hati dan pengembangan potensi tumbuh kembang anak, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya generasi penerus yang sehat dan cerdas.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Talk Show Kesehatan “Kanker Ovarium dan Payudara, Kenali Sedari Dini” No ratings yet.

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan global yang sangat signifikan. Prevalensinya bervariasi di berbagai wilayah dan populasi. Menurut World Health Organization (WHO), kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan sekitar 1 dari 6 kematian di seluruh dunia disebabkan oleh kanker. Pada tahun 2020, diperkirakan terdapat 19,3 juta kasus baru kanker dan 10 juta kematian terkait kanker secara global. Angka-angka ini menyoroti dampak signifikan kanker terhadap kesehatan masyarakat.

Kanker payudara dan kanker ovarium adalah dua jenis kanker yang memiliki angka kejadian tinggi di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak serta menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar akibat kanker. Menurut data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia, dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu jiwa.

Kanker payudara terbagi atas beberapa jenis berdasarkan hasil imunohistokimianya. Pada kasus HER2-negatif, faktor genetik berperan signifikan, terutama gen BRCA1/2. Mutasi pada gen BRCA1/2 dapat diturunkan dari orangtua mana pun dan mempengaruhi risiko kanker baik pada perempuan maupun laki-laki. Oleh karena itu, dokter sering merekomendasikan tes BRCA, baik untuk tujuan preventif maupun untuk menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker, RS Panti Rapih Yogyakarta bekerja sama dengan Astra Zeneca mengadakan edukasi kesehatan dan penyuluhan kepada masyarakat awam. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, dan terapi kanker yang optimal.

Tujuan Acara

  1. Memberikan informasi mengenai perjalanan penyakit, mutasi genetik, jenis testing, dan terapi terkini untuk kanker ovarium dan kanker payudara.
  2. Memberikan edukasi tentang pentingnya bagi pasien atau penyintas kanker ovarium dan kanker payudara untuk menjalani kepatuhan terapi demi kualitas hidup yang lebih baik.

Acara terselenggara pada hari Sabtu, 29 Juni 2024 dari pukul 10.00 – 12.00 WIB, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta.

 

Peserta yang hadir sekitar 45 orang yang merupakan pasien RS (pasien baru dan keluarganya), penyintas komunitas pasien kanker, pasien dengan profil risiko tinggi (misalnya pasien endometriosis, pasien kanker payudara, riwayat kanker keluarga), klien perusahaan, dan pasien asuransi.

Acara dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani M. Nainggolan, M.Kes, dan terdiri dari dua sesi materi:

  1. Materi 1:“Kenali lebih dalam, apa itu kanker ovarium dan terapi terkininya?” oleh Prof. Dr. dr. Heru Pradjatmo SpOG (K) Onk, M. Kes.
  2. Materi 2:“Kanker Payudara dan hubungannya dengan mutasi gen BRCA” oleh dr. Dian Pratiwi SpPD. KHOM., FINASIM.

Acara ini dimoderatori oleh dr. Y. Adhitya Prakasa Sukoco, Sp.OG, dokter spesialis kandungan di RS Panti Rapih Yogyakarta.

Dengan adanya acara talk show ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan terapi kanker payudara dan ovarium. Pengetahuan yang tepat akan membantu pasien dan keluarganya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi kualitas hidup yang lebih baik.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Bantuan Hidup Lanjut Tim Sekunder Kode Biru RS Panti Rapih 2024 5/5 (9)

Pelayanan resusitasi merupakan intervensi klinis yang krusial bagi pasien yang mengalami kejadian mengancam nyawa, seperti henti jantung atau paru. Dalam situasi darurat tersebut, tindakan cepat dan tepat berupa kompresi dada atau bantuan pernapasan dapat menjadi faktor penentu antara hidup dan mati pasien, serta membantu mencegah kerusakan jaringan otak. Keberhasilan resusitasi sangat bergantung pada intervensi kritikal seperti kecepatan pemberian bantuan hidup dasar, bantuan hidup lanjut yang akurat (kode biru), dan kecepatan melakukan defibrilasi.

Untuk memberikan intervensi yang kritikal dengan cepat, diperlukan peralatan medis terstandar, obat resusitasi, dan staf yang terlatih dengan baik. Bantuan hidup dasar harus dilakukan secepatnya saat tanda henti jantung-paru terdeteksi, dan proses bantuan hidup lanjut harus dimulai dalam waktu kurang dari 5 menit. Pelayanan resusitasi harus tersedia untuk semua pasien selama 24 jam setiap hari di seluruh area rumah sakit, termasuk peralatan medis dan staf terlatih (STARKES, 2022).

 

RS Panti Rapih berkomitmen untuk menjamin tersedianya pelayanan resusitasi di seluruh area rumah sakit selama 24 jam setiap harinya. Pelayanan kode biru di RS Panti Rapih harus berjalan sesuai dengan standar dengan kualitas yang optimal, baik dari segi petugas maupun sarana dan prasarana. Ketersediaan staf terlatih dengan kompetensi yang sesuai sangat membantu dalam menjamin kualitas pelayanan ini. Sebagai tim kode biru, petugas harus mampu melakukan tatalaksana resusitasi cardiac arrest, mulai dari mengenali cardiac arrest segera, memeriksa nadi, mengaktifkan sistem respons darurat, memulai siklus kompresi dan bantuan napas, serta menggunakan AED maupun defibrillator dan memberikan obat-obat lanjut. Untuk menjamin kompetensi tim kode biru, diperlukan pendidikan dan pelatihan rutin guna menjaga mutu layanan tim kode biru.

Berdasarkan latar belakang tersebut, sebagai upaya RS Panti Rapih untuk menjaga dan mempertahankan kontinuitas pelayanan resusitasi serta mutu layanan, Tim Kode Biru melaksanakan pelatihan Tim Sekunder Kode Biru. Pelatihan ini bertujuan untuk mereview kembali kemampuan Bantuan Hidup Lanjut bagi Tim Sekunder Kode Biru.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Direktur SDM & Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P.H, pada tanggal 11-12 Juni 2024 di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat melakukan Bantuan Hidup Lanjut di seluruh area RS Panti Rapih sebagai Tim Sekunder Kode Biru. Peserta pelatihan ini terdiri dari 35 perawat, bidan, dan dokter umum.

Pelatihan ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa setiap pasien yang memerlukan resusitasi mendapatkan pelayanan terbaik yang sesuai dengan standar. Dengan adanya pelatihan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di seluruh area rumah sakit.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogykarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Meningkatnya Angka Kecelakaan Lalu Lintas: Pentingnya Penerapan Safety Riding 5/5 (4)

Angka kecelakaan lalu lintas tiap tahun terus mengalami peningkatan, menunjukkan bahwa masih banyak pengendara yang abai terhadap pentingnya penerapan safety riding demi keselamatan diri dan pengendara lainnya. Safety riding adalah perilaku berkendara yang aman dan nyaman, yang tidak hanya berlaku untuk diri sendiri tetapi juga bagi pengendara lainnya.

Pada tahun 2023, terjadi peningkatan angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan yang menimpa karyawan RS Panti Rapih, baik saat menuju tempat kerja maupun pulang kerja. Berdasarkan data, pada tahun 2022 terdapat 36 kasus kecelakaan lalu lintas (KLL), sementara pada tahun 2023 angka tersebut naik menjadi 51 kasus KLL.

Sebagai upaya untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas menuju dan dari tempat kerja, Komite K3RS RS Panti Rapih mengadakan kelas edukasi dan praktik mengenai safety riding. Program ini akan bekerja sama dengan Astra – Honda Safety Riding Yogyakarta dan akan dilaksanakan empat kali dalam setahun, mengikuti program triwulan.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai cara berkendara dan mengendalikan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, yang aman. Selain itu, peserta akan diberikan pemahaman mengenai undang-undang lalu lintas serta etika berkendara yang baik.

Program Safety Riding ini akan diikuti oleh 200 karyawan RS Panti Rapih pada tahun 2024, dengan setiap sesi pelatihan diikuti oleh 50 peserta. Pelatihan akan dilakukan setiap triwulan, sehingga setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan cara berkendara yang aman dan nyaman.

Dengan adanya program edukasi dan praktik safety riding ini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan karyawan RS Panti Rapih dapat menurun secara signifikan. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para karyawan mengenai pentingnya safety riding, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada keselamatan di jalan raya secara umum.

Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas menandakan masih rendahnya kesadaran akan pentingnya safety riding. Melalui program edukasi dan praktik yang digagas oleh Komite K3RS RS Panti Rapih dan didukung oleh Astra – Honda Safety Riding Yogyakarta, diharapkan kesadaran dan keterampilan berkendara aman para karyawan dapat meningkat. Semoga langkah ini bisa menjadi contoh bagi institusi lainnya dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating