Slimwell Duo No ratings yet.

Temukan kesehatan holistikmu di Klinik Katarina! 🌿✨

Dengan paket Slimwell Duo, Sahabat Sehat mendapatkan pemeriksaan dokter, konsultasi ahli gizi, dan sesi psikoterapi CBT Obesitas.
Harga:  Rp 283.000,-*
*) – Harga sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Tunggu apa lagi?
Yuk Sahabat Sehat segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan mulai perjalanan menuju hidup sehat Anda!

Informasi Pelayanan :
Klinik Anti Obesitas Katarina
Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih
Telepon: (0274) 563333 ext 1512
Waktu Layanan : Senin – Sabtu, pk 07.00 – 20.00 WIB (hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Cek Golongan Darah 5/5 (1)

Cek Golongan Darah dapat dilakukan di RS Panti Rapih

Cek golongan darah dilakukan dengan cara mengambil sedikit sampel darah, kemudian sampel ini akan dicampurkan dengan antigen darah untuk memastikan golongan darah yang Anda miliki. Cek golongan darah adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui golongan darah seseorang.

Harga: Rp 83.000,-*
*) Tarif berlaku tahun 2023

Langsung datang ke Instalasi Laboratorium

Informasi lebih lanjut hubungi:
Instalasi Laboratorium
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : 0274 514004, 514006, 563333 ext ext 1050
WhatsApp Laboratorium: 0811-2837-252 (dilayani 24 jam)

Mohon dapat memberikan rating

Panoramic No ratings yet.

Menjelajahi Kesehatan Gigi dengan Panoramic! 🦷

Pemeriksaan Panoramic adalah kunci untuk gambaran lengkap mulut dan gigi Sahabat Sehat Panti Rapih.

Harga: Rp 338.000,-*
*) – Harga hanya untuk tindakan Panoramic
– Tarif berlaku tahun 2023

Informasi Pelayanan :
Instalasi Radiologi
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1056
Waktu Layanan : Senin – Sabtu, pk 07.00 – 20.00 WIB (hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

IPM dan Radiofrequency, Teknologi Mengatasi Nyeri tanpa Operasi 5/5 (4)

Apa itu terapi Radiofrequency (RF)?
Radiofrequency (RF) adalah suatu teknik untuk menciptakan medan listrik yang terkontrol dan aman di sekitar elektroda yang ditempatkan pada saraf. Pada terapi nyeri, elektroda ini dibuat dalam bentuk dan ukuran sebuah jarum.
Radiofrequency memberikan energi pada elektroda secara bertahap dengan mempertahankan suhu yang rendah sehingga tidak merusak jaringan saraf pada saat dilakukan ablasi saraf untuk menghilangkan nyeri. Hasil penelitian menemukan bahwa saat medan listrik yang diciptakan oleh RF diaplikasikan pada saraf, medan listrik tersebut secara selektif hanya akan mempengaruhi bagian saraf tertentu yang berfungsi dalam mengirim sinyal nyeri.

Kasus apa saja yang bisa diterapi dengan RF?
RF digunakan untuk kasus-kasus nyeri kronik (lebih dari 3 bulan):

  • Nyeri kepala dan leher: Cervicogenic headache (sakit kepala akibat nyeri leher), trigeminal neuralgia (nyeri wajah sebelah), dan cervical facet pain (nyeri sendi leher), HNP Cervical (saraf kejepit pada leher)
  • Nyeri bahu, siku, dan tangan: Frozen shoulder (kaku dan nyeri bahu).
  • Nyeri punggung/low back pain: Hernia
    Nucleus Pulposus/HNP (saraf terjepit di pinggang) dan lumbar facet joint pain (nyeri sendi facet di punggung), Sacroiliaka Join Pain
  • Nyeri akibat kanker: kanker payudara, kanker rahim, kanker pankreas, dan sejenisnya.
  • Nyeri akibat herpes
  • CRPS (Complex Pain Regional Syndrome)
  • Phantom pain
  • Nyeri akibat cedera olahraga/sport injury
  • Nyeri lutut/knee osteoarthritis.
  • Nyeri kronik pasca operasi

Bagaimana prosedur terapi RF?

Setelah diputuskan bahwa terapi dengan RF sesuai dengan keluhan anda, pemeriksaan laboratorium terutama fungsi koagulasi darah perlu
dilakukan. Selama prosedur tindakan, tanda vital anda seperti irama jantung, tekanan darah, saturasi oksigen akan dimonitor dengan ketat.

Obat anestesi lokal akan diberikan sebelum injeksi sesungguhnya dilakukan untuk memberikan kenyamanan saat jarum radiofrequency diinjeksikan. Dokter akan menggunakan alat bantu fluoroscopy (x-ray) dengan jumlah dosis radiasi yang aman untuk pasien untuk memposisikan elektroda RF sedekat mungkin dengan saraf yang dituju.

Setelah elektroda berada pada posisi yang tepat kemudian prosedur RF dilakukan. Prosedur berlangsung kurang lebih sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan nyeri?
Anda akan merasakan rasa tebal atau nyeri menghilang sampai 6 jam pasca injeksi, hal ini karena efek obat anestesi lokal. Efek hilangnya keluhan nyeri karena pemberian kortikosteroid umumnya mulai dirasakan 2-4 hari setelah injeksi. Efek dari radiofrequency sendiri baru akan dirasakan dan mencapai puncaknya setelah 1-2 minggu, efek penurunan nyeri karena radiofrequency akan dirasakan perlahan-lahan dan semakin hari akan dirasakan semakin membaik.

Apa risiko prosedur tindakan RF?
Secara umum prosedur RF sangat aman. Akan tetapi semua prosedur tindakan medis selalu mempunyai risiko, efek samping, dan kemungkinan komplikasi. Efek samping tersering adalah nyeri yang bersifat hanya sementara. Terkadang juga terjadi memar atau perubahan warna kulit pada lokasi injeksi. Ada kemungkinan kecil terjadi infeksi, namun bila ini terjadi dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Disarankan untuk istirahat baring selama 3 jam setelah tindakan, boleh miring kanan – kiri selanjutnya mobilisasi secara bertahap.

Hal-hal yang harus diperhatikan setelah dilakukan tindakan RF?

Mempertahankan posisi tubuh tetap tegak (tidak membungkuk bahkan memutar tubuh saat beraktivitas).

  • Hindari peregerakan mendadak yang dapat menimbulkan cedera tulang belakang
  • Hindari merokok karena nikotin yang terkandung dalam rokok dapat melemahkan jaringan bantalan tulang belakang
  • Menjaga berat badan karena obesitas akan membebani vertebra
  • Melakukan olahraga teratur sesuai anjuran dokter

 

Informasi Pelayanan :
Cathlab
Jl. Cik Di Tiro No 30 RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 589, 596

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Workshop Sitohistoteknologi No ratings yet.

Pada Sabtu 28 Oktober dan Minggu 29 Oktober 2023, di Auditorium lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, Instalasi Laboratorium RS Panti Rapih bekerjasama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) menyelenggarakan Workshop Sitohistoteknologi yang dihadiri 33 orang dari berbagai kota dan provinsi (Bintuni Papua Barat, Makassar, Kalimantan Timur, Waingapu, Purbalingga, Bogor, Semarang, NTB, DIY).

 

Workshop ini dibuka oleh dr. Djati Prasodjo, Sp. Rad-KRI (Direktur Pelayanan Medik RS Panti Rapih), kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengetahuan seputar Sitohistoteknologi dalam konteks pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit dan laboratorium klinik. Peran Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dalam Laboratorium Patologi Anatomi tidak dapat diremehkan. Mereka memiliki peran strategis dalam menegakkan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium Patologi Anatomi.

 

ATLM adalah salah satu unsur tenaga kesehatan yang berperan dalam menegakkan diagnosis penyakit dengan melakukan pemeriksaan atau penelitian sampel yang diambil dari pasien. Oleh karena itu, perlu adanya jaminan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kewenangan, kompetensi, dan standar profesi yang dimiliki dalam menjalankan pelayanan.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme ATLM, terutama dalam bidang Sitohistoteknologi, dan untuk mewujudkan pelayanan laboratorium Patologi Anatomi yang bermutu. Selama dua hari, peserta workshop mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka dalam berbagai aspek Sitohistoteknologi.

 

Hari Pertama: Sabtu, 28 Oktober 2023

Pada hari pertama, para peserta mendapat paparan mengenai etika profesi ATLM, berbagai jenis pemeriksaan Patologi Anatomi, dan peran ATLM di laboratorium Patologi Anatomi. Para pembicara dan topik yang dihadirkan adalah:

Materi 1 : Etika Profesi ATLM oleh Joko Budiyono, S.ST

 

Materi 2 : Macam-macam Pemeriksaan PA dan Pengembangannya oleh dr. Emilia Theresia, Sp.PA

 

Materi 3 : Peran ATLM di Laboratorium PA oleh Agnes Nurlita Esti Rahayu

Materi 4 :Fiksasi dan Prosesing Sediaan Histologi dan Sitologi oleh Prof. Dr. dr. Irianiwati Widodo, Sp.PA(K)

Materi 5 : Pra Analitik, Analitik, dan Post Analitik pada Pelayanan Lab Histopatologi Rutin oleh Bowo Yuniarto, AMd.AK

Materi 6 : Teknik Pembuatan Blok Sel pada Sediaan Sitopatologi oleh Bowo Yuniarto, AMd.AK

Materi 7 : Histokimia PAS, Mason Trichrome, dan Fite Faraco oleh Agustina Supriyanti, AMd.AK

Materi 8 : Persiapan Prosesing Sampel Histopatologi dan Sitopatologi oleh Agustina Supriyanti, AMd.AK

 

Hari Kedua:

Minggu, 29 Oktober 2023

Pada hari kedua, para peserta berkesempatan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama  sesi praktikum Histopatologi dan Sitopatologi. Ini merupakan langkah konkrit untuk memastikan pemahaman mereka tentang proses dan teknik terkait sitohistoteknologi.

Workshop Sitohistoteknologi ini merupakan wadah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang ATLM, serta memastikan bahwa layanan laboratorium Patologi Anatomi tetap berkualitas. Dengan begitu, pelayanan medis yang diberikan kepada masyarakat akan semakin unggul dan diagnosis yang akurat dapat ditegakkan. Hal Ini merupakan contoh nyata kerjasama antara lembaga kesehatan dan organisasi profesi untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Talkshow – “Fight for Golden Hour of Hyperacute Stroke and Code Stroke Activation” 5/5 (1)

Pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023, bertempat di Lounge lantai 2 gedung rawat jalan terpadu Borromeus diselenggarakan kegiatan Talkshow bertajuk “Fight for Golden Hour of Hyperacute Stroke and Code Stroke Activation” diadakan dalam rangka peringatan World Stroke Day 2023. Acara ini diselenggarakan oleh Rumah Sakit Panti Rapih, yang telah lama menjadi rumah sakit rujukan untuk kasus stroke. Panti Rapih menerima rujukan dari berbagai instansi antara lain Rumah Sakit Unit Karya, Public Safety Center, dan Rumah Sakit Tipe C di Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Kegiatan talkshow ini dibuka oleh drg. Vincentius Triputro Nugroho, M. Kes (Direktur Utama RS Panti Rapih). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan komunikasi dengan jejaring rumah sakit dan layanan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih baik tentang layanan Stroke yang tersedia di RS Panti Rapih dan meningkatkan jumlah pasien yang dirujuk dengan kasus stroke.

 

Peningkatan komunikasi dengan jejaring rumah sakit akan memudahkan pasien stroke dalam mengakses layanan stroke akut di RS Panti Rapih. Namun, tujuan acara ini tidak hanya terbatas pada aspek tersebut. Kekuatan jejaring ini juga akan membantu dalam sosialisasi tentang edukasi pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi pasca stroke. Hal ini sejalan dengan tema World Stroke Day 2023, “Be #GreaterThan Stroke” yang fokus pada pengenalan faktor risiko stroke yang harus dikenali oleh masyarakat dan mendapatkan penanganan secepatnya.

 

Dalam talkshow ini, ada beberapa materi yang dibahas:

Materi I: “Fight for Golden Hour of Hyperacute Stroke and Code Stroke Activation” oleh dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc, Sp.N, DFIDN. Materi ini membahas tentang betapa pentingnya mengetahui golden hour (jam emas) dalam penanganan stroke hiperakut dan aktivasi kode stroke.

Materi II: “Alur Rujukan Stroke Hiperakut” oleh dr. David Budi Wibowo (Kepala IGD RS Panti Rapih). Materi ini akan menjelaskan alur rujukan yang harus diikuti untuk penanganan stroke hiperakut.

 

Materi III: “Comprehensif Stroke Center di RS. Panti Rapih” oleh LC. Retno Widowati, S.Kep., Ns. Materi ini terkait bagaimana RS Panti Rapih telah berkembang menjadi pusat penanganan stroke yang komprehensif.

Kegiatan talkshow akan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang akan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berinteraksi dan mendapatkan jawaban atas pertanyaannya seputar stroke.

Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat seputar stroke dapat meningkat, dan pentingnya golden hour dalam penanganan stroke akan lebih dipahami. Dengan cara ini penanganan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, kemmapuan pemulihan pasien stroke akan meningkat, dan kasus stroke yang fatal dapat diminimalkan. Selain itu, upaya edukasi dan pencegahan akan membantu mengurangi risiko terjadinya stroke di masa depan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan dunia medis dalam upaya melawan penyakit stroke.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Skin Booster No ratings yet.

(Promo Sudah Selesai)

Skin Booster

Suatu prosedur mesotherapy dengan menyuntikkan berbagai zat ke dalam kulit, termasuk vitamin, mineral dan ekstrak tumbuhan. Bahan-bahan ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya kolagen dan elastin, yang akan mempercantik tampilan kulit.

Tujuan Skin Booster

Skin booster bertujuan untuk :
1. Memperbaiki dan memperindah warna kulit
2. Peremajaan kulit
3. Pelembab kulit
4. Aktivasi energi kulit

Dapatkan Potongan Harga 6%*

A. Skin Booster 2,5 cc (Wajah) 3x
B. Skin Booster 5 cc (Wajah, Leher, Punggung Tangan) 3x

*) Ketentuan :
– Paket 3x treatment
– Belum termasuk biaya admin & jasa periksa dokter
– Periode 1 – 30 November 2023
– Berlaku 2 bulan sejak pengambilan paket

Jangan lewatkan kesempatan ini dan hubungi kami segera untuk informasi lebih lanjut dan jadwalkan appointment Anda sekarang! ✨

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Penanganan Kegawatan Maternal Neonatal Rumah Sakit Panti Rapih No ratings yet.

Yogyakarta, 25 Oktober 2023 — RS Panti Rapih telah menyelenggarakan Seminar dan Workshop dengan tema Penanganan Kegawatan Maternal Neonatal yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Oktober 2023, dan dilaksanakan di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Brorromeus.

Adapun peserta Seminar dan Workshop ini berasal dari Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan total 140, terdiri atas Dokter, Bidan dan Perawat. Kegiatan Seminar dan Workshop dibuka oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, drg. V. Triputro Nugroho, M. Kes dan sambutan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Seksi Mutu dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan dan Fasilitas Kesehatan Lain, Febri Utami, S.Si, Apt. Kegiatan Seminar dan Workshop ini merupakan salah satu dari rangkaian acara peringatan HUT ke 94 RS Panti Rapih Yogyakarta. Hadir sebagai narasumber, antara lain: dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, Sp. MK, dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp. A, dr. Lusiana Irene, Sp. OG , dr. Estya Dewi Widyasari, Sp. OG, dr. Sandhie Prasetya, L, Sp. An-KIC, M. Sc, dr. Juliani, M. Kes, Sp. A (K), dan dr. Vincentia Merry, Sp. OG.

Dalam wawancaranya kepada media, drg. V. Triputro Nugroho, M. Kes mengungkapkan bahwa kegiatan saat ini merupakan upaya RS Panti Rapih dalam memberikan layanan komprehensif  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Fasilitas Kesehatan yang hadir sebagai peserta memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan Ibu dan Anak supaya dapat melakukan deteksi dini, jangan sampai kasus yang dirujuk ke merupakan kasus yang telah berat. Tindakan preventif perlu dilakukan, demikian imbuhnya.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh dr. Yolenta Marganingsih (Koordinator Sub. Seksi Fokus Pelanggan HUT ke-94 RS Panti Rapih) bahwa Seminar dan Workshop Penanganan Kegawatan Maternal Neonatal tersebut dilaksanakan dengan melibatkan Rumah Sakit Jejaring, Klinik Jejaring dan Pukesmas Jejaring. Peningkatan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak dilaksanakan dalam upaya penurunan angka kematian Ibu dan bayi.

Para peserta mendapatkan materi pertama yang dipaparkan oleh dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, Sp.MK, (Ketua Komite Etik dan Hukum RS Panti Rapih) tentang Etik Merujuk Pasien dengan Kegawatan Maternal-Neonatal. Dalam paparannya, dokter Silvi menyampaikan 4 prinsip umum etik dalam layanan kesehatan, yaitu Autonomy, Beneficence, Justice, dan Non-Maleficence. Penerapan prinsip-prinsip etika dalam layanan kesehatan membantu menciptakan lingkungan perawatan yang berorientasi pada pasien, adil, dan berdasarkan prinsip-prinsip moral yang kuat. Ini membantu memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang sesuai, aman, dan sesuai dengan kepentingan terbaik mereka, sambil menjaga prinsip keadilan dalam distribusi sumber daya kesehatan.

Materi kedua dipaparkan oleh dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp. A (Dokter Spesialias Anak dan Ketua KSM Anak RS Panti Rapih) mengenai Profil Rujukan Maternal Neonatal RS Panti Rapih. RS Panti Rapih sendiri pada tahun 2023 hingga triwulan ketiga menerima 69 pasien rujukan neonatal dengan kasus asfiksia, BBLR, gangguan nafas, kelainan kongenital dan penyakit jantung bawaan. Sedangkan terkait kasus maternal, rujukan yang tertinggi terkait umur kehamilan pretem KPD (kehamilan yang berakhir lebih awal dari yang diharapkan atau sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu).

dr. Lusiana Irene, Sp.OG (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Panti Rapih) memaparkan materi ketiga dengan topik Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi dan Penanganan Terkini Eklamsia dan Preeklamsia. Dokter Lusi demikian biasa disapa menyampaikan bahwa ibu hamil dengan risiko tinggi dapat mengganggu proses kehamilan sampai persalinan, dan hal tersebut dapat mengancam jika ibu dan janin.

Pada materi keempat yang dipaparkan oleh dr. Estya Dewi Widyasari, Sp.OG (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Panti Rapih) mengangkat tentang Tatalaksana Kegawatan Maternal (Perdarahan Antepartum dan Post-Partum) mencakup pengelolaan situasi gawat darurat yang melibatkan perdarahan maternal, yang dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah persalinan.Perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab terbanyak kematian ibu di Indonesia.

Narasumber kelima, dr. Sandhie Prasetya, L. Sp. An-KIC, M. Sc memaparkan materi dengan topik Tatalaksana dan Stabilisasi Pasien Syok Pada Kasus Kegawatan Maternal-Neonatal,  mencakup pengelolaan situasi gawat darurat seperti perdarahan berat, pre-eklampsia, kegagalan jantung, atau masalah lain yang dapat muncul selama kehamilan, persalinan, atau pasca persalinan.

Setelah itu dilanjutkan dengan materi keenam terkait Kegawatan Neonatal : Deteksi Dini dan Tatalaksana Asfiksia Neonatorum yang dipaparkan oleh dr. Juliani, M. Kes, Sp.A (K). Hal ini berperan penting dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan bayi yang baru lahir. Hal ini mencakup identifikasi dan penanganan segera pada bayi yang mengalami asfiksia neonatorum (kondisi kekurangan oksigen yang signifikan pada bayi yang baru lahir) untuk mencegah konsekuensi serius dan potensial mengancam nyawa.

Setelah pemaparan materi pada simposium, dilanjutkan dengan workshop resusitasi neonatus (resusitasi bayi yang baru lahir) dan penanganan perdarahan post partum (perdarahan yang terjadi setelah persalinan). Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam merespon terhadap situasi darurat dalam perawatan maternal dan neonatal, yang dapat berkontribusi pada peningkatan keselamatan dan kualitas perawatan.

Dengan seminar dan workshop ini, segenap peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dalam melakukan deteksi dini risiko tinggi dan penatalaksanaan kegawatan maternal neonatal. Kecepatan dan ketepatan dalam penatalaksanaan kegawatan maternal dan neonatal merupakan kunci dari pencegahan kematian Ibu dan bayi. PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatus Emergency Komprehensif) yang berkualitas, memberikan input positif untuk tercapainya tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah.

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita

(Kepala Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

IGD Siaga Stroke RS Panti Rapih 1/5 (1)

IGD Stroke RS Panti Rapih
Dilayani oleh dokter jaga 24 jam on site serta ditunjang oleh pelayanan Ambulans 24 jam

Tanda dan Gejala Stroke
Gejala neurologis sesuai berat ringannya gangguan pembuluh darah dan lokasinya

1. Kelumpuhan wajah atau anggota badan (biasanya hemiparese) yang timbul mendadak
2. Gangguan sensibilitas pada satu atau lebih anggota badan (gangguan emisensorik)
3. Perubahan mendadak status mental (konvusi, letargi, delirium, stupor, atau koma)
4. Afasia (bicara tidak lancar, kurangnya ucapan, atau sulit memahami ucapan)
5. Disartria (bicara pelo atau cadel)
6. Gangguan penglihatan (hemianopia atau monokuler) atau diplopia
7. Ataksia
8. Vertigo, mual dan muntah, atau nyeri kepala.

Tips Mudah Mengenali Gejala dan Tanda-Tanda Stroke

  • Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
  • bicara pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung
  • Kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan seperti terus berputar, gerakan sulit dikoordinasi

(Sumber: Kemenkes, 2017)

Rekomendasi NIH tentang “respond time” pasien yang akan dilakukan pemberian r-TPA di IGD, “golden hour” diperlukan waktu 60 menit

1. Pasien tiba di IGD dengan diagnosa stroke
2. Evaluasi dan pemeriksaan pasien oleh triage (termasuk anamnesis, permintaan laboratorium dan menilai NIHSS), waktu 10 menit
3. Diskusikan oleh tim stroke (termasuk keputusan dilakukan pemberian r-TPA), waktu 15 menit
4. Dilakukan pemeriksaan CT scan kepala, waktu 25 menit
5. Hasil pemeriksaan CT scan kepala dan laboratorium, waktu 45 menit
6. Pemberian r-TPA (bila pasien memenuhi kriteria inklusi), waktu 60 menit

AHA/ASA 2019 merekomendasikan pengobatan trombolitik intravena (IV-tPA) dan trombektomi mekanik untuk memperbaiki luaran pasien stroke iskemik akut. Dilakukan pada periode emas, yaitu kurang dari 4,5 jam sejak onset gejala untuk IV-tPA dan kurang dari 6-24 jam untuk trombektomi mekanik Selama pemberian terapi trombolitik, perlu diperhatikan kemungkinan terjadinya perdarahan dan alergi pada pasien

Terapi Trombolitik pada Golden Period
1. Pemberian alteplase pasien stroke non hemoragic dengan onset waktu kurang dari 4,5 jam
2. Onset awal stroke dapat diketahui dari pasien/keluarga/ fasilitas kesehatan kemudian pasien ditegakkan diagnosa stroke oleh dokter jaga IGD atau dokter dokter penanggung jawab pelayanan saraf
Kriteria umur lebih dari 18 tahun dan kurang dari 80 tahun

IGD Siaga Stroke : (0274) 552-118

Mohon dapat memberikan rating

“Current Update On Sports Injury Symposium” – Rumah Sakit Panti Rapih 5/5 (1)

Yogyakarta, 21 Oktober 2023 — Masih dalam rangka memperingati hari jadi ke 94, RS Panti Rapih mengadakan Simposium Kesehatan dengan tajuk “Current Update On Sports Injury Symposium”.  Simposium ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini/lanjutan mengenai cedera olahraga dan penanganannya kepada praktisi pelayanan kesehatan, profesional kesehatan, praktisi olahraga baik atlet itu sendiri, pelatih, pelatih kebugaran, penggemar olahraga, dan masyarakat umum.

Simposium dihadiri oleh 135 orang yang hadir langsung di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu RS Panti Rapih dan 75 orang yang mengikuti secara daring melalui zoom. Acara dibuka oleh, Direktur Utama RS Panti Rapih, drg. V. Triputro Nugroho, M.Kes. Melalui sambutannya, drg. Nuki demikian beliau biasa disapa, menyampaikan apresiasi dan pengahargaa bagi semua pihak yang telah berupaya menghadirkan para profesional kesehatan dari multi disiplin keilmuan sehingga harapannya, kegiatan simposium kesehatan ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

Profesor Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., Ketua Komite Olahraga Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY), hadir secara langsung dan menyampaikan Keynote Speach dalam simposium tersebut. Profesor Djoko menekankan hubungan erat antara olahraga performa tinggi dan cedera olahraga, dengan mengatakan bahwa atlet Olimpiade menginvestasikan begitu banyak waktu dan tenaga sehingga cedera hampir tidak bisa dihindari. Dia menekankan pentingnya memahami dan mengatasi ambang rasa sakit atlet dan menerapkan ilmu olahraga dalam program pelatihan mereka.

Beliau juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan simposiun sehingga peserta dapat lebih memahami tentang penanganan cedera olahraga yang tidak dapat dihindari oleh para atlet. Dalam kesempatan itu, Profesor Djoko Pekik juga mencontohkan berbagai resiko cedera yang dialami olah atlit sehingga beliau menekankan bahwa para pelatih perlu memahami tindakan preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang perlu dilakukan. Secara preventif, pelatih perlu menerapkan sport science, termasuk menghindari latihan berlebihan dan mengenali ambang batas nyeri yang dialami atlet, sedangkan tindakan kuratif mencakup pemberian pertolongan pertama segera jika terjadi cedera, serta secara rehabilitatif, pelatih diharapkan memahami manajemen cedera.

Sesi simposium pertama bertajuk “Current Update on Sports Injury and their Management” dengan narasumber dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, seorang anggota Tim Medis Kontingen Olimpiade Indonesia). dr. Andi berbagi pengalamannya menangani atlet Indonesia dan mengapresiasi perkembangan layanan kesehatan yang disediakan RS Panti Rapih yang kini dapat diakses oleh masyarakat luas.

Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya mengatasi psikologis atlet yang tengah mengalami cedera, karena cedera dapat menjadi hambatan besar bagi kesuksesan mereka. Pendekatan multidisiplin dalam manajemen cedera di garis bawahi sepanjang simposium.

Kegiatan Simposium dilanjutkan dengan Soft Opening Sport Injury Clinic dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Profesor Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., dr. John Hartono, Sp.KFR, dan dr. Djati Prasodjo, Sp. Rad-KRI (Direktur Pelayanan Medis RS Panti Rapih). Kehadiran Sport Injury Clinic yang akan memberikan penanganan dan perawatan secara komprehensif sehingga para pasien mampu mencapai pemulihan secara maksimal.

Setelah soft opening dilanjutkan dengan sesi kedua dengan narasumber dr. Bambang Kisworo, Sp.OT.(K), seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan rekontruksi dewasa/sendi panggul & lutut RS Panti Rapih, dengan topik “Tata Laksana Cedera ACL: Advance and minimal invasive management”. dr. Bambang demikian sering disapa, berbagi wawasan mengenai diagnosis, keluhan pasien, efek jangka panjang, dan tujuan pengobatan terkait cedera ACL. Ia menekankan pentingnya metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dalam menangani cedera ACL dan merinci metode rekonstruksi arthroscopi yang digunakan di RS Panti Rapih.

Beliau menyampaikan bahwa pemulihan pasien dari cedera ACL dapat memakan waktu 6-12 bulan, dengan kemungkinan dilakukannya operasi revisi untuk mencegah cedera kembali. Manajemen cedera yang efektif memerlukan kolaborasi erat antara atlet, pelatih, dan profesional kesehatan dari berbagai disiplin ilmu.

Sesi simposium ketiga disampaikan oleh dr. Tedjo Rukmoyo, SpOT.(K), seorang dokter spesialis ortopedi & traumatologi konsultan RS Panti Rapih), yang mengeksplorasi topik terkait “Sports-Related Spine Injury”. Beliau membahas mengenai penyebab cedera olahraga, lokasi cedera yang umum, dan strategi pengobatan awal, menyoroti pentingnya pendekatan POLISI (Protect, Optimal, Loading, Ice, Compression, Elevation) dalam manajemen cedera.

Simposium diakhiri dengan pemaparan dari dr. Amelia Kartika, Sp, KFR, seorang dokter spesialis kedokteran fisik rehabilitasi medik RS Panti Rapih yang menyoroti tentang “Update Rehabilitasi pada Cedera Olahraga”. dr Amelia menyampaikan bahwa rehabilitasi pasca cedera olahraga tidak terlepas dari proses pemulihan jaringan sebagai respon alami tubuh. Rehabilitasi aktif dengan therapeutic exercise dan penggunaan modalitas memegang peran penting untuk dapat mengembalikan fungsional jaringan yang cedera. Proses rehabilitasi meliputi assesmen, prescription & planning, supervision, evaluation. Juga adanya 1 tim yang meliputi dokter spesialis kedokteran fisik rehabilitasi, fisioterapis sport, dokter ahli gizi dan psikolog jika diperlukan.

Dalam simposium tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para narasumber serta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Hospital Tour di akhir acara.

RS Panti Rapih terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat serta dukungan bagi para atlit nasional, hal tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Simposium dan Sport Injury Clinic yang akan dihadirkan. RS Panti Rapih berharap cedera olahraga yang tak terhindarkan sebagai sebuah resiko yang mungkin dapat dialami oleh para atlet nasional kebanggaan Indonesia dapat tertangani secara komprehensif. Dan melalui simposium kesehatan ini  seluruh pelaku dan pemerhati olahraga dapat memetik poin-poin penting dari narasumber profesional yang dihadirkan.

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita

(Kepala Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating