Kidney Health for Everyone, Kolaborasi Wujudkan Hidup Sehat dengan Ginjal Sehat 5/5 (2)

Yogyakarta, 15 Februari – 3 Maret 2024 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan ginjal dan sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kesehatan ginjal secara menyeluruh, Cornellia & Co PR and Marketing Agency (CnC), Komunitas I Can Enterprise (ICE), dan RS Panti Rapih berkolaborasi menggelar Kidney Campaign bertajuk Kidney Health for Everyone.

Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan yang serius. Bahkan menurut data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jutaan orang di dunia menderita penyakit ginjal dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah penyebab utama kematian dengan tingkat kebutuhan penggantian ginjal yang semakin meningkat. PGK di  Indonesia mencapai 1,5 persen pada tahun 2022 dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan gaya hidup yang tidak sehat.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal masih rendah, dan kasus penyakit ginjal seringkali terdeteksi pada tahap lanjut. Oleh karena itu kampanye sosial menjaga ginjal sehat menjadi suatu kebutuhan mendesak untuk digaungkan.

Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ginjal dengan pola hidup sehat, serta memperkenalkan komunitas penyintas gagal ginjal kepada khalayak luas sebagai wadah yang mendorong pemberdayaan dan peningkatan motivasi sebagai upaya mendukung kesehatan ginjal.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari 15 Februari hingga 3 Maret 2024. Dimulai dengan mengisi konten series kampanye ginjal sehat yang diawali dengan pengetahuan umum seputar peran dan fungsi ginjal, gejala penyakit ginjal, dan tips menjaga ginjal sehat melalui kanal media sosial Instagram @cornelliaco, @ican.enterprise, dan @rspantirapihyogyakarta.

Kemudian, dilanjutkan dengan Live Talk di Instagram bersama pakar ginjal dari Panti Rapih, pada tanggal 20 Februari 2024 bersama Kepala Instalasi Hemodialisa RS Panti Rapih dr. Triharnoto, Sp.PD-KGH, M.B.A., M.Sc., FINASIM,  Dokter Umum RS Panti Rapih dr. Putri Risqi Amelia, dan Penanggung Jawab Fasilitas dan Mutu Instalasi Hemodialisa Agustinus Dalmatius, S.Kep, Ns.

Tak hanya itu, Live Talk Instagram juga dilaksanakan pada Selasa, 27 Februari 2024 bersama dr. Triharnoto, Sp.PD-KGH, M.B.A., M.Sc., FINASIM dan Agustinus Dalmatius, S.Kep. Tidak lupa pula audiensi dengan media, kemudian di puncak acara diakhiri dengan fun walk dan talk show secara luring.

Pada fun walk yang digelar pada 3 Maret 2024 tersebut, para peserta yang berpatisipasi akan membagikan air minum kepada masyarakat umum yang ditemui di sepanjang rute fun walk. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Memberikan air minum kemasan adalah simbol dari menjaga ginjal sehat dengan memberikan asupan cairan yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.

Setelah fun walk, acara dilanjutkan dengan penyerahan donasi dari Cornellia & Co ke I Can Enterprise sebagai bentuk dukungan kepada para penyintas ginjal. Kegiatan akan ditutup dengan talk show  bertajuk Good Lif for Health Kidney bersama dr. Triharnoto, Sp.PD-KGH, M.B.A., M.Sc., FINASIM.

 

Selain mengikuti talkshow yang digelar di Omah Boelondo ini, peserta juga memeriksakan komposisi tubuh dengan Bioimpadance Analysis (BIA) dan mini medical check up yang disediakan oleh RS Panti Rapih.

Seluruh rangkaian acara tersebut digelar sebagai bentuk dukungan untuk penyintas dan memperingati Hari Ginjal Sedunia. CnC, ICE, dan RS Panti Rapih yakin dengan kolaborasi ini, akan mencapai dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kesadaran kesehatan ginjal masyarakat.

 

____________

 

Cornellia & Co

Human Resources Training & Research

Ig: @cornelliaco

Website: www.cornellia-co.com

 

Referensi :

Dukung Penyintas Ginjal , CnC Gelar Fun Walk  dan Talkshow Kesehatan

Jalan Sehat sebagai Kolaborasi Wujud Hidup Sehat dan Ginjal Sehat

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Kelas Ibu Hamil RS Panti Rapih – “Tips Sehat Paska Persalinan dan Sukses Menyusui” 5/5 (1)

Pada hari Jumat, 16 Februari 2024, RS Panti Rapih menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil dengan fokus pada dua materi penting yaitu; “Sehat dan Bugar Paska Melahirkan” serta “Sukses Menyusui”. Acara berlangsung selama 2 jam di Ruang Senam Hamil, Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, dihadiri oleh 10 peserta ibu hamil dan 3 pendamping yang antusias.

Nara sumber untuk materi pertama yaitu; Bidan Respati Dwiwidyaningtyas, S.STr.Keb, seorang Konselor Laktasi di RS Panti Rapih. Bidan Respati membahas terkait “Sehat dan Bugar Paska Melahirkan”. Materi ini membahas sejumlah aspek penting terkait kesehatan ibu paska persalinan. Bidan Respati memberikan penjelasan mendalam mengenai periode ibu nifas, menggambarkan tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai, membongkar mitos-mitos seputar ibu nifas, dan mengulas depresi paska persalinan beserta penanganannya.

Dalam materi ini, peserta kelas diajak untuk memahami betapa pentingnya perawatan diri ibu pasca melahirkan. Penjelasan mengenai tanda-tanda bahaya nifas memberikan wawasan yang sangat diperlukan bagi ibu hamil untuk mengenali gejala yang perlu segera mendapat perhatian medis. Selain itu, pembahasan tentang mitos pada ibu nifas membantu memilah informasi yang benar dan salah, menghindari kesalahpahaman yang bisa berdampak negatif pada kesehatan mental ibu.

Materi ini juga membahas depresi paska persalinan, sebuah masalah serius yang perlu diatasi dengan perhatian khusus. Bidan Respati memberikan wawasan mengenai penanganan depresi pada ibu nifas, memberikan panduan bagi peserta dan pendamping dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Untuk materi kedua disampaikan oleh Bidan Y. Tri Murtini, AMd.Keb.(Konselor Laktasi RS Panti Rapih Yogyakarta), terkait dengan topik “Sukses Menyusui”. Materi ini fokus pada pentingnya menyusui dan memberikan tips untuk mencapai keberhasilan dalam menyusui. Bidan Tri Murtini membahas manfaat menyusui untuk ibu dan bayi, teknik menyusui yang benar, dan solusi untuk mengatasi tantangan yang mungkin dihadapi oleh ibu menyusui.

Dalam materi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menyusui bukan hanya memberikan nutrisi yang optimal bagi bayi, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi ibu. Bidan Tri Murtini memberikan tips praktis untuk memastikan ibu hamil dapat memulai proses menyusui dengan lancar, meminimalkan ketidaknyamanan, dan mencapai keberhasilan dalam memberikan ASI eksklusif. Para Ibu juga diajak untuk praktek terkait pelekatan yang benar saat menyusui.

Kelas Ibu Hamil yang diadakan oleh RS Panti Rapih ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang berharga, tetapi juga menciptakan ruang untuk saling bertukar pengalaman dan dukungan antar ibu hamil. Harapa kami, melalui acara ini, para ibu dan pendamping dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk masa persalinan dan perawatan paska melahirkan, serta mencapai kesuksesan dalam menyusui.

Artikel ditulis oleh :
Anjar Pintosasi
(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mewujudkan Kesejahteraan Bayi Melalui ASI Eksklusif 5/5 (8)

Air Susu Ibu (ASI) telah dikenal sebagai makanan terbaik bagi bayi baru lahir, menjadi sumber energi dan zat gizi penting. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh pemberian ASI. ASI eksklusif dapat memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi hingga usia sekitar enam bulan. Untuk mencapai keberhasilan dalam menyusui, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan.

Mengacu pada Standar Emas Makanan Bayi (WHA no 55.25 tahun 2002), proses menyusui sebaiknya dimulai sesegera mungkin (IMD). Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi diikuti dengan pemberian makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan. ASI dianjurkan untuk diteruskan hingga bayi mencapai usia dua tahun.

Berikut merupakan bebepara point penting dalam teknik sukses menyusui:

Posisi Menyusui :

  1. Posisi Badan Ibu
  2. Posisi Badan Ibu dan Bayi
  3. Posisi Mulut Bayi dan Payudara Ibu (pelekatan)

Posisi Benar :

  1. Perut dan dada bayi menempel pada perut dan dada ibu
  2. Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu, puting berhadapan dengan hidung bayi
  3. Telinga bayi pada garis lurus dengan lengan bayi, dan leher bayi lurus
  4. Pegang atau topang belakang bahu bayi bukan kepala bayi

Posisi Kurang Tepat :

  1. Kepala bayi terletak di siku, hingga bayi menundu
  2. Badan bayi tidak menghadap badan ibu
  3. Hanya bahu yang ditopang oleh tangan ibu
  4. Leher bayi terputar
  5. Badan ibu condong ke depan

Tanda-tanda Pelekatan Benar :

  1. Aerola bagian atas terlihat lebih banyak dari bagian bawah.
  2. Mulut terbuka lebar.
  3. Bibir atas terputar keluar arah atas dan bibir bawah terputar keluar ke arah bawah.
  4. Dagu bayi melekat pada payudara ibu.

 

Pelekatan “Kunci Keberhasilan Menyusui”

  1. Bayi datang dari arah bawah.
  2. Hidung bayi berhadapan dengan puting.
  3. Dagu bayi merupakan bagian terdepan yang melekat pada payudara (contact point).
  4. Puting diarahkan ke atas ke arah langit-langit bayi.
  5. Telusuri langit-langit bayi dengan puting sampai berada di antara uvula dan pangkal lidah.
  6. Puting susu hanya 1/3 atau 1/4 dari bagian “dot” jaringan payudara yang terbentuk.

Mengisap :

  1. Refleks mengisap: Bayi akan mengisap jika ada sesuatu yang menyentuh langit-langit bayi.
  2. Dengan menggunakan tekanan negatif menyedot payudara, akan terbentuk “dot” dari payudara.

Kunci keberhasilan menyusui adalah pelekatan yang benar. Posisi yang benar menjadi kunci utama dalam mencapai pelekatan yang optimal. Dengan menerapkan teknik-teknik ini, ibu dapat memberikan ASI eksklusif dengan nyaman dan mendukung pertumbuhan optimal bayi. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

 

Artikel ditulis oleh :

Bidan Y. Tri Murtini, A.Md.Keb

(Konselor Laktasi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Laktasi
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Informasi & Pendaftaran :
Telepon : 0274 – 514014, 514845, 563333 ext 1204
Whatsapp Klinik Anak Terpadu Yacinta: 0811-2848-446

Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Sehat Bugar Pasca Melahirkan: Masa Nifas dan Tindakan Perawatan yang Tepat 5/5 (20)

Masa nifas adalah periode setelah persalinan hingga 6 minggu berikutnya, yang menjadi kunci bagi ibu untuk pulih dan kembali ke kondisi sehat. Namun, selama masa ini, ibu nifas perlu memahami tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam kesehatannya. Gejala seperti pendarahan berlebihan, demam, atau nyeri yang hebat perlu mendapat perhatian medis segera.

Beberapa praktik tradisional mungkin harus dihindari oleh ibu nifas, termasuk di antaranya:

  1. Membebat perut terlalu kencang.
  2. Menempelkan daun-daunan pada alat kemaluan.
  3. Duduk di atas bara api.
  4. Membuang ASI pertama kali keluar.
  5. Membersihkan payudara dengan alkohol/obat merah/betadine.
  6. Minum jamu bersalin yang tidak direkomendasikan.

Beberapa mitos seputar ibu nifas perlu diperjelas:

  1. Tidak benar bahwa ibu nifas tidak boleh makan makanan yang berkuah.
  2. Makan ikan tetap diperbolehkan, asalkan ikan yang dikonsumsi aman dan higienis.
  3. Meskipun istirahat adalah penting, mitos bahwa ibu nifas tidak boleh keluar rumah selama 40 hari perlu dicermati, sejauh itu tidak mengganggu pemulihan.

Depresi Pasca Melahirkan: Jenis dan Gejalanya

Depresi pasca melahirkan adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kesehatan mental ibu. Jenis depresi pasca melahirkan meliputi:

  1. Baby Blues:
    Gejala meliputi suasana perasaan tidak stabil, mudah menangis, sulit tidur, mudah cemas, dan mudah tersinggung.
  2. Depresi Pasca Melahirkan:
    Gejala termasuk perasaan sangat sedih, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, dan pikiran merugikan terhadap diri sendiri atau bayi.
  3. Depresi Terjadi Cepat:
    Gejala mencakup mudah tersinggung, perubahan perasaan, perilaku yang tidak sesuai, dan mungkin mengalami halusinasi atau delusi.

Penanganan Depresi pada Ibu Nifas
Untuk mengatasi depresi pasca melahirkan, beberapa tindakan dapat diambil, termasuk:

  1. Dukungan Keluarga
    Pentingnya dukungan keluarga dan suami dalam mengatasi perubahan suasana hati.
  2. Bantuan Perawatan Bayi
    Membantu dalam mengasuh bayi untuk mengurangi beban ibu.
  3. Konseling oleh Tenaga Kesehatan
    Melakukan konseling oleh tenaga kesehatan untuk membahas perasaan dan emosi secara terstruktur.

Ibu Pasca Melahirkan Sehat dan Bugar: Tindakan Pencegahan dan Perawatan
Beberapa langkah untuk memastikan ibu tetap sehat setelah melahirkan meliputi:

  1. Makanan Tambahan untuk Ibu Menyusui
    Nutrisi yang cukup untuk mendukung produksi ASI.
  2. Istirahat yang Cukup
    Pentingnya istirahat yang memadai untuk pemulihan.
  3. Komunikasi dengan Bayi
    Membangun ikatan emosional melalui komunikasi yang baik.
  4. Kebersihan Diri dan Lingkungan
    Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
  5. Aktivitas Fisik
    Melakukan aktivitas fisik ringan seperti senam nifas, kegel, dan latihan ringan.
  6. Konsultasi Rutin dengan Dokter atau Bidan
    Memastikan kunjungan rutin untuk konsultasi kesehatan dan keluarga berencana.
  7. Tanggapan Cepat terhadap Keluhan
    Secepatnya menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika ada keluhan atau gejala yang mencemaskan.

Dengan memahami dan menerapkan tindakan perawatan yang tepat, ibu pasca melahirkan dapat memastikan kesehatan dan kesejahteraan mereka selama masa nifas dan seterusnya.

Artikel ditulis oleh :

Bidan Respati Dwiwidyaningtyas S, S.Tr.Keb

(Konselor Laktasi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Lokasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Menggali Lebih Dalam tentang Leukimia pada Anak-Anak 5/5 (1)

Pada Tanggal 15 Februari, diberikan sebagai hari Kanker Anak Sedunia. Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Diperkirakan, setiap tahunnya 400.000 anak dan remaja berusia 0-19 tahun menderita kanker. Data dari Global Cancer Statistic (GLOBOCAN) pada tahun 2020, diestimasikan terdapat 11.156 kasus baru kanker anak pada usia 0-19 tahun di Indonesia. Leukemia merupakan keganasan terbanyak pada anak, yakni sekitar 30% sampai dengan 40 % dari seluruh pasien kanker anak, dimana kanker ini memiliki puncak kejadian pada anak dengan usia 2- 5 tahun.

Leukemia sendiri merupakan kanker darah yang berasal dari sumsum tulang belakang, yang ditandai dengan proliferasi (proses pembentukan sel yang disebabkan oleh pembelahan sel) secara berlebihan dari sel darah yang abnormal, sehingga terjadi gangguan produksi sel darah normal. Pendeteksian dini pada kasus kanker anak serta menghindari keterlambatan dalam perawatan menjadi salah satu kunci penting dalam penanggulangan kanker pada anak .

Leukemia sendiri dibagi menjadi dua yaitu Leukemia akut ( AML dan ALL) dan leukemia kronis (CML). Gejala dan tanda awal yang dapat dikenali oleh orang tua adalah sebagai berikut : anak pucat, lemah, rewel, terjadi penurunan nafsu makan, demam berulang atau demam lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas, adanya perdarahan, nyeri tulang, pembesaran kelenjar getah bening dan bagian perut, serta nyeri tulang. Apabila orang tua menemukan tanda-tanda tersebut, makan anak dianjurkan untuk dibawa ke dokter spesialis anak, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada pemeriksaan fisik pasien anak dapat ditemukan tanda-tanda seperti anemia, pembengkakan kelenjar getah bening, tanda perdarahan (seperti bintik-bintik perdarahan pada kulit, perdarahan gusi, mimisan, bab berdarah, maupun bak berdarah), pembesaran organ hati dan limpa, serta pembesaran testis. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah, pencitraan, dan pemeriksaan sumsum tulang guna menegakkan diagnosis. Setelah terdiagnosis, makan pasien akan diberikan tatalaksana berupa kemoterapi dan penanganan suportif yang berupa pemberian transfusi komponen darah yang diperlukan, pemberian nutrisi yang baik dan memadai, pemberian antibiotik, anti jamur, dan anti virus bila diperlukan, serta pendekatan psikososial serta dukungan keluarga.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Natasha

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Menjaga Masa Depan yang Lebih Baik : Mengenal dan Mengatasi Polio 5/5 (1)

Poliomyelitis, atau yang lebih dikenal dengan sebutan polio, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini dapat menyerang sistem saraf dan dapat berakibat fatal dalam waktu singkat. Meskipun kasus polio telah berhasil ditekan sejak ditemukannya vaksin, namun masih ada beberapa wilayah yang rentan terhadap wabah penyakit ini.

Poliomyelitis terutama mengincar anak-anak di bawah usia lima tahun yang belum mendapatkan imunisasi polio secara lengkap. Pada awal abad ke-20, polio merupakan salah satu penyakit paling ditakuti yang melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahunnya. Oleh karena itu, imunisasi polio menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan anak-anak dan mencegah penyebaran penyakit ini.

Gejala Polio :

  • Gejala awal polio meliputi demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher, dan nyeri di tungkai.
  • Munculnya gejala biasanya terjadi 7-10 hari setelah terinfeksi virus, namun bisa juga dalam rentang waktu 4-35 hari.
  • Selanjutnya jika gejala memberat dapat terjadi kelumpuhan yang bersifat lemas (bukan kaku) pada anggota gerak. Karena itu, jika ada anak usia di bawah 15 tahun yang mengalami lumpuh layuh mendadak, segera bawa anak tersebut ke puskesmas atau RS terdekat.

 

 

Penularan Polio :

Polio dapat menyebar melalui kontak langsung dengan feses orang yang terinfeksi atau melalui percikan dahak dan lendir. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan merupakan langkah penting untuk mencegah penularan polio.

 

Cara Pencegahan Melalui Imunisasi :

  • Pencegahan polio hanya dapat dilakukan melalui imunisasi
  • Vaksin aman dan efektif
  • Vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio yang tidak aktif (IPV)

Kementerian Kesehatan menyediakan imunisasi polio secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah. Terdapat dua jenis vaksin polio yang digunakan, yaitu vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio yang tidak aktif (IPV). Anak-anak diimbau untuk menerima vaksin polio tetes (OPV) sebanyak 4 kali, pertama kali pada usia 0-1 bulan, dan 3 kali di usia 2 sampai 4 bulan. Vaksin polio suntik (IPV) diberikan satu kali pada usia 4 bulan. Penting bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi polio atau terlambat mendapatkannya untuk segera melengkapi status imunisasi hingga usia 5 tahun.

Outbreak Response Immunization (ORI)

Outbreak Response Immunization (ORI) merupakan strategi pemberian imunisasi dalam menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) suatu penyakit, termasuk polio. Tujuan dari ORI adalah mencapai kekebalan individu dan komunitas sebesar 90-95%, membantu menghentikan penyebaran virus, dan melindungi yang rentan terhadap penyakit.

Dalam memerangi polio, kunci utamanya adalah kesadaran akan pentingnya imunisasi dan kebersihan lingkungan. “Mari Kita Berantas Polio Demi Masa Depan yang Lebih Baik”. Pemberantasan polio adalah tanggung jawab bersama dengan imunisasi polio sesuai jadwal serta menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan masa depan yang lebih baik. Mari bersama-sama mendukung program imunisasi pemerintah dan berperan aktif dalam upaya pemberantasan polio.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Keterlambatan Bicara (Speech Delayed) pada Anak No ratings yet.

Bicara dapat di artikan sebagai suatu bentuk komunikasi dengan artikulasi verbal dalam menyampaikan maksud. Oleh sebab itu, diperlukan segenap komponen organ anak yang berperan dalam membentuk suara, lewat komponen respirasi, fonasi dan artikulasi. Kejadian kasus keterlambatan bicara anak di Indonesia tercatat 5-8% pada rentang usia 2-4,5 tahun (2006).  Keterlambatan berbicara dalam fase perkembangan anak akan berdampak pada pola komunikasi anak.

Keterlambatan bicara sendiri juga erat kaitannya dengan bahasa, dimana perkembangannya sangat tergantung dengan faktor perkembangan fungsi anatomis fisiologis sistem saraf, organ audio visual, kemampuan atensi anak serta stimulus dari lingkungan anak (orangtua / caregiver). Pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi dini faktor resiko terkait fungsi bicara ini akan menjadi pintu awal yang penting dalam mencegah ataupun meminimalisir dan mengkoreksi gangguan bicara pada anak-anak.

 

Tahapan Perkembangan Kemampuan Bicara Anak sesuai Usia

0-2 bulan

bayi merespon dengan menangis

2-3 bulan

bayi mulai membuat suara seperti aaah, uuu , eee, ooo (cooing)

3-6 bulan

bayi mulai babbling, dimanan mulai menggunakan suku kata tunggal yang diulang, misal papapapapap, dadadadadada, mamamamamama

6-9 bulan

mulai muncul mama, papa, meski kadang tanpa arti, mulai memahami konsep sederhana seperti ya/tidak, habis

9-12 bulan

panggilan lebih spesifik untuk orangtua atau yang caregiver utamanya,merespon panggilan namanya, serta mulai memahami perintah sederhana, serta mulai menggunakan isyarat (gerakan tangan) untuk meminta sesuatu. Bayi mulai membeo, menirukan kata-kata yang familiar

12-18 bulan

mulai membentuk kalimat 2 kata, memahami anggota tubuhnya, dapat menggeleng atau menganggukan kepala, melambaikan tangan, suara yang ditirukan menjadi lebih akurat, serta semakin mampu menyampaikan keinginannya dengan kata-kata.

18-24 bulan

dalam usia emas pertumbuhan ini, penambahan kosakata sangat pesat , berbicara dengan kalimat 2 kata dengan jelas, 50% bicaranya dapat dipahami,  dan dapat mengikuti perintah 2 langkah, serta anak senang mendengarkan cerita

2-3 tahun

semua kata-kata anak jelas dan dimengerti, serta mulai membuat kalimat tanya, mengenali benda-benda dan fungsinya, mengenal warna dan senang dengan nyanyian

3-4 tahun

mulai bercerita, bernyanyi, mulai membentuk kalimat 3-5 kata

4-5 tahun

memahami konsep arah (atas, belakang, kanan, kiri), memahami konsep lawan kata, mampu diarahkan untuk tugas terstruktur setidaknya 30 menit

 

Tanda-Tanda Deteksi Awal Adanya Gangguan Keterlambatan Bicara pada Anak bagi Orang Tua

Usia 0-6 bulan

  • Respon terhadap stimulus suara yang kurang (pertimbangkan gangguan pendengaran pada anak)
  • Tidak munculnya cooing, babbling serta terbatasnya suara konsonan anak
  • Anak kurang mampu menirukan bunyi atau suara dan selalu bergantung dengan perintah

Usia 6-12 bulan

  • Kurangnya gestur interaksi
  • Kurangnya atensi anak
  • Tidak merespon panggilan nama
  • Tidak memahami perintah sederhana

Usia 1-2 tahun

  • Perkembangan kosakata yang minim
  • Tidak terbentuk kalimat 2 kata
  • Tidak mampu menunjuk atau menyebutkan anggota tubuhnya

 

Peran Rehabilitasi Medik pada Gangguan Keterlambatan Bicara Anak

Deteksi dini menjadi penting agar dapat mengenali penyebab utama timbulnya keterlambatan bicara anak. Skrining tumbuh kembang anak yang akurat akan mendeteksi tanda-tanda keterlambatan, selain itu pemeriksaan medis mampu mendeteksi kelainan anatomis ataupun fungsi organ yang berdampak pada kemampuan bicara anak. Program Terapi Rehabilitasi Medik akan disesuaikan dengan faktor penyebab keterlambatan bicara yang ditemukan.

Beberapa kondisi medis yang erat kaitannya dengan keterlambatan bicara pada anak adalah Autisme, Gangguan pendengaran (otitis), Gangguan kognisi anak. Selain itu, faktor lingkungan juga perlu dideteksi sebagai penyebab, seperti pola asuh orang tua dengan bilingual (monolingual, keterikatan dengan gadget/ screen time anak (tidak boleh pada usia < 2 tahun).

Pada gangguan kondisi fungsi anatomis, tatalaksana dengan terapi Fisik oleh Fisioterapis dapat diprogramkan, seperti memperbaiki postur atau memperbaiki kemampuan respirasi anak akan membantu dalam memproduksi suara anak.

Faktor gangguan atensi, atau gangguan sensorik pada anak seperti halnya pada kasus Autisme anak, program rehabilitasi medik melibatkan terapi okupasi dalam memberikan koreksi dan stimulus sensorik. Dengan perbaikan di faktor ini, anak diharapkan mampu menangkap stimulus sensorik (visual, audio) dengan lebih baik dan fokus, sehingga dapat merangsang peningkatan interaksi dan kemampuan bicaranya.

Terapi wicara berperan dalam memberikan stimulasi dan koreksi pada gangguan keterlambatan bicara anak, dengan kolaborasi yang baik dan simultan bersama komponen terapi Rehabilitasi Medik lainnya (Terapi Fisik dan/ Terapi Okupasi), target terapi pada anak dengan keterlambatan bicara anak dapat lebih maksimal dalam hal fonasi, artikulasi, pengayaan kosakata, stimualsi oromotor, kemampuan sintaks (membentuk kalimat) sampai dengan semantic (pemahaman makna kata).

 

Artikel ini ditulis oleh :

dr. John Hartono, Sp.KFR
(Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi  :

Klinik Rehabilitasi Medik

Lantai 4, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus

Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon: 0274-563333 ext 1204

Pendaftaran 24 jam : 0274 – 514004, 514006

Aplikasi PantiRapihKu di Google Play Store atau App Store

Mohon dapat memberikan rating

Pengambilan Janji Jabatan dan Pelantikan Direktur Utama Rumah Sakit Panti Rapih Masa Jabatan 1 Januari 2024 – 31 Desember 2025 No ratings yet.

Yogyakarta, 30 Desember 2023 – Tradisi pergantian pejabat di suatu lembaga merupakan sesuatu hal biasa. Ada saatnya seorang pejabat memulai memegang jabatan dan ada saatnya pula ia akan menyelesaikannya. Demikian juga halnya dengan jabatan Direktur Utama Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. drg. Vicentius Triputro Nugroho, M. Kes sebagai direktur utama sejak 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2023 digantikan oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, M. Kes untuk masa jabatan 1 Januari 2024 – 31 Desember 2025.

Penyerahan memori jabatan Direktur Utama dari drg. V. Triputro Nugroho, M.Kes kepada dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes

 

Penyerahan memori jabatan Direktur SDM dan Umum dari Ir. Valentina Dwi Yuli Siswianti, M.Kes kepada dr. Dion Sulistyo, MPH

Selain Direktur Utama, Jabatan Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih Yogyakarta pun berganti, yang sebelumnya dijabat oleh Ir. Valentina Dwi Yuli Siswianti, M. Kes digantikan oleh dr. Dion Sulistyo, M.P.H untuk masa jabatan 1 January 2024 – 31 Desember 2025.

Di lingkungan Yayasan Panti Rapih dimana Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta berada, penerima Jabatan Direktur Rumah Sakit yang baru, wajib mengucapkan janji jabatan dan dilantik oleh Pengurus Yayasan Panti Rapih. Pengucapan janji jabatan merupakan pernyataan kesanggupan di hadapan Allah dan sesama tentang melaksanakan tugas jabatan sebagaimana isi janji yang diucapkan.

Pengambilan janji jabatan dan pelantikan Direktur Utama, dan Direktur SDM dan Umum Rumah Sakit Panti Rapih dilaksanakan pada Sabtu, 30 Desember 2023 bertempat di Auditorium Gedung Borromeus Lantai 6. Pengambilan janji jabatan Direktur Utama dan Direktur SDM dan Umum Rumah Sakit Panti Rapih dilakukan oleh Ir. Ambrosius Koesmargono, Ph.D (Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih) bersama dengan Romo Macarius Maharsono Probo, SJ sebagai rohaniawan pendamping. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih dilanjutkan dengan penandatangan naskah janji jabatan, serah terima jabatan dan diakhiri dengan ramah tamah.

 

Jajaran Direksi RS Panti Rapih, masa jabatan 1 Januari 2024 – 31 Desember 2025 bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan DIY, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dan pengurus PERSI DIY

Turut menghadiri acara pengambilan janji jabatan dan pelantikan ini, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, drg. Pembayun Setyaning Astutie, M. Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan juga Pejabat lain di lingkungan Pemerintah DIY, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) DIY, Pejabat Gereja di lingkungan Keuskupan Agung Semarang, Dewan Pimpinan Pusat Kongregasi Carolus Boromeus dan Perwakilan Komunitas CB di Yayasan Panti Rapih, Organ Yayasan Panti Rapih, Pimpinan Unit Karya di Yayasan Panti Rapih, Pejabat Struktural RS Panti Rapih, Pengurus Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi Yayasan Panti Rapih dan Mitra Kerja RS Panti Rapih.

 

Dalam wawancara dengan media, dr. Stephani Maria Nainggolan, M. Kes menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan rencana strategis Rumah Sakit Panti Rapih yang telah ada. Ia menekankan pentingnya mengadaptasi kemajuan zaman, khususnya dalam menghadapi arah kebijakan wellness sesuai arahan Ngarso Dalem, sehingga health tourism dapat bersaing dengan rumah sakit lain berkelas internasional.

Ketua Umum Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, Ph.D, juga memberikan dukungannya terhadap rencana ke depan. Ia menyatakan bahwa Yayasan mendukung sepenuhnya rencana yang telah digariskan dan pada Desember ini, Yayasan menyetujui semua perencanaan tahun 2024. Fokus utama dalam waktu mendatang adalah pembangunan rumah sakit di Kota Wates dengan standar internasional sesuai arahan dari Ngarso Dalem. Tahun 2024 juga akan menjadi fokus renovasi IGD untuk Rumah Sakit Panti Rapih.

Dalam pesannya untuk warga Jogja, dr. Stephani Maria Nainggolan, M. Kes menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras. Rumah Sakit Panti Rapih tetap berkomitmen sebagai tempat pelayanan kesehatan yang ramah dan inklusif bagi semua. Mohon dukungan doa agar RS Panti Rapih Yogyakarta dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Pemeriksaan Rectal Swab di RS Panti Rapih No ratings yet.

Pemeriksaan Rectal Swab: Langkah Mendasar dalam Pencegahan Vibrio Cholera, Salmonella, Shigella, dan E. coli Patogen.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti Vibrio cholerae, Salmonella, Shigella, dan patogen E. coli dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pemeriksaan rectal swab memainkan peran penting dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian penyebaran penyakit-penyakit berbahaya ini. Pemeriksaan mikrobiologi ini bertujuan untuk memastikan apakah seseorang merupakan pembawa (carrier) bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan, seperti Salmonella sp, Vibrio cholerae, Shigella sp, dan E. coli patogen.

Di sektor pengolahan dan penyajian makanan, penting bagi setiap tenaga kerja untuk memastikan bahwa mereka tidak menjadi pembawa bakteri berbahaya sebelum terlibat dalam proses penyajian atau pengolahan makanan.

RS Panti Rapih hadir dengan solusi On-Site Rectal Swab, memberikan layanan pemeriksaan langsung di tempat untuk memudahkan perusahaan menjaga kesehatan karyawan dan konsumen.

Keunggulan Layanan On-Site Rectal Swab:

  • Tim medis profesional yang siap melayani langsung di perusahaan Anda
  • Proses pemeriksaan cepat dan higienis, mengutamakan kenyamanan
  • Hasil yang akurat dan rahasia, memberikan jaminan privasi
  • Minim gangguan operasional, layanan yang efisien tanpa mengganggu aktivitas perusahaan

Dengan layanan ini, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap individu yang terlibat dalam pengolahan makanan bebas dari risiko penyebaran penyakit berbahaya.

Yuk lakukan pemeriksaan ini untuk keamanan bersama! 💪

Harga: Rp 250.000,-*

*) – Pemeriksaan ini disarankan bagi Penjamah makanan (koki, staf dapur, asisten rumah tangga, termasuk babysitter dan pramurukti yang menyiapkan makanan)
– Sudah termasuk hasil analisis oleh dokter spesialis mikrobiologi klinik
– Tarif berlaku tahun 2023

Informasi lebih lanjut hubungi:
Instalasi Laboratorium
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : 0274 514004, 514006, 563333 ext ext 1050
WhatsApp Laboratorium: 0811-2837-252 (dilayani 24 jam)

Mohon dapat memberikan rating

Sambut Tahun Baru dengan Skin Booster di RS Panti Rapih No ratings yet.

(Promo Sudah Selesai)

Ingin memiliki wajah yang cerah berseri dan sehat menyambut Tahun Baru 2024? Yuk jadwalkan diri Anda untuk Skin Booster di Klinik Estetika Lucia  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Dapatkan penawaran menarik Potongan Harga 6%*
Paket A : Skin Booster 2,5 cc (Wajah) 3x
Paket B : Skin Booster 5 cc (Wajah, Leher, Punggung Tangan) 3x

*) Ketentuan:
– Paket 3x Treatment
– Belum termasuk biaya admin & jasa periksa dokter
– Periode 1-31 Desember 2023
– Berlaku 2 bulan sejak pengambilan paket

Ajak pasangan, saudara atau kerabat Anda untuk Skin Booster. Ditunggu kedatangannya di Klinik Estetika Lucia  Rumah Sakit Panti Rapih yaa. Sambut Tahun Baru 2024 penuh keceriaan

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

 

Mohon dapat memberikan rating