Kunjungan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan POLTEKKES Kemenkes Yogyakarta ke RS Panti Rapih Yogyakarta 4.5/5 (2)

Pada hari Selasa, 8 Oktober 2024, RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan dari 25 mahasiswa dan dosen dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium, Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus.

Kunjungan dimulai dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Kemudian, sambutan dilanjutkan oleh perwakilan dosen POLTEKKES Yogyakarta, Bapak Yamtana, SKM, M.Kes, diikuti dengan acara serah terima cendera mata sebagai simbol kerja sama yang erat.

Penyampaian profil perusahaan atau company profile RS Panti Rapih disampaikan oleh Dr. dr. Jodie Visnu, M.P.H (Hospital Representative) yang memberikan gambaran menyeluruh tentang layanan dan fasilitas yang ada di RS Panti Rapih. Selain itu, hadir pula Direktur Medis RS Panti Rapih dr. Dion Sulistyo, M.P.H, dan dr. Djati Prasodjo, Sp. Rad(K)RI, M.Sc, serta Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian Bapak Suryo Nugroho Markus, M.P.H.

Materi penting mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di RS Panti Rapih dibawakan oleh dr. Hieronimus Indra Wira Kusuma, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja di RS Panti Rapih. Materi ini kemudian dilengkapi dengan sesi praktek pemadaman kebakaran yang dipandu oleh tim Security RS Panti Rapih, menambah wawasan praktis para peserta tentang aspek keselamatan di lingkungan rumah sakit.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi hospital tour, di mana para mahasiswa dan dosen mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dimiliki RS Panti Rapih.

Diharapkan, melalui kunjungan ini, terjalin hubungan yang semakin erat dan bermanfaat antara RS Panti Rapih dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta. Semoga kolaborasi ini terus memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Terima Kunjungan Studi Banding dari RSUD Kabupaten Kediri 5/5 (2)

Pada hari Kamis, 19 September 2024, RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi banding dari RSUD Kabupaten Kediri. Kunjungan ini berfokus pada pengembangan layanan keperawatan, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di kedua rumah sakit.

Sambutan DIrektur Utama RS Panti Rapih

Kunjungan studi banding tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes dan Direktur Keperawatan Sr. Constansia Sri Hardjanti CB, M.Kep.Ns, yang menyambut rombongan di auditorium lantai 6 Gedung Rawat Jalan Borromeus.

Hospital Representative RS Panti Rapih

Pada kesempatan kunjungan ini pula, Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., (Hospital Representative RS Panti Rapih) memaparkan terkait profil RS Panti Rapih Yogyakarta.

Sambutan dari RSUD Kabupaten Kediri

Sambutan dari RSUD Kabupaten Kediri diwakili oleh dr. Binti Ratna Khomsiyatin, selaku Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kabupaten Kediri. Acara ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi foto bersama, sebagai simbol silaturahmi yang terjalin antara kedua rumah sakit.

Dalam kunjungan ini, beberapa materi penting terkait layanan rumah sakit dan keperawatan dipresentasikan oleh tim dari RS Panti Rapih, di antaranya:

  1. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
    Materi pertama disampaikan oleh Kepala Instalasi Teknologi Informasi, Thomas Dani Eka Kurniawan, S.Kom, yang menjelaskan tentang penerapan SIMRS di RS Panti Rapih, serta bagaimana teknologi tersebut mendukung efisiensi operasional rumah sakit.
  2. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit untuk Keperawatan
    Manajer Pelayanan 1 sekaligus Sekretaris Komite Mutu Rumah Sakit, Ibu Clara Murwani Agnes, S.Kep., Ns., membawakan materi tentang integrasi SIMRS dalam layanan keperawatan. Hal ini mencakup manajemen informasi pasien dan alur pelayanan keperawatan yang efektif.
  3. Manajemen Layanan Rawat Inap
    Kepala Instalasi Rawat Inap III, Ibu Anna Prabandari, S.Kep., Ns., memberikan pemaparan mengenai tata kelola layanan rawat inap, mencakup penanganan pasien serta peningkatan kualitas pelayanan selama pasien dirawat di rumah sakit.
  4. Manajemen Rawat Jalan
    Penanggungjawab SDM Instalasi Rawat Jalan, Ibu Christina Nita Dwi Yuliani, S.Kep., Ns., memaparkan strategi manajemen layanan rawat jalan, termasuk bagaimana mengoptimalkan alur layanan bagi pasien yang tidak memerlukan perawatan inap.
  5. Tata Kelola Klinis Manajemen Komite Keperawatan
    Ketua Komite Keperawatan, Ibu The Vonni, S.Kep., Ns., menjelaskan tentang tata kelola klinis dan peran penting manajemen komite keperawatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Setelah sesi presentasi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana kedua belah pihak berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai manajemen pelayanan rumah sakit. Kegiatan ini diakhiri dengan hospital tour, memberikan kesempatan kepada RSUD Kabupaten Kediri untuk melihat langsung fasilitas dan sistem yang diterapkan di RS Panti Rapih.

Kunjungan ini menjadi momen yang bermakna bagi kedua institusi dalam mempererat silaturahmi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan rumah sakit, khususnya dalam bidang keperawatan. Semoga kunjungan ini memberikan manfaat dan inspirasi bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di kedua rumah sakit.

Terima kasih kepada RSUD Kabupaten Kediri atas kunjungannya ke RS Panti Rapih, semoga kerja sama dan komunikasi yang baik ini terus terjalin demi kemajuan bersama dalam dunia pelayanan kesehatan.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Serah Terima Sertifikat Akreditasi Lembaga Penyelenggara Pelatihan Rumah Sakit Panti Rapih 5/5 (6)

Pada Kamis, 19 September 2024, telah dilakukan serah terima Sertifikat Akreditasi dari Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan kepada Rumah Sakit Panti Rapih. Sertifikat akreditasi ini diberikan kepada Instalasi Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian RS Panti Rapih, yang telah terakreditasi dengan nilai A.

 

Acara ini diwakili oleh Ibu Vermona Marbun, S.Kp, M.K.M. dan Ibu Dian Pancaningrum, S.Kep., Ns., M.Kep., yang menyerahkan sertifikat kepada perwakilan Rumah Sakit Panti Rapih. Sertifikat tersebut diterima oleh Direktur SDM & Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P.H., bersama dengan Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian RS Panti Rapih, Bapak Suryo Nugroho Markus, M.P.H.. Acara berlangsung di Jakarta dalam suasana penuh semangat dan optimisme akan masa depan pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia.

Penerimaan sertifikat ini memperkuat peran RS Panti Rapih dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui program-program pelatihan yang berkualitas, terstandarisasi, dan sesuai dengan kebutuhan nasional maupun internasional. Pengakuan ini juga menjadi momentum penting bagi rumah sakit dalam terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan tenaga kesehatan di Indonesia.

Dengan akreditasi ini, RS Panti Rapih semakin siap menjadi lembaga pelatihan kesehatan berkompeten di Indonesia, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi para peserta pelatihan, tetapi juga turut meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tanah air.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Terima Kunjungan Lahan Praktik dari RS Cinta Kasih Tzu Chi & STIKES Panti Rapih 5/5 (1)

Pada Rabu, 7 Agustus 2024, RS Panti Rapih dengan hangat menerima kunjungan lahan praktik dari beberapa institusi terkemuka, yaitu Tzu Chi Hospital, RS Cinta Kaish Tzu Chi, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Akademia Kesehatan Andalusia, dan STIKes Panti Rapih. Kunjungan ini disambut langsung oleh Direktur Medik RS Panti Rapih, dr. Djati Pasodjo, Sp.Rad-KRI, di Auditorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus.

Dalam acara tersebut, para tamu berkesempatan untuk berdiskusi terkait fasilitas dan layanan yang ada di RS Panti Rapih, serta mengenai praktik terbaik dalam dunia kesehatan. Momen ini menjadi ajang yang bermanfaat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antara para praktisi dan institusi yang hadir.

RS Panti Rapih mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang telah dilaksanakan. Semoga momen ini menjadi awal dari silaturahmi yang menyenangkan dan produktif, serta dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan hubungan antara RS Panti Rapih dan institusi-institusi terkait dapat semakin erat, serta bersama-sama berkontribusi dalam perkembangan dunia kesehatan di Indonesia.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan SMC RS Tlogorejo Semarang ke RS Panti Rapih Yogyakarta: Pertukaran Pengetahuan dalam Bidang Hemodialisis 4.92/5 (13)

Pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024, RS Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan dari SMC RS Tlogorejo Semarang. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar kedua rumah sakit, khususnya dalam bidang pelayanan hemodialisis.

Sambutan Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephanie Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, dr. Stephanie menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan SMC RS Tlogorejo yang telah memilih RS Panti Rapih sebagai tujuan kunjungan. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Selain dr. Stephanie, kunjungan ini juga dihadiri oleh beberapa pimpinan dan staf medis dari RS Panti Rapih, antara lain:

  • dr Djati Prasodjo, Sp. Rad(K)RI, M.Sc, Direktur Medis RS Panti Rapih

  • dr Triharnoto, MBA, M.Sc, Sp.PD-KGH, Kepala Instalasi Hemodialisa
  • dr Putri Risqi Septy Amelia, dokter pelaksana pelayanan hemodialisa

  • Bapak Dalmatius Agustinus, SKep.Ns, Penanggungjawab Fasilitas dan Mutu Hemodialisa
  • Ibu Christiana Andriyani, A.Md Kep, Perawat Hemodialisa
  • Dr. dr Jodi Visnu, M.P.H, Hospital Representative

Dalam kesempatan ini, Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H memaparkan company profile RS Panti Rapih Yogyakarta. Presentasi ini mencakup berbagai aspek layanan rumah sakit, dengan fokus khusus pada instalasi hemodialisis.

Kepala Unit Dialisis SMC RS Tlogorejo, NS. Amalia Noviyanti, S. Kep, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh RS Panti Rapih. NS. Amalia menekankan pentingnya kunjungan ini dalam upaya meningkatkan layanan hemodialisis di SMC RS Tlogorejo melalui pembelajaran dari pengalaman dan praktik terbaik yang diterapkan di RS Panti Rapih.

Tim dari RS Panti Rapih kemudian memaparkan profil lengkap layanan hemodialisis, yang meliputi:

  • Sumber Daya Manusia (SDM): Kompetensi dan pengalaman tim medis serta staf pendukung yang terlibat dalam pelayanan hemodialisis.
  • Fasilitas dan Barang Habis Pakai: Peralatan dan bahan-bahan yang digunakan dalam prosedur hemodialisis, serta standar kebersihan dan keselamatan yang diterapkan.
  • Layanan: Proses alur pasien dari pendaftaran hingga pelaksanaan hemodialisis, jenis-jenis tindakan dan layanan yang diberikan, serta sistem administrasi pasien yang efisien.

Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih erat antara RS Panti Rapih dan SMC RS Tlogorejo. Diharapkan, pertukaran pengetahuan dan pengalaman ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan hemodialisis di kedua rumah sakit. Penutup kunjungan ini yaitu Hospital Tour, dan Inslatasi Hemodialisa menjadi salah satu tujuan dari Hospital Tour untuk melihat langsung pelayanan hemodialisis.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Visitasi Akreditasi Lembaga Pelatihan Bidang Kesehatan di RS Panti Rapih: Upaya Menjamin Kualitas Pendidikan Kesehatan yang Unggul 5/5 (10)

Yogyakarta, 2 Agustus 2024 – RS Panti Rapih mengadakan acara visitasi akreditasi Lembaga Pelatihan Bidang Kesehatan yang sangat dinantikan, dihadiri oleh tiga asesor terkemuka dari Direktorat Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Asesor yang hadir adalah Yulia Fitriani, SKM, MKM; Ns Dian Pancaningrum, S.Kep., M.Kep; dan Rismannidar, S.Kom. Acara ini merupakan bagian dari upaya RS Panti Rapih untuk menstandarkan dan menjamin mutu lembaga pelatihan kesehatannya melalui Instalasi Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian yang dimiliki. Tim Asesor diterima langsung oleh Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, MPH.

Sambutan Direktur SDM & Umum dr. Dion Sulistyo, MPH

Akreditasi lembaga pelatihan kesehatan memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa institusi penyelenggara pelatihan di bidang kesehatan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Proses akreditasi ini melibatkan penilaian mendalam terhadap berbagai aspek yang menjadi tolok ukur kualitas dan efektivitas penyelenggaraan pelatihan. Tiga komponen utama yang menjadi fokus dalam akreditasi ini meliputi:

  1. Komponen Administrasi dan Manajemen: Komponen ini menilai efektivitas manajemen lembaga pelatihan, termasuk bagaimana lembaga dikelola dan diorganisir. Evaluasi mencakup analisis terhadap struktur organisasi, kebijakan internal, prosedur operasional standar (SOP), dan strategi pengelolaan sumber daya yang diterapkan. Penilaian yang baik pada komponen ini menunjukkan bahwa lembaga memiliki tata kelola yang baik dan mampu mendukung operasional pelatihan secara optimal.
  2. Komponen Pelayanan Pelatihan: Aspek ini mengevaluasi kualitas pelayanan pelatihan yang disediakan oleh lembaga. Penilaian meliputi kurikulum yang digunakan, metode pengajaran, kualifikasi dan kompetensi instruktur, serta evaluasi dan penilaian terhadap peserta pelatihan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang terampil dan siap bekerja di lapangan.
  3. Komponen Pelayanan Penunjang Pelatihan: Penilaian terhadap komponen ini mencakup fasilitas dan infrastruktur yang mendukung kegiatan pelatihan, seperti laboratorium, perpustakaan, peralatan teknologi informasi, dan fasilitas penunjang lainnya. Infrastruktur yang memadai dan berkualitas tinggi menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif.

“Proses akreditasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan kesehatan di RS Panti Rapih,” ungkap Markus Suryo Nugroho, MPH (Kepala Instalasi Diklit RS Panti Rapih). “Kami percaya bahwa melalui akreditasi ini, kami dapat memastikan bahwa standar dan mutu pelatihan yang kami selenggarakan sejalan dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di Indonesia.”

 

Selain menjadi sarana evaluasi, visitasi akreditasi ini juga menjadi kesempatan berharga bagi RS Panti Rapih untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pendidikan kesehatan. Diharapkan, hasil dari akreditasi ini akan memotivasi lembaga untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas dan profesional.

 

RS Panti Rapih berkomitmen untuk menjadikan akreditasi ini sebagai langkah awal untuk perbaikan dan pengembangan berkelanjutan. Dengan dukungan dari Direktorat Mutu Tenaga Kesehatan, RS Panti Rapih akan terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan kesehatan terbaik bagi seluruh peserta.

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Penanggulangan Kebakaran di RS Panti Rapih: Meningkatkan Keselamatan dan Keamanan 5/5 (6)

Rumah Sakit Panti Rapih sebagai rumah sakit tipe B yang sudah terakreditasi tingkat paripurna selalu berupaya menjamin keselamatan dan keamanan bagi pasien, pengunjung, karyawan, fasilitas, dan lingkungan yang berada di area rumah sakit. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengadakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran untuk seluruh karyawan dan staf tenant.

Risiko terjadinya kebakaran termasuk dalam 5 besar risiko non klinis di Rumah Sakit Panti Rapih. Oleh karenanya, seluruh potensi sumber daya manusia yang ada harus memahami potensi bahaya yang ada di sekitar tempat kerja yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Kesadaran dan pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran menjadi sangat penting untuk diterapkan di unit kerja masing-masing.

Sehubungan dengan hal tersebut, Komite K3 RS Panti Rapih mengadakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran (Aktivasi Kode Merah) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dan staf tenant dalam penanggulangan bahaya kebakaran di rumah sakit. Acara ini terlaksana pada Rabu, 31 Juli 2024, bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus untuk pemaparan materi/teori dan halaman Kantor Keamanan Keselamatan Kerja Kedaruratan dan Lingkungan Universitas Gajah Mada untuk praktek pelatihan.

Pelatihan ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari karyawan unit kerja, outsource, dan tenant. Narasumber dan instruktur berasal dari Kantor Keamanan Keselamatan Kerja Kedaruratan dan Lingkungan Universitas Gajah Mada. Acara dibuka langsung oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Pelatihan ini terbagi dalam dua sesi:

 

Sesi Teori

  1. Materi 1:Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, disampaikan oleh Bapak Henricus Sujatmiko, ST (Kantor Keamanan Keselamatan Kerja Kedaruratan dan Lingkungan Universitas Gajah Mada).
  2. Materi 2:Regulasi Kode Merah dan Skenario Simulasi Kode Merah RS Panti Rapih, disampaikan oleh Bapak Kristanto Sugeng Wahjudi, S.Kom (Komite K3 RS Panti Rapih Yogyakarta).

Sesi Praktek

  1. Dilaksanakan di halaman kantor UGM, peserta dibagi menjadi 8 kelompok untuk praktek.
  2. Setiap kelompok membuat mini skenario aktivasi kode merah, peragaan aktivasi kode merah, memadamkan kebakaran menggunakan APAR, dan peragaan dipraktekan antar kelompok.

Dari kegiatan ini, diharapkan peningkatan kompetensi karyawan dalam penanggulangan bencana kebakaran di RS Panti Rapih. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis tetapi juga pengalaman praktis dalam menangani situasi darurat kebakaran, sehingga setiap karyawan siap menghadapi dan menanggulangi kebakaran dengan sigap dan tepat.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti di RS Panti Rapih 5/5 (3)

RS Panti Rapih dengan bangga menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dalam rangka studi lapangan pilihan Geriatric dan Gerontology. Kunjungan ini berlangsung pada tanggal 25 Juli 2024 dan bertujuan untuk memberikan wawasan serta pengalaman praktis bagi mahasiswa mengenai pelayanan kesehatan bagi lansia dan penanganan penyakit terkait penuaan.

 

Dalam kunjungan ini, mahasiswa Universitas Trisakti berkesempatan melihat langsung bagaimana RS Panti Rapih memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi pasien geriatrik. Mereka juga berdiskusi dengan berbagai narasumber yang berpengalaman di bidang gerontologi, di antaranya:

  • Dokter Konsultan Geriatri, dr.Ida I Dewa Putu Pramantara Setiabudi, Sp.PD-KGer, yang memberikan pemaparan tentang penanganan penyakit kronis pada lansia.
  • Perawat Tim Geriatri, Suster Tri Yeksti Susanti, A.Md Kep,yang berbagi pengalaman tentang pendekatan holistik dalam perawatan pasien lansia.
  • Perawat Bidang Pengembangan Layanan dan Fasilitas Keperawatan, Suster Y. Prima Supraptini, S.Kep, Nsyang menjelaskan inovasi-inovasi dalam layanan keperawatan geriatrik.
  • Perawat Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan SDM Keperawatan, Suster Valentina Rina Hernani, S.Kep, Ns yang membahas strategi pengembangan sumber daya manusia di bidang keperawatan geriatrik.
  • PJ Penyelenggara Makanan,Ibu Maria Dina Perwita Sari, S.Gz yang memaparkan pentingnya gizi seimbang bagi lansia dan tantangan dalam penyelenggaraan makanan di rumah sakit.
  • PJ Asuhan dan Konseling Gizi, Ibu Widi Risnawati, S.Gzyang menjelaskan peran konseling gizi dalam mendukung kesehatan lansia.
  • Fisioterapis, Saudara Nugroho Nanang, A.MD. yang menunjukkan berbagai teknik fisioterapi untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup pasien lansia.

Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stehanie Nainggolan , M.Kes turut menyambut kedatangan mahasiswa FK Universitas Trisakti.

 

Selain observasi langsung, mahasiswa juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh para ahli dari RS Panti Rapih. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara Universitas Trisakti dan RS Panti Rapih dalam bidang pendidikan dan penelitian kesehatan, khususnya di bidang geriatrik dan gerontologi. Kedua institusi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pendidikan yang komprehensif dan kolaborasi yang erat.

 

Artikel ditulis oleh :

Maria Vita

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Staf di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 5/5 (5)

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi staf di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen universitas untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan di lingkungan kampus. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Tim Medis dari RS Panti Rapih yang terkenal akan keahlian dan profesionalismenya dalam bidang medis.

Pelatihan BHD bertujuan untuk membekali staf universitas dengan keterampilan dasar yang diperlukan untuk menangani keadaan darurat medis. Mengingat pentingnya waktu dalam penanganan keadaan darurat, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan staf untuk memberikan pertolongan pertama yang efektif sebelum tim medis profesional tiba di lokasi. Sasaran peserta dari pelatihan ini yaitu tenaga kependidikan Universitas Sanata Dharma. Pada hari pertama diikuti sebanyak 116 peserta dan hari kedua sebanyak 131 peserta.

Pelatihan berlangsung selama dua hari (22 – 23 Juli 2024) meliputi berbagai materi, mulai dari teori hingga praktik langsung. Pelatihan dimulai dengan pengenalan konsep dasar BHD, termasuk pentingnya memahami tanda-tanda vital dan bagaimana cara merespon situasi darurat seperti henti jantung mendadak dan dilatih untuk melakukan teknik resusitasi jantung paru (RJP). Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk berlatih secara langsung dengan menggunakan manekin medis yang disediakan oleh Tim Medis RS Panti Rapih.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelatihan. Banyak dari mereka yang menyadari betapa pentingnya memiliki pengetahuan dan keterampilan BHD dalam situasi darurat. Selain meningkatkan rasa percaya diri, pelatihan ini juga membangun kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di lingkungan kampus.

 

Penyelenggaraan pelatihan BHD ini juga memperkuat hubungan kerjasama antara Universitas Sanata Dharma dan RS Panti Rapih. Diharapkan, pelatihan serupa dapat rutin dilaksanakan untuk memastikan seluruh staf universitas memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat medis.

Dengan pelatihan ini, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan darurat di kampus. Dukungan dan keahlian dari Tim Medis RS Panti Rapih sangat berharga dalam menjadikan pelatihan ini sukses dan bermanfaat bagi seluruh peserta. Pelatihan BHD merupakan investasi penting bagi kesehatan dan keselamatan komunitas universitas secara keseluruhan.

 

Informasi terkait Pelatihan BHD :

Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian

WA : 0821-3333-7062

Waktu Pelayanan : Senin – Jumat pk 07.30 – 16.00 WIB

Hari Sabtu, Minggu dan Tanggal Merah Nasional tutup

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Pelatihan Bantuan Hidup Lanjut Tim Sekunder Kode Biru RS Panti Rapih 2024 5/5 (9)

Pelayanan resusitasi merupakan intervensi klinis yang krusial bagi pasien yang mengalami kejadian mengancam nyawa, seperti henti jantung atau paru. Dalam situasi darurat tersebut, tindakan cepat dan tepat berupa kompresi dada atau bantuan pernapasan dapat menjadi faktor penentu antara hidup dan mati pasien, serta membantu mencegah kerusakan jaringan otak. Keberhasilan resusitasi sangat bergantung pada intervensi kritikal seperti kecepatan pemberian bantuan hidup dasar, bantuan hidup lanjut yang akurat (kode biru), dan kecepatan melakukan defibrilasi.

Untuk memberikan intervensi yang kritikal dengan cepat, diperlukan peralatan medis terstandar, obat resusitasi, dan staf yang terlatih dengan baik. Bantuan hidup dasar harus dilakukan secepatnya saat tanda henti jantung-paru terdeteksi, dan proses bantuan hidup lanjut harus dimulai dalam waktu kurang dari 5 menit. Pelayanan resusitasi harus tersedia untuk semua pasien selama 24 jam setiap hari di seluruh area rumah sakit, termasuk peralatan medis dan staf terlatih (STARKES, 2022).

 

RS Panti Rapih berkomitmen untuk menjamin tersedianya pelayanan resusitasi di seluruh area rumah sakit selama 24 jam setiap harinya. Pelayanan kode biru di RS Panti Rapih harus berjalan sesuai dengan standar dengan kualitas yang optimal, baik dari segi petugas maupun sarana dan prasarana. Ketersediaan staf terlatih dengan kompetensi yang sesuai sangat membantu dalam menjamin kualitas pelayanan ini. Sebagai tim kode biru, petugas harus mampu melakukan tatalaksana resusitasi cardiac arrest, mulai dari mengenali cardiac arrest segera, memeriksa nadi, mengaktifkan sistem respons darurat, memulai siklus kompresi dan bantuan napas, serta menggunakan AED maupun defibrillator dan memberikan obat-obat lanjut. Untuk menjamin kompetensi tim kode biru, diperlukan pendidikan dan pelatihan rutin guna menjaga mutu layanan tim kode biru.

Berdasarkan latar belakang tersebut, sebagai upaya RS Panti Rapih untuk menjaga dan mempertahankan kontinuitas pelayanan resusitasi serta mutu layanan, Tim Kode Biru melaksanakan pelatihan Tim Sekunder Kode Biru. Pelatihan ini bertujuan untuk mereview kembali kemampuan Bantuan Hidup Lanjut bagi Tim Sekunder Kode Biru.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Direktur SDM & Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P.H, pada tanggal 11-12 Juni 2024 di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat melakukan Bantuan Hidup Lanjut di seluruh area RS Panti Rapih sebagai Tim Sekunder Kode Biru. Peserta pelatihan ini terdiri dari 35 perawat, bidan, dan dokter umum.

Pelatihan ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa setiap pasien yang memerlukan resusitasi mendapatkan pelayanan terbaik yang sesuai dengan standar. Dengan adanya pelatihan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di seluruh area rumah sakit.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogykarta)

 

Mohon dapat memberikan rating