RS Panti Rapih Tingkatkan Kesiapsiagaan Melalui Simulasi Gempa dan Kebakaran 2024 No ratings yet.

Yogyakarta, 6 Desember 2024 – RS Panti Rapih kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang berada di lingkup rumah sakit melalui penyelenggaraan Simulasi Bencana Gempa Bumi, Kebakaran dan Evakuasi Pasien. Kegiatan ini digelar di berbagai area RS Panti Rapih dengan melibatkan berbagai elemen internal dan eksternal, bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi potensi bencana.

 

 

Dengan tema besar simulasi “Kesiapsiagaan dan Koordinasi dalam Penanggulangan Bencana,” acara ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga 12.00 WIB. Kegiatan melibatkan lebih dari 300 peserta, termasuk tenaga kesehatan RS Panti Rapih, vendor, mahasiswa STIKES Panti Rapih, serta mitra strategis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta.

Turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Drs. Nur Hidayat, M.Si, bersama tim BPBD Kota Yogyakarta yang terdiri dari 10 orang. Sedangkan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta, hadir Kepala Seksi Operasional Penyelamatan dan Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun, Bapak Timur Dilianto, A.Md., beserta 1 regu Damkarmat yang dilengkapi 1 unit mobil pemadam serta 5 pendamping simulasi. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan simulasi, memastikan kesiapan yang optimal dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

Simulasi yang dilaksanakan dirancang untuk memvisualisasikan situasi nyata, di mana gempa berkekuatan 5.8 Skala Richter terjadi di kawasan Yogyakarta, diikuti dengan kebakaran besar yang disebabkan oleh kebocoran gas di Auditorium Lantai 6 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih. Dalam skenario tersebut, beberapa bagian gedung mengalami kerusakan serius, termasuk retakan di plafon dan pecahan kaca yang menyebabkan cedera pada pasien dan pengunjung.

Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, bertindak sebagai Komandan Rumah Sakit selama simulasi. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai situasi darurat. “Simulasi ini adalah langkah nyata dalam menilai dan menyempurnakan rencana penanggulangan bencana yang telah disusun. Kami berharap hasil evaluasi kegiatan ini dapat menjadi acuan untuk terus meningkatkan keamanan dan kualitas pelayanan RS Panti Rapih,” ujar dr. Stephani.

Simulasi ini bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi rencana penanggulangan bencana yang telah ada, menginternalisasi regulasi penanganan bencana kepada seluruh staf yang terlibat, serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap sarana dan sistem penanggulangan bencana di RS Panti Rapih.Selain itu, simulasi ini juga bertujuan membiasakan para tenaga kesehatan terhadap alur evakuasi pasien dan pengunjung, pengelolaan korban di titik kumpul aman, hingga strategi komunikasi dalam situasi darurat.

 

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi lintas unit di RS Panti Rapih bekerja sama dengan instansi eksternal. “Kolaborasi antarunit dan dengan mitra eksternal adalah kunci keberhasilan simulasi ini. Kami sangat berterima kasih kepada BPBD Kota Yogyakarta dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta yang memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan ini,” ujar dokter Hieronimus Indra Wira Kusuma, AIFO-K, Ketua Komite K3 RS Panti Rapih.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, evaluasi menyeluruh dilakukan setelah simulasi berakhir. Hasil diskusi dengan seluruh pihak yang terlibat akan dirangkum menjadi rekomendasi perbaikan untuk diterapkan dalam Hospital Disaster Plan (HOSDIP) RS Panti Rapih di masa mendatang.

Dengan simulasi ini, RS Panti Rapih menunjukkan komitmen untuk terus  memberikan keamanan bagi masyarakat yang dilayani, kegiatan ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap RS Panti Rapih sebagai rumah sakit yang selalu siap memberikan pelayanan terbaik, bahkan di situasi darurat.

Informasi lebih lanjut:
Maria Vita (Humas RS Panti Rapih)
Telp: 0852 285 94999
Email: humas@rspantirapih.co.id

 

Berita lain yang terkait :

https://terasmalioboronews.com/gelar-simulasi-bencana-panti-rapih-libatkan-ratusan-mahasiswa

https://www.instagram.com/p/DDPMlrty63G/?img_index=1&igsh=bWdpM3A5azgxZHVk

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0hNwL7nS9cpperNo42JoTR5TrvVkoTMjCPupWVxF4cpsZwjJaHvuK4hM3xZwoe3Tbl&id=100063611796637&mibextid=Nif5oz

https://nyatanya.com/rs-panti-rapih-tingkatkan-kesiapsiagaan-dengan-simulasi-gempa-dan-kebakaran/

https://utusan.net/komitmen-pada-keselamatan-tamu-ilahi-rs-panti-rapih-gelar-simulasi-bencana/

https://beritabernas.com/mencegah-adanya-korban-rs-panti-rapih-gelar-simulasi-penanganan-gempa-dan-kebakaran/

Mohon dapat memberikan rating

DIABETES MELITUS 5/5 (1)

Apa yang dimaksud dengan Diabetes Melitus?

Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2020), sedangkan menurut Perkeni 2021 diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkeni, 2021)

Faktor risiko diabetes melitus

Faktor risiko diabetes mellitus menurut Kemenkes (2019) dibagi menjadi dua yaitu

1) Faktor risiko yang tidak bisa diubah

  1. Usia ≥ 40 tahun.
  2. Mempunyai riwayat keluarga penderita DM.
  3. Kehamilan dengan gula darah tinggi.
  4. Ibu dengan riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir > 4 kg.
  5. Bayi yang memiliki berat badan lahir < 2,5 kg

2) Faktor risiko yang bisa diubah

  1. Kegemukan (IMT > 23 kg/m2 ) dan lingkar perut laki-laki > 90 cm dan perempuan > 80 cm.
  2. Kurang aktivitas fisik.
  3. Hipertensi (> 140/90 mmHg).
  4. Dislipidemia (kolesterol HDL laki-laki ≤ 35 mg/dl dan perempuan ≤ 45 mg/dl, trigliserida ≥ 250 mg/dl).
  5. Riwayat penyakit jantung.
  6. Diet tidak seimbang.
  7. Merokok atau terpapar asap rokok

(Perkeni 2019)

Gejala pada Daibetes Mellitus

Gejala khas yang sering terjadi yaitu :

  • Sering haus dari biasanya
  • Sering kencing
  • Cepat lapar
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Selain itu bisa juga didapatkan gejala lainnya yaitu :

  • Mudah mengantuk dan lelah
  • Pandangan kabur
  • Luka susah sembuh
  • Kesemutan
  • Bisul yang hilang timbul
  • Impotensi
  • Gatal pada area kewanitaan

Kriteria Diagnosis Diabetes Mellitus (Perkeni 2019)

  • Pemeriksaan glukosa plasma puasa>126 mg/dl, puasa adalah kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam

Atau

  • Pemeriksaan glukosa plasma>200 mg/dl 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram

Atau

  • Pemeriksaan glukosa plasma sewaktu>200 mg/dl dengan keluhan klasik atau krisis hiperglikemia

Atau

  • Pemeriksaan Hb A1c > 6,5% dengan menggunakan metode yang terstandarisasi oleh National Glycohaemoglobin Standarization Program (NGSP) dan Diabetes Control and Complications Trial assay (DCCT)

 

(Perkeni 2019)

Hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi kriteria normal atau kriteria DM digolongkan kedalam kelompok prediabetes yang mreliputi toleransi glukosa terganggu (TGT) dan glukosa darah puasa terganggu (GDPT)

  • Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT): Hasil pemeriksaan glukosa plasma puasa antara 100 – 125 mg/dl dan pemeriksaan TTGO glukosa plasma 2-jam < 140 mg/dl
  • Toleransi Glukosa Terganggu (TGT): Hasil pemeriksaan glukosa plasma 2-jam setelah TTGO antara 140 – 199 mg/dl dan glukosa plasma puasa < 100 mg/dl
  • Bersama-sama didapatkan GDPT dan TGT
  • Diabetes prediabetes dapat juga ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan Hb A1c yang menunjukkan angka 5,7 – 6,4%

 

Cara Pelaksanaan TTGO (WHO, 1994)

  • Tiga hari sebelum pemeriksaan, pasien tetap makan (dengan karbohidrat yang cukup) dan melakukan kegiatan jasmani seperti kebiasaan sehari-hari
  • Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan, minum air putih tanpa glukosa tetap diperbolehkan
  • Dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa
  • Diberikan glukosa 75 gram (orang dewasa) atau 1,75 g/kg BB (anak-anak), dilarutkan dalam air 250 ml dan diminum dalam waktu 5 menit
  • Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam setelah minum larutan glukosa selesai
  • Dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa
  • Selama proses pemeriksaan, subjek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Tri Djoko Endro Susilo, Sp.PK

(Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

KUNJUNGAN BADAN PELAKSANA HARIAN RS ISLAM JAKARTA KE RS PANTI RAPIH No ratings yet.

Yogyakarta, 24 Oktober 2024 – Rumah Sakit Panti Rapih menerima kunjungan resmi dari Badan Pelaksana Harian (BPH) Rumah Sakit Islam Jakarta pada hari Kamis, 24 Oktober 2024. Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Borromeus, Lantai 6, Rawat Jalan Terpadu ini dihadiri oleh 21 peserta dari pihak RS Islam Jakarta.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P.H., yang menyampaikan rasa hormat dan penghargaan atas kunjungan BPH RS Islam Jakarta. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua BPH RS Islam Jakarta, DR. H. Mohammad Agus Samsudin, M.M., yang mengungkapkan harapan bahwa kunjungan ini dapat mempererat hubungan kerja sama dan saling belajar dalam pengelolaan rumah sakit.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol penghargaan dan dokumentasi bersama dalam bentuk foto bersama para peserta dari kedua instansi.

Sebagai bagian dari agenda, Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., mewakili RS Panti Rapih, mempresentasikan company profile rumah sakit, memberikan gambaran menyeluruh tentang visi, misi, layanan unggulan, dan capaian RS Panti Rapih.

Diskusi lebih mendalam terkait layanan dan pengelolaan rumah sakit dipimpin oleh dr. Dion Sulistyo, M.P.H. dan Ibu Wahyu Widjajanti Rahaju, S.K.M., Kepala Bidang SDM RS Panti Rapih. Diskusi ini bertujuan untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam mengelola layanan rumah sakit guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat sinergi antara RS Islam Jakarta dan RS Panti Rapih. Kedua pihak berharap dapat saling mendukung dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan inovasi. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan, baik di RS Islam Jakarta maupun RS Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
DIKLAT RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kunjungan Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (4)

Pada hari Kamis, 24 Oktober 2024, Rumah Sakit Panti Rapih menerima kunjungan dari Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Borromeus Rawat Jalan Terpadu, Lantai 6 ini dihadiri oleh 50 peserta dari Gereja Katolik, dipimpin oleh Bapak Clemens Heris Turhantara, SE, selaku Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH).

 

 

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Nainggolan, M. Kes, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini sebagai langkah mempererat hubungan antara institusi pelayanan kesehatan dan komunitas keagamaan. Selanjutnya, sesi Company Profile RS Panti Rapih dipresentasikan oleh Dr. dr. Jodi Visnu, M.P.H., selaku perwakilan rumah sakit, yang memberikan gambaran tentang visi, misi, serta layanan unggulan RS Panti Rapih.

Dari pihak Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang, sambutan disampaikan oleh Bapak Clemens Heris Turhantara, SE. Beliau menyatakan rasa syukur atas kesempatan berharga ini dan mengungkapkan harapan agar kunjungan ini menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan demi melayani masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol persahabatan antara kedua institusi, diikuti dengan momen foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan.

Bagian utama acara diisi dengan pemaparan materi tentang pelayanan pastoral dan diskusi yang dipimpin oleh Ibu CH. Tri Yekti Susanti, A.Md.Kep, selaku Kepala Sub Instalasi Pelayanan Pastoral dan Perawatan Jenazah. Sesi ini membuka ruang untuk dialog konstruktif mengenai peran penting pelayanan pastoral dalam mendukung kesejahteraan pasien dan keluarga mereka.

 

 

Kunjungan ini diharapkan dapat:

  1. Membangun Jembatan Kolaborasi
    Menguatkan hubungan antara Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang dan RS Panti Rapih untuk bekerja sama dalam pelayanan kesehatan dan spiritual bagi masyarakat.
  2. Meningkatkan Kesadaran Pelayanan Holistik
    Mendorong kedua institusi untuk semakin memperhatikan kebutuhan fisik, psikologis, dan spiritual masyarakat melalui program-program yang terintegrasi.
  3. Memperluas Jaringan Komunitas
    Menciptakan sinergi antara komunitas keagamaan dan lembaga kesehatan, sehingga dapat memberikan dampak positif yang lebih luas.

Dengan kunjungan ini, RS Panti Rapih dan Gereja Katolik St Pius X Karanganyar Tuntang berharap dapat terus bersinergi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
DIKLAT RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Workshop Asesmen Kompetensi dan Kredensial Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit 5/5 (11)

Yogyakarta, 7 – 9 November 2024 – Rumah Sakit Panti Rapih telah menyelenggarakan Workshop Asesmen Kompetensi dan Kredensial Tenaga Kesehatan, yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 7 hingga 9 November 2024 dan diikuti 41 peserta. Workshop ini merupakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku.

41 peserta yang terdiri dari profesi : Tenaga teknis kefarmasian atau tenaga vokasi farmasi, Elektromedis, Terapis Okupasional, Terapis Wicara, Optometris, Tenaga Sanitasi Lingkungan, Radiografer, Psikologi, Ahli Gizi, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Electromedis, Analis Kesehatan, Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Fisioterapi, Terapis Gigi dan Mulut, Tenaga Vokasi Farmasi, Apoteker. 41 peserta merupakan perwakilan dari rumah sakit : RS Panti Rapih, RS Dr. Oen Kandang Sapi Solo, Tzu Chi Hospital, RSUD Ratu Aji Putri Botung, RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, RS JIH Yogyakarta, RS Panti Rahayu, RSA UGM, RSUD Teluk Bintuni, RS Fatmawati Jakarta, RS Santo Carolus Jakarta, RS Panti Nugroho, RS Santa Elisabeth Ganjuran, RS Panti Rini, RS Mata Dr. Yap

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur RS Panti Rapih, dr. Maria Stephani Nainggolan, M.Kes, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan asesmen kompetensi dan kredensial tenaga kesehatan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku.

Dalam sambutannya, dr. Maria Stephani menyampaikan, “Kredensial adalah langkah penting dalam menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Melalui workshop ini, kami berharap tenaga kesehatan dapat memahami mekanisme asesmen kompetensi yang baik, sehingga mampu memberikan layanan terbaik kepada pasien.”

Workshop ini meliputi sesi teori, diskusi, hingga praktik langsung, yang dipandu oleh para narasumber ahli, di antaranya:

Hari Pertama

  • Merencanakan Asesmen dan Menentukan  Metode Kompetensi oleh Ibu Meylina Djafar, MCN, MBA (BNSP Jakarta).
  • Praktik Merencanakan Asesmen dan Metode Kompetensi oleh Ibu Meylina Djafar, MCN, MBA (BNSP Jakarta).
  • Praktik Merencanakan Asesmen dan Metode Kompetensi oleh Ibu Meylina Djafar, MCN, MBA (BNSP Jakarta).
  • Asesmen Kompetensi dan Aplikasinya dalam Kredensial Tenaga Kesehatan oleh Bapak Prof. Dr. Nursalam, BSN., M.Nurs. (Hons.) (Konsil Kesehatan Indonesia)
  • Mekanisme Kredensial/Rekredensial Tenaga Kesehatan oleh Ibu Apt. Endang Budiarti, S.Farm (RS Bethesda).

Hari Kedua

  • Mengases Kompetensi oleh Ibu Meylina Djafar, MCN, MBA (BNSP Jakarta).
  • Praktik Mengases kompetensi oleh Ibu Meylina Djafar, MCN, MBA (BNSP Jakarta).
  • Peran Mitra Bestari dalam Kredensial Tenaga Kesehatan oleh Bapak Agung Sapto Budi Nugroho, S.T., MM (RSUP Dr. Sardjito)
  • White Paper Tenaga Kesehatan oleh Ibu Agnes Nurlita, S.Tr. TLM ( RS Panti Rapih)
  • Praktik Menyusun White Paper sesuai profesi oleh Ibu Agnes Nurlita, S.Tr. TLM ( RS Panti Rapih)

Hari Ketiga

  • Pelaksanaan Kredensial oleh Ibu B.Dwi Wahyunani, S. Tr. Gz., RD dan Ibu Lucia Cornelia Retnowidowati, S.Kep.Ns
  • Praktik Pelaksanaan Kredensial oleh Ibu B.Dwi Wahyunani, S. Tr. Gz., RD
  • Rencana Tindak Lanjut oleh Ibu Agnes Nurlita, S.Tr. TLM ( RS Panti Rapih)

Moderator kegiatan, Ibu Wahyu Widjajanti Rahayu, SKM, memastikan jalannya acara berlangsung interaktif, dengan peserta aktif berdiskusi dan mempraktikkan materi yang diajarkan.

Setelah mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan hasil asesmen kompetensi dan kredensial di tempat kerja masing-masing, mendukung tata kelola klinis yang baik, dan menjaga profesionalisme tenaga kesehatan.

RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menjadi pelopor dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui program pelatihan dan pengembangan profesional yang berkesinambungan.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

Anjar Pintosasi

(Humas RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
DIKLAT RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Kemampuan Anda dengan Webinar Triase Kegawatdaruratan 2024 5/5 (1)

Apakah Anda seorang profesional medis yang ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilan di bidang triase kegawatdaruratan? Jangan lewatkan kesempatan emas ini.

Webinar Triase Kegawatdaruratan

đź—“ Sabtu, 7 Desember 2024
⏰ 07.30 – 17.00 WIB
📍 Online melalui Zoom Meeting

Mengapa Sahabat Sehat Harus Ikut?

Dalam situasi darurat, keputusan cepat dan tepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangatlah penting. Webinar ini dirancang khusus untuk:

  • Perawat
  • Ners
  • Ners Spesialis Kegawatdaruratan
  • Dokter Umum

Ayo tingkatkan kompetensi Anda dengan materi mendalam dari narasumber berpengalaman!

Materi dan Narasumber

  1. Desain Sistem Triase IGD
    đź—Ł Harul Harisman, S.Kep., Ns (RS Panti Rapih)
  2. Proses Asesmen Triase
    đź—Ł dr. Andreas Dewanto (Praktisi Gawat Darurat)
  3. Prosedur Spesifik Triase di IGD
    đź—Ł dr. David Budi Wibowo (RS Panti Rapih)
  4. Eskalasi Triase di IGD saat Bencana
    đź—Ł dr. Hieronimus Indra Wira Kusuma, AIFO (RS Panti Rapih)

Moderator

✨ dr. Yolenta Marganingsih

Ketentuan dan Biaya

  • Biaya Registrasi: Rp 30.000
  • Peserta wajib memiliki akun Plataran Sehat.

📌 Pembayaran:
Bank BRI
No. Rekening: 148901000001302
a.n. Rumah Sakit Panti Rapih

Cara Pendaftaran

Segera daftarkan diri Anda melalui tautan berikut:
đź”— s.id/daftartriaserspr2024

📞 Informasi Lebih Lanjut:
Hubungi Instalasi Diklit
+62 811-2850-8877

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam menangani situasi kegawatdaruratan. Daftar sekarang, tempat terbatas!

 

Mohon dapat memberikan rating

Ikuti Workshop Asuhan Pelayanan Gigi dan Mulut No ratings yet.

Halo sahabat sehat RS Panti Rapih Ayo Tingkatkan Kompetensi Anda dalam Pelayanan Gigi dan Mulut

đź“… Tanggal: Minggu, 8 Desember 2024
⏰ Waktu: Pukul 07.30 – 16.00 WIB
🏢 Tempat: Auditorium Lantai 6, RS Panti Rapih (Offline)
đź’° Biaya: Rp 150.000

Sasaran Peserta:
Workshop ini dirancang khusus untuk Perawat Gigi yang ingin meningkatkan kompetensi dalam asuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pastikan Anda memiliki akun Plataran Sehat sebelum mendaftar.

Materi dan Narasumber

  1. Filanti Kusuma Dewi, M.Tr.TGM
  • DPD PTGMI DIY / Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
    • Materi 1: Konsep Pelayanan Asuhan Gigi dan Mulut
    • Materi 2: Praktik Implementasi Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Berbagai Kasus
  1. Sri Rahayu Sumarsih
  • DPD PTGMI DIY / Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
    • Materi 1: Proses Pengkajian, Diagnosis, dan Perencanaan Asuhan
    • Materi 2: Proses Implementasi, Monitoring, Evaluasi, dan Dokumentasi
    • Materi 3: Praktik Implementasi Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Berbagai Kasus

Moderator:
Bernadeth Dwi Wahyunani, S.Gz., RD

  • RS Panti Rapih

Pendaftaran

Segera daftarkan diri Anda melalui tautan berikut:
đź”— https://s.id/daftarasuhangigi2024

📌 Pembayaran

  • Bank BRI
  • Nomor Rekening: 148901000001302
  • Atas Nama: Rumah Sakit Panti Rapih

📱 Narahubung:
+62 811-2850-8877 (Instalasi Diklit RS Panti Rapih)

đź’ˇ Catatan: SKP masih dalam proses. Informasi lebih lanjut akan segera diperbarui.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Tingkatkan keterampilan Anda dan wujudkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal.

 

Mohon dapat memberikan rating

DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA USIA MUDA 5/5 (1)

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Dari data Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2003, terdapat sekitar 29,1 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 20 tahun menderita DM, dan pada tahun 2030 diperkirakan jumlah penderita DM sebesar 41,9 juta orang.

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMTipe 2) adalah bentuk diabetes yang paling sering ditemui, terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif (resistensi insulin) atau tidak memproduksi cukup insulin untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal.Insulin adalah hormon yang diperlukan untuk membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah. DM tipe 2 biasanya berkembang pada usia yang lebih tua, namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan signifikan prevalensi DM tipe 2 pada individu usia muda, termasuk anak-anak dan remaja. Peningkatan kasus DM tipe 2 di kalangan usia muda sangat berkaitan dengan perubahan gaya hidup, pola makan yang buruk, serta kurangnya aktivitas fisik. Hal ini menjadi perhatian besar karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jangka panjang jika tidak terkontrol dengan baik.

 

Faktor RisikoDM Tipe 2 pada usia muda antara lain:

  1. Obesitas

Salah satu faktor risiko utama untuk DM Tipe 2 adalah obesitas. Lemak tubuh yang berlebih, terutama obesitas sentral, dapat menyebabkan resistensi insulin, dimana sel-sel tubuh tidak dapat merespon insulin dengan baik.

  1. Pola Makan yang Tidak Sehat

Diet tinggi gula, makanan cepat saji, dan karbohidrat olahan yang banyak dikonsumsi oleh anak muda dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dan gangguan metabolisme glukosa.

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup yang kurang aktif, termasuk banyak duduk dan kurangnya olahraga, dapat menyebabkan obesitas dan penurunan sensitivitas insulin.

  1. Faktor Genetik

Riwayat keluarga yang mengidap DM Tipe 2 juga meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap penyakit ini. Jika orangtua atau saudara dekat memiliki diabetes tipe 2, kemungkinan terkena diabetes pada usia muda meningkat.

Beberapa kelompok etnis, seperti orang Asia, Hispanik, dan Afrika-Amerika cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita DM Tipe 2.

  1. Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi medis yang terjadi bersamaan, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung,stroke danDM. Yang termasuk sindrom metabolik adalah Obesitas sentral, kenaikan trigliserida, kolesterol HDL rendah, hipertensi, dan kadar gula darah puasa terganggu. Meskipun sering terkait dengan usia lanjut, sindrom ini kini mulai ditemukan pada remaja dan anak-anak.

  1. Stres dan Faktor Psikologis

Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhihormon yang berperan dalam pengaturan gula darah, seperti kortisol. Selain itu, masalah psikologis seperti depresi dapat berhubungan dengan kebiasaan makan yang buruk dan pola hidup yang tidak sehat.

 

Gejala Diabetes Tipe 2 pada Usia Muda

DM Tipe 2 sering kali berkembang secara perlahan, dan banyak individu yang mungkin tidak merasakan gejala-gejala yang jelas. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sering merasa haus dan lapar
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Penglihatan kabur
  • Mudah lelah
  • Luka atau infeksi yang sulit sembuh
  • Kaki atau tangan yang terasa kesemutan atau mati rasa

 

Pencegahan dan pengelolaan DM Tipe 2 pada Usia Muda

Diabetes tipe 2 pada usia muda dapat dicegah atau dikelola dengan menerapkan perubahan gaya hidup sehat. Berikut beberapa langkah penting untuk mencegah atau mengelola DM Tipe 2:

  1. Penurunan Berat Badan

Pada individu yang obesitas, penurunan berat badan yang sehat dengan kombinasi diet sehat dan olahraga dapat memperbaiki sensitivitas insulin dan membantu menjaga gula darah stabil.

  1. Perbaikan Pola Makan

Menerapkan pola makan sehat dengan lebih banyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian serta batasi konsumsi gula, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan olahan. Mengatur porsi makan dan memilih makanan dengan indeks glikemik rendah juga bermanfaat.

  1. Aktivitas Fisik

Melakukan olahraga teratur, seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau berenang, setidaknya 30 menit per hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh memanfaatkan glukosa lebih efisien.

  1. Pengelolaan Stres

Mengelola stres dengan cara yang sehat, seperti meditasi, yoga, pernapasan dalam  atau berkegiatan yang menyenangkan, dapat membantu mencegah gangguan metabolisme.

  1. Pemeriksaan Rutin

Pada individu yang berisiko tinggi, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi DM Tipe 2 pada tahap awal.

  1. Pendidikan Kesehatan

Pemberian pendidikan tentang pentingnya gaya hidup sehat kepada remaja dan orangtua sangat penting untuk pencegahan dan pengelolaan DM tipe 2 di usia muda.

7, Terapi medikamentosa (obat antidiabetik dan insulin)

 

Dampak Jangka Panjang DM Tipe 2 pada Usia Muda

DM Tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  1. Masalah Kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke)
  2. Kerusakan pada ginjal (nefropati)
  3. Kerusakan Saraf (Neuropati)
  4. Gangguan penglihatan (retinopati)
  5. Masalah Kulit dan Penyembuhan Luka

 

Karena DM Tipe 2 cenderung berkembang perlahan dan bisa tidak terdeteksi pada tahap awal, sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan dengan gaya hidup sehat sejak dini.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Maheswara Wisnubhuana, Sp. PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Info Selanjutnya :

Klinik Penyakit Dalam

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran 24 jam :

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Ikuti Webinar Gratis  “Continuing Medical Education: Emerging Treatment of Advanced Breast Cancer” No ratings yet.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan medis adalah hal penting dalam penanganan kanker payudara stadium lanjut, terutama dengan perkembangan teknologi dan terapi yang terus berkembang. Kami mengundang para tenaga medis yang berdedikasi untuk bergabung dalam program Continuing Medical Education bertajuk “Emerging Treatment of Advanced Breast Cancer.” Dalam acara ini, peserta akan mempelajari pendekatan multidisiplin serta inovasi terbaru dalam penanganan kanker payudara metastatik. Acara ini terselenggara kerjasama RS Panti Rapih dengan Kemenkes.

Detail Acara:

  • Hari, Tanggal: Sabtu, 16 November 2024
  • Waktu: 08:00 – 11:30 WIB
  • Metode: Online melalui Zoom Meeting
  • SKP: Serifikat 2 SKP Kemenkes

Sasaran Peserta:

  • Dokter Umum, Dokter Penyakit Dalam, Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Dokter Spesialis Bedah yang tertarik onkologi, dan Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi.
  • Para tenaga medis yang telah memiliki akun di platform LMS Plataran Sehat.

Materi dan Pembicara:

Optimalisasi Tatalaksana Kanker Payudara Metastatik dengan Pendekatan Multidisiplin
Pembicara: dr. Dian Pratiwi, M.Sc., Sp.PD-KHOM – Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik

Inovasi Manajemen Kanker Payudara dengan Memanfaatkan Keunggulan Targeted Therapy: CDK4/6 Inhibitor
Pembicara: dr. Johan Kurnianda, Sp.PD-KHOM – Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik

Moderator: dr. Suwardjo, Sp.B (K)Onk

Biaya Pendaftaran: Gratis

Jangan lewatkan kesempatan untuk memperbarui pengetahuan Anda tentang penanganan kanker payudara metastatik dan berdiskusi dengan para pakar.

Daftar sekarang di: s.id/breastcancer2024

CP : Saudari Dhenny Diklat RS Panti Rapih Yk – 081226512619

Mari bersama tingkatkan kualitas layanan kesehatan dengan mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia onkologi.

 

Mohon dapat memberikan rating

Ikuti Seminar: How to Manage Good Immunology Quality Control No ratings yet.

Salam sehat, Sahabat ATLM/TTLM di seluruh Indonesia!

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam seminar yang akan mengupas tuntas topik penting: How to Manage Good Immunology Quality Control. Dalam seminar ini, kita akan mendalami cara-cara mengelola kontrol kualitas dalam imunologi, bersama para ahli yang berpengalaman di bidangnya.

đź“… Jadwal dan Lokasi:

  • Hari, Tanggal: Jumat, 29 November 2024
  • Lokasi: Auditorium Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, atau melalui Zoom Meeting untuk peserta daring.

Sasaran Peserta: Seminar ini ditujukan bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dan Tenaga Teknologi Laboratorium Medik (TTLM). Dengan metode kegiatan yang fleksibel (luring dan daring), Anda dapat memilih cara yang paling nyaman untuk mengikuti seminar ini.

Manfaat yang Akan Anda Dapatkan:

  1. Narasumber Berkompeten: Kami menghadirkan ahli yang kompeten di bidang kontrol kualitas imunologi.
  2. SKP Kemenkes: Peserta akan mendapatkan 4 SKP dari Kementerian Kesehatan.
  3. Fasilitas Akomodasi: Untuk peserta luring, tersedia makan siang, snack, dan seminar kit.

đź’° Investasi:

  • Luring: Rp 75.000
  • Daring: Rp 35.000

đź”— Cara Mendaftar: Daftar segera melalui tautan berikut: https://s.id/qcimmunology2024. Pendaftaran akan ditutup ketika kuota terpenuhi, jadi pastikan Anda segera mengamankan tempat.

📞 Kontak: Jika ada pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam bidang imunologi. Sampai jumpa di seminar.

Mohon dapat memberikan rating