Mengenal dan Memahami Patah Tulang Pada Anak 5/5 (1)

Pada saat ini animo masyarakat untuk menjaga kesehatan cukup tinggi, sehingga anak-anak pun ikut tertarik untuk melakukan aktifitas olahraga. Tapi sayang animo yang cukup besar tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup bagaimana melakukan olahraga yang benar, sehingga menyebabkan sering terjadi cedera, dan salah satu yang paling sering terjadi adalah patah tulang (fraktur). Patah tulang bisa mengenai semua umur, termasuk pada anak-anak. Patah tulang pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Hal ini sangat penting diketahui karena keberhasilan diagnostik dan terapi penyakit ortopedik pada kelompok usia ini berbeda. Bentuk patah tulang yang unik pada anak-anak adalah hasil dari perbedaan anatomis, biomekanis dan fisiologi antara anak-anak dengan dewasa.

KARAKTERISTIK TULANG ANAK

Salah satu perbedaan tulang anak-anak dengan orang dewasa ialah adanya Lempeng Pertumbuhan (growth plate/lempeng epifisis) pada tulang anak-anak. Lempeng pertumbuhan berbentuk tulang rawan dan melekat erat pada metafisis (bagian tulang yang sudah dewasa yang baru dibentuk oleh lempeng epifisis. Keduanya dibungkus oleh selubung (periosteum) yang sangat tebal dan kuat, serta mampu menghasilkan tulang baru dalam proses penyembuhan tulang yang patah. Lempeng tulang membuat tulang menjadi lebih besar dan lebih panjang seiring dengan kepadatan tulang yang juga meningkat. Struktur anatomis tulang pada anak mempunyai fleksibilitas yang tinggi sehingga ia mempunyai kemampuan seperti “biological plasticity”. Hal ini menyebabkan tulang anak-anak dapat membengkok tanpa patah atau hancur, sehingga dapat terjadi gambaran fraktur yang unik pada anak yang tidak dijumpai pada dewasa. Pada anak-anak, pertumbuhan merupakan dasar terjadinya remodeling (kembali ke bentuk anatomi normal). Pertumbuhan diafisis (bagian tulang yang sudah dewasa) tulang panjang akan menghasilkan pertambahan panjang tulang. Secara spesifik, keberadaan lempeng pertumbuhan, periosteum yang tebal, serta kemampuan tulang anak-anak yang elastik seperti karet, dan kemampuan mengalami remodeling adalah dasar dari gambaran fraktur yang khas pada anak-anak.

FRAKTUR

Terdapat beberapa fraktur yang sering terjadi pada anak, antara lain fraktur garis rambut, fraktur green stick (seperti ranting patah) dimana tulang tampak membengkok tanpa adanya garis fraktur, dan fraktur buckle atau torus (kompresi). Fraktur-fraktur ini termasuk fraktur yang tidak berat dan stabil, dan sembuh dalam 2-3 minggu dengan immobilisasi. Sedangkan, fraktur intra-artikuler (di dalam sendi) atau fraktur melibatkan fisis (fisis, epfisis, metafisis) berpotensi lebih berbahaya dan dapat berakibat jelek di kemudian hari. Penyembuhan fraktur pada anak-anak mulai saat lahir sangat cepat dan berangsur-angsur berkurang setelah anak bertambah usianya. Sebagai contoh, fraktur femur (tulang paha) pada bayi baru lahir akan sembuh dalam waktu tiga minggu, pada anak usia 8 tahun akan sembuh dalam waktu 8 minggu, anak usia 12 tahun akan sembuh dalam 12 minggu, dan seterusnya.

GEJALA
Apabila anak mengalami cedera, orang tua bisa saja curiga ia mengalami patah tulang bila menemukan gejala-gejala seperti :
1. Adanya riwayat cedera/trauma
2. Timbul rasa sakit/nyeri dan terjadi pembengkakan, kemerahan/kebiruan serta terasa panas di daerah yang patah
3. Terjadinya perubahan bentuk/deformitas
4. Menurunnya fungsi hingga tidak dapat digerakkan daerah anggota gerak yang mengalami patah
5. Keterbatasan lingkup gerak sendi

PENATALAKSANAAN
Prinsip utama penanganan patah tulang pada anak adalah secara konservatif (tanpa operasi), baik dengan cara manipulasi tertutup atau pun traksi berkesinambungan. Sebagian besar fraktur pada anak-anak dan remaja akan ditangani dengan reduksi tertutup dan pembalutan dengan gips atau traksi. Satu-satunya cara untuk menahan reduksi adalah dengan menggunakan gips.
Fungsi utama gips adalah mencegah supaya tidak terjadi pergeseran pada tulang yang patah atau retak, mempertahankan kedudukan tulang yang patah dengan baik sehingga tidak terjadi angulasi (perubahan bentuk), dan menghilangkan rasa nyeri dengan menghambat pergerakan kedudukan tulang yang patah. Rata-rata gips dipasang selama 2-8 minggu, bergantung dari jenis patahnya dan timbulnya tulang baru yang disebut callus (lem tulang). Callus ini mulai timbul pada anak-anak dalam waktu 10 hari-2 minggu, adanya callus sebagai tanda bahwa penyembuhan sudah mulai terjadi. Untuk memastikannya, perlu dilakukan foto rontgen terlebih dahulu. Dalam kurun waktu 5-6 minggu patah tulang bisa sembuh total. Perlu dilakukan observasi klinis yang regular dan kompeten oleh dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi pada kasus patah tulang pada usia anak, karena anak-anak belum dapat mendeskripsikan rasa nyeri, gangguan sensori, dan sirkulasi atau tanda-tanda komplikasi lainnya.

 

 

Artikel ini ditulis oleh :
dr. Alexander Mateus, Sp.OT.
(Dokter Spesialis Ortopedi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Bedah Tulang
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Talkshow Holistic Healthy Lifestyle 5/5 (1)

Pandemi membuat kita jadi semakin males gerak alias mager. Ini berpengaruh ke kondisi fisik dan mental juga. Jarang olah raga, sering pesan daring makanan yang tidak sehat, pekerjaan yang tidak ada batasan waktu juga.
Setelah sekian lama, sudah saatnya kita mulai lagi semangat untuk kembali menjaga kesehatan kita secara holistik.

Bagaimana memulainya?
Yuk gabung dalam Health & Financial Talk bersama BNI Life dan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta:

🗓 Rabu, 6 Juli 2022
⏰ 10.00 – selesai
🏠 Auditorium RS Panti Rapih lt 6 Jl. Cik Di Tiro No.30, Yogyakarta
🎙️ dr. Fransisca Romana Herin Anggreni P, M.Biomed (AAM) – dari Klinik Anti Obesitas & Kesehatan Holistik, RS Panti Rapih
🎙️ Indah Pajarwany Regional Business Head Wilayah Jogja

Pendaftaran dapat diakses melalui link : di bit.ly/talkshowbnilife_rspantirapih

Tempat terbatas ya! Ditunggu ya partisipasinyaa

Mohon dapat memberikan rating

Kateterisasi Jantung 5/5 (1)

Penyakit jantung merupakan penyakit peringkat pertama penyebab kematian di dunia. Satu dari lima kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit jantung, Jantung Koroner.

Penyebab Jantung Koroner
Pada awalnya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) dan hal ini lama-kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah dan lain sebagainya yang semuanya itu akan menyumbat pembuluh darah. Akibatnya otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung (serangan jantung) yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Faktor Risiko yang dapat menimbulkan penyakit jantung koroner sebagai berikut:
– Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi
– Kadar Kolesterol HDL rendah
– Kebiasaan merokok
– Diabetes Mellitus
– Obesitas (Kegemukan)
– Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga
– Kurang olah raga
– Stress

Bila Anda menyandang salah satu faktor diatas, dianjurkan untuk melakukan screening dan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala kepada Dokter Spesialis Jantung. Deteksi Penyakit Jantung Koroner Penyakit Jantung Koroner dapat diketahui melalui pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter spesialis jantung. Dan dengan bantuan pemeriksaan Calcium Scoring Jantung (CAT Scanning) yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ECG, Treadmill Test dan Arteriografi Koroner (Kateterisasi). Hasil dari Calcium Scoring Jantung akan diikuti dengan pemeriksaan lebih lanjut apabila didapatkan hasil yang positif.

Apa itu Kateterisasi Jantung?
Merupakan prosedur diagnose untuk memeriksa fungsi jantung dan pembuluh darah, khususnya pembuluh darah koroner. Pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pembuluh darah koroner yang disebut sebagai Angiografi koroner, berguna untuk mendeteksi adanya lokasi penyumbatan dan seberapa berat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah koroner. Pemeriksaan kateterisasi jantung bersifat invasif. Sebuah selang yang panjang, tipis dan fleksibel, disebut juga kateter, dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah besar pada pangkal paha / selangkangan, lengan atau pergelangan tangan. Secara perlahan kateter dimasukkan sampai aorta (pembuluh darah utama yang keluar dari jantung) tempat muara pembuluh darah koroner.

Bagaimana dengan hasil Kateterisasi Jantung?
Dokter akan menjelaskan hasil film yang direkam selama tindakan dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya, apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan metode ditiup / balonisasi. Atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat disebut Coronary Artery Bypass Surgery (CABG).

Efek Kateterisasi Jantung
Pada umumnya tindakan kateterisasi jantung memiliki risiko sangat kecil. Biasanya pemeriksaan kateterisasi berlangsung tanpa masalah. Dan data statistic menunjukkan angka keberhasilan sangat tinggi. Akan tetapi, kemungkinan timbulnya komplikasi juga tidak boleh diabaikan.
Komplikasi yang timbul seperti :
● Pendarahan, infeksi dan rasa sakit di daerah tempat kateter
dimasukkan
● Reaksi alergi
● Aritmia jantung
● Infark myocardial
● Turunnya tekanan darah
● Gangguan fungsi ginjal
Risiko tinggi terjadinya komplikasi pada penderita diabetes dan gangguan ginjal

Apa yang dimaksud dengan tindakan PTCA – PCI (peniupan) itu?
Tindakan peniupan atau balonisasi atau angioplasty bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat di tempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka. Untuk mempertahankan pembuluh darah yang telah dilebarkan, akan dilakukan pemasangan ring (stent). Cara ini sangat aman dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi.

Rumah Sakit Panti Rapih telah memiliki fasilitas serta teknologi medis khusus untuk melakukan tindakan kateterisasi jantung (Cathlab). Dan dokter spesialis jantung yang sangat berpengalaman serta tenaga medis yang handal semakin menjamin ketepatan diagnosa dan terapi. Anda tidak perlu berobat ke luar negeri, karena sarana yang serupa dengan yang terdapat di luar negeri / negara tetangga sekarang sudah ada di Yogyakarta tepatnya di RS Panti Rapih.

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Dilema Anak Telat Bicara No ratings yet.

Apakah anak Anda agak terlambat bicaranya? Apakah bicaranya tidak beraturan walau kita tahu maksudnya?

Zaman sekarang memang sering kita menjumpai anak yang terlambat bicaranya dibanding teman-teman seusianya. Kira-kira apa penyebabnya? Mengapa zaman semakin maju namun malah banyak anak dengan kasus speech delay? Perlu kita lihat kembali sewaktu mereka masih bayi, sewaktu mereka baru lahir sampai sekarang yang sudah bisa lari ke sana sini namun bicara malah belum lancar. Apakah dulu mereka sering kita kasih liat gadget? handphone, tv, tab, dan sejenisnya atau Anda sebagai orang tua terlalu sibuk kerja sehingga anak tak ada teman bermain? Atau tinggal dengan baby sitter yang tidak cerewet di rumah? Atau di rumah kita sering memakai lebih dari satu jenis bahasa? Faktor ini juga menjadi salah satu penyebab anak Anda dapat menjadi telat bicara seperti sekarang ini.

Memang tidak mudah untuk mengasuh anak tanpa fasilitas-fasilitas yang sudah maju di zaman ini. Tuntutan ekonomi juga sering mengharuskan untuk kedua orang tua mempunyai penghasilan. Apalagi ditambah anak yang susah makan, tidak mau tenang ketika disuapin, tetapi ketika diberikan gadget langsung diam, suapan ini itu masuk mulut dengan lancar. Jika anak kita rewel, menangis dan berteriak, orangtua akan memberikan gadget supaya anak bisa lebih tenang. Memang solusi-solusi itu kelihatan sangat mudah dan instan namun itu, justru mengorbankan kemampuan anak untuk berkembang dalam hal berbicara. Bahkan banyak juga yang menjadi sulit untuk dipanggil, sering asik sendiri dan tidak peduli dengan orang sekitar. Hp, tv atau gadget lainnya yang memiliki gambar bergerak sering menjadi masalah utama dalam kasus speech delay (terlambat bicara). Kalau anak sudah terlanjur telat bicara karena ini, kita harus bagaimana? Sebetulnya tidak sulit untuk membantu anak kita untuk mengejar keterlambatan bicaranya. Hanya tidak boleh gadget lagi, temani dia bermain serta gunakan cukup satu bahasa dulu. “Kalau anak nangis gamau makan tanpa gadget gimana?” mencari aktivitas lain atau mainan anak anak selain gadget. Bahkan buku gambar juga boleh yang penting tidak boleh gadget dulu. “Tapi saya kerja, suami / istri juga kerja, pembantu di rumah juga pendiam gimana?”. Mencari Day Care, penitipan anak atau paud. Di sana banyak anak seusianya malah lebih bagus karena anak akan belajar untuk bersosialisasi. Bahkan ketika anak sudah mendapat kenalan teman yang cepat akrab dan sudah pintar bicara, anak kita pasti ketularan bicaranya dalam kata lain, dia terpancing untuk belajar berbicara. Sebagai orangtua hanya perlu siapkan hati kita untuk meninggalkan solusi instan pakai gadget untuk menghibur anak. Karena kita sebagai orang tua, juga berkewajiban untuk “mendidik” anak.

Dalam hal mendidik anak pun harus diperhatikan, ketegasan kita dan kekompakan pasangan hidup kita. Terkadang sang ibu tegas, tapi sang ayah tidak tegaan atau sebaliknya. Tegas di sini bukan berarti keras namun tegas itu konsisten, iya ya iya. tidak ya tidak. Lalu dalam hal bahasa yang digunakan juga penting. Jangan pakai dua atau lebih bahasa dalam keseharian di rumah dengan sang anak. Beri anak satu bahasa dulu sampai anak pandai bicara baru boleh belajar bahasa selanjutnya.  Dan berikan aturan kepada anak untuk no gadget, no tv. Kalau udah pandai bicara, dapat diberikan lagi. Jika masih kurang yakin dengan perkembangan sang anak, silakan konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak, Psikolog Anak, Terapis Wicara atau Terapis Okupasi.

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Senam Kaki Diabetes No ratings yet.

Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki (deformitas).

Langkah-langkah Senam Kaki Diabetes sebagai berikut:
1. Latihan senam kaki dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, dan tidur
2. Senam kaki dapat dilakukan dengan cara menggerakan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumir diangkat, mengangkat kaki dan menurunkan kaki
3. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat memutar keluar atau kedalam. Selain itu, gerakan mencengkram dan meluruskan jari-jari kaki juga menjadi bagian dari senam kaki diabetes
4. Latihan senam kaki diabetes, dapat dilakukan setiap hari secara teratur, dimana saja. Bisa sambil bersantai bersama keluarga maupun menonton televisi. Ketika kaki terasa dingin, lakukan senam kaki diabetes

 

Informasi Pelayanan : 
Instalasi Rehabilitasi Medik
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta
Senin – Sabtu pk 07.00 – 16.00 WIB
Hari Minggu & tanggal merah tutup

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Menekan Angka Kematian Bayi No ratings yet.

Data kematian anak terbaru mengungkapkan bahwa, kita masih berada di luar jalur untuk memenuhi target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) terkait kesehatan anak. Laporan United Nations Inter-agency Group for Child Mortality Estimation (IGME) Rabu, 22 Desember 2021 mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk berinvestasi dalam perbaikan data dan layanan medis untuk menekan kematian bayi baru lahir dan anak. Apa yang harus diperbaiki?

Menurut laporan tersebut, lebih dari 50 negara tidak akan memenuhi target kematian balita pada tahun 2030, dan lebih dari 60 negara akan kehilangan target kematian neonatal. Pada sepanjang tahun 2020 terdapat kematian pada lebih dari 5 juta anak sebelum ulang tahun kelima mereka dan 2,2 juta anak dan remaja berusia 5 hingga 24 tahun. Dunia masih kehilangan terlalu banyak nyawa anak karena penyebab yang sebagian besar dapat dicegah, seringkali karena sistem kesehatan yang belum tertata dan kekurangan dana apalagi selama pandemi COVID-19.

Laporan IGME PBB juga menekankan bahwa data terbaru dan dapat diandalkan tentang kematian anak dan remaja tetap tidak tersedia untuk sebagian besar negara di dunia, terutama untuk negara berpenghasilan rendah, dengan pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan tambahan untuk meningkatkan ketersediaan dan kualitas data. Hanya sekitar 60 negara, terutama yang berpenghasilan tinggi, yang memiliki Sistem Pencatatan dan Statistik yang berfungsi dengan baik, yang menghasilkan data kematian berkualitas tinggi yang tepat waktu.

Peningkatan kematian bayi saat pandemi COVID-19 terjadi di lebih dari 80 negara, setengahnya adalah negara berpenghasilan rendah atau menengah. Diperlukan data yang berkualitas lebih baik, agar pemantauan dapat lebih lengkap tentang faktor apapun yang terkait dengan kematian bayi dan anak. Laporan tersebut memperingatkan bahwa karena data yang tersedia berkategori buruk, karakteristik dasar bayi, anak dan remaja pada tahun 2021 tetap tidak diketahui secara detail dan pasti. Misalnya, hipotesis bahwa pandemi COVID-19 dapat memengaruhi kematian anak secara berbeda menurut kelompok usia dan status sosial ekonomi. Data yang tepat waktu dan akurat serta pemantauan ketat, harus tersedia untuk menjawab hipotesis tersebut dan memahami dampak jangka panjang dari COVID-19 pada bayi, anak dan remaja.

Saat pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, semua anak terus menghadapi krisis yang sama seperti yang mereka alami selama beberapa dekade sebelumnya, yaitu tingkat kematian yang sangat tinggi dan peluang hidup yang buruk, tetapi terjadi sangat tidak adil. Pada tren saat ini, lebih dari 48 juta anak di bawah 5 tahun akan meninggal sebelum tahun 2030, setengah dari mereka adalah bayi baru lahir. Lebih dari setengah dari kematian ini (57%) terjadi di sub-Sahara Afrika (28 juta), dengan 25 persen lainnya terjadi di Asia Selatan (12 juta). Memenuhi target SDG di 54 negara yang keluar jalur akan mencegah 8 juta kematian balita antara tahun 2021 dan 2030 dan mengurangi jumlah tahunan kematian balita menjadi 2,5 juta pada tahun 2030.

Secara global, penyebab kematian bayi baru lahir adalah prematuritas, berat lahir rendah, infeksi berat (sepsis), asfiksia (tidak mampu segera bernapas spontan saat lahir), dan trauma kelahiran, yang mencapai hampir 80% kematian bayi. Pada hal, dua pertiga dari kematian bayi tersebut, sebenarnya dapat dicegah. Terdapat 4 buah intervensi medis untuk bayi prematur yang murah, mudah dan sangat efektif, tetapi belum umum digunakan di banyak negara berkembang yaitu, steroid, Kangaroo Mother Care (KMC), antibiotika, dan kunjungan rumah.

Suntikan steroid yang diberikan pada ibu dalam persalinan sebelum waktunya (prematur), dapat membantu mempercepat pengembangan paru-paru janin dalam rahim. Dengan biaya hanya US $ 1, dua dosis suntikan steroid dapat menyelamatkan bayi prematur, dari risiko terjadinya gangguan pernapasan beberapa hari setelah mereka lahir. Penyakit membran hyalin, karena ketidakmatangan paru-paru bayi yang dapat dicegah dengan suntikan steroid, adalah penyebab tersering gangguan pernapasan dan kematian pada bayi prematur. Suntikan steroid secara global pada ibu dalam persalinan prematur, diperkirakan dapat mencegah 400.000 kematian bayi prematur setiap tahunnya. Di negara berpenghasilan tinggi, steroid telah digunakan sejak tahun 1990-an dan diperkirakan 95% ibu dalam persalinan prematur telah menerima suntikan steroid. Sebaliknya, di negara berpenghasilan rendah dan menengah, diperkirakan hanya 5% ibu yang telah menerima suntikan steroid ini.

Kangaroo Mother Care (KMC) adalah sebuah metode yang terinspirasi dari kanguru, binatang asli Australia yang melompat sambil menggendong anaknya di depan perut. Dengan menggunakan teknik ini, bayi prematur yang mungil ditempelkan lekat kulit-ke-kulit di dada ibu, bapak, atau nenek. Hal ini membuat bayi hangat dan terlindungi. Termoregulasi atau menjaga kehangatan sangat penting untuk mencegah tubuh bayi yang mungil, kehilangan panas badan dengan cepat. Hipotermi (penurunan suhu tubuh) tersebut, membuat mereka sangat rentan terhadap penyakit, infeksi, dan kematian. Selain itu, metode ini juga dapat memudahkan memberikan ASI ekslusif dan secara global diprediksi dapat mencegah 450.000 kematian bayi prematur setiap tahun. KMC digagas sebagai solusi karena keterbatasan jumlah inkubator di Kolombia, Amerika Latin sehingga banyak bayi dipaksa untuk berbagi inkubator yang tersedia. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematian bayi yang mendapatkan KMC sama atau lebih rendah, dibandingkan bayi dalam inkubator. Meskipun KMC sudah dikembangkan sejak tahun 1967, tetapi penyebaran informasinya sangat lambat, meskipun efektivitas, keamanan, dan manfaatnya telah terbukti.

Antibiotika dapat menyelamatkan nyawa bayi, misalnya amoksisilin untuk mengobati pneumonia. Pneumonia pada bayi baru lahir, dapat diatasi dengan amoksisilin dosis terbagi dalam 5 hari, dengan biaya juga hanya sekitar US $ 1. Selain itu, antibiotika lainnya yang diberikan sejak dini, dapat digunakan untuk melawan sepsis neonatal atau infeksi bakteri serius. Pneumonia dan sepsis adalah penyebab kematian bayi baru lahir di banyak negara berkembang.

Kunjungan rumah oleh petugas kesehatan yang terampil segera setelah lahir, merupakan strategi kesehatan yang dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bayi. Kunjungan rumah harus dilakukan pada hari pertama dan ketiga kehidupan bayi baru lahir, dan jika mungkin, kunjungan ketiga harus dilakukan sebelum akhir minggu pertama atau hari ketujuh kehidupan. Selama kunjungan rumah, petugas kesehatan harus mempromosikan ASI eksklusif, membantu menjaga bayi agar tetap hangat dengan kontak kulit-ke-kulit antara ibu dan bayi, melakukan perawatan tali pusar dan kulit, menilai tanda klinis tentang masalah kesehatan bayi yang serius, dan membantu keluarga untuk mencari perawatan medis segera, jika diperlukan.

SDGs menyerukan diakhirinya kematian bayi baru lahir yang dapat dicegah, dengan target semua negara memiliki tingkat kematian neonatal 12 atau lebih sedikit per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Semoga kita mampu memberikan steroid, menerapkan Kangaroo Mother Care (KMC), menyuntikkan antibiotika, dan melakukan kunjungan rumah, untuk menekan kematian bayi di sekitar kita, meskipun pandemi COVID-19 belum juga usai.

Sumber: https://dokterwikan.com/

Artikel ini ditulis oleh :
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tes DNA HPV untuk Deteksi Virus HPV Penyebab Kanker Serviks No ratings yet.

Penyakit kanker serviks merupakan jenis kanker yang terjadi paling banyak kedua di Indonesia. Kondisi itu bisa disebabkan oleh infeksi virus HPV yang ditularkan dari pasangan seksual yang sudah terpapar terlebih dulu. Untuk mendeteksi kanker serviks, skrining pemeriksaan bisa dilakukan melalui pap smear dan tes DNA HPV.

Tes DNA HPV bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus HPV (Human Papilloma Virus) yang berisiko menyebabkan penyakit menular seksual (seperti kutil kelamin) serta kanker serviks. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita infeksi HPV karena minimnya gejala.

Indikasi Pemeriksaan HPV DNA

Wanita berusia 30–65 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Tes DNA HPV secara rutin setiap 3 sampai 5 tahun sekali, dikombinasikan dengan prosedur pap smear. Selain pada wanita dengan rentang usia tersebut, pemeriksaan DNA HPV juga dianjurkan pada wanita yang memiliki faktor risiko kanker serviks di bawah ini:

– Menderita HIV
– Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
– Terkena paparan diethylstilbestrol (DES) sebelum lahir
– Mendapatkan hasil abnormal (lesi prakanker) tingkat tinggi pada pemeriksaan pap smear

Umumnya, infeksi HPV tidak menimbulkan gejala atau tanda apa pun, sehingga penderita tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi HPV. Oleh karena itu, pemeriksaan HPV DNA perlu dilakukan secara rutin dengan tujuan sebagai berikut:

– Mendeteksi kelainan sel serviks dan infeksi HPV pada wanita usia 30 tahun ke atas
– Mendeteksi lebih jauh keberadaan HPV tipe risiko tinggi pada pasien dengan hasil pap smear yang menunjukkan sel serviks abnormal
– Memeriksa ada tidaknya sel-sel serviks abnormal setelah pengobatan terhadap infeksi HPV

Sebelum Pemeriksaan HPV DNA

Sebelum pemeriksaan HPV DNA dimulai, pasien akan diminta untuk buang air kecil guna mengosongkan kandung kemih. Hal ini dilakukan demi kenyamanan pasien saat pemeriksaan berlangsung dan kelancaran proses pemeriksaan.

Selain itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari selama 24 jam sebelum pemeriksaan HPV DNA, yaitu:

– Melakukan hubungan seksual
– Melakukan douching yaitu, membersihkan vagina menggunakan produk perawatan – kewanitaan yang disemprotkan ke vagina
– Menggunakan obat-obatan vagina, seperti krim atau sabun pembersih
– Memasukkan apapun ke dalam vagina, seperti menggunakan tampon

Liquid Based Cytologi (LBC)

Pap smear atau pemeriksaan rutin terhadap leher rahim sebagai tindak preventif kanker serviks umumnya dilakukan setiap 1 atau 2 kali setahun. Namun, seiring dengan kemajuan dibidang medis pap smear dapat di lakukan hingga 2 atau 3 tahun sekali. Metode ini dikenal dengan Liquid Based Cytologi (LBC) yang dikombinasikan dengan pemeriksaan Human Papilloma Virus (HPV).

Liquid Based Cytologi (LBC) memiliki beberapa keunggulan lain dibandingkan pap smear metode konvensional sebagai bahan yang dapat digunakan dalam studi molekuler, seperti deteksi infeksi HPV. Selain itu, dalam jangka panjang, LBC juga hemat biaya dalam skrining kanker serviks massal, karena LBC diperlukan lebih jarang daripada pap smear konvensional apabila digabung dengan pemeriksaan DNA HPV. Oleh karena itu, kami merekomendasikan penggunaan LBC secara luas untuk skrining kanker serviks pada populasi.

Pemeriksaan Liquid Based Cytologi (LBC) dan DNA HPV sudah dapat dilakukan di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Pemeriksaan ini didukung oleh Dokter Spesialis Obgin, Dokter Spesialis Patologi Anatomi, dan tenaga medis yang profesional.

Sumber:
https://www.honestdocs.id/hpv-test
https://www.alodokter.com/pemeriksaan-hpv-dna-ini-yang-harus-anda-ketahui
https://health.detik.com/
https://isotekindo.com/article/details/60

Informasi Pelayanan : 
Klinik Kebidanan & Kandungan
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Kateter Urine 5/5 (1)

Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan. Kateter terutama terbuat dari bahan karet atau plastik. Kateterisasi urine adalah tindakan memasukan selang kateter ke dalam kandung kemih melalui uretra dengan tujuan mengeluarkan urine.

Tujuan Kateter Urine

  • Untuk segera mengatasi distensi kandung kemih
  • Untuk pengumpulan jumlah urine yang dilakukan pemantauan secara ketat
  • Untuk pengambilan specimen urine (pemeriksaan laborat)
  • Untuk mengosongkan kandung kemih sebelum dan selama pembedahan
  • Tujuan diagnostik dan terapi

Macam Kateter Urine
Kateter urine bisa terbuat dari karet atau silikon. Kateter dipasang menetap, terdapat balon yang dapat dikembangkan sesudah kateter berada kandung kemih.

Perawatan Kateter Menetap
Kateter merupakan benda asing pada uretra dan kandung kemih, bila tidak dirawat dengan baik akan menimbulkan komplikasi serius. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk merawat kateter menetap:

– Banyak minum sehingga tidak terjadi kotoran yang bisa mengendap di dalam kateter
– Mengosongkan urine bag secara teratur
– Tidak mengangkat urine bag lebih tinggi dari tubuh penderita agar urine tidak mengalir kembali ke kandung kemih
– Membersihkan, darah, nanah, sekret periuretra dan mengolesi kateter dengan antiseptik secara berkala
– Ganti kateter paling tidak 1 minggu sekali untuk karet, 1 bulan untuk silicon

Komplikasi Pemasangan Kateter
– Menyebabkan luka dan perdarahan uretra yang berakhir dengan struktur uretra seumur hidup
– Infeksi saluran kencing

Informasi Pelayanan : 
Klinik Bedah Urologi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (1)

Mohon dapat memberikan rating

Penghargaan World Stroke Organization Angels Awards 2024 Untuk Pelayanan Stroke di RS Panti Rapih 5/5 (1)

Puji syukur atas Penghargaan Internasional Platinum Status dari World Stroke Organization (WSO) atas Pelayanan Stroke RS Panti Rapih Yogyakarta.

Angels Iniative Program adalah global non komersial Health Care Program yang dimiliki oleh PT Boehringer Ingelheim.

Objektifnya:
1. Untuk menciptakan lagi lebih banyak RS yang siap dengan pasien stroke (Stroke Ready Hospital)
2. Meningkatkan dan mempertahankan kualitas Stroke Care manajemen di Stroke Ready Hospital yang sudah ada

RS Panti Rapih berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan dan perawatan serta membantu pemulihan pasien bagi pasien stroke.

Terimakasih kepada seluruh Sahabat Sehat RS Panti Rapih atas kepercayaannya terhadap RS Panti Rapih Yogyakarta.

Informasi Pelayanan : 
Unit Stroke RS Panti Rapih
Telepon : 0274 – 563333 ext 519

Mohon dapat memberikan rating

Gizi Pada Ginjal Kronik dengan Hemodialisis (Cuci Darah) 4.94/5 (36)

Penyakit Gagal Ginjal Kronik / Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan suatu keadaan saat ginjal mengalami percepatan kehilangan fungsi ekskresi, hormonal, dan metabolik yang sifatnya tidak bisa dikembalikan. Fungsi ekskesi ginjal adalah melakukan pengeluaran produk akhir metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh, seperti urea. Fungsi endokrin ginjal adalah memproduksi enzim dan hormon, seperti renin untuk pengaturan tekanan darah, eritopoitein untuk sintesis eritrosit, dan mengatur metabolisme kalsium (Ramayulis, 2016). Penurunan fungsi ginjal pada CKD berlangsung perlahan, mulai dari CKD tahap 1 sampai dengan tahap 5.

Menurut Almatsier (2008), pada CKD tahap 5, pasien dianjurkan untuk menerima terapi dialisis. Dialisis dilakukan dimana ginjal tidak mampu lahi mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme, mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memproduksi hormon-hormon. Dialisis dilakukan apabila hasil Glomerular Filtration Rate (GFR) < 15ml/menit. Dialisis yang paling banyak dilakukan adalah hemodialisis.

Apa itu Hemodialisis?

Hemodialisa didefiniskan sebagai pergerakan larutan dan air dari darah pasien melewati membran semipermiabel (dializer) ke dalam dialisat (Nuari dan Dhina, 2017). Pada proses hemodialisis, aliran darah ke ginjal dialihkan melalui membran semipermiabel dari mesin cuci ginjal sehingga produk-produk sisa metabolisme dapat dikeluarkan dari tubuh. Menurut Sitasari, dkk (2017), hemodialisis menggantikan fungsi ekskresi dari ginjal. Fungsi metabolik dan hormonal dapat digantikan dengan terapi farmakologik dan terapi gizi.

Pada saat hemodialisis, terjadi kehilangan darah, vitamin larut air. Kehilangan 4-9 gram asam amino, dan 2-3 gram peptida terbuang setiap satu sesi hemodialisis yaitu sekitar 4-5 jam. Hemodialisis dapat menyebabkan terjadinya suatu peradangan, menyebabkan pemecahan protein tubuh, sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan berat badan dan status gizi.

Pengaturan Makan / Diet pada Pasien Hemodialisis

Pada pasien dengan hemodialisis, diharpakan mengkonsumsi makanan yang cukup energi dan mengkonsumsi makanan tinggi protein untuk menggantikan kehilangan asam amino dan zat gizi lain yang hilang selama proses hemodialisis. Anjuran diet didasarkan pada frekuensi dialisis, sisa fungsi ginjal, dan ukuran tubuh.

Tujuan diet yang diberikan untuk pasien dengan hemodialisis menurut Cornelia (2013), yaitu:

  1. Mengurangi penumpukan sampah uremi
  2. Mengurangi penumpukan cairan dan elektrolit di luar waktu dialisis
  3. Memperbaiki status gizi
  4. Mencegah defisiensi protein, asam amino, dan vitamin

Secara umum, pedoman diet untuk pasien CKD dengan hemodialisis adalah sebagai berikut (Cornelia, 2013):

  1. Energi diberikan cukup yaitu 35 kkal/kg BBI/hari untuk usia < 60 th, dan 30 kkal/kg BBI/hari untuk usia ≥ 60 th.
  2. Protein diberikan tinggi, untuk mengganti protein yang telah hilang selama proses hemodialisis dan mempertahankan keseimbangan nitrogen yaitu sebesar 1,0-1,2 gr/kg BB ideal/ hari. Sebaiknya konsumsi protein terdiri dari 50% protein hewani dan 50% protein nabati.
  3. Lemak diberikan 15 -30% dari kebutuhan energi total. 10% lemak jenuh dan kolestrol < 300 mg.
  4. Karbohidrat cukup, yaitu sebesar 55-75 % dari energi total.
  5. Kalium,pada pasien CKD dengan dialisis berisiko mengalami hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah). Kebutuhan kalium yang dianjurkan adalah 2000-3000 mg/hari. Untuk itu diharapkan pasien CKD dengan dialisis menghindari makanan yang mengandung tinggi kalium.
  6. Natrium (garam) diberikan sesuai dengan jumlah urin 24 jam, yaitu 1 gram ditambah penyesuaian menurut jumlah urin sehari, yaitu 1 gram untuk tiap ½ liter urin.
  7. Kalsium tinggi yaitu, 1000 mg/hari.
  8. Fosfor dibatasi yaitu, < 17 mg/kg BB ideal/hari.
  9. Cairan dibatasi yaitu, sebanyak jumlah urin sehari ditambah ± Kelebihan cairan akan menyebabkan bengkak, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru.

Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk pasien CKD dengan dialisis:

Makanan yang dianjurkan:

  1. Makanan sumber energi, seperti: nasi, roti, mie, makaroni, spageti, lontong, bihun, madu, permen. Makanan sumber energi berguna menjaga atau memperbaiki status gizi pasien.
  2. Makanan sumber protein, seperti: telur, ayam, daging, ikan, kacang-kacangan termasuk tahu dan tempe dalam jumlah yang terbatas disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan gizi. Pada pasien dengan hemodialisis, protein berfungsi untuk mejaga kekuatan otot dan daya tahan tubuh pasien.

Makanan yang harus diperhatikan:

  1. Makanan Sumber Natrium

Kelebihan konsumsi garam akan meyebbakan pasien mudah merasa haus sehingga banyak minumdan dapat mengakibatkan pembengkakan, sesak nafas, tekanan darah meningkat, dan penyakit jantung.

Bahan makanan tinggi natrium yaitu makanan instan, keju, margarin, dan mentega. Bumbu yang mengandung tinggi natrium juga harus diperhatikan, seperti garam, terasi, kecap, MSG, saos.

  1. Makanan Tinggi Kalium

Asupan kalium dalam jumlah cukup dibutuhkan untuk menjaga agar jantung berdetak dengan kecepatan normal.  Namun apabila konsumsi kalium terlalu berlebihan dapat berbahaya untuk jantung.

  • Bahan makanan yang diperbolehkan (kadar kalium < 100mg): misoa, beras, roti putih, semangka, manggis, rambutan, blewah, sari apel, keju, es krim, kopi, margarin, jam.
  • Bahan makanan yang diperbolehkan (kadar kalium 100-200mg) : bihun, beras merah, terigu, makaroni, biskuit, roti bakar, telur ayam, tahu, ketimun, anggur, apel hijau, jambu biji, jeruk, sawo, blimbing, melon, yoghurt.
  • Bahan makanan diperbolehkan maksimal 100gr/hari 9kadar kalium 200-300mg : ubi putih, jagung, beras ketan, ikan, buncis, kol, wortel, tomat, selada, apel merah, alpukat, duku, pepaya , salak, sirsak, klengkeng, madu.
  • Bahan makanan dibatasi maksimal 50gr/hari (kadar kalium 300-400 mg) : kentang, havermout, singkong, ubi kuning, tepung tapioka, kapri, ikan mas, udang, ayam, kembang kol, bit, seledri, nangka, santan.
  • Bahan makanan yang TIDAK dianjurkan (kadar kalium (> 400 mg) : sarden, tongkol, kacang-kacangan kering (kacang hiaju, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, dll), pisang, durian, bayam, daun pepaya, coklat, teh, kelapa, saos tomat.
  1. Makanan Tinggi Fosfor

Pada pasien dengan hemodialisis biasanya akan mengalami hiperfosfatemia (tingginya kadar fosfor dalam darah), maka dari itu makanan yang mengandung tinggi fosfor sebaiknya dihindari seperti: produk susu, kacang-kacangan, cereal berbahan gandum, dan minuman kemasan.

  1. Makanan Sumber Kalsium

Pada pasien dengan hemodialisis, kebutuhan kalsium yang disarankan harus tinggi karena apabila kalsium dan vit D rendah di dalam darah maka akan dilepas dari tulang yang mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi susu rendah fosfor setiap hari.

  1. Makanan yang Mengandung Serat

Pasien dengan hemodialisis dianjurkan untuk mengkonsumsi serat dalam jumlah yang cukup agar feses menjadi lembek dan tidak susah buang air besar. Makanan yang dianjurkan yaitu,  sayur, buah, kacang-kacangan, sereal, dan hasil olahannya yang mengandung rendah fosfor.

Bagaimana mengatur cairan bagi pasien hemodialis?

  1. Hindari makan dengan rasa pedas dan asin, batasi penggunaan garam
  2. Makanlah es batu agar dapat memberikan sensasi sejuk di mulut
  3. Menjaga kebersihan gigi dan mulut
  4. Gunakan gelas kecil pada saat minum
  5. Makannlah permen rasa asam untuk merangsang pengeluaran air liur
  6. Cara memasak makanan sebaiknya ditumis, dikukus, dipanggang, dan digoreng
  7. Contoh sayur dan buah yang kandungan airnya dapat diabaikan: kol, brokoli, cherry, blueberry, terong, selada, seledri

Bagaimana cara mengurangi kalium dari bahan makanan?

  1. Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan lain yang telah dikupas dan dipotong-potong
  2. Rendam bahan makanan dalam air hangat yang banyak selama 2 jam. Dengan perbandingan air sekitar 1:10
  3. Setelah 2 jam, kemudian air dibuang dan bahan makanan dicuci dalam air mengalir selama beberapa menit
  4. Setelah itu, bahan makanan, sayur, dan buah siap dimasak. Sebaiknya air yang digunakan untuk memasak 5x lebih banyak dari bahan makanan

DAFTAR PUSTAKA:

Almatsier, Sunita. 2008. Penuntun Diet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Cornelia, dkk. 2013. Konseling Gizi. Jakarta : Penebar swadaya Grup

www.gizi.depkes.go.id

Kresnawan, dkk. 2017. Diet untuk Pasien Dialisis. Jakarta : Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI)

Nuari, Nian Afrian dan Dhina Widayati. 2017. Gangguan Pada Sistem Perkemihan dan Penatalaksanaan keperawatan. Yogyakarta : Deepublish

Ramayulis, Rita. 20016. DIET Untuk Penyakit Komplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya Grup

Artikel ini ditulis oleh:
Yashinta Arum Perwita, S. Gz
(Ahli Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gizi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Rating untuk artikel/halaman ini : 4.94/5 (36)

Mohon dapat memberikan rating