Gagal Jantung Kongestif 5/5 (1)

Gagal jantung kongestif adalah suatu keadaan berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak dapat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

Penyebab

  • Gagal jantung seringkali berkembang akibat adanya kondisi tertentu yang merusak atau melemahkan jantung, seperti:
  • Penyakit penyempitan pembuluh darah jantung (koroner)
  • Tekanan darah tinggi
  • Kerusakan katup jantung
  • Kerusakan otot jantung
  • Radang otot jantung
  • Irama jantung yang tidak normal
  • Kelainan jantung bawaan
  • Penyakit kronis lainnya seperti diabetes, anemia berat, kekurangan dan kelebihan dari hormon tiroid

Gejala dan Tanda

  • Sesak
  • Mudah lelah
  • Berkeringat banyak walaupun tidak beraktivitas berat
  • Terbangun di malam hari karena sesak
  • Nyeri dada
  • Bengkak daerah kaki
  • Ketidaknyamanan di perut kanan atas

Klasifikasi

Derajat 1: Tidak ada keterbatasan dari aktivitas fisik, aktivitas biasa tidak menimbulkan gejala
Derajat 2: Ada sedikit keterbatasan dari aktivitas fisik, lebih nyaman saat istirahat, aktivitas fisik sehari-hari dan menaiki tangga agak banyak menyebabkan lelah, berdebar-debar dan sesak
Derajat 3: Adanya keterbatasan dari aktivitas fisik secara signfikan, lebih nyaman saat beristirahat, aktivitas fisik yang ringan dapat menyebabkan lelah, berdebar dan sesak
Derajat 4: Tidak bisa melakukan aktivitas fisik dengan nyaman, timbul gejala gangguan jantung pada saat istirahat, bila beraktivitas keluhan akan semakin berat

Penatalaksanaan

1. Prinsip umum diet:
– Memberikan makanan yang rendah garam
– Mencapai dan mempertahankan berat badan normal
– Mencegah peningkatan kadar garam dalam darah dan asupan cairan

2. Latihan fisik
– Memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
– Menganjurkan melakukan aktivitas sesuai kemampuan
– Menurunkan berat badan
– Mengkonsumsi obat-obatan secara teratur dari dokter

Pencegahan

Perubahan gaya hidup dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan gagal jantung meliputi:
– Hindari mengkonsumsi alkohol dan merokok
– Mengontrol tekanan darah, kadar lemak dan gula darah
– Rutin olahraga
– Pola makan sehat
– Hindari stres
– Menjaga berat badan

Lokasi Pelayanan :
Klinik Jantung
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Bahayakah Hernia Pada Bayi dan Anak? 5/5 (1)

Sebagai orang tua, tentu bapak dan ibu sekalian sangat memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan buah hati kita. Dalam prosesnya orang tua pasti mengamati tanda-tanda atau perubahan yang muncul pada tubuh bayi kita, baik itu adanya perubahan secara normal maupun keadaan yang abnormal. Beberapa kondisi yang dapat membuat orang tua khawatir adalah tiba-tiba munculnya benjolan pada daerah perut buah hati kita, dan pasti membuat bapak dan ibu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai apa penyebabnya dan penanganannya.

Kondisi yang paling sering terjadi pada bayi dan anak dengan adanya benjolan di sekitar perut dan alat kelamin adalah Hernia. Hernia pada bayi dan anak muncul dengan ditandai oleh benjolan atau tonjolan yang terjadi di daerah perut (khususnya pusar) dan daerah sekitar alat kelamin, namun bisa saja kejadian hernia ini muncul di lain tempat sekitar perut, tergantung jenis dan dimana lokasi spesifik terjadinya benjolan tersebut.

Hernia tersebut terjadi karena adanya organ atau jaringan tubuh (dalam hal ini organ usus) keluar atau mendesak lapisan jaringan lunak dan otot yang lemah, yang seharusnya jaringan lunak dan otot tersebut mampu menahan organ atau jaringan tersebut dalam posisinya.

Jenis Hernia yang sering terjadi pada bayi dan anak adalah hernia umbilikalis (yang terjadi pada daerah pusar) dan hernia inguinalis (yang terjadi pada daerah sekitar alat kelamin).

Pada kondisi hernia inguinalis yang ringan, massa organ atau jaringan tubuh tersebut bisa keluar masuk , jika massa organ atau jaringan tubuh keluar maka terjadi benjolan (biasanya akan terjadi saat anak menangis, mengedan dan beraktifitas. Sedangkan dalam saat anak tenang benjolan akan berkurang atau menghilang. Sedangkan pada kondisi yang berat atau lanjut, benjolan akan menetap (ireponibilis), dapat menyebabkan sumbatan pada organ atau jaringan (organ usus) terjepit (inkarserata), atau bahkan sampai kepada kondisi tersumbatnya aliran darah ke bagian organ atau jaringan yang menyebabkan kematian jaringan organ (strangulata).

Pada kondisi yang berat ini anak akan menangis, rewel karena nyeri perut, muntah, tidak bisa buang air besar atau buang air besar bercampur darah, tidak bisa kentut, demam, tidak mau makan, perut akan kembung atau menjadi besar. Jika terjadi kondisi ini bayi atau anak harus segera diperiksa dan ditangani karena usus yang terjepit akan kekurangan aliran darah yang akan membuat jaringan usus menjadi mati (nekrosis), infeksi pada seluruh rongga perut dan usus mengalami kebocoran (perforasi).

Dalam penegakan diagnosis hernia pada bayi atau anak ini dapat dilakukan dengan anamnesis (keluhan yang diberitahukan kepada dokter), pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter dan pemeriksaan penunjang radiologi untuk mendapatkan gambaran pencitraan usus atau organ yang mengalami gangguan seperti ultrasonografi (USG) dan lainnya.

Penatalaksanaan Hernia Pada Bayi dan Anak

Jika bapak ibu sekalian menemukan tanda yang telah disebutkan diatas, segara bapak ibu dapat memeriksakan buah hatinya ke rumah sakit, dengan bertemu dokter spesialis bedah anak. Tindakan yang akan dilakukan adalah dengan metode operasi.

Metode operasi yang dilakukan adalah operasi herniotomi, yang bertujuan untuk mengembalikan organ atau jaringan ke tempat semula dan mencegah resiko sumbatan pada organ atau jaringan (organ usus) terjepit (inkarserata) atau bahkan strangulasi yang pada akhirnya menyebabkan rusaknya organ atau jaringan usus tersebut.

Pada umumnya dengan kondisi tanpa penyulit dan atau komorbid, tingkat keberhasilan tindakan operasi ini tinggi dengan tingkat residif (berulang) yang rendah.

Lokasi Pelayanan :
Klinik Tumbuh Kembang
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Artikel oleh:

dr. I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra
(Dokter Umum Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Transcranial Doppler (TCD) Mengintip Aliran Darah di Dalam Otak dan Cegah Stroke 5/5 (4)

Sistem pembuluh darah di dalam otak kita sangatlah penting, sistem ini mendukung distribusi nutrisi dan oksigen ke sel-sel otak sehingga metabolismenya dapat tetap berlangsung. Otak kita bertanggung jawab memberikan perintah kepada organ-organ penting dalam tubuh, hal ini dapat berlangsung apabila metabolisme otak berlangsung dengan baik.

Pembuluh darah pada manusia dibagi menjadi dua yaitu, pembuluh darah arteri yang membawa oksigen dan nutrisi dan pembuluh darah bali (vena) yang membawa karbondioksida. Pembuluh darah arteri memiliki dinding yang kenyal karena dindingnya dibangun dari otot sehingga pembuluh darah ini dapat berkontraksi. Sedangkan pembuluh darah vena tidak mampu berkontraksi, untuk dapat mengembalikan darah menuju jantung pembuluh darah ini menggunakan sistem katub.

Arteri akan membawa darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke sel, maka apabila arteri ini tersumbat maka sel akan kekurangan oksigen, bila keadaan ini terjadi di pembuluh darah otak maka disebut dengan Stroke, bila sumbatan arteri terjadi di jantung akan disebut dengan Penyakit Jantung Koroner dan bila terjadi di kaki maka disebut dengan Penyakit Arteri Perifer Oklusi (PAPO) atau Peripheral Arterial Disease (PAD).

Saat ini aliran darah di pembuluh darah darah arteri dapat dilihat dari luar, sehingga dapat dilihat apakah terjadi perubahan pada aliran darah yang mengarah pada suatu sumbatan pada pembuluh darah atau keadaan lainnya. Transcranial Doppler (TCD) dapat digunakan untuk melihat aliran darah di dalam pembuluh darah otak dengan  menggunakan teknologi ultrasound. Teknologi ultrasound dalam dunia kedokteran sudah sering digunakan yaitu pada alat USG. Pada pemeriksaan TCD, gelombang ultrasound yang dihasilkan akan membentur sel-sel darah yaitu eritrosit dan dipantulkan kembali ke alat TCD kemudian diolah sebagai data sehingga dapat ditentukan kecepatan aliran darah, index pulsasi dari arteri dan irama aliran darah di otak.

Pengertian Pemeriksaan TCD
Pemeriksaaan sederahana, murah, non invasif dan real time. Pemeriksaan ini tidak membutuhkan persiapan khusus sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan ini kapan saja, bila dibandingkan pemeriksaan CT Scan atau MRI tentunya pemeriksaan lebih murah. TCD bukan suatu pemeriksaan invasif hanya cukup menempelkan probe TCD di atas kulit di area kepala dan pasien tidak merasakan sakit, hanya suara berdenging saja yang terdengar oleh pasien yang merupakan suara ultrasound, karena non invasif maka pemeriksaan ini dapat diulang berkali-kali.

Transcranial Doppler akan memberikan gambaran aliran darah di otak secara real time artinya keadaan aliran darah di otak pada saat itu langsung dapat terlihat. Semua alat memiliki kelebihan dan kekurangan, TCD memiliki keterbatasan apabila pasien memiliki tulang kepala yang tebal sehingga gelombang ultrasound tidak dapat menembus masuk, TCD menentukan fungsional aliran darah sehingga alat ini tidak dapat melihat struktur jaringan otak, sehingga pada kondisi tertentu memerlukan kombinasi pemeriksaan dengan CT Scan atau MRI kepala bahkan pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA). 

Kapan Seseorang Harus Menjalani Pemeriksaan TCD?

TCD dilakukan pada pasien Stroke, Penyakit Sikle Cell, Malformasi Arteri-vena, Mati Batang Otak, Vasospasme pada kasus perdarahan Subaraknoid, Defek Septum Jantung dan masih banyak kasus lain.  TCD dapat dilakukam sebagai pemeriksaan preventif yaitu pada orang yang memiliki risiko vaskuler seperti diabetes, hipertensi, merokok, dislipidemia, obesitas maka TCD dapat dilakukan untuk skrining dan deteksi dini kondisi aliran darah di otak, apabila didapatkan kondisi aliran darah yang tidak baik maka faktor-faktor risiko vaskuler harus segera diperbaiki sehingga dapat mencegah terjadinya stroke.

Yuk baca artikel lainnya: https://pantirapih.or.id/rspr/?s=saraf

Lokasi Pelayanan :
Klinik Saraf
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 5/5 (4)

Mohon dapat memberikan rating

Perawatan Gigi pada Anak No ratings yet.

Gigi susu (gigi decidui) seperti halnya gigi permanen mempunyai beberapa fungsi yaitu fungsi pengunyahan (mastikasi), fungsi pengucapan (fonetik), fungsi kecantikan (estetik), fungsi mempertahankan ruang dalam lengkung gigi (space maintainer).

Mengingat pentingnya fungsi dari gigi susu bila terdapat penyakit/kelainan pada gigi susu harus segera dirawat karena kondisi gigi susu saat ini sangat menentukan keadaan gigi-gigi permanen penggantinya. Beberapa kelainan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak-anak adalah:
1. Gigi berlubang (karies gigi)
Proses terjadinya karies gigi dipengaruhi oleh 4 faktor penyebab utama yang terjadi dalam waktu bersamaan.
Faktor-faktor tersebut adalah :
a. Kuman. Secara normal kuman ada dan diperlukan di rongga mulut, tetapi apabila terdapat sisa makan yang melekat pada gigi, maka kuman akan menfermentasi sisa makanan tersebut menjadi asam.
b. Sisa makanan, terutama golongan karbohidrat seperti gula dan roti. Sisa makanan yang melekat pada gigi akan diubah oleh kuman menjadi asam yang dapat melarutkan email (lapisan terluar) gigi.
c. Gigi. Dengan bentuk anatomi yang berlekuk (pit dan fissure dalam) kadang sulit untuk dapat membersihkan seluruh permukaan gigi secara sempurna.
d. Waktu. Dari ke 3 faktor diatas diperlukan proses dalam waktu yang bersamaan.

● Jika kedalaman lubang gigi pada permukaan email/dentin maka biasanya hanya diperlukan satu/dua kali kunjungan untuk dapat ditambal secara permanen.
● Jika kedalaman lubang gigi sudah mengenai saraf gigi (pulpa) maka perlu dilakukan perawatan untuk mematikan saraf gigi (devitalisasi) dan dilanjutkan dengan perawatan saluran akar yang akan memerlukan beberapa kali kunjungan sebelum dapat ditambal secara permanen.

2. Pembengkakan gusi
Infeksi yang terjadi pada gigi dapat menjalar menjadi pembengkakan pada gusi bahkan dapat sampai ke pipi/dagu. Perawatan yang dapat dilakukan adalah menghilangkan pembengkakan tersebut dengan pemberian antibiotik dan anti radang, kemudian dilanjutkan dengan perawatan saluran akar pada gigi tersebut.

3. Kesundulan (persistensi gigi susu)
Yaitu kondisi dimana gigi susu belum tanggal, sementara gigi permanen penggantinya telah tumbuh. Hal ini mengakibatkan gigi permanen tumbuh pada posisi di luar lengkung gigi, sehingga susunan gigi geligi menjadi tidak teratur. Perawatan yang dapat dilakukan adalah melakukan pencabutan pada gigi susu tersebut.

4. Gigi susu tanggal sebelum waktunya (premature loss)
Gigi susu yang tanggal sebelum waktunya dikhawatirkan menyebabkan gigi disampingnya akan mundur/maju menempati ruang yang kosong sehingga gigi permanen pengganti akan kehilangan ruang atau juga dapat mengakibatkan gigi permanen pengganti kehilangan arah ketika akan tumbuh. Perawatan yang dapat dilakukan adalah pembuatan space maintainer.

Mengingat pentingnya peran gigi susu dan akibat yang mungkin ditimbulkan dari kelainan gigi susu yang tidak dirawat maka orang tua dapat mengkonsultasikan keadaan gigi anaknya ke dokter gigi sedini mungkin. Kontrol ke dokter gigi diharapkan dilakukan setiap 6 bulan. Dokter gigi akan melakukan pencegahan terjadinya karies gigi dengan Dental Health Education, fissure sealant (melapisi lekukan gigi yang dalam dengan bahan tambal), pemberian fluor pada gigi anak-anak dan pencegahan terjadinya kesundulan gigi dengan melakukan pencabutan pada gigi susu yang sudah goyah atau dengan usia dan foto rontgen dokter gigi dapat memperkirakan waktu tanggalnya gigi susu.

Pendaftaran via PantiRapihKu: https://pantirapih.or.id/rspr/jadwalkan-kunjungan-anda-dengan-aplikasi-pantirapihku/

Artikel ini ditulis oleh:
drg. Julie Christine Limantara, Sp.KGA.
(Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak  Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gigi
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Laksanakan Ziarah Makam dan Tabur Bunga 5/5 (1)

Yogyakarta, 03 September 2022 – Dalam rangka menuju peringatan HUT RS Panti Rapih ke-93, keluarga besar RS Panti Rapih mengadakan ziarah dan tabur bunga di beberapa makam para pendahulu, para perintis pelayan kesehatan, para dokter/karyawan yang mengabdikan diri untuk melayani sesama.

Ziarah makam dan tabur bunga dilaksanakan pada Sabtu, 3 September 2022 secara sederhana dan khidmat, berlangsung di Makam Wates, PUKY, Makam Tobias Ganjuran, Makam Sempu, Makam Sawitsari dan Makam Madurejo.

Selain mendoakan arwah jiwa orang beriman, para pendahulu pelayanan kesehatan RS Panti Rapih, melalui kegiatan ziarah makam dan tabur bunga tersebut, para pelayan kesehatan yang masih bertugas saat ini diharapkan dapat meneladan semangat serta profesionalitas dari para pendahulu sehingga semakin mampu menghadapi tantangan tugas ke depan. Mengingat jasa para pendahulu menjadikan renungan bagi pelayanan kesehatan saat ini untuk meneruskan jasa dan perjuangan mereka.

Ziarah makam dan tabur bunga akan dilaksanakan juga pada Sabtu, 10 September 2022 di makam Suster-suster CB yang terletak di Komplek Postulat-Novisiat CB Jalan Affandy, Santren, Yogyakarta.

Maria Vita Puji
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Kenapa Gigi yang Sakit Tidak Bisa Langsung di Cabut atau di Tambal? 4.95/5 (44)

Rasa sakit pada gigi yang berlubang merupakan hal yang paling sering dikeluhkan pasien saat datang ke dokter gigi untuk memeriksakan giginya. Kerapkali pasien sangat ingin menghilangkan rasa sakit tersebut dengan cara mencabut atau menambal gigi yang berlubang tersebut. Tetapi, dokter gigi seringkali tidak bisa langsung mencabut atau menambal gigi tersebut dan hal tersebut sering membuat pasien bingung. Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa dokter gigi tidak bisa langsung mencabut atau menambal gigi yang sedang sakit tersebut.

  1. Syaraf Gigi yang Terbuka

Pada gigi berlubang dan terasa sangat sakit biasanya disebabkan oleh kondisi syaraf gigi yang terbuka. Kondisi tersebut akan membuat syaraf gigi menjadi over reaktif, juga menyebabkan syaraf membuka lebih banyak reseptor rasa sakit, sehingga rasa sakit menjadi lebih kuat dan akan membutuhkan pembiusan yang lebih banyak daripada biasanya saat akan dicabut. Selain itu, kondisi syaraf yang terbuka tersebut justru akan terasa semakin sakit bila langsung dilakukan penambalan, karena bahan tambal yang mengandung berbagai bahan kimia akan langsung bersentuhan pada syaraf yang terbuka. Itu sebabnya seringkali dokter gigi akan memberikan obat terlebih dahulu atau mematikan syaraf gigi tersebut agar rasa sakit berkurang, sehingga akan memudahkan saat perawatan berikutnya untuk mempertahankan gigi atau saat akan dilakukan pencabutan.

  1. Kondisi Gigi yang Sedang Infeksi

Gigi yang sakit bisa disebabkan oleh kondisi infeksi yang sedang terjadi pada gigi tersebut. Kondisi infeksi juga bisa merubah tingkat keasaman (pH) rongga mulut menjadi lebih asam. Pada saat akan dilakukan pencabutan maka diperlukan pembiusan, sedangkan bius tersebut tidak dapat bekerja dengan baik pada kondisi pH yang asam. Bila tetap dipaksa dicabut, bisa-bisa pencabutan akan terasa sakit karena bius yang tidak bekerja dengan baik. Selain itu, pada gigi yang sedang infeksi, banyak mengandung produk-produk yang dihasilkan oleh bakteri penyebab infeksi. Bila dalam kondisi tersebut dilakukan penambalan, produk-produk bakteri tersebut akan terjebak di dalam gigi dan akan mencari jalan keluar, sehingga akan membentuk pembengkakan pada sekitar gigi. Itu sebabnya dokter gigi biasanya menunda pencabutan atau penambalan dan mengobati infeksi tersebut terlebih dahulu, agar lebih mudah saat akan dilakukan perawatan untuk mempertahankan gigi atau pencabutan gigi.

Beberapa faktor di atas merupakan alasan kenapa gigi yang sakit tidak bisa langsung dilakukan penambalan atau pencabutan. Adapun kondisi gigi yang sakit tetap harus diperiksakan ke dokter gigi untuk bisa diketahui penyebab sakitnya dan bisa dirawat sesuai dengan penyebab sakit tersebut, sehingga rasa sakit akan segera hilang. Tetap lakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, agar dapat mengetahui dan merawat kondisi kesehatan gigi dan mulut sebelum terlambat dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

 

Artikel ini ditulis oleh:
drg. Rizka Dindarini, Sp.Perio.
(Dokter Spesialis Gigi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gigi
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Rating untuk artikel/halaman ini : 4.95/5 (44)

Mohon dapat memberikan rating

September Ceria. Ceriakan kulit wajah dan senyum Anda bersama Klinik Estetika Lucia No ratings yet.

(Promo Sudah Selesai)

September Ceria. Demi mendapatkan kulit wajah yang lebih segar dan sehat. Dapatkan potongan harga 5% setiap pembelian Paket Produk Perawatan di Klinik Estetika Lucia.

Produk Perawatan Klinik Estetika Lucia:
– Paket Produk Rejuvenation
– Paket Produk Anti Acne
– Paket Produk Complementary

Periode Potongan Harga Produk 5% berlaku 1 – 30 September 2022.
Kunjungi Klinik Estetika Lucia di lantai 5 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus.

Link terkait: https://pantirapih.or.id/klinikestetika/

https://pantirapih.or.id/rspr/category/promo/

Informasi Pelayanan :
Klinik Estetika Lucia
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1409

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Cacar Monyet No ratings yet.

Monkeypox (cacar monyet) disebabkan oleh virus monkeypox, anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae adalah penyakit zoonosis virus yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat.

Cacar monyet biasanya memiliki gejala klinis demam, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis. Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu. Kasus yang parah dapat terjadi dengan rasio kasus kematian meningkat sekitar 3-6%. Apa yang mencemaskan?

Manifestasi klinis cacar monyet mirip dengan cacar, infeksi orthopoxvirus  yang telah dinyatakan dapat diberantas di seluruh dunia pada tahun 1980. Cacar monyet kurang menular daripada cacar dan menyebabkan penyakit yang kurang parah. Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terhadap virus cacar monyet, yaitu tupai tali, tupai pohon, tikus, dormice, primata non-manusia dan spesies lainnya. Cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di wilayah di mana cacar telah dieliminasi pada tahun 1968. Sejak itu, kasus cacar monyet telah dilaporkan pada manusia di 11 negara Afrika, yaitu Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone, dan Sudan Selatan.

Pada tahun 2003, wabah cacar monyet pertama di luar Afrika terjadi di Amerika Serikat dan dikaitkan dengan kontak dengan anjing padang rumput peliharaan yang terinfeksi. Hewan peliharaan ini telah ditempatkan dengan tikus berkantung Gambia dan dormice yang telah diimpor ke negara itu dari Ghana. Wabah ini menyebabkan lebih dari 70 kasus cacar monyet di AS. Cacar monyet juga telah dilaporkan pada pelancong dari Nigeria ke Israel pada September 2018, ke Inggris pada September 2018, Desember 2019, Mei 2021 dan Mei 2022, ke Singapura pada Mei 2019, dan ke Amerika Serikat pada bulan Juli dan November 2021. Pada Mei 2022, beberapa kasus cacar monyet diidentifikasi di beberapa negara non-endemik.

Penularan dari hewan ke manusia (zoonotik) dapat terjadi dari kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa dari hewan yang terinfeksi. Makan daging yang tidak dimasak dengan baik dan produk hewani lainnya dari hewan yang terinfeksi merupakan faktor risiko yang mungkin. Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi akibat kontak dekat dengan sekret pernapasan, lesi kulit orang yang terinfeksi, atau benda yang baru saja terkontaminasi. Penularan melalui partikel pernapasan biasanya memerlukan kontak tatap muka yang berkepanjangan, yang menempatkan petugas kesehatan, anggota rumah tangga dan kontak dekat lainnya dari kasus aktif pada risiko yang lebih besar. Penularan juga dapat terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin (yang dapat menyebabkan cacar monyet bawaan) atau selama kontak dekat selama dan setelah kelahiran.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya dari 6 hingga 13 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari. Infeksi dapat dibagi menjadi dua periode, yaitu periode pertama disebut periode invasi berlangsung antara 0-5 hari yang ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, mialgia (nyeri otot) dan asthenia yang hebat (kekurangan energi). Limfadenopati adalah ciri khas cacar monyet dibandingkan dengan penyakit lain yang awalnya mungkin tampak serupa (cacar air, campak, cacar). Periode kedua disebut periode erupsi kulit biasanya dimulai dalam 1-3 hari setelah munculnya demam. Ruam cenderung lebih terkonsentrasi di wajah dan ekstremitas daripada di badan. Ini mempengaruhi wajah (dalam 95% kasus), dan telapak tangan dan telapak kaki (dalam 75% kasus). Juga terkena adalah selaput lendir mulut (dalam 70% kasus), alat kelamin (30%), dan konjungtiva (20%), serta kornea. Ruam berkembang secara berurutan dari makula (lesi dengan dasar rata) menjadi papula (lesi keras yang sedikit terangkat), vesikel (lesi berisi cairan bening), pustula (lesi berisi cairan kekuningan), dan krusta yang mengering dan rontok. Jumlah lesi bervariasi dari beberapa hingga beberapa ribu. Dalam kasus yang parah, lesi dapat menyatu sampai sebagian besar kulit terkelupas.

Pengelolaan medis untuk monkeypox harus dioptimalkan sepenuhnya untuk meringankan gejala, mengelola komplikasi, dan mencegah gejala sisa jangka panjang. Diperlukan pemberian cairan dan makanan bergizi untuk mempertahankan status gizi yang memadai. Infeksi bakteri sekunder harus diobati sesuai indikasi. Obat antivirus yang dikenal sebagai tecovirimat yang dikembangkan untuk cacar atau smallpox, dilisensikan oleh European Medical Association (EMA) untuk cacar monyet pada tahun 2022, tetapi sampai sekarang obat ini belum tersedia secara luas. Pada Juli tahun 2018, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah memberikan persetujuan kepada SIGA Technology untuk TPOXX (Tecovirimat), obat anti cacar pertama yang disetujui FDA. TPOXX (Tecovirimat) adalah obat penghambat protein pembungkus amplop ortopoxvirus VP37 dengan memblok interaksinya dengan seluler Rab9 GTPase dan TIP47, sehingga mencegah pembentukan bentuk ortopoxvirus kompoten yang diperlukan dalam penyebaran virus di dalam tubuh.

Pengobatan Tecovirimat diindikasikan pada orang dewasa dan pasien anak-anak dengan berat setidaknya 13 kg. Obat ini poten, spesifik, aman, mudah dibuat, stabil, tersedia secara oral, memiliki rejimen dosis langsung yang tidak memerlukan pengawasan medis dan tidak mengganggu vaksin. Sediaan dibuat oral dalam kapsul gelatin padat yang berisi zat aktif kristal tecovirimat monohidrat dan bahan tambahan lainnya.

Vaksinasi cacar dalam beberapa penelitian observasional sekitar 85% efektif dalam mencegah cacar monyet dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan. Bukti vaksinasi sebelumnya terhadap cacar biasanya dapat ditemukan sebagai bekas luka di lengan atas. Saat ini, vaksin cacar (generasi pertama) yang asli tidak lagi tersedia untuk masyarakat umum. Vaksin yang masih lebih baru berdasarkan virus vaccinia yang dilemahkan dan dimodifikasi (strain Ankara) telah disetujui untuk pencegahan monkeypox pada tahun 2019. Ini adalah vaksin dua dosis yang ketersediaannya masih terbatas. Meningkatkan kesadaran akan faktor risiko dan mendidik masyarakat tentang langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk mengurangi paparan virus adalah strategi pencegahan utama cacar monyet.

Jumat, 20 Mei 2022 terjadi wabah cacar monyet yang dilaporkan di 11 negara yang tidak biasa, karena terjadi di negara-negara non-endemik di Eropa, Amerika dan Australia. Ada sekitar 80 kasus yang dikonfirmasi dan 50 kasus sedang dalam penyelidikan. Lebih banyak kasus kemungkinan akan dilaporkan saat pengawasan meluas.

Sumber: https://dokterwikan.com/

Artikel ini ditulis oleh:
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

IGD RS PANTI RAPIH
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta
Telepon : 0274 – 552118

Mohon dapat memberikan rating

Cara Menyikat Gigi yang Baik & Benar 5/5 (3)

Kesehatan mulut dan gigi harus selalu kita jaga untuk menghindari terjadinya beberapa penyakit mulut dan gigi. Gigi yang jarang dibersihkan juga dapat memicu timbulnya bau mulut, sariawan, gusi bengkak dan bahkan yang lebih parah bisa memicu terjadinya penyakit pada gigi dan rongga mulut. Oleh karena itu, membersihkan gigi dan mulut sudah menjadi sebuah keharusan.

Salah satu cara untuk menjaga kebersihan mulut yaitu, dengan menggososk gigi secara teratur. Namun tahukah anda, meskipun kebiasaan ini hampir dilakukan setiap orang diseluruh dunia namun hanya sekitar 20% saja yang mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar, akibatnya meskipun anda rajin menggosok gigi namun tetap saja timbul masalah seperti bau mulut.

Berikut Cara Menyikat Gigi yang Benar

  1. Pegang sikat gigi senyaman mungkin, oleskan pasta gigi. Sikat atau sapukan sikat gigi depan secara naik turun dan pelan-pelan. Menyikat gigi dengan cara yang kasar atau terlalu keras bisa menipiskan lapisan gusi dan gigi menjadi sensitif. Pelan-pelan saja dan pastikan semua kotoran bagian-bagian mulut telah dibersihkan dengan baik
  2. Setelah bagian depan selesai, pindah ke bagian gigi kanan kemudian gigi kiri, cara menyikatnya sama seperti di bagian depan yaitu, dengan cara naik turun dari atas ke bawah
  3. Setelah bagian depan, kanan dan kiri sudah selesai dibersihkan sekarang menuju ke bagian gigi geraham. Sapukan secara pelan-pelan dan pastikan semua kotoran tersapu bersih oleh bulu sikat dan tidak ada kotoran yang tertinggal
  4. Setelah gigi geraham selesai dibersihkan, kita menuju gigi bagian dalam atas dan bawah. Sikat secara pelan dan merata
  5. Selain membersihkan gigi, jangan lupa juga bersihkan lidah dan langit-langit lidah serta bagian pipi samping kanan dan kiri. Lakukan dengan pelan saja. Memberihkan gigi dan lidah ini juga bisa mengurangi bau mulut hingga 80%
  6. Dalam menyikat gigi sebaiknya gunakan sikat yang berbulu lembut, tangkai lurus, kepala sikat kecil agar dapat menjangkau seluruh permukaan gigi dan jangan dengan tekanan yang keras karena dapat mengikis email dan gusi, terutama untuk gigi yang sensitif.
  7. Ritme menggosok gigi yang baik adalah dari 8-10 gosokan dan jeda waktunya 2-3 menit
  8. Untuk hasil yang maksimal juga bisa menggunakan obat kumur bilamana perlu untuk membersihkan secara menyeluruh bakteri yang menempel di gigi dan gusi
  9. Simpan sikat gigi di tempat yang bersih untuk menghindari sikat yang terinfeksi bakteri luar. Jangan lupa ganti juga sikat gigi setiap 3 bulan sekali. Gunakan sikat gigi untuk satu orang saja dan jangan bergantian karena dapat menyebabkan perpindahan bakteri dari orang satu ke orang yang lainnya
  10. Untuk pasien yang sedang dalam perawatan merapikan gigi (orthodonsi) dapat menggunakan sikat gigi khusus
  11. Gunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sisa makanan yang terselip pada sela-sela gigi. Tidak dianjurkan menggunakan tusuk gigi karena dapat mengiritasi gusi

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gigi
Lantai 5 Gedung Onder De Bogen RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Paket Skrining Kesehatan Wanita No ratings yet.

Paket Skrining Kesehatan Remaja Putri (10 – 24 Tahun)

Pentingnya Cek Kesehatan Remaja Putri

Remaja putri merupakan masa transisi dari anak ke dewasa yang mengalami banyak perubahan fisik maupun psikologis, banyak rasa keingintahuan yang tidak bisa ditanyakan langsung kepada orang tuanya, mereka lebih banyak bertanya kepada teman atau mencari di dunia maya, yang jawabannya belum tentu benar.
Dengan memanfaatkan paket skrining ini maka akan lebih mengenal kondisi fisiknya sebagai wanita seutuhnya, selain juga bisa mendeteksi secara dini masalah atau kelainan yang perlu ditangani segera, serta upaya apa saja yang diperlukan untuk mencegah penyakit.

Paket Skrining Kesehatan Remaja Putri (10 – 24 Tahun)

  • Konsultasi dan pemeriksaaan fisik oleh dr. SpOG
  • USG oleh dr. SpOG
  • Pemeriksaan Laboratorium (Darah Rutin, Golongan Darah, GDS, Urine Rutin, HBsAg)

Harga: Rp 730.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Paket Skrining Kesehatan Pra Nikah (Untuk Wanita)

Pentingnya Cek Kesehatan Pra Nikah Untuk Wanita

Pernikahan adalah momen yang membahagiakan, maka segala hal dipersiapkan dengan baik sebelum pernikahan berlangsung. Satu hal yang perlu dipersiapkan oleh calon mempelai adalah pemeriksaan kesehatan pra nikah.
Wanita sebagai calon ibu dapat mengetahui status kesehatannya secara lebih detail dengan pemeriksaan kesehatan pra nikah. Dengan demikian, permasalahan kesehatan pada wanita maupun keturunannya dapat dicegah sehingga kedua mempelai semakin mantap, lebih terbuka dan lebih siap secara mental dalam melangsungkan pernikahan.

Paket Skrining Kesehatan Pra Nikah (Bagi Wanita)

Paket Silver

  • Konsultasi dan pemeriksaaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr. SpOG
  • Pemeriksaan Laboratorium (Darah Rutin, Golongan Darah, GDS, Urine Rutin, HBsAg)

Harga: Rp 730.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Paket Gold

  • Konsultasi dan pemeriksaaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr. SpOG
  • Pemeriksaan Laboratorium (Darah Rutin, Golongan Darah, GDS, Urine Rutin, HBsAg, IgM TORCH)

Harga: Rp 2.145.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023


Paket Skrining Promil (Program Hamil)

Manfaat Skrining Promil (Program Hamil) Bagi Pasangan Suami Istri

Kehadiran sang buah hati sebagai buah cinta kasih dari pasutri (pasangan suami istri) adalah harapan yang mulia dari pasutri itu sendiri maupun keluarga besarnya.
Dengan memanfaatkan paket skrining Promil (Program Hamil) maka pasutri bisa berkonsultasi dan mengetahui dengan lebih rinci tentang bagaimana caranya supaya cepat hamil, mengetahui kondisi fisik masing-masing atau permasalahan fertilitas (kesuburannya), serta bantuan dan tindakan apa yang diperlukan.

Paket Silver

  • Konsultasi & pemeriksaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr.SpOG
  • Pemeriksaan Laboratorium (Darah Rutin, Golongan Darah, GDS, Urine Rutin)

Harga: Rp 690.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Paket Gold

  • Konsultasi & pemeriksaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr.SpOG
  • Pemeriksaan Laboratorium (Darah Rutin, Golongan Darah, GDS, Urine Rutin, HBsAg, IgM TORCH, Analisa Sperma)

Harga: Rp 2.300.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Paket Platinum

  • Konsultasi & pemeriksaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr.SpOG
  • Pemeriksaan Laboratorium (Darah Rutin, Golongan Darah, GDS, Urine Rutin, HBsAg, IgM TORCH, Analisa Sperma)
  • Pemeriksaan Radiologi (HSG oleh dr. Spesialis Radiologi)

Harga: Rp 2.950.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Paket Skrining Deteksi Dini Tumor & Kanker Pada Wanita

Manfaat Skrining Deteksi Dini Tumor & Kanker pada Wanita

Tubuh yang sehat serta panjang umur adalah dambaan semua orang. Namun, pengaruh dari gaya hidup yang kurang sehat dan stressfull, pola makan yang kurang baik, bawaan genetik, serta bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko tumbuhnya tumor atau kanker.
Dengan paket skrining deteksi dini tumor & kanker, maka selain mengetahui cara mencegah terjadinya penyakit juga dapat berkonsultasi dengan dokter tentang kesehatan wanita.
Apabila tumor & kanker terdeteksi secara dini maka penanganan juga bisa dilakukan segera sehingga harapan kesembuhan lebih baik.

Paket Skrining Deteksi Dini Tumor & Kanker pada Wanita

Paket Bronze

  • Konsultasi & pemeriksaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr.SpOG
  • Pap smear double slide oleh dr.SpOG

Harga: Rp 570.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Paket Silver

  • Konsultasi & pemeriksaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr.SpOG
  • Pap smear LBC oleh dr.SpOG

Harga: Rp 940.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Paket Gold

  • Konsultasi & pemeriksaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr.SpOG
  • Pap smear LBC oleh dr.SpOG
  • USG Mammae Doppler oleh dr. Spesialis Radiologi

Harga: Rp 1.230.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Paket Platinum

  • Konsultasi & pemeriksaan fisik oleh dr.SpOG
  • USG oleh dr.SpOG
  • Pap smear LBC dan HPV DNA genotyping oleh dr.SpOG
  • USG Mammae Doppler oleh dr. Spesialis Radiologi

Harga: Rp 2.340.000,-*

*) –  Sudah termasuk biaya administrasi
– Tarif berlaku tahun 2023

Alur Pengambilan Paket

1. Pasien mendaftar periksa ke Klinik Obgin (melalui telepon pendaftaran/ online link registro/ aplikasi PantiRapihKu).
2. Pasien datang ke Nurse Station Klinik Obgin (Gedung Rawat Jalan Borromeus Lantai 3).
3. Bertemu dengan dokter SpOG di ruang periksa: dokter SpOG melakukan anamnese dan pemeriksaan, kemudian bersama pasien menetapkan paket yang sesuai, serta memberitahu kapan harus kembali untuk konsultasi ulang (pasien mendaftar sendiri dan biaya diluar harga paket).
4. Pasien membayar di kasir sesuai harga Paket Skrining yang dipilih (resep obat diluar harga paket).
5. Pasien menunjukkan bukti pembayaran ke Nurse Station Klinik Obgin dan mendapatkan kartu untuk dibawa ke pemeriksaan penunjang berikutnya.
6. Pasien menuju ke bagian pemeriksaan penunjang (Laboratorium / Radiologi) sambil menunjukkan kartu ke petugas.

Keterangan: harga dapat berubah sewaktu-waktu

Link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/medical-check-up/
https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-kandungan-anna/
https://pantirapih.or.id/rspr/jadwal-dokter/
https://pantirapih.or.id/rspr/jadwalkan-kunjungan-anda-dengan-aplikasi-pantirapihku/

Informasi Pelayanan :
Klinik Kebidanan & Kandungan (Obgin)
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Jl Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telp 0274 – 563333 ext 1205
WhatsApp Klinik Obgin : 0811-2848-446

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating