Peringatan HUT RI di RS Panti Rapih 5/5 (1)

RS Panti Rapih memperingati Hari Ulang Tahun ke 77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tema peringatan HUT ke 77 tahun ini adalah Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.

Acara dilaksanakan secara offline dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Rangkaian acaranya meliputi upacara bendera, pemotongan tumpeng, parade menyambut HUT RS Panti Rapih ke 93, dan pembagian doorprize. Acara berlangsung lancar dan sukses. Semoga kita bisa terus menghayati semangat kemerdekaan dan bangga menjadi bangsa Indonesia.

Tema peringatan HUT RS Panti Rapih ke 93 adalah Towards Synergistic and Global Hospital with Transformative and Compassionate Service.

Upacara Bendera

Prosesi Penyerahan Tumpeng dari Direktur Utama kepada Ketua HUT RI 77 RS Panti Rapih

Parade HUT RS Panti Rapih ke 93

Pembagian Doorprize

Mohon dapat memberikan rating

Kegembiraan dan Keceriaan Kelas Laktasi bersama Dokter Spesialis Anak dan Konselor ASI RS Panti Rapih 5/5 (1)

Puncak peringatan Pekan ASI Sedunia tahun 2022 di RS Panti Rapih diperingati dengan Kelas Laktasi. Acara ini diisi oleh Dokter Spesialis Anak, Konselor ASI RS Panti Rapih, sharing pengalaman dari Sahabat Panti Rapih terkait meng-ASI-hi anak-anaknya, serta peran dari ibu dan ayah dalam sukses memberikan ASI Eksklusif terhadap sang buah hati.

Acara dilaksanakan secara offline dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bagi yang tidak dapat menyaksikan langsung acara ini, dapat menonton tayangan ulangnya di Youtube RS Panti Rapih.

Bagi Sahabat Panti Rapih yang ingin konsultasi dapat mengunjungi Klinik Tumbuh Kembang lantai 3 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

RS Panti Rapih, Sahabat Untuk Hidup Sehat.

Foto bersama Direktur Utama dan Direktur Keperawatan Konselor ASI

Dokter Spesialis Anak

Sharing Session dengan Pasien

 

Informasi Pelayanan :
Klinik Laktasi RS Panti Rapih
Telepon : 0274 – 563333 ext 1204
Senin – Sabtu, pk 08.00 – 12.00 WIB
Hari Minggu & tanggal merah tutup

Mohon dapat memberikan rating

Kita dan HIV No ratings yet.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan epidemi HIV/AIDS tercepat di Asia. Kasus pertama di Indonesia dilaporkan tahun 1987, dan sejak itu sampai tahun 2009, 3.492 orang meninggal karena penyakit ini. Tahun 2006, epidemi HIV/AIDS di Indonesia paling banyak terdapat di kalangan pengguna narkoba suntik (penasun) sehingga penanganan utama saat itu adalah bagaimana mengurangi dampak buruk pada penasun.

Awal tahun 2007 dilaksanakan pengurangan dampak buruk penularan melalui jarum suntik. Pada tahun 2010 prevalensi penasun sudah mulai menurun secara bermakna, namun mulai muncul kasus HIV pada ibu rumah tangga sehingga mulai diintensifkan upaya pencegahan Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS). Sementara itu, tahun 2011, mulai terjadi peningkatan penularan dari Ibu positif HIV kepada bayi-bayi yang dilahirkan. Tahun 2012, ditegaskan agar penanggulangan HIV/AIDS tidak boleh dipisahkan dari prioritas nasional pencapaian Millenium Development Goals ke-6 (MDGs-6). Sejak itulah, mulai dikembangkan Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) di tingkat Puskesmas. Dimana pelayanan HIV/AIDS mulai dari upaya pencegahan, tes HIV sedini mungkin, sampai kepada pengobatan dapat dilaksanakan di tingkat Puskesmas. Data dari Ditjen PP & PL Kemenkes RI, sejak 1 April 1987 sampai dengan 30 September 2014 tercatat kasus HIV 150.296 dengan kasus AIDS 55.799. Dan jumlah ini terus meningkat. Strategic Use of ARV (SUFA) adalah terobosan terkini yang di perkenalkan pada pertengahan 2013. Dengan kebijakan baru ini, setiap orang yang rentan atau berisiko terinfeksi HIV ditawarkan untuk melakukan tes. Bila hasilnya positif akan langsung ditawarkan untuk pengobatan dengan ARV. Dalam implementasinya, SUFA menekankan pada TOP (Temukan, Obati dan Pertahankan).

Temukan artinya menawarkan tes HIV kepada semua orang yg memiliki perilaku berisiko, penawaran tes HIV rutin kepada ibu hamil, pasien TB, Hepatitis, Infeksi Menular Seksual (IMS), pasangan ODHA. Untuk populasi kunci yang status HIV nya masih negatif, dilakukan tes ulang minimal setiap 6 bulan. Obati yang Ditemukan, yaitu memberikan pengobatan bagi mereka yang sudah memenuhi kriteria yaitu: memulai pengobatan Antiretroviral (ARV) secara dini. Pertahankan yang diobati. Artinya, memastikan pasien patuh minum obat seumur hidup dengan memberikan pendampingan terutama pada awal pengobatan, serta memberikan dukungan yang tepat dari keluarga, komunitas, kelompok dukungan sebaya dan layanan kesehatan.

Upaya-upaya yang dilakukan kementrian kesehatan Indonesia untuk penanggulangan HIV sangat bermakna. Menteri Kesehatan RI yang pada saat itu dijabat oleh Ibu dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH mendapat apresiasi tingkat global pada kegiatan International Conference on AIDS 2014 di Australia. Peserta pertemuan terharu saat Ibu Menkes RI menyatakan sebuah kalimat, “Do we want to kill them or save them? Because the easiest thing is to kill them”.

Apakah HIV Itu?
HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus, merupakan virus yang dapat menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome atau AIDS. HIV menyerang sel pada sistem imun yang disebut sel CD4 atau sel T. Selanjutnya HIV merusak banyak sel CD4 sehingga kemampuan tubuh mengatasi infeksi menurun, namun sampai sekarang para ahli masih berjuang keras untuk mendapatkan obatnya dan masih memberikan harapan. Sementara itu dengan perawatan medis yang tepat, HIV dapat dikontrol. Antiretroviral therapy (ART) yang mulai digunakan sejak pertengahan 1990, secara dramatis dapat memperpanjang usia penderita HIV dan memperkecil risiko penularan. Sebelum era ART, orang yang terinfeksi HIV lebih cepat masuk ke stadium AIDS.

Tahapan HIV
HIV adalah penyakit yang progresif. Bila tidak ditangani penderita akan cepat masuk ke stadium AIDS. Terapi akan memperlama atau mencegah progresi dari satu tahapan ke
tahapan selanjutnya.

Cara Penularan HIV
Hanya cairan tertentu dari penderita yang terinfeksi HIV yang dapat menularkan virus ini, yaitu darah, semen (cum-ejakulasi), pre-seminal fluid (pre-cum), cairan rectum (anus), cairan vagina dan ASI (breast milk). Cairan ini harus kontak dengan membran mukosa atau jaringan yang rusak atau langsung masuk melalui jarum suntik (needle or syringe). Membran mukosa dapat dijumpai di rektum (anus), vagina penis dan mulut.

Apakah HIV bisa bertahan di luar tubuh?
HIV tidak bertahan lama bila di luar tubuh dan tidak bisa berreproduksi. HIV juga tidak menular melalui air atau udara, serangga termasuk nyamuk atau kutu, air liur, air mata atau keringat. Belum pernah ada laporan HIV tertular melalui ludah. Kontak biasa seperti bersalaman atau bebagi piring atau melalui dudukan toilet (toilet seats) juga tidak menularkan HIV.

Gejala Infeksi HIV
Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah terkena infeksi HIV atau tidak adalah dengan menjalani tes HIV. Hal ini disebabkan penderita HIV tidak selalu memiliki gejala, bahkan bisa sampai 10 tahun atau lebih tanpa gejala. Beberapa penderita HIV dilaporkan mengalami flu-like symptoms namun dengan derajat yang sangat berat (“the worst flu ever”) pada 2 sampai 4 minggu setelah paparan. Gejala yang muncul bisa berupa demam, pembesaran kelenjar limfe, sakit tenggorokan, dan kulit kemerahan. Gejala ini akan hilang dengan kisaran beberapa hari sampai beberapa minggu. Selama tahap ini, penderita HIV sangat infeksius dan dapat menularkannya ke orang lain.

Bagaimana Risiko Pekerja Kesehatan Tertular HIV Selama Bekerja?
Risiko pekerja kesehatan tertular virus HIV selama bekerja sangat kecil. Risiko utama penularan HIV adalah bila tertusuk jarum atau instrumen tajam lain yang terkontaminasi HIV, walaupun sebenarnya risiko ini juga kecil. Para ahli berpendapat, risiko tertular melalui jarum kurang dari 1%.

Pengobatan HIV
Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi. It can’t be cured but can be treated. Antiretroviral therapy (ART), secara dramatis dapat memperpanjang usia dan menurunkan risiko penularan. Sangat penting untuk dilakukan test HIV terutama orang yang berisiko sehingga terapi akan memberikan outcome yang baik. Tentu saja hal terpenting dan terbaik adalah menghindari risiko tertular.

Baca juga tautan berikut ini:
https://pantirapih.or.id/rspr/klinik-carlo-rs-panti-rapih-bagi-pasien-hiv-aids/

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Dian Pratiwi, M.Sc., Sp.PD-KHOM
(Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan Onkologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Carlo
Lantai 1 Gedung Onder De Bogen RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Pemeriksaan Vitamin D di RS Panti Rapih No ratings yet.

Mengonsumsi vitamin D penting untuk memelihara kesehatan tubuh. Selain baik untuk tulang dan gigi, kandungan vitamin D bagus untuk memperkuat sistem imun. Penting untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat, terutama di masa pandemi COVID-19. Daya tahan tubuh yang kuat dapat melawan kuman dan virus penyebab penyakit dengan lebih baik. Salah satu cara memperkuat sistem imun adalah mencukupi asupan vitamin D setiap hari.

RS Panti Rapih tersedia layanan Pemeriksaan Vitamin D

Yuk lakukan pemeriksaan Vitamin D di RS Panti Rapih karena
✔️ Hasil Lebih Cepat & Akurat
✔️ Dilayani setiap hari di Instalasi Laboratorium
✔️ Mendapat Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Dapatkan potongan harga 8% dari periode 8 – 20 Agustus 2022 dan berlaku untuk pasien non asuransi. Harga belum termasuk diskon 8%.

Alur Pemeriksaan Vitamin D
1. Pendaftaran di Instalasi Laboratorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus lantai 1 RS Panti Rapih
2. Pembayaran di KAS BRI Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus lantai 1 RS Panti Rapih
3. Pasien kembali menuju ke Instalasi Laboratorium Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus lantai 1 RS Panti Rapih
4. Pasien menunggu Hasil atau dikirimkan via WhatsApp

Layanan ini buka setiap hari di bagian Instalasi Laboratorium lantai 1 Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih.

Baca link terkait:
https://pantirapih.or.id/rspr/category/promo/

Informasi Pelayanan :
Instalasi Laboratorium
Lantai 1 Gedung Rawat Jalan Borromeus Terpadu RS Panti Rapih Yogyakarta
Telepon : (0274) 563333 ext 1050

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Paket Isolasi Mandiri COVID-19 RS Panti Rapih No ratings yet.

RS Panti Rapih memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk Anda selama melakukan Isolasi Mandiri dengan Paket Isolasi Mandiri COVID-19 di RS Panti Rapih.

Untuk Paket Isoman Gejala Ringan Tanpa Komorbid

Apa saja sih fasilitasnya?
1. Kamar perawatan sendiri
2. Ruangan bertekanan negatif
3. Makan 3x sehari dan snack 2x sehari
4. Pemantauan harian oleh perawat
5. Pembersihan ruangan oleh cleaning service
6. Laundry

Paket 1
Isolasi Mandiri 5 hari, Pemeriksaan oleh Dokter Umum IGD, Foto Thorax, Suplemen
Jika hari ke 5, PCR + maka bisa lanjut ke Paket 2
Jika hari ke 5, PCR – maka isoman dinyatakan selesai*

Paket 2
Isolasi Mandiri 5 hari, Lanjutan Paket 1, Suplemen
Jika hari ke 10 maka isoman dinyatakan selesai*

Paket 1A
Isolasi Mandiri 5 hari, Pemeriksaan oleh Dokter Umum IGD, Foto Thorax, Paket Obat (Antivirus, Simptomatik & Suplemen)
Jika hari ke 5, PCR + maka bisa lanjut ke Paket 2
Jika hari ke 5, PCR – maka isoman dinyatakan selesai*

Paket 2A
Isolasi Mandiri 5 hari, Lanjutan Paket 1A, Suplemen, Melanjutkan Obat Paket 1A
Jika hari ke 10 maka isoman dinyatakan selesai*

*) S&K:  – Mendapat surat keterangan selesai isoman
– Bila hari ke 5 PCR masih + dan pasien menghendaki pulang maka surat keterangan selesai isoman tidak diterbitkan


Informasi Pelayanan :
Pendaftaran Pasien Rawat Inap RS Panti Rapih
Lantai 2 Gedung Borromeus RS Panti Rapih
Telepon: (0274) 514014, 514845, 563333 ext 1155/1148 (pk 07.00 – 20.00 WIB)

Mohon dapat memberikan rating

Empty Sella Syndrome No ratings yet.

Sahabat Panti Rapih pasti akhir-akhir ini mengikuti berita dari seorang artis tanah air yang didiagnosis dengan Empty Sella Syndrome, sebenarnya apa yang dimaksud dengan Empty Sella Syndrome?

Untuk memahaminya kita berawal dari mengenal otak kita, otak kita memiliki beberapa komponen salah satu komponen terpenting dikenal dengan kelenjar hipofise yang terletak dibagian dasar otak dan berbentuk seperti tonjolan bertangkai.

Kelenjar hipofise ini merupakan kelenjar super, Hipofise memiliki peran sangat penting dalam kontrol dalam hormonal dalam tubuh manusia, yang dikenal dengan Hypothalamic-Pituitary-Adrenal Axis (HPA axis). Hipofise ini berperan dalam produksi hormon-hormon penting seperti hormon kortisol, hormon prolaktin, dan hormon pertumbuhan (growth hormone).

Hipofise yang sangat penting ini memiliki tempat untuk duduk di tulang tengkorak kita yang dikenal dengan Sella Turcica, Sella Turcica ini berbentuk seperti pelana cekung yang merupakan tempat kelenjar hipofise, dengan kata lain Sella Turcica tidak pernah kosong karena merupakan tempat duduk bagi kelenjar hipofise.

Syndrome memiliki arti kumpulan gejala maka Empty Sella Syndrome berarti kumpulan berbagai gejala karena kosongnya Sella Turcica atau tidak tampaknya hipofise. Empty Sella Syndrome dapat ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan CT Scan atau MRI otak. Seseorang dengan Empty Sella Syndrome mungkin tidak bergejala atau mungkin memiliki gejala akibat hilangnya sebagian atau seluruh fungsi hipofisis (contohnya sakit kepala, libido seks yang  rendah, dan impotensi)

Terdapat dua jenis Empty Sella Syndrome yaitu primer dan sekunder. Pada Empty Sella Syndrome primer terjadi bila terdapat kebocoran disekitar kelenjar pituitari sehingga cairan tulang belakang untuk mengisi sebagian atau seluruhnya sella tursika yang menyebabkan kelenjar mendatar di sepanjang dinding interior rongga sella tursika dapat mengganggu fungsi normal testis dan ovarium.

Empty Sella Syndrome sekunder disebabkan oleh gangguan kelenjar pituitari akibat cedera, pembedahan, atau radiasi. Gejala yang muncul mencerminkan hilangnya fungsi hipofisis, misalnya berhentinya periode menstruasi, infertilitas dan kelelahan

Pengobatan untuk disfungsi endokrin yang terkait dengan malfungsi hipofisis bersifat simtomatik dan suportif, pada beberapa kasus yang  menyebabkan masalah medis lainnya maka terapi pembedahan mungkin diperlukan.

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc, Sp.N
(Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Saraf
Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Nutrisi Tepat, Anak Tumbuh Sehat dan Kuat No ratings yet.

Pertumbuhan (growth) adalah perubahan dan pematangan fungsi fisik meliputi pertambahan tinggi, berat badan, volume darah, pertumbuhan tulang, perubahan sistem saraf, dan perubahan-perubahan fisik lainnya. Sedangkan perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dengan pola teratur, menyangkut diferensiasi sel-sel tubuh, organ dan sistem organ sehingga dapat menjalankan fungsinya masing-masing, serta perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Terdapat 3 faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu:

  1. Faktor keturunan atau herediter, yaitu sifat atau kondisi bawaan yang diturunkan dari orang tua.
  2. Pertumbuhan dan pematangan fisik, yang sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi, perawatan kesehatan dan perawatan anak secara umum.
  3. Stimulasi lingkungan, berpengaruh terhadap aspek psikososial atau proses pembelajaran yang mendorong perkembangan anak. Keadaan gizi pada usia bayi dan anak memiliki peran yang sangat penting dalam kesehatan, pertumbuhan, serta perkembangan bayi dan anak pada waktu sekarang dan kelak setelah dewasa. Pada masa kanak kanak, proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat.

Apabila asupan nutrisi tidak mencukupi kebutuhan maka akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak yang menyebabkan ketidakmampuan otak berfungsi secara normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan nutrisi menyebabkan pertumbuhan badan tergangggu, diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil, jumlah sel darah otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak yang dapat menimbulkan kelainan-kelainan fisik maupun mental. Oleh sebab itu, bayi dan anak-anak sangat membutuhkan nutrisi yang tepat untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya agar berjalan dengan sempurna. Sumber nutrisi yang paling tepat untuk bayi pada kehidupan pertamanya adalah ASI (Air Susu Ibu), karena memiliki nutrisi yang paling tinggi dan lengkap dibandingkan dengan makanan yang dibuat oleh manusia ataupun susu yang dihasilkan oleh hewan seperti sapi, kerbau, atau kambing. Menurut Depkes (2003), ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi tanpa diberi makanan dan minuman lain sejak dari lahir hingga usia 6 bulan, kecuali pemberian obat dan vitamin. Adapun nutrisi yang terkandung dalam ASI adalah sebagai berikut:

1. Karbohidrat
Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa (jumlahnya dua kali lipat daripada susu formula). Di dalam usus, laktosa akan mengalami fermentasi menjadi asam laktat yang memberikan keadaan yang menguntungkan bagi kesehatan saluran cerna bayi. Kandungan karbohidrat yang lain adalah glukosa, galaktosa, dan glukosamin. Galaktosa penting untuk pertumbuhan otak dan sumsum tulang belakang untuk pembentukan system saraf. Glukosamin mampu memacu pertumbuhan Lactobacillus bifidus yang akan memberikan keuntungan bagi kesehatan bayi.

2. Protein
Protein dalam ASI lebih banyak mengandung whey dan lactalbumin yang lebih mudah diserap oleh usus bayi. Sedangkan protein susu sapi lebih banyak mengandung chasein yang lebih sukar dicerna oleh usus bayi.

3. Lemak
Lemak utama ASI adalah omega-3, omega-6, AA, dan DHA, merupakan komponen penting pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf. Pencernaan lemak secara baik dilakukan oleh lipase yang juga banyak terkandung di dalam ASI sehingga mampu menyediakan cukup energi untuk pertumbuhan bayi.

4. Vitamin
ASI juga kaya akan vitamin A dan beta karoten yang berfungsi menjaga kesehatan mata, mendukung pembelahan sel, meningkatkan sistem kekebalan atau daya tahan tubuh, dan mendukung pertumbuhan. Selain itu, ASI juga mengandung vitamin B, C, D, E dan K dalam jumlah yang sesuai dengan perkembangan, kondisi, dan kebutuhan bayi.

5. Mineral
ASI memiliki mineral yang lengkap dan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan bayi. Mineral yang dikandung antara lain kalsium, magnesium, zink, Cu, zat besi, pospor, mangan, dan sebagainya sangat berperan dalam meningkatkan system daya tahan tubuh, menunjang pertumbuhan tulang, pembentukan sel darah merah, dan sebagainya.

6. Elektrolit
ASI mengandung elektrolit (natrium, kalium, dan klorida) dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan susu sapi sehingga tidak memberatkan kerja ginjal.

7. Enzim dan Hormon, serta Faktor Kekebalan
Hormon dan enzim dalam ASI sangat penting untuk sistem pencernaan dan proses pertumbuhan bayi. ASI juga mengandung faktor kekebalan yang berfungsi sebagai anti inflamasi, anti bakteri, anti virus, anti bakteri, dan anti parasit. Setelah melewati usia 6 bulan, ASI sudah tidak mampu lagi memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi sehingga bisa mulai dikenalkan dengan berbagai bahan makanan yang disebut Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan tetap memberikan ASI hingga berusia 2 tahun. Usia 6-12 bulan merupakan titik awal bagi kemampuan bayi untuk mengkonsumsi berbagai bahan makanan untuk periode usia selanjutnya.

Pemberian makanan pada bayi harus bertahap, disesuaikan dengan perkembangan, kemampuan, dan ketrampilannya agar tidak menimbulkan masalah makan dimasa mendatang. Bayi dikatakan sudah siap menerima makanan pendamping  bila sudah mampu menggerakkan lidah dari depan ke belakang, mampu menahan kepalanya dengan stabil, mulai tertarik pada makanan dengan memasukkan apa saja ke dalam mulutnya, dan masih tampak lapar walaupun sudah minum ASI.

Agar MP-ASI untuk bayi dapat diberikan dengan tepat, maka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Berikan sedikit demi sedikit dan bertahap sesuai dengan perkembangan ketrampilan dan perkembangan bayi.
2. Berbahan dasar bahan makanan lokal yang mudah didapat, misalnya beras merah, tepung beras, kentang, pisang, dan sebagainya. Mulai perkenalkan dengan aneka sayur dan buah segar.
3. Jangan menambahkan gula atau garam, agar bayi mengenali rasa asli dari setiap bahan makanan.
4. Jangan terlalu banyak mencampur bahan makanan dalam sekali pemberian. Amati tanda-tanda yang terjadi pada bayi jika ada gejala alergi makanan.
5. Perhatikan tekstur makanan dan jenis bahan makanan, berikan sesuai dengan perkembangan dan kemampuan bayi.
6. Usahakan memilih bahan makanan yang alami daripada instan. Hal ini untuk meminimalkan adanya bahan-bahan kimia sepertipengawet, penguat rasa, pewarna, pengental, dan sebagainya.
7. Perhatikan kebersihan bahan makanan dan alat yang digunakan untuk mengolah dan menyajikannya.

Anak adalah anugrah yang dititipkan Tuhan kepada orangtua. Oleh sebab itu, anak harus dirawat dan dijaga sebaik-baiknya agar dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Salah satu caranya adalah dengan memberikan nutrisi dengan jumlah, jenis, dan cara yang tepat.

Artikel ini ditulis oleh:
Therecya Wulandari, S.Gz.

Informasi Pelayanan : 
Klinik Gizi
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Pekan Menyusui Dunia No ratings yet.

Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week) 1 sampai 8 Agustus 2022 mengangkat tema: Melangkah Maju untuk Menyusui. Mendidik dan Mendukung (Step up for Breastfeeding, Educate and Support). Pada pekan tersebut akan fokus pada penguatan kapasitas semua pihak yang harus berperan melindungi, mempromosikan dan mendukung proses menyusui di berbagai lapisan masyarakat.

Para pihak atau aktor yang terkait dengan proses menyusui harus membentuk rantai dukungan yang hangat (warm chain of support for breastfeeding). Aktor yang menjadi sasaran dalam hal ini termasuk pemerintah, sistem kesehatan, tempat kerja, keluarga, dan masyarakat luas, akan diberi informasi, dididik, dan diberdayakan untuk memperkuat kapasitas mereka, dalam menyediakan dan mempertahankan lingkungan yang ramah menyusui bagi ibu, di seluruh dunia pasca pandemi COVID-19.

Menyusui adalah kunci untuk strategi pembangunan berkelanjutan pasca-pandemi COVID-19, karena mampu meningkatkan pemenuhan gizi, memastikan ketahanan pangan dan mengurangi ketidaksetaraan antar dan di setiap wilayah dalam sebuah negara. Tema tersebut menyoroti hubungan antara menyusui dan nutrisi yang baik, ketahanan pangan dan pengurangan kesenjangan. Kampanye Rantai Hangat menempatkan pasangan ibu-bayi sebagai inti kegiatan. Program ini berusaha menghubungkan berbagai aktor di sektor kesehatan, komunitas, dan tempat kerja ibu untuk memberikan perawatan yang berkesinambungan selama 1.000 hari pertama bayi.

Mempromosikan praktik perawatan kesehatan yang mendukung keberhasilan menyusui selalu menjadi fokus kita semua, terutama di bidang peningkatan kapasitas dan cakupan menyusui secara eksklusif. Sejak 2009, WABA mempromosikan Inisiatif Ramah Bayi yang Diperluas atau ‘the Expanded Baby Friendly Initiative’ (EBFHI) yang diluncurkan oleh WHO/UNICEF dan ini kemudian menjadi dasar konseptual untuk Rantai Dukungan Hangat untuk Menyusui.

Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI (The International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes) atau Kode dibuat untuk melindungi dan mempromosikan menyusui dengan memastikan penggunaan yang tepat dari susu formula sebagai pengganti ASI bila diperlukan, dan praktik pemasaran yang etis. Untuk menghidupkan kembali dan memperkuat pemantauan berkelanjutan dan penilaian berkala terhadap Kode tersebut, Jaringan untuk Pemantauan Global atau ‘the Network for Global Monitoring and Support for Implementation of the International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes and Subsequent relevant World Health Assembly Resolutions’ (NetCode) telah mengembangkan perangkat berisi protokol, panduan, dan alat yang relevan. Salah satunya adalah untuk melindungi rantai dukungan yang hangat untuk menyusui (the warm chain of support for breastfeeding).

Pada Jumat, 28 April 2022 WHO melaporkan tingkat yang mengejutkan dari pemasaran susu formula, yang ditujukan sebagai pengganti ASI. Laporan yang merinci praktik pemasaran eksploitatif yang digunakan oleh industri susu formula bayi senilai US$ 55 miliar, menunjukkan orang tua, terutama ibu, secara diam-diam dan terus-menerus menjadi sasaran ‘marketing online’.

Laporan WHO tersebut berjudul ‘cakupan dan dampak strategi pemasaran digital untuk mempromosikan pengganti ASI’ (scope and impact of digital marketing strategies for promoting breast-milk substitutes), telah menguraikan teknik pemasaran digital yang dirancang untuk mempengaruhi keputusan yang dibuat keluarga baru, tentang cara memberi makan bayi mereka. Melalui perangkat aplikasi, kelompok pendukung virtual atau ‘klub bayi’, influencer media sosial berbayar, program promosi dan kompetisi, serta forum atau layanan konsultasi, perusahaan susu formula telah membeli atau mengumpulkan informasi pribadi, dan mengirimkan promosi yang bersifat personal kepada ibu hamil dan ibu baru.

Negara harus meningkatkan langkah yang lebih luas dalam mendukung ibu untuk menyusui secara eksklusif. Komponen aktor hangat lainnya, yaitu sistem kesehatan, tempat kerja, keluarga, dan masyarakat luas juga wajib berperan serta, dalam mendukung ibu menyusui dan mengatasi hebatnya pemasaran susu formula sebagai pengganti ASI. Susu formula adalah bagian dari produk berisiko lainnya seperti tembakau, alkohol atau barang tidak sehat yang mengutamakan omset penjualan, di atas pertimbangan kesehatan dan kesejahteraan bayi.

Sumber: https://dokterwikan.com/

Artikel ini ditulis oleh:
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Tumbuh Kembang Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Hidroterapi RS Panti Rapih 5/5 (1)

Hidroterapi merupakan metode fisioterapi yang bertujuan untuk :
– mengurangi nyeri,
– penguatan otot,
– juga untuk mendapatkan efek relaksasi dengan memanfaatkan sifat-sifat air.

Melayani pasien-pasien dengan gangguan muskuloskeletal, seperti:
– Low Back Pain (nyeri pinggang),
– Osteoarthritis (pengapuran sendi),
– Cedera Olahraga (terutama bagian tungkai ke bawah)
– Frozen Shoulder

Hidroterapi RS Panti Rapih memiliki Program Latihan Personal, yaitu:
1 Kolam, 1 Pasien, 1 Terapis
(Pasien Wanita dengan Terapis Wanita. Pasien Pria dengan Terapis Pria)

Buka Buka setiap Senin – Sabtu pukul 07.30 – 11.00 WIB

 

Baca artikel yang lainnya juga:
https://pantirapih.or.id/rspr/rehabilitasi-medik/
https://pantirapih.or.id/rspr/paket-fisioterapi-rs-panti-rapih/

 

Informasi Pelayanan :
Instalasi Rehabilitasi Medik RS Panti Rapih
Lantai 1 Gedung Borromeus RS Panti Rapih Jl Cik Di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telepon: (0274) 514014, 514845, 563333 ext 1012
WhatsApp Instalasi Rehabilitasi Medik: 0821-3333-7052

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating

Hari Hepatitis Sedunia No ratings yet.

Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Juli, untuk meningkatkan kesadaran akan virus hepatitis, yang menyebabkan peradangan hati, gagal hati (sirosis) atau penyakit hati parah (fulminan) dan kanker hati (hepatoma).

Kejadian infeksi virus hepatitis ini berupa ribuan infeksi hepatitis virus akut yang terjadi pada anak, remaja dan orang dewasa setiap tahun. Sebagian besar infeksi hepatitis akut menyebabkan penyakit ringan dan bahkan tidak terdeteksi. Tetapi dalam beberapa kasus, hepatitis dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal. Pada tahun 2019 saja, diperkirakan 78.000 kematian terjadi di seluruh dunia akibat komplikasi infeksi hepatitis A hingga E akut.

Upaya global memprioritaskan penghapusan infeksi khusus hepatitis B, C dan D. Tidak seperti hepatitis virus akut, 3 jenis infeksi tersebut menyebabkan hepatitis kronis yang berlangsung selama beberapa dekade, dan berujung pada lebih dari 1 juta kematian per tahun akibat sirosis dan kanker hati. Ketiga jenis infeksi hepatitis kronis ini bertanggung jawab atas lebih dari 95% kematian karena hepatitis. Meskipun sudah tersedia panduan dan alat untuk mendiagnosis, mengobati, dan mencegah hepatitis virus kronis, layanan ini sering kali tidak terjangkau oleh masyarakat, dan terkadang hanya tersedia di rumah sakit rujukan atau khusus saja.

Tema peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2022 adalah perawatan hepatitis lebih dekat (bringing hepatitis care closer to you). Saat ini diperlukan upaya mendekatkan layanan hepatitis ke fasilitas kesehatan primer dan masyarakat luas, sehingga lebih banyak warga memiliki akses yang lebih baik ke layanan diagnosis, pengobatan dan perawatan, apa pun jenis hepatitisnya.

Pesan kunci kampanye kali ini meliputi 5 hal sebagai berikut:
– Membangun layanan hepatitis berkualitas tinggi, dengan memastikan setiap orang memiliki akses ke layanan hepatitis yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan yang adil, efektif, efisien, tepat waktu dan dengan kualitas yang dapat diterima
– Membentuk layanan hepatitis sedekat mungkin dengan rumah pasien, dengan desentralisasi perawatan hepatitis ke fasilitas kesehatan perifer, berbasis komunitas dan tempat lain di luar rumah sakit
– Mempromosikan pembagian tugas dengan melibatkan para dokter dan tenaga kesehatan non-spesialis yang terlatih di bidang ini
– Mengintegrasikan dan menghubungkan perawatan hepatitis dengan layanan kesehatan masyarakat yang ada, karena pengobatan hepatitis dapat diperluas dan digabungkan dengan layanan perawatan primer, HIV, narkoba, serta layanan kesehatan warga binaan di penjara
– Memastikan sistem kesehatan yang tangguh, adil dan kuat, karena didanai dan dilengkapi secara memadai untuk memberikan perawatan hepatitis yang berkualitas kepada semua orang

Segenap warga masyarakat diingatkan untuk mendidik diri sendiri dan berperan untuk menghentikan penularan hepatitis di masyarakat. Berkonsultasi dengan dokter keluarga dan pastikan tes dan pengobatan tepat waktu untuk mencegah sirosis dan kanker hati. Pastikan ibu menjalani tes hepatitis B jika hamil, tes karena ini dapat mencegah penularan ke bayi. Selain itu, juga pastikan setiap bayi divaksinasi hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah lahir.

Untuk segenap pemimpin global, diharapkan untuk fokus pada desentralisasi layanan kesehatan untuk hepatitis ke fasilitas kesehatan tingkat rendah, layanan kesehatan primer dan layanan terkait penyakit lainnya seperti HIV, pengurangan dampak buruk narkoba, dan layanan warga binaan di penjara. Selain itu, juga memprioritaskan perawatan hepatitis yang berpusat pada orang dengan  penjaminan pendanaan yang memadai, termasuk mobilisasi dana domestik. Juga mewujudkan cakupan kesehatan semesta atau UHC (Universal Health Coverage) untuk semua orang yang hidup dengan hepatitis B dan C kronis.

Pada 21 April 2022 pertama kali dilaporkan adanya 169 kasus hepatitis akut misterius di 11 negara Eropa dan 1 negara Amerika. Kasus telah dilaporkan di Inggris (114), Spanyol (13), Israel (12), Amerika Serikat (9), Denmark (6), Irlandia (< 5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Prancis (2), Rumania (1), dan Belgia (1). Kasus hepatitis ini menyerang anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun, 17 anak (sekitar 10%) membutuhkan tindakan transplantasi hati, dan setidaknya satu kematian telah dilaporkan.

Hepatitis akut ini ditandai dengan peningkatan yang nyata kadar enzim hati dalam darah. Banyak kasus memiliki gejala sakit perut, diare dan muntah, dan peningkatan kadar aspartate transaminase (AST) atau alanine aminotransaminase (ALT) yang lebih besar dari 500 IU/L dan kulit berwarna kuning (ikterus). Sebagian besar kasus tidak mengalami demam. Virus umum yang menyebabkan hepatitis virus akut (virus hepatitis A, B, C, D dan E) tidak terdeteksi dalam kasus ini. Namun demikian, adenovirus tipe F 41 telah terdeteksi dalam 18 dari setidaknya 74 kasus. SARS-CoV-2 diidentifikasi dalam 20 kasus dan 19 terdeteksi dengan koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Perkembangan penyakit hepatitis akut misterius di Indonesia hingga hari Jumat, 24 Juni 2022 lalu tercatat sebanyak 70 kasus dugaan yang tersebar di 21 provinsi, paling banyak di Jakarta, dan sebanyak 40 pasien adalah ‘discarded’ atau dikeluarkan dari dugaan kasus tersebut, karena penyebabnya sudah diketahui, sehingga tidak masuk dalam kelompok hepatitis akut ini. Gejala klinis paling banyak terjadi adalah demam sebanyak 76 persen, kemudian diikuti mual, muntah dan jaundice atau kulit berwarna kuning. Gejala klinis ini jelas berbeda dari yang dilaporkan di Inggris, di mana jaundice (warna kekuningan pada kulit atau bagian putih mata) menjadi gejala utama, baru kemudian diikuti muntah, lethargy (rasa lelah yang parah) dan diare.

Target global adalah mencapai eliminasi hepatitis pada tahun 2030. Untuk mencapainya, setiap negara perlu untuk mencapai target spesifik. Pertama, mengurangi infeksi baru hepatitis B dan C hingga 90%. Kedua, mengurangi kematian terkait hepatitis akibat sirosis hati dan kanker sebesar 65%. Ketiga, memastikan bahwa setidaknya 90% orang dengan virus hepatitis B dan C terdiagnosis. Dan keempat, setidaknya 80% dari kasus hepatitis yang memenuhi syarat menerima pengobatan yang tepat.

 

Sumber: https://dokterwikan.com/

Artikel ini ditulis oleh:
DR. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Saluran Cerna & Hati
Lantai 4 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

 

Mohon dapat memberikan rating