Tingkatkan Standar Keselamatan Pasien, RS Panti Rapih Bersama Empat Rumah Sakit Besar di Yogyakarta dalam Benchmarking HAIs

YOGYAKARTA, 14 Januari 2026 – Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan kegiatan “Benchmarking Healthcare-Associated Infections (HAIs)” pada Rabu (14/1/26).

Bertempat di Auditorium Gedung Carolus Lantai 6 RS Panti Rapih, kegiatan ini melibatkan kolaborasi strategis dengan empat rumah sakit besar lainnya di wilayah DIY, yakni RS Bethesda, RS Panembahan Senopati, RS JIH, dan RSUD Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024. Fokus utama acara adalah penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) melalui evaluasi surveilans HAIs yang mendalam dan kolaboratif.

Bukan Sekadar Angka, Tapi Budaya Keselamatan

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa data HAIs bukan sekadar indikator statistik di atas kertas.

“HAIs bukan hanya sekadar angka, namun merupakan potret evaluasi mutu pelayanan kita kepada pasien. Kegiatan hari ini bukan bertujuan untuk saling membandingkan antar-rumah sakit, melainkan untuk saling belajar dan berbagi ilmu demi perbaikan mutu di institusi masing-masing,” ujar dr. Stephani.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring antar-RS di DIY. “Komite PPI dan Komite Mutu harus berjalan beriringan. Keselamatan pasien tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus mendarah daging menjadi budaya kerja kita sehari-hari.”

Setelah sesi pemaparan profil rumah sakit oleh Bapak Markus Suryo Nugroho, MPH (Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih), kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terfokus dalam ruang terpisah.

Diskusi Komite PPI membahas benchmarking data HAIs tahun 2025 untuk memetakan tantangan dan solusi pencegahan infeksi, sedangkan Komite Mutu berdiskusi membahas capaian indikator mutu tahun 2025 dan penyelarasan strategi peningkatan kualitas layanan. Melalui brainstorming, para peserta bekerja sama menyusun rekomendasi perbaikan nyata serta menyusun Kamus Indikator Surveilans HAIs untuk tahun 2026 agar tercipta standarisasi yang lebih akurat di masa depan.

Adapun melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan para peserta dapat:

  • membawa pulang wawasan baru (insight) dan praktik terbaik (best practices) yang dapat segera diterapkan di rumah sakit masing-masing;
  • memiliki kesamaan persepsi dalam menganalisa hasil surveilans sehingga langkah perbaikan yang diambil lebih tepat sasaran; dan
  • mempererat hubungan lintas hospitalia di Yogyakarta guna menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih aman bagi masyarakat luas.

Dengan semangat kolaborasi ini, RS Panti Rapih bersama mitra rumah sakit lainnya optimis dapat menekan angka risiko infeksi rumah sakit secara signifikan pada tahun 2026.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Posted in Diklat and tagged , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *