Kawal Periode Emas, RS Panti Rapih Gelar Pelatihan Internal Sinergi Cegah Stunting di 1000 HPK No ratings yet.

Dalam rangka mendukung penuh Program Nasional Penurunan Angka Prevalensi Stunting dan Wasting di Indonesia, Rumah Sakit Panti Rapih sukses menyelenggarakan Pelatihan Internal bertajuk “Mengawal Periode Emas: Sinergi Bersama Cegah Stunting di 1000 HPK”. Kegiatan yang dilaksanakan secara bauran (hybrid) ini berpusat di Auditorium Besar GRJT Borromeus Lantai 6 RS Panti Rapih pada Selasa, 30 Juni 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Stunting dan wasting hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi derajat kesehatan masyarakat Indonesia karena dampaknya yang meluas terhadap kualitas sumber daya manusia masa depan. Masalah ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, melainkan juga mengancam perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas di masa produktif, serta melipatgandakan risiko penyakit tidak menular saat dewasa. Melalui kesadaran kritis tersebut, RS Panti Rapih mengambil langkah promotif dan preventif strategis demi membekali seluruh elemen tenaga medis dan karyawannya agar memiliki pemahaman yang solid mengenai intervensi gizi pada periode krusial anak.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam pidatonya, dr. Stephani menegaskan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam menekan angka prevalensi stunting merupakan salah satu prioritas nasional yang mutlak harus didukung penuh.

“Stunting dan wasting bukan hanya persoalan tinggi badan atau berat badan anak. Di balik angka-angka tersebut terdapat masa depan bangsa yang sedang dipertaruhkan. Kunci keberhasilan pencegahan stunting terletak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah golden period atau periode emas yang tidak dapat diulang kembali. Apa yang terjadi pada masa ini akan sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan seorang anak,” tegas dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes.

Lebih lanjut, dr. Stephani juga mengajak seluruh insan rumah sakit untuk membangun sinergi lintas profesi yang dinamis. Menurut beliau, pencegahan stunting bukanlah tugas satu profesi klinis saja, melainkan tanggung jawab bersama. Mulai dari dokter, bidan, perawat, ahli gizi, apoteker, hingga tenaga penunjang harus bergerak dalam satu visi pelayanan yang berkesinambungan agar setiap edukasi dan perhatian yang diberikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pasien dan keluarganya.

Pelatihan yang dimoderatori oleh Ibu Sisila Kusuma A ini menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh dr. Anastasia Ratnaningsih, Sp.A, yang mengupas tuntas mengenai ‘Kebijakan dan Strategi Pencegahan Stunting di Indonesia’ serta ‘Pentingnya 1000 HPK dalam Mencegah Stunting’. Pemaparan ini membuka wawasan peserta mengenai peta jalan regulasi pemerintah dan alasan biologis mengapa periode 1000 HPK menjadi penentu utama tumbuh kembang anak.

Sesi kedua dilanjutkan oleh dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A., M.Sc, yang membahas aspek implementasi klinis melalui topik ‘Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita’. Tidak hanya teori gizi, dr. Galuh juga memaparkan ‘Penggunaan Aplikasi SisFoGizi’, sebuah inovasi sistem informasi gizi yang menjadi instrumen digital esensial bagi rumah sakit dalam memantau, mendeteksi, dan menekan angka prevalensi stunting serta wasting secara presisi dan terintegrasi.

Antusiasme civitas hospitalia RS Panti Rapih dan Yayasan Panti Rapih terlihat sangat tinggi dalam pelatihan ini. Tercatat sebanyak 91 peserta hadir secara luring di ruang auditorium, sementara 500 peserta lainnya berpartisipasi secara daring melalui platform virtual. Sasaran utama dari pelatihan ini meliputi seluruh dokter spesialis anak (Sp.A), Tim Stunting Wasting, Ahli Gizi, serta perwakilan tenaga kesehatan maupun medis dari tiap unit kerja di RS Panti Rapih dan unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih.

Melalui penyelenggaraan pelatihan internal ini, Humas RS Panti Rapih berharap kapasitas edukasi dan kualitas pelayanan klinis karyawan dapat terus meningkat. Sesuai dengan pesan penutup dari Direktur Utama, mengawal periode emas kehidupan anak-anak hari ini adalah bentuk nyata dari upaya menyiapkan masa depan bangsa yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing di hari esok.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Memperkuat Tata Kelola Rumah Sakit, RSUD Teluk Bintuni Laksanakan Magang SPI di RS Panti Rapih 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 2 Maret 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan internal dan mutu pelayanan kesehatan, RS Panti Rapih menerima kunjungan magang dari Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) BLUD RSUD Teluk Bintuni. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi praktik terbaik (best practice) antar rumah sakit untuk menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim SPI BLUD RSUD Teluk Bintuni, drg. Weny H. Imawatie, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan magang ini. Beliau berharap delegasi dari Teluk Bintuni dapat menyerap ilmu tata kelola yang telah diimplementasikan dengan baik oleh RS Panti Rapih.

Sebagai simbol dimulainya kerjasama ini, kedua belah pihak melakukan pertukaran cinderamata yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Agenda hari pertama diawali dengan paparan Company Profile yang disampaikan oleh Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama. Peserta kemudian menerima materi inti yang terbagi dalam dua sesi utama:

  • Komite Mutu Rumah Sakit (KMRS): Disampaikan oleh Ibu Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM, Ketua Komite Mutu Rumah Sakit, yang membahas mengenai standarisasi dan pemeliharaan mutu layanan.
  • Satuan Pemeriksaan Internal (SPI): Dipaparkan oleh Ibu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., Kepala Satuan Pemeriksaan Internal, yang berfokus pada mekanisme audit internal dan pengawasan operasional rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif. Kegiatan hari pertama ditutup dengan hospital tour, di mana delegasi RSUD Teluk Bintuni melihat langsung fasilitas dan alur pelayanan di RS Panti Rapih.

Melalui kegiatan magang ini, diharapkan terjalin komunikasi berkelanjutan yang saling menguntungkan bagi kedua instansi.

Bagi RSUD Teluk Bintuni, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam memperkuat sistem pengawasan internal dan mutu layanan, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di wilayah Papua Barat.

Bagi RS Panti Rapih, kunjungan ini merupakan wujud komitmen rumah sakit untuk terus berbagi pengetahuan dan berkontribusi secara luas dalam kemajuan ekosistem kesehatan di Indonesia. Semoga sinergi ini menjadi langkah awal dari berbagai kerjasama strategis di masa yang akan datang.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Keselamatan Pasien, RS Panti Rapih Gelar Pelatihan Pemeriksaan Activated Clotting Time (ACT) No ratings yet.

YOGYAKARTA, 12 Februari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan teknis pemeriksaan Activated Clotting Time (ACT) bagi tenaga kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus ini bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan pasien melalui penguatan kompetensi teknis perawat.

Acara ini diikuti oleh 18 perawat dari berbagai unit rawat inap dan terselenggara atas kerja sama strategis antara RS Panti Rapih dengan PT Pelita Santosa Jaya.

Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kecanggihan teknologi medis harus dibarengi dengan kemahiran sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

“Pelatihan ini sangat diperlukan bagi para peserta. Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh keandalan alat saja, tetapi juga dari keterampilan yang tepat dalam penggunaannya demi menjaga keselamatan pasien,” ujar dr. Stephani.

Sesi pelatihan dibagi menjadi dua pilar utama untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh:

Sesi Teori: Disampaikan oleh dr. Roy Kristian P., M.Med.Sc., Sp.MK. Materi fokus pada aspek pre-analitik, kegunaan, mekanisme kerja ACT, serta cara interpretasi hasil yang akurat.

 

Sesi Praktik: Dipandu oleh Bapak Nanang Koswara dan Saudara Happy (Trainer dari PT Pelita Santosa Jaya). Pada sesi ini, peserta melakukan praktik langsung penggunaan alat guna mengasah ketajaman teknis di lapangan.

Melalui pelatihan intensif ini, RS Panti Rapih berharap seluruh peserta memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengoperasikan alat pemeriksaan ACT. Dengan penguasaan alat yang baik, diharapkan proses pemantauan koagulasi pasien dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan akurat, sehingga meminimalisir risiko klinis.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara manajemen rumah sakit, mitra penyedia teknologi kesehatan, dan tenaga medis.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Wawasan Mahasiswa di Bidang Rekam Medis Digital, Universitas Duta Bangsa Surakarta Kunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta No ratings yet.

YOGYAKARTA, 4 FEBRUARI 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi dari Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta pada Rabu (4/2). Sebanyak 110 peserta yang terdiri dari 90 mahasiswa dan 20 dosen pendamping hadir untuk mendalami implementasi manajemen rekam medis dan teknologi informasi kesehatan di dunia industri rumah sakit.

Acara yang berlangsung di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6 ini dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi kesehatan untuk menghadapi tantangan digitalisasi layanan kesehatan.

Warsi Maryati, S.KM., MPH, selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih. “Kunjungan ini merupakan langkah krusial bagi mahasiswa kami untuk melihat langsung bagaimana teori di bangku kuliah, khususnya mengenai Rekam Medis Elektronik, diimplementasikan secara nyata di institusi kesehatan yang memiliki standar pelayanan tinggi,” ujarnya.

Setelah sesi tukar menukar kenang-kenangan dan foto bersama, agenda dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif dari jajaran manajemen RS Panti Rapih:

  • Profil Rumah Sakit: Disampaikan oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama), yang memperkenalkan visi misi serta nilai-nilai pelayanan RS Panti Rapih.
  • Layanan Rekam Medis: Elizabet Erni Kurniawati, S.Tr.RMIK (Kepala Instalasi Rekam Medik) memaparkan alur dan tata kelola manajemen data pasien yang efektif.
  • Layanan JKN & Coding: Francisco Ximenes, A.Md. RMIK (Kepala Sub Instalasi Coding dan Verifikasi Klaim) menjelaskan teknis pengkodean medis dan proses klaim Jaminan Kesehatan Nasional.
  • Rekam Medis Elektronik (RME): Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom (Kepala Instalasi Teknologi Informasi) membedah sistem IT yang mendukung transformasi digital rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang dinamis, sebelum akhirnya rangkaian acara ditutup dengan hospital tour untuk melihat langsung fasilitas dan operasional layanan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, kedua belah pihak berharap dapat menjalin kemitraan yang berkelanjutan:

  • Bagi Universitas Duta Bangsa Surakarta: Diharapkan mahasiswa mendapatkan wawasan praktis dan pengalaman lapangan yang relevan, sehingga lulusan UDB memiliki kompetensi tinggi yang siap pakai di industri kesehatan, terutama dalam penguasaan Rekam Medis Elektronik.
  • Bagi RS Panti Rapih Yogyakarta: Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran RS Panti Rapih sebagai pusat pembelajaran (learning hospital) yang berkontribusi pada kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia, serta menjaring potensi SDM berkualitas di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Layanan Geriatri, RS Condong Catur Lakukan Kunjungan Studi ke RS Panti Rapih No ratings yet.

YOGYAKARTA, 28 Januari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih menerima kunjungan resmi dari jajaran manajemen Rumah Sakit Condong Catur pada Rabu (28/1). Bertempat di Auditorium Gedung Borromeus, pertemuan ini menjadi ajang strategis bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengetahuan, khususnya dalam pengembangan layanan kesehatan bagi pasien lanjut usia (geriatri).

Rombongan RS Condong Catur yang berjumlah 10 orang disambut langsung oleh Manajemen RS Panti Rapih. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari dr. Esdras Ardi Pramudita, DFIDN, MHPM, M.Sc, Sp.N, FAAN. selaku Direktur Medis RS Panti Rapih. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar-fasilitas kesehatan demi meningkatkan kualitas hidup pasien di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Ir. Noviantara Rollin, M.Th. M. BA., selaku Advisor PT KMP yang mewakili RS Condong Catur, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam berbagi best practice pelayanan medis. Sebagai simbol jalinan kerja sama, acara dilanjutkan dengan serah terima cendera mata dan sesi foto bersama.

Memasuki sesi inti, Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama) memaparkan profil RS Panti Rapih yang terus bertransformasi mengikuti kebutuhan zaman. Diskusi kemudian menjadi lebih mendalam dengan pemaparan tiga materi utama:

  1. Pendekatan Klinik Pasien Usia Lanjut: Disampaikan oleh Dr. dr. Ida I Dewa Putu Pramantara Setiabudi, Sp.PD., K.Ger, yang membedah perspektif gerontologi medik dalam menangani pasien lansia secara komprehensif.

  2. Layanan Golden Care: Ibu Natalia Padmawati Handayani, A.Md.Kep menjelaskan inovasi Klinik Golden Care dan layanan Home Care yang menjadi solusi bagi pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan di rumah.

  3. Rehabilitasi Medis Geriatri: Bapak Yoga Nugraha Adi, A.Md.TW memaparkan peran penting tim rehabilitasi medis dalam menjaga kemandirian fisik pasien lansia.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan hospital tour, di mana para peserta meninjau langsung fasilitas unggulan di RS Panti Rapih guna melihat implementasi layanan yang telah dipaparkan.

Melalui kegiatan ini, kedua instansi berharap dapat membangun sinergi yang lebih erat dalam ekosistem kesehatan. Bagi RS Condong Catur, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan layanan geriatri yang lebih terstruktur. Sementara bagi RS Panti Rapih, momen ini merupakan wujud komitmen sebagai institusi yang berperan aktif dalam edukasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan di Indonesia.

Semoga pertukaran ilmu ini mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih empati, profesional, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Standar Keselamatan Pasien, RS Panti Rapih Bersama Empat Rumah Sakit Besar di Yogyakarta dalam Benchmarking HAIs 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 14 Januari 2026 – Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan kegiatan “Benchmarking Healthcare-Associated Infections (HAIs)” pada Rabu (14/1/26).

Bertempat di Auditorium Gedung Carolus Lantai 6 RS Panti Rapih, kegiatan ini melibatkan kolaborasi strategis dengan empat rumah sakit besar lainnya di wilayah DIY, yakni RS Bethesda, RS Panembahan Senopati, RS JIH, dan RSUD Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024. Fokus utama acara adalah penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) melalui evaluasi surveilans HAIs yang mendalam dan kolaboratif.

Bukan Sekadar Angka, Tapi Budaya Keselamatan

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa data HAIs bukan sekadar indikator statistik di atas kertas.

“HAIs bukan hanya sekadar angka, namun merupakan potret evaluasi mutu pelayanan kita kepada pasien. Kegiatan hari ini bukan bertujuan untuk saling membandingkan antar-rumah sakit, melainkan untuk saling belajar dan berbagi ilmu demi perbaikan mutu di institusi masing-masing,” ujar dr. Stephani.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring antar-RS di DIY. “Komite PPI dan Komite Mutu harus berjalan beriringan. Keselamatan pasien tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus mendarah daging menjadi budaya kerja kita sehari-hari.”

Setelah sesi pemaparan profil rumah sakit oleh Bapak Markus Suryo Nugroho, MPH (Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih), kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terfokus dalam ruang terpisah.

Diskusi Komite PPI membahas benchmarking data HAIs tahun 2025 untuk memetakan tantangan dan solusi pencegahan infeksi, sedangkan Komite Mutu berdiskusi membahas capaian indikator mutu tahun 2025 dan penyelarasan strategi peningkatan kualitas layanan. Melalui brainstorming, para peserta bekerja sama menyusun rekomendasi perbaikan nyata serta menyusun Kamus Indikator Surveilans HAIs untuk tahun 2026 agar tercipta standarisasi yang lebih akurat di masa depan.

Adapun melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan para peserta dapat:

  • membawa pulang wawasan baru (insight) dan praktik terbaik (best practices) yang dapat segera diterapkan di rumah sakit masing-masing;
  • memiliki kesamaan persepsi dalam menganalisa hasil surveilans sehingga langkah perbaikan yang diambil lebih tepat sasaran; dan
  • mempererat hubungan lintas hospitalia di Yogyakarta guna menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih aman bagi masyarakat luas.

Dengan semangat kolaborasi ini, RS Panti Rapih bersama mitra rumah sakit lainnya optimis dapat menekan angka risiko infeksi rumah sakit secara signifikan pada tahun 2026.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Mini Simposium Manajemen Obesitas: Dari Tantangan Menuju Transformasi Berkelanjutan No ratings yet.

Dalam upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan tenaga medis serta tenaga kesehatan terkait manajemen obesitas dan pencegahan komplikasinya, Rumah Sakit Panti Rapih bekerja sama dengan PT Novo Nordisk menyelenggarakan Mini Simposium bertajuk “From Struggle to Strength: A Journey Towards Sustainable Weight Transformation.” Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 08.30–10.30 WIB, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 6 Besar RS Panti Rapih.

Mini simposium ini dirancang sebagai forum ilmiah yang komprehensif untuk membahas pendekatan mutakhir dalam penanganan obesitas, tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan semata, tetapi juga pada dampak sistemik obesitas serta strategi pencegahan komplikasi makrovaskular yang berkelanjutan. Acara ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas disiplin.

Kegiatan akan dibuka secara resmi oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, selaku Direktur Utama RS Panti Rapih. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari PT Novo Nordisk sebagai mitra strategis dalam pengembangan edukasi dan inovasi layanan kesehatan terkait obesitas. Sesi pembukaan juga akan diakhiri dengan foto bersama seluruh narasumber dan peserta.

Pada sesi ilmiah, peserta akan mendapatkan dua materi utama. Materi pertama, “Beyond the Weight: Rethinking Obesity,” akan disampaikan oleh dr. Vina Yanti Susanti, yang mengulas obesitas sebagai penyakit kronis multifaktorial yang memerlukan pendekatan holistik dan berbasis bukti. Materi kedua, “Elevating Obesity Care to Prevent Macro Complications,” akan dipaparkan oleh dr. Vita Yanti Anggraeni, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan obesitas guna menekan risiko komplikasi makrovaskular jangka panjang. Diskusi ilmiah ini akan dimoderatori oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni, yang akan memandu jalannya diskusi interaktif dan tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang aktif mengembangkan kompetensi tenaga kesehatan melalui edukasi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan mutu layanan berbasis evidence-based medicine bagi pasien dengan obesitas. Sementara itu, PT Novo Nordisk berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman klinis tentang obesitas sebagai penyakit kronis, serta mendorong implementasi praktik penatalaksanaan obesitas yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi jangka panjang antara dunia layanan kesehatan dan industri farmasi dalam menghadirkan solusi inovatif, beretika, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Membangun Rasa Aman dengan Empati: Tim Keamanan Guido Valadares National Hospital Timor Leste Studi Banding ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 19 Desember 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan non-medis khususnya di sektor keamanan, Guido Valadares National Hospital (HNGV) Timor Leste melakukan kunjungan studi banding ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Kunjungan yang berfokus pada pelayanan sekuriti (security services) ini dilaksanakan pada Kamis (19/12/2025) bertempat di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) Lantai 6.

Sebanyak sembilan orang delegasi dari HNGV hadir dalam kunjungan ini. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang mengapresiasi kepercayaan HNGV untuk menjadikan RS Panti Rapih sebagai mitra pembelajaran dalam tata kelola keamanan rumah sakit.

Mewakili rombongan tamu, Direktur Administrasi dan Keuangan (Direktur Administrasi Financas) Guido Valadares National Hospital, Bapak Clementino da Costa, AMG, Lic. Sp, menyampaikan tujuan utama kedatangan mereka. Beliau menekankan pentingnya peran satuan pengamanan (Satpam) tidak hanya dalam menjaga aset fisik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien serta pengunjung.

Agenda inti dimulai dengan pemaparan Company Profile oleh Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), dr. Yolenta Marganingsih, yang memberikan gambaran umum mengenai budaya kerja dan nilai-nilai yang dianut rumah sakit.

Sesi materi pertama yang menyoroti aspek “Etik dan Komunikasi Sekuriti” disampaikan oleh Ketua Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit, dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, SpMK. Dalam paparannya, ditekankan bahwa petugas keamanan rumah sakit memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan sekuriti pada umumnya. Kemampuan komunikasi yang empatik dan pemahaman etika menjadi krusial karena mereka berhadapan dengan pasien dan keluarga yang sedang dalam kondisi rentan.

Selanjutnya, pendalaman materi teknis mengenai “Layanan Sekuriti” disampaikan dalam sesi kolaborasi antara Kepala Seksi Keamanan dan Transportasi, Bapak Mateus Sunardi, bersama Kepala Bidang Umum, Ibu Y. Wara Andriyati, A.Md. Sesi ini mengupas tuntas standar operasional prosedur (SOP), manajemen risiko keamanan, serta integrasi layanan umum dalam mendukung operasional rumah sakit yang kondusif.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Hospital Tour. Para peserta diajak meninjau langsung implementasi sistem keamanan di beberapa titik strategis RS Panti Rapih untuk melihat bagaimana teori yang dipaparkan diterapkan di lapangan.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral antara kedua instansi kesehatan lintas negara ini. Bagi Guido Valadares National Hospital, hasil studi banding ini diharapkan dapat segera diadaptasi untuk meningkatkan standar profesionalisme layanan keamanan di Timor Leste. Sementara bagi RS Panti Rapih, kunjungan ini menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan paripurna yang berstandar internasional.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Kualitas Layanan Ibu & Anak, RS Panti Rapih Gelar Penyegaran Konselor Laktasi 5/5 (9)

YOGYAKARTA, 22 Desember 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan global di sektor kesehatan dan memperkuat kualitas layanan asuhan keperawatan, RS Panti Rapih menyelenggarakan Program Pengembangan Kapabilitas SDM melalui agenda “Penyegaran Konselor Laktasi”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Antonius Besar Lantai 2 ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari perawat dan bidan konselor, Penanggung Jawab Asuhan (PPJA), serta perawat pelaksana dari ruang perawatan maternitas.

Di era transformasi teknologi dan tuntutan pelayanan yang semakin dinamis, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pilar utama bagi rumah sakit dalam memberikan jasa pelayanan yang berkualitas. Sebagai penyedia jasa kesehatan, RS Panti Rapih menyadari bahwa kompetensi staf adalah aset berharga yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Keperawatan RS Panti Rapih, Sr. Constansia Sri Hardjanti CB, M.Kep.Ns. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap kemampuan klinis staf agar tetap relevan dengan standar kesehatan terkini, terutama dalam mendukung program pemberian ASI eksklusif di Indonesia.

Dipandu oleh moderator Rosa Wulandari Tutik Priyani, S.Kep.,Ns., pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Bidan Tri Murtini, Amd.Keb. Materi yang disampaikan mencakup aspek komprehensif, mulai dari kebijakan nasional hingga teknik praktis di lapangan, antara lain:

  • Kebijakan dukungan menyusui dalam program peningkatan pemberian ASI di Indonesia.
  • Pendalaman konsep dan evaluasi kegiatan menyusui.
  • Strategi menghadapi tantangan menyusui pada ibu dan bayi.
  • Teknik konseling dan dukungan psikologis bagi ibu menyusui.

Melalui metode ini, para peserta diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam mendampingi para ibu melewati masa-masa penting menyusui. Melalui program penyegaran ini, RS Panti Rapih membawa visi besar untuk masa depan layanan kesehatan ibu dan anak:

  • Bagi Peserta: Diharapkan para perawat dan bidan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan keterampilan yang lebih tajam dalam memberikan edukasi serta solusi bagi pasien. Konselor laktasi diharapkan menjadi jembatan keberhasilan ibu dalam memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya.
  • Bagi RS Panti Rapih: Kegiatan ini menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan. Dengan staf yang kompeten, RS Panti Rapih optimis dapat meningkatkan kepuasan pasien, mendukung angka capaian ASI Eksklusif nasional, dan tetap menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat yang unggul dalam pelayanan dan kasih.

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan materi yang didapat segera diimplementasikan dalam pelayanan harian di ruang maternitas.

 

 

 

 

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Sambut Guido Valadares National Hospital dalam Pelatihan Prosedur Pengoperasian Ventilator 5/5 (2)

Dalam rangka memperkuat kompetensi tenaga medis dalam penanganan pasien kritis, RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan praktik lapangan terkait Prosedur Pengoperasian Ventilator bersama delegasi dari Guido Valadares National Hospital (HNGV), Timor Leste. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 18 Desember hingga Sabtu, 20 Desember 2025.

Bertempat di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6, acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur SDM & Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P.H,Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pertukaran ilmu pengetahuan medis demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan global.

Pihak Guido Valadares National Hospital yang diwakili oleh Bapak Clementino da Costa, AMG, Lic. Sp Direktur Direktur Administrasi Financas menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam berbagi protokol klinis, khususnya mengenai teknologi bantuan pernapasan.

Sebanyak 10 peserta dari HNGV mengikuti rangkaian agenda intensif yang meliputi:

Penyampaian Company Profile: Dipaparkan oleh Robertus Yogi Saputro, A.Md.RMIK. (Kepala Seksi Kerjasama Perusahaan) untuk mengenalkan standar layanan RS Panti Rapih.

Observasi Lapangan: Peserta melakukan tinjauan langsung ke unit kritis, yaitu IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan ICU (Intensive Care Unit).

Praktik Klinis: Pendampingan intensif oleh Tim Ventilator RS Panti Rapih yang terdiri dari tenaga ahli:

  • dr. Laurentius Sandhie Prasetya Supranggono, Sp.An, M.Sc. KIC.
  • dr.David Budi Wibowo
  • Ganes Irawati Hardjono, S.Kep., Ns.
  • Danik Rahayu Fardanti, S.Kep., Ns.
  • Suryo Kuncoro, S.Kep., Ns.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi presentasi dari para peserta untuk mengevaluasi hasil pembelajaran serta pemberian kenang-kenangan sebagai simbol persahabatan antar kedua institusi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kedua instansi dapat memetik manfaat jangka panjang:

Bagi Guido Valadares National Hospital: Meningkatkan kemandirian tenaga medis dalam mengoperasikan alat ventilator sesuai standar internasional guna menurunkan angka mortalitas pasien kritis di Timor Leste.

Bagi RS Panti Rapih: Mempererat jejaring kerjasama internasional dan mengukuhkan posisi RS Panti Rapih sebagai pusat rujukan serta edukasi medis yang terpercaya di tingkat regional.

Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan ventilator saja, namun berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan di bidang medis lainnya.

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating