RS Panti Rapih Yogyakarta Lakukan Pendampingan Kinerja Puskesmas PONED di Fakfak dan Teluk Bintuni 5/5 (3)

Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bersama BP Tangguh Public Health telah sukses melaksanakan kegiatan Supervisi Fasilitatif (Sufas) lanjutan bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Pendampingan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 8 hingga 18 Juni 2026, dan merupakan kelanjutan dari kegiatan strategis sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 15 hingga 27 Juni 2025.

Kegiatan pendampingan ini difokuskan pada upaya konkret penurunan angka kematian ibu dan bayi di total empat Puskesmas dan dua Rumah Sakit Umum Daerah yang tersebar di wilayah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni. Melalui kerja sama lintas sektor, program ini menyasar penguatan kompetensi klinis serta sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Tim Pendamping RS Panti Rapih Yogyakarta:

  • Suryo Nugroho, MPH– Kepala Instalasi Diklit & Asesor Internal (Ketua Tim Sufas)
  • Lusiana Irene W, Sp. OG– Ketua KSM Obsgyn RS Panti Rapih
  • Christo Darius Junendytya, Sp.A– KSM Anak RS Panti Rapih
  • Theresia Heni Lestari, S.Tr.Keb., Bdn– Kepala Ruang Bersalin RS Panti Rapih Yogyakarta

Cakupan Wilayah Pendampingan

Intervensi supervisi fasilitatif kali ini mencakup beberapa fasilitas kesehatan rujukan dan dasar berikut:

Kabupaten Fakfak:

  • Puskesmas Bomberay
  • Puskesmas Kokas
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak

Kabupaten Teluk Bintuni:

  • Puskesmas Babo
  • Puskesmas Aranday
  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni

Rangkaian Kegiatan dan Persiapan Daring

Rangkaian kegiatan pendampingan dimulai sejak awal Juni 2026 dengan sejumlah persiapan berbasis daring. Tim Supervisi Fasilitatif (Sufas) dari RS Panti Rapih dan BP Tangguh Public Health mengadakan konsolidasi internal melalui email untuk menyelaraskan agenda dan strategi pelaksanaan di lapangan.

Dilanjutkan pada 4 Juni 2026, tim melakukan pertemuan pra-pendampingan secara virtual dengan Puskesmas Bomberay dan Kokas dari Kabupaten Fakfak. Dalam sesi ini, masing-masing fasilitas memaparkan hasil self-assessment serta mengevaluasi tindak lanjut dari rekomendasi program tahun sebelumnya. Keesokan harinya, 5 Juni 2026, agenda serupa digelar bersama Puskesmas Babo dan Aranday dari Kabupaten Teluk Bintuni guna memastikan kesiapan teknis sebelum tim turun ke lapangan.

Implementasi Lapangan di Kabupaten Fakfak

Kegiatan lapangan resmi dimulai pada 8 hingga 18 Juni 2026, di mana tim pendamping bertolak menuju Fakfak, Papua Barat. Pendampingan teknis intensif dimulai pada 9 Juni 2026 di Puskesmas Bomberay. Selanjutnya, pada 10 Juni 2026, kegiatan bergeser ke Puskesmas Kokas, yang juga mencakup pelaksanaan audit kasus kematian maternal sebagai upaya reflektif untuk peningkatan mutu layanan yang berkesinambungan.

Pada 11 Juni, tim melanjutkan kunjungan ke RSUD Fakfak untuk meninjau kesiapan integrasi rujukan, serta mengadakan forum evaluasi komprehensif sekaligus perumusan langkah lanjutan strategis bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak.

 

[FOTO] Dokumentasi 1: Sesi foto bersama tim pendamping, manajemen, dan staf medis dalam rangkaian Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 2: Diskusi panel dan pemaparan materi orientasi pada pelaksanaan Kegiatan di Puskesmas Bomberay.

[FOTO] Dokumentasi 3: Kunjungan lapangan dan koordinasi tim klinis dalam Kegiatan di Puskesmas Kokas.

[FOTO] Dokumentasi 4: Forum koordinasi lintas program dan Kegiatan evaluasi bersama jajaran di Dinkes Kabupaten Fakfak.

Aksi Nyata di Kabupaten Teluk Bintuni

Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Fakfak, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Teluk Bintuni pada 13 hingga 14 Juni 2026. Pendampingan teknis di wilayah ini dimulai di Puskesmas Babo pada 15 Juni dan dilanjutkan di Puskesmas Aranday pada 16 Juni. Metode pendampingan meliputi simulasi penanganan kedaruratan (emergency drill) serta diskusi interaktif mengenai hasil pencapaian Alat Pantau Kinerja Klinis (APKK).

Kegiatan berlanjut pada 17 Juni dengan kunjungan ke RSUD Teluk Bintuni untuk meninjau secara langsung alur penerimaan rujukan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yang masuk dari berbagai Puskesmas wilayah sekitarnya. Seluruh rangkaian kegiatan di Teluk Bintuni ditutup secara resmi pada siang hari tanggal 17 Juni 2026 melalui pertemuan evaluasi dan penyusunan rekomendasi strategis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Tim pendamping akhirnya melakukan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 18 Juni 2026.

[FOTO] Dokumentasi 5: Foto bersama seluruh staf dan tenaga kesehatan dalam rangkaian Foto Kegiatan di Puskesmas BABO.

[FOTO] Dokumentasi 6: Perjalanan tim melewati jembatan kayu ikonik menuju lokasi kegiatan di Puskesmas Aranday (Distrik Tomu, Papua Barat).

[FOTO] Dokumentasi 7: Sesi foto bersama dengan latar belakang hutan mangrove dalam rangkaian kegiatan luar ruang di Puskesmas Aranday.

[FOTO] Dokumentasi 8: Sesi koordinasi dan foto bersama jajaran Manajemen RSUD Teluk Bintuni.

[FOTO] Dokumentasi 9: Suasana pemaparan dan diskusi interaktif dalam acara Penyampaian hasil Sufas di Dinas Kesehatan Teluk Bintuni.

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Membangun Budaya Mutu Kesehatan di Wilayah 3T

Dalam seluruh kegiatan tersebut, tim pendamping melakukan verifikasi hasil tindak lanjut pendampingan tahun lalu, audit kasus, simulasi (emergency drill), serta mengukur capaian peningkatan mutu menggunakan instrumen APKK/R (Alat Pantau Kinerja Klinis/Rujukan).

“Pendampingan ini mengedepankan strategi sistemik untuk membangun budaya mutu layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan menambahkan pelatihan teknis terkait penanganan kgawatdaruratan maternal dan Neonatal.”— Suryo Nugroho, MPH (Ketua Tim Supervisi Fasilitatif RS Panti Rapih)

Dukungan penuh dari Dinas Kesehatan beserta pemerintah daerah setempat turut menguatkan komitmen keberlanjutan dampak kegiatan ini. Dalam pertemuan evaluasi akhir, disepakati pembentukan program tindak lanjut berupa pemantapan Supervisi Fasilitatif Daerah secara mandiri melalui peran strategis Dinas Kesehatan setempat.

Dengan hasil yang dicapai, RS Panti Rapih Yogyakarta berharap kegiatan pendampingan ini dapat menjadi praktik baik (best practice) yang konsisten dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia demi menekan angka kematian ibu dan bayi secara nasional.

 

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Suntik Botox Untuk Penyakit Saraf. Memang Bisa? 5/5 (3)

Sahabat Sehat, apakah pernah mendengar tentang botox? Saat ini, suntikan botox banyak digunakan untuk kecantikan. Tetapi, tahukah Sahabat Sehat bahwa awal mulanya botox lebih banyak digunakan untuk menangani berbagai penyakit daripada untuk kecantikan? Yuk, kita bahas!

Mengenal Botox

Botox, atau botulinum toxin, merupakan zat yang diekstrak dari bakteri Clostridium botulinum.  Bakteri ini pertama kali dikenal pada tahun 1700-an saat terjadi keracunan massal di Eropa dan Amerika Serikat, setelah banyak orang mengonsumsi makanan kaleng. Bakteri ini menyerang sistem saraf sehingga terjadi kelumpuhan otot di seluruh tubuh.

Namun, seiring perjalanan waktu, para peneliti menemukan bahwa zat racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum tersebut dapat diekstrak dan digunakan untuk menangani beberapa penyakit. Banyak penelitian dilakukan pada hewan uji coba hingga akhirnya botox dapat digunakan pada manusia.

Manfaat Botox pada Penyakit Saraf

Botox bekerja dengan cara mencegah kontraksi otot. Setelah disuntikkan, botox memerlukan durasi sekitar 1  minggu untuk dapat menunjukkan hasilnya. Suntikan botox bersifat lokal dan sementara, yang berarti botox hanya bekerja di area yang disuntik dan hanya bertahan selama beberapa bulan. Umumnya efek dari pemberian botox dapat bertahan selama 3 – 6 bulan. Apabila efek botox telah berkurang atau menghilang, pasien dapat menjalani proses penyuntikan botox ulang,

Pasien pascastroke yang menderita kekakuan (spastisitas) pada tangan dan kaki sering mengalami nyeri yang membuat pasien semakin sulit bergerak. Pemberian suntikan botox dapat dilakukan untuk mengurangi kekakuan tersebut, sehingga nyeri berkurang, otot menjadi lebih lentur, dan sekaligus dapat mempermudah proses fisioterapi.

 

Botox juga bermanfaat untuk berbagai penyakit gangguan gerak. Pernahkah Sahabat Sehat melihat seseorang yang mengalami “kedutan” atau kontraksi di satu sisi wajah? Kedutan tersebut muncul terus-menerus dan tidak bisa dihentikan. Kondisi ini disebut spasme hemifasial atau hemifacial spasm. Spasme hemifasial ini dapat dikurangi dengan menyuntikkan botox pada beberapa otot wajah. Selain itu, gangguan gerak lain seperti distonia dan tremor juga dapat berkurang setelah pemberian botox.

Pemberian suntikan botox harus dilakukan oleh dokter spesialis saraf. Setiap pasien memerlukan dosis yang berbeda dan lokasi penyuntikan yang berbeda pula. Dokter juga harus memantau efek samping dan respon pasca penyuntikkan.

Efek Samping Botox

Pemberian suntikan botox relatif aman dengan efek samping minimal. Efek samping yang paling sering muncul adalah rasa nyeri dan lebam di area penyuntikan. Suntikan botox yang dilakukan pada satu sisi wajah dapat memicu bentuk wajah yang tidak simetris. Kelemahan otot juga dapat muncul. Efek samping lain seperti infeksi dan reaksi alergi jarang terjadi.

Efek dari botox tidak permanen. Oleh karena itu, setiap efek samping yang muncul setelah penyuntikan juga tidak permanen. Apabila muncul wajah yang tidak simetris atau kelemahan otot pascasuntikan, setelah 3 – 6 bulan akan kembali seperti semula.

Botox tidak hanya digunakan untuk mempercantik wajah, tetapi juga dapat mengatasi berbagai penyakit, termasuk penyakit saraf. Jika Sahabat Sehat mengalami kekakuan otot, kontraksi atau gerakan otot yang tidak normal, berkonsultasilah dengan dokter spesialis saraf terlebih dahulu. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani Sahabat Sehat yang memerlukan tindakan botox.

 

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N, RPSGT

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Penyakit Parkinson dalam Rangka World Parkinson Day 2026 5/5 (8)

Tubuh yang kaku, tangan yang tremor, dan gerakan yang melambat. Itulah kondisi yang sering kita jumpai pada pasien dengan Penyakit Parkinson. Tetapi, apa itu Penyakit Parkinson?

Apa itu Penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson, atau lebih dikenal dengan “buyutan”, adalah salah satu jenis penyakit yang terjadi pada sistem saraf. Kerusakan terjadi pada pusat koordinasi gerakan otot yang disebut ganglia basalis. Penyakit ini bersifat progresif, yang artinya semakin lama akan semakin memburuk.

Penyakit Parkinson tidak menular, namun cenderung lebih sering dijumpai pada usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, memiliki riwayat penyakit saraf lain seperti stroke dan benturan kepala berulang. Pada umumnya Penyakit Parkinson muncul pada usia 40-70 tahun, rata-rata di atas usia 55 tahun. Di Indonesia, diperkirakan 10 orang dari setiap tahunnya mengalami Penyakit Parkinson. Penderita Parkinson sampai saat ini sekitar 200.000-400.000 dan diperkirakan akan menyerang 876.665 orang di Indonesia dari total jumlah penduduk sebesar 238.452.952 (Sumber : Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Parkinson Indonesia, 2024).

 

 

Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson

Awal mula seseorang menderita Penyakit Parkinson sering kali tidak diketahui dengan tepat. Rata-rata penyakit Parkinson terdiagnosis pada usia 60 tahun. Namun, gejala Penyakit Parkinson mungkin sudah dimulai jauh sebelum seseorang terdiagnosis Penyakit Parkinson. Tahapan tersebut disebut dengan tahap pre-diagnosis, dimana pasien mengalami gejala-gejala tertentu yang tidak disadari hal itu merupakan bagian dari Penyakit Parkinson, antara lain: gangguan buang air, hipotensi dengan perubahan posisi tubuh dari duduk menjadi berdiri (hipotensi ortostatik), gangguan mata, gangguan penciuman, gangguan tidur, depresi dan gangguan fungsi luhur/kognitif.

Lama kelamaan, tanda dan gejala khas Penyakit Parkinson akan muncul yang disebut sebagai gejala motorik. Gejala motorik dari Penyakit Parkinson meliputi gerakan yang semakin melambat, gangguan keseimbangan, kekakuan pada tangan dan kaki, tremor, postur/posisi badan yang semakin membungkuk, gangguan menelan, dan ekspresi wajah yang semakin datar. Seluruh tanda dan gejala ini akan semakin memberat seiring waktu. Sering kali, pasien berobat ke dokter pada saat gejala motorik ini sudah dirasakan.

Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson

 

Penanganan Penyakit Parkinson

Hingga saat ini, belum ada obat atau alat yang bisa menyembuhkan Penyakit Parkinson sepenuhnya. Obat yang diberikan pada pasien dengan Penyakit Parkinson bertujuan untuk meringankan gejala dan memperlambat perburukan kondisi. Beberapa tindakan operasi dapat dilakukan pada pasien yang memenuhi kriteria. Oleh karena itu, pasien yang diduga mengalami Penyakit Parkinson harus memeriksakan diri ke dokter spesialis neurologi agar dapat memeroleh penanganan yang tepat.

Pasien dengan Penyakit Parkinson yang juga mengalami berbagai penyakit lain, seperti stroke, hipertensi, atau diabetes melitus, juga harus menjalani pengobatan untuk penyakit-penyakit tersebut. Apabila penyakit penyerta tidak ditangani dengan baik, maka Penyakit Parkinson akan lebih cepat memburuk.

Menghadapi Penyakit Parkinson bukanlah suatu hal yang mudah. Pasien dan keluarga pasien sering mengalami frustasi dan lelah menjalani pengobatan. Oleh karena itu, dukungan sosial dan kondisi mental yang stabil juga sangat dibutuhkan. Makan makanan dengan gizi seimbang serta olahraga rutin terbukti dapat membantu memperlambat perburukan Penyakit Parkinson. Fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi juga perlu dilakukan secara rutin. Kombinasi dari seluruh tindakan tersebut akan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan Penyakit Parkinson.

 

Menderita Penyakit Parkinson bukanlah akhir dari segalanya. Penderita penyakit ini tetap dapat bekerja, berkarya, dan beraktivitas dengan baik. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani para pasien dengan Penyakit Parkinson.

 

 

Artikel ditulis oleh


dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc, Sp.N, FAAN, DFIDN, MHPM

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurologi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Memperkuat Tata Kelola Rumah Sakit, RSUD Teluk Bintuni Laksanakan Magang SPI di RS Panti Rapih 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 2 Maret 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan internal dan mutu pelayanan kesehatan, RS Panti Rapih menerima kunjungan magang dari Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) BLUD RSUD Teluk Bintuni. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi praktik terbaik (best practice) antar rumah sakit untuk menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim SPI BLUD RSUD Teluk Bintuni, drg. Weny H. Imawatie, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan magang ini. Beliau berharap delegasi dari Teluk Bintuni dapat menyerap ilmu tata kelola yang telah diimplementasikan dengan baik oleh RS Panti Rapih.

Sebagai simbol dimulainya kerjasama ini, kedua belah pihak melakukan pertukaran cinderamata yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Agenda hari pertama diawali dengan paparan Company Profile yang disampaikan oleh Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama. Peserta kemudian menerima materi inti yang terbagi dalam dua sesi utama:

  • Komite Mutu Rumah Sakit (KMRS): Disampaikan oleh Ibu Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM, Ketua Komite Mutu Rumah Sakit, yang membahas mengenai standarisasi dan pemeliharaan mutu layanan.
  • Satuan Pemeriksaan Internal (SPI): Dipaparkan oleh Ibu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., Kepala Satuan Pemeriksaan Internal, yang berfokus pada mekanisme audit internal dan pengawasan operasional rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif. Kegiatan hari pertama ditutup dengan hospital tour, di mana delegasi RSUD Teluk Bintuni melihat langsung fasilitas dan alur pelayanan di RS Panti Rapih.

Melalui kegiatan magang ini, diharapkan terjalin komunikasi berkelanjutan yang saling menguntungkan bagi kedua instansi.

Bagi RSUD Teluk Bintuni, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam memperkuat sistem pengawasan internal dan mutu layanan, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di wilayah Papua Barat.

Bagi RS Panti Rapih, kunjungan ini merupakan wujud komitmen rumah sakit untuk terus berbagi pengetahuan dan berkontribusi secara luas dalam kemajuan ekosistem kesehatan di Indonesia. Semoga sinergi ini menjadi langkah awal dari berbagai kerjasama strategis di masa yang akan datang.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tips Nutrisi Sehat selama Bulan Puasa 5/5 (1)

Selama memasuki bulan puasa, tidak berarti tubuh menjadi tidak produktif. Dengan strategi yang tapat, bulan puasa justru menjadi momen untuk tetap menjadi bugar dengan pengaturan pola makan dan pemilihan nutrisi yang tepat.

Bagaimana pola makan yang tepat selama berpuasa?

Saat berpuasa, kita perlu memperhatikan asupan nutrisi yang tepat dengan gizi seimbang, yakni :

  • Nutrisi yang dimaksud adalah pemenuhan zat gizi seimbang berupa karbohidrat, serat, protein, dan lemak secukupnya, diutamakan dari lemak tidak jenuh. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi bagi tubuh, pilih karbohidrat kompleks  seperti nasi merah, gandum utuh, maupun oat, sehingga lebih lama dicerna oleh tubuh dan dapat menjaga kadar gula darah tidak melonjak secara drastis. Selain karbohidrat, cukupi kebutuhan protein hewani dan nabati secara seimbang. Yang termasuk dalam protein hewani adalah daging, ayam, telur, dan ikan, sedangkan yang termasuk protein nabati adalahtahu, tempe, dan kacang-kacangan. Serat diperoleh dari sayuran yang dikonsumsi, konsumsi serat dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Selain sayur, jangan lupa juga untuk konsumsi buah-buahan selama sahur dan berbuka. Buah-buahan mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah sakit selama menjalankan ibadah puasa. Buah-buahan seperti semangka, melon, jeruk, pir juga memiliki kadar air yang dapat membantu menyumbang hidrasi cairan dalam tubuh.
  • Pada saat sahur dan berbuka puasa, dapat diberikan makanan ringan yang bervariasi. Misalkan diawali dengan minum air putih serta berbuka dengan buah dengan manis alami, seperti kurma, apel, maupun pir.
  • Hindari mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang berlebihan, seperti goreng-gorengan yang mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh pada gorengan akan menyebabkan gangguan pada saluran cerna apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, terlebih dalam kondisi perut kosong seharian. Sedangkan lemaktak jenuh masih diperlukan oleh tubuh, lemak tak jenuh dapat diperoleh melalui minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, maupun dari protein hewani yang dikonsumsi (misalkan ikan salmon yang berlemak)
  • Hindari minum minuman tinggi kafein seperti kopi, teh, maupun coklat, karena akan menimbulkan efek diuretik yang memicu tubuh sering buang air kencing sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

 

Jika anda sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter Sahabat Sehat untuk pengaturan jadwal minum obat selama berpuasa.

Tetap jaga kesehatan dan selamat menunaikan ibadah puasa.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Yolenta Marganingsih

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Virus Nipah: Gejala, Cara Penularan, dan Langkah Pencegahannya 5/5 (1)

Belakangan ini, kewaspadaan terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular kembali meningkat di berbagai wilayah. Salah satu yang menjadi sorotan dunia kesehatan adalah Virus Nipah. Meski kasusnya jarang ditemukan, virus ini memiliki tingkat keparahan yang tinggi dan dapat menyebar melalui kontak erat. Edukasi yang tepat sangat penting agar kita tetap waspada tanpa harus panik berlebihan.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus zoonosis, artinya virus ini berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia. Pertama kali ditemukan di Asia Tenggara, virus ini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat hingga saat ini. Inang alami dari virus ini adalah kelelawar pemakan buah.

Bagaimana Virus Ini Menular?

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur utama:

Dari Kelelawar ke Manusia: Melalui konsumsi buah atau minuman (seperti air nira) yang telah terkontaminasi air liur, urin, atau kotoran kelelawar.

Melalui Inang Perantara (Babi): Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan babi yang sakit, mengolah daging mentah, atau mengonsumsi daging yang tidak dimasak hingga matang.

Antar Manusia: Penularan terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

Mengenali Gejala: Dari Flu hingga Gejala Berat

Gejala virus Nipah sering kali tidak khas pada tahap awal, sehingga terkadang sulit disadari.

1. Gejala Awal (Mirip Flu)

Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, nyeri tenggorokan, dan tubuh terasa lemas.

2. Gejala Berat

Jika infeksi memburuk, virus dapat menyerang organ vital seperti otak dan paru-paru:

  • Terjadi radang otak (meningoensefalitis).
  • Penurunan kesadaran, kejang, hingga sesak napas.
  • Kondisi ini memerlukan perawatan intensif di rumah sakit karena dapat menyebabkan kematian.

Diagnosis dan Pengobatan

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah. Penanganan yang dilakukan dokter bersifat perawatan suportif dan intensif untuk meredakan gejala yang muncul.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, melihat riwayat paparan, dan melakukan tes laboratorium khusus seperti PCR atau serologi. Sampel laboratorium tersebut nantinya dikirimkan ke Puslitbang BTDK di Jakarta untuk hasil yang akurat.

Langkah Pencegahan Mandiri

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Kebersihan Makanan: Selalu cuci dan kupas buah sebelum dimakan. Hindari buah yang tampak ada bekas gigitan hewan atau jatuh di tanah.
  • Masak Hingga Matang: Pastikan daging diolah sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Hindari Risiko: Jangan mengonsumsi minuman mentah yang berisiko terkontaminasi, seperti air nira.
  • Proteksi Diri: Rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan hindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Melayani Sepenuh Hati: Pelantikan Organ Yayasan Panti Rapih Periode 2026-2031 No ratings yet.

YOGYAKARTA, 20 Februari 2026 – Yayasan Panti Rapih (YPR) resmi memulai babak baru kepemimpinan melalui Perayaan Ekaristi Perutusan dan Pelantikan Organ Yayasan untuk masa bakti 2026-2031. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Auditorium Lantai 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Keuskupan Agung Semarang), didampingi oleh Rm. Fransiskus Xaverius Sugiyana PR (Vikaris Jenderal KAS), dan Rm. Modestus Supriyanto PR (Pastoral Care RS Panti Rapih).


Dalam homilinya, Mgr. Rubi menekankan bahwa jabatan dalam Yayasan Panti Rapih bukanlah sekadar tugas manajerial, melainkan sebuah panggilan suci.

“Organ Yayasan yang terpilih bukan hanya untuk mengelola dan bekerja, tetapi untuk melayani sepenuh hati. Kita dipilih karena dipercaya untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Jadikan semangat Bunda Elisabeth—yakni iman, harapan, dan kasih—sebagai landasan melangkah. Jika suatu saat merasa lelah, ingatlah bahwa ini adalah sebuah panggilan,” pesan Mgr. Rubi.

Prosesi Pelantikan dan Serah Terima

Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan prosesi formal yang meliputi:

  • Pengucapan Janji Jabatan: Seluruh Pengurus dan Pengawas periode 2026-2031 mengucapkan janji di hadapan Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai pejabat pengambil janji, didampingi Rm. Modestus Supriyanto PR sebagai rohaniwan pendamping.
  • Penandatanganan Berita Acara: Penandatanganan dokumen resmi sebagai simbol komitmen hukum dan spiritual dalam menjalankan amanah lima tahun ke depan.
  • Apresiasi Masa Bakti: Yayasan memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi luar biasa kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya, yaitu: Bapak Al. Haryono Yusup,MBA, Akt,  Sr. Surani CB, Bapak KMT Tumenggung Tirtodiprojo, dan Bapak dr. RM. Silvester Maria Haripurnomo K., Dr.PH

Peristiwa penting ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari berbagai unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih, di antaranya Direksi RS Panti Rapih, Direktur RS Panti Nugroho, Direktur RS Panti Rini, Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran, Direktur RS Panti Rahayu, serta jajaran struktural lainnya.

Kehadiran para pimpinan rumah sakit ini mempertegas komitmen yayasan dalam menjaga sinergi pelayanan kesehatan yang mengutamakan nilai kemanusiaan di seluruh jaringan RS Panti Rapih. Acara ditutup dengan doa perutusan oleh Rm. Fransiskus Xaverius Sugiyana PR dan sesi foto bersama sebagai simbol kesatuan visi.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Peringati Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rapih Yogyakarta Bagikan Berkat dan Harapan bagi Pasien No ratings yet.

YOGYAKARTA, 11 Februari 2026 – Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya secara fisik tetapi juga spiritual. Bertepatan dengan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rapih menyelenggarakan serangkaian kegiatan rohani yang ditujukan bagi pasien, keluarga, dan seluruh civitas hospitalia.

Misa Kudus: Doa Bersama untuk Kesembuhan

Rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan Misa Kudus yang bertempat di Kapel Panti Rapih. Misa dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto, Pr, selaku Pastoral Care RS Panti Rapih. Perayaan ekaristi ini diikuti dengan khidmat oleh:

  • Pasien rawat inap beserta keluarga.
  • Karyawan RS Panti Rapih.
  • Suster-suster lansia dari Kongregasi Cinta Kasih Carolus Borromeus (CB).

Dalam suasana doa yang hangat, Misa ini menjadi sarana penguatan iman bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit, sekaligus bentuk dukungan spiritual dari komunitas rumah sakit.

Kunjungan Kasih Direksi

 

Setelah pelaksanaan Misa, Direktur Utama RS Panti Rapih melanjutkan agenda dengan mengunjungi langsung unit-unit perawatan. Dalam kunjungan tersebut, Direksi menyapa para pasien secara personal dan membagikan benda-benda rohani sebagai simbol penyemangat. Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan mendalam bahwa kondisi sakit bukanlah penghalang untuk merasakan kehadiran Sang Pencipta.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa di dalam sakit pun, kasih Tuhan tetap melimpah. Kami ingin mendampingi setiap pasien agar tetap memiliki harapan dan keteguhan hati dalam proses pemulihan mereka,” ujar perwakilan manajemen RS Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Rayakan Hari Kanker Sedunia 2026, RS Panti Rapih Usung “The Science of Pink” untuk Edukasi Personalisasi Terapi Kanker Payudara No ratings yet.

YOGYAKARTA, 6 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2026, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan suportif bertajuk “The Science of Pink: Memahami Jenis Kanker Payudara”. Acara yang berlangsung di Lounge Lobby Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus ini dihadiri oleh 44 orang peserta yang terdiri dari pasien kanker payudara, keluarga, tenaga kesehatan, serta perwakilan komunitas kanker.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Medis RS Panti Rapih Yogyakarta,dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan holistik—medis, psikologis, dan sosial—dalam mendampingi setiap langkah perjalanan pasien.

Tema “The Science of Pink” diangkat untuk mengedukasi masyarakat bahwa setiap kasus kanker payudara bersifat unik dan membutuhkan penanganan yang spesifik. Sebagai simbol visual, ke-44 peserta mengawali kegiatan dengan melakukan cap ibu jari pada kanvas “Pohon Kehidupan”. Aktivitas ini melambangkan keberagaman karakteristik individu dan stadium penyakit yang tetap bersatu dalam satu ekosistem dukungan yang kuat.

Seminar edukasi ini menghadirkan para ahli untuk membedah kanker payudara dari berbagai sudut pandang teknis maupun praktis:

  1. dr. Johan Kurnianda, Sp. PD. KHOM memaparkan materi mengenai subtipe kanker payudara dan keunikan tiap tahap pengobatan. Beliau memperkenalkan konsep Targeted Therapy, yakni pengobatan yang bekerja secara spesifik pada target tertentu di sel kanker agar terapi lebih tepat sasaran.
  2. Aganetha Naura Permata, A.Md.Kes memberikan edukasi dari sisi fisioterapi, khususnya mengenai terapi pasca-mastektomi dan pencegahan lymphedema.
  3. Ibu Neni Puspitas Guningsih, S.Kep., Ners dan Ibu MM. Diyah Pujiastuti, S.Kep., Ners memandu demo praktis SADARI (Periksa Payudara Sendiri) menggunakan alat peraga guna meningkatkan kemampuan deteksi dini mandiri.

Kegiatan ditutup dengan seremoni “Ribbon of Hope”, di mana seluruh peserta menyatukan berbagai gradasi pita pink. Perbedaan warna pita tersebut melambangkan keragaman stadium dan pengalaman penyintas, namun penyatuannya melambangkan kekuatan, harapan, dan persatuan dalam melawan kanker.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menjadi pusat layanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga hadir sebagai pendamping yang suportif bagi para pejuang kanker.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Wawasan Mahasiswa di Bidang Rekam Medis Digital, Universitas Duta Bangsa Surakarta Kunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta No ratings yet.

YOGYAKARTA, 4 FEBRUARI 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi dari Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta pada Rabu (4/2). Sebanyak 110 peserta yang terdiri dari 90 mahasiswa dan 20 dosen pendamping hadir untuk mendalami implementasi manajemen rekam medis dan teknologi informasi kesehatan di dunia industri rumah sakit.

Acara yang berlangsung di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6 ini dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi kesehatan untuk menghadapi tantangan digitalisasi layanan kesehatan.

Warsi Maryati, S.KM., MPH, selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih. “Kunjungan ini merupakan langkah krusial bagi mahasiswa kami untuk melihat langsung bagaimana teori di bangku kuliah, khususnya mengenai Rekam Medis Elektronik, diimplementasikan secara nyata di institusi kesehatan yang memiliki standar pelayanan tinggi,” ujarnya.

Setelah sesi tukar menukar kenang-kenangan dan foto bersama, agenda dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif dari jajaran manajemen RS Panti Rapih:

  • Profil Rumah Sakit: Disampaikan oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama), yang memperkenalkan visi misi serta nilai-nilai pelayanan RS Panti Rapih.
  • Layanan Rekam Medis: Elizabet Erni Kurniawati, S.Tr.RMIK (Kepala Instalasi Rekam Medik) memaparkan alur dan tata kelola manajemen data pasien yang efektif.
  • Layanan JKN & Coding: Francisco Ximenes, A.Md. RMIK (Kepala Sub Instalasi Coding dan Verifikasi Klaim) menjelaskan teknis pengkodean medis dan proses klaim Jaminan Kesehatan Nasional.
  • Rekam Medis Elektronik (RME): Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom (Kepala Instalasi Teknologi Informasi) membedah sistem IT yang mendukung transformasi digital rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang dinamis, sebelum akhirnya rangkaian acara ditutup dengan hospital tour untuk melihat langsung fasilitas dan operasional layanan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, kedua belah pihak berharap dapat menjalin kemitraan yang berkelanjutan:

  • Bagi Universitas Duta Bangsa Surakarta: Diharapkan mahasiswa mendapatkan wawasan praktis dan pengalaman lapangan yang relevan, sehingga lulusan UDB memiliki kompetensi tinggi yang siap pakai di industri kesehatan, terutama dalam penguasaan Rekam Medis Elektronik.
  • Bagi RS Panti Rapih Yogyakarta: Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran RS Panti Rapih sebagai pusat pembelajaran (learning hospital) yang berkontribusi pada kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia, serta menjaring potensi SDM berkualitas di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating