Mengenal Penyakit Parkinson dalam Rangka World Parkinson Day 2026 5/5 (8)

Tubuh yang kaku, tangan yang tremor, dan gerakan yang melambat. Itulah kondisi yang sering kita jumpai pada pasien dengan Penyakit Parkinson. Tetapi, apa itu Penyakit Parkinson?

Apa itu Penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson, atau lebih dikenal dengan “buyutan”, adalah salah satu jenis penyakit yang terjadi pada sistem saraf. Kerusakan terjadi pada pusat koordinasi gerakan otot yang disebut ganglia basalis. Penyakit ini bersifat progresif, yang artinya semakin lama akan semakin memburuk.

Penyakit Parkinson tidak menular, namun cenderung lebih sering dijumpai pada usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, memiliki riwayat penyakit saraf lain seperti stroke dan benturan kepala berulang. Pada umumnya Penyakit Parkinson muncul pada usia 40-70 tahun, rata-rata di atas usia 55 tahun. Di Indonesia, diperkirakan 10 orang dari setiap tahunnya mengalami Penyakit Parkinson. Penderita Parkinson sampai saat ini sekitar 200.000-400.000 dan diperkirakan akan menyerang 876.665 orang di Indonesia dari total jumlah penduduk sebesar 238.452.952 (Sumber : Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Parkinson Indonesia, 2024).

 

 

Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson

Awal mula seseorang menderita Penyakit Parkinson sering kali tidak diketahui dengan tepat. Rata-rata penyakit Parkinson terdiagnosis pada usia 60 tahun. Namun, gejala Penyakit Parkinson mungkin sudah dimulai jauh sebelum seseorang terdiagnosis Penyakit Parkinson. Tahapan tersebut disebut dengan tahap pre-diagnosis, dimana pasien mengalami gejala-gejala tertentu yang tidak disadari hal itu merupakan bagian dari Penyakit Parkinson, antara lain: gangguan buang air, hipotensi dengan perubahan posisi tubuh dari duduk menjadi berdiri (hipotensi ortostatik), gangguan mata, gangguan penciuman, gangguan tidur, depresi dan gangguan fungsi luhur/kognitif.

Lama kelamaan, tanda dan gejala khas Penyakit Parkinson akan muncul yang disebut sebagai gejala motorik. Gejala motorik dari Penyakit Parkinson meliputi gerakan yang semakin melambat, gangguan keseimbangan, kekakuan pada tangan dan kaki, tremor, postur/posisi badan yang semakin membungkuk, gangguan menelan, dan ekspresi wajah yang semakin datar. Seluruh tanda dan gejala ini akan semakin memberat seiring waktu. Sering kali, pasien berobat ke dokter pada saat gejala motorik ini sudah dirasakan.

Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson

 

Penanganan Penyakit Parkinson

Hingga saat ini, belum ada obat atau alat yang bisa menyembuhkan Penyakit Parkinson sepenuhnya. Obat yang diberikan pada pasien dengan Penyakit Parkinson bertujuan untuk meringankan gejala dan memperlambat perburukan kondisi. Beberapa tindakan operasi dapat dilakukan pada pasien yang memenuhi kriteria. Oleh karena itu, pasien yang diduga mengalami Penyakit Parkinson harus memeriksakan diri ke dokter spesialis neurologi agar dapat memeroleh penanganan yang tepat.

Pasien dengan Penyakit Parkinson yang juga mengalami berbagai penyakit lain, seperti stroke, hipertensi, atau diabetes melitus, juga harus menjalani pengobatan untuk penyakit-penyakit tersebut. Apabila penyakit penyerta tidak ditangani dengan baik, maka Penyakit Parkinson akan lebih cepat memburuk.

Menghadapi Penyakit Parkinson bukanlah suatu hal yang mudah. Pasien dan keluarga pasien sering mengalami frustasi dan lelah menjalani pengobatan. Oleh karena itu, dukungan sosial dan kondisi mental yang stabil juga sangat dibutuhkan. Makan makanan dengan gizi seimbang serta olahraga rutin terbukti dapat membantu memperlambat perburukan Penyakit Parkinson. Fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi juga perlu dilakukan secara rutin. Kombinasi dari seluruh tindakan tersebut akan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan Penyakit Parkinson.

 

Menderita Penyakit Parkinson bukanlah akhir dari segalanya. Penderita penyakit ini tetap dapat bekerja, berkarya, dan beraktivitas dengan baik. Rumah Sakit Panti Rapih siap melayani para pasien dengan Penyakit Parkinson.

 

 

Artikel ditulis oleh


dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc, Sp.N, FAAN, DFIDN, MHPM

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurologi RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Informasi lebih lanjut :

Klinik Saraf

Lantai 5, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus RS Panti Rapih

Pendaftaran :

Pendaftaran 24 jam (0274) 514004/514006

Aplikasi PantiRapihKu (download di Google Play Store atau App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Memperkuat Tata Kelola Rumah Sakit, RSUD Teluk Bintuni Laksanakan Magang SPI di RS Panti Rapih 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 2 Maret 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan internal dan mutu pelayanan kesehatan, RS Panti Rapih menerima kunjungan magang dari Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) BLUD RSUD Teluk Bintuni. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., FISQUA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi praktik terbaik (best practice) antar rumah sakit untuk menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim SPI BLUD RSUD Teluk Bintuni, drg. Weny H. Imawatie, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan magang ini. Beliau berharap delegasi dari Teluk Bintuni dapat menyerap ilmu tata kelola yang telah diimplementasikan dengan baik oleh RS Panti Rapih.

Sebagai simbol dimulainya kerjasama ini, kedua belah pihak melakukan pertukaran cinderamata yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Agenda hari pertama diawali dengan paparan Company Profile yang disampaikan oleh Ibu Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M., selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama. Peserta kemudian menerima materi inti yang terbagi dalam dua sesi utama:

  • Komite Mutu Rumah Sakit (KMRS): Disampaikan oleh Ibu Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM, Ketua Komite Mutu Rumah Sakit, yang membahas mengenai standarisasi dan pemeliharaan mutu layanan.
  • Satuan Pemeriksaan Internal (SPI): Dipaparkan oleh Ibu Chatarina Endah Tri Yuliani, S.Kep., Ns., Kepala Satuan Pemeriksaan Internal, yang berfokus pada mekanisme audit internal dan pengawasan operasional rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif. Kegiatan hari pertama ditutup dengan hospital tour, di mana delegasi RSUD Teluk Bintuni melihat langsung fasilitas dan alur pelayanan di RS Panti Rapih.

Melalui kegiatan magang ini, diharapkan terjalin komunikasi berkelanjutan yang saling menguntungkan bagi kedua instansi.

Bagi RSUD Teluk Bintuni, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam memperkuat sistem pengawasan internal dan mutu layanan, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di wilayah Papua Barat.

Bagi RS Panti Rapih, kunjungan ini merupakan wujud komitmen rumah sakit untuk terus berbagi pengetahuan dan berkontribusi secara luas dalam kemajuan ekosistem kesehatan di Indonesia. Semoga sinergi ini menjadi langkah awal dari berbagai kerjasama strategis di masa yang akan datang.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Tips Nutrisi Sehat selama Bulan Puasa 5/5 (1)

Selama memasuki bulan puasa, tidak berarti tubuh menjadi tidak produktif. Dengan strategi yang tapat, bulan puasa justru menjadi momen untuk tetap menjadi bugar dengan pengaturan pola makan dan pemilihan nutrisi yang tepat.

Bagaimana pola makan yang tepat selama berpuasa?

Saat berpuasa, kita perlu memperhatikan asupan nutrisi yang tepat dengan gizi seimbang, yakni :

  • Nutrisi yang dimaksud adalah pemenuhan zat gizi seimbang berupa karbohidrat, serat, protein, dan lemak secukupnya, diutamakan dari lemak tidak jenuh. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi bagi tubuh, pilih karbohidrat kompleks  seperti nasi merah, gandum utuh, maupun oat, sehingga lebih lama dicerna oleh tubuh dan dapat menjaga kadar gula darah tidak melonjak secara drastis. Selain karbohidrat, cukupi kebutuhan protein hewani dan nabati secara seimbang. Yang termasuk dalam protein hewani adalah daging, ayam, telur, dan ikan, sedangkan yang termasuk protein nabati adalahtahu, tempe, dan kacang-kacangan. Serat diperoleh dari sayuran yang dikonsumsi, konsumsi serat dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Selain sayur, jangan lupa juga untuk konsumsi buah-buahan selama sahur dan berbuka. Buah-buahan mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah sakit selama menjalankan ibadah puasa. Buah-buahan seperti semangka, melon, jeruk, pir juga memiliki kadar air yang dapat membantu menyumbang hidrasi cairan dalam tubuh.
  • Pada saat sahur dan berbuka puasa, dapat diberikan makanan ringan yang bervariasi. Misalkan diawali dengan minum air putih serta berbuka dengan buah dengan manis alami, seperti kurma, apel, maupun pir.
  • Hindari mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang berlebihan, seperti goreng-gorengan yang mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh pada gorengan akan menyebabkan gangguan pada saluran cerna apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, terlebih dalam kondisi perut kosong seharian. Sedangkan lemaktak jenuh masih diperlukan oleh tubuh, lemak tak jenuh dapat diperoleh melalui minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, maupun dari protein hewani yang dikonsumsi (misalkan ikan salmon yang berlemak)
  • Hindari minum minuman tinggi kafein seperti kopi, teh, maupun coklat, karena akan menimbulkan efek diuretik yang memicu tubuh sering buang air kencing sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

 

Jika anda sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter Sahabat Sehat untuk pengaturan jadwal minum obat selama berpuasa.

Tetap jaga kesehatan dan selamat menunaikan ibadah puasa.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Yolenta Marganingsih

(Dokter Umum RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Mengenal Virus Nipah: Gejala, Cara Penularan, dan Langkah Pencegahannya 5/5 (2)

Belakangan ini, kewaspadaan terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular kembali meningkat di berbagai wilayah. Salah satu yang menjadi sorotan dunia kesehatan adalah Virus Nipah. Meski kasusnya jarang ditemukan, virus ini memiliki tingkat keparahan yang tinggi dan dapat menyebar melalui kontak erat. Edukasi yang tepat sangat penting agar kita tetap waspada tanpa harus panik berlebihan.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus zoonosis, artinya virus ini berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia. Pertama kali ditemukan di Asia Tenggara, virus ini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat hingga saat ini. Inang alami dari virus ini adalah kelelawar pemakan buah.

Bagaimana Virus Ini Menular?

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur utama:

Dari Kelelawar ke Manusia: Melalui konsumsi buah atau minuman (seperti air nira) yang telah terkontaminasi air liur, urin, atau kotoran kelelawar.

Melalui Inang Perantara (Babi): Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan babi yang sakit, mengolah daging mentah, atau mengonsumsi daging yang tidak dimasak hingga matang.

Antar Manusia: Penularan terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

Mengenali Gejala: Dari Flu hingga Gejala Berat

Gejala virus Nipah sering kali tidak khas pada tahap awal, sehingga terkadang sulit disadari.

1. Gejala Awal (Mirip Flu)

Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, nyeri tenggorokan, dan tubuh terasa lemas.

2. Gejala Berat

Jika infeksi memburuk, virus dapat menyerang organ vital seperti otak dan paru-paru:

  • Terjadi radang otak (meningoensefalitis).
  • Penurunan kesadaran, kejang, hingga sesak napas.
  • Kondisi ini memerlukan perawatan intensif di rumah sakit karena dapat menyebabkan kematian.

Diagnosis dan Pengobatan

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah. Penanganan yang dilakukan dokter bersifat perawatan suportif dan intensif untuk meredakan gejala yang muncul.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, melihat riwayat paparan, dan melakukan tes laboratorium khusus seperti PCR atau serologi. Sampel laboratorium tersebut nantinya dikirimkan ke Puslitbang BTDK di Jakarta untuk hasil yang akurat.

Langkah Pencegahan Mandiri

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Kebersihan Makanan: Selalu cuci dan kupas buah sebelum dimakan. Hindari buah yang tampak ada bekas gigitan hewan atau jatuh di tanah.
  • Masak Hingga Matang: Pastikan daging diolah sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Hindari Risiko: Jangan mengonsumsi minuman mentah yang berisiko terkontaminasi, seperti air nira.
  • Proteksi Diri: Rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan hindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Levina Prima Rosalia, Sp.PD

(Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Melayani Sepenuh Hati: Pelantikan Organ Yayasan Panti Rapih Periode 2026-2031 No ratings yet.

YOGYAKARTA, 20 Februari 2026 – Yayasan Panti Rapih (YPR) resmi memulai babak baru kepemimpinan melalui Perayaan Ekaristi Perutusan dan Pelantikan Organ Yayasan untuk masa bakti 2026-2031. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Auditorium Lantai 6, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus, RS Panti Rapih.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Keuskupan Agung Semarang), didampingi oleh Rm. Fransiskus Xaverius Sugiyana PR (Vikaris Jenderal KAS), dan Rm. Modestus Supriyanto PR (Pastoral Care RS Panti Rapih).


Dalam homilinya, Mgr. Rubi menekankan bahwa jabatan dalam Yayasan Panti Rapih bukanlah sekadar tugas manajerial, melainkan sebuah panggilan suci.

“Organ Yayasan yang terpilih bukan hanya untuk mengelola dan bekerja, tetapi untuk melayani sepenuh hati. Kita dipilih karena dipercaya untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Jadikan semangat Bunda Elisabeth—yakni iman, harapan, dan kasih—sebagai landasan melangkah. Jika suatu saat merasa lelah, ingatlah bahwa ini adalah sebuah panggilan,” pesan Mgr. Rubi.

Prosesi Pelantikan dan Serah Terima

Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan prosesi formal yang meliputi:

  • Pengucapan Janji Jabatan: Seluruh Pengurus dan Pengawas periode 2026-2031 mengucapkan janji di hadapan Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai pejabat pengambil janji, didampingi Rm. Modestus Supriyanto PR sebagai rohaniwan pendamping.
  • Penandatanganan Berita Acara: Penandatanganan dokumen resmi sebagai simbol komitmen hukum dan spiritual dalam menjalankan amanah lima tahun ke depan.
  • Apresiasi Masa Bakti: Yayasan memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi luar biasa kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya, yaitu: Bapak Al. Haryono Yusup,MBA, Akt,  Sr. Surani CB, Bapak KMT Tumenggung Tirtodiprojo, dan Bapak dr. RM. Silvester Maria Haripurnomo K., Dr.PH

Peristiwa penting ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari berbagai unit karya di bawah naungan Yayasan Panti Rapih, di antaranya Direksi RS Panti Rapih, Direktur RS Panti Nugroho, Direktur RS Panti Rini, Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran, Direktur RS Panti Rahayu, serta jajaran struktural lainnya.

Kehadiran para pimpinan rumah sakit ini mempertegas komitmen yayasan dalam menjaga sinergi pelayanan kesehatan yang mengutamakan nilai kemanusiaan di seluruh jaringan RS Panti Rapih. Acara ditutup dengan doa perutusan oleh Rm. Fransiskus Xaverius Sugiyana PR dan sesi foto bersama sebagai simbol kesatuan visi.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Peringati Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rapih Yogyakarta Bagikan Berkat dan Harapan bagi Pasien No ratings yet.

YOGYAKARTA, 11 Februari 2026 – Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya secara fisik tetapi juga spiritual. Bertepatan dengan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rapih menyelenggarakan serangkaian kegiatan rohani yang ditujukan bagi pasien, keluarga, dan seluruh civitas hospitalia.

Misa Kudus: Doa Bersama untuk Kesembuhan

Rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan Misa Kudus yang bertempat di Kapel Panti Rapih. Misa dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto, Pr, selaku Pastoral Care RS Panti Rapih. Perayaan ekaristi ini diikuti dengan khidmat oleh:

  • Pasien rawat inap beserta keluarga.
  • Karyawan RS Panti Rapih.
  • Suster-suster lansia dari Kongregasi Cinta Kasih Carolus Borromeus (CB).

Dalam suasana doa yang hangat, Misa ini menjadi sarana penguatan iman bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit, sekaligus bentuk dukungan spiritual dari komunitas rumah sakit.

Kunjungan Kasih Direksi

 

Setelah pelaksanaan Misa, Direktur Utama RS Panti Rapih melanjutkan agenda dengan mengunjungi langsung unit-unit perawatan. Dalam kunjungan tersebut, Direksi menyapa para pasien secara personal dan membagikan benda-benda rohani sebagai simbol penyemangat. Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan mendalam bahwa kondisi sakit bukanlah penghalang untuk merasakan kehadiran Sang Pencipta.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa di dalam sakit pun, kasih Tuhan tetap melimpah. Kami ingin mendampingi setiap pasien agar tetap memiliki harapan dan keteguhan hati dalam proses pemulihan mereka,” ujar perwakilan manajemen RS Panti Rapih.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Rayakan Hari Kanker Sedunia 2026, RS Panti Rapih Usung “The Science of Pink” untuk Edukasi Personalisasi Terapi Kanker Payudara 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 6 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2026, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan suportif bertajuk “The Science of Pink: Memahami Jenis Kanker Payudara”. Acara yang berlangsung di Lounge Lobby Lantai 2, Gedung Rawat Jalan Terpadu Borromeus ini dihadiri oleh 44 orang peserta yang terdiri dari pasien kanker payudara, keluarga, tenaga kesehatan, serta perwakilan komunitas kanker.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Medis RS Panti Rapih Yogyakarta,dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan holistik—medis, psikologis, dan sosial—dalam mendampingi setiap langkah perjalanan pasien.

Tema “The Science of Pink” diangkat untuk mengedukasi masyarakat bahwa setiap kasus kanker payudara bersifat unik dan membutuhkan penanganan yang spesifik. Sebagai simbol visual, ke-44 peserta mengawali kegiatan dengan melakukan cap ibu jari pada kanvas “Pohon Kehidupan”. Aktivitas ini melambangkan keberagaman karakteristik individu dan stadium penyakit yang tetap bersatu dalam satu ekosistem dukungan yang kuat.

Seminar edukasi ini menghadirkan para ahli untuk membedah kanker payudara dari berbagai sudut pandang teknis maupun praktis:

  1. dr. Johan Kurnianda, Sp. PD. KHOM memaparkan materi mengenai subtipe kanker payudara dan keunikan tiap tahap pengobatan. Beliau memperkenalkan konsep Targeted Therapy, yakni pengobatan yang bekerja secara spesifik pada target tertentu di sel kanker agar terapi lebih tepat sasaran.
  2. Aganetha Naura Permata, A.Md.Kes memberikan edukasi dari sisi fisioterapi, khususnya mengenai terapi pasca-mastektomi dan pencegahan lymphedema.
  3. Ibu Neni Puspitas Guningsih, S.Kep., Ners dan Ibu MM. Diyah Pujiastuti, S.Kep., Ners memandu demo praktis SADARI (Periksa Payudara Sendiri) menggunakan alat peraga guna meningkatkan kemampuan deteksi dini mandiri.

Kegiatan ditutup dengan seremoni “Ribbon of Hope”, di mana seluruh peserta menyatukan berbagai gradasi pita pink. Perbedaan warna pita tersebut melambangkan keragaman stadium dan pengalaman penyintas, namun penyatuannya melambangkan kekuatan, harapan, dan persatuan dalam melawan kanker.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berkomitmen untuk terus menjadi pusat layanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga hadir sebagai pendamping yang suportif bagi para pejuang kanker.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Wawasan Mahasiswa di Bidang Rekam Medis Digital, Universitas Duta Bangsa Surakarta Kunjungi RS Panti Rapih Yogyakarta No ratings yet.

YOGYAKARTA, 4 FEBRUARI 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan studi dari Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta pada Rabu (4/2). Sebanyak 110 peserta yang terdiri dari 90 mahasiswa dan 20 dosen pendamping hadir untuk mendalami implementasi manajemen rekam medis dan teknologi informasi kesehatan di dunia industri rumah sakit.

Acara yang berlangsung di Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6 ini dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih Yogyakarta, dr. Sthepani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi kesehatan untuk menghadapi tantangan digitalisasi layanan kesehatan.

Warsi Maryati, S.KM., MPH, selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih. “Kunjungan ini merupakan langkah krusial bagi mahasiswa kami untuk melihat langsung bagaimana teori di bangku kuliah, khususnya mengenai Rekam Medis Elektronik, diimplementasikan secara nyata di institusi kesehatan yang memiliki standar pelayanan tinggi,” ujarnya.

Setelah sesi tukar menukar kenang-kenangan dan foto bersama, agenda dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif dari jajaran manajemen RS Panti Rapih:

  • Profil Rumah Sakit: Disampaikan oleh Maria Theresia Vita Puji, S.I.Kom., M.M. (Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Kerjasama), yang memperkenalkan visi misi serta nilai-nilai pelayanan RS Panti Rapih.
  • Layanan Rekam Medis: Elizabet Erni Kurniawati, S.Tr.RMIK (Kepala Instalasi Rekam Medik) memaparkan alur dan tata kelola manajemen data pasien yang efektif.
  • Layanan JKN & Coding: Francisco Ximenes, A.Md. RMIK (Kepala Sub Instalasi Coding dan Verifikasi Klaim) menjelaskan teknis pengkodean medis dan proses klaim Jaminan Kesehatan Nasional.
  • Rekam Medis Elektronik (RME): Thomas Dhani Eka Kurniawan, S.Kom (Kepala Instalasi Teknologi Informasi) membedah sistem IT yang mendukung transformasi digital rumah sakit.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang dinamis, sebelum akhirnya rangkaian acara ditutup dengan hospital tour untuk melihat langsung fasilitas dan operasional layanan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, kedua belah pihak berharap dapat menjalin kemitraan yang berkelanjutan:

  • Bagi Universitas Duta Bangsa Surakarta: Diharapkan mahasiswa mendapatkan wawasan praktis dan pengalaman lapangan yang relevan, sehingga lulusan UDB memiliki kompetensi tinggi yang siap pakai di industri kesehatan, terutama dalam penguasaan Rekam Medis Elektronik.
  • Bagi RS Panti Rapih Yogyakarta: Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran RS Panti Rapih sebagai pusat pembelajaran (learning hospital) yang berkontribusi pada kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia, serta menjaring potensi SDM berkualitas di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Mendengkur dan Stroke: Apa Hubungannya? 5/5 (13)

Mendengkur adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja, tetapi tahukah Sahabat Sehat bahwa mendengkur bisa memicu stroke? Mitos atau fakta? Mari kita kenali lebih dalam.

Apa itu Mendengkur?

Mendengkur terjadi ketika saluran napas terhambat selama tidur, sehingga aliran udara yang keluar-masuk selama bernapas menyebabkan getaran dan menghasilkan suara. Hambatan saluran napas muncul karena otot di saluran pernapasan bagian atas (termasuk langit-langit mulut dan lidah) menjadi lemas selama tidur. Sumbatan tersebut akan cenderung lebih berat jika seseorang tidur dalam posisi terlentang.

Mendengkur sering dialami oleh orang obesitas, memiliki pembesaran amandel, leher pendek, dan kelainan rongga mulut. Semakin keras suara mendengkur, berarti semakin berat sumbatan saluran napas yang terjadi. Sebagian orang yang mendengkur akan mengalami periode berhenti bernapas. Kondisi ini disebut sebagai obstructive sleep apnea (OSA). Pasien yang mengalami OSA dapat mengalami beberapa keluhan seperti merasa mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan nyeri kepala.

OSA merupakan kondisi yang sering dijumpai. Akan tetapi, banyak penderitanya tidak terdiagnosis dan tidak tertangani dengan baik. Padahal kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.

 

 

Hubungan Mendengkur dengan Stroke

OSA merupakan faktor risiko untuk penyakit pembuluh darah dan jantung, termasuk stroke. Semakin berat OSA, maka akan semakin tinggi risiko terserang stroke. Pada OSA, episode henti napas (apnea) dan/atau napas dangkal (hipopnea) memicu proses peradangan di seluruh tubuh. OSA juga memicu penurunan kadar oksigen dalam darah dan mengganggu irama tidur, sehingga pasien sering terbangun dan metabolisme tubuh terganggu. Kombinasi dari berbagai mekanisme ini akan merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu gangguan irama jantung, dan diabetes melitus. Pada akhirnya, OSA akan memicu stroke.

 

 

Bagaimana cara mencegah stroke akibat OSA?

Langkah pertama dan yang utama untuk mencegah stroke akibat OSA adalah dengan mendeteksi OSA terlebih dahulu. Pemeriksaan polisomnografi (PSG) adalah pemeriksaan baku emas (gold standard) untuk mendeteksi OSA. Pada pemeriksaan PSG, pasien tidur selama satu malam di rumah sakit. Beberapa alat akan dipasang di kepala, leher, dada, perut, dan kaki pasien. Dokter spesialis neurologi akan membaca hasil rekaman PSG. Dari hasil rekaman tersebut, kita dapat mengetahui secara objektif apakah pasien benar-benar mengalami OSA atau tidak. Kita juga dapat mengetahui seberapa parah OSA yang dialami pasien dan dapat mendeteksi apakah terdapat gangguan tidur lainnya.

 

 

Setelah menegakkan diagnosis OSA dengan menggunakan PSG, dokter spesialis neurologi dapat menentukan tindakan apa yang paling tepat bagi pasien. Setiap pasien OSA bisa memiliki penanganan yang berbeda-beda. Mendeteksi dan menangani OSA sedini mungkin dapat mencegah kemunculan berbagai penyakit, khususnya stroke. Penanganan OSA juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien menjadi lebih bugar, tidak mudah lelah, tidak mudah mengantuk, dan performa kerja meningkat.

Oleh karena itu, pemeriksaan PSG penting untuk dilakukan.  Yuk, jaga kesehatan tidurmu!
Mau info lebih lanjut? Sahabat Sehat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi di Rumah Sakit Panti Rapih.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Standar Keselamatan Pasien, RS Panti Rapih Bersama Empat Rumah Sakit Besar di Yogyakarta dalam Benchmarking HAIs 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 14 Januari 2026 – Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan kegiatan “Benchmarking Healthcare-Associated Infections (HAIs)” pada Rabu (14/1/26).

Bertempat di Auditorium Gedung Carolus Lantai 6 RS Panti Rapih, kegiatan ini melibatkan kolaborasi strategis dengan empat rumah sakit besar lainnya di wilayah DIY, yakni RS Bethesda, RS Panembahan Senopati, RS JIH, dan RSUD Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024. Fokus utama acara adalah penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) melalui evaluasi surveilans HAIs yang mendalam dan kolaboratif.

Bukan Sekadar Angka, Tapi Budaya Keselamatan

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa data HAIs bukan sekadar indikator statistik di atas kertas.

“HAIs bukan hanya sekadar angka, namun merupakan potret evaluasi mutu pelayanan kita kepada pasien. Kegiatan hari ini bukan bertujuan untuk saling membandingkan antar-rumah sakit, melainkan untuk saling belajar dan berbagi ilmu demi perbaikan mutu di institusi masing-masing,” ujar dr. Stephani.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring antar-RS di DIY. “Komite PPI dan Komite Mutu harus berjalan beriringan. Keselamatan pasien tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus mendarah daging menjadi budaya kerja kita sehari-hari.”

Setelah sesi pemaparan profil rumah sakit oleh Bapak Markus Suryo Nugroho, MPH (Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih), kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terfokus dalam ruang terpisah.

Diskusi Komite PPI membahas benchmarking data HAIs tahun 2025 untuk memetakan tantangan dan solusi pencegahan infeksi, sedangkan Komite Mutu berdiskusi membahas capaian indikator mutu tahun 2025 dan penyelarasan strategi peningkatan kualitas layanan. Melalui brainstorming, para peserta bekerja sama menyusun rekomendasi perbaikan nyata serta menyusun Kamus Indikator Surveilans HAIs untuk tahun 2026 agar tercipta standarisasi yang lebih akurat di masa depan.

Adapun melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan para peserta dapat:

  • membawa pulang wawasan baru (insight) dan praktik terbaik (best practices) yang dapat segera diterapkan di rumah sakit masing-masing;
  • memiliki kesamaan persepsi dalam menganalisa hasil surveilans sehingga langkah perbaikan yang diambil lebih tepat sasaran; dan
  • mempererat hubungan lintas hospitalia di Yogyakarta guna menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih aman bagi masyarakat luas.

Dengan semangat kolaborasi ini, RS Panti Rapih bersama mitra rumah sakit lainnya optimis dapat menekan angka risiko infeksi rumah sakit secara signifikan pada tahun 2026.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating