Mendengkur dan Stroke: Apa Hubungannya? 5/5 (13)

Mendengkur adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja, tetapi tahukah Sahabat Sehat bahwa mendengkur bisa memicu stroke? Mitos atau fakta? Mari kita kenali lebih dalam.

Apa itu Mendengkur?

Mendengkur terjadi ketika saluran napas terhambat selama tidur, sehingga aliran udara yang keluar-masuk selama bernapas menyebabkan getaran dan menghasilkan suara. Hambatan saluran napas muncul karena otot di saluran pernapasan bagian atas (termasuk langit-langit mulut dan lidah) menjadi lemas selama tidur. Sumbatan tersebut akan cenderung lebih berat jika seseorang tidur dalam posisi terlentang.

Mendengkur sering dialami oleh orang obesitas, memiliki pembesaran amandel, leher pendek, dan kelainan rongga mulut. Semakin keras suara mendengkur, berarti semakin berat sumbatan saluran napas yang terjadi. Sebagian orang yang mendengkur akan mengalami periode berhenti bernapas. Kondisi ini disebut sebagai obstructive sleep apnea (OSA). Pasien yang mengalami OSA dapat mengalami beberapa keluhan seperti merasa mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan nyeri kepala.

OSA merupakan kondisi yang sering dijumpai. Akan tetapi, banyak penderitanya tidak terdiagnosis dan tidak tertangani dengan baik. Padahal kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.

 

 

Hubungan Mendengkur dengan Stroke

OSA merupakan faktor risiko untuk penyakit pembuluh darah dan jantung, termasuk stroke. Semakin berat OSA, maka akan semakin tinggi risiko terserang stroke. Pada OSA, episode henti napas (apnea) dan/atau napas dangkal (hipopnea) memicu proses peradangan di seluruh tubuh. OSA juga memicu penurunan kadar oksigen dalam darah dan mengganggu irama tidur, sehingga pasien sering terbangun dan metabolisme tubuh terganggu. Kombinasi dari berbagai mekanisme ini akan merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu gangguan irama jantung, dan diabetes melitus. Pada akhirnya, OSA akan memicu stroke.

 

 

Bagaimana cara mencegah stroke akibat OSA?

Langkah pertama dan yang utama untuk mencegah stroke akibat OSA adalah dengan mendeteksi OSA terlebih dahulu. Pemeriksaan polisomnografi (PSG) adalah pemeriksaan baku emas (gold standard) untuk mendeteksi OSA. Pada pemeriksaan PSG, pasien tidur selama satu malam di rumah sakit. Beberapa alat akan dipasang di kepala, leher, dada, perut, dan kaki pasien. Dokter spesialis neurologi akan membaca hasil rekaman PSG. Dari hasil rekaman tersebut, kita dapat mengetahui secara objektif apakah pasien benar-benar mengalami OSA atau tidak. Kita juga dapat mengetahui seberapa parah OSA yang dialami pasien dan dapat mendeteksi apakah terdapat gangguan tidur lainnya.

 

 

Setelah menegakkan diagnosis OSA dengan menggunakan PSG, dokter spesialis neurologi dapat menentukan tindakan apa yang paling tepat bagi pasien. Setiap pasien OSA bisa memiliki penanganan yang berbeda-beda. Mendeteksi dan menangani OSA sedini mungkin dapat mencegah kemunculan berbagai penyakit, khususnya stroke. Penanganan OSA juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien menjadi lebih bugar, tidak mudah lelah, tidak mudah mengantuk, dan performa kerja meningkat.

Oleh karena itu, pemeriksaan PSG penting untuk dilakukan.  Yuk, jaga kesehatan tidurmu!
Mau info lebih lanjut? Sahabat Sehat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi di Rumah Sakit Panti Rapih.

 

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Rosa de Lima Renita Sanyasi, Sp.N

(Dokter Spesialis Neurolog RS Panti Rapih Yogyakarta)

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Standar Keselamatan Pasien, RS Panti Rapih Bersama Empat Rumah Sakit Besar di Yogyakarta dalam Benchmarking HAIs 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 14 Januari 2026 – Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Panti Rapih menyelenggarakan kegiatan “Benchmarking Healthcare-Associated Infections (HAIs)” pada Rabu (14/1/26).

Bertempat di Auditorium Gedung Carolus Lantai 6 RS Panti Rapih, kegiatan ini melibatkan kolaborasi strategis dengan empat rumah sakit besar lainnya di wilayah DIY, yakni RS Bethesda, RS Panembahan Senopati, RS JIH, dan RSUD Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024. Fokus utama acara adalah penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) melalui evaluasi surveilans HAIs yang mendalam dan kolaboratif.

Bukan Sekadar Angka, Tapi Budaya Keselamatan

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa data HAIs bukan sekadar indikator statistik di atas kertas.

“HAIs bukan hanya sekadar angka, namun merupakan potret evaluasi mutu pelayanan kita kepada pasien. Kegiatan hari ini bukan bertujuan untuk saling membandingkan antar-rumah sakit, melainkan untuk saling belajar dan berbagi ilmu demi perbaikan mutu di institusi masing-masing,” ujar dr. Stephani.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring antar-RS di DIY. “Komite PPI dan Komite Mutu harus berjalan beriringan. Keselamatan pasien tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus mendarah daging menjadi budaya kerja kita sehari-hari.”

Setelah sesi pemaparan profil rumah sakit oleh Bapak Markus Suryo Nugroho, MPH (Kepala Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih), kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terfokus dalam ruang terpisah.

Diskusi Komite PPI membahas benchmarking data HAIs tahun 2025 untuk memetakan tantangan dan solusi pencegahan infeksi, sedangkan Komite Mutu berdiskusi membahas capaian indikator mutu tahun 2025 dan penyelarasan strategi peningkatan kualitas layanan. Melalui brainstorming, para peserta bekerja sama menyusun rekomendasi perbaikan nyata serta menyusun Kamus Indikator Surveilans HAIs untuk tahun 2026 agar tercipta standarisasi yang lebih akurat di masa depan.

Adapun melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan para peserta dapat:

  • membawa pulang wawasan baru (insight) dan praktik terbaik (best practices) yang dapat segera diterapkan di rumah sakit masing-masing;
  • memiliki kesamaan persepsi dalam menganalisa hasil surveilans sehingga langkah perbaikan yang diambil lebih tepat sasaran; dan
  • mempererat hubungan lintas hospitalia di Yogyakarta guna menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih aman bagi masyarakat luas.

Dengan semangat kolaborasi ini, RS Panti Rapih bersama mitra rumah sakit lainnya optimis dapat menekan angka risiko infeksi rumah sakit secara signifikan pada tahun 2026.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Ancaman “Superflu” pada Anak: Lebih dari Sekadar Flu Biasa! 4.2/5 (5)

Pernah mendengar istilah Superflu? Belakangan ini, istilah “superflu” menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua. Istilah ini merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh varian baru virus Influenza A subtipe H3N2, yaitu subclade K. Meskipun ada perubahan genetik dari virus H3N2 sebelumnya, data saat ini menunjukkan bahwa varian subclade K tidak lebih mematikan dari gejala sebelumnya. Namun, penyebarannya yang cepat tetap perlu kita waspadai. Pola penyebaran flu tahun ini di daerah tropis (termasuk Indonesia) menunjukkan bahwa aktivitas flu terjadi sepanjang tahun. Sejak September 2025, virus H3N2 mulai mendominasi dan menggeser jenis flu lainnya (H1N1).

Mengapa Anak Begitu Rentan?

Anak-anak menjadi sasaran empuk karena sistem kekebalan tubuh mereka belum memiliki “memori” kuat terhadap virus ini. Selain itu, lingkungan sekolah dan tempat bermain yang padat mempermudah virus ini berpindah inang.

Bagaimana Cara Penularannya?

Penularan H3N2 sama seperti flu pada umumnya, yaitu melalui:

  • Percikan (droplet): cairan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
  • Kontak fisik: bersamalam atau menyentuh tangan yang tekontaminasi virus.
  • Benda mati: memegang mainan, gagang pintu, atau peralatan makan yang terpapar virus, lalu anak menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Gejala yang Harus Orang Tua Kenali

Superflu H3N2 biasanya datang dengan “serangan mendadak”:

  • Demam tinggi: suhu tubuh bisa melonjak drastis hingga 39oC atau lebih dalam waktu singkat.
  • Nyeri tubuh hebat: anak akan mengeluh otot, sendi-sendi sakit atau badannya pegal (anak kecil biasanya menangis rewel).
  • Batuk kering, nyeri tenggorokan dan sesak: tenggorokan terasa nyeri serta gatal hingga susah menelan, batuk yang terdengar “dalam” dan mengganggu pernapasan.
  • Kelelahan ekstrem: anak tampak sangat lemas, lunglai, dan tidak mau makan atau bermain.
  • Gangguan perut: anak juga bisa mengeluh mual, muntah, atau diare.

Langkah Pencegahan

  • Vaksinasi: lakukan vaksinasi influenza tahunan. Ini adalah cara yang paling efektif.
  • Kebersihan tangan: ajarkan anak mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik.
  • Etika batuk: ajarkan anak menutup mulut dengan siku bagian dalam saat bersin/ batuk.
  • Gunakan masker: ajarkan anak (terutama usia > 5 tahun) menggunakan masker saat berada di tempat umum atau transportasi publik.
  • Jaga jarak: hindari kontak dengan orang yang sakit flu.
  • Nutrisi seimbang: perkuat daya tahan tubuh anak dengan makanan bergizi, minum dan istirahat yang cukup.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Sakit?

Jika anak menunjukkan gejala superflu, jangan panik. Lakukan langkah-langkah penanganan awal berikut:

  • Istirahat total: pastikan anak tidur cukup agar sistem imun bekerja maksimal
  • Cukupi cairan: berikan banyak minum ASI/susu, air putih, sup hangat, oralit atau jus buah (anak usia > 1 tahun) untuk mencegah dehidrasi akibat demam.
  • Obat penurun panas: berikan paracetamolsesuai dosis berat badan untuk meredakan demam dan nyeri.
  • Isolasi mandiri: batasi kontakanak yang sedang sakit dari saudara kandung atau teman agar tidak menular lebih luas.
  • Pantau gejala bahaya: segera bawa ke Rumah Sakit atau periksakan ke dokter bila anak mengalami dehidrasi (urin sedikit, malas minum dan tampak sangat lemas) serta sesak napas.

Superflu ini disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bermanfaat. Antibiotik hanya diberikan oleh dokter bila ada infeksi bakteri tambahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika demam tidak turun dalam 3 hari, bila ada tanda bahaya seperti di atas, atau jika anak memiliki riwayat asma atau penyakit kronis lainnya.

 

Artikel ditulis oleh :

dr. Galuh Martin Maytasari, Sp.A

(Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih Yogyakarta)

 

Informasi Pelayanan : 
Klinik Anak
Lantai 3 Gedung Rawat Jalan Borromeus RS Panti Rapih Yogyakarta

Pendaftaran :
Pendaftaran 24 Jam (0274) 514004 / 514006
Aplikasi PantiRapihKU (Play Store dan App Store)

Mohon dapat memberikan rating

Wonderful Christmas, Hopeful New Year: Momentum Refleksi, Solidaritas, dan Kebersamaan Keluarga Besar RS Panti Rapih 5/5 (2)

Yogyakarta, 9 Januari 2026 — Keluarga besar RS Panti Rapih bersama Yayasan Panti Rapih serta Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB) merayakan Natal dan Tahun Baru 2026 dalam suasana penuh syukur, refleksi, dan kebersamaan. Perayaan yang mengusung tema “Wonderful Christmas, Hopeful New Year” ini diselenggarakan pada Kamis, 9 Januari 2026, bertempat di Kapel Bintang Samudra.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari Dewan Pimpinan Provinsi Kongregasi CB, Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus), jajaran Direksi, serta seluruh karyawan RS Panti Rapih. Perayaan ini menjadi momentum kebersamaan seluruh keluarga besar RS Panti Rapih untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui sekaligus meneguhkan komitmen pelayanan di tahun yang baru.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Misa Syukur yang dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto, Pr, selaku Pastoral Care RS Panti Rapih. Dalam homilinya, Romo menegaskan bahwa kehadiran Tuhan Yesus membawa keselamatan bagi seluruh dunia. Natal, menurutnya, merupakan kesempatan bagi setiap pribadi untuk mencari dan datang kepada Yesus, sekaligus merefleksikan apakah dalam kehidupan sehari-hari setiap insan telah sungguh menjumpai Yesus melalui relasi dan pelayanan kepada sesama.

Lebih lanjut, Romo mengajak umat untuk memaknai keluarga tidak hanya sebagai relasi orang tua dan anak, melainkan sebagai sebuah komunitas. Dengan semangat Natal, setiap orang diajak untuk mampu melihat dan merasakan kehadiran sesama sebagai berkat Allah yang menyatakan cinta-Nya bagi semua. Buah-buah Natal tersebut diharapkan semakin menumbuhkan sikap solidaritas, tidak berhenti pada kegembiraan semata, tetapi terwujud nyata dalam kasih dan pelayanan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, menyampaikan bahwa keluarga besar RS Panti Rapih dan Yayasan Panti Rapih dipersatukan oleh satu panggilan yang sama, yakni menghadirkan pelayanan yang bermartabat dan berbela rasa. Nilai-nilai I-CARE, menurutnya, menjadi landasan dalam setiap karya pelayanan yang dilakukan.

Ia mengajak seluruh karyawan untuk terus bekerja dengan hati yang tulus, ikhlas, jujur, dan berintegritas, serta memberikan pelayanan yang profesional kepada setiap pasien. Natal menjadi momentum untuk membangun kerja sama, saling menghargai, menghormati perbedaan, serta meneguhkan kesetiaan dalam panggilan melayani sesama.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM, Ph.D, mengajak seluruh hadirin untuk memaknai awal tahun dengan penuh iman dan kepercayaan kepada penyelenggaraan Ilahi. Mengutip pesan Bunda Elisabeth Gruyters, pendiri Kongregasi CB, beliau menegaskan bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Tuhan.

Selaras dengan tema Arah Dasar Pastoral (ARDAS) 2026, yakni bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan, ketiga nilai tersebut disampaikan sebagai kunci hidup yang perlu diwujudkan secara nyata dalam pelayanan sehari-hari. Pada kesempatan ini, beliau juga menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh karyawan RS Panti Rapih.

Pesan reflektif juga disampaikan oleh Sr. Birgitta Diah Yuliati, CB, M.P.H, selaku Sekretaris Pengurus Yayasan Panti Rapih. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan misa Natal keluarga besar RS Panti Rapih di Kapel Bintang Samudra bukanlah sebuah kebetulan, melainkan wujud penyelenggaraan Ilahi. Kapel tersebut merupakan pusat Kongregasi Suster CB di Indonesia, sehingga perayaan ini dimaknai sebagai ungkapan syukur karena keluarga besar RS Panti Rapih “kembali pulang kepada Ibu”.

Ia menegaskan bahwa RS Panti Rapih merupakan karya yang sangat dekat dengan Kongregasi CB, sehingga memiliki makna yang istimewa. Dalam kerapuhan dan keterbatasan manusia, Allah senantiasa hadir menyertai, sebagaimana kehadiran seorang ibu bagi anak-anaknya. Sr. Birgitta juga mengajak seluruh karyawan untuk menghadirkan Allah bagi sesama dalam kesederhanaan, tetap membawa harapan di tengah kesibukan melayani pasien, serta menyampaikan terima kasih kepada keluarga para karyawan yang telah berkorban waktu dan perhatian demi terselenggaranya pelayanan di RS Panti Rapih.

Nuansa reflektif perayaan semakin diperdalam melalui pembacaan puisi pendek oleh Sr. Birgitta. Dalam puisinya, ia menggambarkan makna pelayanan dan keluarga, bahwa di tengah kesibukan berkarya dan melayani, selalu ada ruang untuk “pulang”, dan di dalam keluarga, Allah senantiasa hadir menyertai setiap langkah.

Setelah seluruh rangkaian acara utama selesai, perayaan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi ruang bagi seluruh hadirin untuk saling menyapa, berbagi sukacita, serta mempererat tali persaudaraan sebagai satu keluarga besar RS Panti Rapih.

Melalui perayaan Natal dan Tahun Baru ini, seluruh peserta tidak hanya diajak untuk merayakan secara liturgis dan seremonial, tetapi juga melakukan refleksi diri tentang makna keluarga dan kasih dalam pelayanan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan semakin memperkuat solidaritas, kepedulian, dan semangat melayani, sehingga nilai-nilai Natal terus hidup dan terwujud nyata dalam setiap karya pelayanan keluarga besar RS Panti Rapih sepanjang tahun 2026.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Yogyakarta Resmi Melantik dr. Esdras Ardi Pramudita sebagai Direktur Medis Baru 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 5 Januari 2026 – Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Direktur Medis pada Senin, 5 Januari 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 6 Gedung Borromeus, dr. Esdras Ardi Pramudita, M.H.P.M., M.Sc., Sp.N. resmi dilantik menggantikan dr. Djati Prasodjo, Sp.Rad(K)RI yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Misa Syukur dan Perutusan yang dipimpin oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr (Vikaris Episkopal Yogyakarta Timur). Suasana spiritual ini menegaskan komitmen RS Panti Rapih dalam menjalankan misi pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai kasih.

Acara inti dimulai dengan pembacaan Visi dan Misi Yayasan Panti Rapih serta Surat Keputusan Pengangkatan Direktur Medis oleh Sr. Birgitta Diah Yuliati, CB, M.P.H. Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan janji jabatan oleh dr. Esdras Ardi Pramudita di hadapan Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ambrosius Koesmargono, dengan didampingi oleh Romo Maradiyo, Pr sebagai rohaniwan.

Momentum penting terjadi saat penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan Memori Jabatan dari dr. Djati Prasodjo kepada dr. Esdras Ardi Pramudita. Sebagai bentuk penghormatan, sebuah video kilas balik dedikasi dr. Djati selama menjabat ditayangkan, diikuti dengan penyerahan cinderamata dari Organ Yayasan dan manajemen RS Panti Rapih.

Dalam sambutannya, dr. Djati Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh tim selama masa jabatannya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih, Bapak Ambrosius Koesmargono juga memberikan sambutan.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi, di antaranya:

  • Dewan Pimpinan Provinsi Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB).
  • Organ Yayasan Panti Rapih (Pembina, Pengawas, dan Pengurus).
  • Pimpinan Unit Karya di bawah Yayasan Panti Rapih (RS Panti Rini, RS Panti Nugroho, RS Elisabeth Ganjuran, RS Panti Rahayu, dan STIKes Panti Rapih).
  • Pejabat Struktural RS Panti Rapih.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan optimisme baru dalam menyongsong pelayanan kesehatan yang lebih unggul di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh :

Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Mohon dapat memberikan rating

Mini Simposium Manajemen Obesitas: Dari Tantangan Menuju Transformasi Berkelanjutan No ratings yet.

Dalam upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan tenaga medis serta tenaga kesehatan terkait manajemen obesitas dan pencegahan komplikasinya, Rumah Sakit Panti Rapih bekerja sama dengan PT Novo Nordisk menyelenggarakan Mini Simposium bertajuk “From Struggle to Strength: A Journey Towards Sustainable Weight Transformation.” Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 08.30–10.30 WIB, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 6 Besar RS Panti Rapih.

Mini simposium ini dirancang sebagai forum ilmiah yang komprehensif untuk membahas pendekatan mutakhir dalam penanganan obesitas, tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan semata, tetapi juga pada dampak sistemik obesitas serta strategi pencegahan komplikasi makrovaskular yang berkelanjutan. Acara ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas disiplin.

Kegiatan akan dibuka secara resmi oleh dr. Stephani Maria Nainggolan, selaku Direktur Utama RS Panti Rapih. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari PT Novo Nordisk sebagai mitra strategis dalam pengembangan edukasi dan inovasi layanan kesehatan terkait obesitas. Sesi pembukaan juga akan diakhiri dengan foto bersama seluruh narasumber dan peserta.

Pada sesi ilmiah, peserta akan mendapatkan dua materi utama. Materi pertama, “Beyond the Weight: Rethinking Obesity,” akan disampaikan oleh dr. Vina Yanti Susanti, yang mengulas obesitas sebagai penyakit kronis multifaktorial yang memerlukan pendekatan holistik dan berbasis bukti. Materi kedua, “Elevating Obesity Care to Prevent Macro Complications,” akan dipaparkan oleh dr. Vita Yanti Anggraeni, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan obesitas guna menekan risiko komplikasi makrovaskular jangka panjang. Diskusi ilmiah ini akan dimoderatori oleh dr. Fransisca Romana Herin Anggreni, yang akan memandu jalannya diskusi interaktif dan tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, RS Panti Rapih berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang aktif mengembangkan kompetensi tenaga kesehatan melalui edukasi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan mutu layanan berbasis evidence-based medicine bagi pasien dengan obesitas. Sementara itu, PT Novo Nordisk berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman klinis tentang obesitas sebagai penyakit kronis, serta mendorong implementasi praktik penatalaksanaan obesitas yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi jangka panjang antara dunia layanan kesehatan dan industri farmasi dalam menghadirkan solusi inovatif, beretika, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating

Membangun Rasa Aman dengan Empati: Tim Keamanan Guido Valadares National Hospital Timor Leste Studi Banding ke RS Panti Rapih Yogyakarta 5/5 (1)

YOGYAKARTA, 19 Desember 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan non-medis khususnya di sektor keamanan, Guido Valadares National Hospital (HNGV) Timor Leste melakukan kunjungan studi banding ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Kunjungan yang berfokus pada pelayanan sekuriti (security services) ini dilaksanakan pada Kamis (19/12/2025) bertempat di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) Lantai 6.

Sebanyak sembilan orang delegasi dari HNGV hadir dalam kunjungan ini. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes., yang mengapresiasi kepercayaan HNGV untuk menjadikan RS Panti Rapih sebagai mitra pembelajaran dalam tata kelola keamanan rumah sakit.

Mewakili rombongan tamu, Direktur Administrasi dan Keuangan (Direktur Administrasi Financas) Guido Valadares National Hospital, Bapak Clementino da Costa, AMG, Lic. Sp, menyampaikan tujuan utama kedatangan mereka. Beliau menekankan pentingnya peran satuan pengamanan (Satpam) tidak hanya dalam menjaga aset fisik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien serta pengunjung.

Agenda inti dimulai dengan pemaparan Company Profile oleh Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), dr. Yolenta Marganingsih, yang memberikan gambaran umum mengenai budaya kerja dan nilai-nilai yang dianut rumah sakit.

Sesi materi pertama yang menyoroti aspek “Etik dan Komunikasi Sekuriti” disampaikan oleh Ketua Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit, dr. Maria Silvia Merry, M.Sc, SpMK. Dalam paparannya, ditekankan bahwa petugas keamanan rumah sakit memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan sekuriti pada umumnya. Kemampuan komunikasi yang empatik dan pemahaman etika menjadi krusial karena mereka berhadapan dengan pasien dan keluarga yang sedang dalam kondisi rentan.

Selanjutnya, pendalaman materi teknis mengenai “Layanan Sekuriti” disampaikan dalam sesi kolaborasi antara Kepala Seksi Keamanan dan Transportasi, Bapak Mateus Sunardi, bersama Kepala Bidang Umum, Ibu Y. Wara Andriyati, A.Md. Sesi ini mengupas tuntas standar operasional prosedur (SOP), manajemen risiko keamanan, serta integrasi layanan umum dalam mendukung operasional rumah sakit yang kondusif.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Hospital Tour. Para peserta diajak meninjau langsung implementasi sistem keamanan di beberapa titik strategis RS Panti Rapih untuk melihat bagaimana teori yang dipaparkan diterapkan di lapangan.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral antara kedua instansi kesehatan lintas negara ini. Bagi Guido Valadares National Hospital, hasil studi banding ini diharapkan dapat segera diadaptasi untuk meningkatkan standar profesionalisme layanan keamanan di Timor Leste. Sementara bagi RS Panti Rapih, kunjungan ini menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan paripurna yang berstandar internasional.

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

Tingkatkan Kualitas Layanan Ibu & Anak, RS Panti Rapih Gelar Penyegaran Konselor Laktasi 5/5 (9)

YOGYAKARTA, 22 Desember 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan global di sektor kesehatan dan memperkuat kualitas layanan asuhan keperawatan, RS Panti Rapih menyelenggarakan Program Pengembangan Kapabilitas SDM melalui agenda “Penyegaran Konselor Laktasi”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Antonius Besar Lantai 2 ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari perawat dan bidan konselor, Penanggung Jawab Asuhan (PPJA), serta perawat pelaksana dari ruang perawatan maternitas.

Di era transformasi teknologi dan tuntutan pelayanan yang semakin dinamis, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pilar utama bagi rumah sakit dalam memberikan jasa pelayanan yang berkualitas. Sebagai penyedia jasa kesehatan, RS Panti Rapih menyadari bahwa kompetensi staf adalah aset berharga yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Keperawatan RS Panti Rapih, Sr. Constansia Sri Hardjanti CB, M.Kep.Ns. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap kemampuan klinis staf agar tetap relevan dengan standar kesehatan terkini, terutama dalam mendukung program pemberian ASI eksklusif di Indonesia.

Dipandu oleh moderator Rosa Wulandari Tutik Priyani, S.Kep.,Ns., pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Bidan Tri Murtini, Amd.Keb. Materi yang disampaikan mencakup aspek komprehensif, mulai dari kebijakan nasional hingga teknik praktis di lapangan, antara lain:

  • Kebijakan dukungan menyusui dalam program peningkatan pemberian ASI di Indonesia.
  • Pendalaman konsep dan evaluasi kegiatan menyusui.
  • Strategi menghadapi tantangan menyusui pada ibu dan bayi.
  • Teknik konseling dan dukungan psikologis bagi ibu menyusui.

Melalui metode ini, para peserta diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam mendampingi para ibu melewati masa-masa penting menyusui. Melalui program penyegaran ini, RS Panti Rapih membawa visi besar untuk masa depan layanan kesehatan ibu dan anak:

  • Bagi Peserta: Diharapkan para perawat dan bidan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan keterampilan yang lebih tajam dalam memberikan edukasi serta solusi bagi pasien. Konselor laktasi diharapkan menjadi jembatan keberhasilan ibu dalam memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya.
  • Bagi RS Panti Rapih: Kegiatan ini menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan. Dengan staf yang kompeten, RS Panti Rapih optimis dapat meningkatkan kepuasan pasien, mendukung angka capaian ASI Eksklusif nasional, dan tetap menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat yang unggul dalam pelayanan dan kasih.

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan materi yang didapat segera diimplementasikan dalam pelayanan harian di ruang maternitas.

 

 

 

 

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

Mohon dapat memberikan rating

RS Panti Rapih Sambut Guido Valadares National Hospital dalam Pelatihan Prosedur Pengoperasian Ventilator 5/5 (2)

Dalam rangka memperkuat kompetensi tenaga medis dalam penanganan pasien kritis, RS Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan praktik lapangan terkait Prosedur Pengoperasian Ventilator bersama delegasi dari Guido Valadares National Hospital (HNGV), Timor Leste. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 18 Desember hingga Sabtu, 20 Desember 2025.

Bertempat di Ruang Auditorium Kecil, Gedung Borromeus, Instalasi Rawat Jalan Terpadu Lantai 6, acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur SDM & Umum RS Panti Rapih, dr. Dion Sulistyo, M.P.H,Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pertukaran ilmu pengetahuan medis demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan global.

Pihak Guido Valadares National Hospital yang diwakili oleh Bapak Clementino da Costa, AMG, Lic. Sp Direktur Direktur Administrasi Financas menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam berbagi protokol klinis, khususnya mengenai teknologi bantuan pernapasan.

Sebanyak 10 peserta dari HNGV mengikuti rangkaian agenda intensif yang meliputi:

Penyampaian Company Profile: Dipaparkan oleh Robertus Yogi Saputro, A.Md.RMIK. (Kepala Seksi Kerjasama Perusahaan) untuk mengenalkan standar layanan RS Panti Rapih.

Observasi Lapangan: Peserta melakukan tinjauan langsung ke unit kritis, yaitu IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan ICU (Intensive Care Unit).

Praktik Klinis: Pendampingan intensif oleh Tim Ventilator RS Panti Rapih yang terdiri dari tenaga ahli:

  • dr. Laurentius Sandhie Prasetya Supranggono, Sp.An, M.Sc. KIC.
  • dr.David Budi Wibowo
  • Ganes Irawati Hardjono, S.Kep., Ns.
  • Danik Rahayu Fardanti, S.Kep., Ns.
  • Suryo Kuncoro, S.Kep., Ns.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi presentasi dari para peserta untuk mengevaluasi hasil pembelajaran serta pemberian kenang-kenangan sebagai simbol persahabatan antar kedua institusi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kedua instansi dapat memetik manfaat jangka panjang:

Bagi Guido Valadares National Hospital: Meningkatkan kemandirian tenaga medis dalam mengoperasikan alat ventilator sesuai standar internasional guna menurunkan angka mortalitas pasien kritis di Timor Leste.

Bagi RS Panti Rapih: Mempererat jejaring kerjasama internasional dan mengukuhkan posisi RS Panti Rapih sebagai pusat rujukan serta edukasi medis yang terpercaya di tingkat regional.

Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan ventilator saja, namun berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan di bidang medis lainnya.

 

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

Mohon dapat memberikan rating

Perkuat Tata Kelola Rekam Medis, Guido Valadares National Hospital Timor Leste Kunjungi RS Panti Rapih 5/5 (2)

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan digitalisasi data medis, Guido Valadares National Hospital (GVNH) dari Timor Leste melakukan kunjungan studi banding ke Rumah Sakit Panti Rapih (RSPR) Yogyakarta. Kegiatan intensif ini berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis, 9-11 Desember 2025, bertempat di Ruang Auditorium Gedung Borromeus Lantai 6.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pertukaran ilmu antar-institusi kesehatan di kancah internasional.

“Kami menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari Timor Leste. Kolaborasi ini adalah momentum bagi kita semua untuk saling belajar, khususnya dalam pengelolaan data pasien yang akurat dan aman,” ujar dr. Stephani.

Perwakilan dari GVNH, Bapak Carlos de Araujo Andrade selaku Kepala Unit Informasi Arsip Klinis, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan RS Panti Rapih dalam membagikan pengetahuan terkait sistem manajemen rumah sakit. Acara pembukaan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua instansi.

Selama tiga hari, delegasi GVNH mendalami berbagai aspek krusial dalam manajemen rumah sakit modern:

Hari Pertama: Fokus pada Kodifikasi & Arsip

Sesi materi dimulai dengan paparan Company Profile oleh Robertus Yogi Saputro, A.Md.RMIK (Kepala Seksi Kerjasama Perusahaan). Selanjutnya, Ella Kristiantini Susan memberikan pendalaman materi mengenai:

  • Klasifikasi dan Pengkodean Penyakit.
  • Kode Tindakan medis sesuai standar ICD.

Sesi ditutup oleh Elizabet Erni Kurniawati (Kepala Instalasi Rekam Medis) yang memaparkan strategi Pengelolaan Arsip Rekam Medis yang efisien.

Hari Kedua: Digitalisasi & Statistik Kesehatan

Fokus beralih pada pemanfaatan teknologi informasi. Anastasia Arnin Permata Siwi menjelaskan pentingnya Kualitas Data Kesehatan dan Statistik Rumah Sakit sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen.

Dilanjutkan oleh Thomas Dhani Eka Kurniawan (Kepala Instalasi TI) yang mendemonstrasikan:

  • Sistem Informasi Manajemen Rekam Medis (SIRM) untuk tenaga medis.
  • Implementasi SIMRS untuk efisiensi pendaftaran dan manajemen pasien.

Hari Ketiga: Implementasi Nyata

Pada hari terakhir, para peserta melakukan praktik magang langsung di Instalasi Rekam Medis RS Panti Rapih untuk melihat alur kerja nyata. Kegiatan ditutup dengan hospital tour untuk meninjau fasilitas unggulan di RSPR.

Melalui kunjungan ini, diharapkan Guido Valadares National Hospital dapat mengadaptasi sistem manajemen rekam medis dan teknologi informasi yang telah diterapkan di RS Panti Rapih untuk diimplementasikan di Timor Leste.

Bagi RS Panti Rapih, kerja sama ini memperkuat posisi rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan pasien, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan rujukan manajemen bagi mitra internasional. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi kemajuan dunia kesehatan di Asia Tenggara.

 

Artikel ditulis oleh :
Humas RS Panti Rapih Yogyakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Instalasi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RS Panti Rapih
WA : 081128508877 (Jam layanan WA : pk 07.30 – 15.30 WIB, Senin – Jumat. Hari Minggu dan tanggal merah tutup)

 

 

Mohon dapat memberikan rating